Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Perry Road Shimoda | Dinding Namako & Kuil Ryosenji

Perry Road Shimoda | Dinding Namako & Kuil Ryosenji
Susuri Perry Road menuju Ryosenji, tempat Perjanjian Shimoda ditandatangani. Lihat Sungai Hiraname, jalan batu, dinding namako, dan Kuil Chorakuji.

Ringkasan Cepat

Daya tarik Perry Road

Perry Road di Kota Shimoda, Prefektur Shizuoka, dinamai dari prosesi Laksamana Perry dan rombongannya menuju Kuil Ryosen-ji; pengunjung dapat menyusuri jalan berbatu di tepi Sungai Hiraname dan menikmati pemandangan kota pelabuhan.

Sejarah pembukaan pelabuhan dan prosesi

Ketika Shimoda dibuka sebagai pelabuhan berdasarkan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat tahun 1854, rombongan armada Perry yang memasuki pelabuhan berbaris dari lokasi pendaratan menuju Kuil Ryosen-ji.

Pemandangan jalan berbatu di tepi sungai

Di Perry Road, jalan berbatu membentang sekitar 500 m mengikuti kelokan Sungai Hiraname, berpadu dengan jembatan dan deretan pohon willow untuk menciptakan pemandangan khas kota pelabuhan.

Batu Izu dan dinding namako

Di sepanjang jalan masih terdapat bangunan yang menggunakan batu Izu dari Semenanjung Izu serta dinding namako dengan plester timbul pada sambungan genteng datar, sehingga perbedaan bahannya dapat dibandingkan.

Ryosen-ji dan Perjanjian Shimoda

Ryosen-ji, Situs Bersejarah Nasional yang didirikan pada tahun 1635, menjadi tempat pertemuan Perry dan para utusan pada akhir zaman Edo, dan Perjanjian Shimoda, lampiran Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat, ditandatangani di sana.

Perbedaan perjanjian dan tempat penandatanganannya

Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat di Kanagawa, Perjanjian Shimoda tambahan di Ryosen-ji, dan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Rusia di Choraku-ji masing-masing memiliki lokasi dan peran yang berbeda.

Berjalan aman pada hari hujan

Jalan berbatu tampak berbeda setelah hujan, tetapi ada bagian licin dan perbedaan ketinggian, sehingga lebih aman memilih tempat berhenti dengan cermat di jembatan yang sempit.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Shizuoka

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Perry Road adalah jalan yang menceritakan sejarah pembukaan Pelabuhan Shimoda

Perry Road di Kota Shimoda, Prefektur Shizuoka, adalah jalan yang dinamai dari arak-arakan rombongan Komodor Perry, yang datang dengan Kapal Hitam, menuju kuil Ryōsen-ji.

Dengan menyusuri jalan batu di sepanjang Sungai Hiraname, bangunan dari batu Izu dan dinding namako, serta deretan pohon willow, Anda dapat memahami sekaligus lanskap kota pelabuhan dan panggung diplomasi pada akhir zaman Edo.

Rombongan Perry berarak menuju Ryōsen-ji

Setelah Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat ditandatangani pada 1854, Shimoda menjadi pelabuhan terbuka dan armada Perry memasuki pelabuhan.

Rombongan bergerak dari titik pendaratan menuju Ryōsen-ji dan membahas kesepakatan di Shimoda bersama para utusan Jepang.

Nama jalan ini menyimpan kenangan akan arak-arakan bersejarah tersebut di dalam kota.

Perjanjian Shimoda menetapkan aturan setelah pelabuhan dibuka

Pada 1854, Perjanjian Shimoda yang menjadi lampiran Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat ditandatangani di Ryōsen-ji.

Perjanjian ini menetapkan aturan terperinci yang diperlukan di Shimoda setelah pembukaan pelabuhan, seperti jangkauan pergerakan warga Amerika, tempat beristirahat, dan penyediaan barang kebutuhan.

Dengan membedakan bahwa Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat itu sendiri tidak ditandatangani di Ryōsen-ji, posisi Perry Road dalam sejarah menjadi lebih jelas.

Jalur diplomasi dari pelabuhan menuju kuil

Perry Road bukan sekadar jalan kecil dengan suasana menyenangkan, melainkan jalur diplomasi yang menghubungkan pelabuhan dengan tempat perundingan.

Jika berjalan sambil memperhatikan arah sungai dan posisi Ryōsen-ji, Anda dapat membayangkan rute rombongan yang turun dari kapal dan bergerak melintasi kota.

