Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Makomanai Takino Hokkaido: Panduan Atama Daibutsu & Moai

Makomanai Takino Hokkaido: Panduan Atama Daibutsu & Moai

Makomanai Takino Reien di Sapporo, Hokkaido terkenal lewat Atama Daibutsu karya Tadao Ando & patung Moai. Simak musim, etika, dan akses.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tariknya

Makomanai Takino Reien di Sapporo adalah pemakaman taman yang luas dengan Kepala Buddha Raksasa rancangan Tadao Ando, patung Moai, lavender, dan dedaunan musim gugur

Sorotan

Sorotan Makomanai Takino Reien adalah Kepala Buddha setinggi 13,5 m, 33 patung Moai, Stonehenge, serta jalan masuk sepanjang sekitar 135 m dan taman air

Akses

Sekitar 20 menit dengan bus Chuo Bus Ma 108 (jalur Takino) dari Stasiun Subway Makomanai; dengan mobil sekitar 44 menit dari Stasiun Sapporo dan 60 menit dari Bandara New Chitose

Biaya Masuk dan Parkir

Biaya melihat Kepala Buddha: dewasa 1.000 yen, anak SD ke bawah gratis; tersedia total 3.325 tempat parkir gratis

Sorotan Musiman

Lavender pada pertengahan hingga akhir Juli, dedaunan musim gugur pada pertengahan hingga akhir Oktober, dan di musim dingin Anda dapat menikmati Kepala Buddha yang berselimut salju

Jam Buka

Gerbang buka pukul 7:00–19:00 (April–Oktober) dan 7:00–18:00 (November–Maret); Aula Kepala Buddha buka pukul 9:00–16:00 (April–Oktober) dan 10:00–15:00 (November–Maret)

Etika Kunjungan

Karena ini pemakaman yang masih aktif, perlu berjalan dengan tenang, tidak berjalan di jalan kendaraan, tidak menghalangi jalur, dan tidak menerbangkan drone

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Hokkaido

Seperti Apa Tempat Makomanai Takino Reien di Hokkaido?

Makomanai Takino Reien adalah pemakaman bergaya taman yang terletak di Takino, Minami-ku, Sapporo.

Di situs resminya pun tempat ini diperkenalkan sebagai "pemakaman taman bagi penduduk Hokkaido" yang dikelola oleh sebuah yayasan kepentingan umum, dengan ciri khas suasana tenang yang dikelilingi bunga dan hijaunya tanaman.

Di sisi lain, ini bukan sekadar fasilitas wisata untuk menikmati pemandangan, melainkan pemakaman untuk mengenang mereka yang telah tiada.

Meski datang dengan tujuan wisata, sangat penting untuk berjalan dengan kesadaran bahwa "ini adalah tempat yang sakral".

Daya Tarik Atama Daibutsu (Patung Buddha Kepala) yang Wajib Dilihat di Makomanai Takino Reien

Patung Buddha yang Dirancang Tadao Andō dan Diselimuti Bukit

Simbol dari Makomanai Takino Reien adalah "Atama Daibutsuden (aula Atama Daibutsu)" karya rancangan arsitek Tadao Andō.

Cirinya adalah komposisi di mana hanya bagian kepala patung yang muncul dari bukit lavender, dirancang sedemikian rupa agar pengunjung dapat merasakan lanskap pemakaman dan ruang doa sebagai satu kesatuan.

Alur Kunjungan yang Membuat Patung Baru Terlihat Utuh Saat Mendekat Juga Menjadi Daya Tarik

Atama Daibutsu bukan struktur yang seluruhnya terlihat dari kejauhan sejak awal.

Pengunjung memulai perjalanan dari chōzuya (tempat penyucian dengan air), kemudian menuju taman air, melewati terowongan sepanjang 40 meter, hingga akhirnya berhadapan langsung dengan patung Buddha. Penataan dramatis inilah yang menjadi daya tarik utama dari pengalaman kunjungan. Tinggi patung Buddha adalah 13,5 meter.

Sekalian Lihat Juga Patung Moai dan Stonehenge

Di pintu masuk utama pemakaman, deretan patung Moai (replika patung khas Pulau Paskah) akan menyambut Anda.

