Apa Itu Bendungan Hōnen-ike (Hōnen-ike Entei) | Bendungan Cagar Budaya Penting yang Menopang Lahan Pertanian Kagawa
Bendungan Hōnen-ike (Hōnen-ike Entei) adalah bendungan (entei) yang menopang kolam tampung air (tameike) untuk pertanian, terletak di lembah pegunungan Kota Kan’onji, Prefektur Kagawa.
Tidak hanya dilihat dari kesan tampilannya sebagai objek wisata, jika dilihat sebagai fasilitas praktis yang telah mengalirkan air ke lahan pertanian seluas sekitar 500 hektar, kesan perjalanan Anda akan terasa lebih mendalam.
Bendungan ini merupakan warisan teknik sipil modern bersejarah yang mulai dibangun pada tahun 1926 (Taishō 15), dan selesai pada November 1929 (Shōwa 4) setelah masa konstruksi sekitar 3 tahun 8 bulan.
Pemandangan Bagai Kastil Tua yang Muncul di Tengah Pegunungan
Kesan pertama Bendungan Hōnen-ike adalah sosoknya yang menyerupai dinding kokoh yang tiba-tiba muncul di tengah alam.
Permukaan bendungan yang telah melewati waktu bertahun-tahun menyatu dengan pegunungan dan tepian air di sekitarnya, dan meski merupakan fasilitas teknik sipil modern, ia memiliki suasana seperti bangunan bersejarah.
Karena penampilannya yang mengingatkan pada kastil tua Eropa abad pertengahan, tempat ini menjadi spot pemandangan yang populer di kalangan pecinta fotografi.
Bagi wisatawan asing, ini adalah tempat untuk menyentuh budaya daerah Jepang dari sudut pandang yang berbeda dari kuil, kuil Shinto, maupun kastil.
Bendungan Kolam Tampung Air yang Menopang Air Irigasi Pertanian
Hōnen-ike telah mengemban peran sebagai kolam tampung air untuk mengalirkan air ke lahan pertanian di sekitarnya.
Awalnya disebut Tanono-ike, dan diceritakan dinamai "Hōnen-ike" ketika Menteri Keuangan saat itu, Mitsuchi Chūzō, melakukan inspeksi pada tahun 1929 (Shōwa 4).
Ketika menjelajahi daerah pedesaan Jepang, banyak fasilitas pengelolaan air di dekat sawah, ladang, dan permukiman, namun Bendungan Hōnen-ike memiliki ciri khas baik dari segi struktur maupun pemandangannya.
Daripada sekadar melewatinya sebagai spot foto, dengan mengetahui bahwa ini adalah fasilitas untuk menampung air dan menggunakannya pada waktu yang diperlukan, ketenangan di lokasi pun terasa lebih bermakna.
Alasan Diakui sebagai Cagar Budaya Penting Negara
Bendungan Hōnen-ike memiliki ciri khas struktur tipe multiple arch dengan beberapa lengkungan (arch) dan penopang dinding (fuheki) di bagian tengahnya.
Struktur ini dinilai berharga dalam sejarah teknik sipil pertanian, dan pada 19 Desember 2006 (Heisei 18) ditetapkan sebagai Cagar Budaya Penting Negara (bangunan).
Saat berkunjung untuk berwisata, ini adalah tempat yang sebaiknya didatangi dengan rasa seolah menyaksikan cagar budaya, dengan menjaga tindakan agar tidak merusak fasilitas maupun lingkungan sekitar.

Tips Melihat Struktur Bendungan Hōnen-ike | Ciri Khas Tipe Multiple Arch
Daya tarik Bendungan Hōnen-ike adalah perbedaan kesan antara sosoknya yang dipandang dari jauh dengan detail strukturnya saat dilihat dari dekat.
Tanpa pengetahuan khusus pun, dengan mengetahui beberapa istilah, Anda akan lebih mudah memahami bentuk dinding dan mekanisme menahan air.
Bentuk Bernama Tipe Multiple Arch
Di bagian tengah Bendungan Hōnen-ike terdapat 5 buah lengkungan (arch) dan 6 buah fuheki (penopang dinding, yaitu struktur berbentuk pilar yang menyangga dinding).
