Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kuil Tsushima Aichi: Ziarah 'Otenno-sama' & Festival Tenno

Kuil Tsushima Aichi: Ziarah 'Otenno-sama' & Festival Tenno
Panduan Kuil Tsushima di Aichi: ziarah Otenno-sama, tolak bala, Festival Owari Tsushima Tenno, area kuil, dan etika berkunjung.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik Utama

Kuil Tsushima di Kota Tsushima, Prefektur Aichi, adalah kuil tua Owari yang akrab disebut "Otennō-sama" (sebutan hormat untuk dewa Tennō), pusat dari sekitar 3.000 kuil Tennō-sha/Tsushima-sha di seluruh negeri. Anda dapat merasakan bangunan kuil bersejarah dan Festival Owari-Tsushima Tennō.

Sorotan Utama

Sorotan utama Kuil Tsushima adalah gerbang menara (rōmon, properti budaya penting) yang konon disumbangkan Toyotomi Hideyoshi, aula utama pusat keyakinan (properti budaya penting), dan gerbang selatan (properti budaya prefektur) yang konon disumbangkan Toyotomi Hideyori.

Cara Menuju ke Sana

Stasiun terdekat adalah Stasiun Tsushima di jalur Meitetsu Tsushima, sekitar 15 menit berjalan kaki (sekitar 1 km). Jika naik mobil, tersedia parkir timur (sekitar 40 mobil) dan parkir selatan (sekitar 60 mobil, bus boleh); kadang tidak tersedia pada Tahun Baru atau masa festival.

Jam Pendaftaran Doa

Hari kerja 09.00–siang dan 13.00–16.00 (Juli–September hingga 15.30), Sabtu/Minggu/libur pada dasarnya 09.00–16.00. Untuk omamori (jimat) dan goshuin (stempel/catatan ziarah kuil), sebaiknya tanyakan di loket pemberian pada siang hari.

Festival Owari-Tsushima Tennō

Ritual Kuil Tsushima yang telah berlangsung sekitar 600 tahun, salah satu dari Tiga Festival Sungai Besar Jepang. Biasanya festival malam pada Sabtu keempat Juli, festival pagi Minggu berikutnya. Terdaftar sebagai properti budaya rakyat takbenda penting negara dan Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Sorotan Festival

Festival malam: perahu makiwara (perahu berlampion) yang dihiasi sekitar 365 lampion melaju di Sungai Tennō diiringi seruling Tsushima, dengan cahaya yang terpantul di permukaan air. Festival pagi: persembahan perahu dangiri (perahu hias ritual) dan adegan gagah para pemegang tombak yang terjun ke sungai.

Tata Cara Berziarah dan Cara Menghabiskan Waktu

Membungkuklah di gerbang torii dan berjalan di sisi jalan pendekatan kuil, lalu sucikan diri di temizu (paviliun penyucian). Tata cara dasarnya adalah dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu satu kali membungkuk. Rendahkan suara dan berjalan tenang; periksa papan pengumuman untuk pemotretan dan hormati area berdoa.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Aichi

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa Itu Kuil Tsushima | Kuil Kuno Owari yang Dijuluki O-Tennō-sama

Kuil Tsushima (Tsushima-jinja) adalah kuil Shinto yang berada di Kota Tsushima, Prefektur Aichi, yang dahulu disebut Tsushima Gozu Tennō-sha dan hingga kini akrab dijuluki "O-Tennō-sama".

Kuil kuno ini konon telah ada sejak tahun pertama Kaisar Kinmei (tahun 540 Masehi), dan dikenal sebagai kuil pusat (sōhonsha) dari sekitar 3.000 Tennō-sha dan Kuil Tsushima yang tersebar di seluruh Jepang.

Bagi wisatawan mancanegara, tempat ini menjadi pintu masuk untuk mengetahui bukan hanya sekadar berziarah ke kuil, tetapi juga kepercayaan penolak wabah dan penolak bala, serta budaya tepi air yang terhubung dengan Festival Owari Tsushima Tennō (Owari Tsushima Tennō Matsuri).

