Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Gua Makido Niimi | Stalaktit & Lampu LED Okayama

Gua Makido Niimi | Stalaktit & Lampu LED Okayama

Gua Makido di Niimi adalah gua kapur horizontal dan monumen alam prefektur. Lihat stalaktit, kolam pantul, lampu LED, busana nyaman, dan tips hujan.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Gua kapur horizontal "Maki-do" di Niimi, Prefektur Okayama. Monumen alam Prefektur Okayama di mana Anda dapat menjelajahi bagian dalam gua sepanjang sekitar 450 m yang fantastis dan menikmati beragam lanskap stalaktit seperti "Senmaida", "Ryugu", dan "Mizukagami".

Daya tarik utama

Rimstone bertingkat "Senmaida", "Ryugu" yang membentang di ruang besar, "Mizukagami" yang berkilau dengan pencahayaan LED, "Air Mancur Kekasih" berbentuk hati, dan "Jembatan Ryugu" merah — deretan daya tarik di dalam gua berbentuk labirin.

Akses

Sekitar 40 menit dengan bus jurusan Maki-do dari Stasiun JR Ikura. Mobil sekitar 25 menit dari IC Hokubo Chugoku Expressway, sekitar 30 menit dari IC Niimi.

Tarif

SMA ke atas 1.000 yen, SMP 800 yen, SD 500 yen, di bawah SD gratis.

Perkiraan waktu

Berkeliling bagian dalam Gua Maki-do sekitar 30 menit. Pada musim daun musim gugur, jika ditambah jalan-jalan di jalur jalan kaki bagian atas, dapat dinikmati lebih dalam.

Pakaian & barang bawaan

Di dalam gua sekitar 15°C sepanjang tahun sehingga terasa sejuk, jaket akan lebih aman. Disarankan sepatu antiselip dengan tumit stabil.

Pengalaman

Dikenal juga sebagai lokasi syuting film "Yatsuhakamura" (1977). Panduan audio Wi-Fi dalam bahasa Jepang, Inggris, dan Cina Tradisional membantu memahami daya tarik Maki-do lebih dalam.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okayama

Apa Itu Maki-dō (Makido)? Gua Stalaktit Horizontal di Niimi, Okayama

Maki-dō (Makido) adalah gua stalaktit horizontal sepanjang sekitar 450 m yang terletak di Toyonaga Akaba, Kota Niimi, Prefektur Okayama, dan telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Prefektur Okayama.

Di dalam gua yang berbentuk labirin dengan lebar maksimal sekitar 25 m, terdapat berbagai daya tarik seperti stalaktit, rimstone, dan kolam air bawah tanah.

Bagian dalam gua berkembang secara horizontal, sehingga stalaktit, permukaan air, dan jalur lorong muncul pada jarak yang berdekatan, memudahkan Anda merasakan perubahan pemandangan sambil berjalan.

Estimasi waktu untuk menjelajah adalah sekitar 30 menit, dan harga tiket masuk gua adalah 1.000 yen untuk dewasa (SMA ke atas), 800 yen untuk SMP, 500 yen untuk SD, dan gratis untuk anak di bawah usia SD.

Nama tempat ini dibaca "Maki-dō".

Konon, gua ini ditemukan pada akhir periode Edo ketika seorang pemburu mengikuti tanuki (anjing rakun Jepang) yang masuk ke dalam gua, dan awalnya disebut "Maki no Ana" dari nama tempat "Maki".

Setelahnya, pada tahun 1929 (Showa 4), pasangan penyair Yosano Tekkan dan Akiko mengunjungi tempat ini dan memuji gua ini sebagai "gua yang penuh keajaiban", yang menjadi asal nama "Maki-dō" (gua yang penuh keajaiban).

Dengan mengetahui sedikit penjelasan sejarah sebelum masuk, Anda dapat menikmatinya bukan sekadar tur gua, tetapi sebagai jalan-jalan menelusuri cerita yang tersisa di daerah ini.

