Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Tempat Tersembunyi di Ehime: Desa Gunung dan Kota Pelabuhan

10 Tempat Tersembunyi di Ehime: Desa Gunung dan Kota Pelabuhan
Temukan 10 tempat tenang di Ehime, dari Ngarai Nametoko dan Uchiko hingga sawah terasering Uwakai dan Mitsuhama, dengan tips perjalanan.

Ringkasan Cepat

Sekilas Tempat Tersembunyi di Ehime

Tempat-tempat tersembunyi di Ehime menawarkan perjalanan tenang menyusuri ngarai dan ladang bertingkat di desa pegunungan, kota pelabuhan, serta pulau, dengan aliran air jernih, pemandangan dinding batu, kawasan kota yang terbentuk oleh industri lilin Jepang, kapal penyeberangan, dan jembatan bergerak.

Daya Tarik 10 Tempat Pilihan

Kami memilih 10 tempat tersembunyi di Ehime, termasuk Ngarai Nametoko, Air Terjun Shirai, kincir air di Ishidatami, ladang bertingkat Yusu Mizugaura, kawasan kota Uchiko dan Unomachi, Mitsuhama, Jembatan Nagahama Ohashi, serta Pulau Mutsukijima.

Lokasi yang Tersebar di Seluruh Prefektur

Tempat-tempat tersebut tersebar di berbagai wilayah prefektur, termasuk Matsuyama, Uchiko dan Seiyo, Uwajima dan Matsuno, serta Ainan, sehingga tidak cocok untuk rencana yang mengunjungi semuanya dalam satu hari.

Alokasikan Satu Hari untuk Setiap Wilayah

Pilih masing-masing satu tempat alam dan satu kawasan kota di setiap wilayah, susun jadwal transportasi umum dengan menghitung mundur dari layanan terakhir, dan jika berkendara, periksa tempat istirahat di jalan pegunungan serta pesisir.

Persiapan Berjalan Kaki dan Perhatian di Daerah Pegunungan

Ngarai, air terjun, dan ladang bertingkat memiliki tanjakan serta jalan yang licin, jadi siapkan sepatu yang nyaman dan minuman, serta utamakan panduan akses setempat setelah hujan atau saat permukaan air naik.

Pola Keramaian

Tempat tersembunyi pun dapat mengalami peningkatan pengunjung saat musim gugur, acara, atau libur panjang, sehingga belum tentu selalu sepi.

Menghormati Ruang Kehidupan Warga

Ladang bertingkat, permukiman, pelabuhan, dan kapal penyeberangan merupakan tempat pertanian, perikanan, dan kehidupan sehari-hari, jadi jangan memasuki lahan pribadi atau ladang dan berhati-hatilah agar lalu lalang atau pengambilan foto tidak mengganggu kehidupan setempat.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Ehime

10 Destinasi Tersembunyi di Ehime dan Cara Memilihnya

Destinasi tersembunyi di Ehime sangat beragam, mulai dari ngarai di pegunungan, ladang bertingkat berdinding batu, kawasan kota yang makmur berkat lilin nabati dan persinggahan, hingga pelabuhan serta pulau yang menopang pelayaran.

Banyak tempat berada jauh dari objek wisata terkenal. Karena itu, jangan memilih hanya berdasarkan popularitas; periksa jalan, kapal, kondisi untuk berjalan kaki, dan area yang terbuka bagi pengunjung, lalu sediakan waktu yang cukup untuk satu kawasan.

Utamakan kisah tempat, bukan sekadar suasana sepi

Sebutan "tersembunyi" tidak berarti tempat itu selalu sepi. Jumlah pengunjung dapat meningkat pada musim gugur, saat acara, dan selama libur panjang.

Artikel ini tidak menjamin sedikitnya wisatawan, melainkan memilih 10 tempat yang memungkinkan Anda mengamati hubungan antara alam dan kehidupan setempat.

Bandingkan dahulu karakter 10 tempat

Dengan merangkum pemandangan dan hal yang perlu diperhatikan terhadap masyarakat setempat, Anda dapat menggabungkan tempat-tempat dengan tujuan serupa tanpa memaksakan jadwal.

