Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jozan-en Anjo: Taman Jepang Tenang Ishikawa Jozan & Upacara Teh

Jozan-en Anjo: Taman Jepang Tenang Ishikawa Jozan & Upacara Teh

Jozan-en di Izumicho, Anjo: taman Jepang berestetika Ishikawa Jozan. Nikmati bangunan ala Shisendo, taman tenang & upacara teh. Panduan kunjungan untuk pemula.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Jozanen di Anjo, Aichi adalah taman Jepang yang tenang dengan bangunan bergaya sukiya yang merekonstruksi Shisendo, tempat yang terkait dengan Ishikawa Jozan, serta tiga taman: taman bergaya Tiongkok, taman kolam, dan taman Horai.

Sorotan

Ruang Shisen di "Shisenkaku" bergaya sukiya, pemandangan berbeda di taman selatan, utara, dan timur, kombinasi taman gaya Tiongkok, taman kolam tipe kaiyu (mengelilingi), dan taman Horai.

Pengalaman

Dengan sajian teh (¥500) sambil memandang taman dari ruang tatami, nikmati matcha Nishio Nanzan-en dan kue Jepang musiman, serta resapi "ma" (jeda) taman dengan santai.

Akses

Dari Stasiun JR Anjo naik Ankuru Bus, transit di "Anjo Kosei Hospital" lalu turun di "Izumi Jozanen", kemudian sekitar 3 menit berjalan kaki. Dengan mobil sekitar 15 menit dari Stasiun Anjo atau Mikawa-Anjo (area parkir untuk 60 mobil).

Tiket masuk

Umum ¥100, grup (10 orang atau lebih) ¥80, SMP ke bawah gratis, pemegang sertifikat disabilitas dan 1 pendamping ¥50—harga yang sangat terjangkau.

Estimasi waktu kunjungan

Padukan jalan-jalan taman dengan sajian teh untuk menikmati taman Jozanen yang berubah seiring empat musim dan ketenangan sukiya dengan santai.

Tips menghindari kepadatan

Taman empat musim dan dedaunan musim gugur adalah sorotannya. Jika ingin menikmati dengan tenang, datanglah tepat setelah dibuka atau dengan waktu yang cukup.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aichi

Jōzan-en | Taman Jepang untuk Merasakan Dunia Ishikawa Jōzan di Anjō

Jōzan-en (Jōzan Garden) adalah fasilitas budaya yang berpusat pada taman Jepang dan arsitektur sukiya di Izumi-chō Nakahongō, Anjō, Prefektur Aichi.

Tempat ini adalah ruang yang direproduksi berdasarkan kesan Shisen-dō yang dibangun oleh sastrawan awal era Edo, Ishikawa Jōzan (1583 - 1672), di Ichijōji Kyoto, dan dibangun di kampung halaman Jōzan, Izumi-chō Anjō. Tempat ini ditata dan dikelola oleh Kota Anjō.

Daripada berkeliling tempat wisata yang ramai dengan tergesa-gesa, di sini Anda dapat menikmati budaya Jepang dengan tenang melalui bangunan, taman, dan momen menikmati matcha (teh hijau Jepang).

Bagi wisatawan asing, tempat ini patut diketahui bersama Shisen-dō (kuil di Kyoto) karena memungkinkan Anda merasakan "estetika sastrawan" yang sedikit berbeda dari kuil dan tempat suci terkenal.

Dengan tiket masuk hanya 100 yen untuk umum, tempat ini sangat ramah bagi yang baru pertama kali mengunjungi taman Jepang, dan menjadi spot wisata Anjō tersembunyi (hidden gem).

Shisenkaku dan Taman: Estetika Ishikawa Jōzan

Bangunan utama Jōzan-en adalah "Shisenkaku", bangunan bergaya sukiya.

Di dalam Shisenkaku terdapat "Ruang Shisen" yang memamerkan benda-benda terkait Shisen-dō dan motif yang mencerminkan sensibilitas Jōzan.

