Tips Memilih Tempat Wisata Tersembunyi di Saitama
Tempat wisata tersembunyi yang direkomendasikan di Saitama tersebar di seluruh prefektur, mulai dari satoyama yang mudah dijangkau dengan sedikit perjalanan tambahan dari pusat Tokyo hingga ngarai dan makam kuno di Chichibu serta bagian utara prefektur, dengan lanskap dan budaya yang berbeda-beda.
Ketika ingin menghindari keramaian, daripada berfokus pada satu tempat terkenal, pilihlah kawasan menurut tujuan perjalanan agar Anda lebih mudah menikmati waktu dengan tenang.
Kunjungi pegunungan dan ngarai untuk menikmati alam dalam ketenangan
Tempat-tempat alam di Hannō, Ogose, Ranzan, Yokoze, dan Kamikawa cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan hutan dan sungai.
Namun, jumlah pengunjung dapat bertambah saat daun musim gugur atau bunga sedang berada pada waktu terbaik maupun ketika ada acara lokal, jadi periksa kondisi setempat melalui pengumuman resmi sebelum berangkat.
Kunjungi makam kuno, kuil, dan kediaman untuk memahami sejarah lebih dalam
Di Saitama, Anda dapat membandingkan budaya dari berbagai zaman dalam satu perjalanan, mulai dari sistem pemakaman kuno, hutan di kompleks kuil Zen, hingga arsitektur Jepang modern.
Fasilitas pameran dan area kunjungan memiliki aturan mengenai hari tutup, penerimaan pengunjung, dan fotografi, jadi utamakan panduan pada hari kunjungan.
“Tersembunyi” tidak menjamin tempat selalu sepi
Tempat-tempat dalam artikel ini dipilih karena memiliki daya tarik yang berbeda dari destinasi wisata utama Saitama.
Tempat tersebut juga dapat ramai menurut musim atau hari, sehingga penting untuk berangkat lebih awal, menghindari musim sibuk, dan menyiapkan beberapa pilihan.
Daftar 10 Tempat Wisata Tersembunyi yang Direkomendasikan di Saitama
Alam, sejarah, dan arsitektur masing-masing menghadirkan beragam pemandangan khas Saitama.
Tabel berikut merangkum keunikan setiap tempat dan tipe wisatawan yang sesuai.
Pilih Berdasarkan Lanskap dan Budaya
| Tempat | Daya Tarik Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Taman Hutan Anak Akebono Tove Jansson | Arsitektur bergaya Nordik | Arsitektur, wisata keluarga |
| Tiga Air Terjun Kuroyama | Air terjun dan kepercayaan gunung | Jalan-jalan di alam |
| Ngarai Ranzan | Aliran jernih dan formasi batu | Berjalan di tepi sungai |
| Yoshimi Hyakuana | Kelompok makam gua horizontal | Penggemar sejarah kuno |
| Taman Makam Kuno Sakitama | Makam kuno dan museum | Belajar sejarah |
| Kuil Heirin-ji | Kuil Zen dan hutan kompleks | Beribadah dengan tenang |
| Sawah Terasering Terasaka | Pedesaan dan Gunung Bukō | Fotografi satoyama |
| Taman Jōmine | Sakura musim dingin dan pemandangan danau | Bunga musiman |
| Museum Peringatan Tōyama | Kediaman Jepang dan seni | Menikmati arsitektur |
| Menuma Shōdenzan | Ukiran dan budaya kepercayaan | Arsitektur kuil |
Tempat Tersembunyi di Saitama untuk Menikmati Hutan dan Ngarai
Di tepi air dan hutan, bentuk alam serta perubahan musim itu sendiri, bukan penataan buatan, yang membentuk kesan perjalanan.
Siapkan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan perhatikan pijakan setelah hujan atau pada musim gugurnya daun.
1. Taman Hutan Anak Akebono Tove Jansson: Arsitektur Bernuansa Cerita
Taman kota ini berada di hutan Kota Hannō. Ruang tersebut lahir dari sepucuk surat yang dikirim seorang pegawai Kota Hannō kepada Tove Jansson, penulis Moomin.
Nama “Akebono” dipercaya berasal dari fosil gajah Akebono yang ditemukan di dekatnya, di sepanjang Sungai Iruma.
Bangunan yang memanfaatkan garis lengkung seperti “Rumah Jamur” dan “Teater Anak”, aliran kecil, kolam, serta pepohonan menyatu, sehingga bukan hanya anak-anak, tetapi orang dewasa yang menyukai arsitektur dan fotografi juga dapat berjalan santai.
