Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 panorama indah Hiroshima: laut, pulau & gunung

10 panorama indah Hiroshima: laut, pulau & gunung
Jelajahi 10 panorama terindah di Hiroshima, dari Miyajima, Onomichi, dan Laut Pedalaman Seto hingga Ngarai Sandankyo dan panorama bukit di Kure.

Ringkasan Cepat

Pesona tempat berpemandangan indah di Hiroshima sekilas

Tempat berpemandangan indah di Hiroshima sangat beragam, mulai dari panorama laut Miyajima dan Kuil Itsukushima, kota pelabuhan Onomichi dan Tomonoura, pemandangan gugusan pulau dari Okunoshima dan Gunung Fudekage, ngarai Taishakukyo dan Sandankyo, hingga panorama dari puncak Gunung Haigamine dan Gunung Noro; Anda dapat memilih pemandangan laut, pulau, atau gunung yang paling ingin dijelajahi, sementara perubahan wajahnya menurut musim, pasang surut, dan waktu juga menjadi daya tarik.

10 tempat menarik

Pemandangan laut, pulau, dan gunung di Miyajima dan Kuil Itsukushima, Gunung Misen, Tomonoura, Taman Senkoji, Okunoshima, Gunung Fudekage dan Gunung Ryuo, Taishakukyo, Sandankyo, Gunung Haigamine, dan Gunung Noro.

Pemandangan ikonis

Miyajima menyatukan bangunan kuil berwarna merah terang dan gerbang torii besar, Gunung Misen, serta Laut Pedalaman Seto dalam satu panorama yang berubah antara saat air pasang dan surut.

Cara menuju ke sana

Dari pusat kota Hiroshima ke Miyajimaguchi perlu sekitar 30 menit dengan kereta, lalu sekitar 10 menit dengan feri ke Miyajima. Tomonoura berjarak sekitar 30 menit dengan bus dari Stasiun Fukuyama. Okunoshima berjarak sekitar 15 menit dengan feri dari Pelabuhan Tadanoumi.

Memilih transportasi umum atau mobil

Miyajima, Onomichi, Tomonoura, dan Okunoshima mudah dikunjungi dengan kereta dan feri, sedangkan mobil sewaan membantu menjelajahi kawasan pegunungan seperti Taishakukyo, Sandankyo, dan Gunung Noro dengan lebih efisien.

Jelajah ngarai

Taishakukyo adalah ngarai sepanjang sekitar 18 km tempat Anda dapat menikmati jembatan alami Onbashi dan kapal wisata di Danau Shinryuko, sedangkan Sandankyo adalah kawasan berpemandangan istimewa sepanjang sekitar 16 km yang memiliki sejumlah tempat seperti Air Terjun Sandandaki dan Kurofuchi.

Musim dan waktu terbaik

Dedaunan musim gugur di Taishakukyo umumnya paling indah dari awal hingga pertengahan November, sedangkan di Sandankyo dari akhir Oktober hingga pertengahan November; kedua periode ini cenderung ramai. Gunung Haigamine cocok untuk menikmati pemandangan malam, dan Gunung Noro juga cocok untuk mengamati bintang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Hiroshima

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Poin dalam memilih 10 spot pemandangan terbaik Hiroshima

Jika kamu menentukan dulu pemandangan yang ingin dilihat, akan lebih mudah menyusun rencana perjalanan yang tidak memaksakan diri, bahkan di prefektur yang luas sekalipun.

Pemandangan tepi laut, perjalanan ke pulau, panorama dari puncak gunung, dan menyusuri ngarai membutuhkan pakaian dan moda transportasi yang berbeda, jadi penting untuk tidak menjejalkan terlalu banyak dalam satu hari.

Pilih pemandangan favoritmu dari laut, pulau, atau gunung

Bagi yang ingin melihat pemandangan ikonik pada perjalanan pertama ke Hiroshima, Miyajima sangat cocok; sedangkan bagi yang ingin berjalan sambil menikmati suasana kota pelabuhan, Tomonoura dan Onomichi lebih pas.

Yang ingin berjalan di tengah alam bisa memilih Ngarai Sandankyo (Sandan-kyo) dan Taishakukyo (Taishaku-kyo), sementara yang ingin memandang kota dan laut dari ketinggian dapat mempertimbangkan Gunung Haigamine dan Gunung Noro (Norosan).

