Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Wisata Terbaik Okinawa Tengah: Onna, Yomitan, Chatan

10 Wisata Terbaik Okinawa Tengah: Onna, Yomitan, Chatan
Panduan 10 wisata Okinawa Tengah di Onna, Yomitan, dan Chatan. Nikmati laut, budaya Ryukyu, Yachimun, kota pantai, dan tips rute.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Area

Onna, Yomitan, dan Chatan di bagian tengah Pulau Utama Okinawa adalah area pesisir barat yang bisa menggabungkan pemandangan laut, budaya Ryukyu, yachimun, dan jalan-jalan kota resor dalam satu perjalanan.

Tempat Menarik Utama

Di Onna ada Manzamo, Tanjung Maeda, dan Ryukyu Mura; di Yomitan ada Situs Kastil Zakimi (Warisan Dunia), Yachimun no Sato, Tanjung Zanpa, dan Murasaki Mura; di Chatan ada Mihama American Village dan Sunset Beach.

Akses

Dari Bandara Naha sekitar 40 menit berkendara ke Chatan, sekitar 50 menit ke Yomitan, sekitar 1 jam ke Onna. Ketiga area berjajar di pesisir barat sehingga mudah dikelilingi dengan mobil sewaan.

Perkiraan Biaya

Jalur pejalan kaki Manzamo 100 yen, parkir Tanjung Maeda 100 yen/jam, Ryukyu Mura dewasa 2.000 yen, Murasaki Mura dewasa 1.000 yen sebagai perkiraan.

Cara Menghabiskan Hari Hujan

Di hari hujan atau terik menyengat, mengalihkan rencana ke tempat indoor yang mengenalkan budaya dan kerajinan seperti Ryukyu Mura, Yachimun no Sato, dan Murasaki Mura membuat jadwal tidak mudah berantakan.

Membagi Waktu

Di siang hari nikmati tanjung dan pantai Onna dan Yomitan, sore hari makan dan belanja di Chatan, atau menikmati pemandangan senja di Tanjung Zanpa untuk mengurangi beban perjalanan.

Yang Bisa Dialami

Bisa menikmati pemandangan laut dari dek pandang, snorkeling dan diving, memilih tembikar yachimun, jalan-jalan susunan batu Situs Kastil Zakimi, serta pengalaman budaya seperti meniup kaca dan bingata (pewarnaan kain khas Okinawa).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okinawa

Bagian Tengah Pulau Utama Okinawa (Onna, Yomitan, Chatan), Area yang Mudah Memadukan Laut dan Budaya

Onna, Yomitan, dan Chatan yang berjajar di pantai barat bagian tengah Pulau Utama Okinawa adalah area yang mudah menggabungkan pemandangan laut, budaya Ryūkyū, kerajinan tembikar, dan jalan-jalan kota resor dalam satu perjalanan.

Ketiganya berada dalam jangkauan sekitar 50 menit hingga 1 jam berkendara dari Bandara Naha (Naha Kūkō), dan dengan memasukkan bagian tengah ke dalam rencana perjalanan tanpa hanya berfokus pada bagian utara atau Naha, Anda lebih mudah mengenal alam sekaligus kehidupan Okinawa.

Onna Mudah Menjadikan Waktu Menikmati Laut sebagai Sorotan Utama

Onna berkesan dengan pemandangan garis pantainya, dan menjadi area yang mudah memilih tanjung, spot pandang, serta tempat yang terkenal untuk snorkeling dan diving.

Bahkan wisatawan yang tidak masuk ke laut pun bisa merasakan keleluasaan khas Okinawa hanya dengan memandang warna laut dari menara pandang atau jalur pejalan kaki.

Yomitan Memudahkan Anda Mengenal Kerajinan dan Sejarah

Yomitan memadukan bengkel yachimun (tembikar), reruntuhan kastel era Kerajaan Ryūkyū yang terdaftar sebagai Warisan Dunia, dan pemandangan tanjung dalam jarak yang dekat, sehingga cocok untuk perjalanan yang tenang.

