Nikmati Perjalanan ke Jepang!

15 Tempat Wisata Terbaik di Miyazaki | Laut, Mitos & Alam

15 Tempat Wisata Terbaik di Miyazaki | Laut, Mitos & Alam
Temukan 15 tempat wisata Miyazaki, dari Aoshima dan Kuil Udo hingga Ngarai Takachiho, lengkap dengan ide rute pantai, ziarah, dan jelajah alam.

Ringkasan Cepat

Daya tarik sekilas

Wisata Miyazaki memikat karena dalam satu perjalanan bisa memadukan pemandangan laut Aoshima dan Pantai Nichinan, mitologi dan lembah Takachiho, serta alam seperti Dataran Tinggi Ebino.

Sorotan laut

Oni no Sentakuita (formasi batuan seperti papan cuci) di Aoshima, Kuil Udo Jingu yang berada di gua tebing, Sun Messe Nichinan dengan 7 patung Moai, Tanjung Toi dengan kuda liar, serta Tanjung Hyuga dan Umagase dengan formasi batuan kolumnar.

Sorotan mitologi

Ngarai Takachiho yang terkenal dengan Air Terjun Manai, Kuil Amano-Iwato yang memuja gua Amano-Iwato sebagai objek keramat, gua besar Amano-Yasukawara, dan Kuil Takachiho yang mementaskan Takachiho Kagura (tarian ritual Shinto) setiap malam kecuali 31 Desember dan 1 Januari.

Perkiraan perjalanan

Dari Aoshima ke Kuil Udo Jingu sekitar 40 menit berkendara, ke Tanjung Toi sekitar 1 jam 30 menit, dan dari pusat Kota Miyazaki ke Takachiho sekitar 2 jam 30 menit.

Pembagian area

Terbagi menjadi utara, tengah, selatan, dan barat dengan perjalanan yang memakan waktu, jadi lebih nyaman menyusun rencana per area seperti Aoshima–Nichinan, Takachiho, dan Ebino–Miyakonojo.

Waktu terbaik musiman

Gugusan Makam Saitobaru menawarkan sakura dan bunga sesawi akhir Maret–awal April serta cosmos pertengahan–akhir Oktober; Ngarai Takachiho dan hutan lebat Aya berdaun merah pertengahan November–awal Desember.

Hal yang bisa dialami

Lempar piring tanah Ama-no-Hiraka di Kuil Aoshima dan lempar "bola keberuntungan" di Kuil Udo Jingu, sewa perahu di Ngarai Takachiho, susuri jalur hutan dari Jembatan Gantung Aya no Teruha, serta jelajahi kota kastel Obi dan cicipi obiten (olahan ikan goreng khas Obi).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Miyazaki

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Cara Memilih 15 Tempat Wisata Terbaik di Miyazaki | Laut, Mitologi & Alam

Wisata Miyazaki menarik karena dalam satu perjalanan kamu bisa memadukan pemandangan pantai yang menghadap Samudra Pasifik, kuil-kuil yang berkaitan dengan mitologi Jepang, serta lanskap alam yang tercipta dari gunung berapi dan hutan laurel.

Jika baru pertama kali berkunjung, daripada memilih tempat satu per satu, akan lebih mudah menyusun rute bila kamu membaginya berdasarkan tema "laut", "mitologi", "alam", dan "sejarah budaya".

Prefektur Miyazaki secara garis besar terbagi menjadi wilayah utara (Takachiho dan Hyūga), tengah (Kota Miyazaki, Aoshima, Aya, dan Saito), selatan (Nichinan dan Kushima), serta barat (Ebino dan Miyakonojō). Perjalanan antarkawasan memerlukan waktu cukup lama.

Tabel berikut membantu memilih wilayah sesuai tujuan perjalananmu.

Tema Perjalanan Wilayah yang Cocok Spot Utama
Pemandangan laut Aoshima dan Nichinan Aoshima, Udo-jingū
Menjelajah tanjung Kushima dan Hyūga Toi-misaki, Umagase
Mitologi Takachiho Amano-Iwato-jinja
Ngarai dan hutan Takachiho dan Aya Takachiho-kyō, Aya
Sejarah budaya Saito dan Nichinan Saitobaru, Obi

Memilih Berdasarkan Pemandangan Laut | Dari Aoshima ke Pantai Nichinan

Bagi yang ingin menikmati suasana pantai bernuansa tropis, rute dari Aoshima di Kota Miyazaki menuju Pantai Nichinan (Nichinan Kaigan) mudah direncanakan.