Biaya masuk dan parkir sama-sama gratis; area taman dapat digunakan dari pukul 9 hingga 17, sedangkan hari buka berbeda menurut periode.
Tempat ini dapat ramai pada musim daun musim gugur, jadi jangan menguasai lokasi pemotretan terlalu lama dan saling berbagi dengan pengunjung lain.
2. Tiga Air Terjun Kuroyama: Pegunungan dengan Air Terjun dan Sejarah Shugendō
Tiga Air Terjun Kuroyama di Kota Ogose adalah tempat berpemandangan indah yang terdiri atas Odaki dengan tinggi jatuh sekitar 11 m, Medaki sekitar 5 m, dan Tengudaki yang agak terpisah dengan tinggi jatuh sekitar 14 m.
Tempat ini termasuk dalam Taman Alam Prefektur Kuroyama Saitama dan memiliki sejarah dibuka sebagai basis Shugendō pada periode Muromachi; memahami latar kepercayaan gunung akan mengubah cara Anda melihat lembah yang tenang.
Tempat ini dapat ramai pada akhir pekan atau musim tertentu, jadi hindari parkir di jalan dan gunakan transportasi umum atau lokasi parkir yang ditentukan.
3. Ngarai Ranzan: Berjalan di Sepanjang Aliran Jernih Tsukikawa dan Formasi Batu
Di sepanjang Sungai Tsukikawa yang mengalir melalui Kota Ranzan, Anda dapat melihat lanskap alami yang terbentuk dari formasi batu datar, hutan pinus merah, dan permukaan sungai.
Pada tahun ke-3 Shōwa (1928), doktor kehutanan Honda Seiroku mengunjungi tempat ini dan menamainya “Musashi Ranzan” karena lanskapnya mirip Arashiyama di Kyoto; nama itu kemudian juga menjadi asal nama kota.
Sungai ini juga memiliki bentuk unik berupa tikungan besar, sehingga Anda dapat menikmati perubahan pandangan sambil berjalan.
Dengan menghindari pertengahan November hingga awal Desember, saat daun musim gugur dapat dinikmati, serta hari acara, Anda akan lebih mudah memusatkan perhatian pada suara ngarai dan keberadaan pepohonan.
Tempat Wisata Tersembunyi untuk Mengenal Sejarah Kuno dan Budaya Zen
Tempat bersejarah di Saitama tidak hanya dipahami dengan melihat benda pameran; berjalan menyusuri bentuk alam dan hutan juga memperdalam pemahaman.
Di area perlindungan benda budaya, ikuti papan petunjuk, jangan menyentuh, dan jangan memasuki area terlarang.
4. Yoshimi Hyakuana: Kelompok Makam Gua di Permukaan Batu, Situs Bersejarah Nasional
Yoshimi Hyakuana di Kota Yoshimi adalah kelompok makam gua horizontal yang dibuat dari akhir hingga fase terminal periode Kofun (akhir abad ke-6 hingga paruh kedua abad ke-7), dan ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun ke-12 Taishō.
Sebanyak 219 lubang yang dapat dipastikan berjajar di lereng batu pasir tuf, menciptakan pemandangan unik yang memungkinkan Anda merasakan budaya pemakaman kuno secara tiga dimensi.
Di dalam area tumbuh lumut bercahaya yang ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional; tiket masuknya 300 yen untuk siswa sekolah menengah pertama ke atas dan 200 yen untuk siswa sekolah dasar.
Fotografi atau peliputan untuk tujuan komersial memerlukan prosedur, jadi jika mempertimbangkan pemotretan selain untuk perjalanan pribadi, periksa panduan resmi terlebih dahulu.
5. Taman Makam Kuno Sakitama: Berjalan Membandingkan Makam Besar di Situs Bersejarah Khusus
Taman Makam Kuno Sakitama di Kota Gyōda menghimpun makam kuno besar yang dibangun dari paruh kedua abad ke-5 hingga paruh pertama abad ke-7, sebanyak 9 makam, dan memungkinkan Anda mengunjungi situs serta ruang hijau yang ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Khusus Nasional pada tahun ke-2 Reiwa.
Museum Situs Bersejarah Sakitama Prefektur Saitama di dalam taman memamerkan bahan seperti pedang besi bertulisan tatahan emas, Harta Nasional yang digali dari Makam Kuno Inariyama, sehingga lebih mudah menghubungkan bentuk makam yang dilihat dari luar dengan arti benda temuan.
Nama tempat “Sakitama” dipercaya menjadi asal nama “Prefektur Saitama”, dan lokasi ini juga memiliki banyak hal menarik sebagai pintu masuk sejarah kawasan.
