Contoh Rencana Perjalanan 2 Hari 1 Malam di Kochi
Dengan memusatkan hari pertama di pusat Kota Kochi dan hari kedua di Godaisan yang ada di pinggiran serta area pesisir, kamu bisa mengurangi perjalanan bolak-balik antararea.
Jika memilih penginapan di sekitar Stasiun Kochi (Kochi Station), Jembatan Harimaya (Harimaya-bashi), atau area Obiyamachi, kamu akan lebih mudah menyusun perpindahan pada hari kedatangan dan kepulangan.
Zona tarif seragam dalam kota untuk trem seharga 230 yen sekali jalan, dan karena jalurnya membentang ke utara, selatan, timur, dan barat dengan Jembatan Harimaya sebagai pusatnya, ini praktis untuk berpindah di pusat kota.
Rute Dasar untuk Mengunjungi Tempat-Tempat Populer
Karena status buka fasilitas wisata dan jadwal transportasi bisa berubah, gunakan tabel di bawah sebagai bentuk dasar untuk menentukan urutan, dan periksa informasi resmi sebelum berangkat.
Jika alur 2 hari 1 malam ditata berdasarkan tempat dan tema perjalanan, hasilnya seperti berikut.
| Jadwal | Urutan | Tempat Singgah | Tema Perjalanan |
|---|---|---|---|
| Hari 1 | 1 | Kastel Kochi | Kastel dan sejarah |
| Hari 1 | 2 | Pasar Hirome | Kuliner Kochi |
| Hari 1 | 3 | Jembatan Harimaya | Menyusuri kota kastel |
| Hari 2 | 1 | Kebun Raya Makino | Tumbuhan dan pembelajaran |
| Hari 2 | 2 | Katsurahama | Laut dan Ryoma |
Titipkan Barang Lebih Dulu agar Bisa Berjalan Ringan
Kastel Kochi memiliki tangga batu dan jalan menanjak, dan Kebun Raya Makino juga ditata memanfaatkan kontur Godaisan yang naik turun, sehingga berkeliling sambil membawa barang besar sebaiknya dihindari agar lebih nyaman.
Setelah tiba, titipkan barang di penginapan atau tempat penitipan bagasi yang tersedia, lalu berangkatlah dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan tas kecil.
Di Kochi Tabi Hiroba di pintu selatan Stasiun JR Kochi terdapat pusat informasi wisata bernama Tosaterrace, tempat kamu bisa memakai penitipan bagasi sementara dan konsultasi wisata pada hari itu.
Kalau Hari Minggu, Tambahkan Pasar Minggu Otesuji
Jika hari perjalananmu jatuh pada hari Minggu, kamu bisa menyisipkan Pasar Minggu Otesuji sebelum atau sesudah menuju Kastel Kochi.
Pasar Minggu ini dimulai pada tahun ke-3 era Genroku (tahun 1690), merupakan pasar jalanan dengan sejarah lebih dari 300 tahun, dengan sekitar 300 kios berjejer sepanjang kira-kira 1 km di Otesuji.
Pasar digelar setiap hari Minggu, tetapi tutup pada 1-2 Januari dan selama Festival Yosakoi (Yosakoi Matsuri) tanggal 10-12 Agustus, jadi jangan hanya menilai dari hari dalam seminggu; lebih aman memeriksa status penyelenggaraan di informasi resmi Kota Kochi sebelum singgah.
Waktu penyelenggaraan sekitar pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 14, dan pada sore hari sebagian kios mulai berbenah, sehingga kunjungan pada pagi hari lebih cocok.
Hari 1 Pagi: Mengenal Sejarah Tosa di Kastel Kochi
Mengunjungi Kastel Kochi di awal perjalanan memudahkan memahami hubungan letak kota kastel yang akan kamu susuri setelahnya serta sejarah Kochi.
Memandang kastel dari sisi gerbang Otemon lalu melangkah melewati gerbang, tembok batu, dan menara utama adalah cara berjalan yang memudahkan menangkap daya tariknya bahkan pada kunjungan pertama.
Buka pukul 9:00-17:00 (masuk terakhir pukul 16:30), tiket masuk 500 yen untuk usia 18 tahun ke atas dan gratis untuk di bawah 18 tahun.
Pandang Menara Utama dari Depan Gerbang Otemon
Kastel Kochi adalah kastel dataran-bukit yang berada di pusat Kota Kochi, dan 15 bangunan termasuk menara utama dan gerbang Otemon ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting negara Jepang (ditetapkan pada tahun ke-9 era Showa).