Tempat Fokus pemandangan Pokok perencanaan
Ngarai Nametoko Granit dan aliran jernih Periksa cuaca
Air Terjun Shirai Air terjun dan jalur gunung Kenakan sepatu yang nyaman
Taman Ishidatami Seiryūen Kincir air dan pedesaan Hormati permukiman
Ladang Bertingkat Yusu Mizugaura Dinding batu dan Laut Uwa Jangan memasuki ladang
Taman Sunokawa Pantai dan hutan Periksa petunjuk penggunaan
Yōkaichi-Gokoku Rumah pedagang lilin nabati Periksa area yang terbuka
Unomachi Machiya dan bangunan bergaya Barat Hormati jalan warga
Mitsuhama Pelabuhan dan feri penyeberangan Jangan menghalangi lalu lintas
Jembatan Nagahama Ōhashi Jembatan angkat dan muara Periksa informasi buka-tutup
Pulau Muzuki Kebun jeruk dan laut Periksa kapal pulang

Menelusuri aliran jernih dan kehidupan warga di desa pegunungan

Di daerah pegunungan Nanyo dan Tōyo, Anda dapat membandingkan permukaan batu yang terkikis air dengan lanskap yang dibentuk oleh cara warga memanfaatkan air.

Pertimbangkan bagian jalur tanpa sinyal telepon dan jalan yang licin, lalu tentukan batas perjalanan agar dapat kembali sebelum matahari terbenam.

1. Ngarai Nametoko

Ngarai Nametoko yang membentang di Kota Uwajima dan kota kecil Matsuno merupakan bagian dari Taman Nasional Ashizuri-Uwakai. Aliran jernih mengalir di atas dasar sungai granit yang halus.

Di Senjōjiki dan Deainame, air mengalir seolah membasuh satu hamparan batu. Di sini Anda dapat mengamati bentuk lahan yang lebih lembut daripada air terjun dengan undakan besar.

Karena jalur pejalan kaki berlanjut di alam terbuka, waspadai batu basah dan daun gugur setelah hujan. Jika ada kenaikan debit atau pemberitahuan penutupan, utamakan aturan setempat.

Kegiatan seperti canyoning memerlukan perlengkapan dan pemandu. Jangan masuk ke air hanya sebagai lanjutan berjalan-jalan; periksa ketentuan operator yang diakui.


2. Air Terjun Shirai

Air Terjun Shirai di Kota Tōon berada di dalam Taman Alam Prefektur Pegunungan Saragamine. Setelah menempuh jalur gunung, Anda dapat melihat air jatuh di dinding batu dengan hutan di sekelilingnya.

Air terjun ini disebut memiliki ketinggian 96 m dan merupakan salah satu air terjun besar yang mewakili Kota Tōon.

Pemandangan berubah menjadi hijau muda, dedaunan musim gugur, dan es sesuai musim. Namun, pembekuan bergantung pada suhu dan tidak dapat dipastikan terlihat pada hari tertentu.

Jalur menuju air terjun memiliki tanjakan. Pilih sepatu antiselip dan pada musim dingin periksa kondisi es di jalan serta jalur pejalan kaki.

Periksa juga lebar jalan setelah area parkir dan informasi angkutan umum. Jangan memarkir kendaraan di tanah pribadi atau tempat yang mengganggu pekerjaan pertanian.

3. Taman Ishidatami Seiryūen

Taman Ishidatami Seiryūen di Ishidatami, kota kecil Uchiko, adalah taman kecil tempat rumah kincir air yang memakai aliran Sungai Fumotokawa dan jembatan beratap berpadu dengan lanskap pedesaan.

Tempat ini menyimpan ingatan saat kincir air digunakan untuk menggiling padi dan keperluan lain. Jangan hanya melihatnya sebagai hiasan; amati aliran dari saluran ke roda air untuk memahami hubungannya dengan kehidupan warga.

