Tips Merencanakan Jalan-Jalan di Taman Yamashita, Yokohama
Taman Yamashita di Yokohama adalah taman tepi laut yang membentang sekitar 700 m di sepanjang Pelabuhan Yokohama, tempat Anda dapat berjalan santai sambil menikmati Jembatan Yokohama Bay Bridge dan kapal yang melintas di pelabuhan.
Sebelum berkunjung, tentukan kegiatan yang paling ingin Anda nikmati, apakah memandangi panorama, mengambil foto, atau berjalan santai, agar lebih mudah membagi waktu selama berkeliling.
Jangan membuat jadwal terlalu padat, dan sisakan waktu untuk berhenti sejenak agar jalan-jalan ini juga menjadi kesempatan beristirahat selama perjalanan.
Taman ini berjarak sekitar 3 menit berjalan kaki dari Stasiun Motomachi-Chūkagai di Jalur Minatomirai, sehingga mudah disinggahi di sela wisata.
Sisihkan Waktu untuk Menikmati Pelabuhan Yokohama dan Bay Bridge
Saat berjalan di tepi laut, perhatikan bukan hanya Yokohama Bay Bridge di kejauhan dan kapal yang melintasi pelabuhan, tetapi juga warna permukaan air serta luasnya langit.
Jangan menjadikan berjalan terus-menerus sebagai tujuan; bila menemukan pemandangan yang menarik, berhentilah di tempat yang tidak menghalangi orang lain.
Di sepanjang laut juga terdapat hamparan rumput luas, dan banyak orang membawa makanan bungkus untuk dinikmati sambil memandangi laut.
Dengan menyimpan ponsel sejenak dan meluangkan waktu memandangi panorama, Anda dapat menyimpan kenangan perjalanan dengan cara yang berbeda dari foto.
Pisahkan Waktu Berjalan dan Memotret
Jika ingin membawa pulang banyak foto, carilah panorama menarik sambil berjalan dan berhentilah hanya ketika memotret agar kegiatan jalan-jalan terasa lebih mengalir.
Anda dapat memilih foto dan mengirimkannya kepada teman perjalanan dengan lebih tenang jika melakukannya sekaligus saat beristirahat.
Jangan terlalu terpaku pada komposisi yang diinginkan; setelah selesai memotret, luangkan juga waktu menikmati pemandangan bersama teman perjalanan.
Area taman di sepanjang laut memiliki panjang sekitar 700 m dari ujung ke ujung, sehingga menentukan lokasi foto terlebih dahulu membantu Anda berkeliling dengan efisien.
Tentukan Tempat Istirahat dan Toilet Sesuai Ritme Teman Perjalanan
Saat bepergian bersama anak-anak atau orang yang tidak terbiasa berjalan jauh, tentukan kegiatan berdasarkan kesempatan beristirahat sebelum lelah, bukan jarak yang mampu ditempuh.
Beristirahatlah ketika menemukan tempat duduk, dan jika berpencar, pilih penanda yang dipahami bersama sebagai tempat bertemu.
Memotret dan membagikan peta atau papan petunjuk setempat dapat mengurangi kerepotan menjelaskan lokasi hanya dengan kata-kata.
Terdapat 3 lokasi toilet umum di taman, yang dilengkapi meja ganti popok, kursi bayi, dan fasilitas lainnya.
Toilet multifungsi berada di dekat Ishi no Sutēji (panggung batu) dan juga menyediakan fasilitas bagi pengguna stoma.
Jika datang dengan kursi roda atau kereta bayi, Anda dapat menggunakan lift dari area parkir menuju Sekai no Hiroba (Alun-Alun Dunia) di sisi timur; lift beroperasi pukul 08.30–17.00, dan untuk penggunaan di luar jam tersebut Anda perlu menghubungi kantor pengelola parkir.

Sejarah dan Tempat Menarik di Taman Yamashita
Mengetahui asal-usul taman serta tempat menarik utamanya sebelum berjalan-jalan akan membantu Anda lebih menghayati pemandangan di dalamnya.
Taman Kota Tepi Laut Pertama di Jepang yang Lahir dari Pemulihan Gempa Besar Kantō
Taman Yamashita dibangun melalui reklamasi laut menggunakan puing-puing gempa dan material lain sebagai bagian dari proyek pemulihan setelah Gempa Besar Kantō tahun 1923 (Taishō 12).
Pembangunan tanggul dimulai pada 1925 (Taishō 14), dan taman dibuka pada Maret 1930 (Shōwa 5).
Inilah taman kota tepi laut pertama yang dibuka di Jepang.