Yamauchi Katsutoyo, tuan tanah pertama domain Tosa, mulai membangun kastel pada tahun ke-6 era Keicho (tahun 1601), dan kastel yang bangunan utamanya seperti honmaru rampung pada tahun ke-8 era Keicho (tahun 1603) ini dikenal sebagai satu-satunya menara utama asli yang mempertahankan bentuk di mana istana honmaru (Kaitokukan) terhubung dengan menara utama.
Karena dari depan Otemon kamu bisa memandang gerbang dan menara utama sekaligus, mengamati susunan keseluruhan kastel sebelum masuk akan memperdalam pemahamanmu saat berjalan di dalam.
Hati-Hati dengan Tangga Curam di Menara Kayu
Menara utama Kastel Kochi adalah satu dari 12 menara utama asli yang tersisa di Jepang, dan memiliki tangga curam atau tempat sempit yang berbeda dari bangunan modern.
Ini adalah menara utama bergaya menara pengawas dengan empat atap dan lima lantai, dan dari lantai teratas kamu bisa memandang seluruh kota Kochi.
Gunakan pegangan tangan, jaga jarak dengan pengunjung di depan dan di belakang, lalu naik turun sesuai temponya sendiri.
Pelajari Rancangan Pertahanan dari Detail Arsitektur
Saat melihat penataan gerbang, tembok batu, tembok, dan menara utama, tersampaikan bahwa kastel adalah pusat politik sekaligus fasilitas yang dibangun dengan memperhatikan pertahanan.
Alih-alih hanya mengikuti benda pameran, jika kamu mengarahkan perhatian ke posisi jendela, ketebalan tembok, dan cara lorong berbelok, kamu bisa merasakan bahwa bangunannya sendiri adalah dokumen sejarah.
Setelah Berkunjung, Turun Perlahan di Sekitar Kastel Kochi
Setelah melihat menara utama, turun sambil memandang tembok batu dan bangunan dalam kastel dari sudut yang berbeda dari saat naik akan membuatmu menikmati perubahan pemandangan.
Pada hari hujan, tangga batu dan permukaan beraspal menjadi licin, jadi perhatikan pijakan dan berjalanlah tanpa menghalangi pandangan dengan payung.
Hari 1 Siang: Menyusuri Pasar Hirome dan Kota Kastel
Setelah Kastel Kochi, menuju Pasar Hirome, area Obiyamachi, dan Jembatan Harimaya membuatmu bisa beralih secara alami dari wisata sejarah ke kuliner dan jalan-jalan kota.
Pusat kota mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, sekaligus jika dikombinasikan dengan trem sesuai cuaca dan stamina, kamu bisa mengatur bebannya.
Dari Kastel Kochi ke Pasar Hirome sekitar 5 menit berjalan kaki, dan karena bersebelahan, beban perpindahan yang kecil juga menjadi kelebihannya.
Di Pasar Hirome, Periksa Tempat Duduk dan Cara Memesan
Di Pasar Hirome berkumpul rumah makan dan toko, dan terlihat gaya menikmati makanan yang dibeli di tiap toko di meja bersama.
Mulai dari bonito bakar sebentar (katsuo no tataki) yang jadi khasnya, kamu bisa mencicipi langsung di tempat masakan yang dibuat dari bahan Kochi.
Pada jam ramai, akan lebih lancar jika kamu lebih dulu memastikan tempat duduk yang tersedia atau ruang untuk rombonganmu, lalu membawa makanan tanpa menghalangi lorong.
Karena cara mengembalikan peralatan makan dan cara memesan bisa berbeda tiap toko, ikutilah papan pengumuman atau arahan staf.
Pilih Masakan Khas Kochi Sedikit demi Sedikit
Di pasar yang bisa memilih dari beberapa toko, mencoba sedikit demi sedikit sambil berunding dengan teman seperjalanan, alih-alih memesan satu porsi besar, membuatmu lebih mudah merasakan luasnya budaya kuliner.
Jika kamu khawatir soal makanan mentah atau tingkat kematangan, periksa isinya sebelum memesan, dan orang yang punya alergi makanan sebaiknya memberi tahu staf tentang bahan baku dan lingkungan pengolahannya.
Menuju Jembatan Harimaya Melewati Kawasan Pertokoan
Setelah makan, susuri kawasan pertokoan di sekitar Obiyamachi sambil melihat oleh-oleh dan barang sehari-hari, lalu menuju arah Jembatan Harimaya.
Karena Jembatan Harimaya mudah dilihat dalam waktu singkat, menyisipkannya sebagai satu titik dalam jalan-jalan pusat kota lebih cocok dengan rencana perjalanan daripada berlama-lama sebagai tujuan tunggal.