Mengetahui Asal Usul Julukan "O-Tennō-sama"

Kata yang perlu diingat sebelum menjelajahi Kuil Tsushima adalah "O-Tennō-sama".

Ini adalah julukan yang terkait dengan nama Tsushima Gozu Tennō-sha di masa lalu dan kepercayaan penolak wabah, yang telah lama digunakan penduduk setempat dengan penuh keakraban.

Dewa yang Dipuja (Gosaijin) dan Makna Kepercayaan

Dewa utama Kuil Tsushima adalah Takehaya Susanoo-no-Mikoto, dan di ruang pendamping (aidono) dipuja Ōnamuchi-no-Mikoto (Ōkuninushi-no-Mikoto).

Kepercayaan terhadap Takehaya Susanoo-no-Mikoto berpadu dengan sejarah panjang sebagai Gozu Tennō-sha, dan diwariskan secara luas sebagai kepercayaan yang meredakan wabah dan bencana.

Bahkan wisatawan yang belum pernah menyentuh mitologi Jepang pun akan lebih mudah berziarah jika memahami tempat ini sebagai "tempat berdoa untuk menolak bala dan menjalani hari-hari dengan sehat".

Mengetahui Istilah Memudahkan Melihat Area Kuil

Dalam penjelasan kuil, banyak muncul kata bahasa Jepang yang baru pertama kali didengar.

Anda tidak perlu menghafal semua kata sulit, tetapi mengetahui makna utamanya akan memperdalam pemahaman terhadap bangunan kuil dan festival.

Kami merapikan istilah yang berguna untuk diketahui sebelum berziarah.

Istilah Arti Konteks Melihat
O-Tennō-sama Julukan akrab Kepercayaan kuil
Gozu Tennō Nama kepercayaan lama Penjelasan asal usul
Gosaijin Dewa yang dipuja Di depan bangunan kuil
Juyohin Jimat dan sejenisnya Tempat pemberian jimat

Hal yang Wajib Dilihat di Kuil Tsushima | Menjelajahi Rōmon, Honden & Minamimon dengan Tenang

Di Kuil Tsushima, hanya dengan menyusuri jalan menuju kuil (sandō) pun Anda bisa merasakan perpaduan sejarah dan kepercayaan Owari.

Di depan bangunan dan gerbang kuil, jika Anda tidak hanya berfoto dengan latar bangunan tetapi juga menyadari siapa yang mendonasikannya dan bagaimana bangunan itu dijaga, cara pandang Anda akan berubah.

Rōmon adalah Pintu Masuk yang Membentuk Kesan Area Kuil

Rōmon (gerbang menara dua tingkat) adalah bangunan yang konon didonasikan oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1591, dan menjadi salah satu daya tarik ikonik Kuil Tsushima yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Penting Nasional.

Sebelum melewati gerbang berwarna merah cerah (shu), berhentilah sejenak dan tengadahkan pandangan ke tumpukan atap dan pilarnya, maka kekuatan arsitektur kuil era Momoyama akan tersampaikan.

Di Honden, Berhadapan dengan Pusat Doa

Honden (bangunan utama) adalah tempat yang menjadi pusat kepercayaan Kuil Tsushima.

Bangunan ini konon merupakan hasil donasi dari Masako-no-Kata, istri Matsudaira Tadayoshi selaku penguasa Kastil Kiyosu, pada tahun 1605, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Penting Nasional.

Kepercayaan Kalangan Samurai Juga Tersisa di Minamimon

Minamimon (gerbang selatan) adalah gerbang yang konon didonasikan oleh Toyotomi Hideyori pada tahun 1598, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Prefektur Aichi.