Di sepanjang pantai tersebar kuil dan titik panorama, sehingga perjalanan itu sendiri terasa menyenangkan.

Perjalanan dari Aoshima ke Udo-jingū memakan waktu sekitar 40 menit dengan mobil, sedangkan ke Toi-misaki di Kushima sekitar 1 jam 30 menit.

Memilih Berdasarkan Kisah Mitologi | Kuil dan Ngarai Takachiho

Bagi yang tertarik pada mitologi Jepang, wilayah Takachiho di bagian utara prefektur sangat cocok.

Kuil, ngarai, dan gua yang terkait dengan mitologi berada cukup berdekatan, sehingga kamu dapat menjelajahinya seolah menelusuri sebuah kisah.

Perjalanan dari pusat Kota Miyazaki ke Takachiho memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit dengan mobil. Karena jaraknya cukup jauh, sebaiknya rencanakan Takachiho sebagai itinerary satu hari tersendiri.

Memadukan Alam dan Sejarah | Air Terjun, Makam Kuno, dan Kota Bekas Kastel

Dengan memadukan gunung, air terjun, kompleks makam kuno, dan kota bekas kastel, kamu tidak hanya menikmati alam Miyazaki, tetapi juga mengenal jejak kepercayaan dan kehidupan masyarakat setempat.

Karena jangkauan perpindahan cenderung meluas, sebaiknya jangan memaksakan terlalu banyak dan bagilah itinerary per wilayah.

6 Tempat Wisata Laut di Aoshima & Pantai Nichinan

Untuk merasakan pemandangan laut cerah khas Miyazaki, tempat-tempat terkenal di sepanjang pantai yang membentang dari Aoshima ke Pantai Nichinan hingga arah Kushima menjadi pilihan.

Karena laut, kuil, tanjung, dan spot foto terhubung dalam jarak yang berdekatan, cocok untuk perjalanan santai sambil mengambil foto.

Aoshima | Pulau Laut yang Dikelilingi Tanaman Subtropis dan Oni no Sentakuita

Aoshima adalah pulau kecil dengan keliling sekitar 1,5 km yang ditutupi tanaman subtropis dan menjadi salah satu ikon wisata Kota Miyazaki.

Di sekeliling pulau membentang batuan bergelombang yang disebut "Oni no Sentakuita (papan cuci raksasa)", yang ditetapkan sebagai monumen alam nasional.

Batuan ini terbentuk dari lapisan dasar laut sekitar 7 juta tahun lalu yang terangkat lalu terkikis ombak, dan tampilannya berubah tergantung pasang surut serta cuaca.

Karena kaki mudah basah saat berjalan di tepi laut, pilihlah sepatu beralas antiselip agar lebih aman.


Aoshima-jinja | Kuil Jodoh dalam Kisah Umisachi-hiko dan Yamasachi-hiko

Aoshima-jinja adalah kuil yang berdiri di tengah Pulau Aoshima, dan kamu menyeberangi Jembatan Yayoi (Yayoi-bashi) untuk beribadah.

Kuil ini berkaitan dengan mitologi Umisachi-hiko dan Yamasachi-hiko, serta memuja Hikohohodemi-no-Mikoto dan Toyotamahime-no-Mikoto, sehingga dikenal sebagai kuil jodoh (enmusubi).

Di dalam kompleks kuil, kamu dapat mengikuti ritual doa khas Miyazaki bernama "Ama no Hiraka-nage", yaitu melempar piring tanah liat sambil menyampaikan permohonan.

Saat menikmati ibadah dan pemotretan, jangan berhenti terlalu lama di depan aula utama dan jangan menghalangi alur peziarah lain.

Udo-jingū | Kuil dalam Gua yang Dicapai dengan Menuruni Tangga

Udo-jingū adalah kuil yang aula utamanya berdiri di dalam gua tebing yang menghadap Laut Hyūga di Kota Nichinan.

