Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Reruntuhan Kastel Obi: Panduan Kota Tua Nichinan

Reruntuhan Kastel Obi: Panduan Kota Tua Nichinan
Panduan Reruntuhan Kastel Obi di Nichinan: jelajahi gerbang Otemon, tembok batu, hutan cedar bekas honmaru, kota tua, dan tips foto.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Reruntuhan Kastil Obi di Kota Nichinan, Prefektur Miyazaki, adalah tempat yang berkembang selama sekitar 280 tahun sebagai kota kastil klan Ito bernilai 51.000 koku (satuan hasil beras pada masa feodal); di sini Anda bisa menyusuri kawasan pelestarian bangunan tradisional penting pertama di Kyushu yang diselimuti tembok batu dan rumpun pohon cedar.

Daya Tarik

Gerbang utama (Otemon) yang direkonstruksi, kediaman samurai Matsuo no Maru, Aula Shintokudo bekas sekolah feodal, kediaman penguasa Yoshokan, dan rumpun pohon cedar berlumut di bekas benteng utama.

Cara Menuju ke Sana

Sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Obi Jalur JR Nichinan ke kota kastil, atau sekitar 5 menit dengan mobil, dengan area parkir di sekitarnya.

Biaya & Tiket

Museum Sejarah Kastil Obi ¥300 untuk dewasa, ¥200 untuk siswa SMA, ¥100 untuk siswa SD/SMP; tiket terusan untuk 7 fasilitas bersejarah ¥800 untuk dewasa.

Perkiraan Waktu

Meski informasi resmi tidak mencantumkan waktu yang dibutuhkan, Anda bisa menjelajahi dengan menggabungkan reruntuhan kastil dengan Matsuo no Maru, Aula Shintokudo, Yoshokan, dan Museum Sejarah.

Cara Berjalan Saat Hujan

Karena Anda menyusuri kota kastil yang masih menyisakan tembok batu dan kediaman samurai, saat hujan perhatikan pijakan kaki dan berkelilinglah terutama di fasilitas yang berdekatan seperti Matsuo no Maru, Aula Shintokudo, dan Yoshokan agar lebih tenang.

Yang Bisa Dialami

Anda bisa mempelajari budaya kastil Kyushu Selatan yang memanfaatkan tanah vulkanik shirasu melalui projection mapping serta pameran baju zirah dan pedang di Museum Sejarah, serta melihat kuruwa (area pertahanan kastil) dan parit kering.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Miyazaki

Reruntuhan Kastil Obi, Tempat Berjalan Menyusuri Reruntuhan Kastil dan Kota Bawah Kastil Sekaligus

Obi-jō-ato (Reruntuhan Kastil Obi) adalah tempat wisata di mana Anda bisa menikmati bukan hanya kastilnya sendiri, tetapi hingga ke jajaran kota yang menyisakan jejak tembok batu, gerbang, rumpun pohon sugi (cedar Jepang), dan kediaman samurai, sebagai satu kesatuan.

Jika mencari pemandangan bersejarah dalam perjalanan di Kota Nichinan, Prefektur Miyazaki, terdapat kesenangan melangkah secara alami dari reruntuhan kastil menuju kota bawah kastil.

Obi berkembang sebagai kota bawah kastil klan Itō dengan 51.000 koku selama sekitar 280 tahun dari tahun Tenshō ke-16 (1588) hingga awal periode Meiji, dan seluruh kawasan kota bawah kastil pada tahun Shōwa ke-52 (1977) terpilih sebagai Distrik Pelestarian Kelompok Bangunan Tradisional Penting Nasional yang pertama di Kyūshū.

Di Reruntuhan Kastil Obi, Pertama-tama Berganti Pemandangan di Ōte-mon

Saat berkunjung ke Reruntuhan Kastil Obi, yang berkesan di pintu masuk adalah Ōte-mon (gerbang utama).

Ōte-mon adalah gerbang yang direkonstruksi pada tahun Shōwa ke-53 (1978), dan saat melewati sosok yang memadukan dinding putih, genteng, dan tekstur kayu, suasana berganti dari jalan-jalan kota modern menuju jalan-jalan bersejarah.

Setelah memandang gerbang dari depan, jika menoleh ke belakang setelah melewatinya, akan terlihat kedalaman yang berbeda dari sisi luar.

Membaca Garis Bentuk Kota Bawah Kastil dari Tembok Batu dan Parit

Di kota Obi, gerbang dan tembok batu yang mengingatkan pada kediaman samurai kini pun masih menjadi bagian dari pemandangan.