Membandingkan tipe pemandangan dari semua spot

Tabel berikut merangkum secara singkat pemandangan, wilayah, dan tipe wisatawan yang cocok untuk setiap spot pemandangan.

Spot Pemandangan Wilayah Cocok untuk
Miyajima dan Kuil Itsukushima Kuil dan laut Kota Hatsukaichi Wisatawan yang pertama kali ke Hiroshima
Gunung Misen Pulau dan gunung Kota Hatsukaichi Penyuka jalan-jalan alam
Tomonoura Pelabuhan dan pulau Kota Fukuyama Penyuka jalan-jalan kota
Taman Senkoji Selat Onomichi Kota Onomichi Penyuka pemandangan kota
Okunoshima Pulau dan senja Kota Takehara Penyuka wisata pulau
Gunung Fudekage dan Ryuo Keindahan gugusan pulau Kota Mihara Penyuka pemandangan
Taishakukyo Ngarai dan danau Kota Shobara dan Jinsekikogen Penyuka bentang alam
Sandankyo Air terjun dan aliran sungai Kota Akiota Penyuka mendaki
Haigamine Pelabuhan dan pemandangan malam Kota Kure Penyuka pemandangan malam
Gunung Noro Pemandangan laut dari puncak Kota Kure Penyuka berkendara

Kelompokkan cakupan perjalanan menurut wilayah

Menggabungkan wilayah yang berdekatan—seperti Miyajima dengan sekitar kota Hiroshima, Onomichi dengan Tomonoura, Mihara dengan Takehara, gunung-gunung Kure, serta sekitar Shobara dengan Jinsekikogen—akan membantu mengurangi beban perjalanan.

Karena ada tempat yang mudah dikunjungi hanya dengan transportasi umum sekaligus daerah pegunungan yang lebih mudah dijelajahi jika ada mobil, periksalah informasi dari operator transportasi dan pemerintah daerah sebelum berangkat.

Nikmati pemandangan indah tempat laut dan keimanan berpadu di Miyajima

Di Miyajima, kamu bisa menikmati sekaligus pemandangan bangunan kuil yang menghadap laut dan keindahan gugusan pulau yang dilihat dari gunung di pulau itu.

Dari pusat kota Hiroshima ke Miyajimaguchi memakan waktu sekitar 30 menit dengan kereta, dan dari Miyajimaguchi sekitar 10 menit dengan feri, sehingga menjadi spot pemandangan yang mudah dicapai bahkan hanya dengan transportasi umum.

Meski di pulau yang sama, suasana antara tepi laut dan puncak gunung sangat berbeda, jadi sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan susun rencana dengan waktu yang longgar.

1. Miyajima dan Kuil Itsukushima|kuil di atas laut yang berubah wajah mengikuti pasang surut

Pemandangan tempat bangunan kuil berwarna merah terang, gerbang torii besar, Gunung Misen di belakangnya, dan Laut Pedalaman Seto menyatu adalah salah satu panorama ikonik Hiroshima.

Mengikuti pasang surut air laut, saat pasang kuil tampak seolah diselimuti air, sedangkan saat surut dasar laut muncul dan kamu bisa berjalan hingga dekat gerbang torii besar, sehingga kesan foto berubah tergantung waktu kunjungan.

Ketinggian pasang pada hari itu bisa diperiksa lebih dulu melalui tabel pasang surut dari Asosiasi Pariwisata Miyajima dan sumber lain, jadi pilihlah waktu kunjungan sesuai pemandangan yang kamu inginkan.

Karena kuil juga merupakan tempat ibadah, jangan menghalangi lorong untuk memotret, utamakan pergerakan para peziarah, dan nikmatilah dengan tenang.


2. Gunung Misen|memandang batu-batu raksasa dan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto

Gunung Misen (Misen) di Miyajima adalah puncak keramat setinggi sekitar 535 meter, dan setelah melewati pemandangan hutan serta batu-batu raksasa, kamu bisa memandang luas gugusan pulau yang mengapung di Laut Pedalaman Seto.

Dari Taman Momijidani di kaki gunung, kamu bisa naik dengan menyambung kereta gantung hingga Stasiun Shishiiwa (Shishiiwa Station), tetapi dari sana ke puncak masih ada jalur pendakian sekitar 30 menit sekali jalan.