Hari 2 Pagi: Mengenal Tumbuhan dan Penelitian di Kebun Raya Makino
Pada hari kedua, alur menuju Godaisan dari sekitar Stasiun Kochi atau Jembatan Harimaya lalu mengunjungi Kebun Raya Makino lebih dulu mudah disusun.
Kebun Raya Makino berada di Godaisan, Kota Kochi; buka pukul 9:00-17:00 (masuk terakhir pukul 16:30), tiket masuk 850 yen untuk umum dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah.
Di dalam kebun tidak hanya ada area penanaman luar ruang, tetapi juga Museum Peringatan Makino Tomitaro dan rumah kaca, sehingga kamu bisa mengubah urutan melihat sesuai cuaca.
Setelah Masuk, Tentukan Rute dengan Peta Kebun
Karena Kebun Raya Makino memiliki beberapa fasilitas yang tersebar di area luas dan berkontur, memeriksa posisimu saat ini dan tempat yang ingin dilihat di pintu masuk sebelum mulai berjalan membuatmu lebih sulit tersesat.
Rute yang cocok berbeda antara orang yang berfokus pada tumbuhan musiman, orang yang ingin mempelajari pencapaian Makino Tomitaro, dan orang yang mengutamakan rumah kaca.
Periksa informasi waktu terbaik hari itu dan pameran khusus, tentukan prioritas, lalu berjalan-jalanlah.
Kenali Sosoknya di Museum Peringatan Makino Tomitaro
Di museum peringatan, kamu bisa memperoleh petunjuk untuk mengenal perjalanan Makino Tomitaro, "bapak taksonomi tumbuhan Jepang", yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk mengamati, mencatat, dan mengklasifikasikan tumbuhan.
Dengan lebih dulu mempelajari sosok dan latar penelitiannya, kamu akan lebih mudah membaca makna label nama tumbuhan, spesimen, dan pameran di dalam kebun.
Di Area Kebun Luar Ruang, Jangan Masuk ke Petak Tanaman
Karena di dalam kebun juga ditanami tumbuhan langka, jangan masuk ke bagian dalam pagar atau tali maupun ke petak tanaman yang dilarang dimasuki.
Tidak menyentuh tumbuhan atau label dan mengamati dari jalan setapak adalah prinsip dasar menikmati sambil melindungi tumbuhan.
Sesuaikan Rumah Kaca dan Pameran Dalam Ruang dengan Cuaca
Pada hari saat kamu khawatir soal terik matahari atau hujan, menyisipkan rumah kaca atau fasilitas pameran di sela jalan-jalan luar ruang membuatmu bisa melanjutkan kunjungan tanpa memaksakan diri.
Sebagian benda pameran memiliki tanda dilarang memotret atau dilarang menggunakan lampu kilat, jadi periksa arahan sebelum mengarahkan kamera.
Jika cara menghabiskan waktu di Kebun Raya Makino ditata berdasarkan minat, hasilnya seperti berikut.
| Tipe Wisatawan | Tempat yang Diprioritaskan | Poin yang Diperhatikan |
|---|---|---|
| Pencinta tumbuhan | Area kebun luar ruang | Perubahan musim |
| Pencinta sejarah | Museum peringatan | Perjalanan hidup sang doktor |
| Wisata keluarga | Rumah kaca | Tumbuhan yang beragam |
| Hari hujan | Pameran dalam ruang | Penjelasan dan video |
Hari 2 Siang: Merasakan Samudra Pasifik dan Sakamoto Ryoma di Katsurahama
Setelah Kebun Raya Makino, berpindahlah ke Katsurahama untuk mengubah kesan perjalanan dari pemandangan tumbuhan pegunungan ke pemandangan lapang Samudra Pasifik.
Taman Katsurahama memiliki pemandangan pantai, patung Sakamoto Ryoma, Umi no Terrace, dan lainnya, susunan yang memudahkan memadukan jalan-jalan dan istirahat.
Di Pantai, Jangan Terlalu Dekat dengan Tepi Ombak
Katsurahama adalah tempat berpemandangan indah yang menghadap Samudra Pasifik, dan bahkan pada hari yang tampak tenang, gerakan ombak bisa berubah.
Ini adalah pantai berpasir yang sejak dahulu dikenal sebagai tempat menikmati bulan, dan berenang dilarang.
Saat memandang laut, utamakan pagar, papan petunjuk, dan arahan petugas setempat, serta hindari masuk ke tempat berbahaya.
Bandingkan Patung Sakamoto Ryoma dengan Pemandangan ke Arah Laut
Patung Sakamoto Ryoma adalah salah satu daya tarik yang menjadi simbol Katsurahama, dan kamu bisa memandang sosoknya yang mengarahkan pandangan ke Pasifik bersama pemandangan sekitar.
