Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Taman Yamashita Yokohama: Tips Foto Laut & Pakaian

Taman Yamashita Yokohama: Tips Foto Laut & Pakaian
Jelajahi Taman Yamashita di Yokohama. Simak tips foto laut, pakaian sesuai cuaca, etika di taman, rambu Jepang serta ide kuliner dan rute jalan kaki.

Ringkasan Cepat

Taman tepi laut yang menghadap Pelabuhan Yokohama

Taman Yamashita membentang sekitar 700 m di sepanjang Pelabuhan Yokohama dan merupakan taman kota tepi laut pertama di Jepang yang lahir dari pemulihan pascagempa. Nikmati Jembatan Yokohama Bay Bridge, kapal yang berlalu-lalang, jalan santai, dan fotografi di tepi laut. Tentukan apakah ingin menikmati pemandangan, memotret, atau beristirahat, lalu bersantailah mengikuti tempo teman seperjalanan

Sorotan di dalam taman

Kapal penumpang dan barang Hikawa Maru; Taman Mawar Masa Depan dengan sekitar 160 varietas dan 1.900 rumpun mawar; Menara Air India; patung Gadis Bersepatu Merah; serta Alun-Alun Dunia dengan air terjun bertingkat

Cara menuju taman

Sekitar 3 menit berjalan kaki dari pintu keluar 4 Stasiun Motomachi-Chukagai di Jalur Minatomirai. Sekitar 15 menit berjalan kaki dari pintu Chinatown Stasiun JR Ishikawacho; dari pintu timur Stasiun Yokohama, naik SEA BASS menuju dermaga di depan Taman Yamashita

Tiket masuk dan jam buka Hikawa Maru

Umum ¥300, usia 65 tahun ke atas ¥200, pelajar SD–SMA ¥100, hanya tunai. Buka pukul 10:00–17:00 dengan masuk terakhir 16:30; tutup Senin, atau hari kerja berikutnya jika Senin hari libur

Waktu terbaik melihat bunga dan daun musim gugur

Mawar di Taman Mawar Masa Depan biasanya paling indah pada awal Mei–pertengahan Juni saat musim semi dan pertengahan Oktober–awal November saat musim gugur; sakura pada akhir Maret–awal April; deretan ginkgo di Jalan Yamashita Koen pada pertengahan November–awal Desember

Pilihan kegiatan saat hujan

Anda dapat beralih ke tempat dalam ruangan, seperti mengunjungi bagian dalam Hikawa Maru yang ditambatkan di depan taman atau lantai observasi Yokohama Marine Tower di dekatnya, pada lantai 29–30

Tips foto dan pakaian sesuai cuaca

Jadikan Hikawa Maru atau mawar sebagai subjek utama dengan menyisakan ruang kosong dalam foto, sambil memperhatikan orang sekitar dan jalur pejalan kaki. Siapkan pakaian luar untuk angin laut, topi dan minuman saat terik, serta sepatu antiselip saat hujan

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Kanagawa

Tips Merencanakan Jalan-Jalan di Taman Yamashita, Yokohama

Taman Yamashita di Yokohama adalah taman tepi laut yang membentang sekitar 700 m di sepanjang Pelabuhan Yokohama, tempat Anda dapat berjalan santai sambil menikmati Jembatan Yokohama Bay Bridge dan kapal yang melintas di pelabuhan.

Sebelum berkunjung, tentukan kegiatan yang paling ingin Anda nikmati, apakah memandangi panorama, mengambil foto, atau berjalan santai, agar lebih mudah membagi waktu selama berkeliling.

Jangan membuat jadwal terlalu padat, dan sisakan waktu untuk berhenti sejenak agar jalan-jalan ini juga menjadi kesempatan beristirahat selama perjalanan.

Taman ini berjarak sekitar 3 menit berjalan kaki dari Stasiun Motomachi-Chūkagai di Jalur Minatomirai, sehingga mudah disinggahi di sela wisata.