Karena ini adalah pendakian gunung yang berbeda dari wisata tepi laut, siapkan sepatu antiselip, air minum, dan pakaian yang sesuai dengan cuaca.

Meski menggunakan kereta gantung, di sekitar puncak tetap perlu berjalan kaki, jadi penting untuk menikmatinya dalam batas kemampuan tanpa memaksakan diri.


Spot pemandangan yang menghadap kota pelabuhan dan pulau Laut Pedalaman Seto

Di bagian timur Prefektur Hiroshima ada tempat yang tidak hanya menyuguhkan laut, tetapi juga atap kota pelabuhan, selat sempit, jembatan yang menghubungkan pulau, hingga jejak kapal, dalam satu pemandangan.

Setelah memandang dari ketinggian lalu turun ke kota, kamu akan lebih mudah merasakan keterhubungan antara pemandangan dan kehidupan sehari-hari.

3. Tomonoura|pemandangan tenang yang menghadap kota pelabuhan dan Pulau Sensuijima

Tomonoura terletak di Kota Fukuyama, tempat kamu bisa menikmati sekaligus kawasan kota yang sejak dahulu makmur sebagai pelabuhan tempat kapal menunggu pasang, dan pemandangan laut dengan Pulau Sensuijima serta Pulau Bentenjima yang mengapung.

Pada 2018, kisah bertema budaya kota pelabuhan diakui sebagai Warisan Jepang, sehingga suasana pelabuhan bersejarah ini masih kental terasa hingga kini.

Tidak hanya dari tepi laut, saat dipandang dari kuil, kelenteng, atau tempat tinggi, bentuk pelabuhan, atap rumah-rumah, dan tata letak pulau akan tampak lebih berdimensi.

Jalan-jalan sempitnya juga mencakup ruang hidup warga, jadi jangan masuk ke tanah pribadi dan berjalanlah tanpa menghalangi lalu lintas mobil dan sepeda.


4. Taman Senkoji|memandang Selat Onomichi dan kota berbukit secara menyeluruh

Dari Taman Senkoji di Kota Onomichi, kamu bisa memandang ke bawah kawasan kota Onomichi, Selat Onomichi, Pulau Mukaishima, dan kapal-kapal yang lalu-lalang.

Ke puncak juga bisa naik kereta gantung Gunung Senkoji dari dekat Stasiun Onomichi, dan pada musim sakura serta daun musim gugur, taman dipenuhi warna-warni.

Selain pemandangan dari titik observasi, momen ketika pandangan terbuka saat menyusuri jalan menanjak dan gang juga menjadi pesona khas Onomichi.

Di kawasan permukiman, tahan suara agar tidak keras dan jangan memotret pintu atau jendela dari jarak dekat; berjalanlah dengan menghormati kehidupan warga.


5. Okunoshima|keindahan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto setelah menyusuri pulau

Okunoshima di Kota Takehara adalah pulau di Taman Nasional Laut Pedalaman Seto yang memungkinkan kamu memandang pulau-pulau sekitar dari garis pantai dan titik observasi, dan bisa diseberangi sekitar 15 menit dengan feri dari Pelabuhan Tadanoumi.

Pulau dengan keliling sekitar 4,3 kilometer ini menjadi tempat hidup sekitar 700 ekor kelinci, dan wisatawan dari dalam maupun luar negeri datang untuk menikmati pemandangan pulau yang cerah.

Selain pemandangan alam, ada pula tempat yang menuturkan sejarah pulau, dan di Pusat Pengunjung Okunoshima milik Kementerian Lingkungan Hidup (masuk gratis) kamu bisa mempelajari alam dan sejarah pulau tersebut.

Amatilah kelinci di pulau dengan mematuhi aturan resmi, seperti tidak menyentuhnya, tidak memberi makan di jalan, dan membawa pulang sisa makanan.


6. Gunung Fudekage dan Ryuo|memandang gugusan pulau dan jembatan dari ketinggian

Gunung Fudekage (setinggi sekitar 311 meter, Fudekageyama) dan Gunung Ryuo (setinggi sekitar 445 meter, Ryuozan) di Kota Mihara adalah titik pandang tempat kamu bisa menikmati dari ketinggian pemandangan pulau-pulau Laut Pedalaman Seto yang bertumpuk-tumpuk.