Dengan menyisipkan pemilihan peralatan makan dan pengalaman budaya, akan tertinggal kenangan Okinawa yang berbeda dari perjalanan yang berpusat pada pantai.

Chatan Cocok untuk Jalan-jalan Kota dari Sore hingga Malam

Chatan mudah memadukan jalan-jalan kota di tepi laut, belanja, kafe, dan pemandangan senja, sehingga juga mudah digunakan sebagai penutup perjalanan.

Dengan menjelajahi Onna dan Yomitan pada siang hari, lalu menghabiskan waktu di Chatan setelah sore, Anda bisa mengubah suasana sambil menekan beban perjalanan.

Berikut kami rangkum area dan cara menghabiskan waktu agar mudah dipilih sesuai tujuan.

Tujuan Area Kandidat Cocok untuk
Pemandangan tanjung Onna Manzamō Kunjungan pertama
Pengalaman laut Onna Tanjung Maeda Pencinta laut
Budaya rumah tradisional Onna Ryūkyū-mura Pengalaman budaya
Cari peralatan makan Yomitan Yachimun no Sato Belanja
Jelajah reruntuhan kastel Yomitan Reruntuhan Kastel Zakimi Pencinta sejarah
Senja di tanjung Yomitan Tanjung Zanpa Perjalanan foto
Fasilitas pengalaman Yomitan Murasaki-mura Wisata keluarga
Jalan-jalan kota Chatan Mihama Jalan malam
Matahari terbenam Chatan Sunset Waktu di tepi laut
Jalan-jalan taman Chatan Araha Bersantai

Rekomendasi Spot di Onna | Menikmati Pemandangan Laut dan Budaya Ryūkyū dengan Santai

Onna adalah area di bagian tengah Pulau Utama Okinawa yang paling mudah menciptakan waktu untuk merasakan kedekatan dengan laut.

Tak hanya sekadar mampir di sela perjalanan, Anda bisa menjadikan waktu memandang pemandangan itu sendiri sebagai tujuan perjalanan.

Manzamō | Memandang Tebing Batu Kapur Ryūkyū dan Hamparan Rumput

Manzamō dikenal sebagai tempat berpemandangan indah dengan ciri tebing batu kapur Ryūkyū setinggi sekitar 20 meter dan hamparan rumput yang luas.

Warna laut berubah kesannya tergantung cuaca dan arah cahaya, sehingga menjadi tempat yang mudah memberi nuansa khas pantai barat Okinawa meski dalam kunjungan singkat.

Lokasinya di Onna 2767, Desa Onna, dengan biaya jalur pejalan kaki 100 yen per orang (gratis untuk di bawah usia SD), jam buka pukul 8 pagi hingga 19 atau 20 tergantung musim, dan kunjungan kira-kira hingga matahari terbenam.

Karena syarat penggunaan jalur dan fasilitas bisa berubah, memeriksa informasi fasilitas sebelum berkunjung akan lebih aman.


Tanjung Maeda dan Gua Biru | Yang Tidak Berenang pun Bisa Memandang Laut

Tanjung Maeda (Maeda-misaki) adalah spot di sekitar Gua Biru (Blue Cave) yang terkenal untuk diving dan snorkeling.

Wisatawan yang tidak berencana masuk ke laut pun bisa memandang laut sekitarnya dari menara pandang, sehingga mudah dimasukkan ke dalam perjalanan meski selera teman seperjalanan berbeda-beda.

Tempat parkir untuk sekitar 180 mobil (perkiraan 100 yen per jam) serta shower, ruang ganti, dan loker koin tersedia, sehingga nyaman disinggahi baik bagi yang masuk laut maupun tidak.

Karena izin berenang dapat berubah tergantung kondisi laut, jika berencana melakukan aktivitas, mohon periksa informasi kondisi laut hari itu dan panduan dari operator.


Ryūkyū-mura | Mengenal Budaya Okinawa lewat Rumah Tradisional dan Seni Pertunjukan

Ryūkyū-mura adalah fasilitas wisata tempat Anda bisa mengenal kehidupan, bangunan, dan seni pertunjukan masa lampau, berpusat pada rumah tradisional yang dipindahkan dari berbagai wilayah Okinawa.

