Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Rute Ibaraki Tanpa Mobil: Mito & Oarai Naik Kereta dan Bus

Rute Ibaraki Tanpa Mobil: Mito & Oarai Naik Kereta dan Bus
Panduan wisata Ibaraki tanpa mobil: Mito dan Oarai naik kereta serta bus, lengkap dengan rute stasiun, jadwal pulang, cuaca, dan bagasi.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Sekilas

Contoh itinerary Ibaraki tanpa mobil. Dengan Stasiun Mito sebagai titik awal, nikmati taman dan sejarah Mito di Kairakuen, lalu menuju Kuil Oarai Isosaki dan tepi laut dengan Kereta Api Kashima Rinkai Jalur Oarai-Kashima dan bus keliling "Kaiyu-go"; pada musim bunga, Hitachi Seaside Park juga bisa menjadi pilihan

Sorotan Utama

Kairakuen (Kobuntei, mata air Togyokusen, sekitar 3.000 pohon plum dari sekitar 100 varietas), torii Kamiiso Kuil Oarai Isosaki, dan pada musimnya nemophila serta kochia di Hitachi Seaside Park.

Akses dan Moda Transportasi

Dari Stasiun Mito ke Oarai dengan Kereta Api Kashima Rinkai Jalur Oarai-Kashima. Dari Stasiun Oarai, sekitar 15 menit ke Kuil Oarai Isosaki dan akuarium dengan bus keliling "Kaiyu-go", dan Hitachi Seaside Park sekitar 15 menit dengan bus dari Stasiun Katsuta.

Biaya dan Tiket

Kobuntei 230 yen untuk dewasa, 120 yen untuk anak-anak. Aquarium Aqua World Oarai Prefektur Ibaraki 2.300 yen untuk dewasa, 1.100 yen untuk pelajar SD dan SMP, 400 yen untuk balita (3 tahun ke atas).

Gambaran Rute Sehari

Alurnya: pagi jalan-jalan taman di Kairakuen, sekitar siang istirahat makan di sekitar Stasiun Mito, sore mengelilingi tepi laut dan kuil di Oarai, dan menjelang malam kembali ke arah Stasiun Mito.

Cara Menghabiskan Hari Hujan dan Angin Kencang

Dengan mempersingkat jalan-jalan tepi laut dan memadukan fasilitas dalam ruangan seperti Aqua World Ibaraki Prefectural Oarai Aquarium yang memelihara sekitar 60 jenis hiu, Anda tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca.

Hal yang Bisa Dialami

Menyaksikan taman serta sejarah dan budaya Mito di Kairakuen, memandang Danau Semba dari Rakujuro lantai teratas Kobuntei, dan menikmati torii Kamiiso serta pemandangan tepi laut di Oarai.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Ibaraki

Itinerary Ibaraki Tanpa Mobil: Mudah Disusun dengan Mito sebagai Titik Awal

Jika ingin berkeliling Ibaraki tanpa mobil, menentukan "stasiun mana yang menjadi poros perjalanan" terlebih dahulu akan memudahkan penataan perpindahan kereta dan bus.

Untuk kunjungan pertama, dengan menjadikan Stasiun Mito Jalur Jōban sebagai titik awal dan menghubungkan taman, sejarah, serta tepi laut, Anda bisa menikmati pemandangan khas Ibaraki seperti Kairakuen dan Ōarai secara efisien meski tanpa mobil.

Alasan Menjadikan Stasiun Mito sebagai Titik Awal

Stasiun Mito menjadi pusat perpindahan area Ibaraki bagian tengah, dan merupakan stasiun yang memudahkan penyusunan rute bus dan kereta menuju arah Kairakuen, arah Ōarai, maupun arah Katsuta.

Karena di sekitar stasiun mudah menyelesaikan makan dan belanja, serta mudah menyesuaikan diri sebelum naik kereta pulang, ini merupakan titik awal yang mudah dikelola bahkan bagi wisatawan asing.

Kiat Wisata Tanpa Mobil: Jangan Menjejalkan Semua Sekaligus

Ibaraki memiliki laut, taman, taman bunga, dan spot sejarah yang tersebar di area luas.