Berdasarkan panduan resmi, patung yang besar memiliki tinggi 9,5 meter dan berat 120 ton, sedangkan patung lainnya memiliki tinggi 6,5 meter dan berat 60 ton.

Di dalam area pemakaman juga terdapat Stonehenge yang dilengkapi dengan makam untuk eitai kuyō (peringatan abadi).

Bukan hanya berhenti pada Atama Daibutsu, dengan melihat bagaimana ruang-ruang doa diekspresikan dalam berbagai bentuk arsitektural, ciri khas Makomanai Takino Reien akan terasa lebih jelas.

Tips Menikmati Pemandangan yang Berubah Sesuai Musim

Dalam panduan resmi, diperkenalkan tampilan untuk setiap musim: musim semi dengan sisa salju di lereng gunung, musim panas dengan puluhan ribu rumpun lavender, musim gugur dengan panorama daun musim gugur (momiji), dan musim dingin dengan Atama Daibutsu yang berselimut salju.

Meski di lokasi yang sama, kesan akan berubah menurut musim, sehingga tempat ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati harmoni antara arsitektur dan lanskap.

Perlu dicatat, taman air tidak diisi air selama periode pembekuan di musim dingin.

Karena beberapa fasilitas terlihat berbeda saat musim salju, sebaiknya periksa pengumuman dan panduan fasilitas resmi sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Tata Krama dan Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berwisata

Berjalanlah dengan Tenang dan Jangan Menghalangi Akses

Dalam panduan resmi untuk pengunjung wisata, disebutkan bahwa kawasan ini adalah pemakaman aktif, sehingga pengunjung diminta untuk menjaga ketenangan dan rasa hormat selama berada di dalam area.

Hal-hal mendasar yang harus diperhatikan adalah: tidak berjalan di jalur kendaraan, tidak menghalangi jalan, serta tidak mengganggu peziarah lain atau lalu lintas pengunjung.

Beberapa hal yang perlu disadari secara khusus:

  • Tidak berjalan di jalur kendaraan
  • Tidak menghalangi jalan setapak
  • Tidak berlari atau bersuara keras di dalam area
  • Tidak meninggalkan sampah atau persembahan sembarangan

Pengambilan Foto Harus Dilakukan dengan Pertimbangan, Periksa Juga Hal-Hal yang Dilarang

Yang lebih penting daripada sekadar memotret atau merekam adalah "di mana dan bagaimana Anda mengambil foto".

Secara resmi, dilarang memotret di jalur kendaraan, dilarang menggunakan drone, dan untuk pemotretan komersial diperlukan izin sebelumnya.

Perhatikan juga posisi di mana pengunjung lain bisa ikut terfoto, atau lokasi di mana Anda berhenti.

Informasi Dasar dan Cara Menuju Lokasi yang Perlu Dicek Sebelum Berkunjung

Jam operasional Makomanai Takino Reien pada umumnya adalah pukul 07.00 hingga 19.00 dari April hingga Oktober, dan pukul 07.00 hingga 18.00 dari November hingga Maret.

Jam buka Atama Daibutsuden dan Atama Daibutsu Gobyō (mausoleum) adalah pukul 09.00 hingga 16.00 dari April hingga Oktober, dan pukul 10.00 hingga 15.00 dari November hingga Maret.

Harga tiket masuk Atama Daibutsuden adalah 1.000 yen per orang, dan gratis untuk anak SD ke bawah.

Pada hari-hari tertentu, hari pemeliharaan, atau saat cuaca buruk, dapat terjadi perubahan atau penutupan, sehingga pengecekan sebelum keberangkatan akan membuat perjalanan lebih tenang.

Jika cara menuju Atama Daibutsu menggunakan transportasi umum, panduan resmi menyebutkan adanya bus Chuo Bus rute Ma 108 dari Stasiun Makomanai (jalur kereta bawah tanah).

Selain itu, pengunjung dengan tujuan wisata tidak diperkenankan menggunakan bus peziarah, jadi jangan abaikan hal ini saat merencanakan cara menuju lokasi.

