Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Rumah Arakaki Naha: Panduan Tembikar Tsuboya Okinawa

Rumah Arakaki Naha: Panduan Tembikar Tsuboya Okinawa

Panduan Rumah Keluarga Arakaki di Tsuboya: lihat rumah pembuat tembikar, tungku noborigama, atap merah, dan cek area kunjungan.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Kediaman Keluarga Arakaki, rumah perajin tembikar yang tersisa di Tsuboya, Naha. Properti Budaya Penting yang ditetapkan negara, tempat Anda bisa merasakan tembikar Tsuboya-yaki dan kehidupan Okinawa melalui rumah beratap genteng merah dan tungku noborigama (tungku bertingkat).

Daya tarik utama

Tata rumah seluas sekitar 400 tsubo dengan bangunan beratap genteng merah, tungku noborigama "Agari-nu-kama" (tungku bertingkat), tembok batu, tempat kerja, paviliun terpisah, dan fuuru (toilet/kandang tradisional dari batu).

Akses

Jalan kaki sekitar 10 menit dari Stasiun Asato Yui Rail, sekitar 1 menit dari halte bus Tsuboya. Mudah disinggahi dari sekitar Kokusai Dori.

Biaya masuk dan hari buka

Tiket masuk gratis. Dibuka Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur (sebagian dikecualikan) pukul 13.00–17.00.

Etika kunjungan

Bangunan utama tidak dibuka karena ditinggali pemiliknya. Jangan memasuki area tertutup, dan perhatikan privasi saat memotret.

Perkiraan kemudahan berjalan

Di dalam area ada tangga kecil dan tempat yang licin, jadi sepatu yang nyaman lebih aman. Makan-minum, merokok, dan membawa hewan peliharaan tidak diperbolehkan (kecuali anjing pemandu).

Hal yang bisa dialami

Mengunjungi sejarah Tsuboya-yaki dan arsitektur Okinawa berupa genteng merah serta tungku noborigama (tungku bertingkat), dan menikmati jalan-jalan kota budaya tembikar di jalan batu Tsuboya Yachimun Dori yang ada di dekatnya.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okinawa

Apa Itu Arakaki House? Kediaman Perajin Keramik yang Tersisa di Tsuboya, Naha

Properti Budaya Penting Nasional yang Menyampaikan Sejarah Tsuboya-yaki

Arakaki House (Arakaki-ke Jūtaku) adalah kediaman perajin keramik di Tsuboya, Kota Naha, yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada 26 Desember 2002.

Lokasinya di 1-28-32 Tsuboya, Kota Naha, Prefektur Okinawa, di lahan seluas sekitar 400 tsubo (satuan luas tradisional Jepang) yang masih menyimpan kediaman dan tempat pembuatan keramik yang menjalankan usaha keramik hingga tahun 1974.

Tsuboya adalah area yang berkaitan erat dengan budaya keramik Okinawa, dan di Arakaki House Anda bisa melihat ruang yang menyatukan kediaman dan tempat pembuatan keramik.

Bangunan beratap genteng merah, tembok batu, ruang kerja, dan tungku tanjakan (noborigama) masih tersisa, sehingga ini adalah tempat untuk mengenal sejarah kehidupan dan kerajinan Okinawa dengan tenang, bahkan di tengah Naha yang ramai sebagai objek wisata.

Daya Tarik bagi Wisatawan Asing

Daya tarik Arakaki House adalah Anda tidak hanya melihat bangunannya sebagai objek tunggal, tetapi juga bisa merasakannya bersama suasana kawasan tempat lahirnya tsuboya-yaki (keramik Tsuboya).

Dengan memadukan sudut pandang untuk melihat keramik, berjalan menyusuri kota, dan belajar di museum, pemahaman Anda akan budaya keramik Okinawa akan semakin dalam.

Berbeda dengan fasilitas wisata yang gemerlap, ini adalah tempat wisata yang cocok untuk mengamati jejak kehidupan dan tempat kerja dengan tenang.

Setelah melalui pemulihan dan penataan, tempat ini dibuka untuk umum, sehingga jejak kehidupan perajin keramik yang dahulu tidak dibuka kini bisa disaksikan dari dekat.

Melihat Arsitektur Okinawa dari Bangunan Beratap Genteng Merah dan Tungku Tanjakan

Jejak Kehidupan yang Tersisa di Seluruh Kediaman

Di kediaman ini masih tersisa rumah utama, ruang kerja, paviliun terpisah, tungku tanjakan (noborigama), tembok batu, serta "fūru" dari batu (kandang babi sekaligus toilet).

Atap genteng merah dan tembok batu merupakan elemen penting yang membentuk lanskap khas Okinawa.

Saat memandang ke dalam lahan dari gerbang, Anda bisa merasakan bahwa kediaman, tempat kerja, dan tungku dahulu terhubung dalam jarak yang berdekatan.

Jika Anda berjalan sambil memikirkan bahwa keramik bukan sekadar barang dagangan melainkan terkait dengan kehidupan setempat, cara Anda memandangnya akan berubah.

