Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Rinzaiji | Yoshimoto, Ieyasu & Taman Bersejarah

Kuil Rinzaiji | Yoshimoto, Ieyasu & Taman Bersejarah
Rinzaiji didirikan Yoshimoto untuk mengenang Ujiteru, terkait Sessai dan Ieyasu muda. Aula cagar budaya dan taman lanskap hanya buka pada hari khusus.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Kuil Rinzai-ji

Kuil Rinzai-ji di Distrik Aoi, Kota Shizuoka, adalah kuil keluarga klan Imagawa sekaligus biara Zen untuk pelatihan, tempat sejarah Imagawa Yoshimoto dan Tokugawa Ieyasu bersinggungan.

Asal-usul Kuil

Pendahulunya adalah Zentoku-in yang didirikan oleh Imagawa Ujichika. Sebagai kuil keluarga Ujiteru, kakak Yoshimoto dan kepala klan generasi ke-8, nama kuil ini juga berasal dari nama Buddha anumerta Ujiteru.

Aula Utama, Properti Budaya Penting

Aula utama yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional adalah bangunan besar bergaya hojo dari awal zaman Edo, berlantai satu dengan atap pinggul dan pelana berlapis sirap kayu tipis; pintu masuknya juga termasuk dalam penetapan.

Taman yang Ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah

Taman yang ditetapkan sebagai Tempat Berpemandangan Indah nasional ini menggunakan lereng di utara aula utama sebagai latar dan memanfaatkan perbedaan ketinggian untuk mengalirkan air dari kolam yang lebih tinggi di timur ke kolam yang lebih rendah di barat.

Ajaran Sessai bagi Ieyasu

Kepala biara Taigen Sessai terlibat dalam politik dan diplomasi sebagai guru Imagawa Yoshimoto, dan Ieyasu juga dikisahkan menerima ajaran Sessai di sini ketika menjadi sandera.

Pemakaman Keluarga Imagawa dan Pusaka Kuil

Ujiteru dan Yoshimoto dikenang di pemakaman keluarga Imagawa, Situs Bersejarah yang ditetapkan Kota Shizuoka, dan patung serta benda yang berkaitan dengan Yoshimoto, Sessai, dan tokoh lain juga diwariskan.

Kesempatan dan Area Kunjungan

Karena Rinzai-ji adalah biara pelatihan, tempat ini bukan fasilitas yang memungkinkan pengunjung melihat bagian dalam kompleks atau properti budaya secara bebas; kesempatan kunjungan umum dan area yang dapat dikunjungi terbatas.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Shizuoka

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Rinzai-ji memulai perjalanannya sebagai kuil keluarga bagi klan Imagawa

Rinzai-ji di Distrik Aoi, Kota Shizuoka, adalah kuil keluarga klan Imagawa yang memerintah Suruga dan kuil Zen tempat sejarah Imagawa Yoshimoto dan Tokugawa Ieyasu saling bertaut.

Di kompleks yang dijaga sebagai pusat pelatihan, aula utama, taman, dan makam keluarga Imagawa mewariskan budaya yang berlanjut dari zaman Sengoku hingga awal zaman modern.

Kuil Zen yang berawal dari Zentoku-in

Pendahulu Rinzai-ji diyakini merupakan Zentoku-in yang didirikan oleh Imagawa Ujichika.

Sebagai tempat bertemunya politik klan Imagawa dan budaya Zen, tempat ini menjadi titik awal untuk memahami sejarah Sunpu.

Diwariskan sebagai kuil keluarga Imagawa Ujiteru

Rinzai-ji didirikan oleh Imagawa Ujichika dan diwariskan sebagai kuil keluarga Ujiteru, kakak Yoshimoto sekaligus kepala klan Imagawa generasi ke-8.

Nama kuil berasal dari nama anumerta Buddhis Ujiteru, sementara makam dan patung yang berkaitan dengan Ujiteru serta Yoshimoto juga diwariskan di kompleks ini.

Kompleks kuil yang berulang kali melewati perang dan pembangunan kembali

Rinzai-ji pernah terkena kebakaran perang yang berkaitan dengan Takeda Shingen dan Tokugawa Ieyasu, dan kompleksnya dibangun kembali setiap kali.

Penting untuk tidak menganggap bangunan tetap utuh sejak awal pendirian, melainkan melihatnya sebagai lapisan sejarah yang melalui kehancuran dan pemulihan.

Peralihan kuil keluarga klan Imagawa menuju perlindungan klan Tokugawa menunjukkan bahwa peran kuil tetap diwariskan meskipun penguasa Sunpu berganti.

