Cara Menyusun Rencana Perjalanan 2 Hari 1 Malam di Kagawa Tanpa Mobil
Untuk perjalanan tanpa mobil selama 2 hari 1 malam di Kagawa, menghubungkan Takamatsu dan Kotohira dengan jalur kereta swasta Kotoden Kotohira Line memungkinkan kamu menggabungkan Taman Ritsurin (Ritsurin-koen) dan kuil Kotohira-gū ke dalam satu perjalanan kereta dengan nyaman tanpa menyewa mobil.
Takamatsu dan Kotohira, jika kamu menjadikan kereta swasta Kotoden sebagai porosnya, adalah kombinasi yang mudah dirangkai menjadi satu itinerary tanpa mobil sewaan.
Jika hari pertama berjalan-jalan di pusat kota Takamatsu lalu keesokan harinya menuju Kotohira, kamu bisa menitipkan bagasi besar di hotel dan bepergian dengan ringan, serta mendaki Kotohira-gū yang memiliki 785 anak tangga batu dengan leluasa.
Mengunjungi Takamatsu Lebih Dulu Membuat Perjalanan dengan Kotoden Lebih Sederhana
Menetapkan titik awal perjalanan di sekitar Pelabuhan Takamatsu (Takamatsu Port), tempat Stasiun JR Takamatsu (JR Takamatsu Station) dan Stasiun Kotoden Takamatsu-Chikkō (Kotoden Takamatsu-Chikkō Station) berada, akan lebih mudah dipahami.
Dengan naik Kotohira Line dari Stasiun Takamatsu-Chikkō, kamu bisa menuju Stasiun Ritsurin-koen (Ritsurin-koen Station) dan stasiun akhir Kotoden-Kotohira (Kotoden-Kotohira Station), sehingga perjalanan utama selama dua hari dapat disusun dengan jalur yang sama.
Kotohira Line menghubungkan Stasiun Takamatsu-Chikkō dengan Stasiun Kotoden-Kotohira, dan karena Stasiun Kataharamachi (Kataharamachi Station), Stasiun Kawaramachi (Kawaramachi Station), serta Stasiun Ritsurin-koen juga berada di jalur yang sama, kamu bisa menyusuri tempat-tempat wisata tanpa berganti kereta.
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Tempat ke dalam Rencana Perjalanan
Dalam perjalanan tanpa mobil, penting untuk menyisakan ruang bagi jalan kaki dari stasiun, makan, dan pengambilan bagasi.
Tabel berikut merangkum urutan dua hari dan cara menghabiskan waktu di setiap tempat.
| Urutan | Area | Kegiatan Utama |
|---|---|---|
| Hari 1 – Setelah tiba | Sekitar Pelabuhan Takamatsu | Menitipkan bagasi |
| Hari 1 – Pagi | Taman Tamamo | Menyusuri reruntuhan kastil |
| Hari 1 – Siang | Pusat kota Takamatsu | Udon Sanuki |
| Hari 1 – Sore | Taman Ritsurin | Berkeliling taman |
| Hari 1 – Petang | Pusat perbelanjaan | Makan dan belanja |
| Hari 2 | Kotohira | Ziarah Konpira |
Tukar Urutan Sesuai Waktu Tiba dan Keberangkatan
Jika tiba terlambat di Takamatsu, memindahkan Taman Tamamo (Tamamo-koen) hari pertama ke pagi keesokan harinya dan menjadikan Taman Ritsurin sebagai pusat Hari 1 tidak akan terlalu memaksakan.
Jika perjalanan pulang terburu-buru, kamu juga bisa mempertimbangkan rute yang, setelah berdoa di Kotohira, tidak kembali ke Takamatsu melainkan melanjutkan ke tujuan berikutnya dari Stasiun JR Kotohira (JR Kotohira Station).
Karena kondisi rute transportasi dapat berubah tergantung hari penggunaan, periksa informasi operasional JR dan Kotoden sebelum berangkat.
Hari 1 Pagi|Menyusuri Sekitar Stasiun Takamatsu dan Taman Tamamo (Reruntuhan Kastil Takamatsu)
Setibanya di Takamatsu, menitipkan bagasi besar terlebih dahulu dengan memanfaatkan penginapan atau fasilitas stasiun membuat wisata jalan kaki setelahnya jauh lebih ringan.