Udo-jingū dikenal sebagai kudari-miya, yaitu kuil yang dicapai dengan menuruni tangga batu di sepanjang tebing. Bangunan utamanya bergaya yatsumune-zukuri dan berwarna vermilion yang mencolok.

Ritual melempar undama (bola keberuntungan) ke arah batu berbentuk kura-kura di bawah aula utama juga populer. Sambil mendengar suara ombak, kamu dapat merasakan perpaduan laut dan tradisi spiritual Miyazaki.

Karena berjalan mengikuti bentang alam, berhati-hatilah dengan pijakan pada hari hujan atau berangin kencang.


Sun Messe Nichinan | Bukit dengan 7 Patung Moai Berlatar Laut

Sun Messe Nichinan adalah fasilitas wisata dengan 7 patung Moai "Ahu Akivi" resmi dari Pulau Paskah, berjajar di bukit yang menghadap Pantai Nichinan.

Tempat ini mudah digunakan untuk berfoto dengan latar laut dan langit biru, serta nyaman dikunjungi bersama keluarga maupun teman.

Harga tiket masuk adalah 1.000 yen untuk dewasa, 700 yen untuk pelajar SMP dan SMA, serta 500 yen untuk anak usia 4 tahun ke atas. Jam buka 09.30–17.00 (masuk terakhir 16.30), dan tempat ini umumnya tutup pada hari Rabu.

Karena ini merupakan fasilitas wisata, periksa status operasional dan aturan penggunaan sebelum berkunjung.


Toi-misaki | Tanjung untuk Menikmati Kuda Liar "Misaki-uma" dan Panorama Laut Hyūga

Toi-misaki adalah tanjung yang terletak di ujung paling selatan Taman Kuasi-Nasional Pantai Nichinan, menarik dengan panorama terbuka Laut Hyūga dari mercusuar putih Toi-misaki.

Di kawasan ini hidup sekitar 100 ekor kuda liar "Misaki-uma" yang ditetapkan sebagai monumen alam nasional, dan kamu bisa melihat mereka berlatar laut biru dan padang rumput.

Dari musim semi hingga musim panas, anak kuda yang disebut haru-koma mulai lahir, menciptakan pemandangan yang damai.

Jangan mendekati kuda liar terlalu dekat atau memberi makan, dan amati mereka dengan menjaga jarak.


Hyūga-misaki dan Umagase | Panorama Kekar Kolom dan Samudra Pasifik

Hyūga-misaki dan Umagase merupakan destinasi terkenal dengan lanskap pantai di dalam Taman Kuasi-Nasional Pantai Nippō.

Kekar kolom yang membentuk tebing setinggi sekitar 50 m tercipta akibat aktivitas vulkanik sekitar 15 juta tahun lalu dan ditetapkan sebagai monumen alam nasional pada 2018.

Formasi batu yang dramatis dan hamparan Samudra Pasifik sangat mengesankan. Dari titik pandang, kamu dapat merasakan kemegahan laut.

Karena ada hari yang berangin kencang, di dek pandang jangan keluar dari pagar dan nikmati pemandangan dari tempat yang aman.



4 Tempat Wisata untuk Mengenal Mitologi dan Ngarai di Takachiho

Takachiho adalah wilayah di mana kuil-kuil terkait mitologi dan keindahan ngarai berkumpul dalam jarak berdekatan.

Karena destinasi alam dan tempat ibadah berada berdekatan, perjalanan akan lebih nyaman jika kamu mengenakan pakaian yang sesuai dan menyediakan waktu yang cukup.

Takachiho-kyō | Ngarai dengan Kekar Kolom dan Air Terjun Manai

Takachiho-kyō adalah ngarai yang terbentuk ketika aliran piroklastik dari aktivitas vulkanik Gunung Aso mendingin dan mengeras, lalu terkikis oleh Sungai Gokase.

Tebing setinggi 80–100 m membentang sepanjang sekitar 7 km dari timur ke barat, dan ditetapkan sebagai tempat pemandangan indah serta monumen alam nasional.

Daya tarik utamanya adalah Air Terjun Manai (Manai no Taki) setinggi sekitar 17 m yang terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang, dan dari jalur setapak pun kamu bisa merasakan keindahan ngarai yang tenang.