Keindahan gugusan pulau yang dipandang dari sini disebut sebagai yang terbaik di Laut Pedalaman Seto, dan seluruh kawasannya termasuk dalam Taman Nasional Laut Pedalaman Seto.

Pada hari dengan udara jernih, kamu bisa memandang jauh, dan warna permukaan laut, siluet pulau, serta jembatan serta kapal yang lalu-lalang berpadu menjadi satu pemandangan.

Kondisi jalan gunung bisa berubah karena cuaca atau pekerjaan konstruksi, jadi meski pergi dengan mobil, periksalah informasi lalu lintas setempat sebelum berangkat.

Menikmati keindahan ngarai Pegunungan Chugoku dengan berjalan kaki

Meski Hiroshima berkesan kuat dengan laut, di bagian utara dan barat prefektur juga ada pemandangan gunung yang terbentuk oleh dinding batu, air terjun, aliran sungai, dan danau.

Di ngarai, kondisi pijakan dan jalur berhubungan langsung dengan keselamatan perjalanan, jadi penting memeriksa informasi resmi sebelum menikmati pemandangan.

7. Taishakukyo|pemandangan bentang alam yang dibentuk oleh Jembatan Onbashi dan Danau Shinryu

Ngarai Taishakukyo (Taishaku-kyo) adalah ngarai sepanjang sekitar 18 kilometer yang membentang antara Kota Shobara dan Jinsekikogen, terbentuk oleh erosi batu kapur, dan kamu bisa menikmati pemandangan yang berbeda di sepanjang aliran sungai Kamitaishaku maupun di sekitar Danau Shinryu (Shinryu-ko).

Onbashi (Onbashi), jembatan alami yang menjadi Monumen Alam nasional, memiliki ukuran termasuk terbesar di Jepang, dan mengamati bentang alam yang terbentuk selama waktu yang panjang bersama gua-guanya akan membuat kesan pendakian semakin mendalam.

Di danau buatan Shinryu, kamu bisa memandang dari dekat keindahan ngarai dengan tebing dan batu-batu unik dari kapal wisata atau kayak, dan pemandangan dari permukaan danau terasa lebih dramatis daripada dari darat.

Puncak keindahan daun musim gugur umumnya pada awal hingga pertengahan November, dan di jalur setapak ada tempat yang pijakannya menjadi tidak stabil karena batu dan akar pohon, jadi pilihlah sepatu yang nyaman dan patuhi tanda dilarang masuk.


8. Sandankyo|ngarai dengan air terjun dan kolam dalam yang bersambung

Di Ngarai Sandankyo (Sandan-kyo) di Kota Akiota, aliran sungai yang dikelilingi hutan, dinding batu, air terjun, dan kolam yang dalam bersambung terus, dan pemandangan makin berubah seiring kamu berjalan.

Ini adalah Tempat Pemandangan Indah Khusus nasional sepanjang sekitar 16 kilometer, dengan daya tarik seperti Air Terjun Sandan dan Kurobuchi yang tersebar.

Di tempat seperti Kurobuchi juga ada lokasi yang bisa dipandang dari perahu penyeberangan, tetapi status operasionalnya berubah menurut cuaca dan debit air, jadi pemeriksaan sebelum menggunakannya tidak boleh dilewatkan.

Puncak keindahan daun musim gugur umumnya dari akhir Oktober hingga pertengahan November, dan di jalur setapak kadang muncul ruas yang ditutup, jadi ikuti ruas yang dinyatakan dapat dilalui oleh pengelola, bukan menilai sendiri di lokasi.


Pemandangan kota dan laut dari gunung-gunung Kure

Di gunung-gunung sekitar Kure, selain gugusan pulau Laut Pedalaman Seto, kamu juga bisa memandang pelabuhan, galangan kapal, hingga cahaya lampu kawasan kota.

Berpadunya pemandangan alam dengan pemandangan industri kota pelabuhan menjadi pesona yang berbeda dari Miyajima maupun Onomichi.

9. Haigamine|memandang cahaya lampu Pelabuhan Kure dan kawasan kota

Haigamine (Haigamine) setinggi sekitar 737 meter, dan dari titik observasinya kamu bisa memandang luas kawasan kota Kure, kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan, galangan kapal, dan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto.

