Tempat wisata sehari di Saitama tersebar dalam jangkauan yang mudah dikunjungi pulang-pergi dalam sehari dari Tokyo, dan hanya dengan melangkah sedikit lebih jauh kamu bisa menjumpai wajah yang berbeda-beda—mulai dari deretan kota bernuansa Edo, budaya kereta api dan bonsai, hingga alam ngarai.
Karena tiap kawasan di Saitama memiliki karakter yang jelas, cukup dengan memilih satu tempat yang sesuai minatmu pun sudah bisa menjadi perjalanan sehari yang memuaskan.
Kiat menikmatinya dengan santai adalah jangan memperluas jangkauan perjalanan terlalu jauh, dan membatasi tujuan di dalam kawasan yang sama.
Kiat memilih tempat wisata sehari di Saitama
Menentukan apakah akan berfokus pada jalan-jalan menyusuri kota, fasilitas budaya, atau wisata alam akan memudahkanmu memilih tujuan.
Bagi yang pertama kali mengunjungi Saitama, menyusuri sekaligus tempat-tempat dengan tujuan yang berdekatan bisa mengurangi beban perjalanan sekaligus meresapi pesona kawasan secara mendalam.
Kami merangkum karakteristik tempat-tempat yang diperkenalkan beserta tipe wisatawan yang cocok untuk masing-masing.
| Tempat | Daya tarik utama | Cocok untuk siapa |
|---|---|---|
| Kawagoe Ichibangai | Menyusuri jalan gudang tua kurazukuri | Pencinta sejarah |
| Museum Bonsai Omiya | Menikmati bonsai | Pencinta budaya Jepang |
| Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa | Bersembahyang dan berjalan di area kuil | Yang ingin mengunjungi kuil |
| Museum Kereta Api | Kereta dan budaya perkeretaapian | Keluarga dan penggemar kereta api |
| Tokorozawa Sakura Town | Buku, seni, dan arsitektur | Pencinta fasilitas budaya |
| Moomin Valley Park | Merasakan dunia dalam cerita | Keluarga dan penggemar karyanya |
| Taman Gongendo | Bunga musiman | Pencinta fotografi alam |
| Nagatoro Iwadatami | Menyusuri ngarai | Yang ingin menikmati pemandangan |
| Kuil Hodosan | Bersembahyang di kaki gunung | Yang mencari waktu tenang |
| Kuil Chichibu | Bangunan kuil dan ukirannya | Pencinta arsitektur bersejarah |
Kalau berfokus pada jalan-jalan menyusuri kota, pilih kawasan Koedo di Kawagoe
Bagi yang ingin menyusuri dengan berjalan kaki bangunan gudang tua kurazukuri (gudang berdinding tanah tahan api), toko manisan, kuil dan sanktuari, pusat kota Kawagoe—yang disebut Koedo, atau "Edo kecil"—adalah tujuan yang mudah dipilih.
Kawasan yang mencakup Kawagoe Ichibangai ditetapkan sebagai Distrik Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional tingkat nasional pada tahun 1999, dan deretan kota yang masih menyisakan wajah era Edo pun dilindungi.
Karena di sepanjang jalan saat ini masih ada tempat tinggal dan tempat berdagang, saat berjalan bersikaplah penuh perhatian—jangan menghalangi jalan, dan jangan lupa memperhatikan orang-orang yang menggunakan bangunan dan toko.
Kalau mengutamakan fasilitas dalam ruangan, pergilah ke fasilitas budaya di Omiya·Tokorozawa
Kalau ingin perjalanan yang tidak mudah terpengaruh cuaca, kandidat yang baik adalah Museum Kereta Api, Museum Bonsai Omiya Kota Saitama, dan Tokorozawa Sakura Town yang mencakup Museum Kadokawa Musashino.
Semuanya berfokus pada pameran dalam ruangan, jadi kamu bisa menikmati waktu dengan nyaman bahkan pada hari hujan atau di musim dengan panas maupun dingin yang ekstrem.
