Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kogetsuin: Ziarah ke Akar Keluarga Tokugawa di Matsudaira-go

Kogetsuin: Ziarah ke Akar Keluarga Tokugawa di Matsudaira-go

Kogetsuin di Matsudaira-go: kuil bersejarah klan Matsudaira, akar Tokugawa. Panduan Matsudaira Chikauji, makam, jalur ziarah bersama Matsudaira Toshogu & etika.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Kogetsuin adalah kuil leluhur klan Matsudaira—akar keluarga Tokugawa—di Matsudaira-go, Toyota, Aichi: kuil tua tempat Anda dapat menyentuh suasana sejarah yang tenang, berbeda dari tempat wisata yang ramai.

Sorotan

Sanmon dan Hondo yang dibangun Tokugawa Iemitsu pada 1641, makam keluarga Matsudaira tempat Matsudaira Chikauji, Yasuchika, dan istri Chikatada dimakamkan, serta Matsudaira Tosho-gu di dekatnya (sumur kelahiran, Matsudaira-go-kan).

Akses

Dari Stasiun "Toyota-shi" Meitetsu naik Toyota Oiden Bus, turun di "Matsudaira-go", kemudian sekitar 5 menit berjalan kaki. Dengan mobil sekitar 15 menit dari "Toyota-Matsudaira IC" jalur Tokai-Kanjo Expressway.

Tiket dan kunjungan

Ziarah gratis dan dibuka sepanjang hari, kantor kuil buka 9:00–16:00. Parkir gratis sekitar 70 mobil.

Estimasi waktu kunjungan

Di Kogetsuin sebaiknya berziarah dengan tenang ke Hondo, Sanmon, dan makam keluarga Matsudaira. Jika juga ingin berjalan ke Matsudaira Tosho-gu dan Matsudaira-go-kan, susun rencana dengan waktu yang cukup agar lebih tenang.

Sorotan musiman

Musim semi sakura, awal musim panas hanashobu dan hortensia, musim gugur hagi dan dedaunan musim gugur—dapat dinikmati di seluruh kawasan Matsudaira-go.

Kepadatan dan etika ziarah

Pada Tenka Chakai akhir Mei banyak orang datang. Di makam keluarga Matsudaira, berjalanlah dengan tenang dan utamakan suasana ziarah daripada pemotretan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aichi

Kōgetsu-in | Kuil Berkaitan dengan Klan Tokugawa yang Wajib Dikunjungi di Matsudaira-gō

Kōgetsu-in adalah kuil sekte Jōdo (Tanah Murni) yang terletak di Matsudaira-gō, Kota Toyota, Prefektur Aichi, dan dikenal sebagai bodaiji (kuil keluarga untuk peringatan leluhur) klan Matsudaira yang merupakan akar keluarga Tokugawa.

Matsudaira-gō dikenal sebagai tempat asal klan Matsudaira yang dikatakan sebagai akar keluarga Tokugawa, kawasan di mana situs sejarah berkaitan dengan klan Matsudaira seperti Kōgetsu-in, Matsudaira Tōshō-gū (kuil Shinto Matsudaira), dan reruntuhan Kastil Matsudaira (Matsudaira-jō) tersisa.

Bagi wisatawan asing, daya tarik Kōgetsu-in adalah kesempatan untuk merasakan suasana sejarah yang tenang, berbeda dari tempat wisata yang ramai.

Saat berjalan di halaman kuil, Anda dapat merasakan sejarah samurai bukan sebagai "pameran" tetapi di tengah pemandangan kuil, pemakaman, dan desa pegunungan.

Matsudaira-gō secara keseluruhan juga memiliki banyak alam, dan pemandangan tiap musim menjadi daya tarik, seperti sakura di musim semi, hanashōbu (iris Jepang) dan ajisai (hortensia) di awal musim panas, serta hagi (bunga lespedeza) dan daun musim gugur pada musim gugur.

Melalui jalan-jalan di Kōgetsu-in dan Matsudaira-gō, Anda akan lebih mudah memahami suasana tanah ini.

Biaya kunjungan gratis, dan halaman kuil terbuka sepanjang hari, sehingga waktu pagi yang tenang juga direkomendasikan untuk berkunjung dengan santai.