Sisihkan Waktu untuk Menikmati Pelabuhan Yokohama dan Bay Bridge

Saat berjalan di tepi laut, perhatikan bukan hanya Yokohama Bay Bridge di kejauhan dan kapal yang melintasi pelabuhan, tetapi juga warna permukaan air serta luasnya langit.

Jangan menjadikan berjalan terus-menerus sebagai tujuan; bila menemukan pemandangan yang menarik, berhentilah di tempat yang tidak menghalangi orang lain.

Di sepanjang laut juga terdapat hamparan rumput luas, dan banyak orang membawa makanan bungkus untuk dinikmati sambil memandangi laut.

Dengan menyimpan ponsel sejenak dan meluangkan waktu memandangi panorama, Anda dapat menyimpan kenangan perjalanan dengan cara yang berbeda dari foto.

Pisahkan Waktu Berjalan dan Memotret

Jika ingin membawa pulang banyak foto, carilah panorama menarik sambil berjalan dan berhentilah hanya ketika memotret agar kegiatan jalan-jalan terasa lebih mengalir.

Anda dapat memilih foto dan mengirimkannya kepada teman perjalanan dengan lebih tenang jika melakukannya sekaligus saat beristirahat.

Jangan terlalu terpaku pada komposisi yang diinginkan; setelah selesai memotret, luangkan juga waktu menikmati pemandangan bersama teman perjalanan.

Area taman di sepanjang laut memiliki panjang sekitar 700 m dari ujung ke ujung, sehingga menentukan lokasi foto terlebih dahulu membantu Anda berkeliling dengan efisien.

Tentukan Tempat Istirahat dan Toilet Sesuai Ritme Teman Perjalanan

Saat bepergian bersama anak-anak atau orang yang tidak terbiasa berjalan jauh, tentukan kegiatan berdasarkan kesempatan beristirahat sebelum lelah, bukan jarak yang mampu ditempuh.

Beristirahatlah ketika menemukan tempat duduk, dan jika berpencar, pilih penanda yang dipahami bersama sebagai tempat bertemu.

Memotret dan membagikan peta atau papan petunjuk setempat dapat mengurangi kerepotan menjelaskan lokasi hanya dengan kata-kata.

Terdapat 3 lokasi toilet umum di taman, yang dilengkapi meja ganti popok, kursi bayi, dan fasilitas lainnya.

Toilet multifungsi berada di dekat Ishi no Sutēji (panggung batu) dan juga menyediakan fasilitas bagi pengguna stoma.

Jika datang dengan kursi roda atau kereta bayi, Anda dapat menggunakan lift dari area parkir menuju Sekai no Hiroba (Alun-Alun Dunia) di sisi timur; lift beroperasi pukul 08.30–17.00, dan untuk penggunaan di luar jam tersebut Anda perlu menghubungi kantor pengelola parkir.

Sejarah dan Tempat Menarik di Taman Yamashita

Mengetahui asal-usul taman serta tempat menarik utamanya sebelum berjalan-jalan akan membantu Anda lebih menghayati pemandangan di dalamnya.

Taman Kota Tepi Laut Pertama di Jepang yang Lahir dari Pemulihan Gempa Besar Kantō

Taman Yamashita dibangun melalui reklamasi laut menggunakan puing-puing gempa dan material lain sebagai bagian dari proyek pemulihan setelah Gempa Besar Kantō tahun 1923 (Taishō 12).

Pembangunan tanggul dimulai pada 1925 (Taishō 14), dan taman dibuka pada Maret 1930 (Shōwa 5).

Inilah taman kota tepi laut pertama yang dibuka di Jepang.

Setelah Perang Dunia II, taman ini diambil alih oleh militer Amerika Serikat, tetapi dikembalikan secara bertahap mulai 1954 (Shōwa 29), lalu ditata ulang hingga hampir menyerupai bentuknya sekarang pada 1961 (Shōwa 36).