Tokoh dan masa Hubungan dengan Rinzai-ji Sudut pandang
Imagawa Ujichika Mendirikan pendahulu kuil Klan Imagawa dan Zen
Imagawa Ujiteru Asal-usul nama kuil Peran kuil keluarga
Imagawa Yoshimoto Pemimpin yang didukung Sessai Kepercayaan daimyō zaman Sengoku
Tokugawa Ieyasu Belajar dan membangun kembali Dari klan Imagawa ke klan Tokugawa

Melihat arsitektur hōjō di aula utama yang berstatus Properti Budaya Penting

Aula utama Rinzai-ji merupakan Properti Budaya Penting nasional, sebuah bangunan yang mewariskan tata ruang hōjō berukuran besar dan rancangan bergaya Kyoto.

Dengan memperhatikan bukan hanya kesan eksterior, tetapi juga susunan ruang yang mendukung kehidupan dan ritual kuil Zen, nilai bangunan akan lebih mudah dipahami.

Aula utama besar dari awal abad ke-17

Aula utama diyakini merupakan bangunan dari awal zaman Edo.

Aula utama ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional pada 1983.

Bangunan ini berukuran 22,7 m pada sisi depan dan 16,8 m pada sisi samping, dengan ciri denah bergaya hōjō yang melebar di bagian muka.

Dengan mengikuti bentangan cucuran atap dan deretan jarak antartiang, kerangka yang menopang atap besar akan terlihat.

Serambi yang menempel di sisi kiri depan juga termasuk dalam penetapan sebagai bagian pelengkap, dan memberi petunjuk untuk memahami alur seremonial memasuki aula utama.

Atap irimoya berlapis kokera-buki

Aula utama memakai atap irimoya satu tingkat dengan kokera-buki, yaitu susunan papan kayu tipis yang bertumpuk.

Sebagian atap dan interior telah diubah pada masa berikutnya, tetapi rangka utamanya masih mempertahankan bentuk awal dengan baik.

Elemen arsitektur Ciri Pokok pengamatan
Denah Gaya hōjō Keluasan jarak antartiang
Atap Gaya irimoya Bentuk bubungan dan cucuran
Bahan atap Kokera-buki Tumpukan papan kayu
Penetapan pelengkap 1 serambi Hubungan dengan aula utama

Membaca budaya Zen Sunpu di taman berpemandangan indah

Taman Rinzai-ji yang membentang di utara aula utama merupakan Tempat Keindahan Pemandangan nasional, dengan susunan yang memanfaatkan perbedaan ketinggian dan aliran air.

Jangan melihat taman sekadar sebagai pemandangan; jika bangunan, lereng, kolam, dan tanaman dipahami sebagai satu ruang, kedalamannya akan terasa.

Taman menghadap selatan dengan lereng sebagai latar

Taman menggunakan lahan miring di utara aula utama sebagai latar dan terbuka ke arah selatan.

Dengan memasukkan lereng alami alih-alih hanya memakai tanah datar, taman menciptakan kesan tiga dimensi khas kuil pegunungan.

2 kolam yang menghubungkan perbedaan ketinggian

Air jernih dialirkan ke kolam di tempat yang lebih tinggi di sisi timur, kemudian mengalir menuju kolam lebih rendah di sisi barat.

Saat pandangan bergerak dari pintu air ke kolam, perbedaan tinggi, lalu kolam berikutnya, terlihat bahwa lanskap mirip lembah dibangun di dalam taman yang terbatas.

Jika dilihat berurutan dari sisi aula utama ke bagian dalam taman, kolam di latar depan tersambung dengan lereng di kejauhan, memperlihatkan cara membuat ruang terasa lebih luas daripada ukuran sebenarnya.

Nilai taman yang ditunjukkan oleh penetapan sebagai tempat berpemandangan indah

Taman Rinzai-ji ditetapkan sebagai Tempat Keindahan Pemandangan nasional pada 1936.

Susunan yang memadukan pinus, pakis haji, satsuki, dan tanaman lain dengan lapisan batu adalah lanskap budaya yang dijaga bersama sejarah kuil.

Elemen taman Penempatan Efek yang dapat dibaca
Lereng Utara aula utama Latar alami
Kolam atas Tempat tinggi di timur Titik awal air jernih
Kolam bawah Tempat rendah di barat Ekspresi perbedaan tinggi
Batu dan tanaman Sekitar kolam Lanskap gunung dan air

Menelusuri pembelajaran Taigen Sessai dan Takechiyo

Rinzai-ji menghubungkan biksu Zen Taigen Sessai yang mendukung Imagawa Yoshimoto dengan Tokugawa Ieyasu muda yang saat itu dipanggil Takechiyo.

Hubungan antara 2 orang ini menunjukkan bahwa kuil bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga tempat yang menopang pendidikan dan politik.

