Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Tsukiji Hongan-ji: Keindahan Arsitektur & Panduan Ziarah

Tsukiji Hongan-ji: Keindahan Arsitektur & Panduan Ziarah

Panduan Tsukiji Hongan-ji: sejarah, arsitektur unik, alur ziarah pemula, akses dari stasiun, spot utama, doa kepada Amida Buddha, dan tips kunjungan.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Singkat

Tsukiji Hongwanji adalah kuil Jodo Shinshu dengan bangunan utama bergaya arsitektur Buddha India kuno dan Asia. Daya tarik utamanya adalah bangunan utama berstatus warisan budaya penting, eksterior eksotis, dan Amida Nyorai sebagai simbol pemujaan.

Sorotan

Pipa organ dan kaca patri di paviliun utama, total 13 jenis patung hewan seperti singa, sapi, gajah, dan merak, serta warisan budaya penting yang ditetapkan tahun 2014 (paviliun utama, dinding batu Oya-ishi, tiang gerbang Sanmon).

Akses

Terhubung langsung dengan Pintu Keluar 1 Stasiun Tsukiji di Jalur Hibiya Tokyo Metro. Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Shintomicho, Higashi-Ginza, dan Tsukijishijo, serta dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari kawasan Ginza.

Jam Ziarah

6:00–16:00 (gerbang ditutup setelah ibadah sore selesai). Pukul 6 pagi tepat setelah pembukaan adalah waktu yang tenang untuk dilewati.

Perkiraan Waktu

Kunjungan kawasan kuil saja 30 menit–1 jam; jika termasuk Kafe Tsumugi dan toko buku yang menyertainya, 1–2 jam.

Kepadatan & Waktu yang Direkomendasikan

Akhir pekan/hari libur dan kombinasi dengan Pasar Luar Tsukiji cenderung membuat pagi hari padat oleh wisatawan. Pukul 6 pagi tepat setelah pembukaan atau menjelang akhir kunjungan sore adalah waktu yang tenang untuk berkeliling.

Pengalaman & Catatan

Anda dapat berziarah kepada Amida Nyorai, menikmati konser makan siang pada Jumat terakhir setiap bulan, dan mencari patung hewan. Berdasarkan ajaran Jodo Shinshu, tidak tersedia goshuin (cap kuil), jimat, atau omikuji (kertas ramalan).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Tokyo

Apa Itu Tsukiji Hongan-ji? Kuil Unik di Pusat Tokyo

Tsukiji Hongan-ji adalah kuil aliran Jōdo Shinshū Hongan-ji-ha (Buddhisme Tanah Murni) yang induknya adalah Nishi Hongan-ji di Kyoto.

Kuil ini awalnya didirikan pada tahun 1617 di dekat Asakusa, kemudian setelah terbakar habis akibat Kebakaran Besar Meireki pada 1657, kuil ini dibangun kembali di lokasinya saat ini yang diberikan oleh Keshogunan Edo.

Kemudian pada tahun 1923, bangunan utamanya kembali terbakar akibat kebakaran yang menyertai Gempa Besar Kantō, dan dibangun kembali pada tahun 1934 dengan rancangan dari Dr. Itō Chūta, seorang sejarawan arsitektur. Bangunan utama itulah yang masih berdiri hingga sekarang.

Nama "Tsukiji" sendiri berasal dari kata yang berarti "tanah reklamasi", merujuk pada wilayah ini yang dulunya merupakan hasil reklamasi laut.

Spot Foto dan Hal Wajib Dilihat di Tsukiji Hongan-ji

Eksterior yang Mengingatkan pada Arsitektur Buddhis Asia Kuno

Daya tarik utama Tsukiji Hongan-ji adalah eksteriornya yang sangat berbeda dari kuil-kuil Jepang pada umumnya.

Tsukiji Hongan-ji memiliki gaya bangunan yang meniru arsitektur Buddhis kuno dari Asia, termasuk India, dengan perpaduan elemen Jepang, Barat, dan Tiongkok yang menjadi ciri khasnya.