Pada 2007 (Heisei 19), taman ini tercatat sebagai monumen terdaftar nasional.

Luas taman mencapai 74.121 meter persegi, membentang di tepi laut dari sekitar sisi timur Ōsanbashi (dermaga penumpang) hingga Dermaga Yamashita.

Hikawa-maru, Mirai no Bara-en, dan Spot Wisata Taman Yamashita

Di perairan depan taman berlabuh Hikawa-maru, kapal penumpang dan kargo yang selesai dibangun pada 1930, tahun yang sama dengan pembukaan taman.

Hikawa-maru dibangun oleh perusahaan pelayaran Nippon Yūsen untuk rute Seattle dan juga dijuluki “Ratu Pasifik Utara”.

Kapal ini ditambatkan untuk pelestarian di depan Taman Yamashita sejak 1961 dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional pada 2016.

Bagian dalamnya dibuka untuk umum dengan nama Nippon Yūsen Hikawa-maru, dengan jam buka pukul 10.00–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30), dan tutup setiap Senin (jika bertepatan dengan hari libur, tutup pada hari kerja berikutnya).

Harga tiket masuk adalah 300 yen untuk umum, 200 yen untuk usia 65 tahun ke atas, serta 100 yen untuk siswa SD, SMP, dan SMA; pembayaran hanya dengan uang tunai.

Di dekat Hikawa-maru terdapat Mirai no Bara-en (taman mawar masa depan), yang dibuka kembali setelah renovasi pada April 2016 dan ditanami sekitar 1.900 rumpun mawar dari 160 varietas.

Chinshō Kadan (taman bunga cekung), yang dibuat lebih rendah daripada area sekitarnya, merupakan taman bunga hasil penataan ulang bagian yang semula menjadi tempat tambat perahu ketika taman dibuka.

Berbagai monumen tersebar di taman, termasuk Akai Kutsu Haiteta Onnanoko-zō (patung gadis bersepatu merah) yang dikenal melalui lagu anak-anak, Mizu no Shugoshin (penjaga air) hadiah dari kota kembar San Diego, serta Kamome no Suiheisan no Kahi (monumen lagu pelaut burung camar).

Indo Suitō (menara air India) di ujung barat taman merupakan tempat minum yang disumbangkan organisasi warga India di Jepang sebagai balasan atas bantuan saat Gempa Besar Kantō, dengan desain bergaya Islam yang menarik perhatian.

Sekai no Hiroba di sisi timur ditata untuk Pameran Yokohama, dan memiliki alun-alun dengan rancangan jalur yang membentang ke 6 benua serta tangga besar dengan kaskade (air terjun bertingkat) yang mengingatkan pada Park Güell di Barcelona.

Waktu Terbaik Melihat Mawar, Sakura, dan Bunga Musiman

Perkiraan waktu terbaik menikmati Mirai no Bara-en adalah awal Mei hingga pertengahan Juni pada musim semi, serta pertengahan Oktober hingga awal November pada musim gugur.

Sakura diperkirakan mencapai masa terbaiknya pada akhir Maret hingga awal April, sedangkan tulip mulai sekitar awal April.

Di Jalan Yamashita Kōen-dōri yang menghadap taman, deretan ginkgo berubah menjadi kuning keemasan, biasanya paling indah sekitar pertengahan November hingga awal Desember.

Waktu bunga mekar dan daun berubah warna dapat bergeser sesuai cuaca tiap tahun, jadi jika datang untuk melihat bunga, periksa informasi terbaru menjelang kunjungan.

Tips Komposisi dan Etika Foto Tepi Laut di Taman Yamashita

Untuk foto perjalanan, menentukan apa yang akan menjadi subjek utama memudahkan Anda merumuskan kesan yang ingin ditangkap.

