Nikmati Perjalanan ke Jepang!

7 Pengalaman Budaya & Kerajinan Ryukyu di Okinawa untuk Pemula

7 Pengalaman Budaya & Kerajinan Ryukyu di Okinawa untuk Pemula
Panduan 7 pengalaman budaya Ryukyu di Okinawa: Ryukyu Glass, Shisa, sanshin, Yachimun no Sato, Kastil Zakimi, dan tips itinerary.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Pengalaman budaya dan kerajinan Ryukyu di Okinawa bisa dinikmati lewat aktivitas membuat, mendengar, dan berjalan-jalan, seperti kaca Ryukyu, shisa, sanshin, dan yachimun; banyak pengalaman indoor sehingga tidak mudah terpengaruh cuaca.

Tempat Menarik Utama

Tersedia spot kerajinan dan sejarah seperti Ryukyu Glass Village, membuat shisa, pengalaman sanshin, Yachimun no Sato, Situs Kastil Zakimi, Rumah Keluarga Arakaki, dan Jalan Tsuboya Yachimun.

Akses

Ryukyu Glass Village ada di Kota Itoman, sekitar 25 menit berkendara dari Bandara Naha. Desa Yomitan, tempat Yachimun no Sato dan Situs Kastil Zakimi berada, terletak di pesisir barat bagian tengah Pulau Utama, sekitar 1 jam berkendara dari bandara.

Cara Menghabiskan Hari Hujan

Dengan berfokus pada kerajinan indoor seperti kaca Ryukyu, pencelupan, dan melukis shisa, perjalanan Okinawa tetap berjalan meski cuaca mudah berubah.

Cara Menikmati Ryukyu Glass Village

Bengkel kaca terbesar di prefektur, buka 9:30–17:30, menangani lebih dari 2.000 jenis kaca buatan tangan. Bisa menikmati observasi pembuatan pada suhu sekitar 1.300 derajat dan workshop.

Spot Sejarah

Situs Kastil Zakimi adalah Warisan Budaya Dunia, dibangun oleh Gosamaru pada awal abad ke-15 di perbukitan berketinggian sekitar 120 m. Susunan batu berlekuk yang indah menjadi daya tariknya.

Cara Memilih Berdasarkan Tipe Perjalanan

Untuk pertama kali, pengalaman membuat + pengalaman berjalan; pencinta kerajinan cocok yachimun dan pencelupan; wisata keluarga akan lebih puas dengan memperbanyak pengalaman indoor.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okinawa

Panduan Pengalaman Budaya & Kerajinan Ryūkyū di Okinawa: Membuat, Mendengar, Berjalan

Pengalaman budaya dan kerajinan Ryūkyū di Okinawa tidak hanya soal membuat karya dengan tangan, tetapi pemahaman akan lebih dalam dengan mendengar suara sanshin serta berjalan menyusuri perkampungan dan reruntuhan kastel (gusuku).

Menjadikan pengalaman kerajinan dalam ruangan seperti kaca Ryūkyū, pembuatan shīsā, dan yachimun (keramik Okinawa) sebagai inti rencana perjalanan akan membuat wisata Okinawa Anda tidak mudah terganggu cuaca.

Bagi wisatawan yang pertama kali ke Jepang, memadukan kerajinan dalam ruangan, spot budaya yang ingin disusuri saat cuaca cerah, serta tempat belajar sejarah akan membuat kesan perjalanan lebih seimbang.

Pertama, mari kita rangkum 7 rekomendasi kali ini berdasarkan arah pengalamannya.

Pengalaman Cara Menikmati Cocok Untuk
Ryūkyū Glass Village membuat warna & bentuk penyuka kerajinan tangan
Pembuatan shīsā membuat dewa pelindung wisata keluarga
Pengalaman sanshin mendengar suara pecinta budaya
Yachimun no Sato memilih keramik penyuka belanja
Reruntuhan Kastel Zakimi melihat susunan batu pecinta sejarah
Rumah Keluarga Arakaki mengenal tungku penyuka jalan kota
Pengalaman pewarnaan mewarnai kain perjalanan hari hujan

Jika Berpusat pada Kerajinan, Bagian Selatan Pulau Utama dan Naha Lebih Mudah Dipilih

Kaca Ryūkyū, pewarnaan, dan keramik Tsuboya adalah pengalaman kerajinan yang mudah dipadukan dengan wisata di dalam Kota Naha dan bagian selatan pulau utama.