Jika tanpa mobil, merangkum perjalanan dengan pusat di Mito dan Ōarai sambil menikmati perpindahan itu sendiri akan menjadi perjalanan yang tidak terlalu melelahkan.

Pada Musim Bunga, Jadikan Hitachi Seaside Park sebagai Kandidat Pengganti

Hitachi Seaside Park dapat dicapai dari peron nomor 2 pintu timur Stasiun Katsuta dengan bus reguler Ibaraki Kōtsū menuju pintu barat dalam waktu sekitar 15 menit, sehingga merupakan spot yang mudah dimasukkan ke dalam kandidat wisata tanpa mobil.

Namun, karena berkeliling Mito, Ōarai, dan Hitachi Seaside Park sekaligus dalam satu hari akan menambah banyak perpindahan, pada hari yang menjadikan bunga sebagai tujuan utama, sebaiknya lakukan penyesuaian seperti memperpendek waktu di Ōarai.

Tabel Ringkas Perjalanan | Rute Tanpa Mobil dari Mito Menuju Ōarai

Itinerary ini memiliki alur dimulai dari Stasiun Mito, menjelajahi Kairakuen, lalu menuju tepi laut Ōarai pada sore hari.

Karena jadwal dan tarif bisa berubah, mohon periksa operator transportasi seperti Kashima Rinkai Railway dan Ibaraki Kōtsū serta informasi masing-masing fasilitas sebelum berangkat.

Tabel di bawah merangkum urutan perpindahan dan cara menghabiskan waktu.

Urutan Area Yang Dilakukan
Keberangkatan Stasiun Mito Merapikan bawaan
Pagi Kairakuen Jalan-jalan taman
Sekitar siang Sekitar Stasiun Mito Istirahat makan
Sore Ōarai Jalan-jalan tepi laut
Petang Arah Stasiun Mito Periksa jalur pulang

Periksa Alur Perjalanan Pulang Lebih Dulu di Stasiun Mito

Dalam wisata tanpa mobil, memeriksa kandidat kereta dan bus pulang di stasiun pertama akan membuat lebih tenang.

Terutama jalur daerah seperti Kashima Rinkai Railway Ōarai Kashima Line ke arah Ōarai terkadang memiliki frekuensi operasi lebih terbatas dibanding perkotaan, jadi bergeraklah dengan kelonggaran waktu agar tidak panik di akhir.

Nikmati Taman dan Sejarah dengan Santai di Kairakuen

Kairakuen adalah taman yang termasuk dalam Tiga Taman Terindah Jepang bersama Kenrokuen di Kanazawa dan Korakuen di Okayama, dibangun pada tahun Tenpo ke-13 (1842) oleh Tokugawa Nariaki, tuan feodal ke-9 klan Mito.

Anda bisa menikmati perubahan pemandangan sambil menjelajahi Omotemon (gerbang utama), hutan bambu, Togyokusen (mata air), dan Kobuntei (paviliun).

Sekitar 3.000 pohon plum dari 100 varietas ditanam di sini, dan "Festival Plum Mito" (Mito no Ume Matsuri) diadakan dari pertengahan Februari hingga sekitar Maret, tetapi tanpa memandang musim, memperhatikan desain taman dan pemandangan dari dataran tinggi akan meningkatkan kepuasan kunjungan.

Sekitar Siang, Bersiap di Sekitar Stasiun lalu Menuju Ōarai

Setelah Kairakuen, kembali ke sekitar Stasiun Mito untuk menyelesaikan makan dan belanja akan memudahkan peralihan ke jalan-jalan Ōarai di sore hari.

Jika membawa barang besar, mencari tempat penitipan seperti loker koin di sekitar stasiun sebelum berpindah akan memudahkan berjalan di tepi laut dan kuil.

Sore, Nikmati Pemandangan Laut dan Nuansa Spiritual di Ōarai

Di Ōarai, menjelajahi terutama Ōarai Isosaki-jinja (kuil Ōarai Isosaki) dan pemandangan tepi laut akan membuat Anda merasakan suasana khas pesisir Ibaraki.

Pada hari berangin kencang atau hujan, memperpendek jalan-jalan outdoor dan mengombinasikan fasilitas indoor seperti Aqua World Ibaraki Prefectural Ōarai Aquarium akan lebih nyaman.