Waktu dan tempat Peristiwa utama Hubungan dengan jalan
1854, Kanagawa Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat Pelabuhan Shimoda dibuka
1854, Pelabuhan Shimoda Armada Perry memasuki pelabuhan Rombongan mendarat
1854, Ryōsen-ji Penandatanganan Perjanjian Shimoda Tujuan arak-arakan
1855, Chōraku-ji Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Rusia Sejarah diplomasi berlanjut

Lanskap tepi air yang dibentuk Sungai Hiraname dan jalan batu

Kesan khas Perry Road dibentuk oleh aliran Sungai Hiraname serta jalan batu yang membentang di kedua tepi dan area sekitarnya.

Jangan hanya memperhatikan bangunan; dengan melihat hubungan antara permukaan air, jembatan, pohon willow, dan lebar jalan, Anda dapat memahami tata ruang khas kota pelabuhan.

Pandangan bergerak mengikuti lengkungan sungai

Di jalan yang mengikuti Sungai Hiraname, penampilan bangunan berubah sedikit demi sedikit sesuai kelokan saluran air.

Saat melihat arah perjalanan dari atas jembatan, sungai, jalan batu, dan deretan atap saling bertumpuk sehingga menciptakan kedalaman yang berbeda dari jalan lurus.

Jangan mencondongkan tubuh ke arah air, dan di jembatan sempit pilihlah tempat berhenti yang tidak menghalangi orang lewat.

Amati jalan batu dan pohon willow dari bawah kaki

Warna serta sambungan batu menampilkan kesan berbeda ketika kering dan setelah hujan, sementara ranting willow menambahkan garis lembut di tepi air.

Jalan batu ini membentang dengan panjang total sekitar 500m dan menciptakan lanskap khas kota pelabuhan.

Saat hujan, waspadai tempat licin dan perbedaan ketinggian; ketika ingin melihat pemandangan ke atas, penting untuk berhenti dahulu di tempat yang aman.

Membandingkan arsitektur melalui batu Izu dan dinding namako

Di sepanjang jalan masih terdapat bangunan yang menggunakan batu Izu dan dinding namako dengan tampilan geometris, yang meneruskan budaya arsitektur Shimoda.

Alih-alih mengelompokkannya sekadar sebagai “kawasan kota tua”, membedakan bahan batu, plester, dan kayu akan memperdalam pengamatan Anda.

Warna dan tekstur yang dihasilkan batu Izu

Batu Izu yang ditambang di Semenanjung Izu telah digunakan pada dinding, fondasi, dan bagian bangunan lainnya.

Permukaan batu memiliki variasi warna dan bekas pengerjaan; ketika berdampingan dengan kisi kayu serta plester putih, kontras antarbahannya tampak menonjol.

Dinding namako merupakan cara untuk melindungi sambungan

Dinding namako adalah penyelesaian dengan menempelkan genteng datar pada permukaan dinding lalu menonjolkan plester pada sambungan antargenteng.

Pola sambungan putih yang bersilangan secara diagonal bersifat dekoratif sekaligus berperan melindungi permukaan dinding dari angin dan hujan.

Dengan membandingkan ukuran pola dan cakupan dinding pada tiap bangunan, Anda akan menemukan tampilan berbeda meskipun tekniknya sama.

Melihat 2 gaya di bekas kediaman Sawamura

Bekas kediaman Sawamura di ujung Perry Road adalah bangunan yang menggunakan dinding namako dan konstruksi batu Izu.

Bangunan ini didirikan pada zaman Taishō; jangan keliru menganggapnya sebagai arsitektur yang tersisa sejak perundingan perjanjian pada akhir zaman Edo, melainkan lihatlah sebagai peninggalan yang meneruskan lanskap kota pelabuhan pada masa setelahnya.

Elemen arsitektur Bahan utama Hal yang diperhatikan
Dinding batu Izu Batu setempat Warna dan bekas pengerjaan
Dinding namako Genteng dan plester Sambungan yang menonjol
Kisi kayu Kayu Bayangan pada bukaan
Jalan batu Batu Kesinambungan dengan jalan

Memastikan panggung perundingan Jepang–Amerika Serikat di Ryōsen-ji

Makna sejarah Perry Road menjadi lebih nyata ketika dikaitkan dengan Ryōsen-ji, tujuan arak-arakan tersebut.

Kuil ini ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional dan dilestarikan sebagai tempat yang menyampaikan sejarah diplomasi pada akhir zaman Edo.

Kuil dari awal zaman Edo menjadi tempat penerimaan tamu

Ryōsen-ji didirikan pada 1635 dan pada akhir zaman Edo menjadi tempat pertemuan Perry dengan para utusan Jepang.