Misalnya, Ryūkyū Glass Village berada di Kota Itoman, sekitar 25 menit berkendara dari Bandara Naha, sehingga letaknya mudah disinggahi di sela wisata bagian selatan yang dekat bandara.

Tanpa menambah terlalu banyak perjalanan, alur pengalaman kerajinan di pagi hari dan jalan-jalan kota di sore hari memberi waktu cukup tenang untuk memilih karya dan berbelanja.

Jika Ingin Memadukan Sejarah, Layak Menjelajah hingga Desa Yomitan

Di Desa Yomitan terdapat Yachimun no Sato dan reruntuhan Kastel Zakimi, sehingga Anda bisa merasakan keramik dan budaya gusuku di wilayah yang sama.

Desa Yomitan terletak di pesisir barat bagian tengah pulau utama, sekitar 1 jam berkendara dari Bandara Naha, dan aksesnya pun baik dari kawasan resor.

Tidak sekadar melihat keramik, dengan mengamati tanah, api, susunan batu, dan suasana perkampungan secara bersamaan, akan terasa bagaimana kerajinan Okinawa terjalin dengan kehidupan sehari-hari.

Saat Hujan, Jadikan Pengalaman Kerajinan Dalam Ruangan sebagai Inti Rencana

Karena dalam wisata Okinawa ada hari ketika cuaca mudah berubah, akan lebih tenang bila Anda memasukkan pilihan pengalaman kerajinan dalam ruangan seperti kaca Ryūkyū, pewarnaan, atau melukis shīsā.

Namun, karena isi pengalaman dan cara pendaftaran berbeda di tiap fasilitas, periksalah pelaksanaan hari itu di situs resmi atau media sosial resmi sebelum berangkat.

Mengenal Nuansa Khas Okinawa dari Warna dan Bentuk di Ryūkyū Glass Village

Ryūkyū Glass Village adalah salah satu studio kaca terbesar di Provinsi Okinawa yang berada di Kota Itoman, dan mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan sebagai spot untuk melihat, memilih, dan mengalami kaca Ryūkyū.

Sekadar memandang peralatan dan pernak-pernik berwarna cerah saja sudah menyenangkan, tetapi melalui studio dan lokakarya, Anda bisa merasakan ekspresi kerajinan yang lahir dari panas dan keterampilan tangan.

Jam buka pukul 9.30–17.30, dan tersedia pula toko yang menyediakan lebih dari 2.000 jenis kaca buatan tangan.

Mengamati Gerak Perajin dengan Menyaksikan Proses Pembuatan Kaca

Daya tarik kerajinan kaca Ryūkyū tidak hanya pada keindahan produk jadi, tetapi pada proses bahan yang berubah bentuk di tengah panas sekitar 1.300 derajat.

Mengamati gerak perajin, cara memegang peralatan, dan paduan warna akan mengubah cara Anda memandang karya yang dijajakan di toko.

Pilih Lokakarya Berdasarkan Jenis Karya

Karena menu pengalaman bisa berubah tergantung musim dan kondisi operasional fasilitas, konfirmasi sebelumnya penting bila Anda ingin membuat sesuatu yang spesifik.

Selain meniup kaca, terkadang tersedia menu seperti gelas gel (gel glass) dan bingkai foto yang bisa dibuat tanpa reservasi serta dibawa pulang pada hari yang sama, ukiran pada gelas, hingga melukis.

Memilih barang yang mudah dijadikan kenang-kenangan perjalanan seperti pernak-pernik atau aksesori akan membuat Anda dapat mengingat warna Okinawa dalam keseharian setelah pulang.

Untuk Membawa Pulang Barang Pecah Belah, Konfirmasi hingga Cara Pengemasannya

Jika membeli karya kaca, akan lebih tenang bila Anda memikirkan lebih dulu apakah akan dimasukkan koper atau dikirim.

Karena aturan membawa ke kabin atau bagasi tercatat berbeda menurut maskapai dan rencana perjalanan, konsultasikan cara pengemasan barang yang mudah pecah di toko.


Menikmati Budaya Keseharian lewat Pembuatan Shīsā dan Pengalaman Sanshin

Shīsā dan sanshin adalah pengalaman budaya Ryūkyū yang mudah memberi nuansa khas Okinawa dalam waktu singkat.