Pagi | Menyentuh Taman dan Sejarah di Kairakuen dari Stasiun Mito

Untuk pagi hari, alur menuju arah Kairakuen dari Stasiun Mito dan langsung menikmati pemandangan yang tenang setelah berpindah sangat disarankan.

Di taman, karena kesan pemandangan yang terlihat berubah tergantung pilihan pintu masuk, memperhatikan makna gerbang dan bangunan, bukan sekadar berjalan, akan memperdalam pemahaman.

Berjalan dari Omotemon Memudahkan Merasakan Perubahan Pemandangan

Di Kairakuen, masuk dari Omotemon (gerbang hitam/Kuromon) yang merupakan gerbang utama akan memudahkan merasakan alur menuju hutan bambu, mata air Togyokusen, hingga Kobuntei.

Bukan hanya lapangan terbuka yang cerah, dengan berjalan di jalan yang diselimuti pepohonan, Anda juga bisa merasakan suasana tenang taman.

Menyentuh Budaya Mito di Kobuntei

Kobuntei adalah bangunan kayu berlantai 3 dengan 2 lapis yang konon dirancang sendiri oleh Tokugawa Nariaki, dan merupakan salah satu daya tarik yang menjadi simbol Kairakuen.

Dari Rakujurō di lantai teratas, Anda bisa memandang taman dan Danau Semba, dan memperhatikan desain ruangannya akan menyampaikan bahwa taman ini bukan sekadar tempat terkenal untuk bunga, melainkan tempat yang ditata agar orang berkumpul dan menikmati pemandangan.

Harga tiket masuk Kobuntei adalah 230 yen untuk dewasa dan 120 yen untuk anak, dengan jam buka pukul 09.00 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.45) dari pertengahan Februari hingga akhir September, dan hingga pukul 16.30 (masuk terakhir pukul 16.15) mulai Oktober.

Memotret Sambil Melihat Arus Orang di Sekitar

Di dalam taman, berfotolah pada posisi yang tidak menghalangi jalan dan tidak mengganggu pengunjung lain yang sedang menikmati pemandangan.

Di dalam bangunan atau area buka khusus, karena boleh-tidaknya pemotretan dan area yang boleh dimasuki bisa berubah, mohon utamakan papan petunjuk dan arahan di lokasi.


Sekitar Siang | Menuju Ōarai Menggunakan Kereta dan Bus

Sekitar siang, setelah kembali ke Stasiun Mito, berpindah ke arah Ōarai dengan Kashima Rinkai Railway Ōarai Kashima Line dan sejenisnya.

Karena Ōarai adalah kota tepi laut, menentukan perpindahan dari stasiun ke tujuan terlebih dahulu akan mengurangi kebingungan di lokasi.

Berikut kami rangkum moda transportasi yang mudah digunakan tanpa mobil berdasarkan perannya.

Ruas Moda Cocok untuk
Arah Mito Bus lokal Yang ke taman
Mito ke Ōarai Kereta Yang ke laut
Dalam kota Ōarai Bus keliling Yang ingin sedikit jalan kaki
Arah Katsuta Bus lokal Yang ingin lihat bunga

Dari Stasiun Ōarai, Manfaatkan Bus Keliling "Kaiyū-gō"

Setibanya di Stasiun Ōarai, pilihlah antara berjalan ke tujuan atau menggunakan bus keliling wisata dalam kota "Kaiyū-gō".

Menuju Ōarai Isosaki-jinja, halte "Ōarai Isosaki-jinja Shita" yang berjarak sekitar 15 menit dengan Kaiyū-gō praktis, sedangkan dengan berjalan kaki memakan waktu sekitar 40 menit (sekitar 3 km).

Menuju Aqua World Ibaraki Prefectural Ōarai Aquarium pun bisa dicapai sekitar 15 menit dengan Kaiyū-gō, jadi pilihlah rute yang sesuai dengan operasi hari itu setelah memeriksa informasinya.

Catat Nama Stasiun dan Halte Bus dalam Bahasa Jepang

Pada bus daerah, terkadang sulit menentukan tujuan jika hanya dengan tulisan bahasa Inggris.