Dengan lengkungan yang berkesinambungan, tampilan dari depan menjadi berirama, dan terlihat bahwa keseluruhan bendungan bukanlah dinding yang datar.
Kombinasi kurva dan penopang inilah yang menjadi elemen besar yang memunculkan kesan bagai kastil tua.
Perbedaan antara Bagian Ujung dan Bagian Tengah
Bendungan Hōnen-ike memiliki peran struktur yang berbeda antara bagian ujung dan bagian tengah.
Bagian ujung bertipe gravitasi, sedangkan bagian tengah berbentuk kombinasi lengkungan dan fuheki, sehingga jika dilihat dari depan, ekspresi antara sisi kiri-kanan dan tengah berbeda.
Dengan memandang keseluruhannya perlahan sekali sebelum memotret, Anda akan lebih mudah merasakan bagian mana yang terlihat kuat dan bagian mana yang terlihat ringan.
Merasakan Skala dari Panjang dan Tinggi Bendungan
Bendungan Hōnen-ike adalah bendungan kolam tampung air berbahan beton dengan panjang 145,5 meter dan tinggi 30,4 meter.
Jika hanya melihat angkanya, ukurannya sulit dibayangkan, namun di lokasi, tinggi lebih dari 30 meter saat memandang dari bawah dan panjang dinding yang membentang sekitar 145 meter ke samping akan meninggalkan kesan.
Dengan menyadari bahwa ini adalah struktur penopang air, Anda bisa merasakan tidak hanya pemandangannya, tetapi juga bobot yang menopang kehidupan masyarakat daerah.
Istilah yang Perlu Diketahui Sebelum Melihat
Anda tidak perlu menghafal banyak istilah teknis, namun sedikit mengetahui kata-kata untuk membedakan bentuk di lokasi akan bermanfaat.
| Istilah | Cara Melihat | Titik Perhatian |
|---|---|---|
| Bendungan (entei) | Menahan air | Dinding keseluruhan |
| Lengkungan (arch) | Penopang kurva | Kesinambungan di tengah |
| Fuheki | Menyangga dinding | Ketebalan vertikal |
| Kolam tampung air | Menyimpan air | Hubungan dengan lahan pertanian |
Dengan memandang setelah mengetahui istilahnya, ini tidak hanya terlihat seperti bangunan tua, tetapi bisa dipahami sebagai struktur yang memadukan fungsi dan desain.

Memilih Tempat Pengamatan | Memandang dari Atas, Mendongak dari Bawah
Kesan Bendungan Hōnen-ike berubah tergantung tempat Anda melihatnya.
Titik perhatian berbeda antara saat melihat hubungannya dengan kolam dari atas, dan saat mendongak ke permukaan dinding dari bawah.
Melihat Bagian Atas dari Sisi Jalan Prefektur
Dari sisi jalan prefektur, Anda lebih mudah memperhatikan bagian atas bendungan dan hubungannya dengan topografi sekitar.
Bagi yang ingin merasakan Hōnen-ike sebagai fasilitas penampung air, dengan mengecek dulu pemandangan dari sisi atas, akan lebih mudah memahami keterkaitan antara kolam tampung air dan bendungan.
Saat mengamati di sepanjang jalan, berdirilah di tempat yang tidak mengganggu lalu lintas, dan perhatikan pergerakan kendaraan serta pejalan kaki.
Mendongak dari Sisi Taman Tampung Air Hōnen-ike
Saat mendongak dari bawah, ketinggian Bendungan Hōnen-ike dan kemegahan permukaan dindingnya lebih mudah terasa.
Bentuk lengkungan dan fuheki juga mudah terlihat dari depan, sehingga ini juga tempat yang memudahkan Anda memikirkan komposisi keseluruhan saat memotret.
Taman tampung air Hōnen-ike (Hōnen-ike Yusui Koen) juga dikenal sebagai tempat terkenal untuk sakura (bunga sakura), dan pada musim semi Anda bisa memandang bendungan bersama sakura.
Namun, karena pijakan kaki bisa menjadi tidak stabil di dekat tepian air atau fasilitas, penting untuk mengamati sesuai dengan papan petunjuk dan kondisi di lokasi.