Berbeda dengan kastil yang memandang menara utama yang besar, di Reruntuhan Kastil Obi, cara memandang yang menyenangkan adalah membaca garis bentuk kota bawah kastil sambil mengikuti cara jalan berbelok, tinggi tembok batu, dan tepi air parit.

Jadikan Satu Perjalanan Termasuk Jajaran Kota

Di Obi, di sekitar reruntuhan kastil terkumpul Museum Sejarah Kastil Obi, bekas sekolah klan Shintokudō, kediaman samurai Yoshōkan, dan jalan kota pedagang.

Dibandingkan hanya melihat satu tempat lalu selesai, dengan berpindah dari gerbang ke tembok batu, rumpun pohon sugi, lalu jalan rumah-rumah kota, Anda akan lebih mudah merasakan waktu yang tenang khas Obi.

Memahami Singkat Sejarah Reruntuhan Kastil Obi

Reruntuhan Kastil Obi menjadi pintu masuk untuk mengetahui budaya kastil Kyūshū bagian selatan dan sejarah yang berkaitan dengan klan Itō.

Dibandingkan menghafal kronologi yang rinci, akan lebih mudah dipahami jika memandang dengan menghubungkan struktur kastil, jejak para tuan klan (daimyō), dan kehidupan kota bawah kastil.

Memandangnya sebagai Kastil yang Berkaitan dengan Klan Itō

Obi dikenal sebagai tempat yang berkembang sebagai kota bawah kastil klan Itō.

Sejak tuan klan generasi pertama Itō Suketake diberi kastil atas jasa dalam penaklukan Kyūshū oleh Toyotomi Hideyoshi, klan Itō memerintah tanah ini selama sekitar 280 tahun dalam 14 generasi.

Di Museum Sejarah Kastil Obi, Anda bisa menyentuh sejarah kastil dan masyarakat melalui koleksi seperti baju zirah, pedang, persenjataan, dokumen kuno, dan pakaian yang berkaitan dengan domain Obi.

Jika berjalan di reruntuhan kastil sebelum melihat pameran, tembok batu dan gerbang akan terlihat sebagai pemandangan yang memiliki latar belakang.

Kuruwa dan Parit Kering yang Menyampaikan Kastil Kyūshū Bagian Selatan

Di Reruntuhan Kastil Obi, Anda juga bisa memperhatikan struktur kastil yang membagi dataran tinggi shirasu (endapan vulkanik) dengan parit kering.

Kuruwa adalah area yang membagi bagian dalam kastil, dan memiliki peran memisahkan fungsi pertempuran dan kehidupan.

Karabori (parit kering) adalah parit yang tidak diisi air, sebuah upaya untuk mencegah masuknya musuh dengan memanfaatkan bentang alam shirasu yang mudah runtuh.

Jika berjalan sambil menyadari tempat yang datar dan tempat dengan perbedaan ketinggian, Anda akan lebih mudah membayangkan bahwa kastil dibangun dengan memanfaatkan bentang alam.

Mengetahui Perubahan Bekas Honmaru Lama

Bekas Honmaru lama adalah tempat yang konon dahulu terdapat istana tuan klan.

Saat ini kesan rumpun pohon sugi dan lumut kuat, dan dikenal sebagai area yang mudah merasakan ketenangan bahkan di antara reruntuhan kastil.

Bukan hanya tempat yang menyisakan bangunan, tetapi berdiri di ruang yang bangunannya telah hilang juga merupakan daya tarik jalan-jalan reruntuhan kastil.

Melengkapi Latar Belakang di Museum Sejarah Kastil Obi

Museum Sejarah Kastil Obi adalah fasilitas yang memperdalam pemahaman jika disinggahi sebelum atau sesudah jalan-jalan reruntuhan kastil.

Direnovasi pada tahun Reiwa ke-4 (2022), dan memperkenalkan sejarah domain Obi serta jajaran kota dengan memadukan projection mapping dan tayangan CG.

Dengan melihat barang pameran, Anda bisa menerima busana samurai, peralatan pertempuran, dan ingatan daerah yang tersisa dalam dokumen, sebagai aktivitas manusia.

Jam buka pukul 9.30 hingga 17.00 (penerimaan terakhir 16.30), harga tiket masuk dewasa 300 yen, siswa SMA dan mahasiswa 200 yen, siswa SD dan SMP 100 yen.

Istilah yang Anda lihat di reruntuhan kastil dirangkum dengan sudut pandang yang mudah dipahami sambil berjalan.

