Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kiunkaku Atami | Sejarah Vila, Ryokan & Taman Jepang

Kiunkaku Atami | Sejarah Vila, Ryokan & Taman Jepang
Kiunkaku di Atami: vila 1919 yang kemudian menjadi ryokan. Lihat bangunan Jepang dan Barat, taman Jepang, serta jejak sastranya. Cek jam buka dan akses.

Ringkasan Cepat

Kediaman Bersejarah yang Menampilkan Budaya Vila Atami

Kiunkaku adalah fasilitas budaya di Atami yang membuka bangunan bergaya Jepang dan Barat dari zaman Taisho dan Showa serta taman Jepang untuk umum, sehingga pengunjung dapat menelusuri perubahannya dari vila menjadi ryokan, lalu fasilitas budaya.

Membandingkan Desain Bangunan Jepang dan Barat

Bangunan Jepang yang masih mempertahankan ruang tatami dan perlengkapan bangunan berdiri bersebelahan dengan ruang bergaya Barat Tamahime dan Tamakei yang memadukan dekorasi Jepang, Tiongkok, dan Eropa; pengunjung dapat mengamati cahaya yang menembus kaca zaman Taisho serta lapisan jejak perluasan dan renovasi.

Taman Jepang yang Menyatu dengan Bangunan

Meski berada di kawasan perkotaan, area ini dipenuhi kehijauan yang rimbun, dan jendela bangunan Jepang maupun Barat membingkai bagian-bagian taman seperti lukisan, sehingga pada hari hujan pun warna taman dan suasana air dapat dinikmati dari dalam ruangan.

Dari Vila menjadi Ryokan dan Penginapan Sastrawan

Tempat ini bermula pada 1919 sebagai vila milik Shinya Uchida, lalu Kaichiro Nezu menambahkan bangunan bergaya Barat; selama masa operasinya sebagai ryokan sejak 1947, sastrawan seperti Yuzo Yamamoto dan Osamu Dazai pernah menginap di sini.

Akses dari Stasiun Atami

Kiunkaku berada di Showa-cho, Kota Atami. Dari Stasiun JR Atami, naik bus lokal menuju Kiunkaku-mae atau turun di Tenjin-cho lalu berjalan kaki; tersedia juga parkir gratis untuk sekitar 37 mobil penumpang biasa.

Biaya Masuk dan Jam Buka

Biaya masuk adalah 610 yen untuk dewasa, 360 yen untuk siswa sekolah menengah pertama dan atas, serta gratis bagi siswa sekolah dasar dan yang lebih muda. Buka pukul 9.00–17.00, dengan batas masuk pukul 16.30, dan tutup setiap Rabu serta pada akhir tahun.

Durasi Kunjungan dan Etika

Kunjungan memerlukan sekitar 40 hingga 60 menit. Pengambilan foto diperbolehkan kecuali untuk benda pameran khusus; jangan menyentuh perabot atau dinding, jangan makan atau minum di luar area yang ditentukan, dan jangan membawa hewan selain anjing pendamping.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aomori

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa itu Kiwunkaku? Warisan budaya kota yang melestarikan budaya vila Atami

Kiwunkaku adalah fasilitas budaya yang membuka sebuah kediaman dan taman Jepang dari periode Taishō dan Shōwa yang masih tersisa di pusat kota Atami.

Bangunan bergaya Jepang, paviliun terpisah, dan bangunan bergaya Barat mengelilingi taman hijau. Dalam satu kompleks, Anda dapat menelusuri sejarah Atami ketika fungsinya berubah dari vila menjadi ryokan, lalu fasilitas budaya.

Perjalanan kediaman ternama yang dimulai pada 1919

Bangunan yang menjadi cikal bakal Kiwunkaku didirikan pada 1919 (Taishō 8) sebagai vila milik politikus sekaligus pengusaha Uchida Nobuya.

