Poin dalam memilih 10 spot pemandangan terbaik Hiroshima
Jika kamu menentukan dulu pemandangan yang ingin dilihat, akan lebih mudah menyusun rencana perjalanan yang tidak memaksakan diri, bahkan di prefektur yang luas sekalipun.
Pemandangan tepi laut, perjalanan ke pulau, panorama dari puncak gunung, dan menyusuri ngarai membutuhkan pakaian dan moda transportasi yang berbeda, jadi penting untuk tidak menjejalkan terlalu banyak dalam satu hari.
Pilih pemandangan favoritmu dari laut, pulau, atau gunung
Bagi yang ingin melihat pemandangan ikonik pada perjalanan pertama ke Hiroshima, Miyajima sangat cocok; sedangkan bagi yang ingin berjalan sambil menikmati suasana kota pelabuhan, Tomonoura dan Onomichi lebih pas.
Yang ingin berjalan di tengah alam bisa memilih Ngarai Sandankyo (Sandan-kyo) dan Taishakukyo (Taishaku-kyo), sementara yang ingin memandang kota dan laut dari ketinggian dapat mempertimbangkan Gunung Haigamine dan Gunung Noro (Norosan).
Membandingkan tipe pemandangan dari semua spot
Tabel berikut merangkum secara singkat pemandangan, wilayah, dan tipe wisatawan yang cocok untuk setiap spot pemandangan.
| Spot | Pemandangan | Wilayah | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Miyajima dan Kuil Itsukushima | Kuil dan laut | Kota Hatsukaichi | Wisatawan yang pertama kali ke Hiroshima |
| Gunung Misen | Pulau dan gunung | Kota Hatsukaichi | Penyuka jalan-jalan alam |
| Tomonoura | Pelabuhan dan pulau | Kota Fukuyama | Penyuka jalan-jalan kota |
| Taman Senkoji | Selat Onomichi | Kota Onomichi | Penyuka pemandangan kota |
| Okunoshima | Pulau dan senja | Kota Takehara | Penyuka wisata pulau |
| Gunung Fudekage dan Ryuo | Keindahan gugusan pulau | Kota Mihara | Penyuka pemandangan |
| Taishakukyo | Ngarai dan danau | Kota Shobara dan Jinsekikogen | Penyuka bentang alam |
| Sandankyo | Air terjun dan aliran sungai | Kota Akiota | Penyuka mendaki |
| Haigamine | Pelabuhan dan pemandangan malam | Kota Kure | Penyuka pemandangan malam |
| Gunung Noro | Pemandangan laut dari puncak | Kota Kure | Penyuka berkendara |
Kelompokkan cakupan perjalanan menurut wilayah
Menggabungkan wilayah yang berdekatan—seperti Miyajima dengan sekitar kota Hiroshima, Onomichi dengan Tomonoura, Mihara dengan Takehara, gunung-gunung Kure, serta sekitar Shobara dengan Jinsekikogen—akan membantu mengurangi beban perjalanan.
Karena ada tempat yang mudah dikunjungi hanya dengan transportasi umum sekaligus daerah pegunungan yang lebih mudah dijelajahi jika ada mobil, periksalah informasi dari operator transportasi dan pemerintah daerah sebelum berangkat.
Nikmati pemandangan indah tempat laut dan keimanan berpadu di Miyajima
Di Miyajima, kamu bisa menikmati sekaligus pemandangan bangunan kuil yang menghadap laut dan keindahan gugusan pulau yang dilihat dari gunung di pulau itu.
Dari pusat kota Hiroshima ke Miyajimaguchi memakan waktu sekitar 30 menit dengan kereta, dan dari Miyajimaguchi sekitar 10 menit dengan feri, sehingga menjadi spot pemandangan yang mudah dicapai bahkan hanya dengan transportasi umum.
Meski di pulau yang sama, suasana antara tepi laut dan puncak gunung sangat berbeda, jadi sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan susun rencana dengan waktu yang longgar.
1. Miyajima dan Kuil Itsukushima|kuil di atas laut yang berubah wajah mengikuti pasang surut
Pemandangan tempat bangunan kuil berwarna merah terang, gerbang torii besar, Gunung Misen di belakangnya, dan Laut Pedalaman Seto menyatu adalah salah satu panorama ikonik Hiroshima.
