Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jalan Batu Shuri Kinjocho: Panduan Kota Tua Shuri

Jalan Batu Shuri Kinjocho: Panduan Kota Tua Shuri

Panduan Jalan Batu Shuri Kinjocho: susuri jalan era Ryukyu dekat Kastil Shuri, lihat rumah genteng merah, dan pahami etika area permukiman.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Jalan batu Shuri Kinjocho di Shuri, Kota Naha, adalah jalan menanjak yang menyisakan sebagian Madama-michi dari era Kerajaan Ryukyu. Anda bisa berjalan menikmati suasana kota kuno Shuri dengan susunan batu kapur Ryukyu dan deretan rumah beratap genteng merah.

Daya tarik utama

Jalan batu bermosaik dari batu kapur Ryukyu 20–30 cm yang disusun secara acak, tembok batu pengeliling rumah dan deretan rumah genteng merah, serta alur anti-selip yang diukir di tanjakan curam.

Spot di sekitar

Tersebar Kinjo Ufu Hijaa yang dahulu digunakan sebagai sumur bersama, pohon akagi besar berusia diperkirakan lebih dari 200 tahun, dan Uchi-Kanagusuku Utaki.

Akses

Jalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Shuri Yui Rail, sekitar 30 menit tanpa ganti kereta dari Stasiun Bandara Naha. Dari halte bus "Ishidatami Iriguchi" beberapa menit jalan kaki.

Perkiraan waktu

Jalan batunya sendiri sekitar 300 m. Jika termasuk memotret dan mampir ke situs bersejarah sekitar, perkirakan sekitar 30 menit–1 jam agar lebih tenang.

Persiapan dan perhatian saat berjalan

Karena jalan menanjak curam, sepatu kets yang nyaman dipakai lebih aman. Saat hujan atau sehabis hujan batu kapur Ryukyu mudah licin, dan di musim panas sinar matahari kuat, jadi siapkan topi dan minuman.

Hal yang bisa dirasakan saat berjalan

Sambil mengamati dari dekat teknik susunan batu yang bertahan sejak era Kerajaan Ryukyu, Anda bisa merasakan suasana kota kuno Shuri dan pemandangan yang berganti melalui rute menuruni lereng dari situs Kastil Shuri.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Okinawa

Apa Itu Jalan Batu Shuri Kinjō-chō? Jalan Menanjak untuk Merasakan Sejarah Kota Tua Shuri

Jalan Batu Bersejarah yang Tersisa di Sisi Selatan Reruntuhan Kastil Shuri

Jalan batu Shuri Kinjō-chō adalah jalan menanjak berbatu bersejarah sepanjang sekitar 200-300 meter yang tersisa di Shuri Kinjō-chō 2-chōme dan 3-chōme, Kota Naha, Prefektur Okinawa.

Jalan ini membentang di lereng sisi selatan reruntuhan Kastil Shuri (Shurijō), dan di sekitarnya terlihat tembok batu pagar rumah serta deretan rumah beratap genteng merah.

Ini adalah tempat berjalan-jalan di area Shuri yang dapat dinikmati sambil berjalan menyusuri pemandangan khas Okinawa.

Jalan ini ditetapkan sebagai situs sejarah dan tempat indah (meishō) oleh Prefektur Okinawa, serta terpilih dalam "100 Jalan Terbaik Jepang".

Bagian dari Jalan Utama "Madama-michi" pada Masa Kerajaan Ryūkyū

Jalan ini dikenal sebagai bagian dari "Madama-michi", jalan utama yang dibangun pada masa Kerajaan Ryūkyū untuk menghubungkan Shuri dengan Pelabuhan Naha dan wilayah Shimajiri di bagian selatan Pulau Utama Okinawa.

Nama ini dibaca "Madama-michi", dan konon pembangunannya mulai dilakukan sekitar tahun 1522 pada masa pemerintahan Raja Shō Shin.

Total panjangnya saat itu mencapai sekitar 10 kilometer, namun sebagian besarnya hilang dalam Pertempuran Okinawa pada Perang Dunia II, sehingga di sekitar Kinjō-chō hanya terlihat jalan batu sepanjang sekitar 200-300 meter.

Meskipun jalan ini tersisa di tengah kota, dari batu di bawah kaki dan kelokan jalan menanjaknya, Anda dapat merasakan jejak jalan yang dahulu dilalui banyak orang.

Hal yang Wajib Dilihat | Pemandangan Khas Shuri yang Terbentuk dari Batu dan Genteng Merah

Perhatikan Jalan Batu dari Batu Kapur Ryūkyū

Daya tarik jalan batu Shuri Kinjō-chō adalah hamparan batu yang membentang di bawah kaki.