Perubahan ruang di dalam kuil menjadi tempat perundingan diplomatik juga memperlihatkan bahwa Shimoda belum memiliki fasilitas khusus sesaat setelah pelabuhan dibuka.

Aula utama dibangun kembali setelah kebakaran

Aula utama Ryōsen-ji dibangun kembali pada 1826 setelah kebakaran, dengan atap yosemune dan genteng sangawara.

Bangunan ini mewariskan tata bentuk lama dari bangunan yang ada saat Perry berkunjung dan menjadi petunjuk untuk membayangkan ruang tempat perundingan perjanjian berlangsung.

Memahami nama perjanjian dan lokasi penandatanganannya

Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat yang ditandatangani di Kanagawa, Perjanjian Shimoda sebagai lampirannya yang ditandatangani di Ryōsen-ji, serta Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Rusia yang ditandatangani di Chōraku-ji memiliki lokasi dan peran yang berbeda.

Dengan memperluas perhatian hingga kuil-kuil di sekitar, Anda dapat memahami bahwa Shimoda menjadi pusat diplomasi dengan beberapa negara dalam waktu singkat.

Menautkan kenangan distrik hiburan tradisional dengan kehidupan kota pelabuhan

Di sekitar Perry Road masih tersisa jejak distrik hiburan tradisional kota pelabuhan.

Dengan membayangkan bukan hanya sejarah diplomasi, tetapi juga budaya kehidupan kota yang dilewati kapal, orang, dan barang, lanskap jalan batu memperoleh lapisan makna lain.

Keramaian pelabuhan membentuk pemandangan kota

Shimoda berkembang berkat keluar masuknya kapal, sementara penginapan, perdagangan, dan budaya menjamu tamu berkumpul di kawasan kota sepanjang sungai.

Dengan melihat lebar muka bangunan, kisi, dan pintu masuk yang menghadap sungai, Anda dapat membayangkan bentuk kota tempat lalu lintas air dan darat berdekatan.

Jangan lupa menghormati toko dan rumah tinggal

Di sepanjang jalan terdapat toko dan rumah; selain merupakan lanskap bersejarah, kawasan ini juga menjadi tempat orang bekerja dan tinggal.

Jangan menghalangi pintu masuk atau jembatan untuk memotret, jangan memasuki tanah milik pribadi, dan pastikan meminta izin saat memotret bagian dalam toko atau orang.

Menyusun wisata sejarah dengan aman

Perry Road adalah tempat yang tujuan kunjungannya terletak pada kegiatan berjalan kaki itu sendiri, tetapi pemahaman akan lebih mendalam jika Anda tidak hanya berhenti pada ruas pendek dan mempertimbangkan urutan yang menghubungkan pelabuhan dengan kuil.

Periksa cuaca, kondisi pijakan, serta ketentuan penggunaan setiap fasilitas, dan dahulukan keadaan sekitar di jalan dengan lalu lintas atau jembatan sempit.

Berjalan dari sisi pelabuhan menuju Ryōsen-ji

Jika menjadikan kenangan pendaratan Perry sebagai titik awal, rute dari sisi pelabuhan menyusuri Sungai Hiraname hingga Ryōsen-ji merupakan urutan yang memudahkan Anda mengikuti sejarah.

Meski datang dari arah stasiun, memeriksa arah sungai dan posisi kuil pada peta sebelum memasuki jalan akan mengurangi kemungkinan tersesat.

Perluas perjalanan ke Chōraku-ji dan Taman Shimoda

Jika memiliki cukup waktu dan tenaga, Anda dapat menghubungkan perjalanan dengan Chōraku-ji, tempat penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Rusia, serta lokasi bersejarah di sekitarnya.

Kondisi lalu lintas akibat acara dan status buka fasilitas dapat berubah, jadi periksa informasi terbaru sebelum berkunjung.

Urutan Tempat yang diperhatikan Tema yang dipahami
1 Pelabuhan dan kenangan pendaratan Kedatangan Kapal Hitam
2 Sungai Hiraname dan jalan batu Rute arak-arakan
3 Kawasan kota berbatu Izu Arsitektur kota pelabuhan
4 Ryōsen-ji Perjanjian Shimoda

Kesimpulan|Memahami kota pelabuhan terbuka melalui Perry Road

Perry Road adalah jalan bersejarah yang dilalui rombongan Perry menuju Ryōsen-ji; Sungai Hiraname, jalan batu, batu Izu, dan dinding namako membentuk lanskap kota pelabuhan Shimoda.