Jika naik perahu sewaan kamu bisa melihat air terjun dari dekat, tetapi saat air sungai meluap atau ada pemeriksaan keamanan layanan dihentikan, jadi bila berencana menggunakannya, periksalah status operasional dan cara reservasi sebelum berkunjung.


Amano-Iwato-jinja | Nishi-Hongū & Higashi-Hongū yang Menuturkan Mitos Amano-Iwato

Amano-Iwato-jinja adalah kuil yang memuja Amano-Iwato sebagai objek pemujaan, gua tempat Amaterasu-Ōmikami dikisahkan bersembunyi.

Kompleks ini terdiri atas Nishi-Hongū dan Higashi-Hongū yang dipisahkan oleh Sungai Iwato. Dari Nishi-Hongū, pengunjung dapat melihat objek pemujaan Amano-Iwato dari kejauhan dengan pendampingan pendeta Shinto.

Bila kamu berjalan setelah mengetahui latar belakang mitologinya, cara memandang kompleks kuil akan terasa lebih mendalam.

Karena kunjungan ke titik pandang objek pemujaan memerlukan pendampingan pendeta Shinto dan mengikuti tata urutan tertentu, patuhilah petunjuk di lokasi.

Amano-Yasukawara | Gua Besar Mitologi di Sepanjang Sungai Iwato

Amano-Yasukawara adalah gua besar yang dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri Sungai Iwato dari Nishi-Hongū di Amano-Iwato-jinja.

Dikisahkan bahwa delapan juta dewa (yaoyorozu) berkumpul untuk berunding di sini, dan gua besar berlebar sekitar 40 m serta berkedalaman sekitar 30 m ini juga disebut "Gyōbo-ga-Iwaya".

Di dalam dan sekitar gua membentang pemandangan unik berupa tumpukan batu tak terhitung, dan kamu bisa merasakan dunia mitologi dalam suasana yang hening.

Karena jalan di sepanjang sungai bisa menjadi licin tergantung cuaca, disarankan untuk datang dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.


Takachiho-jinja | Kuil dengan Meoto-sugi dan Pertunjukan Takachiho-kagura

Takachiho-jinja dianggap sebagai kuil pusat dari 88 kuil di wilayah Takachiho, dan merupakan salah satu kuil yang melambangkan kepercayaan setempat.

Di dalam kompleks kuil terdapat "Meoto-sugi (pohon cedar pasangan)" pengikat jodoh yang akarnya menyatu, dan dikisahkan bahwa bila berjalan mengelilinginya 3 kali sambil bergandengan tangan, kamu akan berbahagia.

Di aula kagura, kecuali tanggal 31 Desember dan 1 Januari, setiap malam mulai pukul 20.00 selama sekitar 1 jam dipersembahkan "Takachiho-kagura" yang menampilkan empat tarian utama, sehingga kamu bisa merasakan dunia mitologi dari dekat.

Bila bertujuan menonton kagura, periksalah tanggal penyelenggaraan dan cara pendaftaran terlebih dahulu.


3 Tempat Terkenal di Miyazaki untuk Merasakan Alam lewat Gunung, Air Terjun & Hutan

Tidak hanya laut, Miyazaki juga memiliki tempat untuk menikmati hutan laurel, air terjun, dan lanskap dataran tinggi vulkanik.

Karena destinasi alam mudah terpengaruh cuaca, periksa informasi akses jalan dan pengumuman resmi sebelum berkunjung.

Jembatan Gantung Teruha Aya | Jembatan Hutan yang Memandang Hutan Laurel

Jembatan Gantung Teruha Aya (Aya no Teruha Ōtsuribashi) adalah jembatan gantung pejalan kaki sepanjang 250 m dengan ketinggian 142 m yang terbentang di Ngarai Ayagawa, Kota Aya.

Jembatan Teruha yang digunakan saat ini selesai dibangun pada 2011, dan di bawahnya terbentang hutan laurel.

Setelah menyeberangi jembatan, terdapat jalur setapak sepanjang sekitar 2 km, dan daya tariknya adalah kamu bisa menikmati alam sambil merasakan udara hutan dan kicau burung.

