Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Sawah Terasaka | Gunung Buko & Bunga Lili Laba-Laba

Sawah Terasaka | Gunung Buko & Bunga Lili Laba-Laba
Nikmati Gunung Buko dan sekitar 2 juta umbi higanbana di Terasaka. Festival 2026: 27 September; berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Yokoze.

Ringkasan Cepat

Terasering sawah Chichibu yang menghadap Gunung Buko

Terasering sawah Terasaka berada di Kotapraja Yokoze, Prefektur Saitama, dengan sekitar 250 petak sawah yang membentang di lereng dan menyajikan pemandangan satoyama dengan Gunung Buko tepat di depan.

Wajah sawah yang berubah sepanjang musim

Pemandangan berubah dari sawah berair pada musim semi hingga awal musim panas, kehijauan pekat pada musim panas, bulir padi berpadu dengan bunga lili laba-laba merah pada awal musim gugur, hingga bekas panen setelah padi dipotong.

Periksa bunga dan pantulan air sebelum berkunjung

Pantulan seperti cermin saat sawah diairi dan bunga lili laba-laba merah pada musim gugur bergantung pada kegiatan pertanian serta cuaca, jadi periksa informasi masa berbunga dan kegiatan pertanian yang telah diumumkan sebelum berkunjung.

Komposisi pemandangan dari jalur pejalan kaki

Dari tempat tinggi terlihat pembagian petak sawah dan permukiman, sedangkan dari tempat rendah pematang serta ketinggian lereng lebih terasa. Mengubah ketinggian sudut pandang dan arah pandang akan mengubah tampilan lapisan terasering.

Etika berkunjung tanpa menginjak pematang

Pematang merupakan bagian lahan pertanian yang menahan air di sawah. Jangan menggunakannya sebagai jalan pintas atau tempat berfoto, dan berjalanlah hanya di jalur yang ditentukan di Terasering Sawah Terasaka.

Akses dari Stasiun Yokoze

Lokasinya sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Yokoze di Jalur Seibu Chichibu. Rute melewati jalan lingkungan, jadi siapkan peta dan jangan berjalan melebar saat datang dalam kelompok besar.

Acara api unggun dan bunga lili laba-laba merah

Festival Hotaru Kagaribi diadakan pada musim panas dan Festival Higanbana pada musim gugur. Tanggal acara dan pembatasan lalu lintas berubah setiap tahun, jadi periksa informasi untuk tahun kunjungan Anda.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Saitama

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Seperti apa Terasering Sawah Terasaka?

Terasering Sawah Terasaka berada di bagian timur Cekungan Chichibu, Kota Yokoze, Prefektur Saitama, dan merupakan lahan pertanian yang menghadap langsung ke Gunung Bukō.

Ladang membentang sekitar 400 m dari timur ke barat dan sekitar 250 m dari utara ke selatan, dengan sekitar 250 petak sawah yang digunakan.

Tempat ini bukan taman yang dibuat untuk pariwisata, melainkan lokasi produksi tempat warga setempat menanam padi dan terus melakukan kegiatan pelestarian. Memahami hal ini merupakan titik awal kunjungan.

Sawah yang membentang di lereng dan Gunung Bukō

Terasering berada di lereng landai pada ketinggian sekitar 230–270 m; perbedaan ketinggian membuat garis bentuk petak-petak sawah tampak bertumpuk.

Gunung Bukō terlihat di depan, sehingga garis horizontal sawah dan lereng besar gunung dapat dinikmati dalam satu bidang pandang.

Penampilan gunung berubah mengikuti awan dan cahaya. Karena itu, meskipun puncaknya tertutup, cobalah memperhatikan bentuk terasering dan luasnya bentangan langit.

Sekitar 5,2 ha dijaga bersama oleh masyarakat

Dari luas keseluruhan sekitar 5,2 ha, sekitar 4 ha digunakan sebagai sawah.