Tampilan yang Berubah Sesuai Posisi Berdiri
Meski bendungan yang sama, kesan yang membekas sangat berbeda tergantung apakah dilihat dari atas atau diamati sambil mendongak dari bawah.
| Posisi Berdiri | Tampilan | Hal yang Diperhatikan |
|---|---|---|
| Sisi jalan prefektur | Hubungan dengan kolam | Perhatikan lalu lintas |
| Sisi taman | Kemegahan dinding | Cek pijakan kaki |
| Agak menjauh | Bentuk keseluruhan | Hati-hati lahan pribadi |
| Dekat bagian depan | Deretan lengkungan | Jangan menguasai lama |
Daripada hanya bertujuan memotret, dengan mengubah-ubah posisi berdiri dan melihat hubungan antara struktur, tepian air, dan jajaran gunung secara berurutan, kepuasan Anda akan meningkat.

Ekspresi Bendungan Hōnen-ike yang Berubah Sesuai Musim dan Cuaca
Bendungan Hōnen-ike adalah spot yang dinikmati bersama alam pegunungan, bukan bangunan tunggal.
Karena kesan tampilan permukaan air dan warna batu berubah sesuai musim dan cuaca, Anda bisa menikmati suasana yang berbeda di tiap waktu kunjungan.
Dinding Kokoh yang Indah di Tengah Sakura dan Dedaunan Hijau Musim Semi
Taman tampung air Hōnen-ike adalah tempat terkenal untuk sakura, dan setiap tahun sekitar akhir Maret hingga awal April Anda bisa menikmati paduan bendungan dan sakura.
Pada musim dedaunan hijau (shinryoku) setelah sakura berakhir, Anda bisa merasakan kontras antara warna kokoh bendungan dengan alam sekitar.
Karena struktur buatan manusia muncul di tengah pegunungan, terciptalah pemandangan unik yang memadukan teknologi karya manusia dengan lanskap alam.
Lembah Pegunungan Musim Panas dan Musim Pelepasan Air
Musim panas (musim panas/musim kemarau, sekitar Juli-Agustus) dengan hijau yang pekat juga bertepatan dengan masa berlangsungnya Yurunuki (pelepasan air) yang dijelaskan kemudian, sehingga Anda mungkin bisa menjumpai pemandangan air yang megah.
Jika berkunjung pada musim panas, perhatikan sinar matahari dan asupan cairan, lalu lakukan pengamatan tanpa memaksakan diri.
Karena cuaca di lembah pegunungan mudah berubah, menyiapkan topi dan minuman akan membuat lebih tenang.
Musim Gugur-Dingin Memudahkan Melihat Garis Bentuk
Dari November hingga musim dingin, saat warna pepohonan dan sudut cahaya berubah, garis bentuk bendungan dan bayangan lengkungan menjadi lebih mudah terlihat.
Karena bukan fasilitas wisata yang mencolok, tempat ini cocok bagi mereka yang ingin mengamati bentuk arsitektur dan teknik sipil di tempat yang tenang.
Pada musim dingin atau hari berangin, suhu yang dirasakan tubuh bisa menurun, jadi sesuaikan pakaian dengan cuaca di lokasi agar lebih tenang.
Cara Menikmati Hari Hujan atau Mendung
Pada hari mendung, bayangan kuat cenderung tidak muncul, sehingga terkadang Anda bisa melihat permukaan dan bentuk keseluruhan bendungan dengan lebih tenang.
Pada hari hujan atau setelah hujan, pijakan kaki bisa menjadi licin, jadi jangan terlalu memperluas area pengamatan dan utamakan keselamatan.
Dengan menyadari bahwa ini adalah fasilitas terkait air, terkadang juga perlu memutuskan untuk tidak memaksakan mendekat saat air meluap atau cuaca buruk.
| Situasi | Tampilan | Catatan Perjalanan |
|---|---|---|
| Cerah | Bayangan kuat | Perlindungan sinar matahari |
| Mendung | Bentuk lembut | Cek pijakan kaki |
| Setelah hujan | Tepian air berkesan | Hati-hati licin |
| Musim dingin | Garis bentuk jelas | Perhatikan kehangatan |
Suasana foto berubah tergantung cuaca, namun pada situasi apa pun, memandang dari tempat yang aman adalah hal mendasar.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melihat Yurunuki (Pelepasan Air)
Bendungan Hōnen-ike juga dikenal dengan pemandangan pelepasan airnya, namun ini bukan sesuatu yang bisa dilihat wisatawan kapan saja.