Bagi yang tidak menyukai ketinggian, jangan memaksakan diri; kamu juga bisa memilih menikmati fasilitas sekitar dan jalan-jalan di hutan.


Dataran Tinggi Ebino | Menyusuri Lanskap Hasil Aktivitas Vulkanik

Dataran Tinggi Ebino (Ebino-kōgen) termasuk dalam Taman Nasional Kirishima-Kinkōwan, dan merupakan wilayah dataran tinggi berketinggian sekitar 1.200 m tempat kamu bisa merasakan alam Pegunungan Kirishima.

Puncak Karakuni-dake setinggi 1.700 m dan danau-danau kawah berwarna biru kobalt tersebar di kawasan ini, sehingga Dataran Tinggi Ebino menjadi titik awal pendakian dan pengamatan alam. Nama "Ebino" konon berasal dari warna malai susuki (rumput perak Jepang) pada musim gugur yang menyerupai warna udang, sementara vegetasinya berubah sepanjang musim.

Periksalah aktivitas vulkanik dan kondisi jalur pendakian sebelum berangkat.


Air Terjun Sekinoo | Air Terjun Pilihan Jepang dan Gugusan Lubang Periuk

Air Terjun Sekinoo (Sekinoo-taki) adalah air terjun berlebar sekitar 40 m dengan ketinggian jatuh sekitar 18 m di Kota Miyakonojō, dan terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang.

Di hulu air terjun terbentang gugusan ouketsu (lubang periuk) sepanjang sekitar 600 m dan selebar sekitar 80 m. Karena skalanya yang besar, kawasan ini ditetapkan sebagai monumen alam nasional.

Kamu bisa merasakan suara air terjun, percikan air, dan tekstur batu di sepanjang sungai dari dekat, cocok bagi yang ingin menikmati alam sisi pegunungan Miyazaki.

Karena pijakan di tepi air mudah tidak stabil, nikmatilah pemandangan dari jalur setapak atau area yang ditunjukkan.


2 Tempat Wisata Miyazaki untuk Menikmati Sejarah Budaya

Daya tarik Miyazaki tidak hanya alam, tetapi juga situs kuno dan lanskap kota bekas kastel.

Dengan menambahkan sejarah budaya pada perjalanan mitologi dan alam, kamu bisa memahami tanah Miyazaki secara lebih utuh.

Kompleks Makam Kuno Saitobaru | Dunia Hyūga Kuno dengan Lebih dari 300 Makam

Kompleks Makam Kuno Saitobaru (Saitobaru Kofungun) adalah situs bersejarah khusus nasional dengan lebih dari 300 makam kuno yang tersebar di dataran tinggi Kota Saito.

Makam berbentuk lubang kunci dan makam bundar berjajar di bawah langit yang luas. Di Museum Arkeologi Prefektur Saitobaru yang berada di sebelahnya dan dapat dimasuki secara gratis, kamu dapat melihat artefak serta membaca penjelasannya.

Pada musim semi, bunga kanola (nanohana) dan sakura bermekaran, sedangkan pada musim gugur bunga kosmos menghiasi kompleks makam. Pemandangan ini mengajak pengunjung membayangkan kehidupan dan doa masyarakat kuno.

Karena waktu berjalan di luar ruangan cenderung lama, siapkan perlindungan dari panas sesuai musim dan perlengkapan hujan.


Kota Bekas Kastel Obi | Kawasan Pelestarian Pertama di Kyūshū dengan Tembok Batu dan Rumah Samurai

Kota Bekas Kastel Obi (Obi Jōkamachi) adalah bekas kota kastel Klan Itō di Domain Obi, wilayah feodal dengan pendapatan 51.000 koku. Kawasan yang terpelihara di Kota Nichinan ini mempertahankan suasana tembok batu dan rumah samurai.

Pada 1977, kota ini menjadi yang pertama di Kyūshū terpilih sebagai Kawasan Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional, dan daya tarik utamanya adalah gerbang utama (ōtemon) serta sekolah domain Shintokudō yang telah direstorasi.

Suasananya tenang dan berbeda dari destinasi tepi pantai, cocok bagi yang ingin menjelajahi kota sambil mencicipi makanan khas obiten.