Lahan pertanian yang terbengkalai pernah meluas, tetapi sejak 2001 pembentukan organisasi untuk pelestarian dan pemanfaatan telah dikembangkan dengan petani setempat sebagai penggerak utama.

Pada Februari 2022, tempat ini menjadi satu-satunya lokasi di Prefektur Saitama yang dipilih oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang sebagai “Warisan Terasering yang Menghubungkan Masa Depan”; pengalaman bertani dan program pemilik terasering juga mendukung pelestariannya.

Wajah terasering yang berubah sepanjang empat musim

Pemandangan Terasering Sawah Terasaka berganti seiring pekerjaan pertanian dari penanaman hingga panen serta perubahan tumbuhan.

Daripada hanya mengejar masa yang dianggap paling indah, perhatikan tahap pekerjaan yang sedang berlangsung di sawah agar makna setiap musim terasa lebih dalam.

Tahap musim Penampilan utama Sudut pandang kunjungan
Musim semi hingga awal musim panas Sawah berair dan bibit padi Pantulan langit dan Gunung Bukō
Musim panas Hijau padi yang semakin pekat Ketinggian tiap petak dan gerakan tertiup angin
Awal musim gugur Bulir padi dan bunga red spider lily Perpaduan warna keemasan dan merah terang
Setelah panen Bekas potongan dan padi yang dijemur pada rak Proses pertanian dan garis bentuk sawah

Pantulan air mengikuti kondisi pekerjaan pertanian

Pada masa sawah dialiri air, langit dan gunung terkadang terpantul di permukaan air ketika angin sedang lemah.

Namun, volume air dan waktu tanam ditentukan oleh pekerjaan pertanian, sehingga kondisinya tidak selalu sesuai dengan harapan pengunjung.

Jangan masuk ke pematang untuk mendekati permukaan air; carilah pantulan dengan mengubah sudut pandang dari jalur pejalan kaki.

Periksa informasi mekarnya bunga untuk melihat red spider lily dan bulir padi

Pada musim gugur, bunga red spider lily di pematang berpadu warna dengan padi yang matang dan menciptakan salah satu pemandangan khas Terasering Sawah Terasaka.

Waktu berbunga dan panen berubah menurut cuaca dan pekerjaan pertanian, jadi periksa informasi publik tentang kondisi bunga dan kegiatan pertanian sebelum berkunjung.

Jangan masuk ke pematang untuk mendekati bunga atau mematahkan bulir padi maupun bunga; amati semuanya dari jalur pejalan kaki.

Menyusun pemandangan dari jalur pejalan kaki

Di terasering, bahkan dari tempat yang sama, cara petak-petak sawah saling bertumpuk akan berubah hanya dengan mengganti ketinggian dan arah berdiri.

Berjalanlah perlahan di jalur yang ditunjukkan dan bandingkan komposisi dengan Gunung Bukō tepat di depan dengan komposisi yang melihat undakan secara diagonal.

Lihat hubungan posisi keseluruhan di pintu masuk

Setelah tiba, pertama-tama periksa papan informasi setempat untuk mengetahui jalur pejalan kaki, toilet, tempat parkir, dan area terlarang.

Dengan memahami bagian atas dan bawah terasering serta arah Gunung Bukō, Anda dapat mengurangi beban karena tersesat dan harus berjalan bolak-balik di jalan pertanian.

Di tempat yang dilalui kendaraan pertanian, jangan menghalangi jalan. Saat kendaraan datang, berhentilah di tempat yang aman dan berikan jalan.

Bandingkan pemandangan dari tempat tinggi dan rendah

Dari tempat tinggi, petak sawah dan permukiman di sekitarnya lebih mudah terlihat secara menyeluruh, sedangkan dari tempat rendah, tinggi pematang dan lereng terasa lebih jelas.

