Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kota Tua Kiragawa Muroto Kochi: Dinding Putih & Genteng

Kota Tua Kiragawa Muroto Kochi: Dinding Putih & Genteng
Panduan Kota Tua Kiragawa Muroto: lihat dinding putih Tosa, genteng mizukiri, tembok ishiguro, jejak arang binchotan, rute, dan etika jalan.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Kawasan kota Kiragawa di Kota Muroto, Prefektur Kochi, adalah kawasan bersejarah yang makmur berkat arang Binchotan. Anda bisa menyusuri lanskap Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting, dengan dinding putih, genteng penangkis air (mizukiri-gawara), dan tembok batu ishiguro.

Daya tarik

Daya tarik Kiragawa adalah dinding putih plester Tosa, genteng penangkis air yang melindungi dinding dari hujan, dan tembok batu ishiguro. Rumah kota dan gudang tanah berderet di sepanjang jalan pesisir, sehingga kawasan ini paling baik dinikmati sebagai keseluruhan lanskap jalan.

Akses

Dari pusat Kota Kochi sekitar 2 jam berkendara, di sepanjang Jalan Nasional 55. Ada juga rute bus dari arah Stasiun Kochi menuju kawasan Kiragawa (jumlah jadwal terbatas, perlu dicek)

Perkiraan waktu

Menyusuri jalan utama dan gang secara menyeluruh sekitar 1 hingga 1,5 jam. Jika mampir ke Kiragawa Machinami-kan atau Omatsuri-kan, sediakan waktu lebih

Tempat singgah

Di "Kiragawa Machinami-kan", bekas rumah warga di depan Kuil Onda Hachiman yang direnovasi, Anda bisa mempelajari sejarah dan arsitektur serta memesan pemandu tur jalan kaki di kota (perlu reservasi). Di "Omatsuri-kan" Anda bisa mengenal tradisi lokal.

Upacara & festival

Onda Matsuri di Kuil Onda Hachiman adalah Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting yang ditetapkan negara dan digelar pada bulan Mei di tahun ganjil. Pada festival dewa musim gugur bulan Oktober, satu "Ofune" dan empat "Hanadai" diarak menyusuri kota.

Cara berkeliling & etika

Kunjungan berpusat pada melihat eksterior bangunan. Saat memotret, jangan menyertakan ruang dalam, jemuran, atau orang, dan jangan masuk ke lahan pribadi atau area pintu masuk. Karena ini kota tempat tinggal yang tenang, jaga volume suara dan nikmati pemandangan dari area yang terlihat dari jalan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kagawa

Apa Itu Kirakawa no Machinami | Lanskap Bersejarah yang Makmur Berkat Binchōtan

Kirakawa no Machinami (deretan rumah bersejarah Kirakawa) adalah kawasan kota tua bersejarah yang masih terjaga di Kirakawa-chō, Kota Murotō, Prefektur Kōchi. Pada tahun 1997 (Heisei 9), kawasan ini menjadi yang pertama di Prefektur Kōchi yang ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional.

Kawasan ini terbentuk di sepanjang Hama-kaidō, jalur yang menghubungkan Kōchi dan Murotō pada zaman Edo, dan berkembang menjadi pusat pengumpulan binchōtan (arang Jepang berkualitas tinggi) sejak era Meiji hingga awal era Shōwa.

Pemandangan deretan dinding putih, mizukiri-gawara (genteng pengalir air), dan ishiguro (tembok batu) mencerminkan lapisan waktu dari industri dan kehidupan masyarakat setempat.

Kota yang Dilindungi sebagai Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting

Kirakawa-chō ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting, sebuah warisan budaya nasional, pada 31 Oktober 1997 (Heisei 9).

Jenis kawasan pelestarian ini adalah "zaigō-machi" (kota perdagangan pedesaan), dengan luas sekitar 18,3 hektar.

