Cara Memilih Tempat Wisata Musim Panas yang Direkomendasikan di Hiroshima
Prefektur Hiroshima membentang luas dari timur ke barat, jadi daripada menjejalkan tempat-tempat yang berjauhan dalam satu hari, menentukan tujuan per kawasan akan membuat Anda menikmatinya dengan lebih tenang.
Berjalan menyusuri ngarai, berkeliling pulau, menginap di tepi laut, dan menikmati panorama gunung memerlukan persiapan yang berbeda-beda, jadi jadikan bukan hanya pemandangan, tetapi juga cara berpindah dan kondisi fisik sebagai tolok ukur.
Kami telah merangkum perbedaan 10 tempat yang direkomendasikan di musim panas berdasarkan pemandangan dan jenis wisatawan yang cocok.
| Tempat | Pemandangan Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Ngarai Sandankyo | Sungai jernih dan tebing batu | Pejalan serius |
| Ngarai Taishakukyo | Ngarai dan jembatan alami | Penyuka bentang alam |
| Ngarai Nabarakyo | Air jernih dan batu unik | Penyuka jalan santai yang tenang |
| Taman Hutan Mikumarikyo | Air terjun dan hutan | Penjelajah pinggiran kota |
| Pulau Okunoshima | Pulau dan pesisir | Pencinta binatang |
| Pulau Sensuijima | Garis pantai pulau | Penyuka perjalanan kapal |
| Motoujina | Hutan dan pesisir alami | Kunjungan singkat |
| Kenmin-no-Hama | Pantai berpasir dan panorama gugusan pulau | Penyuka bermain di laut |
| Gunung Noro | Dataran tinggi dan panorama | Penyuka berkendara |
| Gunung Misen | Hutan dan batu raksasa | Penyuka mendaki gunung |
Ngarai: Utamakan Kondisi Jalan Kaki dan Cuaca
Di ngarai Anda bisa menikmati suara air dan naungan pepohonan, tetapi setelah hujan perlu waspada terhadap air yang meninggi, batu jatuh, dan jalan yang berlumpur.
Ketersediaan jalur pejalan kaki dan perahu penyeberangan bisa berubah, jadi periksa panduan dari pemerintah daerah atau asosiasi pariwisata sebelum berangkat.
Pulau dan Tepi Laut: Periksa Jadwal Kapal dan Informasi Berenang
Dalam perjalanan ke pulau, kondisi operasional kapal memengaruhi seluruh rencana perjalanan, jadi lebih tenang bila Anda memeriksa bukan hanya keberangkatan, tetapi juga informasi perjalanan pulang.
Jika hendak masuk ke laut, pastikan status pembukaan, sistem pengawasan, cuaca, dan kondisi ombak melalui informasi resmi setempat.
Gunung dan Dataran Tinggi: Pilih Cara Menikmati yang Sesuai Kondisi Fisik
Wisata yang berpusat pada menara pandang dan pendakian gunung sangat berbeda dalam hal sepatu, minuman, dan waktu yang dibutuhkan.
Meski di musim panas, sinar matahari tetap kuat, jadi meski di tempat yang tinggi pun siapkan topi dan air, dan bergeraklah dalam batas yang tidak memaksakan diri.
4 Ngarai di Hiroshima untuk Menikmati Air Jernih dan Naungan Pepohonan
Bagi yang ingin menikmati pemandangan tepi sungai, kawasan ngarai dengan tebing batu, air terjun, dan hutan yang menyambung sangat cocok.
Ada tempat dengan pijakan yang tidak stabil, jadi penting untuk memilih sepatu antiselip alih-alih sandal untuk jalan-jalan di kota.
1. Ngarai Sandankyo (Sandan-kyō)|Tempat Pemandangan Indah Khusus dengan Hijau Pekat dan Sungai yang Menyambung
Ngarai Sandankyo di Akiota adalah ngarai sepanjang sekitar 16km yang ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah Khusus tingkat nasional, tempat tebing batu curam, aliran air jernih, air terjun, dan lubuk membentuk pemandangan yang kaya variasi.
Kawasan ini termasuk dalam Taman Semi-Nasional Nishi-Chūgoku Sanchi, dan di Kurobuchi serta Sarutobi Anda bisa menikmati perahu penyeberangan pada hari operasional.