Selain mengambil gambar sudut lebar, Anda dapat memotret secara dekat lengkungan sawah, bibit atau bulir padi, serta sebagian lereng gunung untuk merekam detail lahan pertanian.

Saat mundur untuk mencari posisi pemotretan, periksa pijakan dan berhati-hatilah terhadap pengunjung lain serta saluran air.

Dasar-dasar saat mengambil foto

Di Terasering Sawah Terasaka, menghormati lahan pertanian dan orang-orang lebih penting daripada mendapatkan komposisi yang indah.

Berjalanlah hanya di jalur pejalan kaki dan jangan pernah masuk ke pematang yang sempit.

Pematang bukan jalan, melainkan bagian dari lahan pertanian

Pematang merupakan struktur penting untuk menahan air di sawah dan mendukung pekerjaan petani.

Jika satu orang masuk, orang lain dapat ikut, sehingga tanah menjadi padat atau pematang runtuh. Karena itu, pematang tidak boleh digunakan sebagai jalan pintas atau lokasi memotret.

Saat menggunakan tripod pun jangan menghalangi jalur; ketika ramai, beralihlah ke pemotretan tanpa tripod.

Minta izin sebelum memotret seseorang

Jika mengambil foto yang memungkinkan orang yang sedang bekerja di sawah dikenali, mintalah izin dari orang tersebut.

Meskipun memotret dari jauh dengan lensa telefoto, pertimbangan yang sama diperlukan bila wajah atau lokasi kerjanya dapat dikenali.

Jika tidak memperoleh izin, keluarkan orang tersebut dari komposisi dan potret pemandangannya saja.

Akses dari Stasiun Yokoze dan persiapan

Jika menggunakan transportasi umum, lokasi ini dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Yokoze di Jalur Seibu Chichibu.

Rute melewati kawasan perumahan dan jalan yang digunakan warga, jadi siapkan peta dan jangan berjalan melebar memenuhi jalan saat berada dalam rombongan besar.

Cara Periksa sebelumnya Perhatian di lokasi
Kereta dan berjalan kaki Jadwal kereta dan rute jalan kaki Berjalan satu baris di jalan permukiman
Mobil Ketersediaan tempat parkir Jangan parkir di jalan
Hari acara Transportasi sementara dan panduan lokasi Waspadai penutupan tempat parkir biasa

Mobil hanya boleh menggunakan tempat parkir yang ditentukan

Tempat parkir sisi selatan yang biasa digunakan memiliki kapasitas terbatas dan parkir di jalan dilarang.

Pada acara api kagari atau bunga red spider lily, tempat parkir sisi selatan mungkin tidak dapat digunakan; gunakan tempat parkir sementara yang ditunjukkan penyelenggara atau transportasi umum.

Berhenti hanya sebentar di tepi jalan atau pintu masuk lahan pertanian pun dapat mengganggu pekerjaan pertanian dan lalu lintas warga.

Sepatu yang nyaman untuk berjalan dan perlindungan terhadap cuaca

Jalur pejalan kaki berada di luar ruangan; setelah hujan, tanah dan rumput dapat berlumpur dan licin.

Siapkan sepatu antiselip yang boleh kotor, minuman, topi, dan perlengkapan hujan. Pada musim panas, bersiaplah menghadapi panas dan serangga.

Untuk acara malam, siapkan lampu guna menerangi pijakan serta baju lengan panjang dan celana panjang, dan jangan arahkan cahaya langsung ke sawah atau wajah orang.

Menikmati acara api kagari dan bunga red spider lily

Di Terasering Sawah Terasaka diselenggarakan Festival Kunang-kunang dan Api Kagari pada musim panas serta Festival Bunga Red Spider Lily pada musim gugur.

Tanggal, isi acara, dan pembatasan lalu lintas berubah setiap tahun. Jangan menggunakan pengumuman lama sebagai jadwal; periksa informasi penyelenggaraan tahun berjalan.