Sejarah Kōgetsu-in sebagai Bodaiji Klan Matsudaira

Kōgetsu-in awalnya disebut sebagai kuil "Jakujō-ji".

Pada tahun 1367 (Shōhei 22), Kanryū Shōnin (pendeta utama Kanryū) mendirikan kuil ini dengan dukungan Ariwara no Nobushige, kemudian pada tahun 1377 Matsudaira Chikauji (leluhur klan Matsudaira) menyumbangkan honzon Amida Butsu (Amitabha Buddha) serta aula dan menara, sehingga nama kuil diubah menjadi Kōgetsu-in.

Yang penting untuk memahami Kōgetsu-in adalah perspektif "bodaiji klan Matsudaira".

Bodaiji adalah kuil yang memiliki hubungan mendalam karena keluarga atau klan menggunakannya untuk memperingati leluhur.

Di Matsudaira-ke Bosho (pemakaman keluarga Matsudaira) dalam halaman kuil, makam Matsudaira Chikauji, Matsudaira Yasuchika, dan istri Matsudaira Chikatada dikatakan berjajar.

Meskipun tidak terlalu paham sejarah, jika Anda berjalan dengan mengetahui "ini adalah tempat yang menyampaikan kenangan klan Matsudaira yang terhubung dengan keluarga Tokugawa", kesan ziarah akan berubah.

Selain itu, sanmon (gerbang utama) dan hondō (aula utama) saat ini diperkenalkan sebagai bangunan yang didirikan oleh shogun ketiga Tokugawa Iemitsu (shogun ketiga keshogunan Edo) pada tahun 1641 (Kan'ei 18).

Lebih lanjut, pada tahun 1602 (Keichō 7), Tokugawa Ieyasu menyumbangkan tanah kuil sebesar 100 koku, menunjukkan bahwa kuil ini telah dilindungi dengan baik oleh keshogunan Tokugawa sepanjang periode Edo.

Saat melihat bangunan, perhatikan tidak hanya kemewahan dekorasi tetapi juga ketenangan sebagai kuil yang telah lama dijaga.

Tempat yang Wajib Dilihat dan Cara Berjalan dengan Tenang di Halaman Kuil

Di Kōgetsu-in, jika Anda memperhatikan alur dari sanmon ke hondō, akan lebih alami untuk berziarah.

Di kuil Buddha, sebelum melewati gerbang, tenangkan hati, dan di halaman kuil berjalanlah tanpa mengeluarkan suara keras sebagai dasar.

Di hondō, menyatukan tangan, membungkuk ringan, dan menyelaraskan gerakan dengan peziarah lain di sekitar akan terasa lebih aman.

Meskipun tidak paham tata cara keagamaan secara detail, yang penting adalah menghabiskan waktu dengan tenang dan penuh hormat.

Di sekitar Matsudaira-ke Bosho, daripada terburu-buru mengambil foto kenangan, lakukan kunjungan dengan menghormati makna sebagai pemakaman.

Jangan menyentuh batu nisan, tanda larangan masuk, atau papan informasi, dan lihat dari tempat yang ditentukan.

Di tempat yang tidak dapat dikonfirmasi izin pengambilan foto detailnya, prioritaskan pengumuman atau panduan staf di lokasi.

Terutama di dalam aula utama, pemakaman, atau saat upacara, lebih dibutuhkan kesadaran menjaga suasana ziarah daripada mengambil foto.

Estimasi waktu untuk berkeliling halaman kuil sekitar 20–30 menit dengan berjalan santai.

Jika berziarah hingga Matsudaira-ke Bosho, sebaiknya sediakan waktu sedikit lebih longgar.

Situs Sejarah dan Alam Matsudaira-gō

Di Matsudaira-gō selain Kōgetsu-in juga terdapat situs sejarah, sehingga latar belakang tanah ini mudah dipahami.

Di Matsudaira-gō, tersisa situs sejarah berkaitan dengan klan Matsudaira seperti Matsudaira Tōshō-gū, Kōgetsu-in, dan reruntuhan Kastil Matsudaira.

Menelusuri Sejarah di Matsudaira Tōshō-gū

Matsudaira Tōshō-gū adalah spot yang sering disebut namanya saat jalan-jalan di Matsudaira-gō, kuil Shinto yang mengabadikan Tokugawa Ieyasu dan leluhur klan Matsudaira, Matsudaira Chikauji.