Perahu penyeberangan biasanya beroperasi dari akhir April hingga akhir November setiap tahun, tetapi syarat operasionalnya berbeda-beda menurut hari, cuaca, dan kondisi air yang meninggi, jadi tentukan rute sesuai kondisi fisik Anda dan periksa panduan jalur serta perahu penyeberangan sebelum berkunjung.
2. Ngarai Taishakukyo (Taishaku-kyō)|Menyusuri Bentang Alam Karst dan Jembatan Onbashi
Ngarai Taishakukyo yang membentang antara Kota Shōbara dan Jinsekikōgen memiliki ciri khas pemandangan ngarai karst sepanjang sekitar 18km yang terbentuk dari batu kapur selama waktu yang sangat lama.
Kawasan ini dikenal sebagai tempat pemandangan utama Taman Semi-Nasional Hiba-Dōgo-Taishaku.
Di Kamitaishaku Anda bisa berjalan menyusuri sungai sambil mengamati bentang alam yang diciptakan alam, seperti Onbashi, jembatan alami sepanjang sekitar 90m, lebar sekitar 18m, dan tinggi sekitar 40m dari dasar sungai.
Onbashi ditetapkan sebagai Monumen Alam tingkat nasional pada tahun 1987 dan diperkenalkan sebagai jembatan alami dari batu kapur yang mewakili Jepang dan langka di dunia.
3. Ngarai Nabarakyo (Nabara-kyō)|Taman Alam yang Dikelilingi Air Jernih dan Batu Unik
Taman Alam Provinsi Nabarakyo di Distrik Asakita, Kota Hiroshima, menyuguhkan pemandangan air jernih dan bebatuan yang menyambung, sehingga Anda bisa menghabiskan waktu tenang yang berbeda dari wisata kota.
Anda bisa berjalan sambil merasakan suara air dan naungan pepohonan, tetapi saat hujan atau setelah hujan lebat, utamakan kondisi sungai dan jangan memaksakan diri masuk terlalu dalam.
4. Taman Hutan Mikumarikyo (Mikumari-kyō)|Menyusuri Air Terjun dan Hutan di Dekat Kota Hiroshima
Taman Hutan Mikumarikyo di Fuchū adalah taman rimbun yang memanfaatkan ngarai alami, tempat Anda bisa berjalan sambil memadukan air terjun, hutan, dan panorama.
Tempat ini mudah dipilih bagi yang ingin menjangkau alam dari sekitar Kota Hiroshima, dan pada hari dengan cuaca tidak menentu periksalah panduan resmi seperti penutupan sementara.
4 Tempat di Pulau dan Tepi Laut untuk Menikmati Pemandangan Laut Pedalaman Seto
Laut Hiroshima memiliki ciri khas keindahan gugusan pulau yang bertumpuk dan nuansa perjalanan saat menyeberang dengan kapal dari pelabuhan.
Tanpa membatasi diri hanya pada berenang di laut, jika Anda menjadikan jalan-jalan di pesisir, pengamatan alam, dan pemandangan dari atas kapal sebagai tujuan, beragam wisatawan bisa merasakan nuansa musim panas.
5. Pulau Okunoshima (Ōkunoshima)|Pulau untuk Mengamati Alam Pesisir dan Kelinci secara Bertanggung Jawab
Pulau Okunoshima di lepas pantai Kota Takehara adalah pulau kecil dengan keliling sekitar 4km, termasuk dalam Taman Nasional Setonaikai (Setonaikai National Park), tempat Anda bisa sekaligus mengelilingi pemandangan pesisir, jalan-jalan di pulau, dan situs yang berkaitan dengan sejarah.
Di pulau ini hidup banyak kelinci liar, dan masih tersisa pula situs perang seperti bekas gudang penyimpanan gas beracun.
Jangan menggendong atau mengejar kelinci, patuhi aturan untuk tidak memberi makan di jalan, dan periksa juga informasi operasional kapal.
6. Pulau Sensuijima (Sensui-jima)|Pulau Kaya Alam yang Diseberangi dari Tomonoura
Pulau Sensuijima di Kota Fukuyama adalah pulau yang mengapung di lepas pantai Tomonoura; jaraknya dekat, hanya sekitar 5 menit dengan perahu penyeberangan, dan merupakan salah satu tempat pemandangan yang mewakili Taman Nasional Setonaikai.
Sambil berjalan menyusuri garis pantai dan hutan, Anda bisa menjumpai pemandangan geologis khas pulau, seperti Goshikiiwa (Goshiki-iwa), tempat batu berwarna biru, merah, kuning, putih, dan hitam menyambung sepanjang lebih dari 200m.