Setelah Perang Dunia II, taman ini diambil alih oleh militer Amerika Serikat, tetapi dikembalikan secara bertahap mulai 1954 (Shōwa 29), lalu ditata ulang hingga hampir menyerupai bentuknya sekarang pada 1961 (Shōwa 36).
Pada 2007 (Heisei 19), taman ini tercatat sebagai monumen terdaftar nasional.
Luas taman mencapai 74.121 meter persegi, membentang di tepi laut dari sekitar sisi timur Ōsanbashi (dermaga penumpang) hingga Dermaga Yamashita.
Hikawa-maru, Mirai no Bara-en, dan Spot Wisata Taman Yamashita
Di perairan depan taman berlabuh Hikawa-maru, kapal penumpang dan kargo yang selesai dibangun pada 1930, tahun yang sama dengan pembukaan taman.
Hikawa-maru dibangun oleh perusahaan pelayaran Nippon Yūsen untuk rute Seattle dan juga dijuluki “Ratu Pasifik Utara”.
Kapal ini ditambatkan untuk pelestarian di depan Taman Yamashita sejak 1961 dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional pada 2016.
Bagian dalamnya dibuka untuk umum dengan nama Nippon Yūsen Hikawa-maru, dengan jam buka pukul 10.00–17.00 (masuk terakhir pukul 16.30), dan tutup setiap Senin (jika bertepatan dengan hari libur, tutup pada hari kerja berikutnya).
Harga tiket masuk adalah 300 yen untuk umum, 200 yen untuk usia 65 tahun ke atas, serta 100 yen untuk siswa SD, SMP, dan SMA; pembayaran hanya dengan uang tunai.
Di dekat Hikawa-maru terdapat Mirai no Bara-en (taman mawar masa depan), yang dibuka kembali setelah renovasi pada April 2016 dan ditanami sekitar 1.900 rumpun mawar dari 160 varietas.
Chinshō Kadan (taman bunga cekung), yang dibuat lebih rendah daripada area sekitarnya, merupakan taman bunga hasil penataan ulang bagian yang semula menjadi tempat tambat perahu ketika taman dibuka.
Berbagai monumen tersebar di taman, termasuk Akai Kutsu Haiteta Onnanoko-zō (patung gadis bersepatu merah) yang dikenal melalui lagu anak-anak, Mizu no Shugoshin (penjaga air) hadiah dari kota kembar San Diego, serta Kamome no Suiheisan no Kahi (monumen lagu pelaut burung camar).
Indo Suitō (menara air India) di ujung barat taman merupakan tempat minum yang disumbangkan organisasi warga India di Jepang sebagai balasan atas bantuan saat Gempa Besar Kantō, dengan desain bergaya Islam yang menarik perhatian.
Sekai no Hiroba di sisi timur ditata untuk Pameran Yokohama, dan memiliki alun-alun dengan rancangan jalur yang membentang ke 6 benua serta tangga besar dengan kaskade (air terjun bertingkat) yang mengingatkan pada Park Güell di Barcelona.
Waktu Terbaik Melihat Mawar, Sakura, dan Bunga Musiman
Perkiraan waktu terbaik menikmati Mirai no Bara-en adalah awal Mei hingga pertengahan Juni pada musim semi, serta pertengahan Oktober hingga awal November pada musim gugur.
Sakura diperkirakan mencapai masa terbaiknya pada akhir Maret hingga awal April, sedangkan tulip mulai sekitar awal April.
Di Jalan Yamashita Kōen-dōri yang menghadap taman, deretan ginkgo berubah menjadi kuning keemasan, biasanya paling indah sekitar pertengahan November hingga awal Desember.
Waktu bunga mekar dan daun berubah warna dapat bergeser sesuai cuaca tiap tahun, jadi jika datang untuk melihat bunga, periksa informasi terbaru menjelang kunjungan.

Tips Komposisi dan Etika Foto Tepi Laut di Taman Yamashita
Untuk foto perjalanan, menentukan apa yang akan menjadi subjek utama memudahkan Anda merumuskan kesan yang ingin ditangkap.
Di Taman Yamashita ada banyak subjek utama yang menarik, seperti Hikawa-maru, Yokohama Bay Bridge, kapal yang melintasi pelabuhan, dan mawar musiman.
Tentukan Subjek Utama dan Ruang Kosong untuk Foto Hikawa-maru atau Laut
Cobalah mengubah arah ponsel sesuai tujuan foto, apakah menampilkan laut dan langit yang luas atau menyertakan orang untuk merekam suasana perjalanan.
Saat memotret Hikawa-maru, tentukan terlebih dahulu apakah ingin memasukkan seluruh kapal atau mengambil detail seperti haluan dan tiang, agar lebih mudah menyusun komposisi.