Istilah Poin yang Dilihat
Kuruwa Area kastil yang terbagi
Parit kering Pertahanan bentang alam
Tembok batu Kerangka kota
Ōte-mon Sisi depan kastil
Sekolah klan Tempat belajar
Kediaman samurai Jejak kehidupan
Kota bawah kastil Sejarah seluruh kota

Tempat yang Wajib Dilihat di Reruntuhan Kastil Obi | Menyusuri Ōte-mon, Matsuo-no-maru, dan Shintokudō

Tempat yang wajib dilihat di Reruntuhan Kastil Obi ada pada arsitektur yang dipandang dari luar maupun fasilitas tempat belajar di dalam.

Meski tidak punya banyak waktu, jika menjadikan gerbang, tembok batu, dan bekas Honmaru lama sebagai poros, Anda akan lebih mudah menangkap kekhasan Obi.

Ōte-mon, Penanda Pintu Masuk Reruntuhan Kastil Obi

Ōte-mon adalah gerbang simbolis yang menyambut pengunjung Reruntuhan Kastil Obi.

Saat melihat dari dekat perpaduan dinding putih, tiang kayu, dan atap genteng, antisipasi sebelum masuk ke reruntuhan kastil akan meningkat.

Bukan hanya memotret dengan gerbang sebagai latar belakang, tetapi dengan memasukkan tangga batu dan pepohonan di sekitarnya, akan menjadi komposisi tenang khas Reruntuhan Kastil Obi.

Merasakan Suasana Kediaman Samurai di Matsuo-no-maru

Matsuo-no-maru adalah istana bergaya shoin yang direkonstruksi pada tahun Shōwa ke-54 (1979) dengan mengasumsikan kediaman samurai berpangkat tinggi pada awal periode Edo.

Terdiri dari ruang utama, ruang teh, kamar mandi, dan lainnya, dan jika memperhatikan penataan ruang serta kesan bahan, Anda akan lebih mudah membayangkan kehidupan samurai.

Boleh atau tidaknya pemotretan pameran dan interior mengikuti petunjuk masing-masing fasilitas, dan akan lebih tenang jika berjalan agar barang bawaan tidak membentur tatami atau perabot.

Menyentuh Sejarah Sekolah Klan Domain Obi di Shintokudō

Shintokudō adalah bangunan yang diwariskan sebagai sekolah klan domain Obi.

Dikenal sebagai tempat di mana cendekiawan Konfusianisme akhir era Edo, Yasui Sokken, juga belajar, dan meski mendengar kata reruntuhan kastil cenderung membayangkan pertempuran atau politik samurai, dengan melihat sekolah klan, perhatian juga tertuju pada sejarahnya sebagai tempat membina sumber daya manusia daerah.

Karena ini bangunan yang tenang, kunjungilah sambil menahan suara percakapan dan menikmati suasana bangunan.

Yoshōkan dan Museum Jika Ada Waktu Luang

Yoshōkan adalah kediaman tuan klan yang dibangun pada tahun Meiji ke-2 (1869), fasilitas di mana Anda bisa merasakan jejak kediaman samurai dan taman yang tersisa di Obi.

Saat melihat taman dan bangunan, akan terlihat bukan hanya bagian dalam kastil, tetapi juga budaya kehidupan orang-orang yang tinggal di bawah kastil.

Jika ingin menyusuri 6 fasilitas bersejarah seperti Yoshōkan, Matsuo-no-maru, dan Museum Sejarah, tiket terusan dewasa 800 yen praktis, dan jika bergerak setelah memeriksa status pembukaan dan jenis tiket hari itu, tidak akan ada yang sia-sia.

Menghabiskan Waktu Tenang di Bekas Honmaru Lama dan Rumpun Pohon Sugi

Bekas Honmaru lama adalah tempat yang mudah merasakan suasana alam di antara Reruntuhan Kastil Obi.

Dibandingkan mencari bangunan besar, jika memandang perlahan rumpun pohon sugi, lumut, dan cara masuknya cahaya, daya tarik tenang tempat ini akan tersampaikan.

Menikmati Rumpun Pohon Sugi Reruntuhan Kastil Obi dengan Mendongak

Di bekas Honmaru lama, rumpun pohon sugi yang menjulang lurus sangat berkesan.

Jika menyadari cahaya yang masuk dari sela-sela pepohonan dan kehijauan yang membentang di pijakan, Anda bisa merasakan ketenangan yang sulit tersampaikan hanya dengan foto.