Jumlah kincir dan status operasinya dapat berubah seiring pembaruan fasilitas. Jangan mengandalkan angka dalam artikel lama; periksa informasi di lokasi.

Daerah sekitar merupakan permukiman. Jangan menutup jalan untuk mengambil foto atau memasuki pekarangan rumah, dan berjalanlah dengan menjaga ketenangan lingkungan.

Melihat ladang bertingkat dan bentang pantai di Laut Uwa

Di pantai Nanyo, dinding batu yang mengubah lereng curam menjadi lahan garapan serta taman dengan kolam air laut dan hutan ubamegashi memperlihatkan dekatnya hubungan manusia dengan laut.

Jalan pesisir memiliki banyak tikungan. Jangan menilai waktu tempuh hanya dari jarak pada peta; sisakan waktu longgar termasuk untuk beristirahat.

4. Ladang Bertingkat Yusu Mizugaura

Di Yusu Mizugaura, Kota Uwajima, dinding batu disusun pada lereng yang menjorok ke Laut Uwa untuk membentuk ladang bertingkat. Lanskap ini telah ditetapkan sebagai Lanskap Budaya Penting Nasional.

Dari bawah lereng yang menjulang dari laut, rangkaian dinding batu terlihat jelas. Dari tempat yang lebih tinggi, Anda dapat memandang kehidupan di Laut Uwa, termasuk teluk dan rakit budidaya.

Ladang bertingkat ini masih aktif digunakan. Jangan menyentuh tanaman atau dinding batu maupun menghalangi jalan kerja; gunakan rute kunjungan yang ditentukan.

Karena jalannya menanjak curam, biarkan kedua tangan bebas dan siapkan minuman saat cuaca panas. Dahulukan kendaraan pertanian ketika berpapasan.


5. Taman Sunokawa

Taman Sunokawa di kota kecil Ainan berada di dalam Taman Nasional Ashizuri-Uwakai. Hutan ubamegashi di sepanjang pantai berpadu dengan laut biru.

Jangan hanya melihat laut. Dengan mengamati secara berurutan hutan ubamegashi yang diterpa angin laut dan kawasan berbatu, Anda dapat membandingkan beberapa lingkungan pantai sekaligus.

Berkemah dan penggunaan kawasan pantai tunduk pada aturan pengelolaan. Setelah tiba, periksa petunjuk kantor pengelola dan pahami bahwa pemasangan tenda mungkin tidak tersedia saat ramai.

Pasang surut, angin, dan ombak berubah setiap hari. Jangan memaksakan diri mendekati bebatuan, dan utamakan petunjuk keselamatan setempat ketika berenang atau melakukan aktivitas bahari.

Menyusuri kota perdagangan dan pendidikan di Uchiko dan Unomachi

Yōkaichi-Gokoku dan Unomachi sama-sama merupakan Distrik Pelestarian Penting untuk Kelompok Bangunan Tradisional, tetapi perpaduan industri dan arsitektur yang menopang masing-masing kota berbeda.

Dengan membandingkan kisi-kisi, plester, atap, dan lebar jalan, bukan hanya bagian depan bangunan, Anda akan lebih mudah memahami peran kota-kota di Nanyo.

6. Kawasan Bersejarah Yōkaichi-Gokoku di Uchiko

Di distrik Yōkaichi-Gokoku, Uchiko, rumah pedagang dan machiya yang berjaya melalui produksi lilin nabati dari akhir zaman Edo hingga zaman Meiji masih berjajar di sepanjang jalan.

Dinding plester kekuningan, jendela mushikomado, dan relief kote-e memperlihatkan bukan hanya kekayaan para pedagang besar, tetapi juga keterampilan plester yang diasah perajin setempat.

Akses ke bagian dalam museum dan rumah berbeda-beda menurut fasilitas, dan beberapa tempat dapat tutup karena restorasi. Periksa jadwal berjalan-jalan dan rencana masuk bangunan secara terpisah.

Jalan ini merupakan kawasan wisata sekaligus ruang hidup warga. Jangan menghalangi pintu masuk atau memasuki bangunan yang tidak dibuka untuk umum tanpa izin.