Di Taman Yamashita ada banyak subjek utama yang menarik, seperti Hikawa-maru, Yokohama Bay Bridge, kapal yang melintasi pelabuhan, dan mawar musiman.

Tentukan Subjek Utama dan Ruang Kosong untuk Foto Hikawa-maru atau Laut

Cobalah mengubah arah ponsel sesuai tujuan foto, apakah menampilkan laut dan langit yang luas atau menyertakan orang untuk merekam suasana perjalanan.

Saat memotret Hikawa-maru, tentukan terlebih dahulu apakah ingin memasukkan seluruh kapal atau mengambil detail seperti haluan dan tiang, agar lebih mudah menyusun komposisi.

Jangan memenuhi seluruh bingkai; sisakan ruang di sekitar subjek utama agar hal yang ingin ditonjolkan lebih mudah terlihat.

Tabel berikut merangkum cara mengatur komposisi sesuai kesan yang ingin Anda abadikan.

Kesan yang ingin diabadikan Cara mengatur komposisi Hal yang perlu diperhatikan
Luasnya panorama Tampilkan langit atau permukaan air yang luas Periksa kemiringan gambar
Orang dan pemandangan Tempatkan orang di sisi kiri atau kanan Perhatikan orang di latar belakang
Kesan warna dan bentuk Fokuskan bingkai pada subjek utama Jangan memaksakan diri mendekat
Suasana jalan-jalan Manfaatkan kedalaman jalan Jangan menghalangi jalur

Periksa Arah Cahaya dan Kecerahan Gambar

Bahkan pada siang hari, arah datangnya cahaya dapat membuat wajah orang tampak gelap atau permukaan air memantulkan cahaya dengan terang.

Lihat hasil foto untuk memeriksa kecerahannya, lalu ubah sedikit posisi berdiri atau arah kamera bila diperlukan.

Saat memotret bunga di taman mawar, ketuk bunga pada layar dan turunkan kecerahan bila perlu agar warna kelopaknya tidak tampak putih akibat cahaya berlebihan.

Jangan berjalan mundur sambil melihat layar; saat berpindah tempat, turunkan kamera terlebih dahulu dan periksa pijakan Anda.

Komunikasi dan Kepedulian Saat Memotret Orang

Sebelum memotret teman perjalanan, sampaikan posisi berdiri yang diinginkan dan hindari meminta mereka berjalan mundur.

Jika menjadikan wisatawan lain sebagai subjek utama, pastikan persetujuan mereka; untuk foto yang akan dipublikasikan, perhatikan juga orang sekitar yang ikut tertangkap kamera.

Menjaga jarak antara fotografer dan subjek agar tidak terlalu jauh memudahkan Anda memberi ruang bagi orang yang lewat di antaranya.

Di dalam Hikawa-maru, Anda dapat memotret untuk keperluan pribadi dan nonkomersial, dengan menghindari penggunaan tripod.

Periksa Aturan Foto Prapernikahan, Komersial, dan Drone Sebelum Berkunjung

Izin fotografi terlebih dahulu diperlukan untuk pengambilan gambar komersial seperti iklan TV atau majalah, foto pernikahan dan Shichi-go-san (perayaan anak usia 3, 5, dan 7 tahun), serta sesi foto model di Taman Yamashita.

Bahkan untuk pemotretan pribadi, kegiatan dianggap komersial jika ada pertukaran uang atau imbalan lain yang melibatkan fotografer, subjek, atau keduanya.

Pengambilan gambar menggunakan drone, termasuk drone mainan, tercantum sebagai contoh kegiatan yang tidak dapat diizinkan.

Permohonan izin dan konsultasi diterima oleh bagian taman pusat kota pada Kantor Taman dan Ruang Hijau Wilayah Selatan, Biro Lingkungan Hijau Kota Yokohama, yang mengelola Taman Yamashita.