Dengan mengetahui keterkaitan dengan tokoh-tokoh samurai dari era Azuchi-Momoyama hingga awal Edo, area kuil akan terasa bukan sekadar deretan bangunan, melainkan tempat yang menyimpan lapisan sejarah panjang.

Pemotretan Perlu Disertai Kepedulian terhadap Tempat Berdoa

Rōmon dan Minamimon merupakan spot foto yang menarik, tetapi Kuil Tsushima pada dasarnya adalah tempat berdoa.

Saat memotret, perhatikan orang yang sedang berziarah, hindari berhenti lama di tengah jalur, dan ikuti papan petunjuk di lokasi.

Sikap sederhana seperti menunggu sebentar sampai orang lain selesai berdoa akan membuat kunjungan lebih tenang.

Alur Ziarah di Kuil Tsushima | Tata Cara agar Wisatawan Mancanegara Tidak Bingung

Bagi wisatawan mancanegara, tata cara berziarah di kuil Shinto sering terasa sulit.

Namun, jika memahami alurnya secara sederhana, Anda bisa menghabiskan waktu dengan lebih tenang sambil menghormati tempat ibadah.

Di Pintu Masuk, Membungkuk Sekali untuk Menata Hati

Saat melewati gerbang atau memasuki area suci, membungkuk ringan merupakan cara menunjukkan rasa hormat.

Tidak perlu bergerak berlebihan, cukup berhenti sejenak dan menenangkan diri sebelum masuk.

Dengan cara ini, suasana kunjungan akan berubah dari sekadar jalan-jalan menjadi pengalaman berziarah.

Penyucian Diri (Temizu/Chōzu) Dilakukan sebagai Tata Cara Membersihkan Diri

Jika tersedia tempat penyucian tangan (temizuya/chōzuya), bersihkan tangan dan mulut secara sederhana sebelum berdoa.

Detail tata cara dapat berbeda tergantung kuil, jadi ikuti papan petunjuk jika tersedia.

Bagi wisatawan pertama kali, yang terpenting adalah bergerak perlahan dan tidak mengganggu orang lain.

Bersembahyang (Hairei) Dilakukan Tanpa Tergesa-gesa dan dengan Hening

Di depan bangunan tempat berdoa, antrelah jika ada pengunjung lain.

Setelah tiba di depan, lakukan doa dengan tenang dan hindari percakapan keras.

Jika tidak memahami tata cara sepenuhnya, cukup ikuti suasana sekitar sambil menjaga sikap hormat.

Merangkum Alur Ziarah dengan Sederhana

Dengan mengingat urutan berikut, alur dasar akan lebih mudah diingat di lokasi.

Urutan Yang Dilakukan Makna
1 Membungkuk di pintu masuk Menunjukkan rasa hormat
2 Membersihkan tangan Menata diri sebelum berdoa
3 Berdoa dengan tenang Menyampaikan rasa syukur dan harapan
4 Keluar tanpa terburu-buru Menjaga suasana area kuil

Festival Owari Tsushima Tennō | Merasakan Kepercayaan Kuil dan Sungai

Festival Owari Tsushima Tennō adalah festival besar yang menggambarkan hubungan antara Kuil Tsushima dan budaya sungai di wilayah Owari.

Festival ini dikenal sebagai festival yang berlangsung dalam dua bagian, yaitu Festival Malam (Yoimatsuri) dan Festival Pagi (Asamatsuri).

Bagi wisatawan, daya tariknya bukan hanya pemandangan perahu dan lentera, tetapi juga suasana kepercayaan penolak bala yang diwariskan masyarakat setempat.

Festival Malam (Yoimatsuri) Menikmati Pemandangan Lentera dan Permukaan Air

Pada Yoimatsuri, perahu-perahu yang dihiasi banyak lentera muncul di permukaan air, menciptakan pemandangan malam yang sangat berkesan.

Karena cahaya lentera yang memantul di air menjadi daya tarik utama, pilihlah tempat menonton dengan memperhatikan alur pengunjung dan petunjuk petugas.