7. Motoujina|Mengamati Hutan dan Pesisir Alami di Dekat Pusat Kota
Di Motoujina, Distrik Minami, Kota Hiroshima, masih tersisa hutan purba dan pesisir alami Taman Nasional Setonaikai, tempat Anda bisa mengamati pepohonan, makhluk laut di pesisir, dan lapisan tanah.
Tempat ini relatif dekat dari pusat Kota Hiroshima sehingga mudah dipilih di sela-sela wisata kota, tetapi di area berbatu jangan terlalu mendekati laut dan berjalanlah dengan sepatu antiselip.
8. Kenmin-no-Hama|Menikmati Pantai Berpasir dan Keindahan Gugusan Pulau Laut Pedalaman Seto
Kenmin-no-Hama di Kamagari, Kota Kure, adalah kawasan tempat gugusan pulau Laut Pedalaman Seto terbentang di depan pantai berpasir; kawasan ini terpilih dalam 100 pantai terbaik Jepang dan 100 pantai berenang terbaik, serta memungkinkan Anda menikmati kunjungan tepi laut dan aktivitas bahari.
Selain berenang di laut, Anda juga bisa mencoba kayak laut dan SUP, dan orang yang tidak berenang pun bisa menikmati jalan-jalan, tetapi untuk berenang dan aktivitas, periksa status penyelenggaraan dan perlu tidaknya reservasi di situs web resmi.
2 Tempat untuk Menikmati Pemandangan Dataran Tinggi dan Berjalan di Gunung
Jika Anda mencari keluasan yang berbeda dari laut atau ngarai, Anda bisa menjadikan dataran tinggi yang menghadap Laut Pedalaman Seto, atau gunung dengan hutan dan batu raksasa yang menyambung, sebagai pilihan.
Di gunung cuaca mudah berubah, jadi rencana tindakan agar bisa kembali sebelum matahari terbenam dan air yang cukup mutlak diperlukan.
9. Gunung Noro (Noro-san)|Memandang Gugusan Pulau Laut Pedalaman Seto dari Dataran Tinggi
Gunung Noro di Kota Kure setinggi 839m, terletak di Taman Nasional Setonaikai, dan dari jalur pejalan kaki di dataran tinggi serta titik pandang seperti menara pandang Kabutoiwa (Kabutoiwa Observatory) Anda bisa memandang keindahan gugusan pulau.
Tempat ini juga cocok untuk perjalanan berkendara yang tidak bertujuan mendaki, dan pada hari berkabut atau hujan Anda bisa mengalihkan tujuan ke tumbuhan dataran tinggi atau jalan santai yang tenang.
10. Gunung Misen (Misen)|Menyentuh Hutan dan Batu Raksasa Miyajima
Di Gunung Misen (535m) di Miyajima masih tersisa vegetasi yang beragam, dan hutan purba Misen yang membentang di belakang Kuil Itsukushima (Itsukushima Shrine) termasuk dalam kawasan Warisan Dunia yang terdaftar pada tahun 1996.
Hutan, batu raksasa, serta kuil dan wihara menyambung, tetapi di musim panas penting untuk memeriksa kondisi tubuh dan perlengkapan, serta tidak memaksakan diri mencapai puncak.
Pakaian dan Langkah Keamanan yang Berguna untuk Wisata Alam Musim Panas
Musim panas Hiroshima, selain persiapan menghadapi sinar matahari dan kelembapan, juga memerlukan persiapan yang mempertimbangkan licinnya ngarai, perubahan cuaca gunung, dan pantulan cahaya di tepi laut.
Meski terlihat berpakaian ringan, sepatu dan minuman menjadi perlengkapan penting untuk menikmati pemandangan.
Kami membagi hal yang perlu diperhatikan di tiap tempat menjadi hal yang sebaiknya dilakukan dan hal yang sebaiknya dihindari.
| Situasi | Yang Sebaiknya Dilakukan | Yang Sebaiknya Dihindari |
|---|---|---|
| Sinar matahari kuat | Topi dan air | Terpapar langsung dalam waktu lama |
| Jalan ngarai | Sepatu antiselip | Berjalan dengan sandal |
| Hujan mendadak | Segera kembali | Mendekati sungai |
| Bebatuan pantai | Periksa ketinggian pasang | Berlari di batu basah |
| Dekat binatang | Jaga jarak | Mengejar atau menggendong |
Beristirahat Sebelum Merasa Kepanasan
Minumlah air sedikit demi sedikit sejak sebelum merasa haus, dan masukkan waktu istirahat di tempat teduh atau di dalam ruangan ke dalam rencana.