Pada acara api, utamakan keselamatan dari senja hingga malam

Dalam acara api kagari, bentuk terasering sulit terlihat dalam gelap dan pada musim hujan permukaan tanah dapat berlumpur.

Jangan mendekati api atau sawah; nikmati perubahan cahaya dari area pengamatan yang diarahkan.

Kunang-kunang yang hidup alami mungkin tidak terlihat karena cuaca dan faktor lain, jadi jangan menganggap kemunculannya sebagai pertunjukan yang dijamin.

Musim bunga red spider lily dapat bertepatan dengan pekerjaan pertanian

Musim bunga red spider lily terkadang bertepatan dengan panen padi dan penjemuran padi pada rak.

Jangan mengelilingi petani yang sedang bekerja atau berhenti di jalur mesin; jaga jarak yang cukup.

Jangan hanya mencari kepadatan bunga. Lihatlah seluruh lanskap satoyama yang terbentuk dari padi, pematang, gunung, dan jejak pekerjaan.

Etika berkunjung untuk mewariskan terasering kepada masa depan

Lanskap Terasering Sawah Terasaka terwujud berkat pengelolaan berkelanjutan oleh kelompok pelestarian, petani, dan peserta pengalaman bertani.

Pengunjung hendaknya tidak merasa sekadar meminjam latar gratis, melainkan menyadari bahwa mereka diundang ke sebuah tempat kerja.

Jangan mengambil dan jangan meninggalkan

Jangan mengambil bulir padi, bunga red spider lily, sayuran, atau lainnya, dan bawa pulang sampah yang Anda bawa.

Wadah makanan dan puntung rokok tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berdampak pada saluran air dan tanaman. Jangan tinggalkan meskipun hanya sedikit.

Jika berencana menggunakan drone, melakukan pemotretan komersial, atau memakai peralatan berskala besar, tanyakan terlebih dahulu kepada pengelola.

Jaga kehidupan tenang warga sekitar

Di sekitar terasering terdapat rumah dan tanah milik pribadi. Berbicara keras pada dini hari atau malam, mengarahkan lensa ke rumah, dan memasuki lahan akan mengganggu warga.

Kurangi suara percakapan dan kendaraan. Saat menanyakan arah pun, jangan menahan orang yang sedang bekerja terlalu lama.

Perilaku setiap orang menentukan apakah terasering dapat terus dibuka untuk umum pada masa mendatang.

Rangkuman: Berjalanlah dengan menghormati lanskap pertanian

Terasering Sawah Terasaka merupakan tempat untuk merasakan pertanian dan lanskap satoyama Kota Yokoze melalui pemandangan Gunung Bukō, sawah pada setiap musim, serta acara bunga red spider lily dan api kagari.

Pemandangan tersebut dijaga oleh kerja orang-orang yang menggarap sekitar 250 petak sawah dan terus melakukan pemulihan serta pelestarian.