Di halaman kuil terdapat "Ubuyu no Ido" (sumur air mandi pertama bayi) yang dikatakan digunakan klan Matsudaira sebagai air mandi pertama, dan Matsudaira-gō-kan yang memamerkan benda-benda berkaitan dengan keluarga Matsudaira dan keluarga Tokugawa.

Sementara Kōgetsu-in memiliki aspek sebagai bodaiji klan Matsudaira, di Matsudaira Tōshō-gū Anda dapat merasakan aliran kepercayaan dan sejarah yang terhubung dengan keluarga Tokugawa secara lebih utuh.

Menikmati Pemandangan Alam

Matsudaira-gō menarik bukan hanya karena situs sejarah, tetapi juga pemandangan alamnya.

Berjalan sambil menikmati bunga dan pepohonan musiman, Anda dapat merasakannya sebagai ruang sejarah yang tenang di desa pegunungan.

Pada musim semi, sakura menjadi daya tarik; pada awal musim panas ada hanashōbu dan ajisai; sedangkan pada musim gugur, hagi dan daun musim gugur (musim kōyō) menjadi pemandangan yang layak dilihat.

Namun, waktu mekar bunga dan informasi acara berubah tergantung tahun.

Jika berkunjung dengan tujuan periode tertentu, konfirmasikan informasi wisata atau panduan lokal sebelum berangkat untuk lebih aman.

Informasi Kunjungan dan Cara Menuju yang Perlu Dikonfirmasi Sebelum Berziarah

Alamat Kōgetsu-in adalah 44 Sangaeiri, Matsudaira-cho, Kota Toyota, Prefektur Aichi. Biaya kunjungan gratis, kunjungan dibuka sepanjang hari, jam terima kantor kuil pukul 09.00–16.00, dan diumumkan buka tanpa hari libur.

Parkir tersedia gratis untuk sekitar 70 kendaraan, sehingga relatif aman jika datang dengan mobil.

Namun, situasinya dapat berubah karena acara atau kepentingan pengelolaan, jadi sebaiknya konfirmasikan sebelum berangkat untuk lebih aman.

Jika menggunakan transportasi umum, diumumkan untuk turun di halte bus Matsudaira-gō dari Stasiun Toyotashi jalur Meitetsu Mikawa/Toyota dengan transit ke bus Toyota Oiden jalur Shimoyama/Toyota tujuan Ōnuma, kemudian sekitar 5 menit jalan kaki.

Jika dengan mobil, diperkenalkan sekitar 15 menit dari IC Toyota Matsudaira jalur tol Tōkai-Kanjō.

Wisatawan asing sebaiknya juga mengonfirmasi jadwal bus pulang sebelumnya.

Karena Matsudaira-gō adalah kawasan yang tenang, sebaiknya jangan menyusun rencana dengan asumsi transportasi tersedia sesering di kawasan perkotaan.

Sulit untuk mengonfirmasi sepenuhnya tentang dukungan multibahasa atau Wi-Fi di halaman kuil sebelumnya, jadi siapkan aplikasi penerjemah atau peta offline agar dapat berjalan-jalan dengan tenang.

Tips Menghindari Keramaian dan Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Kōgetsu-in bukan kuil yang sangat ramai sebagai tempat wisata, namun pada musim sakura, musim kōyō (daun musim gugur), atau hari ada acara lokal, peziarah cenderung meningkat.

Jika mengutamakan suasana tenang, pilih waktu dengan sedikit orang seperti pagi hari pada hari kerja untuk berziarah dengan leluasa.

Di Matsudaira-gō, setiap akhir Mei kadang diselenggarakan "Tenka Chakai" (upacara minum teh) di Kōgetsu-in, dan hari yang bertepatan dengan acara lokal cenderung lebih banyak orang berkumpul dibanding biasanya.

Jika ingin berkunjung dengan tujuan acara tertentu, konfirmasikan status penyelenggaraan dengan informasi wisata sebelum berangkat.

Kesimpulan | Tips Agar Tidak Bingung Saat Ziarah Pertama di Kōgetsu-in

Kōgetsu-in adalah kuil yang tak terlewatkan untuk menelusuri akar keluarga Tokugawa di Matsudaira-gō.

