Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Kuil Shinto dan Wihara Buddha di Saitama | Bersejarah

10 Kuil Shinto dan Wihara Buddha di Saitama | Bersejarah
Pilihan kuil Shinto dan wihara Buddha di Omiya, Kawagoe, Chichibu, Kumagaya, dan Hiki: arsitektur, kepercayaan, etika beribadah, serta rute per wilayah.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Saat menjelajahi kuil Shinto dan kuil Buddha di Saitama, Anda dapat menikmati sejarah dan budaya kepercayaan yang berbeda di tiap daerah, mulai dari kuil kuno di Omiya, kota kastel Kawagoe, kepercayaan gunung di Chichibu・Nagatoro, hingga ziarah Kannon di Hiki; dengan membandingkan arsitektur, ukiran, jalan menuju kuil, dan hutan di dalam kompleks dari 10 tempat pilihan, Anda dapat memilih tempat yang sesuai dengan tujuan Anda.

10 Tempat Pilihan

10 kuil pilihan di Saitama adalah Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, Kuil Kawagoe Hikawa, Kitain, Kuil Mitsumine, Kuil Chichibu, Kuil Hodosan, Menuma Shodenzan, Heirinji, Iwadono Kannon Shoboji, dan Tokisan Jikoji.

Sorotan

Jalan masuk sepanjang sekitar 2 km yang dinaungi pohon zelkova di Kuil Musashi Ichinomiya Hikawa, ukiran berwarna-warni yang menghiasi Kangiin Shodendo—Harta Nasional—di Menuma Shodenzan, 'Tsunagi no Ryu (naga yang menyambung)' di Kuil Chichibu, dan hutan kompleks seluas sekitar 43 ha di Heirinji.

Cara Memilih Sesuai Tujuan

Untuk sejarah kota kastel, pilih Kawagoe; untuk kepercayaan gunung, Chichibu・Kuil Mitsumine; untuk arsitektur berhias, Menuma Shodenzan di Kumagaya; dan untuk jalan-jalan yang tenang, Heirinji di Niiza cocok.

Biaya Masuk & Tiket

Di Kitain, aula penerima tamu, ruang shoin, dan Lima Ratus Rakan dikenai 400 yen untuk dewasa; aula dalam berwarna-warni di Menuma Shodenzan memerlukan tiket seharga 700 yen untuk dewasa.

Alam & Waktu Terbaik

Kuil Mitsumine berada di pegunungan pada ketinggian sekitar 1.100 m, pohon ginkgo besar di Iwadono Kannon diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun, dan dedaunan musim gugur di Heirinji terbaik pada akhir November hingga pertengahan Desember.

Etika Berkunjung

Di kuil Shinto, lewati gerbang torii lalu lakukan dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, dan satu kali membungkuk; di kuil Buddha, masuk melalui gerbang utama lalu satukan kedua telapak tangan. Untuk pemotretan dan goshuin, ikuti papan petunjuk dan panduan di lokasi, dan berkunjunglah dengan tenang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Saitama

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Kuil Shinto dan kuil Buddha di Saitama masih tersebar di berbagai daerah, mulai dari kuil tua yang mewariskan kepercayaan Provinsi Musashi, kuil yang berkembang bersama kota benteng Kawagoe, pusat kepercayaan pegunungan Chichibu, hingga kuil gunung yang meneruskan warisan budaya Hiki.

Artikel ini memilih 10 kuil Shinto dan Buddha bersejarah berdasarkan wilayah seperti Ōmiya, Kawagoe, Chichibu, Nagatoro, Kumagaya, Niiza, Higashimatsuyama, dan Tokigawa, lalu menjelaskan daya tarik serta cara mengunjunginya dengan mudah.

Selain kawasan perkotaan yang mudah dikunjungi dalam perjalanan sehari dari Tokyo, jika Anda melangkah lebih jauh ke pegunungan Chichibu dan Hiki, Anda akan melihat perbedaan besar pada arsitektur, ukiran, hutan, dan suasana jalan masuk kuil.

Saat berziarah, penting untuk tidak hanya berwisata, tetapi juga menghormati tempat berdoa dan menjaga ketenangan.