Spot Foto Stalaktit dan Permukaan Air yang Disinari Lampu LED

Salah satu unsur yang membentuk kesan Maki-dō (Makido) adalah penataan cahaya LED warna-warni.

Saat cahaya menerangi permukaan batu dan stalaktit, cara melihatnya berubah tergantung sudut dan posisi berdiri, bahkan di tempat yang sama.

Bagi yang ingin mengamati bentukan alam dari dekat, selain kekuatan warna, perhatikan juga tsurara-ishi (stalaktit yang menggantung dari langit-langit), lapisan batu, dan pantulan pada permukaan air.

Keindahan Bentukan Gua Stalaktit yang Terlihat di Senmaida dan Ryūgū

Di dalam gua, secara berurutan muncul daya tarik dengan topografi berbeda seperti "Senmaida" (rimstone yang melebar bertingkat seperti sawah terasering), "Ryūgū" (ruang besar dengan deretan stalaktit), dan "Yume no Kyūden" (Istana Mimpi) yang memperlihatkan garis patahan.

"Ryūgū-bashi" (Jembatan Ryūgū) berwarna merah yang membentang di danau gua paling dalam juga menjadi aksen di dalam gua dengan warna yang berubah seiring waktu berkat cahaya LED.

"Mizukagami" adalah Tempat yang Ingin Anda Berhenti dan Pandangi

"Mizukagami" (Cermin Air) dikenal sebagai spot foto.

Ketika permukaan air tenang, cahaya dan kontur gua terpantul, sehingga batu asli dan pemandangan pantulan terlihat saling tumpang tindih.

Saat mengambil foto, sebaiknya tidak menghalangi jalur lorong, dan ambillah foto dalam waktu singkat setelah menunggu pengunjung lain lewat agar lebih tenang.

Perhatikan Bentuk "Koibito no Izumi"

"Koibito no Izumi" (Mata Air Kekasih) yang terletak di bagian paling dalam gua telah dipilih sebagai "Koibito no Seichi" (Tempat Suci Para Kekasih) karena bagian pintu masuknya terlihat berbentuk hati.

Meskipun dikenal sebagai tempat untuk pasangan, dengan mencari bentuk hati sambil berjalan, tempat ini juga dapat dinikmati bersama keluarga atau teman.

Pakaian dan Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berjalan di Dalam Gua

Cara berjalan di dalam gua stalaktit sedikit berbeda dengan tempat wisata di luar ruangan.

Di dalam gua terdapat tangga dan tempat yang harus dilewati dengan posisi membungkuk, sehingga pakaian yang nyaman untuk berjalan sangat cocok.

Utamakan Sepatu yang Nyaman untuk Berjalan

Di tempat yang permukaannya licin, sepatu dengan sol antiselip dan tumit yang stabil sangat cocok.

Meskipun mengenakan pakaian yang fotogenik, dengan mengutamakan kemudahan berjalan di dalam gua, Anda dapat berwisata dengan lebih tenang.

Membawa Jaket Tipis Akan Lebih Nyaman

Suhu di dalam gua selalu sekitar 15 derajat Celcius.

Pada musim panas di Jepang terasa sejuk, sementara pada musim dingin di Jepang bisa terasa lebih hangat daripada udara luar.

Namun, bagi yang berhenti lama untuk mengamati atau sensitif terhadap dingin, membawa jaket tipis akan membuat Anda lebih nyaman.

Cara Menuju Maki-dō, Jam Buka & Harga Tiket Masuk

Alamat Maki-dō (Makido) adalah Toyonaga Akaba 2276-2, Kota Niimi, Prefektur Okayama.

Jika berkendara, perkiraan waktunya sekitar 20 menit dari Hokubo IC di jalan tol Chugoku Expressway, atau sekitar 30 menit dari Niimi IC.

Tempat parkir gratis tersedia untuk sekitar 100 mobil pribadi dan sekitar 10 kendaraan besar.