Karena isi pameran dan cara masuk berbeda-beda menurut fasilitas dan waktunya, sebelum berkunjung akan lebih tenang jika kamu memeriksa informasi operasional di situs resmi masing-masing fasilitas.
Kalau ingin meresapi alam, pergilah ke Nagatoro·Chichibu·Satte
Kalau tujuanmu adalah pemandangan ngarai atau bunga, Nagatoro Iwadatami, sekitar Chichibu, dan Taman Gongendo sangat cocok.
Karena cara alam terlihat berubah menurut cuaca dan musim, periksalah status mekarnya bunga dan informasi transportasi melalui panduan resmi sebelum berangkat.
3 tempat wisata sehari untuk menikmati sejarah dan budaya Jepang
Bagi wisatawan yang ingin merasakan deretan kota tradisional dan kepekaan estetika khas Jepang, tempat-tempat budaya di Kawagoe dan Omiya sangat cocok.
Bukan sekadar memandangi bangunan, tetapi jika kamu juga memperhatikan cara kota digunakan dan tata krama bersembahyang, perjalananmu akan lebih berkesan.
1. Kawagoe Ichibangai·Toki no Kane|Menyusuri jalan gudang tua kurazukuri di Koedo
Di sepanjang Kawagoe Ichibangai berjejer bangunan kurazukuri dengan dinding plester hitam dan pintu yang kokoh, sehingga kamu bisa berjalan-jalan sambil merasakan wajah kota bekas kota istana.
Sebagian besar bangunan kurazukuri ini dibangun kembali sebagai bangunan tahan api setelah kebakaran besar Kawagoe pada tahun 1893 (Meiji 26).
Toki no Kane (Lonceng Waktu), yang dicintai sebagai simbol kawasan ini, adalah menara lonceng setinggi sekitar 16 meter yang telah lama mengabarkan waktu bagi kehidupan kota, dan loncengnya masih berbunyi empat kali sehari—pukul 6 pagi, tengah hari, pukul 3 sore, dan pukul 6 sore.
Karena Kashiya Yokocho (Gang Manisan) serta kuil dan sanktuari juga berada di pusat kota yang sama, ada kenikmatan mengamati gang-gang dan arsitektur dengan santai, bukan hanya berbelanja.
2. Museum Bonsai Omiya Kota Saitama|Menikmati bonsai sebagai seni
Museum Bonsai Omiya Kota Saitama terletak di Desa Bonsai Omiya yang dikenal sebagai tanah suci bonsai, dan dibuka pada tahun 2010 sebagai museum seni bonsai publik pertama di dunia.
Saat kamu memperhatikan perbedaan bentuk pohon, pot, cara penataan, dan ekspresi menurut musim, kamu akan memahami gagasan bonsai—menghadirkan pemandangan alam di dalam pot kecil.
Meski tidak paham soal tanaman, membandingkan bukan hanya tampilan dari depan, tetapi juga aliran batang dan ruang kosong di sela cabang, akan memudahkanmu menikmatinya.
Tiket masuk untuk dewasa 310 yen, dan karena kamu bisa menikmati dengan tenang baik pameran dalam ruangan maupun taman bonsai di luar ruangan, tempat ini juga cocok sebagai persinggahan dari Stasiun Omiya.
3. Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa|Rasakan pengalaman bersembahyang di kuil di Omiya
Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, yang bersemayam di Omiya, adalah kuil tempat suasana kota berubah dengan tenang seiring kamu melangkah dari jalan pendekat menuju area kuil.
Konon nama tempat "Omiya" berasal dari kuil ini—sebuah tempat bersemayam yang agung—dan ini adalah kuil kuno yang diimani sebagai ichinomiya (kuil utama) Provinsi Musashi.
Saat bersembahyang, menyusuri jalan pendekat yang panjang sekitar 2 kilometer dengan deretan pohon zelkova membuat perjalanan menuju area kuil itu sendiri menjadi bagian dari kenikmatan perjalanan.
Membungkuk ringan di depan gerbang torii dan menghindari berjalan di tengah jalan pendekat—dengan memperhatikan tata krama umum bersembahyang di kuil—akan membantumu melewati waktu dengan tenang.