Sang arsitek, Dr. Itō Chūta, adalah seorang peneliti arsitektur yang melakukan studi di berbagai negara Asia. Pertemuannya dengan Ōtani Kōzui (kepala aliran Hongan-ji-ha saat itu yang menelusuri Jalur Sutra) juga menjadi latar belakang dari arsitektur unik ini.

Meskipun berfungsi sebagai kuil, lanskap yang terasa eksotis ini meninggalkan kesan kuat bahkan bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.

Interior Bangunan Utama dan Patung Hewan yang Menarik

Di dalam bangunan utama, terdapat patung Amida Nyorai (Buddha Amida) yang ditempatkan di tengah depan, mengikuti gaya tradisional kuil Shinshū.

Selain itu, terdapat banyak detail menarik seperti kaca patri di pintu masuk dan berbagai patung hewan di seluruh area kuil.

Mulai dari singa bersayap di depan bangunan utama, hingga sapi, kuda, gajah, merak, dan monyet, totalnya ada 13 jenis patung hewan yang tersebar di seluruh halaman kuil. Mencari satu per satu sambil berjalan menjadi cara seru menikmati kunjungan.

Selain itu, bangunan utama, dinding batu Ōya-ishi, serta tiang gerbang sanmon telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang pada tahun 2014.

Tips Berkunjung dan Beribadah di Tsukiji Hongan-ji

Tata Cara Sembahyang yang Mudah Diikuti Pemula

Jam buka bangunan utama untuk sembahyang adalah 06:00-16:00 (gerbang ditutup setelah ibadah sore selesai).

Saat sembahyang di hadapan Amida Nyorai, pengunjung dianjurkan untuk melafalkan "Namo Amida Butsu" sebagai mantra Nembutsu.

Patung Amida Nyorai yang berdiri tegak dipercaya melambangkan "wujud yang sedang datang untuk menyelamatkan setiap orang", sehingga memahami maknanya sebelum berdoa akan memperdalam pengalaman ibadah Anda.

Pembakaran dupa (shōkō) dilakukan dengan tata cara aliran Jōdo Shinshū Hongan-ji-ha, dan tersedia panduan ilustrasi di dalam bangunan utama.

Setelah sembahyang, pengunjung juga dapat memperoleh kartu kenangan ibadah.

Tidak Tersedia Omikuji dan Goshuin

Hal yang sering mengejutkan wisatawan yang berkeliling kuil di Jepang: Tsukiji Hongan-ji tidak menyediakan omikuji (ramalan kertas), goshuin (cap kunjungan kuil), maupun omamori (jimat).

Hal ini berdasarkan ajaran aliran Jōdo Shinshū, jadi sebaiknya ketahui terlebih dahulu agar tidak mencari-cari seperti di kuil pada umumnya.

Datang dengan niat untuk berdoa dengan tenang dan menikmati arsitektur serta suasananya akan membuat kunjungan terasa lebih nyaman.

Cara Menuju Tsukiji Hongan-ji dan Itinerary Singkat

Akses Mudah dari Stasiun, Bisa Mampir Singkat

Kemudahan aksesnya juga menjadi salah satu daya tarik Tsukiji Hongan-ji.

Kuil ini terhubung langsung dari Pintu Keluar 1 Stasiun Tsukiji di jalur Tokyo Metro Hibiya. Selain itu, dari Pintu Keluar 4 Stasiun Shintomichō di jalur Yurakucho, Pintu Keluar 5 Stasiun Higashi-Ginza di jalur Toei Asakusa, dan Pintu Keluar A1 Stasiun Tsukiji-Shijō di jalur Toei Ōedo, semuanya dapat dicapai dengan jalan kaki sekitar 5 menit.

Lokasinya berada di 3-15-1 Tsukiji, Chūō-ku, Tokyo, dan dapat dijangkau dengan jalan kaki dari area Ginza, sehingga mudah dimasukkan dalam itinerary wisata Tokyo Anda.

Urutan Kunjungan: Eksterior, Bangunan Utama, lalu Fasilitas Sekitar

Untuk kunjungan pertama, urutan yang direkomendasikan adalah melihat eksteriornya terlebih dahulu, masuk ke bangunan utama, lalu lanjut ke pusat informasi dan fasilitas sekitarnya. Cara ini akan membantu Anda menangkap keseluruhan kuil dengan lebih baik.