Periksa informasi bunga, acara, dan transportasi, berjalanlah hanya di jalur pejalan kaki, dan nikmati perubahan waktu di terasering dengan tidak terlalu mendekati pematang, tanaman, maupun pekerjaan pertanian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Terasaka Rice Terraces berada di Kotapraja Yokoze, Prefektur Saitama, dengan Mount Buko terlihat tepat di hadapannya. Kawasan ini termasuk salah satu persawahan terasering terbesar di prefektur tersebut, dan sekitar 250 petak sawah masih digunakan. Tempat ini bukan taman untuk wisata, melainkan area produksi tempat warga setempat menanam padi dan terus melakukan konservasi. Pada tahun 2022, tempat ini menjadi satu-satunya lokasi di Prefektur Saitama yang dipilih oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan untuk program “Warisan Persawahan Terasering yang Menghubungkan”, serta membentuk lanskap satoyama yang berharga.
A. Di Terasaka Rice Terraces, garis horizontal persawahan dan lereng besar Mount Buko dapat dilihat dalam satu bidang pandang. Tampilan gunung berubah karena awan dan cahaya, sehingga bahkan ketika puncaknya tertutup, memperhatikan bentuk undakan sawah dan luasnya langit akan memberikan kesan berbeda. Perbedaan ketinggian membuat garis luar petak sawah saling bertumpuk, dan hanya dengan mengubah posisi berdiri, pemandangan akan terlihat berbeda.
A. Pemandangan Terasaka Rice Terraces berubah setiap musim seiring pekerjaan pertanian dan perubahan tanaman. Dari musim semi hingga awal musim panas terlihat sawah berair dan bibit padi; pada musim panas, tanaman padi hijau pekat; pada awal musim gugur, bulir padi dan bunga lili laba-laba merah; dan setelah panen, dapat terlihat “haze-gake”, yaitu padi yang telah dipotong digantung pada rangka kayu untuk dikeringkan. Saat sawah terisi air, langit dan gunung terkadang terpantul di permukaan air jika angin lemah. Perhatikan bukan hanya waktu pemandangan terbaik, tetapi juga setiap tahap pekerjaan pertanian.
A. Dengan transportasi umum, Terasaka Rice Terraces dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Yokoze di Jalur Seibu Chichibu. Rute melewati kawasan perumahan dan jalan yang digunakan warga, jadi siapkan peta; jika datang dalam kelompok besar, jangan memenuhi jalan dan berjalanlah dengan tenang dalam satu baris. Di tempat yang dilalui kendaraan pertanian, jangan menghalangi jalan; bila kendaraan datang, berhentilah di tempat aman dan biarkan kendaraan lewat terlebih dahulu.
A. Tersedia tempat parkir di sisi selatan Terasaka Rice Terraces, tetapi jumlahnya terbatas dan parkir di jalan dilarang. Saat acara api unggun kunang-kunang atau lili laba-laba merah, tempat parkir selatan dapat ditutup dan pengunjung mungkin diarahkan untuk menggunakan bus antar-jemput atau kereta. Bahkan parkir singkat di tepi jalan atau pintu masuk lahan pertanian dapat mengganggu pekerjaan pertanian dan lalu lintas warga.
A. Jalur berjalan berada di luar ruangan, dan tanah serta rumput dapat menjadi berlumpur dan licin setelah hujan, jadi sebaiknya kenakan sepatu antiselip yang boleh terkena kotoran. Bawalah minuman, topi, dan perlengkapan hujan, serta bersiaplah menghadapi panas dan serangga pada musim panas. Saat mengikuti acara malam, siapkan lampu untuk menerangi pijakan, baju lengan panjang, dan celana panjang, serta jangan arahkan cahaya ke sawah atau wajah orang lain.
A. Berjalanlah perlahan di jalur yang ditentukan dan bandingkan komposisi dengan Mount Buko tepat di depan dengan komposisi yang memperlihatkan undakan dari sudut diagonal untuk memahami daya tarik Terasaka Rice Terraces. Dari tempat tinggi, Anda dapat melihat pembagian petak sawah dan permukiman; dari tempat rendah, Anda dapat melihat tinggi pematang dan lereng. Saat melangkah mundur untuk mencari tempat mengambil foto, perhatikan pijakan, selokan, dan pengunjung lain.
A. Festival Api Unggun Kunang-Kunang Terasaka Rice Terraces diadakan pada hari Sabtu di awal Juli setiap tahun, sedangkan Festival Lili Laba-Laba Merah diadakan pada akhir September setiap tahun. Tanggal pelaksanaan dan pembatasan lalu lintas berubah dari tahun ke tahun, jadi periksa informasi acara tahun berjalan dan jangan menggunakan pengumuman lama sebagai jadwal. Kemunculan kunang-kunang liar dan waktu terbaik melihat bunga berubah sesuai cuaca, sehingga tidak boleh dianggap sebagai atraksi yang dijamin akan terlihat.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.