Taigen Sessai yang mendukung Imagawa Yoshimoto

Taigen Sessai pernah menjadi kepala Rinzai-ji dan, sebagai guru Imagawa Yoshimoto, juga terlibat dalam politik serta diplomasi.

Kisahnya menggambarkan zaman Sengoku ketika biksu Zen menjadi penopang rohani daimyō sekaligus memengaruhi pengelolaan wilayah.

Kuil tempat Ieyasu diyakini pernah belajar

Dikisahkan bahwa selama menjadi sandera, Ieyasu menerima ajaran Sessai di Rinzai-ji dan tekun belajar.

Dengan memperhatikan ruang latihan menulis dan sosok para tokoh, Anda dapat membayangkan secara nyata masa kecilnya di Sunpu yang membentuk sang shogun di kemudian hari.

Kunci memahami kisah ini adalah tidak memisahkan Ieyasu, melainkan melihatnya bersama Sessai yang menangani pendidikan di bawah klan Imagawa dan lingkungan kuil.

Memastikan ingatan tentang klan Imagawa melalui makam dan pusaka kuil

Makam keluarga Imagawa dan patung terkait di kompleks menunjukkan bahwa Rinzai-ji merupakan kuil keluarga yang meneruskan ingatan keluarga tersebut.

Menyusun hubungan antara tokoh yang dipuja dan pusaka kuil, bukan hanya bangunan dan taman, akan memperjelas kesinambungan sejarah.

Makam keluarga Imagawa yang mengenang Ujiteru dan Yoshimoto

Makam keluarga Imagawa merupakan Situs Bersejarah yang ditetapkan Kota Shizuoka dan secara kasatmata menunjukkan peran kuil keluarga dalam mengenang Ujiteru serta Yoshimoto.

Di makam, bersikaplah tenang sambil merapatkan tangan, jangan memasuki area menara batu dan sekitarnya, serta ikuti petunjuk kuil.

Menghubungkan patung Yoshimoto, Sessai, dan tokoh lain

Rinzai-ji mewariskan patung dan benda yang menggambarkan tokoh terkait seperti Yoshimoto, Ujiteru, dan Sessai.

Alih-alih sekadar menghafal nama, hubungkan setiap tokoh dengan pendirian, pendidikan, politik, dan pembangunan kembali agar posisinya lebih mudah dipahami.

Menjadikan aula utama, taman, dan makam satu cerita

Aula utama menyampaikan sejarah pembangunan kembali, taman menyampaikan budaya Zen, sedangkan makam menyampaikan doa peringatan bagi klan Imagawa.

Jangan memperlakukan 3 tempat itu sebagai daya tarik terpisah; lihatlah sebagai satu rangkaian warisan budaya yang menunjukkan hubungan penguasa Sunpu dengan kuil Zen.

Mematuhi syarat pembukaan dan etika berkunjung ke kuil pelatihan

Rinzai-ji adalah tempat berlatih, bukan fasilitas wisata yang memungkinkan siapa pun bebas mengunjungi bagian dalam kompleks dan properti budaya kapan saja.

Bahkan ketika berkunjung dalam kesempatan pembukaan yang terbatas, pengunjung harus bertindak tanpa mengganggu latihan dan kepercayaan.

Memastikan hari buka dan area kunjungan

Karena kesempatan pembukaan untuk umum dan area yang dapat dikunjungi terbatas, periksa jadwal serta persyaratannya sebelum datang.

Jangan hanya mengandalkan artikel perjalanan lama atau informasi acara; prioritaskan papan pengumuman di pintu masuk dan petunjuk petugas.

Jangan masuk ke area yang tidak dibuka. Bahkan di tempat yang terlihat dari luar seperti gerbang dan tangga batu, amati dari posisi yang tidak mengganggu lalu lintas maupun latihan.

Mengutamakan ketenangan daripada fotografi

Izin memotret dapat berbeda menurut tempat dan kesempatan, jadi pastikan area yang diizinkan.

Di aula, taman, dan makam, hindari berbicara keras atau menempati tempat terlalu lama, serta kosongkan jalur bagi peziarah dan biksu.

Rangkuman: Mengenal titik temu klan Imagawa dan Ieyasu di Rinzai-ji

Rinzai-ji menyimpan berlapis sejarah: kuil yang didirikan Imagawa Ujichika dan diwariskan sebagai kuil keluarga Ujiteru; tempat belajar Taigen Sessai dan Tokugawa Ieyasu muda; serta kuil Zen yang dibangun kembali setelah kebakaran perang.