Perhatikan Tungku Tanjakan dan Ruang Kerja

Hal utama yang perlu diperhatikan di Arakaki House adalah tungku tanjakan "Agari nu Kama (Tungku Timur)" dan ruang kerja yang berkaitan dengan tsuboya-yaki.

Tungku tanjakan ini adalah tungku yang merekam sejarah tsuboya-yaki dan masih menyampaikan suasana tempat kerja perajin keramik hingga kini.

Tungku tanjakan adalah tungku untuk membakar keramik dengan memanfaatkan lereng dan perbedaan ketinggian.

Berbeda dengan peralatan modern yang praktis saat ini, Anda bisa membayangkan bahwa penanganan api, aliran angin, dan pengalaman perajin dahulu sangatlah penting.

Setelah runtuh, tungku ini dipulihkan dan dibuka untuk umum dengan dilengkapi peralatan pencegahan bencana.

Ruang kerja dan paviliun terpisah juga menjadi titik penting kunjungan karena menyampaikan pekerjaan perajin keramik di masa lalu.

Menyentuh Budaya Keramik dengan Berjalan Menyusuri Kota Tsuboya

Area yang Mudah Disinggahi di Sela Wisata Naha

Kawasan Tsuboya, tempat Arakaki House berada, terletak di area yang mudah dicapai dengan berjalan kaki dari pusat Kota Naha.

Cirinya adalah suasananya sedikit berbeda dari keramaian di sekitar Kokusai-dōri (jalan utama belanja Naha), dan Anda bisa menjumpai toko keramik serta lanskap kota bergaya lama.

Tepat di dekatnya ada "Tsuboya Yachimun-dōri" yang berbatu, cocok pula untuk berjalan menyusuri kota sambil merasakan dunia tsuboya-yaki.

Tempat ini cocok bagi yang ingin menambahkan persinggahan budaya ke dalam wisata yang berpusat pada belanja.

Jadikan Penjelajahan untuk Mengenal Budaya Yachimun

Keramik Okinawa disebut "yachimun", dan akrab pula sebagai peralatan sehari-hari.

Jika berjalan di sekitar Tsuboya, perhatian Anda akan lebih mudah tertuju pada bentuk dan warna peralatan, serta suasana etalase toko.

Waktu kunjungan bisa digunakan bukan hanya untuk mencari oleh-oleh perjalanan, tetapi juga untuk mengenal latar sejarah kawasan tempat peralatan itu lahir.

Etika dan Area yang Dibuka untuk Umum Saat Berkunjung

Jangan Memasuki Area yang Tidak Dibuka untuk Umum

Karena pemilik Arakaki House masih tinggal di sana hingga kini, rumah utama tidak dibuka untuk umum, dan hanya sebagian lahan seperti tungku tanjakan "Agari nu Kama (Tungku Timur)" yang dibuka.

Patuhilah batas area yang bisa dikunjungi dan area yang tidak boleh dimasuki, dan jika ada papan petunjuk, ikutilah itu.

Selain sebagai properti budaya, tempat ini juga berkaitan dengan kehidupan warga.

Saat mengambil foto pun, penting untuk berhati-hati agar tidak memotret area yang tidak dibuka untuk umum maupun tempat yang berkaitan dengan privasi.

Perhatikan Juga Pijakan dan Cuaca

Karena di dalam lahan ada perbedaan ketinggian dan area yang licin, perlu kehati-hatian khusus saat cuaca buruk.

Saat hari hujan atau saat pijakan basah, berjalanlah dengan sangat hati-hati.

Akan lebih tenang jika berkunjung dengan sepatu yang nyaman dipakai berjalan.

Makan, minum, dan merokok dilarang, dan hewan peliharaan pun tidak boleh dibawa kecuali anjing penuntun, jadi periksalah panduan setempat dan kunjungilah dengan tenang.

Cara Menuju Arakaki House dan Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berkunjung

Cara Menuju dengan Transportasi Umum

Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Asato di jalur Yui Rail, dan sekitar 1 menit berjalan kaki dari halte bus Tsuboya.

Lokasinya mudah disinggahi bagi wisatawan yang berpindah dengan transportasi umum di dalam Kota Naha.

Namun, karena rute jalan dan kondisi lalu lintas sekitar bisa berubah, akan lebih tenang jika memeriksanya dengan aplikasi peta sebelum berangkat.

Jam Kunjungan dan Hari Libur Sebaiknya Dicek Lebih Dahulu

Kunjungan hanya bisa dilakukan pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional (dengan beberapa pengecualian) dari pukul 13:00 sampai 17:00, dan tiket masuknya gratis.

Karena ada libur akhir tahun dan awal tahun (28 Desember sampai 4 Januari) serta libur tidak terjadwal, periksalah status pembukaan sebelum berkunjung.

Terutama jika berkunjung dengan jadwal perjalanan yang singkat, disarankan untuk memasukkannya ke dalam rencana setelah melihat status pembukaan pada hari itu.

Kesimpulan | Mengenal Latar Belakang Tsuboya-yaki dengan Tenang di Arakaki House

Arakaki House adalah Properti Budaya Penting Nasional di Tsuboya, Kota Naha, tempat Anda bisa merasakan sejarah tsuboya-yaki dan kediaman khas Okinawa sekaligus.