Cara Memilih 10 Kuil di Saitama Sesuai Tujuan Perjalanan

Untuk wisata kuil pertama di Saitama, tentukan apakah Anda tertarik pada sejarah, arsitektur, alam, atau budaya ziarah agar lebih mudah memilih tujuan.

Memilih Kuil Saitama Berdasarkan Sejarah dan Arsitektur

Bagi yang ingin mengenal sejarah kota benteng, pilih Kawagoe (Kita-in dan Kawagoe Hikawa-jinja); untuk memahami kepercayaan pegunungan, pilih Chichibu (Mitsumine-jinja dan Chichibu-jinja); sedangkan untuk mengamati arsitektur dekoratif, Menuma Shōdenzan di Kumagaya cocok dikunjungi.

Di tempat ibadah yang sama pun, dengan memperhatikan bukan hanya bangunan utama, tetapi juga gerbang, jalan masuk, hutan suci, dan ukiran persembahan, Anda dapat merasakan bagaimana kepercayaan Jepang terhubung dengan budaya daerah.

Melihat Ciri 10 Spot dalam Satu Daftar

Agar Anda dapat memilih tempat yang sesuai dengan tujuan perjalanan, berikut rangkuman ciri setiap kuil dan tipe wisatawan yang cocok.

Nama Wilayah Ciri Cocok untuk
Musashi Ichinomiya Hikawa-jinja Ōmiya Jalan masuk panjang dan hutan suci Ingin berjalan di kuil tua
Kawagoe Hikawa-jinja Kawagoe Pelindung seluruh kota benteng Tertarik pada budaya perjodohan
Kita-in Kawagoe Terkait dengan keluarga Tokugawa Ingin melihat arsitektur bersejarah
Mitsumine-jinja Chichibu Kepercayaan pegunungan dan utusan dewa Ingin mengunjungi tempat suci di gunung
Chichibu-jinja Chichibu Pusat kepercayaan daerah Ingin memadukannya dengan berjalan di kota
Hodosan-jinja Nagatoro Kepercayaan pada gunung dan api Ingin menikmati alam dan bangunan kuil
Menuma Shōdenzan Kumagaya Arsitektur dekoratif Harta Nasional Ingin menikmati ukiran
Heirin-ji Niiza Kuil Zen dan hutan kompleks Ingin berjalan dengan tenang
Iwadono Kannon Shōbō-ji Higashimatsuyama Tempat ziarah Kannon dan pohon tua Ingin mengenal budaya ziarah
Tokisan Jikō-ji Tokigawa Kuil gunung dan aset budaya Menyukai kuil tua di pegunungan

Kuil Bersejarah yang Wajib Dikunjungi di Ōmiya dan Kawagoe

Ōmiya dan Kawagoe mudah dinikmati untuk wisata kota sekaligus ziarah kuil, sehingga cocok dimasukkan ke perjalanan pertama ke Saitama.

Dengan berjalan perlahan di jalan masuk dan lanskap kota benteng, Anda juga dapat memahami latar bagaimana kuil menopang kehidupan masyarakat setempat.

1.Musashi Ichinomiya Hikawa-jinja|Ziarah Kuil Tua Ōmiya dari Jalan Masuk Sekitar 2 km

Musashi Ichinomiya Hikawa-jinja memuja Susanoo-no-Mikoto, Inadahime-no-Mikoto, dan Ōnamuchi-no-Mikoto. Kuil ini berada di Ōmiya dan sejak lama dihormati sebagai ichinomiya Provinsi Musashi.

Nama tempat “Ōmiya” konon berasal dari pujian kepada kuil ini sebagai “kediaman suci yang agung”.

Deretan pohon keyaki membentang di sepanjang jalan masuk sekitar 2 km dari gerbang torii pertama di Nakasendō. Waktu berjalan melalui terowongan hijau itu sendiri menjadi bagian dari ziarah dan membantu mengalihkan suasana hati dari kota ke ruang suci.

Di kompleks, amatilah tata letak kolam suci, jembatan suci, dan gerbang rōmon sambil merasakan ruang kuil Jepang tempat alam menyatu dengan bangunan.

2.Kawagoe Hikawa-jinja|Pelindung Kota Benteng yang Memuja Keluarga Dewa

Sejak Ōta Dōshin dan putranya Dōkan membangun Kastel Kawagoe pada tahun pertama Chōroku (1457) di zaman Muromachi, Kawagoe Hikawa-jinja dihormati sebagai dewa pelindung kota dan pelindung seluruh wilayah feodal.