Karena yang dinilai bukan hanya bangunannya, tetapi juga suasana bersejarah yang mencakup jalan dan lingkungan sekitar, cara berjalan yang paling cocok adalah menikmati keseluruhan deretan kota secara menyeluruh daripada melihat satu bangunan saja.

Sejarah Kirakawa-chō yang Makmur sebagai Pusat Pengumpulan Binchōtan

Kirakawa-chō berkembang sebagai kota di sepanjang Hama-kaidō sejak masa pemerintahan domain (han), dan makmur sebagai pusat pengumpulan arang kayu (binchōtan) berkualitas tinggi dari era Meiji hingga awal era Shōwa.

Karena menghasilkan binchōtan berkualitas tinggi, rumah-rumah dagang dan pedagang pelayaran (kaisen-donya) yang menanganinya berkembang pesat, dan jejaknya masih terlihat pada deretan kota saat ini.

Banyak rumah tradisional yang dibangun dari era Meiji hingga era Shōwa masih tersisa di dalam kawasan pelestarian.

Sebelum Menjadi Tempat Wisata, Ini Adalah Tempat Tinggal

Daya tarik Kirakawa terletak pada suasana kehidupan tenang yang masih terasa di deretan kotanya.

Dengan kesadaran bahwa Anda berjalan di dekat kehidupan warga setempat, cara Anda memandang bangunan dan gang pun akan menjadi lebih tenang.

Tips Mengamati Arsitektur | Perhatikan Dinding Putih, Mizukiri-gawara & Ishiguro

Di Kirakawa, detail bangunan mencerminkan kearifan terhadap iklim dan kehidupan setempat.

Jika Anda mengenal sedikit istilahnya sebelum berjalan, akan lebih mudah memahami fungsi dinding dan genteng.

Dinding Putih Tosa-shikkui yang Menciptakan Lanskap Cerah

Yang pertama kali menarik perhatian adalah dinding putih yang dilapisi dengan tosa-shikkui (plester kapur khas Tosa).

Di kawasan dekat pantai terdapat rumah kota (machiya) bergaya nuriya-zukuri dengan tosa-shikkui yang dilengkapi "tsushi-nikai" (loteng rendah), sedangkan di kawasan perbukitan terlihat rumah satu lantai dengan atap rendah, sehingga ekspresi machiya berbeda di tiap kawasan.

Perpaduan dinding putih, dinding papan berwarna gelap, dan warna genteng menciptakan keselarasan yang tenang di sepanjang jalan.

Mizukiri-gawara, Kearifan untuk Melindungi Dinding dari Hujan

Genteng yang dipasang horizontal di tengah dinding disebut mizukiri-gawara (genteng pengalir air).

Jika Anda memandangnya bukan sekadar sebagai hiasan, tetapi sebagai cara mengalirkan air hujan keluar guna melindungi dinding, Anda akan memahami kearifan arsitektur yang berakar di daerah dengan banyak angin topan dan hujan.

Tembok Batu Ishiguro yang Mempertegas Kesan Gang

Di Kirakawa, tembok batu yang disebut ishiguro juga merupakan elemen yang khas.

Tembok ini memberi kesan kokoh yang berbeda dari machiya berdinding putih, dan saat memasuki gang, cara penyusunan batu serta kedalamannya terasa lebih dekat.

Istilah arsitektur akan berguna jika diingat sebagai petunjuk untuk membedakan sambil berjalan.

Istilah Tempat Melihat Hal yang Diperhatikan
Tosa-shikkui Dinding putih Cahaya dan tekstur
Mizukiri-gawara Tengah dinding Kearifan terhadap hujan
Ishiguro Tembok batu Cara penyusunan
Mushiko-mado Sekitar lantai atas Bayangan kisi-kisi
Sangawara-buki Atap Deretan genteng

Mengamati Atap dan Jendela untuk Merasakan Ritme Machiya

Di Kirakawa-chō, machiya dan gudang berdinding tanah (dozō) berlapis tosa-shikkui berjajar secara berurutan.