Jangan memenuhi seluruh bingkai; sisakan ruang di sekitar subjek utama agar hal yang ingin ditonjolkan lebih mudah terlihat.
Tabel berikut merangkum cara mengatur komposisi sesuai kesan yang ingin Anda abadikan.
| Kesan yang ingin diabadikan | Cara mengatur komposisi | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Luasnya panorama | Tampilkan langit atau permukaan air yang luas | Periksa kemiringan gambar |
| Orang dan pemandangan | Tempatkan orang di sisi kiri atau kanan | Perhatikan orang di latar belakang |
| Kesan warna dan bentuk | Fokuskan bingkai pada subjek utama | Jangan memaksakan diri mendekat |
| Suasana jalan-jalan | Manfaatkan kedalaman jalan | Jangan menghalangi jalur |
Periksa Arah Cahaya dan Kecerahan Gambar
Bahkan pada siang hari, arah datangnya cahaya dapat membuat wajah orang tampak gelap atau permukaan air memantulkan cahaya dengan terang.
Lihat hasil foto untuk memeriksa kecerahannya, lalu ubah sedikit posisi berdiri atau arah kamera bila diperlukan.
Saat memotret bunga di taman mawar, ketuk bunga pada layar dan turunkan kecerahan bila perlu agar warna kelopaknya tidak tampak putih akibat cahaya berlebihan.
Jangan berjalan mundur sambil melihat layar; saat berpindah tempat, turunkan kamera terlebih dahulu dan periksa pijakan Anda.
Komunikasi dan Kepedulian Saat Memotret Orang
Sebelum memotret teman perjalanan, sampaikan posisi berdiri yang diinginkan dan hindari meminta mereka berjalan mundur.
Jika menjadikan wisatawan lain sebagai subjek utama, pastikan persetujuan mereka; untuk foto yang akan dipublikasikan, perhatikan juga orang sekitar yang ikut tertangkap kamera.
Menjaga jarak antara fotografer dan subjek agar tidak terlalu jauh memudahkan Anda memberi ruang bagi orang yang lewat di antaranya.
Di dalam Hikawa-maru, Anda dapat memotret untuk keperluan pribadi dan nonkomersial, dengan menghindari penggunaan tripod.
Periksa Aturan Foto Prapernikahan, Komersial, dan Drone Sebelum Berkunjung
Izin fotografi terlebih dahulu diperlukan untuk pengambilan gambar komersial seperti iklan TV atau majalah, foto pernikahan dan Shichi-go-san (perayaan anak usia 3, 5, dan 7 tahun), serta sesi foto model di Taman Yamashita.
Bahkan untuk pemotretan pribadi, kegiatan dianggap komersial jika ada pertukaran uang atau imbalan lain yang melibatkan fotografer, subjek, atau keduanya.
Pengambilan gambar menggunakan drone, termasuk drone mainan, tercantum sebagai contoh kegiatan yang tidak dapat diizinkan.
Permohonan izin dan konsultasi diterima oleh bagian taman pusat kota pada Kantor Taman dan Ruang Hijau Wilayah Selatan, Biro Lingkungan Hijau Kota Yokohama, yang mengelola Taman Yamashita.

Pakaian dan Barang Bawaan untuk Jalan-Jalan di Taman Yamashita Sesuai Cuaca
Hindari membawa terlalu banyak barang, dan sesuaikan bawaan dengan cuaca hari itu serta prakiraan saat pulang agar lebih nyaman berjalan.
Panduan Suhu dan Pakaian Tiap Musim di Yokohama
Berikut rangkuman suhu tiap musim dan pilihan pakaian di Yokohama berdasarkan nilai normal iklim (rata-rata 1991–2020).
- Musim semi (Maret–Mei): Suhu rata-rata meningkat dari 9,7°C pada Maret menjadi 18,8°C pada Mei, jadi pilih pakaian yang mudah disesuaikan, dari mantel tipis hingga kemeja lengan panjang.
- Musim panas (Juni–Agustus): Pada Agustus, suhu rata-rata mencapai 27,0°C dan suhu maksimum harian normal 31,0°C, jadi siapkan pakaian yang memiliki sirkulasi udara baik serta topi.
- Musim gugur (September–November): Suhu rata-rata turun dari 23,7°C pada September menjadi 13,4°C pada November, jadi siapkan jaket tipis atau sweter untuk paruh akhir musim.
- Musim dingin (Desember–Februari): Pada Januari, suhu rata-rata 6,1°C dan suhu minimum harian normal 2,7°C, sehingga mantel tebal dan sarung tangan membantu menjaga kenyamanan.