Di antara 5 dewa yang dipuja terdapat 2 pasangan suami istri serta hubungan orang tua dan anak, sehingga kuil ini juga populer untuk kepercayaan akan jodoh dan ikatan keluarga.

Isi acara musiman dan penggunaan kompleks dapat berubah. Periksa pemberitahuan resmi sebelum berkunjung dan jangan menghalangi jalur saat ramai.


3.Kawagoe Daishi Kita-in|Kuil Tua dengan Peninggalan Kastel Edo yang Terkait Tokugawa

Kita-in adalah kuil aliran Tendai yang mewariskan hubungan erat dengan biksu Tenkai (Jigen Daishi) dan keluarga Tokugawa.

Setelah Kebakaran Besar Kawagoe pada tahun ke-15 Kan'ei (1638), Tokugawa Iemitsu memindahkan ruang tamu dan ruang belajar dari Momijiyama di Kastel Edo. “Kamar Kelahiran Iemitsu” dan “Kamar Rias Kasuga no Tsubone” masih bertahan, sehingga sejarah kuil dan budaya Edo dapat dipelajari bersamaan.

Tiket ruang tamu, ruang belajar, dan 500 arhat adalah 400 yen untuk dewasa, sedangkan jam kunjungan berbeda menurut musim. Saat melihat bagian dalam dan aset budaya, periksa tanda mengenai fotografi dan area masuk, serta jangan menyentuh benda pameran atau perlengkapan bangunan.


Merasakan Kepercayaan Pegunungan dan Doa Daerah di Chichibu, Nagatoro

Kuil Shinto dan Buddha di Chichibu sangat terkait dengan kepercayaan pegunungan yang menghormati gunung dan hutan sebagai tempat suci.

Lingkungan kuil di perkotaan dan kuil di gunung sangat berbeda, sehingga penting memeriksa informasi cuaca dan transportasi resmi sebelum berkunjung.

4.Mitsumine-jinja|Kuil Gunung Chichibu yang Memuja Serigala sebagai Utusan Dewa

Mitsumine-jinja memuja Izanagi-no-Mikoto dan Izanami-no-Mikoto, dan konon bermula ketika Yamato Takeru-no-Mikoto memuja 2 dewa tersebut.

Serigala yang disebut telah menuntun Yamato Takeru dipercaya sebagai utusan dewa. Di kompleks, Anda dapat memperhatikan sosok anjing gunung yang berbeda dari komainu biasa.

Kuil ini berada di pegunungan pada ketinggian sekitar 1.100 m, dan alam gunung juga merupakan bagian dari ruang kepercayaan. Jangan keluar dari jalan masuk, jangan membawa pulang tumbuhan atau batu, dan berjalanlah sambil menjaga ketenangan.

5.Chichibu-jinja|Pintu Masuk untuk Mengenal Sejarah dan Kepercayaan Kota Chichibu

Chichibu-jinja memuja Chichibuhiko-no-Mikoto, dewa leluhur pembuka wilayah Chichibu, serta Yagokoro Omoikane-no-Mikoto yang melambangkan kebijaksanaan dan ilmu, dan mewariskan kepercayaan inti daerah sebagai pelindung seluruh Provinsi Chichibu.

Karena berada di tengah kota, memperhatikan jalan-jalan bersejarah di sekitarnya membantu Anda membayangkan bagaimana festival, perdagangan, dan kehidupan berkembang dengan kuil sebagai pusatnya.

Di bangunan suci, lihatlah keseluruhan dari jauh sebelum mendekat untuk mengamati ukiran dan warna, termasuk “naga penghubung” yang dipercaya dibuat oleh maestro Hidari Jingorō, agar dapat menikmati detail dekorasi arsitekturnya.


6.Hodosan-jinja|Alam Nagatoro dan Kepercayaan Penolak Kebakaran

Hodosan-jinja memuja Kan'yamato Iwarehiko-no-Mikoto (Kaisar Jimmu), Ōyamatsumi-no-Kami, dan Homusubi-no-Kami, serta mewariskan kisah Yamato Takeru yang menghadapi kebakaran hutan dalam perjalanan ke puncak lalu diselamatkan anjing dewa.