Pakaian dan Barang Bawaan untuk Jalan-Jalan di Taman Yamashita Sesuai Cuaca

Hindari membawa terlalu banyak barang, dan sesuaikan bawaan dengan cuaca hari itu serta prakiraan saat pulang agar lebih nyaman berjalan.

Panduan Suhu dan Pakaian Tiap Musim di Yokohama

Berikut rangkuman suhu tiap musim dan pilihan pakaian di Yokohama berdasarkan nilai normal iklim (rata-rata 1991–2020).

  • Musim semi (Maret–Mei): Suhu rata-rata meningkat dari 9,7°C pada Maret menjadi 18,8°C pada Mei, jadi pilih pakaian yang mudah disesuaikan, dari mantel tipis hingga kemeja lengan panjang.
  • Musim panas (Juni–Agustus): Pada Agustus, suhu rata-rata mencapai 27,0°C dan suhu maksimum harian normal 31,0°C, jadi siapkan pakaian yang memiliki sirkulasi udara baik serta topi.
  • Musim gugur (September–November): Suhu rata-rata turun dari 23,7°C pada September menjadi 13,4°C pada November, jadi siapkan jaket tipis atau sweter untuk paruh akhir musim.
  • Musim dingin (Desember–Februari): Pada Januari, suhu rata-rata 6,1°C dan suhu minimum harian normal 2,7°C, sehingga mantel tebal dan sarung tangan membantu menjaga kenyamanan.

Taman tepi laut mudah terkena angin, jadi ingatlah bahwa pada beberapa hari udara bisa terasa lebih dingin daripada angka suhunya.

Utamakan Istirahat Saat Matahari Terik

Jika sinar matahari terasa menyengat, siapkan topi dan minuman, lalu susun rencana yang menyertakan jeda istirahat alih-alih terus berjalan.

Pada Juli dan Agustus di Yokohama, suhu maksimum harian normal mencapai 29–31°C, jadi seringlah minum bila berjalan lama pada siang hari.

Saat menggunakan payung pelindung matahari, perhatikan jarak dengan orang sekitar dan kondisi angin ketika membuka atau menutupnya.

Rapikan Barang Bawaan untuk Menghadapi Angin

Jika angin menjadi perhatian, bawalah pakaian luar dan siapkan tempat menyimpan barang yang mudah terbang seperti topi atau peta kertas.

Kecepatan angin rata-rata di Yokohama sekitar 3–4 m per detik sepanjang tahun, dengan nilai tertinggi tahunan sebesar 3,9 m per detik pada Maret dan April.

Pilih tas yang membuat kedua tangan bebas agar tidak perlu repot memindahkan barang setiap kali memotret atau berpindah tempat.

Tinjau Pijakan dan Rencana Saat Hujan

Saat hujan, kenakan sepatu antiselip yang sudah nyaman dipakai berjalan, dan melangkahlah sambil memeriksa pijakan.

Curah hujan normal di Yokohama pada September dan Oktober masing-masing melebihi 240 mm, menjadikannya periode paling hujan sepanjang tahun.

Jika hujan atau angin semakin kuat, sesuaikan kegiatan dengan cuaca, misalnya mengakhiri jalan-jalan dan beralih menghabiskan waktu di dalam ruangan.

Saat hujan, Anda juga dapat mengganti rencana dengan tempat di dalam ruangan, seperti melihat bagian dalam Hikawa-maru yang berlabuh di depan taman atau lantai observasi Yokohama Marine Tower di dekatnya (lantai 29–30, buka pukul 10.00–22.00, masuk terakhir pukul 21.30).

Periksa Suhu dan Cahaya untuk Jalan-Jalan Sore

Jika berencana tinggal hingga sore, pilih pakaian yang mudah dipakai dan dilepas agar dapat menyesuaikan perubahan suhu.

Saat mulai merasa dingin atau suasana menjadi gelap, utamakan perjalanan pulang daripada memotret, dan pilih rute yang pijakannya terlihat jelas.