Di dekat puncak ada bekas emplasemen meriam antipesawat Angkatan Laut lama, dan titik observasinya juga terpilih sebagai salah satu dari 100 pemandangan malam terbaik.

Pada siang hari bentang alam kota dan laut mudah dikenali, dan begitu matahari terbenam cahaya lampu menyebar di sepanjang garis pantai, sehingga tempat yang sama pun tampil dengan wajah berbeda.

Jalan gunung pada malam hari menjadi gelap, jadi jika kamu ragu untuk mengemudi atau berjalan, jangan memaksakan diri dan pilihlah berkunjung pada waktu siang yang terang.

10. Gunung Noro|memandang Laut Pedalaman Seto dari dataran tinggi

Gunung Noro (Norosan) setinggi sekitar 839 meter adalah gunung di dalam Taman Nasional Laut Pedalaman Seto, sebuah tempat pemandangan indah Kure yang memungkinkan kamu memandang keindahan gugusan pulau, misalnya dari Dek Observasi Kabutoiwa.

Pada hari dengan udara jernih, kamu bisa memandang jauh hingga jembatan-jembatan Shimanami Kaido dan barisan pegunungan Shikoku, dan karena di sekitarnya sedikit cahaya, pada malam hari juga cocok untuk mengamati bintang.

Di sekitar puncak tersebar hutan, pemandangan bebatuan, dan titik-titik untuk berjalan santai, sehingga kamu tidak hanya melihat laut tetapi juga menikmati alam dataran tinggi.

Jarak pandang dan kondisi berkendara berubah menurut kabut, hujan, serta kondisi permukaan jalan pada musim dingin, jadi periksalah cuaca dan informasi jalan, lalu berangkatlah dengan waktu yang longgar.

Pemandangan indah Hiroshima yang berubah menurut musim dan waktu, serta etika saat memotret

Bahkan di tempat yang sama, apa yang terlihat sangat berubah menurut musim, cuaca, ketinggian pasang, dan waktu dalam sehari.

Alih-alih hanya membidik satu pemandangan tertentu, menerima kondisi alam pada hari itu akan memudahkanmu menyesuaikan diri saat harus mengubah rencana perjalanan.

Membandingkan pemandangan menurut musim

Tabel berikut merangkum perbedaan pemandangan yang mudah menarik perhatian di setiap musim.

Musim Pemandangan yang patut diperhatikan Poin penting persiapan
Musim semi (Maret–Mei) Sakura dan pemandangan laut Antisipasi perbedaan suhu
Musim panas (Juni–Agustus) Laut biru dan hijau segar Atasi cuaca panas
Musim gugur (Oktober–November) Daun musim gugur di ngarai Periksa kepadatan
Musim dingin (Desember–Februari) Pemandangan jauh yang jernih Periksa permukaan jalan

Daun musim gugur di Ngarai Taishakukyo dan Sandankyo umumnya mencapai puncaknya dari akhir Oktober hingga pertengahan November, dan pada periode ini tempat parkir serta transportasi umum cenderung padat.

Manfaatkan pagi, siang, dan sore sesuai kebutuhan

Pagi hari cahayanya lembut dan kota serta gunung sering kali relatif tenang, jadi cocok bagi yang ingin memandang pemandangan dengan santai.

Pada siang hari lebih mudah memeriksa pijakan dan papan penunjuk jalan, sehingga cocok bagi wisatawan yang berjalan di ngarai dan jalur gunung.

Jika membidik sore atau pemandangan malam, periksalah lebih dulu transportasi pulang, kegelapan setelah matahari terbenam, serta status operasional fasilitas dan sarana transportasi.

Hal yang perlu dipatuhi saat memotret

Bahkan di spot pemandangan, perhatian terhadap peziarah, warga, satwa liar, dan wisatawan lain tidak boleh diabaikan.

Jadikan tabel berikut sebagai acuan, dan periksa keadaan sekitar sebelum memotret.