Dengan menghubungkan aula utama berstatus Properti Budaya Penting, taman berpemandangan indah, dan makam keluarga Imagawa, Anda dapat memahami secara tiga dimensi budaya yang berlanjut dari Sunpu zaman Sengoku ke zaman Tokugawa.

Pastikan hari buka dan area kunjungan sebelumnya, jaga sikap tenang yang sesuai untuk tempat pelatihan dan kepercayaan, serta hormati upaya meneruskan properti budaya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Rinzaiji adalah kuil Zen aliran Rinzai yang telah berperan sebagai kuil keluarga klan Imagawa dari Suruga, tempat pelaksanaan upacara peringatan bagi keluarga tersebut. Pendahulunya adalah Zentoku-in yang dibangun Imagawa Ujichika, dan nama kuil berasal dari nama Buddhis anumerta pemimpin klan kedelapan, Imagawa Ujiteru. Tempat ini masih menjadi biara pelatihan khusus bagi biksu dan biasanya pengunjung tidak dapat memasuki kompleksnya.
A. Rinzaiji adalah kuil yang berkaitan dengan Imagawa Yoshimoto dan juga tempat Tokugawa Ieyasu belajar saat masih kecil. Konon selama menjadi sandera, Ieyasu menerima ajaran dari gurunya, Taigen Sessai, di kuil ini. Hal yang menarik dalam sejarahnya adalah kuil keluarga Imagawa kemudian berada di bawah perlindungan Tokugawa dan tetap menjalankan perannya meski penguasa Sunpu berganti.
A. Taigen Sessai adalah biksu Zen yang pernah menjadi kepala kuil Rinzaiji dan penasihat yang mendukung Imagawa Yoshimoto dalam urusan militer maupun diplomasi. Ia juga dikatakan mendidik Ieyasu muda; hal ini menjadikannya sosok khas zaman Sengoku, ketika biksu Zen dapat memengaruhi politik seorang daimyo. Mengetahui sosoknya menunjukkan sisi lain kuil sebagai tempat pendidikan dan politik sekaligus tempat berdoa.
A. Karena Rinzaiji merupakan biara pelatihan khusus, tempat ini biasanya tertutup bagi umum; informasi resmi menyebutkan pembukaan khusus berlangsung satu hingga dua kali setahun. Tanggal pembukaan yang biasanya diumumkan adalah 19 Mei dan 15 Oktober, pukul 10.00–15.00. Area yang dibuka dan ketentuan pelaksanaan berbeda setiap kali, jadi ikuti papan di pintu masuk dan petunjuk petugas pada hari tersebut.
A. Dari halte nomor 16 di pintu utara Stasiun JR Shizuoka, naik bus Shizutetsu Justline Jalur Nakahara-Ikenoya tujuan Karase Depot lalu turun di “Rinzaiji-mae.” Informasi resmi menyebutkan waktu berjalan dari halte sekitar 3–5 menit, sedangkan perjalanan dengan mobil dari Shizuoka IC sekitar 15 menit. Kapasitas parkir terbatas, sehingga transportasi umum mungkin lebih nyaman pada hari pembukaan khusus.
A. Aula utama Rinzaiji, yaitu Daihojo, merupakan bangunan dari awal zaman Edo yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 1983. Bangunan hojo besar ini memiliki lebar depan 22,7 m dan kedalaman 16,8 m, berstruktur satu lantai dengan atap pelana berpadu limasan dan lapisan sirap kayu. Pintu masuk di sisi kiri depan juga termasuk dalam penetapan; mengikuti susunan jarak antartiang akan membantu Anda merasakan kerangka yang menopang atap besar.
A. Taman ini terbuka ke arah selatan dengan lereng di utara aula utama sebagai latar, dan ditetapkan sebagai Tempat Keindahan Pemandangan Nasional pada tahun 1936. Air jernih mengalir dari kolam yang lebih tinggi di timur ke kolam yang lebih rendah di barat, menciptakan pemandangan seperti lembah di lahan terbatas. Jika dilihat dari sisi aula utama ke bagian dalam, kolam di dekat Anda tampak bertumpuk secara visual dengan lereng di kejauhan dan menghadirkan kesan kedalaman yang melebihi ruang sebenarnya.
A. Pemberitahuan Kota Shizuoka pada tahun-tahun sebelumnya mencantumkan contoh pembukaan khusus Rinzaiji yang gratis dan tidak memerlukan pendaftaran. Namun, biaya, cara mendaftar, dan harta kuil yang dipamerkan ditetapkan secara terpisah untuk setiap kegiatan. Contoh yang pernah dibuka mencakup taman, Ruang Belajar Menulis Takechiyo, serta patung kayu Imagawa Yoshimoto dan Ujiteru; pengunjung mengikuti rute yang ditentukan pada hari itu.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.