Di dalam kompleks terdapat rumah tradisional dan bangunan yang terdaftar sebagai Cagar Budaya Berwujud Terdaftar Nasional, dan pertunjukan seperti eisā dan tarian Ryūkyū juga digelar beberapa kali sehari.

Lokasinya di Yamada 1130, Desa Onna, dengan perkiraan harga tiket masuk 2.000 yen untuk dewasa, 1.500 yen untuk pelajar SMA, dan 800 yen untuk usia 6-15 tahun (gratis di bawah 6 tahun).

Mudah beralih ke pengalaman budaya bahkan saat hari hujan atau terik, sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal Okinawa yang tak hanya soal laut.

Karena menu pengalaman dan acara berubah tergantung musim, jika ada konten yang ingin diikuti, mengunjunginya setelah memeriksa informasi fasilitas akan memudahkan penyusunan rencana.

Rekomendasi Spot di Yomitan | Mengenal Sisi Mendalam Okinawa lewat Yachimun dan Reruntuhan Kastel

Yomitan memadukan kerajinan, sejarah, dan pemandangan pantai secara seimbang, sehingga mudah menciptakan perjalanan Okinawa yang tenang.

Dibanding terburu-buru menjelajahi tempat wisata, sedikit memperlambat langkah di bengkel dan reruntuhan kastel akan membuat Anda merasakan udara khas daerah ini.

Yachimun no Sato | Menikmati Keunikan Peralatan Makan Tiap Bengkel

Yachimun no Sato dikenal sebagai kawasan tempat berkumpulnya bengkel tembikar (yachimun) di Zakimi, Desa Yomitan.

Di dalam kawasan tersebar sekitar 19 bengkel, dan Anda bisa membandingkan peralatan makan dari tiap bengkel di toko bersama, termasuk simbol berupa tungku noborigama 13 ruang "Yomitanzan-yaki Kitagama".

Karena tiap bengkel beroperasi secara independen, tempat yang buka, isi karya, dan hari liburnya berbeda-beda di tiap bengkel.

Saat memilih peralatan makan, membayangkan momen pemakaiannya dalam keseharian setelah perjalanan, bukan hanya warna dan bentuknya, akan memudahkan menemukan satu yang cocok untuk Anda.


Reruntuhan Kastel Zakimi | Menikmati Lengkung Susunan Batu dan Pemandangan dari Dataran Tinggi

Reruntuhan Kastel Zakimi (Zakimi-jō ato) adalah reruntuhan kastel di Yomitan yang pada tahun 2000 terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia "Gusuku dan Situs Terkait Kerajaan Ryūkyū".

Konon dibangun pada paruh pertama abad ke-15 oleh ahli pembangunan kastel bernama Gosamaru, dan juga ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional.

Gerbang batu berbentuk lengkung yang disebut tertua di Okinawa, lengkung indah tembok kastel, dan pemandangan dari dataran tinggi sangat berkesan, mempertemukan Anda dengan pemandangan Okinawa yang berbeda dari tepi laut.

Penting untuk berhati-hati pada pijakan di sekitar jalan batu dan tembok kastel, serta mengikuti panduan di tempat yang aksesnya dibatasi.


Tanjung Zanpa | Memandang Garis Pantai yang Liar dan Pemandangan Mercusuar

Tanjung Zanpa (Zanpa-misaki) adalah tanjung di Yomitan dengan tebing setinggi sekitar 30 meter yang membentang sepanjang sekitar 2 kilometer.

Mercusuar putih Tanjung Zanpa setinggi sekitar 31 meter merupakan yang tertinggi di Prefektur Okinawa, dan dikenal sebagai "mercusuar yang bisa dimasuki" (sankan tōdai) yang bagian dalamnya bisa dinaiki.

Pada hari berombak atau berangin kencang, lebih aman menikmati pemandangan dari jalur pejalan kaki atau tempat yang aman tanpa terlalu mendekati laut.