Sekitar Stasiun Takamatsu memiliki pelabuhan, reruntuhan kastil, dan stasiun kereta yang berdekatan, sehingga menjadi tempat yang mudah untuk memahami tata letak kota sebagai gerbang perjalanan Kagawa.
Merasakan Kedekatan Laut dan Kota di Sekitar Pelabuhan Takamatsu
Saat memandang dari depan stasiun ke arah pelabuhan, kamu bisa merasakan pemandangan lapang khas Takamatsu yang menghadap Laut Pedalaman Seto (Seto Inland Sea).
Karena kapal menuju pulau-pulau seperti Naoshima dan Megijima juga berangkat dari sini, jika waktumu longgar, lihatlah papan petunjuk di pelabuhan dan bayangkan keterhubungan Kagawa dengan pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto.
Menikmati Pemandangan Kastil Laut di Reruntuhan Kastil Takamatsu dan Taman Tamamo
Taman Tamamo adalah situs bersejarah yang ditetapkan negara, ditata dari reruntuhan Kastil Takamatsu (Takamatsu Castle), dan merupakan tempat untuk merasakan ciri khas kastil laut (kastil air) yang mengalirkan air laut dari Laut Pedalaman Seto ke dalam paritnya.
Kastil Takamatsu dihitung sebagai salah satu dari tiga kastil air terbesar di Jepang, bersama Kastil Imabari (Imabari Castle) dan Kastil Nakatsu (Nakatsu Castle), dengan ciri khas dibangun menghadap laut.
Karena tampilannya berbeda dari kastil yang masih memiliki menara utama, menelusuri tata letak menara-menara seperti Tsukimi-yagura dan Ushitora-yagura, tembok batu, gerbang, dan parit, sambil memikirkan mengapa kastil dibangun di dekat pelabuhan, akan memperdalam pemahamanmu.
Tiket masuk 200 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk anak-anak, dan Gerbang Timur buka dari pukul 8:30 hingga 17:00 (dari April hingga September pukul 7:00 hingga 18:00), jadi rencanakan berkunjung dalam jam buka.
Karena area yang dibuka untuk umum dan acaranya dapat berubah, periksa petunjuk di pintu masuk dan patuhi papan yang menandai area terlarang.
Amati Cara Setiap Kedai Menerima Pesanan Udon Sanuki
Memilih udon Sanuki (Sanuki udon) di pusat kota Takamatsu untuk makan siang memungkinkan kamu memadukan budaya kuliner khas Kagawa ke dalam itinerary secara alami.
Di kedai swalayan, umum dijumpai bentuk di mana kamu memesan jenis dan porsi mi, mengambil sendiri tempura dan lainnya, lalu menuju kasir, tetapi langkahnya berbeda-beda di tiap kedai.
Periksa papan petunjuk di pintu masuk dan alur pelanggan di depanmu, dan saat ragu, menunjuk dengan jari atau bertanya dengan kata-kata singkat akan membuatmu tenang.
Jam operasional dan hari libur berbeda-beda di tiap kedai, dan ada kedai yang tutup begitu mi habis, jadi jangan hanya mematok satu kedai, tetapi siapkan beberapa pilihan.
Hari 1 Sore|Naik Kotoden Menuju Taman Ritsurin (Ritsurin-koen)
Pada sore hari, menggunakan Kotohira Line dari stasiun seperti Takamatsu-Chikkō dan menuju taman dengan Stasiun Ritsurin-koen sebagai titik awal juga menjadi latihan untuk perjalanan ke Kotohira keesokan harinya.
Karena nama stasiun dibaca "Ritsurin-koen", mengingat cara bacanya untuk aplikasi peta dan pencarian transit akan memudahkan pencarian.
Di Stasiun Ritsurin-koen, Periksa Arah Kotohira dan Arah Takamatsu
Saat menuju dari pusat kota Takamatsu pilih kereta arah Kotohira, dan saat kembali ke kota setelah berwisata pilih kereta arah Takamatsu-Chikkō.
Karena keesokan harinya kamu akan menggunakan Kotohira Line lagi, mencoba sekali mesin tiket, gerbang tiket, dan posisi naik akan membuat perjalanan pagi lebih tenang.