Jika merasa pusing, sangat lelah, atau sakit kepala, hentikan wisata dan pindah ke tempat yang sejuk.
Di Ngarai dan Pesisir, Utamakan Pijakan Kaki
Jalan papan kayu yang basah, batu, dan batu berpasir mudah membuat terpeleset, jadi bahkan saat mengambil foto pun periksa dulu posisi berdiri Anda.
Jangan melewati tanda larangan masuk atau pagar, dan jangan berpindah ke tempat berbahaya hanya demi melihat pemandangan.
Siapkan Langkah Menghadapi Serangga dan Tumbuhan
Di hutan, mengurangi bagian kulit yang terbuka dan menggunakan penangkal serangga membuat berjalan lebih nyaman.
Jangan menyentuh tumbuhan atau binatang liar yang tidak dikenal, dan membawa pulang makanan serta sampah Anda turut menjaga kelestarian lingkungan alam.
Periksa Informasi Bencana dan Panduan Resmi Fasilitas
Akibat hujan lebat, angin kencang, ombak tinggi, batu jatuh, dan sebagainya, kondisi jalan, kapal, jalur pejalan kaki, dan kereta gantung bisa berubah.
Periksa informasi resmi baik pada hari sebelumnya maupun pada hari itu, dan menyiapkan satu tempat alternatif akan memudahkan Anda menyesuaikan rencana perjalanan.
Transportasi dan Aturan Setempat yang Ingin Diperiksa dalam Rencana Perjalanan
Tempat wisata alam bisa memiliki frekuensi transportasi dan layanan setempat yang lebih terbatas dibandingkan fasilitas di kota, jadi pemeriksaan lebih awal menentukan kenyamanan perjalanan.
Jangan menilai hanya dari kedekatan di peta, tetapi jadikan operator transportasi yang benar-benar Anda gunakan dan panduan tiap fasilitas sebagai acuan.
Perjalanan ke Pulau dengan Kapal, Tentukan dari Perjalanan Pulang
Di Okunoshima dan Sensuijima, periksa secara berurutan perjalanan menuju pelabuhan, lokasi naik kapal, dan status operasional.
Pertimbangkan pula perubahan akibat cuaca, dan penting untuk tidak menjejalkan terlalu banyak jadwal di dalam pulau.
Ngarai dan Gunung, Tinjau Ulang Informasi Jalur pada Hari Itu
Jalur pejalan kaki bisa berubah cakupan penggunaannya akibat pohon tumbang, air meninggi, pekerjaan konstruksi, dan sebagainya, jadi jangan hanya mengandalkan catatan perjalanan atau peta lama.
Bila papan penunjuk setempat dan panduan pengelola berbeda dengan informasi daring, utamakan petunjuk di lokasi.
Wisatawan ke Jepang Perlu Menyiapkan Sarana Komunikasi dan Penulisan Nama Tempat
Jika Anda menyimpan nama Jepang tujuan, stasiun atau pelabuhan terdekat, dan kontak penginapan di layar, Anda tetap bisa memeriksanya bahkan di tempat dengan komunikasi yang tidak stabil.
Selain aplikasi penerjemah, membawa peta sederhana membantu Anda memeriksa jalur pejalan kaki yang banyak percabangannya dan halte bus.
Rangkuman|Di Musim Panas, Pilih Laut, Ngarai, dan Dataran Tinggi Hiroshima Tanpa Memaksakan Diri
Tempat wisata musim panas yang direkomendasikan di Hiroshima memungkinkan Anda memilih jenis alam yang berbeda-beda, seperti ngarai Sandankyo dan Taishakukyo, pemandangan pulau Okunoshima dan Sensuijima, tepi laut Kenmin-no-Hama, serta hutan Gunung Noro dan Gunung Misen.
Alih-alih hanya mengharapkan kesejukan, penting untuk bersiap menghadapi sinar matahari, hujan, pijakan, dan kondisi lalu lintas, lalu memadukan tempat yang sesuai dengan kondisi fisik dan rencana perjalanan Anda sendiri.
Sambil memeriksa informasi resmi tentang jalur, operasional kapal, dan penggunaan, nikmatilah perlahan pemandangan Laut Pedalaman Seto dan Pegunungan Chūgoku.





Ulasan (0)