Menyimpan nama tempat dalam bahasa Jepang atau romaji, seperti "Stasiun Mito", "Stasiun Ōarai", "Ōarai Isosaki-jinja", dan "Aqua World Ibaraki Prefectural Ōarai Aquarium", di ponsel pintar akan memudahkan konfirmasi kepada pengemudi atau petugas stasiun.

Sore | Berjalan di Ōarai Isosaki-jinja dan Tepi Laut

Sore hari, nikmati pemandangan tepi laut dengan pusat di Ōarai Isosaki-jinja.

Karena kuil dan laut adalah area yang dekat, penting untuk berjalan dalam batas yang tidak memaksakan sambil memperhatikan cuaca dan pijakan.

Di Ōarai Isosaki-jinja, Hargai Torii Kamiiso dan Alur Ibadah

Ōarai Isosaki-jinja adalah kuil kuno yang konon didirikan pada tahun Saikō ke-3 (856), dengan dewa utama Ōnamuchi-no-mikoto dan Sukunahikona-no-mikoto.

"Torii Kamiiso" (gerbang kuil Kamiiso) yang berdiri di atas batu di dalam laut adalah tempat yang konon menjadi tempat turunnya dewa yang dipuja, dan pemandangannya yang berpadu dengan matahari terbit menarik banyak minat.

Saat beribadah, sadari tata cara dasar seperti membungkuk di depan torii dan berjalan menghindari bagian tengah jalan kuil, dan saat berfoto pun, jangan mengganggu orang yang sedang berdoa atau gerakan pendeta kuil.

Di Tepi Laut, Utamakan Cuaca dan Pijakan

Tepi laut Ōarai terasa leluasa, tetapi merupakan tempat yang mudah terpengaruh angin dan ombak.

Jika mendekati area berbatu atau tanah basah di sekitar torii Kamiiso, utamakan keselamatan daripada foto, dan jangan masuk ke tempat yang bertanda dilarang masuk.

Mengombinasikan Fasilitas Indoor Membuat Tidak Mudah Terpengaruh Cuaca

Pada hari hujan atau angin kencang, memperpendek waktu di tepi laut dan mengombinasikan fasilitas indoor seperti Aqua World Ibaraki Prefectural Ōarai Aquarium akan lebih nyaman.

Akuarium ini memelihara sekitar 60 jenis hiu, dengan harga tiket masuk 2.300 yen untuk dewasa, 1.100 yen untuk siswa SD dan SMP, 400 yen untuk balita (3 tahun ke atas), dan jam buka pukul 09.00 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.00).

Karena informasi masuk dan hari libur bisa berubah, mohon periksa informasinya sebelum berkunjung.



Menukar Tempat Persinggahan Sesuai Musim dan Cuaca

Dalam wisata Ibaraki tanpa mobil, menukar tempat persinggahan sesuai cuaca dan tujuan hari itu akan meningkatkan kepuasan.

Dengan Mito dan Ōarai sebagai dasar, menambahkan arah Hitachinaka pada hari ingin melihat bunga misalnya, bergerak setelah menentukan fokus utama akan membuat perpindahan terasa ringan.

Berikut kami rangkum cara menghabiskan waktu berdasarkan tujuan perjalanan.

Tujuan Cara Memilih Hal yang Diperhatikan
Taman Pusat di Mito Sepatu nyaman berjalan
Pemandangan laut Pusat di Ōarai Waspadai angin
Pemandangan bunga Arah Katsuta Periksa keramaian
Hari hujan Tambah indoor Periksa hari libur

Pada Hari yang Menjadikan Bunga Tujuan Utama, Fokuskan di Hitachi Seaside Park

Pada hari ingin menikmati pemandangan bunga seperti nemophila biru (biasanya musim terbaik pertengahan April hingga awal Mei) dan kochia yang berdaun musim gugur (koyō) (biasanya musim terbaik pertengahan Oktober), realistis untuk menjadikan Hitachi Seaside Park sebagai fokus utama dan mengurangi spot lainnya.

Karena area dalam taman luas, menentukan area yang ingin dilihat terlebih dahulu akan memudahkan penyesuaian dengan bus atau kereta kembali ke Stasiun Katsuta.


Pada Hari Hujan, Jadikan Fasilitas Indoor Ōarai sebagai Kandidat

Pada hari hujan, memasukkan tempat yang bisa dinikmati secara indoor tanpa hanya mengandalkan jalan-jalan tepi laut akan membuat rencana tidak mudah berantakan.