Berjalan di luar ruangan dan melihat pameran di dalam gedung membutuhkan waktu berbeda, jadi datanglah dengan waktu yang cukup, bukan menjelang tutup.
6. Kuil Heirin-ji: Kuil Zen di Tengah Hutan Monumen Alam Nasional
Heirin-ji di Kota Niiza adalah kuil Zen cabang Myōshin-ji dari aliran Rinzai, tempat hutan kompleks seluas sekitar 43 ha yang ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional berpadu dengan bangunan kuil.
Hutan tersebut ditetapkan pada tahun ke-43 Shōwa dan hingga kini mempertahankan jejak hutan campuran Musashino dengan pohon kunugi dan konara.
Kuil menghargai kegiatan beribadah dan berjalan dengan tenang, serta menerapkan pembatasan terperinci terhadap penggunaan peralatan fotografi, makan dan minum, serta pengambilan tumbuhan atau hewan di kompleks.
Biaya kunjungan adalah 500 yen untuk siswa sekolah menengah pertama ke atas dan 200 yen untuk siswa sekolah dasar. Daripada menjadikan fotografi sebagai tujuan utama, datanglah untuk merasakan gerbang dan udara hutan dengan tenang agar cara menikmati tempat ini sesuai dengan daya tariknya.
Tempat Tersembunyi untuk Menikmati Satoyama dan Pemandangan Musiman
Sawah, ladang, dan taman pegunungan tidak hanya ada untuk wisatawan, tetapi juga beririsan dengan pekerjaan pertanian serta kehidupan masyarakat.
Sambil menikmati pemandangan musiman, sangat penting untuk tidak memasuki lahan pribadi atau area kerja.
7. Sawah Terasering Terasaka: Lanskap Pedesaan dengan Gunung Bukō sebagai Latar
Sawah Terasering Terasaka di Kota Yokoze memiliki luas total sekitar 5,2 ha dan termasuk yang terbesar di Prefektur Saitama. Anda dapat melihat pemandangan satoyama yang berubah mengikuti pekerjaan pertanian, seperti permukaan air sawah, hijau tanaman padi, dan warna panen.
Karena Gunung Bukō, simbol Chichibu, terlihat di latar belakang, Anda dapat menikmati fotografi dengan komposisi luas yang mencakup gunung dan permukiman, bukan hanya sawah terasering.
Sekitar September, bulir padi berpadu dengan bunga lili laba-laba berwarna merah terang, dan “Festival Bunga Lili Laba-Laba Merah” diadakan pada musim mekarnya.
Berjalanlah hanya di jalur, jangan memasuki pematang sempit, dan mintalah izin kepada orang yang sedang bekerja sebelum memotretnya.
8. Taman Jōmine: Dataran Tinggi dengan Pemandangan Sakura Musim Dingin dan Danau Kanna
Taman Jōmine di Kota Kamikawa adalah taman alam yang memungkinkan Anda memandang kawasan Danau Kanna (Bendungan Shimokubo) dari lereng gunung pada ketinggian sekitar 500 m.
Sekitar 600 pohon sakura musim dingin mekar dari akhir Oktober hingga awal Desember; sekitar November, daun musim gugur dan bunga sakura kecil bertumpuk menciptakan nuansa musim yang unik.
Jumlah pengunjung dapat meningkat pada musim bunga. Jika mengutamakan ketenangan, jangan terpaku pada puncak mekarnya bunga dan pertimbangkan pula kehijauan dari musim semi hingga musim gugur.
Perbedaan pemandangan menurut musim dirangkum berdasarkan tujuan sebagai berikut.
| Musim | Pemandangan yang Diperhatikan | Tempat yang Sesuai |
|---|---|---|
| Musim semi | Daun muda dan bunga | Taman Jōmine, Tiga Air Terjun Kuroyama |
| Musim panas | Tepi air dan hijaunya sawah | Ngarai Ranzan, Sawah Terasering Terasaka |
| Musim gugur | Bulir padi dan daun musim gugur | Sawah Terasering Terasaka, Kuil Heirin-ji |
| Musim dingin | Sakura musim dingin dan hutan tenang | Taman Jōmine, Kuil Heirin-ji |
Tempat untuk Menikmati Arsitektur dan Budaya Kepercayaan dengan Tenang
Wisata di dalam ruangan dan kuil tidak mudah dipengaruhi cuaca, serta menarik karena dekorasi dan susunan ruang dapat diamati secara mendetail.
Perubahan pameran dan acara dapat mengubah ketentuan kunjungan, jadi periksa informasi resmi sebelum datang.