Mengikuti pasang surut air laut, saat pasang kuil tampak seolah diselimuti air, sedangkan saat surut dasar laut muncul dan kamu bisa berjalan hingga dekat gerbang torii besar, sehingga kesan foto berubah tergantung waktu kunjungan.
Ketinggian pasang pada hari itu bisa diperiksa lebih dulu melalui tabel pasang surut dari Asosiasi Pariwisata Miyajima dan sumber lain, jadi pilihlah waktu kunjungan sesuai pemandangan yang kamu inginkan.
Karena kuil juga merupakan tempat ibadah, jangan menghalangi lorong untuk memotret, utamakan pergerakan para peziarah, dan nikmatilah dengan tenang.
2. Gunung Misen|memandang batu-batu raksasa dan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto
Gunung Misen (Misen) di Miyajima adalah puncak keramat setinggi sekitar 535 meter, dan setelah melewati pemandangan hutan serta batu-batu raksasa, kamu bisa memandang luas gugusan pulau yang mengapung di Laut Pedalaman Seto.
Dari Taman Momijidani di kaki gunung, kamu bisa naik dengan menyambung kereta gantung hingga Stasiun Shishiiwa (Shishiiwa Station), tetapi dari sana ke puncak masih ada jalur pendakian sekitar 30 menit sekali jalan.
Karena ini adalah pendakian gunung yang berbeda dari wisata tepi laut, siapkan sepatu antiselip, air minum, dan pakaian yang sesuai dengan cuaca.
Meski menggunakan kereta gantung, di sekitar puncak tetap perlu berjalan kaki, jadi penting untuk menikmatinya dalam batas kemampuan tanpa memaksakan diri.
Spot pemandangan yang menghadap kota pelabuhan dan pulau Laut Pedalaman Seto
Di bagian timur Prefektur Hiroshima ada tempat yang tidak hanya menyuguhkan laut, tetapi juga atap kota pelabuhan, selat sempit, jembatan yang menghubungkan pulau, hingga jejak kapal, dalam satu pemandangan.
Setelah memandang dari ketinggian lalu turun ke kota, kamu akan lebih mudah merasakan keterhubungan antara pemandangan dan kehidupan sehari-hari.
3. Tomonoura|pemandangan tenang yang menghadap kota pelabuhan dan Pulau Sensuijima
Tomonoura terletak di Kota Fukuyama, tempat kamu bisa menikmati sekaligus kawasan kota yang sejak dahulu makmur sebagai pelabuhan tempat kapal menunggu pasang, dan pemandangan laut dengan Pulau Sensuijima serta Pulau Bentenjima yang mengapung.
Pada 2018, kisah bertema budaya kota pelabuhan diakui sebagai Warisan Jepang, sehingga suasana pelabuhan bersejarah ini masih kental terasa hingga kini.
Tidak hanya dari tepi laut, saat dipandang dari kuil, kelenteng, atau tempat tinggi, bentuk pelabuhan, atap rumah-rumah, dan tata letak pulau akan tampak lebih berdimensi.
Jalan-jalan sempitnya juga mencakup ruang hidup warga, jadi jangan masuk ke tanah pribadi dan berjalanlah tanpa menghalangi lalu lintas mobil dan sepeda.
4. Taman Senkoji|memandang Selat Onomichi dan kota berbukit secara menyeluruh
Dari Taman Senkoji di Kota Onomichi, kamu bisa memandang ke bawah kawasan kota Onomichi, Selat Onomichi, Pulau Mukaishima, dan kapal-kapal yang lalu-lalang.
Ke puncak juga bisa naik kereta gantung Gunung Senkoji dari dekat Stasiun Onomichi, dan pada musim sakura serta daun musim gugur, taman dipenuhi warna-warni.
Selain pemandangan dari titik observasi, momen ketika pandangan terbuka saat menyusuri jalan menanjak dan gang juga menjadi pesona khas Onomichi.
Di kawasan permukiman, tahan suara agar tidak keras dan jangan memotret pintu atau jendela dari jarak dekat; berjalanlah dengan menghormati kehidupan warga.
5. Okunoshima|keindahan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto setelah menyusuri pulau
Okunoshima di Kota Takehara adalah pulau di Taman Nasional Laut Pedalaman Seto yang memungkinkan kamu memandang pulau-pulau sekitar dari garis pantai dan titik observasi, dan bisa diseberangi sekitar 15 menit dengan feri dari Pelabuhan Tadanoumi.