Dengan transportasi umum, dari Stasiun JR Ikura naik bus tujuan Maki-dō sekitar 40 menit, lalu turun di halte bus terakhir "Maki-dō" dan berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai pintu masuk.

Jam buka adalah 08.30 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.30), dan harga tiket masuk sekitar 1.000 yen untuk dewasa, 800 yen untuk SMP, dan 500 yen untuk SD.

Karena jam buka, harga, dan informasi penutupan dapat berubah, sebelum berangkat periksalah panduan dari kantor pengelola (telepon 0867-74-3100) dan sumber lainnya.

Jalur lorong di dalam gua dapat tergenang akibat hujan deras, dan terkadang gua ditutup sementara.

Pada hari hujan deras atau hari setelah cuaca buruk berlangsung, sebaiknya periksa informasi penutupan gua sebelum menuju lokasi agar lebih tenang.

Cara Berjalan di Maki-dō yang Nyaman bagi Wisatawan Mancanegara

Daripada terburu-buru menyelesaikan daya tarik dalam waktu singkat, Maki-dō akan lebih berkesan jika Anda berjalan sambil menyadari perbedaan cahaya, suara, dan suhu.

Di dalam gua, Anda terkadang dapat mendengar suara tetesan air.

Karena suara lebih mudah bergema dibandingkan dengan tempat wisata di luar ruangan, dengan sedikit menurunkan volume percakapan, Anda akan lebih mudah menikmati suasana yang tenang.

Manfaatkan Panduan Suara Wi-Fi Multi-Bahasa

Di dalam gua tersedia panduan suara Wi-Fi multibahasa yang mendukung bahasa Jepang, Inggris, dan Mandarin (aksara tradisional).

Periksa status ketersediaan saat berkunjung, dan jika dapat digunakan, mendengarkan penjelasan melalui smartphone sambil berjalan akan memperdalam pemahaman tentang topografi dan daya tarik gua.

Perhatikan Juga Alam di Sekitar Pintu Masuk

Di Maki-dō, selain gua, jalur jalan kaki dan alam di sekitar pintu masuk juga menjadi daya tarik.

Di jalur jalan kaki di atas gua, daun musim gugur (kōyō) mencapai puncaknya pada musim gugur di Jepang, dan kontras dengan ruang bawah tanah dapat dirasakan lebih hidup.

Saat keluar dari gua dan memandang pemandangan luar yang terang, kontras dengan ruang bawah tanah akan terasa jelas.

Karena pemandangan sekitar juga berubah tiap musim, dengan menyediakan waktu perjalanan yang cukup, Anda dapat menikmati foto dan jalan-jalan dengan lebih tenang.

Dikenal Sebagai Lokasi Syuting Film dan Drama

Maki-dō juga diperkenalkan sebagai lokasi syuting film "Yatsuhaka-mura" (Desa Delapan Makam, 1977) dan drama NHK-BS Premium "Yatsuhaka-mura" (ditayangkan tahun 2019).

Dengan mengenal dunia karya tersebut sebelum berkunjung, pemandangan di dalam gua akan terasa lebih dramatis.

Kesimpulan: Tips Menikmati Maki-dō dengan Aman

Maki-dō (Makido) adalah gua stalaktit horizontal sepanjang sekitar 450 m di Kota Niimi, Prefektur Okayama, tempat Anda dapat menikmati bentukan alam dan penataan cahaya secara bersamaan.

Sebagai gua stalaktit horizontal yang ditetapkan sebagai Monumen Alam Prefektur Okayama, Anda dapat merasakan beragam pemandangan dari jarak dekat seperti stalaktit, Senmaida, Ryūgū, Mizukagami, dan Koibito no Izumi.

Sebelum berkunjung, perhatikan untuk mengenakan sepatu yang nyaman, pakaian yang dapat menyesuaikan perbedaan suhu, serta memeriksa informasi penutupan akibat cuaca.