Pada 1925 (Taishō 14), Nezu Kaichirō, presiden Kereta Api Tōbu, membeli properti ini dan menambahkan ruang baru pada bangunan serta tamannya.

Dengan mengetahui latar belakangnya sebagai salah satu dari tiga vila besar Atami bersama Vila Iwasaki yang tidak dibuka untuk umum dan Vila Sumitomo yang sudah tidak ada, Anda dapat melihat gambaran masa ketika kawasan pemandian air panas berkembang menjadi kawasan vila.

Nilai warisan budaya yang tersisa pada 4 bangunan dan 1 gerbang

Kiwunkaku ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud Kota Atami pada 2002 (Heisei 14), dengan 4 bangunan dan 1 gerbang yang ditetapkan sebagai struktur bersejarah.

Membandingkan struktur dan tampilan setiap bangunan, seperti konstruksi kayu beratap tembaga dan konstruksi kayu beratap genting, juga menjadi fokus penting saat berkunjung.

Periode Fungsi utama Sudut pandang
Sejak 1919 Vila keluarga Uchida Bangunan Jepang dan taman
Sejak 1925 Vila keluarga Nezu Perluasan bangunan Barat
Sejak 1947 Ryokan Kiwunkaku Hubungan dengan sastrawan
Sejak 2000 Fasilitas budaya Pelestarian dan pembukaan

Bandingkan bangunan Jepang dan Barat untuk membaca lapisan arsitekturnya

Daya tarik Kiwunkaku terletak pada rumah Jepang tradisional yang berdampingan dengan bangunan Barat yang menggabungkan gaya dari berbagai kawasan.

Jangan hanya memandang setiap ruangan sebagai objek wisata tersendiri. Perhatikan pula hubungannya dengan taman dan jalur yang menghubungkan bangunan agar perjalanan waktu melalui perluasan serta renovasi terasa lebih utuh.

Ketenangan khas vila yang tersisa di bangunan Jepang

Bangunan utama dan paviliun terpisah masih memiliki ruang tatami, pintu, serta sekat yang menampilkan keindahan rumah Jepang.

Di ruang Jepang pertama bernama Kirin terdapat pemandu tetap yang memberikan penjelasan sejarah. Sesuai kondisi pembukaan, mendengarkan panduan akan memudahkan Anda memahami pergantian pemilik dan perkembangan arsitekturnya.

Arahkan pandangan dari ruang tatami ke taman dan nikmati kontras antara interior yang redup dengan kehijauan di luar untuk merasakan ketenangan sebuah vila.

Desain Jepang, Tiongkok, dan Eropa bertemu di Tamahime dan Gyokkei

Tamahime dan Gyokkei di kompleks Barat menampilkan ruang unik yang memadukan dekorasi serta gaya dari Jepang, Tiongkok, Eropa, dan kawasan lainnya.

Tamahime adalah bangunan Barat yang ditata pada masa Nezu Kaichirō. Alih-alih sekadar menganggap dekorasinya sebagai gaya asing, amati kombinasi bahan dan desain pilihan pemilik saat itu agar pemahaman Anda semakin dalam.

Pada hari ketika pemandu sukarelawan bertugas, tanyakan asal-usul pola dan perlengkapan untuk menemukan detail yang mudah terlewat.

Nuansa yang diciptakan kaca era Taishō dan cahaya

Pemandangan melalui kaca tua terkadang terlihat bergelombang, berbeda dari kaca modern yang seragam.

Dengan mengamati jendela, ranma, lampu, serta bahan lantai dan dinding secara berurutan, Anda dapat memahami bagaimana cahaya yang masuk mengubah kesan ruangan.