Jalan ini menggunakan batu kapur Ryūkyū berukuran sekitar 20-30 cm, disusun secara mosaik dengan metode yang disebut "midarejiki" (susunan acak).

Berbeda dengan jalan beraspal yang tersusun rapi, karena ada variasi pada bentuk dan ukuran batu, Anda dapat merasakan perbedaan tampilannya seiring berjalan.

Pada bagian yang sangat curam dibuat tangga dan alur anti-licin yang diukir pada batu, sehingga terlihat pula upaya orang-orang zaman dahulu demi kemudahan berjalan.

Pemandangan dengan Tembok Batu dan Deretan Rumah Genteng Merah

Di kedua sisi jalan membentang tembok batu pagar rumah, dan atap genteng merah serta tanaman hijau saling berpadu, membentuk pemandangan tenang khas kota tua Shuri.

Bukan berjalan di dalam fasilitas wisata, melainkan menyusuri pemandangan yang benar-benar tersisa di tengah kota nyata, itulah daya tarik khas tempat ini.

Termasuk di dalamnya bagian yang terhindar dari kobaran api Pertempuran Okinawa, sehingga Anda dapat melihat dari dekat teknik penyusunan batu yang berlanjut sejak masa Kerajaan Ryūkyū.

Pemandangan yang Berubah di Bagian Atas dan Bawah Tanjakan

Di jalan menanjak, kesan pemandangan berbeda antara saat melihat ke bawah dari atas dan melihat ke atas dari bawah.

Tinggi tembok batu, lengkung atap, hingga langit yang terlihat di ujung jalan, hanya dengan berhenti sejenak, hal yang terlihat pun berubah.

Kami sarankan berjalan sambil merasakan suasana sekitar, tanpa tergesa-gesa melewatinya.

Perkiraan waktu, dengan berjalan santai sekitar 15-20 menit sekali jalan, dan jika termasuk pemotretan serta istirahat, sebaiknya sediakan sekitar 30-40 menit agar lebih tenang.

Tips Berjalan | Menikmati Jalan Batu Shuri Kinjō-chō dengan Aman

Berjalan Pelan sambil Memperhatikan Kaki

Karena jalan batu ini berupa tanjakan, saat berjalan majulah sambil memperhatikan baik-baik area di bawah kaki.

Permukaan batu memiliki tonjolan dan cekungan, sehingga sensasi berjalannya berbeda dari trotoar biasa.

Meskipun sedang berwisata, penting untuk tidak terlalu terlena dengan foto atau pemandangan.

Utamakan Kenyamanan Berjalan pada Pilihan Sepatu

Dibandingkan sandal atau sepatu hak tinggi, memilih sepatu olahraga yang sudah biasa dipakai berjalan akan membuat Anda lebih tenang.

Di jalan menanjak berbatu, sepatu dengan sol yang stabil lebih mudah untuk berjalan.

Jika barang bawaan banyak, usahakan agar kedua tangan tetap bebas akan membuat Anda lebih mudah bergerak di tanjakan.

Jangan Memaksakan Diri saat Hujan atau Setelah Hujan

Saat hujan atau setelah hujan, batu kapur Ryūkyū yang basah menjadi licin.

Berjalan sambil mengambil foto membuat perhatian terhadap area kaki mudah berkurang, jadi saat memotret, berhentilah di tempat yang aman.

Pada hari dengan cuaca buruk, pertimbangkan untuk tidak memaksakan berjalan dan menyesuaikan rencana jalan-jalan di sekitar.

Jangan Lupa Persiapan untuk Musim Panas

Okinawa memiliki sinar matahari yang kuat pada musim panas, dan di jalan menanjak tenaga mudah terkuras.

Siapkan topi, payung pelindung matahari, dan minuman, lalu minumlah secara rutin.

Karena tempat membeli minuman di sepanjang jalan terbatas, menyiapkan air sebelum berangkat akan membuat Anda lebih tenang.

Etika saat Mengambil Foto | Menjaga Ketenangan Kawasan Permukiman

Jangan Memasuki Lahan Pribadi

Di jalan batu Shuri Kinjō-chō, batu, tembok batu, dan deretan rumah genteng merah sangat indah, sehingga banyak momen yang membuat Anda ingin mengambil foto.

Di sisi lain, di sepanjang jalan terdapat tempat tinggal warga.

Jangan lupakan kepedulian dasar seperti tidak mengintip ke dalam gerbang atau halaman depan, dan tidak memasuki lahan pribadi.

Utamakan Orang yang Lewat

Di tempat yang sempit, utamakan orang yang sedang lewat.

Menghalangi jalan dalam waktu lama demi pemotretan atau tiba-tiba berhenti di tengah tanjakan akan menyulitkan orang lain untuk berjalan.