9. Museum Peringatan Tōyama: Kediaman Jepang di Pedesaan, Properti Budaya Penting Nasional
Di Museum Peringatan Tōyama di Kota Kawajima, Anda dapat menikmati Kediaman Tōyama yang berdiri di tengah pemandangan pedesaan dan koleksi seni serta kerajinan.
Kediaman ini diselesaikan untuk ibunya oleh Tōyama Motoichi, pendiri Nikko Securities, pada tahun ke-11 Shōwa (1936); 9 bangunan, termasuk sayap timur, tengah, dan barat, ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun ke-30 Heisei (2018).
Ketika berjalan dari gerbang nagayamon ke pintu masuk lalu mengalihkan pandangan ke koridor tatami, ruang duduk, langit-langit, dan perangkat pintu, Anda dapat melihat perubahan bahan serta ruang rumah Jepang dengan nuansa rumah petani kaya, shoin-zukuri, dan sukiya-zukuri.
Berbeda dari fasilitas wisata yang gemerlap, tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin melihat detail arsitektur dengan tenang.
10. Menuma Shōdenzan: Melihat dari Dekat Ukiran Berwarna-warni Harta Nasional
Di Menuma Shōdenzan, Kota Kumagaya, Anda dapat menikmati ukiran dan pewarnaan pada Kangi-in Shōdendō yang berstatus Harta Nasional.
Kuil ini bermula ketika Saitō Bettō Sanemori memuja Shōten pada tahun ke-3 Jishō (1179). Shōdendō menjadi bangunan pertama di Prefektur Saitama yang ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun ke-24 Heisei (2012), dan disebut pula “Nikkō dari Saitama” berkat dekorasinya yang mewah.
Dengan mencari satu per satu dekorasi berbentuk hewan, tumbuhan, dan manusia, Anda akan memahami bahwa arsitektur kuil bukan hanya ruang kepercayaan, tetapi juga tempat berhimpunnya kerajinan.
Kunjungan ke bangunan utama memiliki waktu penerimaan dan cara kunjungan yang ditentukan, jadi periksa panduan meskipun Anda hanya melihat kompleks.
Cara Merencanakan Wisata Saitama dengan Menghindari Keramaian
Untuk mengunjungi tempat tersembunyi dengan nyaman, penyusunan tanggal kunjungan dan sarana perjalanan lebih penting daripada pemilihan tempat itu sendiri.
Menyiapkan pilihan kedua di kawasan yang sama akan memberi ketenangan untuk mengubah rencana di lokasi.
Pilih Hari Kerja dan Musim Biasa untuk Menghindari Keramaian
Pada masa daun musim gugur, bunga, festival, dan pembukaan khusus, orang lebih mudah berkumpul dibandingkan biasanya.
Sesuaikan waktu dengan tujuan, misalnya sedikit menghindari puncak pemandangan, memilih hari tanpa acara, atau datang tepat setelah dibuka.
Gunakan Transportasi Umum dan Mobil Sesuai Lokasi
Kuil dan taman di perkotaan mudah dikunjungi dengan kereta serta bus, sedangkan di pegunungan Anda perlu memeriksa frekuensi layanan dan kondisi jalan.
Jika menggunakan mobil, jangan parkir di jalan atau lahan pribadi; gunakan tempat parkir yang ditunjukkan fasilitas atau pemerintah daerah.
Lihat Aturan di Lokasi Sebelum Memotret
Tripod, tongkat swafoto, pemotretan dengan kostum, dan fotografi komersial dapat dilarang atau memerlukan permohonan lebih dahulu, tergantung tempat.
Di lahan pertanian, utamakan agar tidak mengganggu pekerja; di kuil, jagalah ketenangan orang yang beribadah.
Ringkasan: Kunjungi Tempat Tersembunyi Saitama Menurut Kawasan dan Musim
Tempat wisata tersembunyi di Saitama memiliki beragam daya tarik yang sulit dirangkum dengan kata-kata singkat, mulai dari ngarai, sawah terasering, makam kuno, kuil Zen, hingga kediaman Jepang.
Ketika ingin menghindari keramaian, rencana yang efektif adalah tidak hanya berfokus pada waktu terbaik atau hari acara, tetapi mempersempit tujuan menurut kawasan.
Hari tutup, kunjungan, fotografi, pembatasan masuk, dan informasi transportasi dapat berubah; periksa panduan resmi setiap fasilitas dan pemerintah daerah sebelum berangkat, lalu nikmati perjalanan sambil menghormati kehidupan masyarakat serta benda budaya.





Ulasan (0)