Jika menuju Aqua World Ibaraki Prefectural Ōarai Aquarium, berangkatlah setelah memeriksa rute Kaiyū-gō dari Stasiun Ōarai dan informasi operasionalnya.

Di Musim Panas, Batasi Waktu di Luar Ruangan Secara Singkat

Di musim panas, tidak melanjutkan jalan-jalan taman atau tepi laut terlalu lama, melainkan menyelipkan istirahat di stasiun, kafe, dan fasilitas indoor akan mengurangi beban.

Pada hari dengan sinar matahari terik, penting pula untuk menyiapkan topi dan minuman, serta mengambil keputusan mengurangi rencana sesuai kondisi tubuh.

Hal yang Ingin Diperiksa Sebelum Berkeliling Ibaraki Tanpa Mobil

Yang mudah gagal dalam wisata tanpa mobil bukanlah tempat wisatanya, melainkan perpindahan terakhir dan penanganan barang bawaan.

Menyelesaikan konfirmasi kecil sebelum berangkat akan memudahkan Anda berkonsentrasi pada pemandangan dan makanan di lokasi.

Periksa Jadwal dan Hari Operasi

Jadwal, peron, dan hari operasi kereta serta bus bisa berubah.

Tanpa hanya mengandalkan aplikasi pencarian, memeriksa perusahaan kereta dan bus seperti Kashima Rinkai Railway dan Ibaraki Kōtsū serta informasi fasilitas akan membuat lebih tenang.

Siapkan Uang Tunai dan Kartu IC Transportasi Sekaligus

Pada jalur daerah, terkadang tidak selalu bisa dibayar hanya dengan kartu IC transportasi.

Menyiapkan uang receh dan uang kertas pecahan kecil akan membuat Anda dapat menggunakan mesin tiket atau membayar saat naik bus dengan tenang.


Ringankan Barang Bawaan di Sekitar Stasiun

Di taman, kuil, dan tepi laut, berjalan sambil membawa koper akan menyulitkan perpindahan.

Memanfaatkan loker koin di Stasiun Mito atau tempat menginap, dan hanya membawa barang yang diperlukan dalam tas kecil saat keluar, akan memudahkan pergerakan meski tanpa mobil.

Masukkan Jadwal Pulang yang Lebih Awal sebagai Kandidat

Setelah sore hari, rencana mudah molor karena makan dan belanja.

Memiliki beberapa kandidat perjalanan pulang akan memungkinkan Anda beraktivitas dengan tenang sesuai cuaca dan keramaian.

Rangkuman

Jika ingin berkeliling Ibaraki tanpa mobil, itinerary yang menjadikan Stasiun Mito sebagai titik awal dan menghubungkan Kairakuen serta Ōarai Isosaki-jinja akan menjadi perjalanan yang mudah disusun bahkan bagi wisatawan asing yang baru pertama kali ke Jepang.

Meski bisa menikmati taman, sejarah, dan pemandangan tepi laut sekaligus, karena perpindahan berpusat pada kereta dan bus keliling "Kaiyū-gō", konfirmasi jadwal dan hari operasi tidak boleh dilewatkan.