Suhu minimum harian normal di Yokohama adalah 10,1°C pada November dan 5,2°C pada Desember, jadi siapkan pakaian luar untuk menghadapi udara dingin pada musim gugur dan musim dingin.

Berikut rangkuman barang bawaan dan tindakan yang perlu disesuaikan dengan cuaca serta kondisi cahaya.

Kondisi yang perlu diperhatikan Contoh barang bawaan Panduan tindakan
Matahari terik Topi dan minuman Selipkan jeda istirahat
Berangin Pakaian luar Simpan barang yang mudah terbang
Hujan Perlengkapan hujan dan sepatu antiselip Periksa pijakan
Mulai gelap Peta rute pulang Pilih rute yang terang

Etika agar Nyaman Berjalan di Taman Yamashita

Di taman, ingatlah bahwa pemandangan dan tempat istirahat digunakan bersama orang lain agar semua pengunjung dapat merasa nyaman.

Saling Berbagi Jalur dan Tempat Istirahat

Saat memotret atau melihat peta, hindari bagian tengah jalur serta pintu masuk dan keluar, dan sisakan lebar yang cukup agar orang lain dapat lewat.

Jangan memenuhi tempat dengan barang bawaan terlalu lama; ketika ramai, berikan tempat kepada orang lain setelah selesai memotret.

Di area bunga atau tanaman seperti Mirai no Bara-en dan Chinshō Kadan, nikmati pemandangan dari jalur pengunjung tanpa melompati pagar atau membawa pulang tanaman.

Periksa Papan Petunjuk Berbahasa Jepang

Jika ada petunjuk setempat mengenai cara penggunaan atau akses masuk, utamakan petunjuk tersebut.

Mengetahui ungkapan berikut akan membantu Anda memahami peringatan berbahasa Jepang.

  • Tachiiri kinshi (dilarang masuk): Jangan memasuki area yang ditandai.
  • Tsūkō-dome (jalan ditutup): Jangan melanjutkan melalui jalan tersebut; periksa rute lain.
  • Satsuei kinshi (dilarang memotret): Jangan memotret tempat atau benda pameran yang dimaksud.

Jika berencana memotret dengan peralatan besar atau untuk pekerjaan, tanyakan prosedur yang diperlukan kepada pengelola.

Jangan meninggalkan sampah makanan dan minuman; buang sesuai petunjuk pemilahan setempat atau anjuran untuk membawanya pulang.

Rencana Menggabungkan Taman Yamashita dengan Wisata Yokohama Sekitarnya

Memikirkan urutan makan dan belanja sekaligus transportasi pulang akan memudahkan Anda memasukkan jalan-jalan ke dalam itinerary.

Padukan dengan Makan atau Menjelajah Kota Sebelum dan Sesudah Jalan-Jalan

Menentukan apakah akan makan terlebih dahulu atau sesudah berjalan sambil beristirahat membantu menyelaraskan rencana bersama teman perjalanan.

Di sekitar taman tersebar tempat wisata seperti Yokohama Chūkagai (Pecinan Yokohama), Ōsanbashi, dan Aka Renga Sōko (Gudang Bata Merah).

Tempat istirahat di dalam taman dibuka kembali pada April 2023 sebagai THE WHARF HOUSE Yamashita Kōen, fasilitas untuk makan, minum, dan beristirahat di dalam taman.

Jika ada restoran yang ingin dikunjungi, periksa hari buka, kebutuhan reservasi, serta pilihan hidangannya melalui informasi resmi restoran tersebut.

Jangan menambahkan terlalu banyak tujuan setelah jalan-jalan, dan sisakan waktu untuk berpindah tempat serta beristirahat.

Cara Menuju Taman Yamashita dengan Kereta, Bus, dan Sea Bass

Jika menggunakan kereta, stasiun terdekat adalah Stasiun Motomachi-Chūkagai di Jalur Minatomirai, sekitar 3 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar 4.