Di dekat balai utama, jangan menghalangi alur gerak orang yang sedang berdoa, dan saat memotret orang, berhati-hatilah agar para peziarah di sekitar tidak ikut masuk ke dalam bingkai.
2 tempat wisata sehari untuk menikmati museum dan budaya modern
Orang yang tertarik pada kendaraan, buku, seni, atau budaya pop akan mudah merasa puas jika menjadikan fasilitas budaya besar di Omiya dan Tokorozawa sebagai tujuan.
Karena di dalamnya ada tempat yang pameran khusus atau syarat penggunaannya berubah, kunjungilah sambil memeriksa papan petunjuk hari itu.
4. Museum Kereta Api|Belajar tentang perkeretaapian Jepang dari berbagai sudut
Di Museum Kereta Api di Omiya (dijuluki Teppaku), melalui kereta asli dan berbagai dokumen kamu bisa menyentuh sejarah, pekerjaan, ilmu dan teknologi, serta upaya menuju masa depan perkeretaapian Jepang.
Mengamati bukan hanya tampilan luar kereta, tetapi juga kursi, papan tampilan, dan peralatan pengemudian, akan memudahkanmu memahami bagaimana budaya perjalanan Jepang berkembang.
Tiket masuk untuk dewasa adalah 1.500 yen bila dibeli di muka dan 1.600 yen pada hari itu; jam buka pukul 10 hingga 17 (masuk terakhir pukul 16.30); tutup setiap hari Selasa dan pada akhir dan awal tahun; dan dengan berpindah ke New Shuttle di Stasiun JR Omiya lalu turun di "Stasiun Museum Kereta Api", kamu tiba setelah berjalan sekitar 1 menit.
Karena program pengalaman seperti simulator pengemudian bisa saja memiliki syarat penggunaan atau prosedur di muka, yang ingin ikut sebaiknya memeriksa panduan resmi.
5. Tokorozawa Sakura Town|Fasilitas terpadu untuk menyentuh buku dan seni
Tokorozawa Sakura Town, yang dibuka di Tokorozawa pada tahun 2020, memiliki Museum Kadokawa Musashino—yang memadukan unsur perpustakaan, museum seni, dan museum—serta restoran, toko, dan sebuah kuil.
Museum Kadokawa Musashino yang dirancang oleh arsitek Kengo Kuma memiliki ciri khas tampilan luar seperti batu raksasa yang disusun dari sekitar 20.000 lempeng granit, dan pertunjukan visual di "Teater Rak Buku" yang dikelilingi rak buku setinggi sekitar 8 meter juga menjadi daya tarik.
Selain memandangi arsitekturnya dari luar, daya tariknya terletak pada bisa mengamati dengan saksama ruang pameran dan ruang buku.
Karena pameran khusus dan hari tutup dapat berubah, jika ada pameran yang kamu incar, periksalah informasi penyelenggaraan di situs resmi.
2 tempat wisata sehari untuk menyentuh dunia alam dan cerita
Dalam perjalanan keluarga atau perjalanan untuk menikmati fotografi, ada dua pilihan berbeda, yaitu taman bertema dan taman musiman.
Karena di kedua tempat itu kamu cenderung menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, pakaian yang sesuai cuaca dan sepatu yang nyaman untuk berjalan akan berguna.
6. Moomin Valley Park|Rasakan dunia dalam cerita di tepi danau
Moomin Valley Park yang berada di dalam kompleks "Metsä" yang terbentang di tepi Danau Miyazawa di Hanno adalah taman bertema kisah Moomin, tempat kamu bisa menikmati bangunan, pameran, dan wahana yang didasarkan pada ceritanya.
Bahkan orang yang tidak mengenal karyanya pun bisa merasakan suasana yang berbeda dari keseharian dengan berjalan di antara pemandangan yang dikelilingi danau dan hutan serta ruang bernuansa Nordik.