Dengan membandingkan garis atap dan bentuk jendela, Anda dapat merasakan tidak hanya perbedaan tiap rumah, tetapi juga ritme keseluruhan deretan kota.

Cara Memulai Jalan-Jalan Menyusuri Kota | Lihat Deretannya, Bukan Satu Titik

Di Kirakawa, cara berjalan yang cocok adalah menikmati kesinambungan jalan secara perlahan, daripada terburu-buru mengunjungi tiap tujuan.

Karena ini adalah kota yang dinikmati terutama dari tampilan luarnya, peralihan antara tempat untuk berhenti dan tempat untuk berjalan juga penting.

Mengamati Struktur Zaigō-machi yang Terbentuk di Sepanjang Hama-kaidō

Kirakawa-chō adalah zaigō-machi (kota perdagangan pedesaan) yang terbentuk di sepanjang Hama-kaidō, jalur yang menghubungkan Kōchi dan Murotō.

Dengan memperhatikan deretan rumah yang berderet di kedua sisi jalan, Anda akan lebih mudah membayangkan karakter kota yang dulu menjadi tempat lalu lintas orang dan barang.

Menikmati Jarak antara Tembok Batu dan Dinding Putih di Gang

Di jalan-jalan sempit, tembok batu dan pagar terasa lebih dekat, menciptakan ketenangan yang berbeda dari jalan yang lebar.

Bahkan dengan hanya mengamati dari batas yang terlihat dari jalan tanpa memasuki tanah pribadi, Anda sudah dapat merasakan lanskap khas Kirakawa sepenuhnya.

Melihat Jalan Menuju Onda Hachimangū sebagai Bagian dari Lanskap

Jalan menuju Onda Hachimangū (kuil Shintō) adalah tempat di mana deretan kota berdinding putih dan bergenteng terhubung secara alami dengan jalan menuju kuil.

Jika hendak beribadah, ikutilah papan pengumuman di area kuil dan petunjuk setempat, serta nikmati dengan tenang.

Cara Memanfaatkan Kirakawa Machinami-kan dan Omatsuri-kan

Bagi yang baru pertama kali berjalan-jalan, memeriksa terlebih dahulu tempat untuk mengenal latar belakang kota akan memperdalam makna dari apa yang Anda lihat selama berjalan.

Status pembukaan dan cara penggunaan sebaiknya dipastikan sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Mengenal Sejarah dan Bangunan di Kirakawa Machinami-kan

Kirakawa Machinami-kan adalah fasilitas hasil renovasi rumah penduduk lama yang terletak di depan Onda Hachimangū, dan ditata pada tahun fiskal 2013 (Heisei 25).

Di sini Anda dapat melihat dokumentasi tentang sejarah, budaya, dan bangunan Kirakawa, sehingga mudah disinggahi sebelum atau sesudah berjalan-jalan di kota.

Pemandu Wisata Kota Perlu Dipesan Terlebih Dahulu

Di Kirakawa Machinami-kan, Anda juga dapat mendaftar untuk layanan pemandu kota (machinami guide).

Karena layanan pemandu disebutkan harus dipesan terlebih dahulu, pastikan untuk mengonfirmasinya jika Anda menginginkannya.

Mengenal Tradisi Daerah di Omatsuri-kan

Omatsuri-kan adalah fasilitas yang memperkenalkan sejarah dan tradisi Kirakawa.

Dengan mengenal acara dan budaya daerah yang sulit dipahami hanya dengan melihat bangunan, Anda akan lebih mudah memahami bahwa deretan kota ini terhubung dengan kehidupan masa kini.

Onta-matsuri dan Jinsai di Onda Hachimangū | Tradisi yang Hidup di Kota

Di Onda Hachimangū, upacara keagamaan yang mewariskan sejarah kota hingga kini terus dilestarikan.