Pulau dengan keliling sekitar 4,3 kilometer ini menjadi tempat hidup sekitar 700 ekor kelinci, dan wisatawan dari dalam maupun luar negeri datang untuk menikmati pemandangan pulau yang cerah.
Selain pemandangan alam, ada pula tempat yang menuturkan sejarah pulau, dan di Pusat Pengunjung Okunoshima milik Kementerian Lingkungan Hidup (masuk gratis) kamu bisa mempelajari alam dan sejarah pulau tersebut.
Amatilah kelinci di pulau dengan mematuhi aturan resmi, seperti tidak menyentuhnya, tidak memberi makan di jalan, dan membawa pulang sisa makanan.
6. Gunung Fudekage dan Ryuo|memandang gugusan pulau dan jembatan dari ketinggian
Gunung Fudekage (setinggi sekitar 311 meter, Fudekageyama) dan Gunung Ryuo (setinggi sekitar 445 meter, Ryuozan) di Kota Mihara adalah titik pandang tempat kamu bisa menikmati dari ketinggian pemandangan pulau-pulau Laut Pedalaman Seto yang bertumpuk-tumpuk.
Keindahan gugusan pulau yang dipandang dari sini disebut sebagai yang terbaik di Laut Pedalaman Seto, dan seluruh kawasannya termasuk dalam Taman Nasional Laut Pedalaman Seto.
Pada hari dengan udara jernih, kamu bisa memandang jauh, dan warna permukaan laut, siluet pulau, serta jembatan serta kapal yang lalu-lalang berpadu menjadi satu pemandangan.
Kondisi jalan gunung bisa berubah karena cuaca atau pekerjaan konstruksi, jadi meski pergi dengan mobil, periksalah informasi lalu lintas setempat sebelum berangkat.
Menikmati keindahan ngarai Pegunungan Chugoku dengan berjalan kaki
Meski Hiroshima berkesan kuat dengan laut, di bagian utara dan barat prefektur juga ada pemandangan gunung yang terbentuk oleh dinding batu, air terjun, aliran sungai, dan danau.
Di ngarai, kondisi pijakan dan jalur berhubungan langsung dengan keselamatan perjalanan, jadi penting memeriksa informasi resmi sebelum menikmati pemandangan.
7. Taishakukyo|pemandangan bentang alam yang dibentuk oleh Jembatan Onbashi dan Danau Shinryu
Ngarai Taishakukyo (Taishaku-kyo) adalah ngarai sepanjang sekitar 18 kilometer yang membentang antara Kota Shobara dan Jinsekikogen, terbentuk oleh erosi batu kapur, dan kamu bisa menikmati pemandangan yang berbeda di sepanjang aliran sungai Kamitaishaku maupun di sekitar Danau Shinryu (Shinryu-ko).
Onbashi (Onbashi), jembatan alami yang menjadi Monumen Alam nasional, memiliki ukuran termasuk terbesar di Jepang, dan mengamati bentang alam yang terbentuk selama waktu yang panjang bersama gua-guanya akan membuat kesan pendakian semakin mendalam.
Di danau buatan Shinryu, kamu bisa memandang dari dekat keindahan ngarai dengan tebing dan batu-batu unik dari kapal wisata atau kayak, dan pemandangan dari permukaan danau terasa lebih dramatis daripada dari darat.
Puncak keindahan daun musim gugur umumnya pada awal hingga pertengahan November, dan di jalur setapak ada tempat yang pijakannya menjadi tidak stabil karena batu dan akar pohon, jadi pilihlah sepatu yang nyaman dan patuhi tanda dilarang masuk.
8. Sandankyo|ngarai dengan air terjun dan kolam dalam yang bersambung
Di Ngarai Sandankyo (Sandan-kyo) di Kota Akiota, aliran sungai yang dikelilingi hutan, dinding batu, air terjun, dan kolam yang dalam bersambung terus, dan pemandangan makin berubah seiring kamu berjalan.
Ini adalah Tempat Pemandangan Indah Khusus nasional sepanjang sekitar 16 kilometer, dengan daya tarik seperti Air Terjun Sandan dan Kurobuchi yang tersebar.
Di tempat seperti Kurobuchi juga ada lokasi yang bisa dipandang dari perahu penyeberangan, tetapi status operasionalnya berubah menurut cuaca dan debit air, jadi pemeriksaan sebelum menggunakannya tidak boleh dilewatkan.