Pada sore hari, warna langit dan laut mudah berubah, sehingga menjadi spot yang mudah dimasukkan ke dalam perjalanan berburu spot foto.

Murasaki-mura | Memilih Pengalaman Budaya yang Tak Terpengaruh Cuaca

Murasaki-mura (Taiken Ōkoku Murasaki-mura) berada di Takashiho, Desa Yomitan, dan merupakan fasilitas pengalaman budaya yang merekonstruksi suasana kota Kuninda era Kerajaan Ryūkyū.

Beragam menu pengalaman tersedia seperti meniup kaca, bingata (pewarnaan kain tradisional), dan membuat shīsā, dengan perkiraan harga tiket masuk 1.000 yen untuk dewasa, 500 yen untuk pelajar SMP-SMA, dan 400 yen untuk pelajar SD (gratis untuk balita).

Pada wisata keluarga atau rombongan, selera antara yang masuk laut dan yang tidak kadang berbeda.

Pada saat seperti itu, memasukkan kerajinan tangan dan pengalaman budaya ke dalam rencana akan memudahkan penyesuaian jadwal mengikuti cuaca.

Rekomendasi Spot di Chatan | Menikmati Jalan-jalan Kota Tepi Laut dan Pemandangan Senja

Chatan adalah kota resor yang mudah menggabungkan jalan-jalan tepi laut, belanja, dan makan sekaligus.

Daya tariknya juga terletak pada kemudahan memasukkannya ke rencana sebagai kota yang berubah suasana dari sore hingga malam, tak hanya pantai di siang hari.

Mihama American Village | Menyusuri Suasana Kota yang Berwarna-warni

Mihama American Village adalah spot jalan-jalan kota khas Chatan tempat berkumpulnya toko dan tempat makan.

Sambil memandang bangunan berwarna-warni dan pemandangan tepi laut, Anda bisa memilih belanja, kafe, dan makan sesuai suasana hati.

Tersedia pula bioskop dan fasilitas pertunjukan langsung, sehingga daya tariknya adalah kemudahan menghabiskan waktu di dalam ruangan bahkan saat hujan.

Karena status operasional berbeda di tiap toko, jika ada toko yang dituju, memeriksa informasi dari fasilitas terkait, pemerintah daerah, atau asosiasi pariwisata sebelum berangkat akan lebih aman.


Sunset Beach Taman Chatan | Menanti Matahari Terbenam Dekat Kota

Sunset Beach Taman Chatan adalah spot tepi laut yang bersebelahan dengan Mihama American Village.

Dengan menghabiskan sore di pantai berpasir atau tepi laut, Anda bisa beralih secara alami dari waktu yang berpusat pada belanja ke waktu tenang memandang laut.

Periode berenang umumnya ditetapkan dari awal April hingga akhir November tergantung tahun, dan selama periode itu jaring penahan ubur-ubur serta petugas pengawas ditempatkan.

Jika berencana masuk ke laut, mohon periksa status boleh berenang hari itu pada informasi fasilitas.

Taman Arahabaru dan Pantai Araha | Memadukan Jalan-jalan dan Waktu di Taman

Taman Arahabaru dan Pantai Araha adalah spot tepi laut Chatan tempat pantai berpasir putih sepanjang sekitar 600 meter menyatu dengan taman.

Di taman terdapat wahana bermain berbentuk kapal layar "Indian Oak" yang terinspirasi kapal Inggris yang kandas di lepas pantai Chatan pada abad ke-18, serta tersedia tempat parkir gratis untuk sekitar 118 mobil.

Karena bisa berjalan sambil memandang laut atau beristirahat di taman, cocok dipadukan untuk perjalanan bersama anak atau yang ingin menghindari perjalanan jauh.

Di sekitar wahana dan pantai banyak pula pengguna lokal, jadi habiskan waktu dengan memperhatikan cara memotret dan meletakkan barang bawaan.

Memilih Berdasarkan Musim dan Waktu | Tips Menikmati Wisata Tengah Okinawa Tanpa Memaksakan Diri

Spot yang sama pun berubah cara terlihat dan cara menikmatinya tergantung musim dan waktu.