Tempat Yang perlu dilakukan Yang perlu dihindari
Kuil dan kelenteng Mengutamakan peziarah Menghalangi lorong
Kawasan permukiman Berjalan dengan tenang Masuk ke tanah pribadi
Dek observasi Saling mengalah Melewati pagar
Jalur alam Berjalan di jalur yang ditentukan Memetik tumbuhan
Pulau dengan hewan Menjaga jarak Mengejar-ngejar

Informasi akses dan informasi praktis yang berguna untuk berkeliling pemandangan Hiroshima

Spot pemandangan Hiroshima memadukan tempat yang dekat dengan kawasan kota dan daerah pegunungan, jadi menentukan moda transportasi dengan tepat menjadi kunci perjalanan yang nyaman.

Miyajima, Onomichi, Tomonoura, dan Okunoshima mudah dikunjungi dengan transportasi umum dengan memadukan kereta dan feri, sementara daerah pegunungan seperti Taishakukyo, Sandankyo, dan Gunung Noro bisa dijelajahi lebih efisien jika ada mobil sewaan.

Memilih antara transportasi umum dan mobil

Dari Stasiun Hiroshima, ada jalur kereta lokal yang membentang ke arah Miyajima dan Onomichi, dan ke Tomonoura bisa dicapai sekitar 30 menit dengan bus dari Stasiun Fukuyama.

Daerah pegunungan Shobara, Jinsekikogen, Akiota, dan Kure memiliki beberapa jalur dengan frekuensi terbatas, jadi jika berkeliling titik pandang di ketinggian dan ngarai, menggunakan mobil sewaan lebih realistis.

Feri, kereta gantung, dan perahu penyeberangan kadang berubah jadwalnya menurut musim dan cuaca, jadi memeriksa lebih dulu jadwal masing-masing operator pelayaran akan membuat perjalanan lebih tenang.

Fasilitas yang perlu diperiksa oleh wisatawan dari luar negeri

Di destinasi wisata utama seperti Miyajima dan Onomichi, kamu bisa memperoleh brosur berbagai bahasa di pusat informasi wisata, dan di stasiun serta pelabuhan utama telah tersedia papan petunjuk dan toilet umum.

Sebaliknya, titik pandang di ngarai dan di puncak gunung memiliki toilet dan toko yang terbatas, dan di beberapa tempat sinyal komunikasinya lemah, jadi menyiapkan minuman, uang tunai, dan peta luring akan menenangkan.

Jam buka, dukungan aksesibilitas, dan ketersediaan Wi-Fi tiap fasilitas dapat berubah, jadi periksalah informasi di situs resmi sebelum berkunjung.

Rangkuman|jelajahi laut, pulau, dan gunung Hiroshima tanpa memaksakan diri

Pemandangan indah Hiroshima tersedia luas, mulai dari pemandangan pesisir Miyajima, kota pelabuhan Onomichi dan Tomonoura, keindahan gugusan pulau Okunoshima dan Mihara, ngarai Taishakukyo dan Sandankyo, hingga titik pandang di ketinggian Kure.

Alih-alih berusaha mengunjungi semuanya dalam satu perjalanan, pilihlah pemandangan yang ingin diutamakan di antara tepi laut, pulau, ngarai, atau puncak, lalu padukan wilayah yang berdekatan agar perjalanan lebih santai.

