Kuliner khas Kumamoto! Apa itu basashi?
Kalau bicara kuliner Kumamoto, tentu yang terkenal adalah Basashi (sashimi daging kuda)!
Prefektur Kumamoto dikenal sebagai daerah yang lekat dengan budaya daging kuda, dan terkenal sebagai tempat untuk menikmati basashi.
Basashi dikenal sebagai bahan makanan yang tinggi protein dan cenderung rendah lemak, dengan cita rasa yang berbeda tergantung bagian dagingnya.
Ciri khasnya adalah tekstur yang seolah meleleh dan rasa manis alami.
Harga per porsi umumnya sekitar 1.500–3.000 yen(untuk platter campuran), dan ini merupakan sajian yang layak dicoba saat berkunjung ke Kumamoto.

Sejarah basashi dan alasan Kumamoto menjadi daerah asal utamanya
Katō Kiyomasa dan akar budaya makan daging kuda(kisah turun-temurun)
Tentang akar budaya makan daging kuda di Kumamoto, ada kisah-kisah yang sering dikaitkan dengan Katō Kiyomasa.
Namun, asal-usulnya memiliki beberapa teori, dan penjelasan tersebut sering diperkenalkan sebagai salah satu kemungkinan dengan mempertimbangkan situasi pada masa itu.
Perkembangan budaya basashi
Di Kumamoto, budaya kuliner daging kuda berkembang sedikit demi sedikit, dan khususnya gaya “basashi” yang dimakan mentah disebut kemudian mengakar kuat.
Saat ini, tidak hanya di restoran, Anda juga kadang bisa menemukan daging kuda untuk basashi di toko daging.
Mengapa basashi Kumamoto begitu lezat
1. Kekuatan sebagai daerah penghasil
Dalam data statistik, Prefektur Kumamoto juga ditunjukkan sebagai salah satu daerah dengan produksi daging kuda yang tinggi.
Karena merupakan daerah penghasil, ada distribusi khas setempat, dan penyajiannya kadang menekankan kesan kesegaran.
2. Perbedaan rasa berdasarkan cara beternak dan bagian daging
Daging kuda memiliki tingkat lemak yang berbeda tergantung bagiannya, sehingga menawarkan cita rasa yang beragam dari daging merah hingga marbling.
Karena tekstur dan aroma juga berubah tergantung metode pemeliharaan serta perbedaan tiap hewan, membandingkan berbagai bagian juga menjadi salah satu keseruannya.
3. Cara makan lezat ala Kumamoto
Basashi ala Kumamoto dikenal paling umum disantap bersama shoyu manis(sashimi shoyu).
Jika dipadukan dengan bawang putih parut atau jahe parut, Anda juga bisa menikmati perubahan aromanya.

Jenis basashi dan perbedaan rasa tiap bagian
1. Akami(daging merah)
- Bagian klasik basashi dengan tekstur lembut dan sedikit padat
- Lemaknya sedikit dan mudah dinikmati. Direkomendasikan juga untuk pemula yang baru mencoba basashi
2. Shimofuri(marbling)
- Penuh marbling dengan tekstur yang meleleh
- Populer sebagai bagian yang memungkinkan Anda menikmati rasa manis dan kekayaan rasa daging kuda
3. Futaego(salah satu jenis daging perut)
- Bagian dengan lapisan daging merah dan lemak
- Ciri khasnya adalah tekstur kunyah yang unik, menjadikannya favorit penikmat berpengalaman
4. Tategami(kōne)
- Dikenal sebagai lemak putih di bagian leher dan disebut hanya bisa diambil dalam jumlah sedikit
- Teksturnya meleleh di mulut, dan direkomendasikan dimakan bersama daging merah
5. Yukke(yukke daging kuda)
- Daging kuda iris tipis dicampur dengan kuning telur dan saus
- Cocok dimakan dengan nasi dan juga sering dipilih sebagai teman minum

5 restoran basashi yang direkomendasikan di Kumamoto
Suganoya
- Dikenal sebagai restoran spesialis basashi
- Anda bisa menikmati perbandingan rasa melalui platter campuran dan menu lainnya
Umazakura
- Restoran basashi yang juga sering dipilih wisatawan
- Anda bisa membandingkan berbagai jenis seperti shimofuri, akami, dan tategami
Tengoku
- Restoran yang disukai warga lokal
- Selain basashi, restoran ini juga menyajikan hidangan daging kuda lainnya
Kumamoto Baniku Dining Nagomi
- Terkadang diperkenalkan sebagai tempat untuk menikmati basashi dengan kisaran harga yang relatif terjangkau
- Juga memiliki variasi hidangan daging kuda
Akagyu to Baniku Ryōri Senmonten Fujisaigyū
- Dikenal sebagai restoran tempat Anda bisa menikmati daging kuda dan kuliner khas Kumamoto “akagyu” sekaligus
- Bisa mencicipi dua kuliner khas Kumamoto dalam satu tempat
Panduan cara makan basashi yang lezat
1. Menikmatinya dengan shoyu manis adalah gaya khas Kumamoto
Basashi di Kumamoto dikenal paling umum disantap dengan shoyu manis(sashimi shoyu).
Karena rasa manisnya lebih terasa dibanding shoyu biasa, banyak yang menilai sangat cocok dengan umami daging kuda.
2. Tambahkan bawang putih parut & jahe parut untuk aroma lebih kaya
- Bawang putih parut → memberikan rasa yang lebih kuat
- Jahe parut → memberi aftertaste yang lebih segar. Cocok untuk bagian yang lebih berlemak
3. Nikmati bersama sake Jepang atau shōchū
Basashi disebut cocok dipadukan dengan sake lokal Kumamoto atau kome shōchū.
Khususnya Kuma shōchū dikenal sebagai shōchū berbahan beras, dan ada juga yang menikmatinya bersama basashi.
Informasi praktis untuk wisatawan
1. Akses transportasi ke Kumamoto
Shinkansen:bisa menuju area Kumamoto dari berbagai wilayah di Kyūshū
Pesawat:bisa berpindah dari Bandara Kumamoto ke area kota
Transportasi dalam kota:tram dan bus sangat praktis
2. Tempat wisata di Kumamoto
Kumamoto-jō(dikenal sebagai kastel yang dibangun oleh Katō Kiyomasa)
Aso-san(memikat dengan lanskap alamnya yang megah)
Kurokawa Onsen(populer sebagai kawasan pemandian air panas yang penuh suasana)
3. Waktu terbaik makan basashi
- Karena ada restoran yang berfokus buka malam hari, lebih aman bila mengecek jam operasional terlebih dahulu
- Ada juga restoran yang menyajikan basashi saat makan siang
- Jika memesan basashi beku secara online, ikuti panduan pencairan yang disertakan
Ringkasan
- Basashi dikenal sebagai salah satu kuliner khas utama Kumamoto
- Tiap bagian seperti akami, shimofuri, futaego, dan tategami menawarkan cita rasa yang berbeda
- Shoyu manis dan bumbu pelengkap adalah cara makan klasiknya
Kalau pergi ke Kumamoto, jangan lupa mencoba basashi!
Ini adalah kuliner lokal khas daerah yang patut dicicipi.