Akashi-yaki khas Hyōgo — “tamagoyaki” yang disantap dengan dashi
Akashi-yaki (hidangan adonan telur berisi gurita khas Akashi) dikenal sebagai kuliner khas Kota Akashi di Prefektur Hyōgo.
Di daerah setempat, hidangan ini juga kadang disebut “tamagoyaki”.
Ciri khasnya adalah disantap dengan dicelupkan ke dashi, dengan tekstur adonan yang lembut dan mengembang.
Artikel ini membahas ciri khas Akashi-yaki, asal-usulnya, dan tips menikmatinya.

Apa itu Akashi-yaki? — takoyaki telur dengan tekstur lembut dan lumer
1. Info dasar Akashi-yaki
Akashi-yaki adalah hidangan tepung yang dibuat dengan membungkus gurita menggunakan adonan berbahan telur lalu dipanggang bulat.
Berbeda dari takoyaki yang sering dinikmati dengan saus, Akashi-yaki dikenal dengan gaya makan yang dicelupkan ke dashi.
Ada juga toko yang memakai pati gandum (jinko/ukiko) pada adonannya, sehingga teksturnya bisa berbeda.
Sejarah Akashi-yaki dan kota asalnya, Akashi
1. Asal-usul Akashi-yaki
Salah satu kisah asal-usul Akashi-yaki menyebutkan bahwa hidangan ini berawal dari pemanfaatan kuning telur sisa produksi “Akashi-dama”, kerajinan manik yang dibuat di Akashi, pada akhir zaman Edo.
Hidangan ini dikatakan telah lama dicintai sebagai cita rasa lokal yang memadukan adonan kaya telur dengan gurita dari Akashi.
Tips agar Akashi-yaki terasa lebih enak!
1. Makan dengan dicelupkan ke dashi
Gaya dasar menikmati Akashi-yaki adalah dengan mencelupkannya ke dashi.
Anda bisa menikmati perpaduan aroma dashi dan kelembutan adonannya.
2. Makan selagi baru matang
Karena teksturnya lebih terasa saat baru dipanggang, disarankan menikmati Akashi-yaki selagi hangat dan baru jadi.
Cara penyajiannya berbeda di tiap toko, jadi ikuti panduan yang diberikan saat makan.
3. Nikmati perubahan rasa
Di beberapa toko, Anda dapat menikmati perubahan rasa dengan tambahan bumbu pelengkap.
Ada juga toko yang menyediakan saus, jadi cobalah sesuai selera.
Informasi praktis untuk wisatawan
1. Area populer untuk makan Akashi-yaki
Di Kota Akashi, Anda bisa menemukan Akashi-yaki di sekitar Stasiun Akashi dan area pusat perbelanjaan Uonotana (pasar belanja tradisional).
Jika ingin menikmati rasa autentik, menarik juga memilih toko sambil berkeliling kuliner di area setempat.
2. Berapa harga Akashi-yaki?
Harga bervariasi tergantung toko, jumlah, dan bahan yang digunakan.
Periksa tampilan menu sebelum memesan.
3. Apakah ada Akashi-yaki untuk oleh-oleh?
Di beberapa tempat penjualan, ada juga Akashi-yaki beku untuk dibawa pulang.
Anda mungkin menemukan produk yang bisa dipanaskan di rumah lalu dinikmati bersama dashi.
Ringkasan
- Akashi-yaki dikenal sebagai kuliner khas Kota Akashi di Prefektur Hyōgo.
- Ciri khasnya adalah gaya makan dengan dicelupkan ke dashi.
- Ada teori bahwa hidangan ini berasal dari pemanfaatan “Akashi-dama” dan telur pada akhir zaman Edo.
- Anda bisa menemukan toko di sekitar Stasiun Akashi dan pusat perbelanjaan Uonotana.
Penutup
Saat berkunjung ke Akashi, jangan lewatkan untuk mencoba Akashi-yaki yang dinikmati dengan dashi.
Menikmati perbedaan tingkat kematangan dan rasa dashi di tiap toko juga menjadi salah satu keseruan perjalanan.