Apa itu motsunabe khas Fukuoka? Pesona hot pot jeroan yang wajib dicoba
Motsunabe khas Fukuoka adalah hidangan hot pot yang menggunakan banyak horumon (jeroan/motsu) sapi atau babi.
Di dalam kuah yang kaya rasa, terdapat motsu yang kenyal, kubis, kucai, dan bawang putih. Meski sederhana, cita rasanya dikenal dengan umami yang terkonsentrasi.
Dari sisi nutrisi, hidangan ini dikenal mengandung bahan berprotein, dan kolagen yang terdapat pada motsu juga kerap dianggap baik untuk kecantikan dan kesehatan.
Harga per porsi umumnya sekitar 1.200–2.000 yen, dengan porsi yang juga memuaskan.
Jika berkunjung ke Fukuoka, ini adalah salah satu kuliner lokal yang layak untuk dicoba.

Sejarah dan asal-usul motsunabe
Cita rasa rakyat yang menyebar di Fukuoka pascaperang (ada beberapa teori)
Asal-usul motsunabe sering disebut menyebar terutama di Fukuoka setelah Perang Dunia II (ada beberapa teori).
Pada masa itu, dalam upaya memanfaatkan bahan makanan tanpa terbuang, ada pandangan bahwa masakan berbahan horumon mulai digemari.
Gaya sederhana dengan memasukkan motsu dan kucai ke dalam panci aluminium lalu merebusnya dengan kuah berbasis shoyu juga disebut sebagai bentuk awal hidangan ini.
Populer sebagai makanan penambah stamina lalu dikenal di seluruh Jepang
Motsunabe juga dikenal luas sebagai hidangan penambah stamina untuk disantap setelah bekerja, dan seiring bertambahnya restoran spesialis, kuliner ini makin dikenal secara nasional.
Setelah itu, sejak 1990-an, restoran spesialis di berbagai daerah semakin banyak, dan motsunabe pun menetap sebagai kuliner populer di seluruh Jepang.
Saat ini, motsunabe dikenal sebagai salah satu kuliner representatif Fukuoka dan digemari banyak wisatawan.

Jenis motsunabe dan perbedaan rasanya | Perbandingan shoyu, miso, dan garam
1. Basis shoyu (rasa klasik dan tradisional motsunabe)
- Gaya paling populer yang disajikan di banyak restoran spesialis
- Berbasis dashi Jepang dari katsuobushi dan kombu, dengan kekayaan rasa shoyu yang memberi cita rasa mendalam
- Rasanya sederhana dan tidak mudah membosankan, sehingga direkomendasikan juga untuk yang baru pertama kali mencoba motsunabe
2. Basis miso (populer karena rasa gurih yang kaya)
- Sesuai budaya miso di Kyūshū, ada juga restoran yang menggunakan miso bercita rasa manis
- Teksturnya creamy dan lembut, dengan perpaduan lemak motsu dan miso yang terasa serasi
- Umami motsu lebih menonjol, sehingga menjadi pilihan yang sulit ditolak bagi pecinta rasa kaya
3. Basis garam (untuk yang menyukai rasa lebih ringan)
- Rasanya relatif lebih ringan dan mudah dinikmati
- Ada juga restoran yang menjadikan kuah dengan sentuhan bawang putih sebagai ciri khas, sehingga rasa asli bahan lebih terasa
- Lemak motsu larut ke dalam kuah dan menghasilkan umami yang dalam
4. Varian unik (pedas, keju, dan lainnya)
Belakangan ini, muncul juga motsunabe ala Korea yang pedas dan motsunabe gaya Barat dengan keju, sehingga variasinya semakin banyak.
Rasa miso pedas dengan tambahan cabai atau gochujang juga kadang dipilih terutama oleh generasi muda.

Rekomendasi restoran motsunabe di Fukuoka
Yama-naka (Kota Fukuoka)
- Dikenal sebagai restoran dengan andalan motsunabe basis miso
- Kombinasi kuah kaya rasa dan manis alami motsu bisa dinikmati di sini
Ōishi (Kota Fukuoka)
- Sering dipilih oleh orang yang menyukai basis shoyu
- Rasanya lebih ringan, sehingga umami asli motsu dapat dinikmati
Rakutenchi (Kota Fukuoka)
- Dikenal dengan motsunabe yang berisi banyak kubis dan kucai
- Rasanya disukai baik oleh warga lokal maupun wisatawan
Motsukō (Kota Fukuoka)
- Ciri khasnya adalah motsunabe basis garam yang ringan
- Terkadang juga digambarkan memiliki kuah lembut seperti mizutaki
Semua restoran tersebut bisa ramai saat akhir pekan atau musim liburan, jadi lebih aman bila mengecek terlebih dahulu sebelum datang.
Pilihan penutup motsunabe yang paling pas!
Kalau ingin menikmati motsunabe sampai suapan terakhir, pilihan penutup hidangan sangat penting!
Di restoran motsunabe Fukuoka, penutup klasik berikut sangat populer.
Mi champon(teksturnya kenyal dan menyatu dengan kuah; dikenal sebagai penutup klasik motsunabe)
Zōsui(menikmati kuah penuh umami motsu sampai tetes terakhir)
Udon dengan telur(tambahan rasa lembut membuatnya mudah dinikmati)
Karena umami terkonsentrasi di dalam kuah, Anda bisa menikmatinya sampai akhir dengan cara favorit Anda.
Etika dan hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung
Poin penting untuk menikmati motsunabe
Motsunabe pada dasarnya adalah hidangan yang dinikmati bersama grup, tetapi belakangan ini ada juga restoran yang melayani hot pot untuk satu orang.
Saat memesan, beberapa restoran juga memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat pedas dan jumlah bawang putih, jadi jika tidak menyukainya, sampaikan sejak awal.
Di banyak restoran, menu hanya tersedia dalam bahasa Jepang, tetapi sebagian restoran populer juga kadang menyediakan menu bahasa asing.
Informasi praktis untuk wisatawan
1. Akses transportasi ke Fukuoka
Shinkansen:mudah menuju Stasiun Hakata dari wilayah Honshū
Pesawat:mudah berpindah dari Bandara Fukuoka ke pusat kota
Transportasi dalam kota:kereta bawah tanah, bus, dan taksi sangat praktis
2. Tempat wisata di Fukuoka
Dazaifu Tenman-gū(kuil yang memuja Sugawara no Michizane, dewa ilmu pengetahuan)
Fukuoka Tower(dikenal sebagai spot observasi di tepi laut)
Canal City Hakata(kompleks komersial besar untuk belanja dan kuliner)
3. Waktu terbaik makan motsunabe
- Musim dingin:saat cuaca dingin, motsunabe panas terasa makin menggoda
- Musim panas:ada juga cara menikmatinya di dalam restoran ber-AC
Ringkasan
- Motsunabe adalah kuliner khas Fukuoka yang sangat populer!
- Tersedia dalam variasi shoyu, miso, garam, dan lainnya, masing-masing dengan kelezatan berbeda
- Di restoran populer, antrean atau keramaian bisa saja terjadi
- Penutup klasiknya adalah mi champon, zōsui, dan udon
Kalau datang ke Fukuoka, jangan lupa mencicipi motsunabe!
Ini adalah hidangan hot pot yang bisa dinikmati baik saat cuaca dingin maupun saat cuaca panas.
Cobalah menikmati motsunabe autentik setidaknya sekali!