Tanpa memadatkan jadwal berlebihan, dengan memisahkan hari memandang laut, hari mengenal budaya, dan waktu jalan-jalan kota, perjalanan akan lebih memuaskan.

Pada Hari Cerah, Prioritaskan Tanjung dan Pantai

Pada hari cerah, Anda lebih mudah menikmati warna langit dan laut di tanjung Onna dan Yomitan serta tepi laut Chatan.

Namun pada Juni hingga September yang terik, menyisipkan bengkel dan fasilitas budaya di antaranya akan membantu menjaga stamina, ketimbang menghabiskan waktu hanya di luar ruangan.

Pada Sore Hari, Buat Jeda di Chatan atau Tanjung Zanpa

Untuk rencana sore, lebih baik menetap di satu area daripada berpindah-pindah akan membuat Anda lebih tenang menikmati saat warna langit berubah.

Di Chatan, mudah beralih ke makan atau belanja, sedangkan di Tanjung Zanpa, Anda bisa menciptakan alur memandang pemandangan alam dengan santai.

Pada Hari Hujan, Beralih ke Pengalaman Budaya dan Memilih Peralatan Makan

Pada hari ketika hujan atau angin mengkhawatirkan, memikirkan tempat untuk mengenal budaya dan kerajinan seperti Ryūkyū-mura, Yachimun no Sato, dan Murasaki-mura akan membuat rencana tidak mudah berantakan.

Jika berjalan di reruntuhan kastel atau tanjung terbuka, periksa pijakan dan kekuatan angin, serta utamakan keselamatan.

Berikut kami rangkum patokan untuk mengganti cara menghabiskan waktu sesuai kondisi perjalanan.

Kondisi Cara Memilih Kandidat
Cerah Jalan ke tanjung Manzamō
Kondisi laut baik Pengalaman laut Tanjung Maeda
Terik Sisipkan dalam ruangan Ryūkyū-mura
Hujan Ke kerajinan Yachimun
Sore Menetap di tepi laut Chatan
Angin kencang Jaga jarak Tanjung pada umumnya

Akses ke Onna, Yomitan, dan Chatan dan Patokan Cara Menjelajahinya

Onna, Yomitan, dan Chatan ketiganya berjajar di sepanjang pantai barat bagian tengah Pulau Utama Okinawa, dan menjadi area yang paling mudah dijelajahi dengan berkendara.

Dari Bandara Naha, dengan menggunakan Jalan Tol Okinawa atau Jalan Nasional Nomor 58, perkiraan waktu hingga Chatan sekitar 40 menit, hingga Yomitan sekitar 50 menit, dan hingga Onna sekitar 1 jam.

Mobil Sewaan Memudahkan Menghubungkan Ketiga Area

Dari Manzamō di Onna hingga Mihama American Village di Chatan sekitar 40 menit berkendara, dan jaraknya juga mudah untuk perjalanan keliling yang menyisipkan Yachimun no Sato dan Tanjung Zanpa di Yomitan di tengah jalan.

Karena tempat parkir gratis maupun berbayar tersedia di spot-spot utama, menyusun rute sehari dengan asumsi berkendara dan parkir akan mengurangi pemborosan.

Jika Naik Transportasi Umum, Sediakan Kelonggaran Waktu dan Jadwal

Bisa juga diakses dengan bus rute, tetapi karena ada ruas dengan frekuensi terbatas, memeriksa jadwal sebelum berkunjung dan memberi kelonggaran pada waktu kunjungan akan lebih aman.

Sementara panduan multibahasa dan toilet umumnya tersedia di fasilitas wisata, di tanjung dan taman fasilitasnya kadang terbatas, sehingga sering mampir untuk bersiap akan membuat perjalanan lebih nyaman.

Etika di Area Tengah yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Bagian tengah Pulau Utama Okinawa, meski merupakan tempat wisata, adalah area yang dekat dengan bengkel, kawasan permukiman, dan taman lokal.

Agar wisatawan bisa menghabiskan waktu dengan nyaman, tak hanya menikmati pemandangan, tetapi kepedulian terhadap kehidupan masyarakat setempat juga penting.