Dengan mengetahui sebelum berziarah bahwa gunung ini dinamai Hodosan dari arti “gunung yang menghentikan api”, Anda lebih mudah memahami kepercayaan untuk mencegah kebakaran dan pencurian yang menghormati berkah sekaligus ancaman alam.

Panel di bangunan kuil dihiasi ukiran yang bercerita. Setelah berdoa, nikmati komposisi dan gerak tokohnya dengan tenang.


Menikmati Keindahan Arsitektur dan Kompleks Tenang di Kumagaya, Niiza

Orang yang ingin melihat ukiran rumit dan orang yang ingin berjalan di kuil Zen di tengah hutan akan memilih tempat berbeda meski sama-sama melakukan wisata kuil.

Menuma Shōdenzan di Kumagaya dan Heirin-ji di Niiza memungkinkan Anda membandingkan dua pesona berbeda, yaitu arsitektur kuil dan lingkungan alam.

7.Menuma Shōdenzan Kangi-in|Ukiran Warna-warni pada Shōdendō, Harta Nasional

Menuma Shōdenzan Kangi-in adalah kuil aliran Shingon Kōyasan. Konon kuil ini bermula pada tahun ke-3 Jishō (1179), ketika panglima Saitō Bettō Sanemori memuja Daishō Kangiten sebagai dewa pelindung, dan termasuk 1 dari 3 Shōten utama di Jepang.

Kangi-in Shōdendō yang berfungsi sebagai bangunan utama ditetapkan pada 2012 sebagai Harta Nasional pertama di Prefektur Saitama. Ukiran berwarna cerah dan desain rumit memperlihatkan keterampilan pengrajin serta budaya donasi.

Kompleks dapat dimasuki gratis, tetapi untuk melihat bagian belakang berwarna cerah dari dekat diperlukan tiket (dewasa 700 yen; jam buka hari kerja 10.00–15.00, akhir pekan dan hari libur 9.30–16.00). Ikuti tanda penerimaan pada hari itu dan jangan menghalangi pandangan peziarah lain saat mendengarkan penjelasan.


8.Heirin-ji|Berjalan dalam Keheningan Zen dan Jejak Musashino

Heirin-ji adalah kuil Zen cabang Myōshin-ji dari aliran Rinzai dan hingga kini tetap berfungsi sebagai tempat latihan keagamaan.

Hutan kompleks seluas sekitar 43 hektare yang ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional menciptakan ruang kuil tenang, bukan hanya melalui bangunannya, tetapi juga hutan pohon kunugi dan konara serta suara daun gugur.

Waktu terbaik daun musim gugur biasanya dari akhir November hingga pertengahan Desember. Karena memasuki area terlarang, mengambil flora atau fauna, dan menggambar di kompleks dilarang, periksalah aturan masuk resmi lebih teliti daripada di tempat wisata biasa.

Mengunjungi Kepercayaan Kannon dan Aset Budaya di Kuil Gunung Hiki

Wilayah Hiki memiliki kuil tua yang termasuk dalam 33 Tempat Suci Kannon Bandō dan meneruskan budaya ziarah dengan berjalan di jalan doa.

Rute dapat mencakup jalan gunung dan tanjakan, jadi pilih sepatu yang nyaman dan berziarahlah dalam batas kemampuan.

9.Iwadono Kannon Shōbō-ji|Lanskap Gerbang dan Sejarah Perhentian ke-10 Bandō

Iwadono Kannon Shōbō-ji adalah kuil di Higashimatsuyama yang menyambut peziarah sebagai perhentian ke-10 dalam 33 Tempat Suci Kannon Bandō, dan konon didirikan pada tahun ke-2 Yōrō (718).

Dengan memperhatikan urutan jalan masuk, gerbang Niō, lalu aula Kannon, Anda dapat merasakan alur ziarah kuil dari dunia sehari-hari menuju tempat berdoa.

Pohon ginkgo besar di kompleks diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun dan membentuk lanskap kuil. Jangan masuk ke area akar; lihatlah dari jarak yang membantu melindungi pohon.