Menikmati Pemandangan Taman Berkeliling yang Dibentuk oleh Kolam dan Bukit di Ritsurin
Taman Ritsurin adalah Tempat Pemandangan Indah Khusus yang ditetapkan negara, taman berkeliling kolam tempat kolam, bukit buatan, jembatan, dan pohon pinus yang dirawat rapi berkesinambungan dengan Gunung Shiun-zan sebagai latar belakang.
Di dalam taman terdapat 6 kolam dan 13 bukit buatan, dan sekitar 1.000 pohon pinus terawat membentuk pemandangan, sehingga setiap kali posisi berjalanmu berubah, cara pemandangan bertumpuk pun berubah.
Termasuk Gunung Shiun-zan, luas totalnya mencapai sekitar 75 hektar, menjadikannya taman cagar budaya terbesar di Jepang.
Daripada berkeliling semuanya dengan terburu-buru, berhenti pada pemandangan yang menarik perhatianmu—bangunan di seberang kolam, bentuk cabang pohon pinus, gunung yang terpantul di permukaan air—membuat pesona taman lebih mudah dirasakan.
Taman Jepang Lebih Mudah Dipahami Jika Kamu Menentukan Unsur yang Akan Dilihat
Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan taman Jepang, kesannya berubah ketika memandangnya bukan sebagai tempat yang membiarkan alam apa adanya, melainkan sebagai ruang tempat pemandangan disusun oleh tangan manusia.
Tabel berikut merangkum unsur-unsur yang mudah diperhatikan di dalam taman dan cara melihatnya.
| Unsur | Yang Diperhatikan | Cara Menikmati |
|---|---|---|
| Pohon pinus | Rentangan cabang | Melihat dari dekat dan jauh |
| Kolam | Pantulan di permukaan air | Mengamati perubahan angin |
| Jembatan | Lengkungan dan latar | Membandingkan sebelum dan sesudah menyeberang |
| Bukit buatan | Perbedaan ketinggian | Mengikuti perubahan pandangan |
| Pemandangan pinjaman | Tumpang tindih dengan Gunung Shiun-zan | Memandang hingga ke luar taman |
Petang Hari Kembali ke Kawaramachi dan Pusat Perbelanjaan Sentral Takamatsu
Setelah keluar dari taman, naik Kotoden kembali ke arah Kawaramachi memudahkan menyambung ke makan dan belanja di pusat perbelanjaan.
Pusat Perbelanjaan Sentral Takamatsu (Takamatsu Central Shopping Street) adalah arkade sepanjang sekitar 2,7 km yang terdiri dari beberapa kawasan perbelanjaan seperti Marugamemachi dan Hyōgomachi, dengan campuran restoran, toko barang sehari-hari, dan toko lokal.
Tidak hanya fasilitas wisata, jika kamu juga mengarahkan pandangan ke toko dan gang yang biasa digunakan warga setempat, budaya kehidupan Takamatsu akan terlihat.
Hari 1 Malam|Menginap di Tempat yang Nyaman untuk Wisata Kotohira Keesokan Harinya
Memilih tempat menginap di dalam kota Takamatsu memudahkan memilih makan malam, dan pagi keesokan harinya juga mudah naik Kotoden Kotohira Line.
Dalam perjalanan tanpa mobil, penting untuk memilih bukan hanya berdasarkan nama hotel, tetapi dengan memeriksa stasiun terdekat dan stasiun keberangkatan pada pagi keesokan harinya.
Pilih antara Area Stasiun Takamatsu dan Area Kawaramachi Sesuai Prioritas Perjalanan
Mereka yang tiba dan berangkat dengan JR akan merasa area Stasiun Takamatsu nyaman, sedangkan mereka yang ingin menghabiskan malam di pusat perbelanjaan akan menjadikan area Kawaramachi sebagai pilihan.