Di Tepi Laut, Patuhi Pagar Pengaman dan Rambu Petunjuk

Di tanjung dan pantai, penting untuk tidak melewati pagar atau terlalu mendekati garis ombak demi mengambil foto.

Laut Okinawa, meski terlihat tenang, ada hari-hari yang mudah terpengaruh angin dan ombak.

Di Bengkel, Pastikan Dahulu Sebelum Menyentuh Karya

Di bengkel seperti Yachimun no Sato, karya merupakan barang dagangan sekaligus tempat kerja para perajin.

Pemotretan dan menyentuh karya akan lebih aman jika mengikuti rambu di dalam toko atau panduan dari staf.

Di Fasilitas Budaya, Pastikan Syarat Reservasi Pengalaman

Di fasilitas seperti Ryūkyū-mura dan Murasaki-mura, isi pengalaman dan status pelaksanaannya bisa berubah.

Jika ada aktivitas yang ingin diikuti, jangan hanya mengandalkan pendaftaran di tempat pada hari itu, melainkan periksa kebolehan reservasi dan status pelaksanaan pada informasi fasilitas.

Saat Jalan-jalan di Chatan, Perhatikan Pengguna Lokal

Sekitar Mihama dan pantai bukan hanya tempat wisatawan, tetapi juga tempat yang digunakan warga lokal sehari-hari.

Sadarilah kepedulian dasar seperti tidak menghalangi trotoar, tidak terlalu banyak memotret pintu masuk rumah atau toko, serta membawa pulang sampah.

Berikut kami rangkum kepedulian per situasi dalam bentuk yang mudah diperiksa selama perjalanan.

Situasi Sebaiknya Dilakukan Sebaiknya Dihindari
Tanjung Memotret di dalam pagar Mencondongkan badan
Laut Periksa kondisi laut Berenang memaksakan
Bengkel Menyapa lebih dulu Menyentuh tanpa izin
Reruntuhan kastel Hati-hati pijakan Abaikan larangan masuk
Jalan-jalan kota Beri ruang di lorong Berkerumun di pintu masuk
Taman Saling mengalah Volume keras

Penutup | Bagian Tengah Pulau Utama Okinawa Bisa Menikmati Laut, Kerajinan, dan Jalan-jalan Kota Sekaligus

Onna, Yomitan, dan Chatan di bagian tengah Pulau Utama Okinawa adalah area yang mudah memadukan waktu memandang laut, waktu mengenal budaya Ryūkyū, dan jalan-jalan kota di sore hari.

Di Onna, Anda bisa menikmati alam dan budaya di Manzamō, Tanjung Maeda, dan Ryūkyū-mura; di Yomitan, Anda bisa menemui wajah Okinawa yang tenang di Reruntuhan Kastel Zakimi yang merupakan Warisan Dunia, Yachimun no Sato, Tanjung Zanpa, dan Murasaki-mura.

Di Chatan, memadukan Mihama American Village, Sunset Beach Taman Chatan, dan Taman Arahabaru dan Pantai Araha akan memudahkan Anda menghabiskan waktu khas kota tepi laut.