Puncak keindahan daun musim gugur umumnya dari akhir Oktober hingga pertengahan November, dan di jalur setapak kadang muncul ruas yang ditutup, jadi ikuti ruas yang dinyatakan dapat dilalui oleh pengelola, bukan menilai sendiri di lokasi.
Pemandangan kota dan laut dari gunung-gunung Kure
Di gunung-gunung sekitar Kure, selain gugusan pulau Laut Pedalaman Seto, kamu juga bisa memandang pelabuhan, galangan kapal, hingga cahaya lampu kawasan kota.
Berpadunya pemandangan alam dengan pemandangan industri kota pelabuhan menjadi pesona yang berbeda dari Miyajima maupun Onomichi.
9. Haigamine|memandang cahaya lampu Pelabuhan Kure dan kawasan kota
Haigamine (Haigamine) setinggi sekitar 737 meter, dan dari titik observasinya kamu bisa memandang luas kawasan kota Kure, kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan, galangan kapal, dan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto.
Di dekat puncak ada bekas emplasemen meriam antipesawat Angkatan Laut lama, dan titik observasinya juga terpilih sebagai salah satu dari 100 pemandangan malam terbaik.
Pada siang hari bentang alam kota dan laut mudah dikenali, dan begitu matahari terbenam cahaya lampu menyebar di sepanjang garis pantai, sehingga tempat yang sama pun tampil dengan wajah berbeda.
Jalan gunung pada malam hari menjadi gelap, jadi jika kamu ragu untuk mengemudi atau berjalan, jangan memaksakan diri dan pilihlah berkunjung pada waktu siang yang terang.
10. Gunung Noro|memandang Laut Pedalaman Seto dari dataran tinggi
Gunung Noro (Norosan) setinggi sekitar 839 meter adalah gunung di dalam Taman Nasional Laut Pedalaman Seto, sebuah tempat pemandangan indah Kure yang memungkinkan kamu memandang keindahan gugusan pulau, misalnya dari Dek Observasi Kabutoiwa.
Pada hari dengan udara jernih, kamu bisa memandang jauh hingga jembatan-jembatan Shimanami Kaido dan barisan pegunungan Shikoku, dan karena di sekitarnya sedikit cahaya, pada malam hari juga cocok untuk mengamati bintang.
Di sekitar puncak tersebar hutan, pemandangan bebatuan, dan titik-titik untuk berjalan santai, sehingga kamu tidak hanya melihat laut tetapi juga menikmati alam dataran tinggi.
Jarak pandang dan kondisi berkendara berubah menurut kabut, hujan, serta kondisi permukaan jalan pada musim dingin, jadi periksalah cuaca dan informasi jalan, lalu berangkatlah dengan waktu yang longgar.
Pemandangan indah Hiroshima yang berubah menurut musim dan waktu, serta etika saat memotret
Bahkan di tempat yang sama, apa yang terlihat sangat berubah menurut musim, cuaca, ketinggian pasang, dan waktu dalam sehari.
Alih-alih hanya membidik satu pemandangan tertentu, menerima kondisi alam pada hari itu akan memudahkanmu menyesuaikan diri saat harus mengubah rencana perjalanan.
Membandingkan pemandangan menurut musim
Tabel berikut merangkum perbedaan pemandangan yang mudah menarik perhatian di setiap musim.
| Musim | Pemandangan yang patut diperhatikan | Poin penting persiapan |
|---|---|---|
| Musim semi (Maret–Mei) | Sakura dan pemandangan laut | Antisipasi perbedaan suhu |
| Musim panas (Juni–Agustus) | Laut biru dan hijau segar | Atasi cuaca panas |
| Musim gugur (Oktober–November) | Daun musim gugur di ngarai | Periksa kepadatan |
| Musim dingin (Desember–Februari) | Pemandangan jauh yang jernih | Periksa permukaan jalan |
Daun musim gugur di Ngarai Taishakukyo dan Sandankyo umumnya mencapai puncaknya dari akhir Oktober hingga pertengahan November, dan pada periode ini tempat parkir serta transportasi umum cenderung padat.
Manfaatkan pagi, siang, dan sore sesuai kebutuhan
Pagi hari cahayanya lembut dan kota serta gunung sering kali relatif tenang, jadi cocok bagi yang ingin memandang pemandangan dengan santai.