Karena ini juga tempat tinggal warga, jangan masuk ke halaman rumah penduduk dan biasakan berjalan-jalan dengan tenang.


Waktu Kunjungan dan Etika agar Wisata Miyazaki Lebih Nyaman

Wisata Miyazaki memiliki hal yang perlu diperhatikan yang sedikit berbeda antara tepi pantai, kuil, dan wilayah pegunungan.

Bagi wisatawan mancanegara, memahami aturan perlindungan alam dan etika beribadah akan membuat perjalanan lebih lancar di lokasi.

Tabel berikut merangkum perilaku yang perlu diperhatikan pada tiap situasi.

Situasi Yang Perlu Diperhatikan Yang Perlu Dihindari
Kuil Beribadah dengan tenang Memotret lama di depan aula
Pantai Memeriksa pijakan Memaksakan diri di batuan
Satwa liar Menjaga jarak Memberi makan
Gunung dan air terjun Memeriksa info akses jalan Keluar dari pagar
Jalan-jalan kota Menjaga ketenangan kawasan permukiman Masuk ke lahan pribadi

Menikmati Puncak Keindahan Tiap Musim

Meski Miyazaki identik dengan laut, pemandangan di pegunungan, ngarai, dan kompleks makam kuno berubah pada setiap musim.

Di Kompleks Makam Kuno Saitobaru, sakura dan bunga kanola mencapai puncak keindahan pada akhir Maret–awal April, sedangkan bunga kosmos bermekaran pada pertengahan–akhir Oktober. Takachiho-kyō dan hutan laurel Aya menampilkan daun musim gugur (momiji) yang indah pada pertengahan November–awal Desember.

Karena kondisi bunga dan daun musim gugur berubah tiap tahun, memeriksa informasi terkini menjelang keberangkatan akan memudahkan perencanaan.

Jangan Lupa Menghormati Tempat Ibadah di Kuil

Aoshima-jinja, Udo-jingū, Amano-Iwato-jinja, dan Takachiho-jinja merupakan tempat wisata sekaligus tempat ibadah.

Perhatikan etika ibadah dasar seperti membungkuk di depan torii, berjalan menghindari bagian tengah jalan menuju kuil, dan tidak berbicara terlalu keras.

Utamakan Cuaca di Destinasi Alam

Di ngarai, air terjun, tanjung, dan dataran tinggi, kemudahan berjalan berubah tergantung hujan dan angin.

Meski ingin mengambil foto, hindari melangkah keluar pagar atau ke batuan basah, dan nikmatilah pemandangan dari tempat yang aman.

Pikirkan Perpindahan dengan Membagi per Wilayah

Tempat wisata di dalam Prefektur Miyazaki terbagi luas menjadi bagian utara, tengah, selatan, dan barat.

Daripada menjelajahi semuanya dalam satu perjalanan, bagilah rute menjadi beberapa kawasan, seperti Aoshima dan Nichinan, Takachiho, Ebino dan Miyakonojō, serta Hyūga dan Saito, agar perjalanan tidak terburu-buru.

Karena transportasi umum terbatas di beberapa kawasan, pertimbangkan mobil sewaan untuk destinasi pegunungan dan tanjung seperti Toi-misaki dan Takachiho.

Kesimpulan | Menikmati Laut, Mitologi & Alam lewat 15 Tempat Wisata Miyazaki

Kelima belas rekomendasi tempat wisata Miyazaki akan lebih mudah dipilih bila kamu membaginya menjadi perjalanan menikmati pemandangan laut, menelusuri kisah mitologi, serta menjelajahi pegunungan dan air terjun.

Di Aoshima dan Udo-jingū kamu bisa merasakan pemandangan di mana laut dan kepercayaan berpadu, dan di Takachiho-kyō serta Amano-Iwato-jinja kamu bisa merasakan daya tarik tanah di mana mitologi dan alam berdekatan.

Dengan memadukan Jembatan Gantung Teruha Aya, Dataran Tinggi Ebino, Air Terjun Sekinoo, Kompleks Makam Kuno Saitobaru, dan Kota Bekas Kastel Obi, kamu juga akan mengenal sisi Miyazaki yang beragam.