Ishikawa Jōzan adalah tokoh budaya serbabisa yang dikenal di tiga bidang yaitu puisi Tionghoa (kanshi), kaligrafi gaya reisho, dan pembuatan taman, dan juga seorang samurai yang melayani Tokugawa Ieyasu sejak usia 16 tahun.

Setelah Pengepungan Musim Panas Osaka, ia diperintahkan untuk mengundurkan diri, lalu beralih ke ilmu pengetahuan dan membangun Shisen-dō di Ichijōji pinggiran Kyoto, di mana ia mengasingkan diri hingga usia 90 tahun, sebuah perjalanan hidup dari "bu (militer) ke bun (sastra)".

Tamannya merupakan kombinasi taman gaya Tang (karayō teien), taman kolam berjalan (kaiyū-shiki), dan taman Hōrai, dan dikatakan dirancang dengan referensi dari taman Hōrai di Ikkyū-ji (Shūon-an) Kyoto dan Shōsei-en di Higashi Hongan-ji.

Selain memandang keseluruhan sambil berjalan, dengan memperhatikan susunan batu, kolam, tanaman, dan jarak dengan bangunan di taman, Anda dapat merasakan suasana yang tenang lebih dalam.

Nikmati "Ma" yang Tenang Daripada Sekadar Berfoto

Di Jōzan-en, waktu memandang taman itu sendiri adalah daya tarik utamanya.

Bukan tempat foto yang mencolok untuk media sosial, tetapi lebih menekankan pengalaman "ma" (ruang/jeda) sambil duduk di engawa (beranda) dan merasakan ruang kosong di taman.

Saat mengambil foto, jangan menghalangi jalur dan perhatikan agar pengunjung lain dapat menikmati ketenangan.

Penggunaan tripod dan tongkat selfie sebaiknya dihindari saat ramai sesuai etika.

Nikmati Jalan-jalan Taman dan Layanan Matcha (Teicha) dengan Santai

Di Jōzan-en tersedia layanan teicha (penyajian matcha) yang dapat dinikmati sambil memandang taman dari ruang tatami Shisenkaku.

Satu sajian teicha (dengan kue) berharga 500 yen (termasuk pajak).

Matcha yang digunakan berasal dari Nanzanen, toko teh tua di Nishio, dan jenis kue tradisional Jepang (wagashi) musiman maupun minuman dapat berubah menurut musim.

Tersedia juga manisan dan minuman sesuai musim, dengan rincian dan harga yang kadang diumumkan di informasi terbaru atau media sosial.

Jika ingin menikmati teicha, kami merekomendasikan beristirahat setelah berjalan keliling taman.

Dengan duduk di ruang teh setelah mengelilingi taman, Anda akan lebih mudah menyadari perbedaan tampilan taman yang terlihat dari dalam bangunan dan yang dilihat dari luar.

Estimasi waktu kunjungan adalah sekitar 60 hingga 90 menit untuk kombinasi jalan-jalan taman dan teicha.

Jōzan-en di Empat Musim: Musim Semi, Panas, Gugur, dan Dingin

Di dalam taman terdapat Taman Selatan, Taman Utara, dan Taman Timur, masing-masing menampilkan pemandangan berbeda di musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Di musim semi terdapat dedaunan hijau muda, di musim panas hijau taman, di musim gugur daun musim gugur (momiji), dan di musim dingin pemandangan bersalju, dengan ekspresi yang sangat berubah di setiap musim.

Daripada hanya mengincar puncak bunga atau musim gugur, dengan menikmati cahaya musim dan ekspresi taman itu sendiri, kunjungan singkat pun akan meninggalkan kesan yang mendalam.

Harga Tiket Masuk, Jam Buka & Hari Libur Jōzan-en

Jam buka Jōzan-en adalah pukul 9:00 pagi hingga 5:00 sore, dengan masuk terakhir pukul 4:30 sore.