Karena harga, jam buka, isi pengalaman, dan status boleh berenang berbeda tergantung fasilitas dan musim, sebelum berkunjung periksalah informasi dari tiap fasilitas, pemerintah daerah, atau asosiasi pariwisata, lalu jelajahilah tanpa memaksakan diri sesuai rencana perjalanan Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Onna, Yomitan, dan Chatan adalah kawasan yang mudah dijelajahi yang berjejer di pantai barat bagian tengah Pulau Utama Okinawa. Pemandangan laut, budaya Ryukyu, tembikar, dan jalan-jalan di kota resor mudah dirangkum dalam satu perjalanan, sekitar 50 menit hingga 1 jam berkendara dari Bandara Naha. Memasukkannya sebagai "titik singgah" pada rencana yang cenderung condong ke utara atau Naha akan mengurangi pemborosan perjalanan.
A. Kunjungan ke jalan setapak Manzamo dikenai biaya 100 yen per orang (gratis untuk anak di bawah usia SD), dan buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 19.00 atau 20.00 tergantung musim. Nama "Manzamo" berasal dari pujian raja Ryukyu sebagai "padang (mo) tempat sepuluh ribu orang duduk", dan hamparan rumput di atas tebing memang cukup luas untuk menampung banyak orang. Formasi batu kapur Ryukyu yang mirip belalai gajah adalah objek foto utamanya.
A. Tanjung Maeda terkenal dengan Blue Cave, tetapi memandang laut dari menara pandang saja pun menyenangkan, sehingga bisa dimasukkan meski ada yang masuk laut dan tidak. Tersedia tempat parkir sekitar 180 mobil (kira-kira 100 yen per jam), shower, ruang ganti, dan loker koin, dengan parkir buka mulai sekitar pukul 07.00. Pada musim panas parkir mudah penuh menjelang siang, jadi tiba lebih awal mengurangi waktu tunggu.
A. Yachimun no Sato adalah desa tembikar (yachimun) tempat berkumpul sekitar 19 bengkel di Zakimi, Desa Yomitan, tempat Anda bisa membandingkan wadah dari tiap bengkel di toko bersama. Karena tiap bengkel beroperasi secara mandiri, hari liburnya berbeda-beda, dan kenyataannya ada bengkel yang tutup bahkan di hari kerja. Di tungku noborigama 13 ruang "Yomitanzan-yaki Kitagama" yang menjadi simbolnya, bila beruntung Anda bisa menemui wadah yang baru saja keluar dari tungku.
A. Reruntuhan Kastel Zakimi bebas dikunjungi dan gratis masuk, situs Warisan Dunia dengan parkir juga gratis. Terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia "Gusuku dan Situs Terkait Kerajaan Ryukyu" pada tahun 2000, dibangun oleh ahli konstruksi kastel Gosamaru pada awal abad ke-15. Gerbang lengkung yang tergolong tertua di Okinawa memiliki struktur dengan batu pasak di tengah untuk memperkuatnya, dan Anda bisa berjalan di atas lekuk tembok kastel hingga menikmati pemandangan dari dataran tinggi.
A. Mercusuar Tanjung Zanpa adalah mercusuar yang dapat dimasuki dan dinaiki, dengan donasi kunjungan 300 yen untuk pelajar SMP ke atas dan gratis untuk anak SD ke bawah. Tingginya sekitar 31 meter, tertinggi di Prefektur Okinawa, dan dari atas pada hari cerah Anda bisa memandang hingga Pulau Aguni dan Pulau Kume. Tanjung ini memiliki tebing setinggi sekitar 30 meter yang membentang sekitar 2 kilometer, dan pada hari berangin memandang dari dalam pagar lebih aman.
A. Pengalaman budaya berbasis dalam ruangan yang tidak terpengaruh cuaca cukup lengkap, seperti Ryukyu Mura, Murasakimura, dan Yachimun no Sato. Murasakimura memungut biaya masuk 1.000 yen untuk dewasa, 500 yen untuk pelajar SMP dan SMA, serta 400 yen untuk anak SD, dan Anda bisa memilih dari sekitar 100 jenis pengalaman seperti bingata dan pembuatan shisa. Tempat-tempat ini berguna sebagai pilihan cadangan ketika rencana perjalanan terbagi antara aktivitas laut dan aktivitas darat.
A. Di Ryukyu Mura, pertunjukan seperti eisa dan tari Ryukyu diadakan beberapa kali sehari. Perkiraan biaya masuk 2.000 yen untuk dewasa, 1.500 yen untuk pelajar SMA, dan 800 yen untuk usia 6–15 tahun. Rumah tua yang dipindahkan dari berbagai penjuru Okinawa termasuk Properti Budaya Berwujud Terdaftar negara, dan Anda bisa naik ke dalam bangunan untuk menyentuh kehidupan masa lampau. Daya tarik lainnya adalah momen ketika penonton pun ikut membentuk lingkaran mengikuti alunan sanshin langsung.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.