Sebelum berkunjung, periksa status operasional, informasi akses jalan, serta aturan ibadah dan penggunaan. Nikmati perjalanan di Miyazaki sambil menghormati alam dan tempat ibadah.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Untuk mengunjungi tempat-tempat populer di Miyazaki tanpa terburu-buru, jadwal 3 hari 2 malam dapat dijadikan patokan. Prefektur ini cukup luas: perjalanan dari pusat Kota Miyazaki ke Takachiho memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit dengan mobil, sedangkan ke Tanjung Toi sekitar 1 jam 30 menit. Agar waktu tidak banyak habis di perjalanan, kelompokkan kunjungan berdasarkan area, misalnya Aoshima–Nichinan, Takachiho, dan Ebino–Miyakonojo.
A. Untuk kawasan pegunungan dan tanjung seperti Takachiho dan Tanjung Toi, mobil sewaan lebih praktis. Aoshima dan Udo Jingu masih dapat dijangkau dengan bus reguler, tetapi layanan transportasi umum ke Tanjung Toi dan Ngarai Takachiho terbatas. Takachiho juga relatif mudah diakses dari Bandara Kumamoto, sehingga banyak wisatawan menyewa mobil di bandara tersebut.
A. Oni-no-Sentakuita adalah formasi batuan bergelombang yang mengelilingi Aoshima. Formasi yang ditetapkan sebagai monumen alam nasional ini terbentuk ketika lapisan dasar laut berusia sekitar 7 juta tahun terangkat dan terkikis ombak. Permukaannya terlihat semakin luas saat air surut, jadi periksa jadwal pasang surut dan gunakan sepatu antiselip karena batu mudah basah.
A. Ame-no-Hiraka adalah ritual khas Aoshima Shrine dengan melempar piring tanah liat ke arah iwasaka, yaitu area batu suci. Piring yang masuk ke area tersebut dipercaya membawa terkabulnya permohonan, sedangkan piring yang pecah dipercaya menjadi penolak bala. Ritual ini dilakukan di sekitar Motomiya, area sakral yang dapat dicapai setelah melewati terowongan ema “Jalan Doa Kuno”.
A. Untama (bola keberuntungan) dijual di kantor kuil dengan harga 200 yen untuk 5 buah. Bola ini dilempar ke arah cekungan pada Kameishi di bawah bangunan utama; pria melempar dengan tangan kiri dan wanita dengan tangan kanan. Karena Udo Jingu merupakan kudari-miya yang dicapai dengan menuruni tangga batu, berhati-hatilah saat hujan atau angin kencang.
A. Perahu sewaan dapat dipesan secara online mulai pukul 09.00, dua minggu sebelum tanggal penggunaan, dan reservasi melalui telepon tidak tersedia. Penyewaan berlaku selama 30 menit per perahu dengan kapasitas 3 orang, sedangkan tarifnya berbeda menurut hari. Pada musim ramai kuota cepat penuh, dan operasional dapat dihentikan saat debit air tinggi atau sedang dilakukan pemeriksaan keselamatan.
A. Di Kaguraden Takachiho Shrine, empat tarian utama dipentaskan setiap malam mulai pukul 20.00 selama sekitar 1 jam. Tiket untuk dewasa seharga 1.000 yen, dan reservasi online tersedia mulai 30 hari sebelum pertunjukan hingga pukul 17.00 pada hari yang sama. Pertunjukan libur pada tanggal tertentu, seperti 31 Desember dan 1 Januari; karena penonton duduk di ruang tatami, bawalah jaket saat malam terasa dingin.
A. Untuk memasuki Tanjung Toi, pengunjung membayar dana konservasi kuda liar sebesar 500 yen per mobil atau 200 yen per sepeda motor. Sekitar 100 ekor kuda Misaki yang ditetapkan sebagai monumen alam nasional hidup di kawasan ini, dan anak kuda dapat terlihat dari musim semi hingga musim panas. Mercusuar Tanjung Toi, yang bagian dalamnya dapat dikunjungi, mengenakan kontribusi kunjungan terpisah sebesar 300 yen; jangan memberi makan kuda dan amati dari jarak aman.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.