Kesimpulan

Makomanai Takino Reien di Hokkaido adalah tempat di mana Anda dapat menikmati pengalaman arsitektur Atama Daibutsu karya Tadao Andō sekaligus pemandangan khas Hokkaido yang mencakup lavender dan lanskap salju.

Namun, jangan lupa bahwa ini pada dasarnya adalah pemakaman; dengan berkunjung dengan dasar ketenangan dan rasa hormat, daya tarik tempat ini akan terasa lebih mendalam.

Untuk jam buka dan informasi terbaru, silakan periksa situs resmi sebelum berkunjung. 

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Makomanai Takino Reien adalah pemakaman bertema taman seluas sekitar 1,8 juta meter persegi di Minami-ku, Sapporo, dengan sekitar 60% lahannya berupa area hijau. Pemandangan unik berupa Atama Daibutsu rancangan Tadao Ando, 33 patung Moai, dan replika Stonehenge membuatnya disebut "tempat suci yang cerah" dan menjadi destinasi wisata bagi pengunjung dalam dan luar negeri.
A. Mo pada Moai berarti "masa depan" dan "ai" berarti "hidup", sehingga maknanya adalah mewariskan jejak mendiang ke generasi berikutnya. Susunan 33 patung Moai tergolong langka di dunia, sementara Stonehenge ditempatkan sebagai fasilitas peringatan abadi. Filosofi desainnya unik—bukan "tempat berkabung" melainkan "ruang merayakan kehidupan".
A. Biaya masuk Atama Daibutsu adalah 1.000 yen per orang, dan gratis untuk anak SD ke bawah. Pembayaran dapat dilakukan tunai (hanya pecahan 1.000 yen) atau dengan kartu kredit. Pecahan 5.000 dan 10.000 yen kemungkinan tidak diterima, jadi siapkan uang pecahan 1.000 yen agar proses di loket lebih lancar.
A. Atama Daibutsu dirancang oleh Tadao Ando dan merupakan patung Buddha dari batu setinggi 13,5 meter. Diresmikan pada 2016 dengan berat total sekitar 1.500 ton. Tampilan luarnya yang hanya menampakkan bagian kepala dari balik bukit lavender serta ruang dalam yang dialiri cahaya alami dari jendela atap sangat berkesan.
A. Dari Stasiun Makomanai (Subway Namboku Line), naik Hokkaido Chuo Bus rute Makomanai 108 sekitar 20 menit dan turun di halte "Makomanai Takino Reien (Atama Daibutsu)". Dari Stasiun Sapporo perjalanan dengan mobil sekitar 44 menit, dari New Chitose Airport sekitar 60 menit. Jadwal bus terbatas, jadi sebaiknya periksa jam keberangkatan untuk perjalanan pulang lebih dahulu.
A. Pemakaman buka pukul 07.00–19.00 (April–Oktober) dan 07.00–18.00 (November–Maret). Aula Atama Daibutsu serta Rotonda Cafe & Store buka 09.00–16.00 (April–Oktober) dan 10.00–15.00 (November–Maret); karena lebih pendek, kunjungan pagi hingga awal sore lebih aman bila tujuannya melihat Atama Daibutsu.
A. Lavender di sekitar Atama Daibutsu umumnya mekar puncak sekitar pertengahan Juli. Komposisi kepala patung yang muncul dari bukit ungu menghasilkan foto musim panas yang khas, dan cahaya pagi yang lembut mempermudah pemotretan. Karena kondisi mekar dan pembukaan jalur dapat berbeda tiap tahun, ikuti pengumuman di lokasi dan ambil foto dengan tertib.
A. Tersedia parkir gratis dengan total 3.325 petak, sehingga hampir tidak perlu mengantre meski pada musim ramai. Karena area sangat luas, parkir terdekat ke Atama Daibutsu adalah Parkir Atama Daibutsu-den-mae (depan Aula Atama Daibutsu); bila ingin menikmati panorama Moai dan gerbang utama, parkir di sisi gerbang utama akan mengurangi jarak jalan kaki.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.