Untuk berkeliling kompleks kuil saja membutuhkan sekitar 30 menit hingga 1 jam, dan jika ingin menikmati kafe serta toko buku, sebaiknya luangkan waktu sekitar 1-2 jam.

Perlu diketahui, terkadang ada pembatasan jalur atau perubahan fasilitas akibat pekerjaan pemeliharaan dan renovasi.

Sebaiknya periksa pengumuman terbaru sebelum berkunjung untuk memastikan kelancaran perjalanan Anda.

Restoran Dekat dan Fasilitas yang Bisa Disinggahi Setelah Sembahyang

Kafe Tsumugi

Di dalam pusat informasi terdapat Tsukiji Hongan-ji Cafe Tsumugi, yang buka pukul 08:00-18:00. Sarapan umumnya disajikan pukul 08:00-10:30.

Menu andalannya adalah "18 Hin no Asagohan" (sarapan 18 jenis hidangan) yang jumlahnya terbatas. Karena bisa habis sebelum pukul 10:30, jika ingin lebih berpeluang mencicipinya, disarankan untuk memesan terlebih dahulu.

Selain sarapan dan makan siang, tersedia juga teh hijau Jepang, hidangan penutup tradisional Jepang, dan minuman beralkohol, sehingga sangat cocok untuk beristirahat setelah sembahyang.

Organ Pipa dan Suasana Halaman Kuil yang Berkesan

Bangunan utama dilengkapi dengan organ pipa besar yang dimainkan saat upacara dan pernikahan. Anda juga bisa menikmati alunannya saat konser makan siang (Lunchtime Concert) yang diadakan pada Jumat terakhir setiap bulan.

Kaca patri di pintu masuk bangunan utama serta perburuan patung-patung hewan tersembunyi akan menghadirkan pengalaman ibadah yang unik. Anda bisa merasakan perpaduan unsur arsitektur Asia dan musik Barat di sebuah kuil Jepang, yang jarang ditemukan.

Daripada hanya berdoa, luangkan waktu untuk menikmati detail arsitektur, patung-patung hewan, dan suasana halaman kuil. Dengan begitu, keunikan Tsukiji Hongan-ji akan terasa lebih mendalam.

Tips Perjalanan Sebelum Mengunjungi Tsukiji Hongan-ji

Pakaian, Tata Krama, dan Aturan Foto

Bangunan utama adalah tempat ibadah, jadi hindari pakaian yang terlalu terbuka dan tetap tenang saat berada di dalam.

Selama upacara berlangsung, hindari berbicara atau berpindah-pindah, dan berdoalah di posisi yang tidak mengganggu pengunjung lain.

Untuk pengambilan foto di dalam bangunan utama, hindari memotret langsung patung utama atau saat upacara berlangsung. Ikuti petunjuk yang tertera di lokasi sebagai bentuk tata krama.

Tips Menghindari Keramaian dan Waktu Terbaik Berkunjung

Tsukiji Hongan-ji ramai dikunjungi sepanjang tahun, terutama pada akhir pekan, hari libur, dan pagi hari saat banyak wisatawan menggabungkan kunjungan dengan Pasar Luar Tsukiji (Tsukiji Outer Market).

Bagi yang ingin sembahyang dengan tenang, datang sekitar pukul 06:00 setelah gerbang dibuka, atau menjelang penutupan sore hari, lebih kondusif untuk menikmati suasana yang lebih hening.

Bagi yang ingin menikmati sarapan di Kafe Tsumugi, sebaiknya pesan tempat di muka atau datang tepat saat kafe buka untuk pengalaman yang lebih lancar.

Kesimpulan

Tsukiji Hongan-ji adalah kuil yang menyatukan sejarah, keindahan arsitektur unik, dan pengalaman beribadah yang tenang, di tengah pusat kota Tokyo.

Akses mudah dari stasiun membuatnya ramah untuk kunjungan pertama, namun ada beberapa hal yang berbeda dari kuil dan tempat ibadah pada umumnya.