Bahkan saat orang sedikit, biasakanlah cara berjalan yang tidak keluar dari jalan serta tidak merusak akar atau lumut.

Menjaga Pemandangan Lumut dari Pijakan

Pemandangan lumut, semakin tempat yang mudah diinjak, semakin mudah rusak.

Bahkan dalam adegan ingin mendekat untuk memotret, periksalah tali, tangga batu, dan papan petunjuk di lokasi, dan penting untuk memandang dari jangkauan yang ditentukan.

Karena setelah hujan tangga batu dan jalan tanah menjadi licin, sepatu yang nyaman untuk berjalan cocok.

Cara pemandangan setiap musim dirangkum dari sudut pandang foto dan jalan-jalan.

Musim Cara Terlihat Cara Menikmati
Musim semi Hijau cerah Jalan-jalan tembok batu
Musim panas Naungan pohon pekat Melihat rumpun pohon sugi
Musim gugur Cahaya lembut Jalan-jalan kota
Musim dingin Garis bentuk terlihat Mengapresiasi bangunan

Tips Menikmati Foto dan Jalan-Jalan Kota Bawah Kastil di Reruntuhan Kastil Obi

Reruntuhan Kastil Obi adalah tempat yang cocok dengan foto yang memanfaatkan tembok batu, gerbang, dan kedalaman jalan, dibandingkan komposisi yang mencolok.

Karena meski merupakan tempat wisata, ini juga merupakan tempat kehidupan, dengan sedikit memperlambat kecepatan berjalan, ekspresi kota akan lebih mudah terlihat.

Tembok Batu, Munculkan Kedalaman dari Sudut Miring

Jika memotret tembok batu dari depan persis, di satu sisi bentuknya mudah dipahami, tetapi cenderung menjadi datar.

Jika memasukkan gerbang atau jalan menanjak dari sudut miring, perbedaan ketinggian dan alur jalan khas Reruntuhan Kastil Obi akan terekam.

Jika memasukkan orang, perhatikanlah agar wajah pengunjung lain tidak terekam besar.

Berjalan di Kota Bawah Kastil sebagai Tempat Kehidupan

Di jalan Obi, bukan hanya fasilitas wisata, tetapi juga ada jalan dan bangunan yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat daerah.

Jika mematuhi hal dasar seperti tidak masuk ke pintu rumah atau tanah milik pribadi, tidak menghalangi muka toko, dan tidak bersuara keras di jalan yang tenang, Anda bisa berjalan-jalan dengan nyaman.

Jajaran kota lama, bukan hanya dipandang sebagai latar belakang, tetapi jika menyadari bahwa kehidupan masih berlangsung di sana hingga kini, kesannya akan berubah.

Makan Sambil Jalan Utamakan Etika

Di kota bawah kastil terdapat pula toko yang menyajikan makanan khas seperti obiten (gorengan ikan khas Obi), telur dadar tebal, dan oleh-oleh.

Namun, tempat untuk makan sambil berjalan dan penanganan sampah pada dasarnya mengikuti petunjuk toko atau lokasi.

Janganlah meletakkan makanan dan minuman di dekat tembok batu atau warisan budaya, atau menghalangi jalur dalam waktu lama demi foto.

Akses ke Reruntuhan Kastil Obi dan Patokan Waktu Tempuh

Reruntuhan Kastil Obi berlokasi sehingga bisa dituju dengan berjalan kaki dari Stasiun Obi jalur JR Nichinan, dan merupakan kota bawah kastil yang mudah dikunjungi bahkan dengan transportasi umum.

Jika hanya reruntuhan kastil saja membutuhkan waktu singkat, jika menyusuri hingga fasilitas bersejarah perkirakan setengah hari, sehingga Anda bisa berjalan-jalan dengan leluasa.

Menuju dengan Berjalan Kaki dari Stasiun Obi

Dari Stasiun Obi JR hingga kota bawah kastil Obi sekitar 15 menit berjalan kaki, dengan mobil sekitar 5 menit sebagai patokan.

Karena di sepanjang jalan dari stasiun menuju kota bawah kastil pun tersebar jajaran kota lama, Anda bisa menikmati perjalanannya sendiri sebagai jalan-jalan.

Jika berkunjung dengan mobil, tersedia tempat parkir di sekitar kota bawah kastil.

Patokan Waktu Kunjungan

Jika melihat reruntuhan kastil saja dengan berpusat pada Ōte-mon dan bekas Honmaru lama, sekitar 30 menit hingga 1 jam sebagai patokan.