Tergantung waktu kunjungan, Anda dapat merasakan budaya festival daerah bersamaan dengan deretan kotanya.

Onta-matsuri, Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting Tingkat Nasional

Onta-matsuri di Onda Hachimangū adalah upacara keagamaan yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting Nasional.

Festival ini dipersembahkan pada bulan Mei di tahun-tahun ganjil Masehi, dan dikenal sebagai acara untuk memohon panen melimpah melalui gerakan-gerakan seperti tanam padi.

Jinsai Musim Gugur dengan Daya Tarik Acara Ofune dan Hanadai

Di antara "Jinsai" (festival musim gugur) yang diadakan setiap bulan Oktober, "Acara Ofune dan Hanadai pada Jinsai Onda Hachimangū Kirakawa" dipilih sebagai Warisan Budaya Rakyat Takbenda yang Perlu Diambil Tindakan Pendokumentasian Tingkat Nasional.

Daya tariknya adalah pemandangan satu unit dashi (kereta hias) berbentuk perahu yang disebut "Ofune" dan empat unit dashi yang disebut "Hanadai" yang diarak berkeliling di dalam kota, menelusuri deretan kota.

Cara Menuju Kirakawa no Machinami dan Estimasi Waktu

Kirakawa-chō terletak agak ke arah barat dari pusat Kota Murotō, dan dapat dikunjungi dengan mobil atau bus rute reguler.

Karena jalan-jalan di sini berpusat pada tampilan luar, perkirakan waktu dalam batas yang wajar agar lebih tenang.

Perkiraan Cara Menuju dengan Mobil dan Bus

Dari pusat Kota Kōchi, perjalanan dengan mobil memakan waktu sekitar 2 jam, dan dari arah Tanjung Murotō, lokasinya berada di sepanjang Jalan Nasional Rute 55.

Untuk transportasi umum, terdapat rute bus reguler dari arah Stasiun Kōchi menuju kawasan Kirakawa. Karena jumlah keberangkatannya terbatas, sebaiknya periksa jadwalnya terlebih dahulu agar lebih tenang.

Perkiraan Waktu yang Diperlukan untuk Berjalan-Jalan

Jika berjalan menyusuri jalan utama dan gang-gang secara keseluruhan, perkiraan waktu yang diperlukan adalah sekitar 1 hingga 1,5 jam.

Jika Anda singgah di Kirakawa Machinami-kan atau Omatsuri-kan, atau menggunakan layanan pemandu, rencanakanlah dengan waktu yang lebih longgar.

Etika yang Perlu Dijaga Wisatawan Asing | Berjalan di Kota Tempat Tinggal

Kirakawa no Machinami adalah lanskap bersejarah sekaligus tempat di mana kehidupan sehari-hari warga setempat terus berlangsung.

Tindakan seperti memotret, berjalan di jalan, dan memandang bangunan pun sebaiknya dilakukan dengan sopan di tempat yang dekat dengan ruang kehidupan warga.

Foto Berfokus pada Tampilan Luar

Lanskap dinding putih dan genteng memang membuat Anda ingin mengabadikannya dalam foto, tetapi berhati-hatilah agar bagian dalam rumah, jemuran, atau wajah orang tidak ikut terpotret.

Di tempat yang terdapat papan pengumuman boleh-tidaknya memotret, utamakanlah petunjuk tersebut.

Jangan Memasuki Tanah Pribadi atau Halaman Depan Rumah

Meskipun bangunan bersejarah terlihat dekat, belum tentu itu adalah fasilitas yang dibuka untuk umum.

Jangan memasuki bagian dalam gerbang, halaman, atau ruang sempit di depan rumah, dan nikmatilah dari batas yang terlihat dari jalan.

Perilaku saat berjalan-jalan di kota akan lebih mudah jika dipikirkan seperti berikut.