Taman tepi laut mudah terkena angin, jadi ingatlah bahwa pada beberapa hari udara bisa terasa lebih dingin daripada angka suhunya.
Utamakan Istirahat Saat Matahari Terik
Jika sinar matahari terasa menyengat, siapkan topi dan minuman, lalu susun rencana yang menyertakan jeda istirahat alih-alih terus berjalan.
Pada Juli dan Agustus di Yokohama, suhu maksimum harian normal mencapai 29–31°C, jadi seringlah minum bila berjalan lama pada siang hari.
Saat menggunakan payung pelindung matahari, perhatikan jarak dengan orang sekitar dan kondisi angin ketika membuka atau menutupnya.
Rapikan Barang Bawaan untuk Menghadapi Angin
Jika angin menjadi perhatian, bawalah pakaian luar dan siapkan tempat menyimpan barang yang mudah terbang seperti topi atau peta kertas.
Kecepatan angin rata-rata di Yokohama sekitar 3–4 m per detik sepanjang tahun, dengan nilai tertinggi tahunan sebesar 3,9 m per detik pada Maret dan April.
Pilih tas yang membuat kedua tangan bebas agar tidak perlu repot memindahkan barang setiap kali memotret atau berpindah tempat.
Tinjau Pijakan dan Rencana Saat Hujan
Saat hujan, kenakan sepatu antiselip yang sudah nyaman dipakai berjalan, dan melangkahlah sambil memeriksa pijakan.
Curah hujan normal di Yokohama pada September dan Oktober masing-masing melebihi 240 mm, menjadikannya periode paling hujan sepanjang tahun.
Jika hujan atau angin semakin kuat, sesuaikan kegiatan dengan cuaca, misalnya mengakhiri jalan-jalan dan beralih menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Saat hujan, Anda juga dapat mengganti rencana dengan tempat di dalam ruangan, seperti melihat bagian dalam Hikawa-maru yang berlabuh di depan taman atau lantai observasi Yokohama Marine Tower di dekatnya (lantai 29–30, buka pukul 10.00–22.00, masuk terakhir pukul 21.30).
Periksa Suhu dan Cahaya untuk Jalan-Jalan Sore
Jika berencana tinggal hingga sore, pilih pakaian yang mudah dipakai dan dilepas agar dapat menyesuaikan perubahan suhu.
Saat mulai merasa dingin atau suasana menjadi gelap, utamakan perjalanan pulang daripada memotret, dan pilih rute yang pijakannya terlihat jelas.
Suhu minimum harian normal di Yokohama adalah 10,1°C pada November dan 5,2°C pada Desember, jadi siapkan pakaian luar untuk menghadapi udara dingin pada musim gugur dan musim dingin.
Berikut rangkuman barang bawaan dan tindakan yang perlu disesuaikan dengan cuaca serta kondisi cahaya.
| Kondisi yang perlu diperhatikan | Contoh barang bawaan | Panduan tindakan |
|---|---|---|
| Matahari terik | Topi dan minuman | Selipkan jeda istirahat |
| Berangin | Pakaian luar | Simpan barang yang mudah terbang |
| Hujan | Perlengkapan hujan dan sepatu antiselip | Periksa pijakan |
| Mulai gelap | Peta rute pulang | Pilih rute yang terang |

Etika agar Nyaman Berjalan di Taman Yamashita
Di taman, ingatlah bahwa pemandangan dan tempat istirahat digunakan bersama orang lain agar semua pengunjung dapat merasa nyaman.
Saling Berbagi Jalur dan Tempat Istirahat
Saat memotret atau melihat peta, hindari bagian tengah jalur serta pintu masuk dan keluar, dan sisakan lebar yang cukup agar orang lain dapat lewat.
Jangan memenuhi tempat dengan barang bawaan terlalu lama; ketika ramai, berikan tempat kepada orang lain setelah selesai memotret.
Di area bunga atau tanaman seperti Mirai no Bara-en dan Chinshō Kadan, nikmati pemandangan dari jalur pengunjung tanpa melompati pagar atau membawa pulang tanaman.
Periksa Papan Petunjuk Berbahasa Jepang
Jika ada petunjuk setempat mengenai cara penggunaan atau akses masuk, utamakan petunjuk tersebut.
Mengetahui ungkapan berikut akan membantu Anda memahami peringatan berbahasa Jepang.
- Tachiiri kinshi (dilarang masuk): Jangan memasuki area yang ditandai.
- Tsūkō-dome (jalan ditutup): Jangan melanjutkan melalui jalan tersebut; periksa rute lain.