Karena pelepasan air berkaitan dengan pemanfaatan air daerah, penting untuk tidak menganggapnya hanya sebagai acara wisata, melainkan memahaminya sebagai tindakan pengelolaan air irigasi pertanian.
Anggap Pelepasan Air sebagai Sesuatu yang Tidak Terjadwal
Yurunuki di Bendungan Hōnen-ike dikenal sebagai pemandangan tidak terjadwal yang berlangsung pada musim panas.
Yurunuki bertujuan menyuplai air ke sawah selama sekitar seminggu hingga penanaman padi selesai, dilakukan dengan patokan saat volume air kolam Iseki-ike di hilir turun di bawah 30%, dan sekitar 4 ton air per detik dilepaskan.
Meski memasukkannya ke jadwal perjalanan, lebih tenang jika tidak terlalu menyusun rencana dengan asumsi pasti bisa melihat pelepasan air.
Untuk status pelaksanaan dan syarat pengamatan, cek panduan resmi dari pemerintah daerah atau asosiasi pariwisata sebelum berangkat.
Perhatikan Bahwa Ini Bukan Pelepasan Air Sehari-hari
Pelepasan air selain Yurunuki musim panas tahunan dikatakan disebabkan oleh hujan, dan karena sulit diketahui kapan bisa dilihat, rencana yang tidak terlalu menjadikan pelepasan air sebagai satu-satunya tujuan akan lebih tenang.
Meski tiba di lokasi dan air tidak mengalir, itu tidak berarti fasilitas ini tidak memiliki daya tarik.
Bahkan pada hari tanpa pelepasan air, struktur lengkungan, tekstur permukaan dinding, serta pemandangan kolam tampung air dan gunung tetap layak diamati perlahan.
Pemotretan dan Etika Pengamatan | Menikmati Cagar Budaya dengan Tenang
Bendungan Hōnen-ike memiliki pemandangan yang membuat ingin memotret, namun sekaligus merupakan fasilitas air yang masih aktif dan juga cagar budaya.
Daripada memotret foto yang bagus, sikap memperhatikan masyarakat daerah, pengamat lain, dan fasilitas itu sendiri jauh lebih penting.
Jangan Memasuki Area Terlarang
Di sekitar tepian air dan fasilitas pengelolaan, terdapat tempat yang tidak boleh dimasuki pengamat secara bebas.
Jika ada pagar, papan tanda, tali, atau arahan di lokasi, utamakan petunjuk tersebut.
Hindari tindakan melewati batas demi pemotretan, karena dapat menyebabkan kecelakaan atau dampak pada fasilitas.
Jangan Menghalangi Jalan atau Lorong
Saat memotret, pilih posisi yang tidak menghalangi jalan kendaraan maupun lorong.
Saat menggunakan tripod atau barang besar pun, jangan sampai mengganggu lalu lintas di sekitar.
Pada situasi ramai, jangan menguasai tempat yang sama terlalu lama, dan saling mengalah saat memotret agar bisa menikmati waktu dengan nyaman.
Berhati-hati Saat Ada Orang yang Ikut Terfoto
Bagi wisatawan asing, memperhatikan agar orang lain tidak ikut terfoto juga merupakan etika penting di objek wisata Jepang.
Saat memotret orang di dekat Anda secara besar atau saat wajah terlihat jelas, berhati-hatilah agar tidak mempublikasikannya tanpa izin.
Sebelum mengunggah ke media sosial, dengan memperhatikan tidak hanya daya tarik tempat, tetapi juga privasi orang di sekitar, Anda akan lebih tenang.
Merangkum Tindakan yang OK dan yang Sebaiknya Ditahan
Tindakan yang mudah membingungkan di lokasi, jika dirangkum singkat sebelum memotret, akan memudahkan pengambilan keputusan.
| Yang Boleh | Yang Sebaiknya Dihindari | Alasan |
|---|---|---|
| Memotret di area yang diizinkan | Melewati pagar | Menjaga keselamatan |
| Mengalah dalam waktu singkat | Menguasai tempat | Memperhatikan pengamat |
| Cek pijakan kaki | Mendekat ke tepian air | Mencegah kecelakaan |
| Bicara pelan | Berisik dengan suara keras | Pelestarian lingkungan |
Dalam perjalanan mengunjungi cagar budaya, menjaga lokasi tetap bersih saat pulang sama pentingnya dengan mengabadikannya dalam foto.