Cuaca, ketinggian pasang, jalur setapak, jalan, perahu penyeberangan, dan status sarana transportasi bisa berubah, jadi periksalah informasi resmi sebelum berangkat, dan nikmati pemandangan Hiroshima sambil mengutamakan keselamatan serta penghormatan terhadap masyarakat setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Menentukan lebih dahulu jenis pemandangan yang ingin dilihat akan membantu menyusun rencana perjalanan yang tidak berlebihan meskipun Prefektur Hiroshima luas. Pilih Miyajima untuk bangunan kuil di atas laut, Tomonoura atau Onomichi untuk suasana kota pelabuhan, Gunung Fudekage atau Gunung Noro untuk panorama banyak pulau, serta Taishakukyo atau Sandankyo untuk berjalan di lembah. Pakaian dan sarana transportasi berbeda menurut pemandangan, jadi jangan memasukkan terlalu banyak kawasan pesisir dan pegunungan dalam satu hari jika ingin bepergian dengan santai.
A. Biaya masuk ke bangunan kuil adalah 300 yen untuk dewasa, 200 yen untuk pelajar sekolah menengah atas, serta 100 yen untuk pelajar sekolah dasar dan menengah pertama. Kuil dibuka pukul 6:30, sedangkan waktu tutup berbeda menurut musim. Koridor di atas laut memiliki lebar terbatas, jadi pilih tempat yang tidak menghalangi arus pengunjung saat berhenti; jangan membuka tripod dan nikmati perpaduan arsitektur Warisan Dunia dengan laut secara tenang.
A. Saat air pasang, bangunan kuil terlihat seperti mengapung di laut, sedangkan saat surut pengunjung dapat berjalan menuju gerbang torii besar. Ketika ketinggian air melebihi sekitar 250 cm, bangunan tampak berada di atas laut; di bawah 100 cm, berjalan ke gerbang menjadi lebih mudah. Periksa pasang surut hari itu pada tabel Asosiasi Pariwisata Miyajima untuk mengatur waktu melihat kedua pemandangan dalam satu hari, dan kenakan sepatu yang nyaman karena dasar laut dapat licin saat surut.
A. Dari Stasiun Hiroshima, naik Jalur Utama JR Sanyo sekitar 30 menit ke Stasiun Miyajimaguchi dengan tarif 420 yen, lalu lanjutkan dengan feri sekitar 10 menit. Selain tarif feri 200 yen, perjalanan pergi dikenai Pajak Pengunjung Miyajima sebesar 100 yen yang mulai berlaku pada Oktober 2023. Beberapa pelayaran JR West Miyajima Ferry menempuh rute dekat gerbang torii besar, sehingga memilih waktu yang memungkinkan melihat bangunan kuil dari kapal menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai pengalaman menikmati pemandangan.
A. Gunung Misen setinggi sekitar 535 m dapat dicapai dengan kereta gantung hingga Stasiun Shishiiwa, tetapi dari sana masih ada jalur pendakian sekitar 30 menit sekali jalan menuju puncak. Tiket pulang-pergi dari Stasiun Momijidani adalah 2.000 yen untuk dewasa, dan perjalanan kereta gantung sekali jalan memerlukan sekitar 20–30 menit termasuk perpindahan. Di dekat puncak, pengunjung berjalan di antara batu-batu besar, jadi sepatu antiselip dan air minum wajib dibawa; persiapkan perlengkapan berjalan di gunung, bukan sekadar meneruskan wisata tepi laut.
A. Beli tiket di mesin penjual tiket Pelabuhan Tadanoumi, lalu naik kapal sekitar 15 menit menuju Okunoshima. Tarif sekali jalan adalah 360 yen untuk dewasa dan 180 yen untuk anak-anak, dan pelabuhan berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Tadanoumi. Di pulau, jangan menyentuh atau mengejar kelinci, hindari memberi makan langsung dari tangan atau di jalan, dan bawa pulang sisa makanan. Menyiapkan minuman serta barang yang diperlukan sebelum naik kapal akan membantu menghindari kesulitan di pulau.
A. Dari tempat naik nomor 5 di Stasiun Fukuyama, naik Bus Tomotetsu sekitar 30 menit lalu turun di Tomonoura atau Tomonoko. Kota pelabuhan ini dahulu menjadi tempat kapal menunggu pasang dan diakui sebagai Warisan Jepang pada 2018, dengan lentera batu Joyato sebagai simbol pelabuhan. Pemandangan laut dari Taichoro di Kuil Fukuzenji dipuji oleh utusan Korea sebagai “pemandangan terindah di sebelah timur Korea”. Gang-gang sempit juga merupakan ruang hidup warga, jadi jangan memasuki lahan pribadi atau menghalangi mobil dan sepeda.
A. Tiket Senkoji Park Ropeway dapat dibeli di stasiun bawah, dan perjalanan ke puncak memerlukan sekitar 3 menit. Tarif dewasa adalah 500 yen sekali jalan dan 700 yen pulang-pergi, sedangkan stasiun bawah berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Onomichi. Jika hanya menggunakan kereta gantung saat naik lalu berjalan turun melalui Path of Literature dan Cat Alley, pengunjung dapat melihat pagoda tiga lantai Kuil Tenneiji serta Onomichi Channel dari ketinggian yang berbeda. Kenakan sepatu antiselip untuk menghadapi jalan menurun.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.