Hari libur adalah setiap Senin (jika hari libur nasional, tetap buka) dan akhir tahun serta tahun baru (28 Desember - 4 Januari).

Harga tiket masuk umum 100 yen, rombongan (10 orang atau lebih) 80 yen, dan gratis untuk siswa SMP ke bawah.

Pemegang kartu disabilitas dan satu orang pendamping mendapat tarif setengah harga (50 yen).

Untuk cara menuju, dari Stasiun JR Anjō, naik bus sirkular kota "Ankuru Bus" rute 0 menuju "Anjō Kōsei Byōin", lalu pindah ke rute 3 (jalur selatan), turun di halte "Izumi Jōzan-en" dan berjalan sekitar 3 menit.

Jika datang dengan mobil, sekitar 15 menit dari Stasiun JR Anjō atau Stasiun JR Mikawa-Anjō, dan tersedia parkir untuk 60 mobil (termasuk 2 untuk disabilitas) di dalam area.

Informasi Aksesibilitas untuk Pengguna Kursi Roda dan Kereta Bayi

Tersedia toilet untuk kursi roda, pintu masuk yang ramah kursi roda, persewaan kursi roda, AED, dan fasilitas bayi.

Di dekat gerbang selatan tersedia 2 tempat parkir khusus disabilitas, dan lift kursi roda khusus di sebelah kanan pintu masuk utama.

Lorong terhubung dari pintu masuk hingga ujung taman tengah, sehingga Anda tetap dapat memandang taman dari kursi roda.

Bagi yang membutuhkan, sebaiknya periksa fasilitas yang tersedia sebelum berkunjung.

Etika dan Tips Perjalanan di Jōzan-en untuk Wisatawan Asing

Jōzan-en adalah fasilitas budaya yang bertujuan untuk menikmati taman dan bangunan dengan tenang.

Hindari berbicara dengan suara keras, pemotretan berkepanjangan, dan menghalangi jalur, agar pengunjung lain dapat menikmati ketenangan.

Saat naik ke ruang tatami, harus melepas sepatu (tidak boleh dengan alas kaki).

Makan dan minum hanya boleh di tempat yang ditentukan seperti ruang teicha, dan tidak diperbolehkan makan, minum, atau merokok di area taman.

Selain itu, untuk menghindari gangguan bagi warga sekitar, Anda diminta untuk tidak berlama-lama di depan gerbang utara.

Di lokasi yang bersebelahan dengan kawasan pemukiman, perhatian terhadap sekitar saat berfoto atau menunggu juga sangat penting.

Tips Menghindari Keramaian dan Hal yang Perlu Dicek Sebelumnya

Karena Jōzan-en adalah spot tersembunyi (hidden gem), pagi hari di hari kerja relatif lebih tenang untuk dinikmati.

Saat musim momiji pada musim gugur di akhir pekan cenderung lebih ramai, jadi waktu sekitar pukul 9 saat baru buka atau menjelang sore lebih cocok untuk berjalan-jalan dengan tenang.

Acara, menu teicha, dan manisan musim dapat berubah tergantung musim.

Sebelum berkunjung, periksa informasi terbaru dan media sosial untuk mengetahui kondisi buka dan layanan yang tersedia di hari kunjungan.

Kesimpulan | Pengalaman Taman Jepang di Tengah Ketenangan Anjō

Jōzan-en adalah spot budaya Anjō di mana Anda dapat merasakan dunia Ishikawa Jōzan melalui taman Jepang, arsitektur sukiya, dan waktu menikmati matcha (teh hijau Jepang).

Bukan pengalaman wisata yang mencolok, tetapi cocok bagi yang ingin menikmati ketenangan dan keheningan, atau yang tertarik pada akar Shisen-dō (kuil di Kyoto).