Ruang Ciri desain Petunjuk pengamatan
Bangunan Jepang Rumah Jepang Pintu, sekat, dan ruang tatami
Paviliun terpisah Dekat dengan taman Pandangan dari beranda engawa
Tamahime Dekorasi gabungan Lantai, dinding, dan jendela
Gyokkei Interior bangunan Barat Cahaya dan bahan

Nikmati taman Jepang melalui hubungannya dengan bangunan

Meski berada di pusat kota Atami, taman Kiwunkaku adalah tempat untuk merasakan kehijauan yang lebat dari berbagai titik di dalam gedung.

Daripada mengelilingi taman dengan tergesa-gesa, bandingkan pemandangan dari dalam ruangan dengan bangunan yang dilihat kembali dari luar agar susunan seluruh kediaman lebih mudah dipahami.

Jadikan jendela sebagai bingkai komposisi taman

Di dekat jendela ruang tatami dan bangunan Barat, tiang serta pintu membagi pemandangan taman dan membentuk komposisi seperti lukisan.

Taman yang sama terlihat berbeda: dari bangunan Jepang, pemandangan menyatu dengan tatami dan unsur kayu; dari bangunan Barat, taman terlihat melalui kaca dan dekorasi.

Keuntungan wisata arsitektur ini adalah Anda dapat menikmati warna taman dan nuansa air dari dalam ruangan, bukan hanya pada hari cerah tetapi juga ketika hujan.

Bayangkan proses perluasan dari luar bangunan

Dengan memandang beberapa bangunan dari sisi taman, Anda dapat melihat bagaimana bangunan dari masa berbeda membentuk satu kediaman.

Jangan menyentuh pepohonan taman atau bangunan warisan budaya; ikuti jalur taman dan rute dalam gedung yang dibuka untuk pengunjung.

Menyentuh kenangan masa ryokan dan para sastrawan besar

Pada 1947 (Shōwa 22), Kiwunkaku menjadi milik Sakurai Hyōgorō dan mulai beroperasi sebagai ryokan.

Bukan hanya kemegahan arsitektur yang penting, tetapi juga sejarahnya sebagai penginapan di kawasan pemandian air panas yang menyambut tamu dan menjadi tempat persinggahan untuk melahirkan karya.

Menjadi ryokan yang mewakili Atami

Ketika vila berubah menjadi ryokan, kediaman pribadi ini menjadi tempat yang menerima banyak tamu menginap.

Saat melihat aula dan kamar tamu, bayangkan ruang tersebut bukan hanya untuk kehidupan keluarga, melainkan juga untuk melayani dan menampung tamu agar perubahan fungsinya lebih mudah dipahami.

Dazai Osamu, Yamamoto Yūzō, dan penulis lain pernah menginap

Pada masa ryokan, sastrawan seperti Yamamoto Yūzō, Shiga Naoya, Tanizaki Jun'ichirō, Dazai Osamu, Funahashi Seiichi, dan Takeda Taijun pernah berkunjung.

Tempat ini bukan museum karya sastra, tetapi Anda dapat merasakan suasana penginapan tempat mereka bermalam melalui ukuran kamar, pandangan ke taman, dan jalur yang tenang.

Menjadi fasilitas budaya kota sejak 2000

Sejak 2000 (Heisei 12), tempat ini dimiliki Kota Atami dan menjadi pusat budaya serta wisata yang membuka bangunan dan taman untuk umum.

Saat ini tempat ini bukan fasilitas untuk menginap atau berendam, melainkan lokasi untuk melihat arsitektur bersejarah; pahami hal tersebut sebelum berkunjung.

Jam kunjungan, harga tiket masuk, dan layanan di dalam

Jam buka Kiwunkaku biasanya dari pukul 9 hingga 17, dengan batas masuk pukul 16 lewat 30 menit.

Tempat ini tutup setiap Rabu dan dari 26 hingga 30 Desember; apabila Rabu bertepatan dengan hari libur, tempat ini tetap buka.

Harga tiket masuk dan perkiraan durasi kunjungan

Harga tiket masuk reguler adalah 610 yen untuk dewasa, 360 yen untuk pelajar SMP dan SMA, sedangkan anak usia sekolah dasar ke bawah gratis.