Saat berhenti, pilihlah tempat yang aman setelah memastikan keadaan sekitar.

Jaga Suasana yang Tenang

Di kawasan permukiman, hindari terus berbicara dengan suara keras atau berkumpul di tempat yang sama dalam waktu lama.

Foto perjalanan sebaiknya dinikmati dalam batas yang membuat warga setempat dan wisatawan lain merasa nyaman.

Udara tenang khas Shuri juga merupakan daya tarik penting jalan ini.

Cara Menuju | Akses ke Jalan Batu Shuri Kinjō-chō

Cara Menuju dengan Monorail (Yui Rail)

Jika menggunakan Okinawa Urban Monorail "Yui Rail", turunlah di Stasiun Shuri, dan sekitar 15 menit berjalan kaki Anda akan tiba di pintu masuk jalan batu.

Dari Stasiun Bandara Naha, dapat dicapai sekitar 30 menit tanpa berganti kereta, menjadi moda transportasi yang mudah dipahami bagi wisatawan.

Cara Menuju dengan Bus atau Berjalan Kaki

Jika menggunakan bus, dari halte bus "Ishidatami-iriguchi" hanya beberapa menit berjalan kaki ke alun-alun di sekitarnya.

Rute menuruni tanjakan menuju jalan batu setelah mengunjungi Taman Kastil Shuri (Shurijō Kōen) juga populer.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Tempat Parkir dan Mobil Sewaan

Karena di sekitar pintu masuk jalan batu merupakan kawasan permukiman dengan jalan yang sempit, kedatangan dengan mobil sewaan perlu kehati-hatian.

Lebih aman untuk menggunakan tempat parkir berbayar di sekitar Taman Kastil Shuri dan menuju dengan berjalan kaki.

Informasi Sekitar | Taman Kastil Shuri dan Tempat Bersejarah

Sejarah di Sekitar Taman Kastil Shuri

Jalan batu Shuri Kinjō-chō cocok untuk jalan-jalan sambil merasakan sejarah Shuri.

Di sekitarnya terdapat Taman Kastil Shuri serta situs budaya yang berkaitan dengan Kerajaan Ryūkyū.

Dengan tidak hanya melewati jalan batu dengan tergesa-gesa, melainkan memandang keseluruhan kota Shuri, suasana tempat ini akan lebih mudah terasa.

Kinjō Ufuhījā dan Pohon Akagi Raksasa Juga Wajib Dilihat

Di tengah jalan batu, masih tersisa "Kinjō Ufuhījā", sumur bersama yang digunakan sebelum air ledeng masuk ke rumah-rumah, sehingga Anda dapat membayangkan kehidupan masyarakat zaman dahulu.

Di area Uchikanagusuku Utaki yang terdekat, berdiri pohon Akagi raksasa tua yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun, dan dikenal sebagai tempat dengan suasana sakral.

Di sekitar jalan batu, Anda juga dapat merasakan sejarah alam dan kepercayaan Shuri.

Berjalan-jalan sambil Menyisipkan Istirahat

Sebelum dan sesudah jalan-jalan, kami sarankan memikirkan rute yang tidak memaksakan diri sambil menyisipkan istirahat.

Karena ini area dengan banyak tanjakan, pada musim panas minumlah secara rutin dan sesuaikan pakaian dengan sinar matahari atau hujan.

Dengan tidak memadatkan jadwal wisata terlalu berlebihan, Anda dapat memandang jalan batu dan pemandangan kota dengan tenang.

Nikmati Pemandangan Kota Shuri dengan Santai

Shuri adalah area tempat bangunan bersejarah, jalan menanjak, dan pemandangan kawasan permukiman saling berpadu.

Waktu berjalan di jalan batu bukan hanya untuk melihat objek wisata, tetapi juga menjadi waktu untuk merasakan udara kota.

Dengan memperhatikan bentuk jalan dan tekstur tembok batu, pemandangan khas Shuri akan semakin berkesan.

Kesimpulan | Jalan-jalan Sejarah yang Tenang di Jalan Batu Shuri Kinjō-chō

Jalan batu Shuri Kinjō-chō adalah tempat berjalan-jalan bersejarah sepanjang sekitar 200-300 meter yang hingga kini menyampaikan jejak "Madama-michi" yang pembangunannya mulai dilakukan sekitar tahun 1522.

Jalan batu dari batu kapur Ryūkyū, tembok batu pagar rumah, dan deretan rumah genteng merah saling berpadu, sehingga Anda dapat merasakan waktu yang tenang, berbeda dari pusat Kota Naha.

Saat berjalan, penting untuk memperhatikan tanjakan dan area di bawah kaki, serta tidak memaksakan diri di hari hujan.