Patung yang didirikan pada tahun ke-3 era Showa (tahun 1928) ini tingginya 5,3 m, dan jika termasuk alasnya mencapai tinggi 13,5 m.
Selama sekitar 2 bulan di seputar tanggal 15 November, di samping patung didirikan anjungan pandang khusus, dan kadang kamu bisa memandang Samudra Pasifik pada ketinggian pandangan yang sama dengan Ryoma.
Alih-alih hanya memotret patungnya, memasukkan langit dan laut secara luas akan menghasilkan foto yang menyampaikan hubungannya dengan tempat bernama Katsurahama.
Gabungkan Istirahat dan Belanja di Umi no Terrace
Setelah jalan-jalan, beristirahat di Umi no Terrace di Katsurahama sambil menyisipkan makan dan memilih oleh-oleh membantumu memulihkan tenaga sebelum perjalanan pulang.
Umi no Terrace adalah area fasilitas komersial yang lengkap dengan kuliner Kochi dan oleh-oleh edisi terbatas, tempat kamu bisa menyelesaikan makan dan belanja sekaligus.
Karena status buka toko dan fasilitas sekitar bisa berubah tergantung hari, jika ada toko yang ingin kamu kunjungi, periksa informasi resmi.
Berkeliling Tanpa Mobil dan Bersiap Menghadapi Cuaca
Rute contoh ini bisa dijalani tanpa mobil sewaan dengan memadukan trem, berjalan kaki, dan bus wisata.
Namun, pada hari kedua yang menuju pinggiran, jarak antarjadwal dan kondisi operasional mudah memengaruhi rencana perjalanan, sehingga memeriksa jadwal dan tempat naik paling lambat sehari sebelumnya itu penting.
Susun Hari 2 Berporos pada MY Yu Bus
MY Yu Bus (MY Yu Bus) dari Tosaden Kotsu adalah bus wisata keliling yang menghubungkan Kebun Raya Makino, Chikurin-ji di Godaisan, Katsurahama, Museum Peringatan Sakamoto Ryoma, dan lainnya.
Ini adalah tiket bebas naik-turun sepuasnya dalam satu hari, dan tersedia 2 jenis sesuai tujuan, yaitu tiket Godaisan dan tiket Katsurahama.
Karena kamu bisa memakai tempat naik yang ditentukan di Kochi Tabi Hiroba di pintu selatan Stasiun JR Kochi dan di sekitar Jembatan Harimaya, carilah titik naik yang dekat dengan penginapan dan rencanakan termasuk jadwal pulangnya.
Tiket ini juga bisa dipakai di zona tarif seragam dalam kota untuk trem.
Periksa cakupan penggunaan tiket, hari operasional, jadwal, dan tarif, lalu buat rencana.
Sesuaikan Urutan saat Hujan, Panas, dan Angin Kencang
Karena rencananya banyak berisi kunjungan luar ruang, menyesuaikan urutan alih-alih lama tinggal sesuai cuaca akan memudahkan mempertahankan tempat-tempat utama.
Jika cara mengubahnya menurut situasi ditata, hasilnya seperti berikut.
| Situasi | Tempat yang Dilihat Lebih Dulu | Cara Menyesuaikan |
|---|---|---|
| Hujan | Museum peringatan·rumah kaca | Dahulukan dalam ruang |
| Terik matahari | Kastel Kochi | Berjalan lebih awal |
| Angin kencang | Pusat kota | Periksa ulang tepi laut |
| Kelelahan | Tiga fasilitas utama | Kurangi singgah di jalan |
Di Katsurahama bisa diberlakukan pembatasan masuk saat cuaca buruk, jadi pada hari saat cuaca berpotensi memburuk, periksa juga pengumuman resmi taman.
Rangkuman: Menjelajahi Sejarah, Tumbuhan, dan Laut Kochi dalam 2 Hari 1 Malam
Untuk rute contoh Kochi 2 hari 1 malam, jika kamu menempatkan Kastel Kochi dan pusat kota pada Hari 1, serta Kebun Raya Makino dan Katsurahama pada Hari 2, kamu bisa menikmati daya tarik tiap area secara berurutan.
Arsitektur kastel, budaya pasar yang dinikmati di meja bersama, dunia penelitian tumbuhan, dan pemandangan Samudra Pasifik bersama Sakamoto Ryoma saling terhubung, menjadikannya perjalanan yang membuatmu bisa merasakan ciri khas Kochi dari berbagai sisi.
Sebelum berangkat, periksa status buka tiap fasilitas dan jadwal transportasi di situs web resmi, kemasi barang secara ringan, dan sesuaikan ke urutan yang tidak memaksakan sesuai cuaca.




Ulasan (0)