Pada siang hari lebih mudah memeriksa pijakan dan papan penunjuk jalan, sehingga cocok bagi wisatawan yang berjalan di ngarai dan jalur gunung.
Jika membidik sore atau pemandangan malam, periksalah lebih dulu transportasi pulang, kegelapan setelah matahari terbenam, serta status operasional fasilitas dan sarana transportasi.
Hal yang perlu dipatuhi saat memotret
Bahkan di spot pemandangan, perhatian terhadap peziarah, warga, satwa liar, dan wisatawan lain tidak boleh diabaikan.
Jadikan tabel berikut sebagai acuan, dan periksa keadaan sekitar sebelum memotret.
| Tempat | Yang perlu dilakukan | Yang perlu dihindari |
|---|---|---|
| Kuil dan kelenteng | Mengutamakan peziarah | Menghalangi lorong |
| Kawasan permukiman | Berjalan dengan tenang | Masuk ke tanah pribadi |
| Dek observasi | Saling mengalah | Melewati pagar |
| Jalur alam | Berjalan di jalur yang ditentukan | Memetik tumbuhan |
| Pulau dengan hewan | Menjaga jarak | Mengejar-ngejar |
Informasi akses dan informasi praktis yang berguna untuk berkeliling pemandangan Hiroshima
Spot pemandangan Hiroshima memadukan tempat yang dekat dengan kawasan kota dan daerah pegunungan, jadi menentukan moda transportasi dengan tepat menjadi kunci perjalanan yang nyaman.
Miyajima, Onomichi, Tomonoura, dan Okunoshima mudah dikunjungi dengan transportasi umum dengan memadukan kereta dan feri, sementara daerah pegunungan seperti Taishakukyo, Sandankyo, dan Gunung Noro bisa dijelajahi lebih efisien jika ada mobil sewaan.
Memilih antara transportasi umum dan mobil
Dari Stasiun Hiroshima, ada jalur kereta lokal yang membentang ke arah Miyajima dan Onomichi, dan ke Tomonoura bisa dicapai sekitar 30 menit dengan bus dari Stasiun Fukuyama.
Daerah pegunungan Shobara, Jinsekikogen, Akiota, dan Kure memiliki beberapa jalur dengan frekuensi terbatas, jadi jika berkeliling titik pandang di ketinggian dan ngarai, menggunakan mobil sewaan lebih realistis.
Feri, kereta gantung, dan perahu penyeberangan kadang berubah jadwalnya menurut musim dan cuaca, jadi memeriksa lebih dulu jadwal masing-masing operator pelayaran akan membuat perjalanan lebih tenang.
Fasilitas yang perlu diperiksa oleh wisatawan dari luar negeri
Di destinasi wisata utama seperti Miyajima dan Onomichi, kamu bisa memperoleh brosur berbagai bahasa di pusat informasi wisata, dan di stasiun serta pelabuhan utama telah tersedia papan petunjuk dan toilet umum.
Sebaliknya, titik pandang di ngarai dan di puncak gunung memiliki toilet dan toko yang terbatas, dan di beberapa tempat sinyal komunikasinya lemah, jadi menyiapkan minuman, uang tunai, dan peta luring akan menenangkan.
Jam buka, dukungan aksesibilitas, dan ketersediaan Wi-Fi tiap fasilitas dapat berubah, jadi periksalah informasi di situs resmi sebelum berkunjung.
Rangkuman|jelajahi laut, pulau, dan gunung Hiroshima tanpa memaksakan diri
Pemandangan indah Hiroshima tersedia luas, mulai dari pemandangan pesisir Miyajima, kota pelabuhan Onomichi dan Tomonoura, keindahan gugusan pulau Okunoshima dan Mihara, ngarai Taishakukyo dan Sandankyo, hingga titik pandang di ketinggian Kure.
Alih-alih berusaha mengunjungi semuanya dalam satu perjalanan, pilihlah pemandangan yang ingin diutamakan di antara tepi laut, pulau, ngarai, atau puncak, lalu padukan wilayah yang berdekatan agar perjalanan lebih santai.
Cuaca, ketinggian pasang, jalur setapak, jalan, perahu penyeberangan, dan status sarana transportasi bisa berubah, jadi periksalah informasi resmi sebelum berangkat, dan nikmati pemandangan Hiroshima sambil mengutamakan keselamatan serta penghormatan terhadap masyarakat setempat.







Ulasan (0)