Memadukan pengalaman membuat dan mendengar membuat Anda bisa membawa pulang kenangan yang berwujud sekaligus yang tersimpan sebagai suara.

Pembuatan Shīsā Asyik karena Ada Waktu Memikirkan Ekspresinya

Shīsā adalah dewa pelindung yang sering terlihat di rumah dan sekitar gerbang di Okinawa, dan akan tampak khas bila dibuat sambil mengingat ekspresi yang Anda lihat selama perjalanan.

Selain pengalaman membentuk dari tanah liat secara menyeluruh, ada pula pengalaman melukis yang berfokus pada pewarnaan, sehingga menjadi pilihan yang mudah diikuti bahkan oleh keluarga yang bepergian bersama anak atau yang kurang mahir berkarya.


Pengalaman Sanshin untuk Menikmati Nada dan Irama

Sanshin adalah alat musik petik yang terkait dengan lagu dan tarian Okinawa, dan dapat terdengar pula dalam adegan eisā dan tarian Ryūkyū.

Mendengarkan permainannya saja sudah cukup, tetapi jika ada kesempatan menyentuh senarnya di fasilitas pengalaman, Anda bisa lebih dekat merasakan gema suara dan cara memainkan iramanya.


Murasaki Mura Memudahkan Anda Membandingkan Beragam Pengalaman

Di Murasaki Mura yang berada di Desa Yomitan, diperkenalkan sekitar 100 jenis pengalaman terkait budaya Okinawa, mencakup kerajinan, seni pertunjukan, hingga budaya kuliner.

Bagi yang ingin membandingkan shīsā, sanshin, bingata, dan yachimun sekaligus, mempersempit pilihan setelah memeriksa detail program pada informasi resmi akan memudahkan.

Cek Lebih Dulu Cara Reservasi dan Pengambilan Karya Jadi

Shīsā dan karya kerajinan ada yang bisa dibawa pulang di tempat, ada pula yang baru bisa diambil atau dikirim di kemudian hari.

Karena tanggal pulang wisatawan sudah pasti, akan lebih tenang bila Anda memeriksa alur hingga selesai, layanan pengiriman, dan kemudahan membawanya ke luar negeri.

Mengenal Keramik Okinawa Sambil Berjalan di Yachimun no Sato dan Tsuboya

Yachimun adalah istilah yang merujuk pada keramik Okinawa, dan melalui keramik Anda bisa merasakan budaya kuliner serta keseharian Okinawa.

Membandingkan Yachimun no Sato di Desa Yomitan dengan kawasan Tsuboya di Kota Naha akan memperlihatkan perbedaan antara wilayah berkumpulnya studio dan budaya tungku di tengah kota.

Nikmati Keunikan Tiap Studio di Yachimun no Sato

Yachimun no Sato adalah kawasan tempat berkumpulnya sekitar 19 studio di Desa Yomitan, dengan kondisi operasional dan penanganan karya yang berbeda di tiap studio.

Jika ada studio yang Anda incar, periksalah informasi resmi dan panduan tiap studio agar tidak bingung di lokasi, lalu nikmati kunjungan dan belanja dengan tenang.


Tsuboya Yachimun-dōri Mendekatkan Anda pada Keramik lewat Jalan Kota

Tsuboya Yachimun-dōri di Kota Naha adalah kawasan yang cocok untuk jalan kaki, dengan toko keramik dan kafe berjajar di sepanjang jalan batu sekitar 400 meter.

Suasananya sedikit berbeda dari keramaian sekitar Kokusai-dōri, dan melalui pemandangan jalan batu serta bangunan tua, Anda bisa merasakan atmosfer tempat di mana keramik Tsuboya berakar.

Rumah Keluarga Arakaki, Tempat Membayangkan Kehidupan Perajin

Rumah Keluarga Arakaki adalah kediaman perajin keramik yang masih tersisa di Tsuboya, Kota Naha, dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 2002.

Pada pekarangan seluas sekitar 400 tsubo masih tersisa noborigama (tungku tanjakan), tempat kerja, dan rumah utama yang luput dari kobaran api Perang Okinawa.

Mengetahui susunan seperti ini membuat Anda merasakan bahwa keramik bukan sekadar barang dagangan, melainkan lahir di tengah kehidupan tempat hunian dan pekerjaan saling berpadu.

Perlu dicatat, rumah utama saat ini masih ditinggali pemiliknya, jadi ikutilah panduan setempat mengenai cakupan area yang boleh dikunjungi.