10.Tokisan Jikō-ji|Harta Nasional dan Budaya Ziarah di Pegunungan

Tokisan Jikō-ji adalah perhentian ke-9 dari 33 Tempat Suci Kannon Bandō, memiliki sejarah sekitar 1300 tahun sejak didirikan, dan bangunannya tersebar dalam lingkungan pegunungan yang tenang.

Kuil ini mewariskan aset budaya seperti Harta Nasional Hokekyō Ipponkyō (Jikō-ji-kyō), yang bersama Kunōji-kyō dan Heike Nōkyō disebut sebagai 3 sutra dekoratif utama dan menjadi petunjuk untuk memahami budaya Buddha Jepang timur.

Kondisi pameran harta dan cara kunjungan tidak selalu sama. Jika datang demi aset budaya, periksa lebih dahulu panduan dari kuil atau pemerintah setempat.

Panduan Etika agar Tidak Bingung di Kuil Shinto dan Buddha

Kuil Shinto dan Buddha sama-sama merupakan tempat berdoa, tetapi makna pintu masuk dan cara ibadahnya berbeda.

Walaupun tidak yakin dengan tata cara rinci, Anda lebih mudah menghindari ketidaksopanan dengan bertindak tenang serta mengutamakan tanda setempat dan arahan petugas keagamaan.

Membungkuk di Pintu Masuk sebelum Memasuki Kompleks

Di kuil Shinto, torii, dan di kuil Buddha, gerbang sanmon menjadi penanda yang memisahkan ruang sehari-hari dari kawasan suci; membungkuk ringan sebelum melewatinya merupakan sikap sopan.

Ada pula kebiasaan menghindari bagian tengah jalan masuk atau gerbang, tetapi saat ramai jangan berhenti dan utamakan keselamatan serta perhatian kepada sekitar.

Jangan Memaksakan Temizu dan Ikuti Petunjuk

Jika temizuya dapat digunakan, bersihkan tangan dan mulut sebelum menuju aula ibadah atau aula utama.

Jika terdapat pemberitahuan penghentian penggunaan atau perubahan cara, jangan menyentuh gayung maupun air dan Anda dapat langsung beribadah.

Bedakan Cara Ibadah di Kuil Shinto dan Buddha

Di banyak kuil Shinto, tata cara dasarnya adalah membungkuk 2 kali, bertepuk 2 kali, lalu membungkuk 1 kali. Jika kuil menetapkan tata cara khusus, ikuti petunjuk setempat.

Di kuil Buddha, jangan bertepuk tangan; setelah memberikan persembahan, satukan kedua tangan dan berdoalah dengan tenang.

Memahami perbedaan tata cara keduanya dapat mengurangi kebingungan sebelum berziarah.

Situasi Kuil Shinto Kuil Buddha
Pintu masuk Membungkuk di torii Membungkuk di sanmon
Ibadah Dapat disertai tepuk tangan Menyatukan tangan dan berdoa
Bangunan utama Aula ibadah dan bangunan utama Aula utama dan aula Buddha
Petunjuk setempat Utamakan tata cara setiap kuil Utamakan aturan setiap kuil

Fotografi dan Goshuin tanpa Mengganggu Doa

Di dalam aula ibadah atau aula utama, saat ritual, dan di area pameran aset budaya, fotografi dapat dilarang. Meskipun tidak ada tanda larangan, tanyakan kepada staf atau pengelola kuil jika ragu.

Goshuin diberikan sebagai bukti ziarah, sedangkan cara penerimaan, biaya persembahan, dan hari pelayanan berbeda di setiap kuil.

Di kantor pemberian, jangan mendesak dengan suara keras dan perhatikan penulis serta orang yang mengantre di belakang.

Rangkuman|Mengenal Sejarah Daerah melalui Kuil Saitama

Wisata kuil Saitama bukan sekadar melihat bangunan tua, melainkan perjalanan untuk mengenal beragam sisi budaya Jepang seperti kota benteng, kepercayaan pegunungan, ziarah Kannon, latihan Zen, dan festival daerah.

Mulailah dari Ōmiya dan Kawagoe. Ketika minat Anda semakin dalam, perluas perjalanan ke Chichibu, Kumagaya, dan Hiki untuk membandingkan bentuk doa yang diwariskan di setiap daerah.