Durasi kunjungan diperkirakan sekitar 40 hingga 60 menit. Reservasi biasanya tidak diperlukan, tetapi rombongan dianjurkan menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu.

Meski hanya ingin melihat taman, Anda tetap perlu melapor di resepsionis dan membayar tiket masuk reguler.

Pemandu, kursi roda, dan kedai teh

Tersedia 3 kursi roda untuk dipinjam di dalam kompleks; sampaikan permintaan kepada resepsionis jika diperlukan.

Ada beberapa cara untuk mendengarkan penjelasan, termasuk pemandu tetap di Kirin, pemandu sukarelawan di bangunan Barat pada hari tertentu, dan pemandu menyeluruh berbayar yang harus dipesan sebelumnya.

Kedai teh Yasuragi menyediakan minuman dan makanan manis. Jika Anda hanya ingin menggunakan kedai tanpa berkunjung, beri tahu resepsionis.

Etika berfoto dan cara menuju Kiwunkaku

Anda dapat berkunjung sambil memotret detail warisan budaya, tetapi petunjuk di lokasi harus diutamakan pada area yang dibatasi karena pameran atau penggunaan fasilitas sewaan.

Jangan menghalangi jalur pengunjung lain dan bertindaklah sesuai dengan suasana interior yang tenang.

Prinsip dasar: jangan menyentuh dan jangan makan atau minum

Fotografi di dalam bangunan diperbolehkan kecuali terhadap benda pameran di ruang pameran khusus, tetapi jangan menyentuh perabot atau dinding.

Makan dan minum dilarang di luar tempat yang ditentukan, dan seluruh area bebas rokok.

Hewan selain anjing pendamping tidak boleh dibawa masuk, termasuk ke taman, jadi hal ini perlu diperiksa saat menyusun itinerary.

Situasi Yang dapat dilakukan Pemeriksaan dan perhatian
Foto di dalam gedung Diperbolehkan di banyak tempat Periksa aturan pameran khusus
Kunjungan bangunan Ikuti rute yang dibuka Jangan menyentuh dinding atau perabot
Makan dan minum Hanya di tempat tertentu Beri tahu resepsionis untuk kedai teh
Taman Amati dari jalur Jangan merusak tanaman

Naik bus dari Stasiun Atami

Alamatnya adalah 4-2 Shōwa-chō, Kota Atami, Prefektur Shizuoka.

Dari Stasiun JR Atami, Anda dapat naik bus rute menuju Kiwunkaku-mae, atau turun di Tenjin-chō lalu berjalan kaki.

Di dalam kompleks tersedia parkir gratis untuk sekitar 37 mobil biasa, tetapi bus besar (kira-kira sepanjang 9 m atau lebih) tidak dapat parkir, jadi pastikan lokasi parkir sesuai jenis kendaraan terlebih dahulu.

Rangkuman: telusuri perubahan arsitektur dan budaya Atami di Kiwunkaku

Kiwunkaku menunjukkan perubahan fungsi dari vila yang dimulai pada 1919, menjadi ryokan sejak 1947, lalu fasilitas budaya sejak 2000.

Bandingkan bangunan Jepang dan Barat, pandang kembali bangunan dari taman, lalu bayangkan masa ryokan ketika para sastrawan besar menginap; sejarah budaya Atami akan terlihat di balik desainnya yang megah.