Jika menggunakan Jalur JR Negishi, perkiraan waktu berjalan adalah sekitar 15 menit dari Pintu Keluar Chūkagai Stasiun Ishikawachō atau sekitar 20 menit dari Pintu Keluar Selatan Stasiun Kannai.

Dengan bus, naik bus kota rute 26 dari depan Stasiun JR Sakuragichō dan turun di halte Yamashita Kōen-mae, atau naik bus kota rute 8 atau 58 maupun bus Kanagawa Chūō Kōtsū rute 11, turun di halte Chūkagai-iriguchi, lalu berjalan sekitar 3 menit.

Bus air Sea Bass juga beroperasi dari Pintu Keluar Timur Stasiun Yokohama dan tiba di dermaga di depan Taman Yamashita.

Tarif Sea Bass dari Pintu Keluar Timur Stasiun Yokohama ke Taman Yamashita adalah 1.500 yen untuk dewasa dan 750 yen untuk anak-anak; tersedia perjalanan langsung atau yang singgah di dermaga lain, tergantung hari dan keberangkatan.

Jika datang dengan mobil, tersedia tempat parkir berbayar Taman Yamashita di bawah taman dengan kapasitas 222 mobil biasa.

Catat Stasiun Terdekat seperti Motomachi-Chūkagai dan Rute Pulang Sebelum Berangkat

Saat pertama kali menjelajahi suatu kota dengan berjalan kaki, periksa lebih dahulu rute kembali ke penginapan dan nama stasiun yang akan digunakan.

Saat menggunakan peta, cocokkan bukan hanya posisi Anda, tetapi juga nama tujuan, lalu pastikan pintu masuk dan jalur yang dapat dilalui melalui petunjuk setempat.

Perhatikan sisa baterai ponsel dan simpan rute yang diperlukan serta cara menghubungi teman perjalanan agar tetap berguna saat rencana berubah.

Rangkuman

Saat mengunjungi Taman Yamashita di Yokohama, tentukan apakah ingin menikmati pemandangan, memotret, atau beristirahat, lalu berjalanlah sesuai ritme teman perjalanan.

Nikmati juga tempat menarik di dalam taman, seperti Hikawa-maru, Mirai no Bara-en, dan monumen yang menceritakan sejarah pemulihan setelah gempa.

Persiapan sesuai cuaca serta perhatian terhadap jalur dan orang di sekitar memudahkan Anda memilih cara menikmati taman yang sesuai bagi rombongan.