Jika berjalan pula di Metsä Village yang bersebelahan, kamu bisa menikmati ruang bernuansa kehidupan Nordik.
Karena penanganan tiket masuk dan acara bisa berbeda menurut tanggal, periksalah panduan operasional dan informasi tiket di situs resmi.
7. Taman Gongendo|Menikmati bunga musiman dan pemandangan tanggul
Taman Gongendo di Kota Satte adalah taman tempat kamu bisa menikmati pemandangan bunga yang berbeda-beda menurut musim, seperti sakura, hortensia, dan bunga lili laba-laba merah (manjushage).
Sakura dan bunga lobak pada musim semi, sekitar 10.000 rumpun hortensia dari kira-kira 100 varietas pada awal musim panas, bunga lili laba-laba merah pada musim gugur, dan bunga narsis pada musim dingin—waktu terbaik untuk melihatnya bergeser seiring musim.
Karena pada musim bunga area taman kadang ramai, saat berhenti untuk memotret berikan ruang di jalur dan jangan masuk ke dalam area tanaman.
Karena mekarnya bunga berubah menurut iklim, memeriksa informasi bunga resmi menjelang hari kunjungan akan memudahkanmu menyusun rencana.
3 tempat wisata sehari menyusuri pemandangan dan keimanan di Nagatoro·Chichibu
Kalau ingin menikmati alam dan budaya sekaligus di bagian barat Saitama, kawasan Nagatoro·Chichibu sangat berkesan.
Karena kondisi pijakan di tepi sungai dan kaki gunung mudah berubah, sediakan waktu lebih longgar dan berhati-hatilah dibandingkan saat berwisata di kota.
8. Nagatoro Iwadatami|Memandang pemandangan ngarai yang dibentuk Sungai Arakawa
Nagatoro Iwadatami adalah pemandangan bebatuan yang terbentang di sepanjang Sungai Arakawa, dan merupakan tempat representatif Ngarai Nagatoro yang ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah dan Monumen Alam tingkat nasional pada tahun 1924 (Taisho 13).
Iwadatami adalah batuan metamorf seperti sekis kristalin yang muncul ke permukaan; karena nilai geologisnya, tempat ini juga disebut "Jendela Bumi", dan kamu bisa mengamati dari dekat corak batu dan aliran sungai.
Di sisi lain, tempat yang basah dan bagian berundak mudah membuat terpeleset, jadi penting untuk berjalan sambil memastikan pijakan.
Jika menggunakan susur sungai (line-kudari), status pelayarannya bisa terpengaruh cuaca dan volume air, jadi periksalah panduan resmi dari masing-masing operator.
9. Kuil Hodosan|Bersembahyang dengan tenang di kaki Gunung Hodo
Kuil Hodosan bersemayam di kaki Gunung Hodo yang tingginya 497 meter; dikenal sebagai salah satu dari tiga kuil Chichibu bersama Kuil Chichibu dan Kuil Mitsumine, kuil ini mudah dikunjungi dari sekitar Nagatoro.
Konon didirikan sekitar 1.900 tahun lalu oleh Yamato Takeru no Mikoto; sambil memandangi bangunan kuil yang dihiasi ukiran yang megah, bertindaklah dengan tenang, sadar bahwa area kuil adalah tempat keimanan.
Jika hendak menuju arah puncak, periksalah informasi operasional Kereta Gantung Hodosan—yang menghubungkan stasiun kaki gunung dengan stasiun puncak dalam sekitar 5 menit—serta kondisi gunung.
Kebun robai (robaien) di puncak berada dalam kondisi terbaik dari akhir Desember hingga akhir Februari, sehingga ada kenikmatan tambahan mengunjunginya bersamaan dengan kunjungan musim dingin ke kuil.
10. Kuil Chichibu|Amati dengan saksama ukiran bangunan kuil
Kuil Chichibu, yang bersemayam di pusat Kota Chichibu, adalah kuil utama wilayah Chichibu, dengan bangunan kuil dan ukiran yang penuh warna sebagai daya tariknya.