Akses dan Informasi Pengamatan Menuju Bendungan Hōnen-ike
Karena Bendungan Hōnen-ike berada di lembah pegunungan, mengecek alat transportasi sebelum berkunjung akan membuat lebih tenang.
Meski bisa dilihat di tempat terbuka, karena jalannya jalan pegunungan, kami sarankan berkunjung pada waktu yang masih terang.
Akses dengan Mobil
Sekitar 17 menit berkendara dari Onohara Interchange di Tol Takamatsu sebagai patokan.
Bagi wisatawan yang menjelajahi Kagawa dengan mobil sewa, lokasinya mudah untuk disinggahi.
Karena melewati jalan sempit di lembah pegunungan, perhatikan kendaraan dari arah berlawanan dan pejalan kaki saat menyetir.
Akses dengan Transportasi Umum
Jika menggunakan transportasi umum, sekitar 25 menit naik taksi dari Stasiun Kan’onji (JR) sebagai patokan.
Karena syarat penggunaan transportasi umum dapat berubah, susunlah rencana termasuk perjalanan pulang.
Detail pengamatan dan pertanyaan dapat dikonfirmasi ke Bagian Pariwisata, Seksi Industri dan Pariwisata Kota Kan’onji (telepon 0875-23-3933).
Cara Memasukkannya ke Perjalanan Area Kan’onji
Karena suasana Bendungan Hōnen-ike berbeda dari objek wisata di tengah kota, memikirkan alat transportasi dan cara menghabiskan waktu di sekitar terlebih dahulu akan membuat lebih tenang.
Daripada menjejalkan waktu kunjungan secara rinci, dengan memasukkannya sebagai persinggahan untuk menikmati alam dan pemandangan daerah, perjalanan akan terasa lebih tenang.
Gabungkan dengan Spot Alam dan Budaya di Kota Kan’onji
Di sekitar Kota Kan’onji terdapat unsur-unsur yang membuat Anda merasakan pemandangan khas Kagawa, seperti laut, gunung, kuil, kuil Shinto, dan budaya kuliner daerah.
Karena pemandangan lembah pegunungan Bendungan Hōnen-ike begitu berkesan, jika dikombinasikan dengan wisata tepi laut atau pusat kota, Anda bisa menikmati ekspresi berbeda meski di kota yang sama.
Namun, karena waktu tempuh dan frekuensi transportasi dapat berubah tergantung musim dan hari, susunlah rencana setelah mengecek informasi transportasi.
Nikmati Bersama Budaya Kuliner Sanuki Udon
Bagi wisatawan yang mengunjungi Kagawa, Sanuki udon (mi udon khas Kagawa) adalah salah satu kenikmatan perjalanan.
Setelah melihat Bendungan Hōnen-ike, dengan mengombinasikan makanan daerah, Anda akan lebih mudah merasakan keterkaitan antara air, lahan pertanian, dan budaya kuliner.
Karena jam buka dan hari libur toko dapat berubah, jika menjadikan toko tertentu sebagai tujuan, cek dulu informasi toko sebelum berangkat.
Rangkuman | Perjalanan Menikmati Bendungan Hōnen-ike dengan Tenang
Bendungan Hōnen-ike adalah lanskap budaya khas Kagawa, tempat berpadunya penampilan bagai kastil tua, struktur tipe multiple arch, serta peran yang telah menopang air irigasi pertanian.
Karena pelepasan air tidak terjadwal, dengan tidak hanya menjadikan "bisa atau tidaknya melihat" sebagai tujuan, melainkan berkunjung dengan niat menikmati bentuk bendungan itu sendiri dan alam sekitar, perjalanan akan terasa lebih tenang.
Sambil mengubah tampilan antara sisi jalan prefektur dan sisi taman tampung air Hōnen-ike, amati dari tempat yang aman, dan habiskan waktu dengan rasa hormat pada cagar budaya dan kehidupan masyarakat daerah.