Mengetahui istilah untuk memahami keramik akan membuat kunjungan ke toko maupun museum lebih menyenangkan.

Istilah Poin yang Dilihat
Yachimun keramik Okinawa
Keramik Tsuboya budaya tungku Naha
Noborigama kerja api dan tanah
Shīsā ornamen pelindung rumah
Hinpun penghalang pandang pekarangan


Memahami Latar Budaya di Reruntuhan Kastel Zakimi dan Ryūkyū Mura

Menyisipkan spot sejarah sebelum atau sesudah pengalaman kerajinan membuat Anda lebih mudah membayangkan makna yang terkandung dalam motif karya dan bentuk bangunan.

Karena budaya Okinawa terkait dengan pertukaran pada era Kerajaan Ryūkyū, keseharian perkampungan, serta festival dan seni pertunjukan, perjalanan Anda tidak akan berakhir hanya pada pengalaman membuat karya.

Melihat Susunan Batu dan Lengkungan di Reruntuhan Kastel Zakimi

Reruntuhan Kastel Zakimi adalah situs bersejarah di Desa Yomitan tempat Anda dapat merasakan budaya gusuku Kerajaan Ryūkyū, dan terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia "Gusuku dan Situs Terkait Kerajaan Ryūkyū" pada tahun 2000.

Konon dibangun pada awal abad ke-15 (tahun 1420-an) oleh Gosamaru yang dikenal sebagai ahli pembangun kastel terkemuka, dan terletak di bukit dengan ketinggian sekitar 120 meter.

Sambil berjalan melihat lengkungan tembok kastel dan susunan batu yang indah, Anda akan menyadari bahwa kastel Okinawa memiliki ekspresi yang berbeda dari kastel di pulau utama Honshū.


Menikmati Rumah Tradisional dan Seni Pertunjukan Bersama di Ryūkyū Mura

Ryūkyū Mura adalah fasilitas di Desa Onna tempat Anda bisa merasakan suasana Okinawa tempo dulu melalui rumah tradisional, seni pertunjukan, dan pengalaman kerajinan.

Rumah-rumah tradisional yang dipindahkan dari berbagai wilayah Okinawa berjajar, dan banyak di antaranya ditetapkan sebagai Properti Budaya Berwujud Terdaftar Nasional.

Di ruang tempat terdengar suara sanshin dan eisā, Anda bisa merasakan barang kerajinan bukan sebagai "benda pajangan", melainkan sebagai bagian dari keseharian dan acara.

Jadikan "Tidak Menyentuh, Tidak Memasuki" sebagai Dasar di Properti Budaya

Di reruntuhan kastel dan rumah tua, justru tempat yang membuat ingin difoto memerlukan kepedulian akan pelestarian.

Dengan menjaga hal dasar seperti tidak masuk ke dalam pagar, tidak menyentuh tembok batu dan bangunan, serta mengikuti papan petunjuk, wisatawan berikutnya pun bisa menikmati pemandangan yang sama.

Pengalaman Budaya Okinawa yang Dipadukan Berdasarkan Tipe Perjalanan

Pengalaman budaya dan kerajinan Ryūkyū Okinawa, cara memilihnya berubah tergantung dengan siapa Anda bepergian.

Mengganti tempat yang dipadukan untuk orang yang mementingkan waktu membuat karya, yang ingin menikmati foto dan jalan kota, atau yang ingin mendalami sejarah akan meningkatkan kepuasan.

Jika Pertama Kali ke Okinawa, Padukan Pengalaman Membuat dan Berjalan

Jika pertama kali, alur dengan memasukkan pengalaman yang mudah dipahami seperti kaca Ryūkyū dan pembuatan shīsā, lalu melengkapi latar budaya di Tsuboya dan reruntuhan Kastel Zakimi sangat cocok.

Dengan membawa pulang karya, kenangan perjalanan tersimpan, dan dengan menyusuri spot sejarah, Anda bisa memahami nuansa khas Okinawa secara utuh.

Jika Penyuka Kerajinan, Dalami Yachimun dan Pewarnaan

Bagi yang menyukai keramik dan kain, memadukan Yachimun no Sato, Tsuboya, serta pengalaman bingata dan pewarnaan karang akan membuat Anda menikmati perbedaan bahannya.

Dengan memperhatikan cara memadukan warna dan memilih motif, perbedaan antara kerajinan tanah dan kerajinan kain akan terlihat.