Jika Anda mengunjungi setelah mengetahui latar belakangnya sebagai bodaiji klan Matsudaira, pemandangan sanmon, hondō, dan bosho akan terasa lebih dalam.

Saat berziarah, hargai dasar-dasar seperti berjalan dengan tenang, memberi hormat kepada pemakaman, dan mengikuti pengumuman lokal.

Jangan terlalu tenggelam dalam mengambil foto atau berkeliling. Menjaga suasana sebagai kuil akan menjadi pengalaman yang nyaman juga bagi wisatawan.

Selain Kōgetsu-in, dengan berjalan-jalan di Matsudaira Tōshō-gū dan alam Matsudaira-gō, Anda dapat merasakan sejarah dan pemandangan desa pegunungan sekaligus.

Bagi yang pertama kali berkunjung, setelah mengonfirmasi akses dan informasi kunjungan, sebaiknya luangkan waktu yang cukup untuk berjalan-jalan dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kogetsuin adalah kuil di Matsudaira-cho, Kota Toyota, Prefektur Aichi, yang berhubungan dengan keluarga Matsudaira. Dikenal sebagai kuil yang terkait dengan Matsudaira Chikauji generasi pertama keluarga Matsudaira dan leluhur Tokugawa Ieyasu, kuil ini menjadi pusat wisata Matsudaira-go. Cocok bagi yang ingin merasakan sejarah di desa pegunungan yang tenang, bukan tempat mewah.
A. Kogetsuin didirikan pada tahun 1367, dan pada tahun 1377 Matsudaira Chikauji mempersembahkan patung Amitabha dan bangunan kuil. Sebagai kuil leluhur klan Matsudaira yang merupakan akar Tokugawa Ieyasu, kuil ini dijaga dengan baik, dan keheningan area kuil menjadi petunjuk untuk membayangkan sejarah para samurai Mikawa sebelum era Ieyasu.
A. Daya tarik Kogetsuin antara lain gerbang gunung, aula utama, makam keluarga Matsudaira, dan jalan masuk berjajar pohon sugi. Aula utama dan gerbang gunung dipercaya dipersembahkan oleh Tokugawa Iemitsu pada tahun 1641, dan ini bukan kuil wisata yang megah, melainkan tempat untuk menelusuri akar keluarga Tokugawa dengan tenang.
A. Biaya masuk Kogetsuin gratis dan area kuil dapat dikunjungi sepanjang hari. Jam layanan kantor kuil sekitar 09.00–16.00. Pagi hari relatif sepi wisatawan, dan cahaya lembut menembus jalan masuk berjajar sugi, sehingga pagi menjadi waktu ideal bagi yang ingin memotret.
A. Dari Stasiun Toyotashi, naik Toyota Oiden Bus Jalur Shimoyama/Toyota, turun di "Matsudairago", lalu jalan kaki sekitar 5 menit. Karena jadwal bus tidak banyak, sebaiknya cek juga jadwal pulang. Dengan mobil, perjalanan dari Toyota Matsudaira IC sekitar 15 menit.
A. Di sekitar Kogetsuin tersedia tempat parkir gratis Taman Matsudairago dengan kapasitas sekitar 70 kendaraan. Pada akhir pekan tidak seramai destinasi wisata kota, namun pada musim daun merah atau saat acara berlangsung sebaiknya datang lebih awal. Setelah parkir, Anda dapat berjalan kaki dari taman ke Kogetsuin sambil menikmati napak tilas sejarah.
A. Di Matsudaira-go, rute populer adalah berjalan dari Matsudaira Toshogu menuju Kogetsuin. Jaraknya sekitar 10–15 menit berjalan kaki, namun karena ada tanjakan dan tangga batu, sebaiknya kenakan sepatu yang nyaman. Sambil memandang parit air dan jalan kuno di sepanjang rute, Anda dapat merasakan suasana khas desa asal keluarga Matsudaira.
A. Sakura di sekitar Kogetsuin biasanya mekar pada awal April, dan daun merah memuncak pada pertengahan hingga akhir November. Di musim gugur, jalan setapak Matsudaira-go dan jajaran pohon sugi juga berwarna indah; pagi dan sore lebih dingin dibanding kota, sehingga membawa jaket tipis akan membuat fotografi dan jalan-jalan lebih nyaman.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.