Jika ingin memotret, berhati-hatilah agar tidak mengganggu orang yang sedang menonton.

Festival Pagi (Asamatsuri) Melihat Perahu Danjiri dan Gerak Persembahan

Pada Asamatsuri, suasana festival berubah dari pemandangan malam yang penuh cahaya menjadi prosesi pagi yang lebih ritual.

Perahu danjiri dan gerak para peserta menunjukkan sisi festival sebagai persembahan kepada dewa.

Dengan melihat perbedaan antara malam dan pagi, Anda bisa merasakan kedalaman festival ini.

Acara Perahu Danjiri Dijaga sebagai Cagar Budaya

Acara perahu danjiri dalam Festival Owari Tsushima Tennō ditetapkan sebagai Warisan Budaya Rakyat Takbenda Penting Nasional.

Selain itu, acara ini juga diperkenalkan sebagai salah satu dari 33 "Acara Yama, Hoko, dan Yatai" yang terdaftar dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Dengan memahami nilai budaya ini, festival akan terlihat bukan hanya sebagai tontonan meriah, tetapi juga sebagai tradisi yang diwariskan dengan hati-hati.

Saat Menonton, Jangan Mengganggu Alur Upacara Suci

Festival adalah acara wisata sekaligus ritual.

Ikuti arahan petugas, jangan masuk ke area terlarang, dan hindari tindakan yang menghalangi prosesi.

Terutama saat ramai, lebih baik memprioritaskan keselamatan dan rasa hormat daripada memaksakan diri mengambil foto dari posisi terbaik.

Adegan Sudut Pandang Hal yang Diperhatikan
Yoimatsuri Cahaya lentera Refleksi di permukaan air
Asamatsuri Prosesi pagi Gerak persembahan
Menonton Keselamatan dan etika Ikuti petunjuk petugas

Cara Menuju Kuil Tsushima dan Informasi Praktis Ziarah

Kuil Tsushima berada di Kota Tsushima, Prefektur Aichi, dan dapat dikunjungi sebagai perjalanan dari Nagoya maupun kawasan Owari.

Karena informasi operasional dan area yang dapat dimasuki dapat berubah, periksa informasi terbaru sebelum berangkat.

Cara Menuju dengan Kereta dan Mobil

Stasiun terdekat adalah Stasiun Tsushima jalur Meitetsu Tsushima, lalu Anda dapat melanjutkan dengan berjalan kaki menuju area kuil.

Jika menggunakan mobil, perhatikan informasi parkir dan pengaturan lalu lintas, terutama saat festival atau periode ramai.

Pada hari festival, pembatasan jalan dan keramaian dapat terjadi, sehingga sebaiknya mengutamakan transportasi umum dan tiba lebih awal.

Jam Ziarah dan Tempat Pemberian Jimat

Area kuil dapat diziarahi, tetapi jam pemberian jimat, ofuda, atau goshuin bisa berbeda dari waktu kunjungan area.

Jika ingin menerima jimat atau goshuin, periksa waktu layanan terlebih dahulu.

Di lokasi, ikuti papan petunjuk dan arahan petugas kuil.

Cara Menikmati Setiap Musim | Ziarah yang Tenang dan Kesan Festival

Kuil Tsushima memiliki daya tarik berbeda antara masa biasa dan masa festival.

Jika Anda ingin menikmati bangunan kuil dengan tenang, kunjungan pada hari biasa cocok; jika ingin merasakan budaya lokal yang hidup, periode Festival Owari Tsushima Tennō menjadi pilihan yang berkesan.

Pada Masa Biasa, Lihatlah Bangunan Kuil dengan Saksama

Di luar periode festival, suasana kuil relatif lebih tenang.

Ini adalah waktu yang cocok untuk melihat Rōmon, Honden, Minamimon, dan area kuil tanpa terburu-buru.