Jika Wisata Keluarga, Perbanyak Pengalaman Dalam Ruangan

Pada perjalanan bersama anak atau tiga generasi, memperbanyak pengalaman dalam ruangan yang tidak mudah terganggu cuaca dan stamina akan memudahkan pergerakan.

Pengalaman memilih karya jadi mudah dinikmati tanpa memandang usia atau bahasa, tetapi karena aturan detailnya berbeda di tiap fasilitas, pastikan pula syarat usia bagi pendamping.

Sudut Pandang Saat Memilih Pengalaman Budaya

Saat bingung, memisahkan pikiran menjadi "yang tersisa", "yang bisa dipelajari", dan "tempat berjalan" sesuai tujuan perjalanan akan memudahkan pemilihan.

Tujuan Perjalanan Pengalaman yang Cocok Hal yang Diperhatikan
Membuat suvenir kaca & shīsā membawa pulang
Budaya musik sanshin & seni pertunjukan etika menonton
Mencari keramik yachimun konfirmasi studio
Memahami sejarah reruntuhan kastel & rumah tua kepedulian pelestarian
Hari hujan pewarnaan & studio dalam ruangan konfirmasi reservasi

Hal yang Perlu Dipastikan soal Reservasi, Pemotretan, dan Membawa Pulang

Pengalaman budaya tidak selalu bisa diikuti dengan isi yang sama kapan saja begitu Anda tiba di lokasi.

Karena masa tinggal wisatawan terbatas, memastikan reservasi, pemotretan, dan penanganan karya jadi sebelumnya dapat mengurangi kecemasan di hari pelaksanaan.

Utamakan Informasi Resmi soal Keharusan Reservasi

Lokakarya dan pengalaman seni pertunjukan terkadang berubah dalam hal ada-tidaknya pendaftaran di tempat maupun isi pelaksanaannya.

Jangan menilai hanya dari situs reservasi perjalanan; memeriksanya bersama situs resmi fasilitas, media sosial resmi, dan panduan asosiasi pariwisata akan lebih tenang.

Jangan Lupakan Kepedulian terhadap Orang dan Karya saat Memotret

Di studio, perajin atau peserta lain bisa ikut terfoto, jadi konfirmasikan kepada staf sebelum memotret.

Meski di tempat yang membolehkan pemotretan barang pajangan dan properti budaya, terkadang Anda perlu menahan diri dari blitz, tripod, dan sentuhan.

Pertimbangkan Membawa Pulang dari Rencana Perjalanan dan Jumlah Bawaan

Kaca, keramik, dan shīsā mudah pecah, dan bahkan produk kain pun terkadang memerlukan kepedulian akan pewarna dan kondisi kekeringannya.

Pada perjalanan dengan banyak penerbangan pulang, transit, dan perpindahan hotel, akan lebih tenang bila membeli setelah memastikan kemungkinan pengiriman dan pengemasan di toko.

Mari rangkum poin yang ingin dipastikan sebelum pengalaman dari sudut pandang etika.

Situasi Hal yang Dipastikan Hal yang Dihindari
Studio boleh-tidaknya memotret memotret tanpa izin
Properti budaya cakupan area masuk tindakan menyentuh
Belanja cara pengemasan membawa secara ceroboh
Menonton pertunjukan aturan pemotretan menelepon atau berisik
Ikut pengalaman syarat reservasi terlambat atau absen tanpa kabar

Kesimpulan | Abadikan Kenangan Pengalaman Budaya & Kerajinan Ryūkyū Okinawa dengan Tangan Anda

Pengalaman budaya dan kerajinan Ryūkyū Okinawa bisa Anda jadikan perjalanan menikmati warna di Ryūkyū Glass Village, membuat ekspresi lewat pembuatan shīsā, menyentuh suara dengan sanshin, dan mengenal latar keramik di Yachimun no Sato serta Rumah Keluarga Arakaki.

Jika memadukan Warisan Dunia reruntuhan Kastel Zakimi dan Ryūkyū Mura di Desa Onna, bukan hanya barang kerajinan, alur sejarah dan keseharian Okinawa pun akan terlihat.