Saat mengambil foto, sadarilah bahwa ini adalah kawasan permukiman, dan nikmatilah dengan tenang.

Dengan memandang pula tempat-tempat bersejarah di sekitarnya seperti Taman Kastil Shuri, Kinjō Ufuhījā, dan pohon Akagi raksasa, perjalanan Anda akan menjadi lebih kaya dalam menikmati budaya Shuri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Jalan Batu Shuri Kinjo-cho adalah jalan tanjakan berbatu sepanjang sekitar 300 m yang merupakan bagian tersisa dari "Madama-michi", jalan utama era Kerajaan Ryukyu. Penataannya dimulai sekitar tahun 1522 pada masa pemerintahan Raja Sho Shin, dan panjang totalnya dahulu mencapai sekitar 10 km. Sebagian besar hilang dalam Perang Dunia II, sehingga ruas yang masih menyimpan wujud masa itu menjadi jalan kehidupan Ryukyu yang berharga.
A. Jalan Batu Shuri Kinjo-cho dikenal dengan lanskapnya yang khas dari batu kapur Ryukyu yang disusun secara "midare-jiki" (acak) serta deretan rumah beratap genteng merah. Jalan ini terpilih sebagai "100 Jalan Terbaik Jepang" dan menjadi situs bersejarah serta tempat indah yang ditetapkan Prefektur Okinawa. Saat menyusuri tembok batu dan tanjakannya, Anda bisa merasakan suasana berpadunya sejarah dan keseharian kota di bawah Kastil Shuri.
A. Bila sekadar melintas, sekali jalan 15–20 menit, dan bila termasuk memotret serta beristirahat, patokannya 30–40 menit. Bolak-balik memakan sekitar 1 jam. Karena kemiringannya curam dan turunan pun membebani lutut, beristirahat sejenak di Kinjo Muraya (tempat istirahat gratis beralas tatami) di tengah lereng membantu menghemat tenaga. Toilet juga ada di muraya ini, jadi lebih tenang singgah sebelum berangkat.
A. Dari Stasiun Yui Rail Shuri, sekitar 15 menit berjalan kaki sampai ke pintu masuk Jalan Batu. Dari Stasiun Bandara Naha aksesnya mudah, sekitar 30 menit ke Stasiun Shuri tanpa berganti kereta. Bila menggunakan bus, beberapa menit berjalan kaki dari halte "Ishidatami-iriguchi". Bila memilih rute melalui Taman Kastil Shuri, Anda bisa berjalan sambil memandang Gerbang Shureimon dan benteng, sehingga waktu perjalanan berubah menjadi waktu wisata.
A. Rute menurun dari sisi Kastil Shuri adalah cara berjalan klasik yang memudahkan menikmati pemandangan sambil melangkah. Tanjakan berbatu ini cukup curam: mendaki membuat napas tersengal dan menuruni membebani lutut. Bila kurang yakin dengan stamina, nikmati pemandangan saat menurun lalu kembali lewat jalan datar atau bus sebagai rute sekali jalan. Bagi yang sekalian ingin berolahraga, mendaki dari kaki menuju Kastil Shuri memberi rasa pencapaian.
A. Karena ini jalan batu dengan undakan dan kemiringan, mengenakan sepatu kets yang nyaman adalah dasar. Batu pijakannya berupa batu kapur Ryukyu berukuran 20–30 cm yang disusun acak, dan terutama saat hujan permukaannya menjadi licin. Pada musim panas, naungan sedikit dan tanjakan terjal, jadi menyiapkan topi, tabir surya, handuk, dan air membuatnya lebih nyaman. Seusai hujan, melangkahlah ke arah menurun dengan lebih waspada pada pijakan.
A. Daya tarik utamanya adalah "Pohon Akagi Besar Shuri Kinjo", bekas sumur bersama "Kinjo Ufugaa", dan tempat istirahat bergaya rumah lama "Kinjo Muraya". Pohon akagi besar adalah monumen alam yang ditetapkan negara dan hingga kini dijaga sebagai Uchikanagusuku Utaki. Kinjo Ufugaa yang berbentuk bak setengah lingkaran lengkap dengan saluran pembuangan menyimpan kearifan kehidupan masa itu.
A. Ishiganto adalah jimat penolak bala khas Okinawa yang tertanam di tembok batu sepanjang Jalan Batu. Di Okinawa, makhluk jahat "majimun" dipercaya memiliki sifat bergerak lurus, sehingga ishiganto dipasang di pertigaan atau ujung jalan untuk mencegah masuknya. Ini tradisi hidup yang masih terlihat di sudut-sudut kota Okinawa, dan mencarinya saat menyusuri Jalan Batu membuat Anda menyentuh budaya kepercayaan Ryukyu.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.