Jika berkunjung untuk pertama kali, periksa terlebih dahulu jam buka (9:00 - 17:00), hari libur (Senin dan akhir tahun dan awal tahun baru), tiket masuk (umum 100 yen), dan akses dengan Ankuru Bus dari Stasiun JR Anjō, dan nikmati kombinasi jalan-jalan taman dan teicha (500 yen) dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Jozan-en adalah fasilitas budaya berupa taman Jepang dan arsitektur sukiya yang terinspirasi dari Shisendo Kyoto, tempat yang terkait dengan Ishikawa Jozan. Taman ini dibuka pada Mei 1996 di Izumicho, Kota Anjo, Prefektur Aichi, tanah kelahiran Jozan, dan dicintai sebagai taman yang tenang untuk merasakan dunia Shisendo tanpa harus pergi ke Kyoto.
A. Ishikawa Jozan (1583-1672) adalah tokoh asal Izumigo, Mikawa, yang berubah dari samurai menjadi cendekiawan sastra. Setelah mengabdi pada Tokugawa Ieyasu, ia meninggalkan nama dalam bidang puisi Tionghoa, kaligrafi reisho, dan desain taman, dan membangun Shisendo di Ichijoji Kyoto pada usia 59 tahun. Mengetahui kisah hidupnya "dari bushido ke sastra" akan membuat ketenangan taman terasa lebih dalam.
A. Biaya masuk adalah 100 yen untuk umum, 80 yen untuk rombongan (10 orang ke atas), gratis untuk SMP ke bawah, dan 50 yen untuk penyandang disabilitas. Dengan biaya terjangkau, Anda dapat menikmati arsitektur sukiya otentik dan tiga taman, serta tersedia paket teh dengan matcha dan kue Jepang musiman seharga 500 yen tambahan.
A. Jam buka adalah 9:00-17:00 dengan penerimaan masuk hingga 16:30. Hari tutup adalah setiap Senin (jika hari libur tetap buka) dan libur akhir/awal tahun (28 Desember - 4 Januari). Satu jam sebelum tutup biasanya lebih sepi, dan menjadi waktu yang nyaman untuk duduk di tatami Ruang Shisen sembari memandang taman dengan tenang.
A. Dari Stasiun JR Anjo naik bus dalam kota "Ankuru Bus" jalur selatan, turun di "Izumi Jozan-en", lalu jalan kaki sekitar 3 menit. Karena frekuensi Ankuru Bus terbatas, catat jadwal pulang saat tiba agar tenang. Jika jadwal tidak cocok, pertimbangkan juga taksi sekitar 20 menit dari Stasiun Anjo.
A. Sekitar 15 menit berkendara dari Stasiun JR Anjo atau Stasiun Mikawa-Anjo, tersedia 60 slot parkir khusus (termasuk 2 untuk disabilitas) yang dapat digunakan gratis. Pada periode penerangan momiji dan akhir pekan parkir mudah penuh, sehingga ada baiknya juga mencatat parkir di sisi Izumi Community Hall agar kedatangan lebih lancar.
A. Daya tariknya adalah tiga taman, bangunan sukiya "Shisen-kaku", dan "Ruang Shisen" yang memiliki pameran. Taman Karayo, Taman Horai, dan Taman Kolam Bergaya Jelajah masing-masing memiliki suasana berbeda. Di Ruang Shisen juga terdapat motif "Sanjuroku Kasen-zu" yang terkait dengan Shisendo Kyoto, sehingga Anda dapat merasakan dunia puisi Tionghoa.
A. Momiji biasanya berada di puncak akhir November hingga awal Desember, sedangkan yuka-midori (refleksi hijau di lantai) berada di puncak awal musim panas. Karena warna taman terpantul di lantai yang dipoles, pagi cerah membuat refleksi sangat kuat sehingga yuka-momiji dan yuka-midori tampak jelas. Karena kesan sangat berubah menurut musim, jika tujuan utama Anda adalah memotret, kunjungan di waktu berbeda juga merupakan cara menikmatinya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.