Berikut kami rangkum perbedaan tiap area penginapan bersama dengan cara bergerak keesokan harinya.
| Area Penginapan | Cocok untuk Siapa | Pergerakan Pagi Berikutnya |
|---|---|---|
| Area Stasiun Takamatsu | Pengguna JR | Menuju Takamatsu-Chikkō |
| Area Kataharamachi | Mengutamakan jalan-jalan kota | Naik di Kataharamachi |
| Area Kawaramachi | Mengutamakan restoran | Naik di Kawaramachi |
Malam Hari Jangan Terlalu Banyak Berjalan demi Persiapan Ziarah Keesokan Harinya
Malam di Takamatsu bisa kamu nikmati dengan pusat perbelanjaan dan restoran, tetapi karena keesokan harinya akan menaiki 785 anak tangga batu Kotohira-gū, simpanlah tenaga.
Setibanya kembali di penginapan, siapkan minuman, sepatu yang nyaman untuk berjalan, perlengkapan hujan, dan obat yang diperlukan, lalu periksa kembali informasi keberangkatan kereta.
Hari 2|Naik Kereta dari Takamatsu ke Kotohira dan Berziarah ke Kotohira-gū (Konpira-san)
Hari kedua adalah hari untuk naik Kotoden Kotohira Line menuju Stasiun Kotoden-Kotohira dan berjalan menyusuri kawasan depan kuil serta Kotohira-gū.
Karena menaiki dan menuruni tangga batu menjadi inti perjalanan, titipkan bagasi di penginapan Takamatsu, atau periksa lebih dulu fasilitas penyimpanan yang tersedia agar bepergian dengan ringan.
Periksa Stasiun Akhir Kereta Arah Kotoden-Kotohira
Gunakan Kotohira Line dari stasiun seperti Takamatsu-Chikkō, Kataharamachi, dan Kawaramachi, dengan tujuan Stasiun Kotoden-Kotohira.
Dari Stasiun Takamatsu-Chikkō ke Stasiun Kotoden-Kotohira memakan waktu sekitar 1 jam sebagai patokan, tetapi karena rentang operasi dan sambungannya dapat berbeda tergantung kereta, pastikan "Kotoden-Kotohira" pada papan tampilan di peron dan pengumuman di dalam kereta sebelum naik.
Melihat pemandangan di luar jendela yang perlahan berubah dari perkotaan menjadi pedesaan juga merupakan salah satu kesenangan menuju Kotohira dengan kereta.
Omotesandō Kotohira, Pilih Toko Sebelum atau Sesudah Berziarah
Jalan dari stasiun menuju Kotohira-gū memiliki suasana kawasan depan kuil dengan restoran dan toko oleh-oleh berjajar.
Sebelum berziarah sebaiknya hindari makan berlebihan, siapkan minuman yang diperlukan, dan menyimpan makan serta belanja untuk perjalanan pulang akan memudahkan berjalan.
Karena hari operasional dan barang yang dijual berbeda-beda di tiap toko, jika kamu mengincar produk tertentu, periksa petunjuk toko tersebut.
Naiki 785 Anak Tangga Batu Menuju Kuil Utama dengan Ritme Sendiri
Kotohira-gū dikenal akrab dengan nama "Konpira-san", dan dari pintu masuk jalan menuju kuil hingga kuil utama terdapat 785 anak tangga batu, dengan pendakian sekitar 1 jam sekali jalan sebagai patokan.
Di sepanjang jalan terdapat Daimon dan Asahisha, sebuah Benda Cagar Budaya Penting yang ditetapkan negara, sehingga kamu bisa melangkah sambil menikmati bukan hanya ziarah itu sendiri, tetapi juga arsitektur dan pemandangan dari lereng gunung.
Karena kuil utama membuka pintunya pukul 7 pagi dan menutupnya pukul 5 sore, mulailah mendaki dengan waktu longgar, dihitung mundur dari jam tutup.
Di tangga batu jangan melebar ke satu sisi; saat beristirahat, menepilah ke tempat yang tidak menghalangi lalu lintas, dan saat menuruni, perhatikan baik-baik pijakan kakimu.
Pada hari saat kamu khawatir akan kondisi tubuh atau cuaca, keputusan untuk tidak menjadikan pencapaian kuil utama sebagai target dan cukup menikmati kawasan depan kuil atau setengah perjalanan lalu berbalik juga penting.
Di Kuil, Utamakan Perilaku Tenang dan Papan Petunjuk di Tempat
Membungkuk satu kali di depan gerbang torii dan berjalan menghindari bagian tengah jalan menuju kuil dikenal sebagai cara menunjukkan hormat kepada para dewa, tetapi bukan aturan yang ketat.