Bangunan kuil yang sekarang dipersembahkan oleh Tokugawa Ieyasu pada tahun 1592 (Tensho 20), dan kamu bisa menemukan ukiran halus yang menggambarkan binatang dan cerita—seperti "Tsunagi no Ryu" (Naga yang Terikat) dan "Kosodate no Tora" (Harimau yang Membesarkan Anaknya), yang konon merupakan karya sang maestro Hidari Jingoro—bukan hanya di bagian depan, tetapi juga di sisi-sisinya.
Festival tahunan "Chichibu Yomatsuri" yang digelar setiap Desember adalah salah satu dari tiga festival kereta hias terbesar di Jepang, sejajar dengan Gion Matsuri di Kyoto, dan juga terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Jika sedang berlangsung persiapan festival atau ritual Shinto, ikutilah petunjuk masuk dan arahan petugas, serta dahulukan para peziarah.
Kiat agar wisata sehari dari Tokyo terasa nyaman
Saitama memiliki beberapa jalur kereta api, dan stasiun keberangkatan serta cara berpindah kereta sangat berbeda tergantung tujuan.
Dengan tidak menjejalkan terlalu banyak dalam satu hari dan tinggal di kawasan yang sama, kamu bisa bergerak dengan tenang bahkan di tempat yang pertama kali kamu kunjungi.
Batasi tujuan pada satu kawasan
Kawagoe, Omiya, Tokorozawa·Hanno, Nagatoro·Chichibu, dan Satte masing-masing terletak di arah yang berbeda.
Sementara ada kereta yang mencapai Kawagoe·Omiya dari dalam Tokyo dalam sekitar 30 menit, ke arah Nagatoro·Chichibu, tergantung titik keberangkatan dan keretanya, sekali jalan diperkirakan sekitar satu setengah jam hingga lebih dari dua jam.
Daripada memaksakan diri melintasi kawasan yang berbeda, untuk wisata sehari lebih cocok menetapkan satu tujuan utama lalu menambahkan makan dan jalan-jalan di sekitarnya.
Periksa informasi operasional hari itu di situs resmi
Museum, taman bertema, pameran khusus, dan program pengalaman kadang mengubah hari tutup atau cara penggunaannya.
Museum Kereta Api tutup setiap hari Selasa dan pada akhir dan awal tahun, sedangkan Museum Bonsai Omiya pada dasarnya tutup pada hari Kamis (buka pada hari libur nasional) dan pada akhir dan awal tahun; perhatikan pula bahwa hari libur tetap tiap fasilitas berbeda-beda.
Bahkan untuk wisata alam, kondisi hal-hal seperti mekarnya bunga, susur sungai, dan kereta gantung pun berubah, jadi periksalah informasi resmi sebelum berangkat.
Gunakan kartu IC transportasi dan uang tunai sesuai kebutuhan
Pada kereta dan bus utama, kartu IC transportasi memang praktis, tetapi di toko-toko kecil atau di loket pemberian jimat kuil dan sanktuari, metode pembayaran bisa terbatas.
Menyiapkan sedikit uang tunai juga membantumu agar tidak kalang kabut saat jajan sambil berjalan atau memilih jimat keberuntungan (omamori).
Rangkuman|Nikmati perjalanan singkat di tempat-tempat wisata sehari Saitama
Saitama memiliki beragam tempat wisata sehari—deretan kota bersejarah di Kawagoe, kereta api dan bonsai di Omiya, pengalaman budaya di Hanno dan Tokorozawa, serta alam dan keimanan di Nagatoro·Chichibu.
Dalam perjalanan singkat dari Tokyo, membatasi tujuan pada satu kawasan dan memilih tempat-tempat berminat serupa di dalam kawasan yang sama membuatmu tidak dikejar-kejar oleh perjalanan.
Informasi operasional, pameran, kondisi bunga, dan panduan transportasi berbeda menurut fasilitas dan waktunya, jadi periksalah situs resmi sebelum berkunjung, dan nikmatilah sambil memperhatikan kehidupan warga setempat dan para peziarah.






Ulasan (0)