Di dalam gua, selain mengambil foto, dengan memperhatikan suara tetesan air dan perubahan cahaya, Anda dapat merasakan daya tarik tenang yang khas dari Maki-dō.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Maki-do Cave adalah gua kapur horizontal sepanjang sekitar 450 m yang berada di Kota Niimi, Prefektur Okayama, dan ditetapkan sebagai monumen alam Prefektur Okayama. Di dalam gua berbentuk labirin dengan lebar maksimum sekitar 25 m, terbentang berbagai formasi seperti Senmaida, Ryugu, dan Suikyo. Struktur gua yang relatif datar membuat perbedaan ketinggian kecil sehingga mudah dijelajahi, sebuah daya tarik yang jarang dimiliki gua kapur lain.
A. Nama Maki-do berasal dari frasa Jepang "奇に満ちた洞" (gua yang penuh keajaiban) yang muncul dalam puisi pasangan Yosano Tekkan dan Yosano Akiko pada tahun 1929. Konon ditemukan oleh seorang pemburu yang sedang mengejar musang di akhir periode Edo, dan awalnya disebut "Maki no Ana" dari nama tempat "Maki", sehingga pengunjung juga bisa menikmati nuansa sastranya.
A. Biaya masuk adalah 1.000 yen untuk dewasa (SMA ke atas), 800 yen untuk siswa SMP, 500 yen untuk siswa SD, dan gratis untuk anak di bawah usia SD. Banyak pengunjung mengunjunginya bersama Ikura-do Cave; jika ingin menjelajahi keduanya, mengunjungi Maki-do pada pagi hari dan Ikura-do pada sore hari akan membantu menghindari kepadatan parkir, dan perpindahan antar gua hanya sekitar 30 menit berkendara.
A. Jam operasional adalah pukul 08:30–17:00 dengan masuk terakhir pukul 16:30, dan buka setiap hari sepanjang tahun. Pada 30 menit sebelum penutupan, suasana pencahayaan menjadi lebih tenang dan rombongan wisata umumnya sudah pulang, sehingga masuk setelah pukul 15:00 cocok bagi yang ingin memotret Ryugu atau Ryugu Bridge tanpa orang lain.
A. Dengan mobil, sekitar 20–25 menit dari Hokubo IC di Chugoku Expressway, atau sekitar 30 menit dari Niimi IC. Dengan transportasi umum, sekitar 40 menit dari Stasiun JR Ikura menggunakan Bihoku Bus tujuan "Maki-do" dengan ongkos 470 yen, namun karena frekuensi bus terbatas, menyewa mobil di Stasiun Niimi akan memudahkan penyusunan rencana perjalanan.
A. Parkir tersedia gratis dengan kapasitas sekitar 100 mobil pribadi dan 10 kendaraan besar. Pada akhir pekan dan hari libur, Parkir Pertama (sekitar 20 mobil) cepat penuh, jadi jika tidak ada tempat, gunakan Parkir Kedua atau Ketiga di bawahnya. Dari parkir ke pintu masuk gua perlu mendaki tanjakan landai selama 5–10 menit, sehingga sepatu kets lebih nyaman dibanding sandal.
A. Waktu kunjungan di dalam gua kira-kira sekitar 30 menit dengan berjalan santai. Di lima titik utama yaitu Senmaida, Ryugu, Suikyo, Koibito no Izumi, dan Ryugu Bridge, warna LED berubah seiring waktu, jadi berhenti 1–2 menit di setiap titik akan membuat perubahan warna lebih dapat dinikmati.
A. Tiga daya tarik utamanya adalah Ryugu Bridge berwarna merah yang membentang di atas danau di bagian terdalam gua, Senmaida berupa rimstone bertingkat seperti sawah terasering, dan Suikyo yang memantulkan cahaya pada permukaan air. Koibito no Izumi yang terlihat seperti siluet hati dari arah pintu masuk telah ditetapkan sebagai "Tanah Suci Para Kekasih", dan jika dipotret dari sisi dalam gua membelakangi pintu masuk, bentuk hati akan terlihat paling sempurna.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.