- Satsuei kinshi (dilarang memotret): Jangan memotret tempat atau benda pameran yang dimaksud.
Jika berencana memotret dengan peralatan besar atau untuk pekerjaan, tanyakan prosedur yang diperlukan kepada pengelola.
Jangan meninggalkan sampah makanan dan minuman; buang sesuai petunjuk pemilahan setempat atau anjuran untuk membawanya pulang.
Rencana Menggabungkan Taman Yamashita dengan Wisata Yokohama Sekitarnya
Memikirkan urutan makan dan belanja sekaligus transportasi pulang akan memudahkan Anda memasukkan jalan-jalan ke dalam itinerary.
Padukan dengan Makan atau Menjelajah Kota Sebelum dan Sesudah Jalan-Jalan
Menentukan apakah akan makan terlebih dahulu atau sesudah berjalan sambil beristirahat membantu menyelaraskan rencana bersama teman perjalanan.
Di sekitar taman tersebar tempat wisata seperti Yokohama Chūkagai (Pecinan Yokohama), Ōsanbashi, dan Aka Renga Sōko (Gudang Bata Merah).
Tempat istirahat di dalam taman dibuka kembali pada April 2023 sebagai THE WHARF HOUSE Yamashita Kōen, fasilitas untuk makan, minum, dan beristirahat di dalam taman.
Jika ada restoran yang ingin dikunjungi, periksa hari buka, kebutuhan reservasi, serta pilihan hidangannya melalui informasi resmi restoran tersebut.
Jangan menambahkan terlalu banyak tujuan setelah jalan-jalan, dan sisakan waktu untuk berpindah tempat serta beristirahat.
Cara Menuju Taman Yamashita dengan Kereta, Bus, dan Sea Bass
Jika menggunakan kereta, stasiun terdekat adalah Stasiun Motomachi-Chūkagai di Jalur Minatomirai, sekitar 3 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar 4.
Jika menggunakan Jalur JR Negishi, perkiraan waktu berjalan adalah sekitar 15 menit dari Pintu Keluar Chūkagai Stasiun Ishikawachō atau sekitar 20 menit dari Pintu Keluar Selatan Stasiun Kannai.
Dengan bus, naik bus kota rute 26 dari depan Stasiun JR Sakuragichō dan turun di halte Yamashita Kōen-mae, atau naik bus kota rute 8 atau 58 maupun bus Kanagawa Chūō Kōtsū rute 11, turun di halte Chūkagai-iriguchi, lalu berjalan sekitar 3 menit.
Bus air Sea Bass juga beroperasi dari Pintu Keluar Timur Stasiun Yokohama dan tiba di dermaga di depan Taman Yamashita.
Tarif Sea Bass dari Pintu Keluar Timur Stasiun Yokohama ke Taman Yamashita adalah 1.500 yen untuk dewasa dan 750 yen untuk anak-anak; tersedia perjalanan langsung atau yang singgah di dermaga lain, tergantung hari dan keberangkatan.
Jika datang dengan mobil, tersedia tempat parkir berbayar Taman Yamashita di bawah taman dengan kapasitas 222 mobil biasa.
Catat Stasiun Terdekat seperti Motomachi-Chūkagai dan Rute Pulang Sebelum Berangkat
Saat pertama kali menjelajahi suatu kota dengan berjalan kaki, periksa lebih dahulu rute kembali ke penginapan dan nama stasiun yang akan digunakan.
Saat menggunakan peta, cocokkan bukan hanya posisi Anda, tetapi juga nama tujuan, lalu pastikan pintu masuk dan jalur yang dapat dilalui melalui petunjuk setempat.
Perhatikan sisa baterai ponsel dan simpan rute yang diperlukan serta cara menghubungi teman perjalanan agar tetap berguna saat rencana berubah.
Rangkuman
Saat mengunjungi Taman Yamashita di Yokohama, tentukan apakah ingin menikmati pemandangan, memotret, atau beristirahat, lalu berjalanlah sesuai ritme teman perjalanan.
Nikmati juga tempat menarik di dalam taman, seperti Hikawa-maru, Mirai no Bara-en, dan monumen yang menceritakan sejarah pemulihan setelah gempa.
Persiapan sesuai cuaca serta perhatian terhadap jalur dan orang di sekitar memudahkan Anda memilih cara menikmati taman yang sesuai bagi rombongan.
Memeriksa petunjuk setempat dan menyisakan kelonggaran dalam jadwal akan membantu Anda menikmati pengalaman pertama berjalan-jalan di kota tepi laut.









Ulasan (0)