Periksa kondisi buka dan transportasi sebelum berangkat, patuhi etika untuk tidak menyentuh warisan budaya, dan nikmati seluruh bangunan dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kiunkaku adalah fasilitas budaya milik Kota Atami yang membuka kediaman era Taisho dan Showa serta taman Jepang untuk umum. Tempat ini bermula pada tahun 1919 sebagai vila seorang politikus, kemudian menjadi ryokan, dan sejak tahun 2000 menjadi fasilitas kota. Daya tariknya yang berbeda dari tempat lain adalah pengunjung dapat menelusuri tiga masa—vila, ryokan, dan fasilitas budaya—dalam satu kawasan.
A. Kiunkaku dibangun pada tahun 1919 sebagai vila milik pengusaha Shinya Uchida. Pada tahun 1925, Kaichiro Nezu, presiden Tobu Railway, membelinya dan menambahkan bangunan bergaya Barat serta taman. Bersama Vila Iwasaki yang tidak dibuka untuk umum dan Vila Sumitomo yang sudah tidak ada, tempat ini dikenal sebagai salah satu dari tiga vila besar Atami dan masih menyampaikan suasana masa ketika kawasan pemandian air panas berkembang sebagai daerah vila.
A. Tiket masuk Kiunkaku adalah 610 yen untuk dewasa, 360 yen untuk siswa sekolah menengah pertama dan atas, serta gratis untuk siswa sekolah dasar ke bawah. Tempat ini buka pukul 9.00–17.00 dengan batas masuk pukul 16.30, dan tutup setiap Rabu serta 26–30 Desember; jika Rabu merupakan hari libur, tempat ini tetap buka. Kunjungan hanya ke taman pun memerlukan pendaftaran di resepsionis dan tiket masuk biasa.
A. Dari Stasiun JR Atami, naiklah bus rute menuju Ainohara Danchi, Baien, Nishiyama, Hakone, atau tujuan lain yang tercantum selama sekitar 10 menit, lalu turun di Kiunkaku-mae. Pilihan lainnya adalah naik bus menuju Momijigaoka sekitar 10 menit hingga Tenjincho, kemudian berjalan kaki sekitar 2 menit setelah turun. Periksa nomor rute dan halte, lalu pilih layanan yang paling mudah digunakan.
A. Pedoman resmi untuk kunjungan ke Kiunkaku adalah sekitar 40–60 menit. Reservasi biasanya tidak diperlukan, tetapi rombongan disarankan menghubungi pihak fasilitas terlebih dahulu. Menggunakan pemandu tetap di ruang bergaya Jepang “Kirin” atau pemandu sukarela di bangunan bergaya Barat yang tersedia pada hari tertentu dapat membantu Anda mengikuti perubahan arsitektur dan kepemilikan selama kunjungan.
A. Kiunkaku memiliki tempat parkir gratis untuk sekitar 37 mobil penumpang biasa. Bus besar dengan panjang kira-kira 9 m atau lebih tidak dapat parkir di sana dan diarahkan ke tempat parkir milik kota di samping Omiya no Matsu. Asosiasi pariwisata menyatakan bahwa bus berukuran sedang dengan panjang 9 m atau kurang dapat parkir, sehingga rombongan perlu memeriksa panjang keseluruhan kendaraan saat merencanakan kunjungan.
A. Salah satu daya tarik Kiunkaku adalah membandingkan bangunan bergaya Jepang yang tenang dengan Tamahime dan Gyokkei di bangunan bergaya Barat, tempat desain Jepang, Tiongkok, dan Eropa berpadu. Ruangan yang masih mempertahankan kaca dari masa pembangunan juga menampilkan gelombang khas. Melihat taman dari dalam ruangan lalu menengok kembali bangunan dari luar memperlihatkan lapisan perluasan dan renovasi.
A. Kiunkaku beroperasi sebagai ryokan sejak tahun 1947, dan terdapat catatan bahwa Yuzo Yamamoto, Naoya Shiga, Junichiro Tanizaki, Osamu Dazai, serta sastrawan lainnya pernah menginap di sana. Meskipun bukan museum sastra, ruang tatami dan pandangan yang terbuka ke arah taman menyampaikan suasana penginapan tempat para sastrawan tersebut menghabiskan waktu. Berjalan sambil memperhatikan cara tempat ini digunakan pada masa ryokan akan memperdalam pemahaman Anda.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.