Jika digabung hingga fasilitas bersejarah seperti Matsuo-no-maru, Shintokudō, Yoshōkan, dan Museum Sejarah Kastil Obi, akan lebih tenang jika memperkirakan sekitar 2 jam hingga setengah hari.

Jika menikmati makan atau makan sambil jalan, rencanakanlah dengan lebih leluasa lagi.

Etika dan Hal yang Perlu Diperiksa bagi Wisatawan yang Berkunjung ke Jepang

Untuk menikmati Reruntuhan Kastil Obi dengan nyaman, penting memiliki sikap menghormati warisan budaya dan kehidupan kota.

Jika ada hal yang tidak dipahami, akan lebih tenang jika mengutamakan papan petunjuk di lokasi atau arahan staf fasilitas.

Periksa Petunjuk Pintu Masuk untuk Fasilitas Berbayar

Pada Reruntuhan Kastil Obi itu sendiri, serta fasilitas seperti Museum Sejarah Kastil Obi dan kediaman samurai, syarat kunjungan terkadang berbeda.

Harga tiket masuk masing-masing fasilitas sekitar 300 yen untuk dewasa, tiket terusan 6 fasilitas bersejarah 800 yen untuk dewasa sebagai patokan, tetapi karena harga, hari tutup, dan cakupan kunjungan berbeda untuk setiap fasilitas, masuklah setelah melihat papan petunjuk pintu masuk dan arahan di lokasi.

Jika menggunakan sistem seperti tiket terusan pun, akan lebih tidak membingungkan jika berkeliling setelah memeriksa fasilitas yang menjadi sasaran.

Pemotretan Utamakan Papan Petunjuk dan Arahan Staf

Di reruntuhan kastil luar ruangan banyak tempat yang mudah untuk mengambil foto, tetapi fasilitas dalam ruangan dan barang pameran terkadang berbeda syarat pemotretannya.

Jika ada papan petunjuk seperti larangan pemotretan, larangan flash, atau pembatasan tripod, ikutilah arahan di tempat itu.

Di tempat yang banyak orang, penting memiliki sikap mengutamakan lalu lintas dibandingkan pemotretan.

Pada Hari Hujan, Berhati-hatilah dengan Pijakan

Di Reruntuhan Kastil Obi terdapat tangga batu, jalan tanah, dan banyak tempat yang teduh oleh pepohonan.

Pada hari hujan atau setelah hujan, akan lebih aman jika menghindari tempat yang licin dan memperkecil langkah.

Saat menggunakan payung, berhati-hatilah agar tidak mengenai orang sekitar di jalan sempit atau sekitar gerbang.

Adegan yang mudah membuat ragu dalam mengambil keputusan tindakan dirangkum dengan tindakan OK dan yang sebaiknya dihindari.

Situasi OK Hal yang Dihindari
Tembok batu Mengapresiasi dari jauh Memanjat
Tempat berlumut Memotret dari jalan Menginjak masuk
Fasilitas dalam ruangan Memeriksa papan petunjuk Memotret tanpa izin
Jalan-jalan kota Memberi jalan Menghalangi muka toko
Makan-minum Di tempat yang ditentukan Membuang sampah sembarangan
Percakapan Menahan volume suara Berbicara keras

Kesimpulan | Reruntuhan Kastil Obi untuk Perjalanan Menikmati Sejarah dan Jajaran Kota dengan Santai

Reruntuhan Kastil Obi adalah tempat di mana Anda bisa menikmati bukan hanya Ōte-mon dan tembok batu, tetapi hingga kota bawah kastil yang menyisakan rumpun pohon sugi bekas Honmaru lama, Museum Sejarah Kastil Obi, sekolah klan Shintokudō, dan jejak kediaman samurai, sebagai satu kesatuan.

Bukan perjalanan mencari menara utama, melainkan jika berjalan sebagai perjalanan yang menafsirkan sedikit demi sedikit bentang alam, bangunan, dan jajaran kota, daya tarik Obi akan tersampaikan secara alami.

Sebelum berkunjung, periksalah fasilitas berbayar dan status pembukaan, dan di lokasi berjalan-jalanlah sambil menjaga warisan budaya dan tempat kehidupan.