Tindakan Hal yang Diperhatikan Alasan
Memotret Tidak mengarahkan kamera ke bagian dalam rumah Menghormati privasi
Berjalan Tidak menyebar memenuhi jalan Memudahkan kendaraan dan warga lewat
Berhenti Tidak berhenti lama di depan pintu rumah Menjaga kehidupan sehari-hari
Memasuki area Tidak masuk ke tanah pribadi Melindungi ruang hidup warga

Di Kota yang Tenang, Perhatikan Juga Suara

Di jalan yang sepi, percakapan atau suara ponsel bisa terdengar lebih nyaring dari yang dibayangkan.

Jika berkunjung berkelompok, jangan menyebar ke samping, dan berhentilah untuk berbicara hanya saat diperlukan agar arus pejalan kaki tetap lancar.

Cara Menikmati Kirakawa yang Berubah Sesuai Cuaca dan Latar Budaya

Kirakawa no Machinami menampilkan ekspresi yang berbeda tergantung cahaya, hujan, dan angin.

Dengan mengenal sedikit latar belakang arsitekturnya, perubahan cuaca pun lebih mudah diterima sebagai daya tarik.

Pada Hari Cerah, Amati Kontras Dinding Putih dan Genteng

Pada hari cerah, putihnya tosa-shikkui dan warna gelap genteng serta bagian kayu terlihat dengan jelas.

Jika dilihat dari sudut miring, bayangan mizukiri-gawara mudah muncul, dan dimensi dindingnya pun terasa.

Pada Hari Hujan, Makna Mizukiri-gawara Lebih Mudah Dipahami

Pada hari hujan, peran mizukiri-gawara dalam melindungi dinding lebih mudah dibayangkan.

Saat permukaan jalan basah, berhati-hatilah terhadap jalan berbatu dan perbedaan ketinggian di gang, serta jangan terlalu dekat dengan bangunan.

Cara pandang pada tiap cuaca berkaitan tidak hanya dengan foto, tetapi juga dengan sikap saat berjalan.

Berjalan dengan Mengenal Latar Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional Penting

Di Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting, ditekankan pemikiran untuk melindungi karakteristik seperti posisi, bentuk, dan desain bangunan bersama dengan lingkungan sekitarnya.

Jika wisatawan juga mengenal pemikiran ini, mereka akan lebih mudah menghormati deretan kota sebagai lanskap yang diwariskan, bukan sekadar memakainya sebagai latar foto.

Kesimpulan | Menikmati Kirakawa no Machinami dengan Tenang

Kirakawa no Machinami adalah tempat di mana Anda dapat merasakan jejak kota yang makmur berkat binchōtan, melalui detail arsitektur seperti dinding putih, mizukiri-gawara, dan ishiguro.

Dengan mengamati perlahan deretan jalan, tembok batu di gang, dan bayangan yang jatuh di dinding, kekhasan kota ini akan terasa.

Bagi yang baru pertama kali berkunjung, mengenal latar belakang di Kirakawa Machinami-kan atau Omatsuri-kan, serta mempertimbangkan layanan pemandu yang perlu dipesan jika diperlukan, akan memperdalam pemahaman selama berjalan-jalan.