Karena syarat harga, jam buka, reservasi, pemotretan, dan membawa pulang dapat berubah, periksalah informasi spesifik pada panduan resmi, dan di lokasi nikmatilah dengan menghormati tempat pelestarian dan pembuatan karya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ada kaca Ryukyu, pembuatan shisa, yachimun (tembikar Okinawa), sanshin, dan pewarnaan bingata. Menggabungkan pengalaman membuat kerajinan dengan tangan, mendengarkan suara sanshin, serta berjalan di sekitar gusuk (reruntuhan kastel) dan permukiman membuat budaya Ryukyu terasa lebih hidup. Perlu diingat juga bahwa kerajinan dalam ruangan cenderung tidak terpengaruh cuaca.
A. Yachimun adalah kata dialek untuk tembikar Okinawa, dengan ciri wadah bertekstur tebal dan sederhana serta lukisan berani seperti motif ikan dan sulur. Awal mula tembikar Tsuboya adalah ketika pemerintah kerajaan Ryukyu menyatukan tempat pembakaran Wakuta, Chibana, dan Takaraguchi menjadi Tsuboya pada tahun 1682, dan setelah perang lokakarya menyebar ke Desa Yomitan. Mengetahui cara mengamati wadahnya akan membuat kunjungan ke toko atau museum terasa lebih bermakna.
A. Melukis kaca Ryukyu, gel glass, mewarnai shisa, dan pewarnaan seperti bingata dapat dilakukan di dalam ruangan sehingga tetap bisa dinikmati saat hujan. Karena cuaca Okinawa mudah berubah, menyelipkan satu pengalaman dalam ruangan ke dalam rencana perjalanan membuat jadwal lebih tahan gangguan. Menempatkan pengalaman yang sudah dipesan di pagi hari memudahkan pengaturan wisata di sore hari.
A. Ryukyu Glass Village berada di Kota Itoman, buka pukul 09.30–17.30, sekitar 25 menit berkendara ke selatan dari Bandara Naha melalui Jalan Nasional 331. Masuk serta kunjungan ke toko dan bengkel gratis, dengan lebih dari 2.000 jenis kaca buatan tangan yang dipajang. Anda bisa menyaksikan dari dekat pengrajin membentuk kaca di tungku sekitar 1.300 derajat, dan setelahnya cara Anda memandang wadah di toko pun akan berubah.
A. Pengalaman meniup kaca mulai dari sekitar 4.400 yen, dan reservasi lebih dulu lebih pasti, tetapi pendaftaran di tempat juga mungkin bila masih ada slot. Ada juga menu seperti gel glass, bingkai foto, dan melukis yang tidak perlu reservasi serta bisa langsung dibawa pulang di hari itu. Karena kaca tiup terkadang harus diambil kemudian atau dikirim, mereka yang tanggal pulangnya sudah pasti sebaiknya mengecek dulu alur hingga karya selesai.
A. Taman Pengalaman Murasakimura di Desa Yomitan praktis, tempat Anda bisa membandingkan sekitar 100 jenis pengalaman seperti kerajinan, seni pertunjukan, dan budaya kuliner. Biaya masuk 1.000 yen untuk dewasa, 500 yen untuk pelajar SMP dan SMA, serta 400 yen untuk anak SD, sementara pembuatan kankara sanshin dan kelas sanshin memiliki menu berbiaya terpisah dan bersistem reservasi. Pembuatan shisa mencakup pembentukan dan pewarnaan, dan melukis menjadi pilihan yang lebih mudah untuk anak-anak.
A. Yachimun no Sato berada di Desa Yomitan, sebuah kawasan tembikar tempat berkumpul sekitar 19 bengkel independen, sekitar 1 jam berkendara dari Bandara Naha. Karena jam buka dan hari libur berbeda tiap bengkel, memeriksa lebih dulu bengkel yang dituju akan menghindarkan Anda dari kebingungan di lokasi. Toko bersama Kitagama tutup istirahat pukul 13.00–14.00, jadi menghindari jam itu membuat kunjungan dan pemilihan wadah bisa lebih santai.
A. Tsuboya Yachimun Dori adalah jalan berbatu sepanjang sekitar 400 meter di Kota Naha, hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Kokusai Dori sehingga mudah dijelajahi. Toko tembikar dan kafe berjejer di sini, dengan suasana tenang yang berbeda dari keramaian Kokusai Dori. Rumah keluarga Arakaki di sepanjang jalan adalah Properti Budaya Penting yang ditetapkan negara, dengan tungku noborigama yang selamat dari perang Okinawa, sebuah tempat berharga untuk membayangkan kehidupan para pengrajin.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.