Dengan memperhatikan detail arsitektur dan alur ziarah, Anda bisa merasakan kedalaman sejarah Kuil Tsushima.

Pada Masa Festival (Juli), Masukkan Pemeriksaan Awal ke Dalam Rencana Perjalanan

Festival Owari Tsushima Tennō umumnya berlangsung pada bulan Juli, tetapi tanggal dan pengaturan dapat berubah tergantung tahun.

Jika berkunjung pada periode ini, periksa jadwal, lokasi menonton, pembatasan lalu lintas, serta informasi keselamatan terlebih dahulu.

Karena suasananya ramai, itinerary sebaiknya dibuat dengan waktu lebih longgar.

Etika di Area Kuil Tsushima | Agar Dapat Menghabiskan Waktu dengan Tenang

Kuil Tsushima adalah tempat ibadah yang juga dikunjungi banyak wisatawan.

Dengan menjaga etika dasar, Anda dapat menikmati sejarah, bangunan, dan festival sambil menghormati orang yang datang untuk berdoa.

Menata Volume Suara dan Kecepatan Berjalan

Di area kuil, berbicaralah dengan suara wajar dan hindari berlari.

Jika ada orang yang sedang berdoa, tunggulah dengan tenang dan jangan memotong jalurnya.

Sikap sederhana seperti memperlambat langkah akan membuat suasana kunjungan lebih baik.

Memperlakukan Jimat dan Ofuda dengan Cermat

Jimat, ofuda, dan goshuin berkaitan dengan kepercayaan.

Jika menerimanya, perlakukan dengan hati-hati dan jangan menjadikannya sebagai properti foto secara sembarangan.

Jika ragu mengenai cara menerima atau membawanya pulang, tanyakan dengan sopan kepada petugas kuil.

Menempatkan Kepedulian Sebelum Kenangan dalam Memotret

Foto perjalanan memang penting, tetapi di area kuil, kepedulian terhadap sekitar harus didahulukan.

Jangan memotret orang yang sedang berdoa dari jarak dekat, dan hindari menghalangi jalur.

Terutama saat festival, prioritaskan keselamatan dan alur pergerakan orang banyak.

Ringkasan Etika Dasar

Berikut ringkasan tindakan yang boleh dilakukan dan yang sebaiknya ditahan.

Situasi Boleh Sebaiknya Dihindari
Ziarah Berdoa dengan tenang Berbicara keras di depan bangunan kuil
Memotret Mengikuti papan petunjuk Memotret orang yang sedang berdoa dari dekat
Festival Mengikuti arahan petugas Masuk ke area terlarang

Kesimpulan | Menikmati Kepercayaan dan Festival dengan Santai di Kuil Tsushima

Kuil Tsushima adalah kuil kuno di Owari yang dapat dinikmati dari berbagai sisi, mulai dari kepercayaan yang akrab dijuluki "O-Tennō-sama", bangunan kuil bersejarah seperti Rōmon dan Honden, hingga Festival Owari Tsushima Tennō yang terkait dengan budaya sungai.

Jika memahami istilah dasar, alur ziarah, dan etika di area kuil, wisatawan mancanegara pun dapat menghabiskan waktu dengan lebih tenang.

Pada masa biasa, nikmati bangunan dan suasana berziarah; pada masa festival, cek jadwal dan aturan keselamatan terlebih dahulu.

Dengan melihat Kuil Tsushima bukan hanya sebagai spot wisata meriah, tetapi juga sebagai acara yang menolak bala dan mewariskan doa dalam komunitas, kesan perjalanan akan lebih mudah membekas.