Di lokasi, jangan lupa bahwa Anda adalah peziarah. Kunjungilah tempat bersejarah dengan saksama sambil berbicara pelan, mengambil foto secara wajar, dan mematuhi area yang boleh dimasuki.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Saitama memiliki Kuil Hikawa Musashi Ichinomiya di Omiya, Kitain dan Kuil Hikawa Kawagoe di Kawagoe, Kuil Mitsumine dan Kuil Chichibu di Chichibu, serta Kuil Hodosan di Nagatoro. Tersebar luas dari pusat kota hingga pegunungan, sehingga memilih sesuai tujuan membuat perjalanan lebih berkesan: Menuma Shodenzan yang berstatus Harta Nasional jika ingin mengagumi arsitektur, atau kuil Zen Heirin-ji jika ingin menikmati ketenangan.
A. Jalan menuju Kuil Hikawa Musashi Ichinomiya membentang sekitar 2 km dari gerbang torii pertama di jalur Nakasendo, dengan sekitar 600 pohon zelkova di kedua sisinya. Menyusurinya sampai habis dengan santai memakan waktu sekitar 30 menit, tetapi mulai dari gerbang torii pertama di sisi Stasiun Saitama-Shintoshin membuat suasana hati beralih dari kota ke area suci, dan cahaya matahari yang menembus terowongan hijau terasa sangat indah pada awal musim panas.
A. Enmusubi-dama di Kuil Hikawa Kawagoe dibagikan gratis setiap pagi mulai pukul 8, untuk 20 orang pertama setiap harinya. Ini adalah jimat dari kerikil kecil di area kuil yang disucikan oleh pendeta (benda yang dikenakan untuk menangkal malapetaka), dan karena jumlahnya terbatas, sebaiknya datang lebih awal.
A. Biaya masuk Kitain (biaya kunjungan kuil) adalah 400 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk pelajar SD dan SMP. Daya tarik utamanya adalah Ruang Kelahiran Iemitsu di balai tamu, Ruang Rias Kasuga no Tsubone di balai belajar, serta 538 arca Lima Ratus Rakan. Karena setiap arca Lima Ratus Rakan memiliki ekspresi dan gestur yang berbeda, selain mencari yang legendaris, membandingkannya dari depan dan samping membuat Anda dapat menemukan perbedaannya bahkan dalam waktu singkat.
A. Dari Stasiun Seibu-Chichibu, naik Bus Seibu Kanko jurusan Kuil Mitsumine sekitar 80 menit dan turun di perhentian terakhir. Ini jalur pegunungan dengan jumlah keberangkatan terbatas, dan kedatangan bisa terlambat akibat kondisi jalan atau cuaca, jadi periksa juga jadwal bus terakhir untuk kembali.
A. Di Kuil Mitsumine, serigala dipuja sebagai utusan dewa (shinshi), sehingga patung di sepanjang jalan masuk pun berwujud serigala, bukan komainu biasa. Hal ini berasal dari legenda bahwa serigala menuntun Yamato Takeru, dan kuil ini sejak lama dipuja karena berkahnya menangkal kebakaran dan pencurian.
A. Bangunan utama Kuil Chichibu dihiasi Tsunagi no Ryu (naga yang terikat), Kosodate no Tora (harimau yang membesarkan anaknya), dan Hokushin no Fukuro (burung hantu) yang konon karya sang maestro Hidari Jingoro. Jika Anda mundur beberapa langkah dulu untuk memandang keseluruhan bangunan, lalu mendekati ukirannya, Anda akan lebih memahami kehalusan warna dan geraknya. Burung hantu di sisi utara ditempatkan seolah mengawasi bagian belakang untuk melindungi bangunan utama, dan mengingat hal ini akan menjadi penemuan yang menarik.
A. Biaya masuk Shoden-do (biaya melihat bagian dalam kuil) adalah 700 yen untuk dewasa, dan gratis untuk pelajar SMP ke bawah sesuai ketentuan. Buka pukul 10.00-15.00 pada hari kerja dan 9.30-16.00 pada akhir pekan serta hari libur, tempat Anda dapat melihat dari dekat ukiran berwarna-warni yang pada 2012 menjadi Harta Nasional pertama di Prefektur Saitama. Karena areanya gratis, Anda tetap bisa melihat gerbang dan bagian luarnya bahkan di luar jam buka.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.