Dengan melihat bangunan beratap genteng merah, tungku tanjakan "Agari nu Kama (Tungku Timur)", ruang kerja, dan tembok batu, Anda bisa merasakan dari dekat suasana tempat keramik dibuat.

Bagi wisatawan asing, ini adalah tempat wisata untuk menambahkan waktu mengenal kerajinan dan kehidupan Okinawa ke dalam belanja dan jalan-jalan di sekitar Kokusai-dōri.

Saat berkunjung, perhatikanlah jam buka yaitu pukul 13:00 sampai 17:00 pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur, area yang dibuka untuk umum, kehati-hatian dalam memotret, serta keselamatan pijakan, dan kunjungilah setelah memeriksa status pembukaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Rumah Keluarga Arakaki adalah kediaman pengrajin keramik di Tsuboya, Kota Naha, Prefektur Okinawa, dan menjadi bangunan yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional pada tahun 2002. Di lahan sekitar 400 tsubo masih tersisa rumah utama beratap genteng merah, tempat kerja, dan tungku noborigama, dan hingga tahun 1974 yachimun (keramik Okinawa) benar-benar dibakar di sini. Ini adalah "properti budaya hidup" yang langka di seluruh Jepang, di mana pemiliknya hingga kini tinggal di rumah utama sambil membukanya untuk umum.
A. Daya tarik terbesarnya adalah tungku noborigama "Tungku Timur (Agarinukama)" sepanjang sekitar 23 m dan lebar sekitar 4 m. Tertutup atap genteng merah, tungku ini menyampaikan rupa sebelum perang yang khas Tsuboya yang luput dari kobaran api perang. Fuuru (kandang babi sekaligus toilet) batu dan dinding batu kapur Ryukyu juga layak dilihat, dan masih tersisa ruang yang menyatukan kehidupan Okinawa masa itu dengan pembuatan keramik.
A. Keramik Tsuboya adalah keramik Okinawa yang sudah berlangsung lebih dari 300 tahun, dimulai pada 1682 ketika pemerintah Kerajaan Ryukyu menyatukan tiga tungku, yaitu Chibana, Wakuta, dan Takaguchi, di Tsuboya. Rumah Keluarga Arakaki adalah kediaman keluarga pengrajin yang mewarisi tradisi itu, dengan ciri desain sederhana dan kuat seperti shisa (patung singa penjaga Okinawa) dan dachibin (botol sake portabel khas Okinawa). Mengingat fakta menarik bahwa "yachimun" berarti "keramik" dalam dialek Okinawa akan membuat perjalanan lebih menyenangkan.
A. Biaya kunjungan Rumah Keluarga Arakaki gratis, dan Anda bisa melihat tungku noborigama serta dinding batu di area yang dibuka. Memadukannya dengan Museum Keramik Tsuboya Kota Naha (umum 350 yen, mahasiswa ke bawah gratis) yang sekitar 3 menit berjalan kaki, akan membuat Anda memahami keramik Tsuboya secara mendalam dari benda tungku asli maupun materi pameran. Berkunjung setelah belajar lebih dulu di museum akan memperdalam cara melihat tungku noborigama dan tempat kerja.
A. Dibuka hanya pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional pukul 13:00–17:00, dan tutup pada akhir/awal tahun (28 Desember–4 Januari). Perlu diperhatikan, pada hari kerja dan pagi hari tutup. Karena ada pula penutupan sementara, memasukkannya sebagai penutup berjalan-jalan di Tsuboya Yachimun-dori sesuai waktu sore yang terbatas akan membuat kunjungan tanpa pemborosan.
A. Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Asato Yui Rail, dan sekitar 1 menit berjalan kaki dari halte bus rute "Tsuboya". Karena Yachimun-dori berlantai batu kapur Ryukyu dan merupakan jalan satu arah, mobil sulit melintas di area ini, sehingga bagi pengguna mobil sewaan, memarkir di parkir koin sekitarnya lalu berjalan kaki lebih realistis. Berkunjung dengan monorel ditambah jalan kaki akan lancar.
A. Perkiraan kunjungan sekitar 30 menit, dan Anda bisa berkeliling tungku noborigama, tempat kerja, dan dinding batu secara perlahan. Karena di dalam lahan banyak undakan serta lantai batu dan tanjakan yang licin, perlu sangat berhati-hati dengan pijakan terutama saat hari hujan atau cuaca buruk. Sneakers yang nyaman untuk berjalan akan terasa lebih tenang, dan orang lanjut usia atau yang membawa anak kecil akan lebih aman berkeliling jika ada pendamping.
A. Karena hari bukanya terbatas, mengonfirmasi status pembukaan ke Museum Keramik Tsuboya Kota Naha sebelum berkunjung akan terasa lebih tenang. Kontaknya 098-862-3761. Karena rumah utama dihuni pemilik dan tidak dibuka untuk umum, hindari memasukinya, dan di dalam lahan dilarang makan, minum, dan merokok. Perlu diingat bahwa hewan peliharaan juga tidak boleh dibawa, kecuali anjing penolong.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.