Dengan mempersempit tujuan sesuai keperluan seperti menjadikan Hitachi Seaside Park sebagai fokus utama di musim bunga, Anda bisa menikmati satu hari khas Ibaraki dengan tenang meski tanpa mobil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Menjadikan Stasiun Mito di Jalur Joban sebagai titik awal paling mudah disusun, karena rute bus dan kereta ke arah Kairakuen, Oarai, dan Katsuta bisa dirapikan sekaligus. Stasiun Mito juga lengkap dengan gedung stasiun "Excel Minami" dan loker koin, sehingga alur menitipkan bawaan di pagi hari agar bergerak ringan, lalu menyelesaikan makan dan oleh-oleh di sore hari sebelum pulang, dapat terbentuk secara alami di pusat penting kawasan tengah prefektur ini.
A. Dari peron nomor 4 pintu utara Stasiun Mito, naik bus Ibaraki Kotsu sekitar 20 menit, lalu turun tepat di "Kobuntei Omotemon" atau "Kairakuen Higashimon". Selama festival plum, bus langsung tambahan pun bertambah, tetapi di luar masa itu jumlahnya terbatas, jadi mencatat lebih dulu jadwal bus keberangkatan bisa mengurangi waktu menunggu. Sebagai catatan, masuk dari gerbang utama memungkinkan Anda merasakan rute asli yang melewati hutan bambu dan Togyokusen menuju Kobuntei.
A. Kairakuen adalah salah satu dari Tiga Taman Besar Jepang bersama Kenrokuen di Kanazawa dan Korakuen di Okayama, dibuat pada tahun 1842 (era Tenpo ke-13) oleh Tokugawa Nariaki, daimyo ke-9 domain Mito. Sekitar 3.000 pohon plum dari 100 varietas ditanam di sini, dan sesuai namanya yang berarti "menikmati bersama rakyat", taman ini sejak dulu terbuka untuk masyarakat umum. Bahkan di musim tanpa plum, menikmati panorama Danau Semba dari lantai teratas Kobuntei akan menambah kepuasan.
A. Tiket masuk Kobuntei adalah 230 yen untuk dewasa dan 120 yen untuk anak-anak, dengan jam tutup yang berubah menurut musim. Jam buka pukul 9.00-17.00 (masuk terakhir 16.45) pada pertengahan Februari-30 September, dan pukul 9.00-16.30 (masuk terakhir 16.15) pada 1 Oktober-pertengahan Februari. Bangunan kayu dua lapis tiga lantai ini konon dirancang sendiri oleh Nariaki, dan mencari detail-detail kreatif seperti lukisan pintu geser yang berbeda tiap ruangan atau lift manual membuat kunjungan makin menyenangkan.
A. Dari Stasiun Mito naik Jalur Oarai Kashima (Kashima Rinkai Railway) ke Stasiun Oarai sekitar 15 menit, dengan tarif sekali jalan 420 yen. Yang perlu diperhatikan, jalur ini tidak mendukung kartu IC transportasi seperti Suica dan hanya menerima tunai. Setelah keluar dari gerbang tiket JR di Stasiun Mito lalu berganti, menyiapkan uang receh akan membuat Anda tidak panik di mesin tiket. Karena jumlah kereta lebih sedikit daripada kota besar, memastikan lebih dulu jadwal kereta pulang akan lebih tenang.
A. Dari Stasiun Oarai, bus keliling kota "Kaiyugo" praktis, dan Oarai Isosaki Shrine maupun Aqua World masing-masing sekitar 15 menit. Sekali naik 100 yen, tetapi jika berkeliling beberapa tempat, tiket bebas 1 hari (200 yen) jelas lebih hemat. Karena berjalan kaki ke kuil memakan sekitar 40 menit (sekitar 3 km), bagi yang ingin menghemat tenaga menyusuri tanjakan tepi laut, bergerak menyesuaikan jadwal keberangkatan bus akan lebih efisien.
A. Gerbang torii Kamiiso adalah torii yang berdiri di atas batu di tengah laut, tempat yang dipercaya sebagai turunnya dewa Oarai Isosaki Shrine, dan terkenal dengan pemandangan matahari terbit yang muncul melampaui ombak dahsyat. Kuil kuno ini didirikan tahun 856 (era Saiko ke-3), dan pada tahun baru diadakan ritual pendeta memuja matahari terbit pertama di pantai. Pada waktu surut ketika permukaan air rendah, pijakan bebatuan terlihat lebih luas, sehingga lebih mudah membidik satu foto yang memadukan cipratan ombak dan cahaya fajar.
A. Tiket masuknya 2.300 yen untuk dewasa, 1.100 yen untuk siswa SD-SMP, dan 400 yen untuk balita (3 tahun ke atas), dengan jam buka pukul 9.00-17.00 (masuk terakhir 16.00). Jumlah jenis hiu yang dipelihara termasuk yang terbanyak di Jepang, dengan hiu macan pasir yang gagah dan tangki khusus mola-mola berskala besar sebagai andalannya. Tempat ini juga unggul sebagai tempat berlindung di hari hujan atau berangin kencang, dan untuk pertunjukan Ocean Live lumba-lumba serta singa laut yang menghadap laut Oarai, masuk 15 menit sebelum mulai lebih aman demi mendapat kursi.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.