Di tempat ibadah, menurunkan suara dan tidak memotong di depan orang yang sedang berdoa akan membantu menjaga suasana yang tenang.
Di tempat yang memiliki petunjuk khusus mengenai pemotretan atau akses masuk, utamakan papan tersebut dan arahan petugas.
Setelah berziarah, kembalilah ke Omotesandō, nikmati makan dan pemilihan oleh-oleh, lalu menuju Stasiun Kotoden-Kotohira atau Stasiun JR Kotohira.
Persiapan dan Kiat Menyesuaikan Rencana agar Perjalanan Kereta Lancar
Untuk perjalanan kereta 2 hari 1 malam tanpa mobil, mengasumsikan sejak awal bahwa rencana dapat berubah karena keterlambatan kereta, cuaca, dan kelelahan dari tangga batu akan membuatmu tenang.
Daripada berkeliling semuanya persis sesuai rencana, utamakan tiba di kereta pulangmu dengan waktu longgar.
Periksa Jadwal dan Informasi Operasional pada Hari Perjalanan
Informasi operasional dan pembukaan Kotoden, JR, dan tiap fasilitas dapat berubah.
Tidak hanya malam sebelumnya, tetapi juga pada pagi hari keberangkatan, periksa informasi operasional dan pembukaan, serta lihat apakah ada penghentian layanan, perubahan sementara, penutupan fasilitas, atau pembatasan masuk.
Daripada hanya mengandalkan informasi aplikasi peta, penting untuk mengutamakan petunjuk yang terpasang di stasiun dan fasilitas.
Saat Hujan, Persingkat Waktu di Luar Ruangan dan Manfaatkan Pusat Perbelanjaan
Pada hari hujan, jalan berbatu dan tangga batu di Taman Ritsurin dan Kotohira-gū menjadi licin, jadi langkahkan kaki lebih pendek dan jangan terburu-buru.
Jika ada hujan atau angin kencang, persingkat waktumu di Taman Tamamo atau di taman, dan alihkan rencana ke pusat perbelanjaan arkade sepanjang sekitar 2,7 km atau fasilitas dalam ruangan.
Perhatikan juga agar tidak menghalangi pandangan dengan payung, dan tidak mengotori lantai saat masuk ke bangunan dengan sepatu basah.
Untuk Perubahan Rencana yang Sering Terjadi, Tentukan Alternatif Lebih Dulu
Menentukan lebih dulu cara menghadapi saat terjadi masalah membuat bahkan wisatawan yang merasa cemas dengan bahasa pun dapat bertindak dengan tenang.
Tabel berikut merangkum situasi yang mudah terjadi dalam perjalanan tanpa mobil dan cara penyesuaian yang tidak memaksakan.
| Situasi | Cara Menyesuaikan |
|---|---|
| Tiba terlambat | Lewati Taman Tamamo |
| Hujan deras | Lebih lama di pusat perbelanjaan |
| Kaki lelah | Berbalik di tengah jalan menuju kuil |
| Ketinggalan kereta | Periksa jadwal berikutnya |
| Toko tutup | Beralih ke pilihan lain |
Ringkasan|Perjalanan Kereta Menikmati Takamatsu dan Kotohira dengan Kotoden Tanpa Beban
Untuk perjalanan tanpa mobil 2 hari 1 malam di Kagawa, dengan menjadikan Kotoden Kotohira Line yang membentang dari Stasiun Takamatsu-Chikkō sebagai poros, kamu bisa menghubungkan Taman Tamamo, Taman Ritsurin, Pusat Perbelanjaan Sentral Takamatsu, dan Kotohira-gū secara berurutan dengan baik.
Dengan berfokus pada pusat kota Takamatsu di hari pertama dan bepergian ringan menuju Kotohira yang memiliki 785 anak tangga batu di hari kedua, kamu bisa menekan beban berganti kereta dan berjalan kaki.
Periksa jadwal dan informasi fasilitas, kurangi tempat singgah sesuai cuaca dan kondisi tubuh, lalu resapi budaya kota kastil di tepi Laut Pedalaman Seto dan ziarah Konpira.






Ulasan (0)