Dengan kesadaran bahwa Anda berjalan di tempat tinggal warga, dan dengan memperhatikan foto, percakapan, serta tidak memasuki tanah pribadi, nikmatilah lanskap bersejarah Murotō dengan tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kawasan kota tua Kiragawa adalah distrik pelestarian kawasan kota bersejarah yang tersisa di Kota Muroto, Prefektur Kochi. Pada 1997 (Heisei ke-9), kawasan ini menjadi yang pertama di Prefektur Kochi yang terpilih sebagai Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting tingkat nasional (sistem untuk melindungi kawasan kota bersejarah). Hingga kini masih tersisa jejak kehidupan yang dahulu berkembang sebagai pusat pengumpulan arang Binchotan.
A. Kawasan kota tua Kiragawa terkenal dengan Tosa shikkui (plester putih tradisional khas Kochi) dan genteng penangkal air (mizukiri-gawara). Sebagai jenis distrik pelestarian "kota pinggiran (zaigomachi)", area sekitar 18,3 hektar dilindungi, dan pemandangan deretan "mizukiri-gawara" serta "ishiguro" pada dinding putih sangat dihargai. Mizukiri-gawara adalah siasat praktis untuk mengalirkan air hujan, dan akan lebih mudah dipahami jika dilihat sebagai kearifan hidup, bukan sekadar hiasan.
A. Di Kiragawa, genteng yang menjorok horizontal di tengah dinding disebut "mizukiri-gawara". Tembok batu yang terasa lebih kokoh dibanding dinding putih disebut "ishiguro (tembok batu yang melindungi rumah dari angin kencang dan hujan)". Distrik dekat pantai berupa rumah berlapis plester dua lantai rendah (tsushi-nikai), sedangkan distrik di bukit berupa rumah satu lantai beratap rendah, sehingga membandingkan tinggi atap memungkinkan Anda membaca perbedaan topografi dan kehidupan.
A. Dari pusat Kota Kochi sekitar 2 jam dengan mobil, menyusuri Jalan Nasional 55 ke arah Tanjung Muroto. Dengan transportasi umum, naik bus Kochi Tobu Kotsu dan turun di "Kiragawa Gakko-dori", lalu jalan kaki sekitar 10 menit. Karena jumlah bus sedikit dan koneksi pun terbatas, memeriksa jadwal bus pulang lebih dulu sebelum mulai berjalan akan memberi keleluasaan dalam beraktivitas.
A. Kiragawa Machinami-kan adalah fasilitas pusat untuk menjelajah kota yang berada di depan Kuil Onda Hachimangu. Tempat ini bisa digunakan untuk melihat materi, beristirahat, dan mendaftar pemandu kawasan kota tua Kiragawa; informasi kontaknya adalah Perkumpulan Pelestarian Kota Tua Kiragawa (0887-25-3670). Menjadikan tempat parkir kota tua di dekatnya sebagai titik awal akan memudahkan berjalan menghubungkan jalan berdinding putih dengan Kuil Onda Hachimangu.
A. Pemandu kawasan kota tua perlu reservasi dan bisa didaftarkan di Kiragawa Machinami-kan (Perkumpulan Pelestarian Kota Tua Kiragawa). Karena warga setempat menjelaskan cara melihat bangunan dan fungsi mizukiri-gawara, Anda bisa menangkap detail desain gang yang sulit disadari sendiri. Jika hari yang diinginkan bertepatan dengan upacara keagamaan atau libur panjang, jadwalnya mudah penuh, jadi mengamankan ketersediaan lebih awal lewat telepon akan lebih tenang.
A. Waktu untuk menyusuri jalan utama dan gang sekali jalan diperkirakan sekitar 1 hingga 1,5 jam. Daripada terburu-buru mengunjungi satu titik, gaya khas Kiragawa adalah menikmati perlahan deretan jalan dan bayangan yang jatuh di dinding. Jalan menuju Kuil Onda Hachimangu juga terhubung secara alami dengan kota tua, jadi memasukkan jalan lurus menuju kuil ke dalam rute menyusuri akan membuat alur pemandangan tidak terputus.
A. Festival Onda (festival yang mendoakan panen melimpah melalui gerak tanam padi) biasanya diselenggarakan pada bulan Mei di tahun ganjil. Festival ini merupakan Properti Budaya Rakyat Tak Benda Penting tingkat nasional, dan pada musim gugur ada Shinsai (ritual/festival musim gugur) yang diadakan setiap Oktober, dengan 1 perahu hias dan 4 panggung bunga sebagai dashi (kereta hias yang ditarik dalam festival) yang berkeliling kota. Pemandangan dashi yang berarak di gang berdinding putih adalah daya tarik saat kota tua dan festival menyatu.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.