Memeriksa petunjuk setempat dan menyisakan kelonggaran dalam jadwal akan membantu Anda menikmati pengalaman pertama berjalan-jalan di kota tepi laut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Yamashita Park adalah taman tepi laut yang membentang sekitar 700 m di sepanjang Pelabuhan Yokohama, dengan kapal Hikawa Maru dan taman mawar sebagai daya tariknya. Dibuka pada 1930 sebagai taman kota tepi laut pertama di Jepang, taman ini memiliki sejumlah monumen seperti Indian Water Tower. Pada 2007, taman ini masuk dalam daftar Monumen Terdaftar Jepang untuk kategori keindahan pemandangan. Anda tidak perlu memaksakan diri berjalan dari ujung ke ujung; tentukan apakah ingin menikmati pemandangan, berfoto, atau beristirahat agar ritme jalan-jalan sesuai dengan teman perjalanan.
A. Yamashita Park dibangun di atas lahan reklamasi menggunakan puing-puing Gempa Besar Kanto tahun 1923 dan dibuka pada Maret 1930 sebagai bagian dari proyek pemulihan pascagempa. Seusai perang, taman ini diambil alih oleh militer Amerika Serikat, lalu ditata ulang pada 1961 hingga mendekati bentuknya sekarang. Indian Water Tower di ujung barat, dengan atap kubahnya yang mencolok, adalah tempat air minum hadiah dari organisasi warga India di Jepang sebagai balas budi atas bantuan saat gempa, sekaligus lambang persahabatan yang mencerminkan Yokohama sebagai pelabuhan internasional.
A. Mawar di Rose Garden of the Future, Yamashita Park, biasanya mencapai masa terbaik pada awal Mei hingga pertengahan Juni di musim semi, serta sekitar pertengahan Oktober hingga awal November di musim gugur. Sekitar 1.900 tanaman dari 160 varietas ditata dengan memadukan mawar rambat dan mawar yang dibentuk bertajuk pada batang tinggi, sehingga menciptakan susunan bertingkat. Saat memotret dengan ponsel, ketuk bunga di layar lalu turunkan sedikit kecerahannya agar kelopak putih atau berwarna pucat tidak kehilangan detail akibat terlalu terang.
A. Yamashita Park berjarak sekitar 3 menit berjalan kaki dari pintu keluar 4 Stasiun Motomachi-Chukagai di Jalur Minatomirai. Jika menggunakan Jalur JR Negishi, waktu tempuhnya sekitar 15 menit berjalan kaki dari pintu keluar Chinatown Stasiun Ishikawacho atau sekitar 20 menit dari pintu keluar selatan Stasiun Kannai. Sebelum berangkat, catat juga nama stasiun untuk perjalanan pulang dan rute menuju penginapan; saat membuka peta, cocokkan lokasi Anda dengan nama tujuan agar lebih mudah mencari jalan meski baru pertama kali ke Yokohama.
A. Tempat Parkir Yamashita Park tersedia dengan tarif mobil biasa 300 yen per 30 menit pada hari kerja dan 400 yen per 30 menit pada Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional. Pada 29 Desember–3 Januari, tarifnya juga 400 yen per 30 menit; tempat parkir biasanya buka 24 jam dan menampung 222 mobil biasa. Lift menuju World Plaza dapat digunakan pukul 08.30–17.00; di luar jam tersebut, Anda perlu menghubungi kantor pengelola parkir.
A. Bagian dalam NYK Hikawa Maru dapat dikunjungi dengan tiket umum 300 yen, pengunjung berusia 65 tahun ke atas 200 yen, dan pelajar SD hingga SMA 100 yen. Pembayaran hanya tunai; jam buka pukul 10.00–17.00 dengan masuk terakhir pukul 16.30, dan tutup pada Senin atau hari kerja berikutnya jika Senin merupakan hari libur nasional. Kapal penumpang sekaligus kargo ini selesai dibangun pada 1930, sama dengan tahun pembukaan taman, dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Penting Jepang pada 2016; mengetahui sejarahnya membuat pemandangan pelabuhan terasa lebih dekat.
A. Area tepi laut Yamashita Park mudah terkena angin, jadi pilih pakaian berlapis yang mudah dilepas dan dikenakan. Siapkan jaket atau luaran, serta pastikan topi, peta kertas, dan barang lain yang mudah tertiup angin dapat dimasukkan ke dalam tas. Tas yang membuat kedua tangan bebas mengurangi kerepotan memindahkan barang saat berjalan atau berfoto. Pada hari yang terik, bawa minuman dan selingi perjalanan dengan istirahat.
A. Masuk Yamashita Park gratis, dan taman biasanya buka 24 jam sehingga Anda juga bisa berjalan-jalan pada malam hari. Jam kunjungan fasilitas seperti Hikawa Maru berbeda, jadi akses ke taman tidak selalu berarti bagian dalam kapal bisa dikunjungi. Jika berencana tinggal hingga sore pada musim gugur atau musim dingin, perhatikan hawa dingin dan kondisi yang makin gelap; tentukan terlebih dahulu jalur pulang dengan pijakan yang masih terlihat agar rencana mudah disesuaikan dengan perubahan cahaya.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.