Baik orang yang mengambil foto, orang yang ingin belajar sejarah, maupun orang yang ingin menikmati jalan-jalan kota yang tenang, ini adalah reruntuhan kastil yang mudah dinikmati dengan kecepatan masing-masing.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Obi Castle Ruins berada di Kota Nichinan, Prefektur Miyazaki, sebuah situs istana yang dahulu menjadi pusat kota benteng klan Ito dengan wilayah bernilai 51.000 koku. Bertahan sekitar 280 tahun dari tahun Tensho ke-16 (1588) hingga awal era Meiji, rumpun pohon obisugi dan tembok batu berlumut membangkitkan kenangan masa lampau. Kota bentengnya terpilih pada tahun Showa ke-52 (1977) sebagai distrik pelestarian kelompok bangunan tradisional penting nasional pertama di Kyushu, sebuah kota benteng yang sarat sejarah.
A. Obi Castle Ruins adalah inti dari kota benteng Obi yang dijuluki "Kyoto Kecil di Kyushu", dan dinilai tinggi karena lanskap kotanya dari era Edo terjaga baik. Gerbang utamanya direkonstruksi pada tahun Showa ke-53 (1978) menggunakan obisugi berusia sekitar 100 tahun. Daya tariknya bukan istana itu sendiri, melainkan suasana menyeluruh kota benteng di mana bangunan rekonstruksi, kediaman samurai, tembok batu, dan hutan berlumut terjaga sebagai satu kesatuan.
A. Obi Castle bermula pada tahun Tensho ke-16 (1588), ketika daimyo pertama Ito Suketake menerimanya atas jasa dalam penaklukan Kyushu oleh Toyotomi Hideyoshi. Setelah itu klan Ito memerintah sekitar 280 tahun selama 14 generasi. Di sekolah domain Shintokudo, cendekiawan Konfusianisme akhir era Edo, Yasui Sokken, menimba ilmu, dan Komura Jutaro yang berkiprah sebagai diplomat juga berasal dari kota benteng ini, sebuah tanah yang melahirkan banyak tokoh.
A. Berkeliling situs istana sendiri gratis, sedangkan Obi Castle History Museum seharga 300 yen untuk dewasa. Tiket terusan untuk menyusuri fasilitas bersejarah tersedia seharga 800 yen untuk dewasa, 600 yen untuk siswa SMA dan mahasiswa, serta 350 yen untuk siswa SD dan SMP. Lebih mudah menyusun rencana dibanding menumpuk tiket satuan, jadi bila ingin melihat beberapa fasilitas, memilih tiket terusan lebih dulu akan praktis.
A. Dari Stasiun JR Obi menuju Obi Castle Ruins sekitar 15–20 menit berjalan kaki, atau sekitar 5 menit dengan mobil. Sepanjang jalan dari stasiun menuju istana berjajar lanskap kota tua dan rumah dagang, jadi berjalan kaki memungkinkan Anda merasakan langsung suasana kota benteng. Karena armada Nichinan Line sedikit, bila memakai kereta, mengecek jadwal lebih dulu akan mencegah ketinggalan.
A. Tempat parkir wisata Obi Castle bisa digunakan. Mobil biasa gratis, sedangkan bus besar dan menengah dikenakan 1.000 yen per sekali parkir per hari. Karena loket tiket parkir ini juga menjadi titik pembelian tiket terusan dan peta wisata, ada baiknya mengingat bahwa parkir lebih dulu, membeli tiket di sini, lalu berkeliling istana dan kota benteng dengan berjalan kaki adalah alur yang efisien.
A. Bila hanya situs istana, sekitar 30 menit hingga 1 jam, dan bila menyusuri fasilitas bersejarah dengan saksama, sekitar 2 jam hingga setengah hari sebagai patokan. Bekas benteng utama lama dipenuhi obisugi berusia sekitar 140 tahun dan hamparan lumut, sebuah ruang menenangkan yang dijuluki "Hutan Penyembuh". Banyak orang yang tak terburu-buru dan duduk menikmati keheningannya, jadi susunlah rencana dengan memperhitungkan bahwa Anda cenderung berlama-lama lebih dari perkiraan.
A. Obiten adalah masakan khas yang berlanjut sejak era domain Obi, berupa kamaboko goreng yang sedikit manis, dibuat dengan mencampur lumatan ikan dengan tahu, gula merah, dan miso lalu digoreng dengan minyak biji lobak. Di kota benteng Anda bisa menyantapnya sambil berjalan, dan dengan "Ayumi-chan Map" yang dilengkapi 5 lembar kupon tukar, Anda bisa mencicipi sedikit demi sedikit makanan khas di beberapa toko. Menyantapnya hangat-hangat tepat di depan toko adalah keasyikannya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.