Sebelum berkunjung, periksalah jam buka dan informasi terbaru tentang area sekitar kuil. Lalu, nikmati keindahan arsitektur dan suasana sakral bangunan utamanya dengan tenang dan tidak terburu-buru.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tsukiji Hongwanji adalah kuil Jodo Shinshu Honganji-ha yang berlokasi di Chuo-ku, Tokyo. Kuil ini menjadikan Nishi Honganji di Kyoto sebagai kuil pusatnya dan didirikan pada tahun 1617 di dekat Asakusa. Bangunan utamanya saat ini memiliki tampilan yang mengingatkan pada arsitektur Buddha Asia kuno seperti India, dan menjadi salah satu bangunan paling berkesan di antara kuil-kuil Tokyo.
A. Bangunan utama terlihat bergaya India karena perancangnya, Ito Chuta, ingin menampilkan asal-usul masuknya agama Buddha melalui arsitektur. Bangunan utama saat ini dibangun kembali pada tahun 1934 dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 2014. Pengunjung yang membayangkan kuil bergaya Jepang akan semakin terkejut dengan perbedaan tampilan luar dan dalamnya.
A. Jam kunjungan bangunan utama Tsukiji Hongwanji adalah 6:00–16:00 dan tidak dipungut biaya. Buka setiap hari sehingga mudah dikunjungi, dan pagi hari relatif tenang untuk melihat bangunan utama. Untuk memotret eksteriornya, berdiri di sekitar tengah halaman akan memudahkan menangkap atap dan tiang bergaya Asia kuno secara utuh.
A. Tsukiji Hongwanji terhubung langsung dengan pintu keluar 1 Stasiun Tsukiji Tokyo Metro Hibiya Line. Stasiun lain yang juga berada dalam jarak berjalan kaki adalah Stasiun Shintomicho (Yurakucho Line), Stasiun Higashi-Ginza (Toei Asakusa Line), dan Stasiun Tsukijishijo (Oedo Line). Jika ingin berkeliling bersama Ginza dan Pasar Luar Tsukiji, menggunakan kereta lebih mudah mengatur rute daripada parkir mobil.
A. Daya tariknya antara lain kaca patri di bangunan utama, organ pipa, dan patung hewan di area kuil. Total ada 13 jenis patung hewan seperti singa bersayap, gajah, sapi, kera, dan merak yang diletakkan tersembunyi. Karena ada juga di sekitar tangga dan dekat atap, perhatikan langkah saat naik turun sambil sesekali mengarahkan pandangan ke atas.
A. Tsukiji Hongwanji tidak menyediakan goshuin (tulisan tinta sebagai kenang-kenangan kunjungan), omamori, atau omikuji. Hal ini sesuai dengan ajaran Jodo Shinshu, dan pengunjung pertama kali sering merasa bingung tentang hal ini. Sebagai gantinya, setelah berdoa di bangunan utama Anda dapat membawa pulang kartu peringatan kunjungan yang bisa menjadi kenang-kenangan perjalanan.
A. Di Jodo Shinshu, dasarnya adalah merangkapkan tangan (gassho) sambil mengucapkan "なもあみだぶつ" (Namo Amida Butsu, doa kepada Buddha Amida). Saat shoko, ambil dupa satu kali tanpa mengangkatnya ke dahi dan langsung masukkan ke pedupaan. Tepuk tangan seperti di kuil Shinto tidak diperlukan, dan Anda cukup melakukannya dengan tenang sambil melihat panduan di dalam bangunan utama, sehingga mudah dijelaskan kepada wisatawan asing pemula.
A. Di Tsukiji Hongwanji diadakan konser tengah hari sesuai jadwal resmi. Ini adalah kesempatan berharga untuk mendengarkan suara organ pipa di bangunan utama, dan ada juga sesi yang menggabungkan ceramah dharma dengan pertunjukan musik. Jika ingin duduk dan mendengarkan, masuklah ke bangunan utama sebelum acara dimulai dan rapikan barang bawaan agar lebih nyaman.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.