Baik saat berziarah, memotret, maupun menonton, periksalah papan petunjuk dan arahan di lokasi, serta habiskan waktu dengan rasa hormat terhadap tempat berdoa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tsushima Shrine bersemayam di Tsushima, Prefektur Aichi, dan merupakan kuil induk dari sekitar 3.000 kuil Tenno-sha dan Tsushima Shrine di seluruh Jepang. Dahulu disebut "Tsushima Gozu Tenno-sha" yang memuja Gozu Tenno, dan hingga kini akrab disapa "O-Tenno-sama". Sejajar dengan Yasaka Shrine di Kyoto, kuil ini disebut "Yasaka di Barat, Tsushima di Timur", sebuah pusat kepercayaan penolak wabah.
A. Dewa utamanya adalah Takehaya Susanoo no Mikoto, dengan Onamuchi no Mikoto (Okuninushi no Mikoto) dipuja di ruang pendamping. Dikenal dengan kepercayaan penolak bala, penolak wabah, dan penolak bencana yang terkait Gozu Tenno, "Somin Shorai Mamori" yang mengacu pada kisah Susanoo menjamu Somin Shorai yang miskin juga diberikan dalam bentuk kayu segi enam, dan ada yang memilihnya sebagai kenang-kenangan perjalanan.
A. Di Tsushima Shrine, gerbang tingkat (romon) dan bangunan utama (honden) yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting negara adalah daya tariknya. Gerbang tingkat berwarna merah menyala mudah diabadikan dalam foto, dan bangunan utama konon berasal dari tahun 1605 (Keicho 10). Menoleh sekali sebelum melewati gerbang akan memperjelas kedalaman antara jalan menuju kuil dan gerbang tingkat.
A. Turun di Stasiun Tsushima jalur Meitetsu Tsushima, lalu berjalan sekitar 15 menit (sekitar 1 km) ke arah barat. Berjalan lurus di Tenno-dori akan mengurangi risiko tersesat, dan sepanjang jalan Anda bisa menikmati lanskap kota Tsushima yang masih menyisakan rumah tradisional. Dari Stasiun Meitetsu Nagoya, ganti ke jalur Tsushima di Stasiun Sukaguchi; dengan kereta ekspres, perjalanan memakan waktu kurang dari 30 menit.
A. Disebutkan ada Parkir Timur (sekitar 40 mobil) dan Parkir Selatan (sekitar 60 mobil, bus diperbolehkan). Karena syarat penggunaan bisa berubah pada acara seperti Tahun Baru atau Tenno Matsuri, mengikuti pengarahan di lokasi akan lebih menenangkan. Karena dalam jarak berjalan dari stasiun, transportasi umum juga menjadi pilihan pada masa ramai.
A. Goshuin (cap dan kaligrafi sebagai tanda kunjungan berdoa) bisa diterima di depan kuil, dengan jam layanan pukul 09.00-16.30. Jenis dan hatsuho-ryo (persembahan untuk kuil) bisa berbeda pada goshuin bertema musim. Mampir setelah melihat gerbang tingkat akan membuat alur kunjungan terasa alami dan menyisakan kesan mendalam usai berdoa.
A. Berdoa pada dasarnya mengikuti alur: membungkuk sekali di depan torii (gerbang kuil), membersihkan diri di temizuya (tempat bersuci), lalu di aula pemujaan melakukan dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, dan sekali membungkuk. Bagi wisatawan asing, sikap menjaga antrean dan berdoa dengan tenang lebih penting daripada kesempurnaan tata cara. Berjalan dengan menghindari bagian tengah jalur utama juga dianggap sebagai sikap yang sopan di kuil.
A. Pendaftaran gokito (upacara permohonan doa oleh pendeta kuil) pada dasarnya dibuka pada hari kerja pukul 09.00-12.00 dan 13.00-16.00, sedangkan pada akhir pekan serta hari libur pukul 09.00-16.00. Doa perorangan biasanya bisa diterima tanpa reservasi, tetapi sebaiknya perkirakan waktu tunggu karena pelayanan dilakukan kira-kira setiap 30 menit. Jika jadwal Anda padat, datang lebih awal akan lebih menenangkan.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.