Dengan membedakan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat dari lampirannya, Perjanjian Shimoda, lalu menghubungkannya dengan Ryōsen-ji dan Chōraku-ji, Anda dapat menelusuri di sepanjang jalan proses Shimoda menjadi panggung diplomasi pada akhir zaman Edo.

Pastikan keselamatan di tepi air dan jalan sempit, hormati kehidupan toko serta rumah di sekitar, dan amati dengan saksama baik lanskap maupun situs bersejarah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Perry Road adalah jalur jalan kaki bersejarah di Shimoda yang dinamai dari rute yang dilalui rombongan Komodor Perry menuju Kuil Ryosenji setelah tiba dengan Kapal Hitam pada akhir zaman Edo. Jalan berbatu membentang di sepanjang Sungai Hiraname, sementara bangunan dari batu Izu, dinding namako, dan deretan pohon willow menciptakan pemandangan khas kota pelabuhan. Sambil berjalan di lokasi yang menjadi bagian dari sejarah pembukaan pelabuhan, Anda dapat merasakan jejak diplomasi akhir zaman Edo dalam suasana kota masa kini.
A. Nama ini berasal dari sejarah ketika Komodor Perry dan rombongannya berbaris menuju Kuil Ryosenji untuk menandatangani Perjanjian Shimoda. Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang–Amerika Serikat tahun 1854 ditandatangani di Kanagawa, sedangkan Perjanjian Shimoda sebagai lampirannya ditandatangani di Kuil Ryosenji. Dengan membedakan 2 perjanjian tersebut, dapat dipahami bahwa jalan ini menjadi tempat perundingan yang menetapkan rincian setelah pelabuhan dibuka.
A. Daya tariknya adalah jalan berbatu dan deretan pohon willow yang tampilannya berubah mengikuti lekukan landai Sungai Hiraname. Jalan berbatu ini membentang sepanjang total sekitar 500 m dan warnanya terlihat berbeda pada hari kering dan setelah hujan. Jika melihat ke arah perjalanan dari atas jembatan, sungai dan deretan atap tampak berlapis, menciptakan pemandangan berdimensi yang berbeda dari jalan lurus.
A. Perry Road berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Izukyu-Shimoda hingga area tepi Sungai Hiraname. Menurut informasi Kota Shimoda, tidak ada tempat parkir khusus, jadi berjalan kaki dari stasiun adalah pilihan yang paling praktis. Dengan menuju Kuil Ryosenji dari stasiun, Anda juga dapat mengikuti alur sejarah perjalanan rombongan Perry dari lokasi pendaratan ke tempat perundingan.
A. Dinding namako dikenali dari pola kisi putih yang dibuat dengan menempelkan genteng datar pada dinding lalu menebalkan plester pada sambungannya. Sebaliknya, batu Izu adalah batu lunak dari Izu yang membentuk permukaan dinding bernuansa tenang dengan variasi warna dan bekas pengerjaan. Dengan memperhatikan apakah permukaannya terbuat dari genteng dan plester atau dari batu itu sendiri, Anda dapat mengenali perbedaan bahan di kawasan kota tua yang sama.
A. Kuil Ryosenji adalah situs bersejarah yang ditetapkan secara nasional dan menjadi tempat ditandatanganinya Perjanjian Shimoda; aula utamanya yang beratap limasan dan berlapis genteng sangawara masih menyampaikan suasana tempat perundingan hingga kini. Aula utama dibangun kembali pada tahun 1826 setelah kebakaran. Di area kuil juga terdapat museum yang mengumpulkan materi tentang kedatangan Kapal Hitam, sehingga latar belakang perundingan perjanjian dapat ditelusuri melalui catatan sejarah.
A. Bagian utama jalur jalan kaki Perry Road panjangnya sekitar 400 m, sedangkan total panjang jalan berbatu yang diinformasikan Kota Shimoda adalah sekitar 500 m. Informasi resmi tidak mencantumkan waktu standar untuk berjalan-jalan, jadi sediakan waktu yang cukup sesuai rencana singgah di Kuil Ryosenji atau toko-toko. Berjalan dari sisi pelabuhan menuju Kuil Ryosenji akan mengikuti rute yang ditempuh rombongan Perry.
A. Di sepanjang Perry Road terdapat kafe dan toko aneka barang yang memanfaatkan rumah-rumah tua, sehingga dapat disinggahi di sela-sela berjalan kaki. Banyak toko tetap menggunakan bangunan dari batu Izu atau berdinding namako, sehingga suasana bersejarah dapat terasa baik di luar maupun di dalam. Karena toko berdampingan dengan rumah penduduk, etika dasarnya adalah menikmati kawasan dengan tenang tanpa menghalangi pintu masuk atau jembatan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.