7. Kawasan Bersejarah Uwachō Unomachi

Uwachō Unomachi di Kota Seiyo berkembang sebagai kota persinggahan di jalur Uwajima Kaidō dan kota pasar pedesaan. Distrik pelestarian ini mempertahankan pembagian lahan era awal modern dan machiya yang kokoh.

Selain machiya dengan pintu masuk di sisi pelana maupun sisi panjang, dinding putih, dan kisi-kisi, terdapat pula gereja, sekolah, dan bangunan bergaya Barat lain sehingga budaya dari berbagai zaman bertumpuk di satu jalan.

Dengan menggabungkan kunjungan ke fasilitas budaya yang mengenalkan tokoh-tokoh setempat, Anda dapat mempelajari bukan hanya arsitektur, tetapi juga latar tumbuhnya kedokteran dan pendidikan di kota ini.

Jangan mencoba mengunjungi semua fasilitas yang hari bukanya berbeda. Jadikan kawasan kota sebagai poros, pilih satu atau dua tempat, dan hormati privasi warga saat memotret rumah.

Unsur yang diamati Uchiko Unomachi
Landasan kota Perdagangan lilin nabati Kota persinggahan dan kota pasar pedesaan
Ciri arsitektur Plester dan kote-e Machiya dan bangunan bergaya Barat
Cara berjalan Rancangan jalan Lapisan berbagai zaman
Hal yang perlu diperhatikan Jangan menghalangi pintu masuk Hormati jalan warga

Memahami transportasi laut Ehime di kota pelabuhan dan pulau

Mitsuhama, Nagahama, dan Pulau Muzuki menyimpan ingatan tentang berbagai bentuk transportasi laut: feri penyeberangan, jembatan angkat, pedagang keliling, dan budidaya jeruk.

Kapal dan jembatan juga merupakan sarana yang menopang kehidupan warga. Prinsip dasarnya adalah tidak menghentikan operasi atau lalu lintas demi wisata.

8. Mitsuhama dan Feri Mitsu

Mitsuhama di Kota Matsuyama berkembang sebagai kota pelabuhan yang menjadi gerbang laut. Rumah pedagang dan bangunan tua tetap ada di jalan-jalan sempit, sehingga struktur kota yang mengarah ke pelabuhan dapat ditelusuri dengan berjalan kaki.

Feri Mitsu yang menghubungkan Mitsu dan Minatoyama merupakan bagian dari jalan kota. Feri ini bukan kapal wisata, melainkan sarana mobilitas harian masyarakat.

Walau perjalanannya singkat, ikuti arahan awak kapal. Jangan menghalangi akses naik-turun dengan sepeda atau barang bawaan, dan periksa informasi operasi untuk pembatalan serta jam layanan.

Saat berjalan di kota, jangan berasumsi toko selalu buka. Amati hubungan pelabuhan dan kawasan kota tanpa memasuki rumah atau area kerja pelaku perikanan.

9. Jembatan Nagahama Ōhashi dan Muara Sungai Hiji

Jembatan Nagahama Ōhashi di Nagahama, Kota Ōzu, adalah jembatan jalan yang dapat diangkat di atas muara Sungai Hiji. Bagian tengahnya masih dapat dibuka agar kapal bisa melintas.

Jembatan ini selesai dibangun pada 1935 sebagai warisan teknik sipil modern. Karena dicat merah, warga juga menyebutnya Akabashi atau Jembatan Merah.

Jembatan ini dianggap sebagai jembatan angkat jalan tertua di Jepang yang masih beroperasi dan ditetapkan sebagai Benda Budaya Penting tingkat nasional pada 2014.

Pembukaan berkala dilakukan untuk pemeriksaan dan pariwisata, tetapi jadwal dapat berubah karena cuaca atau pekerjaan. Jangan mengandalkan waktu sebagai informasi tetap; periksa pemberitahuan buka-tutup.

Karena jembatan masih digunakan sebagai jalan, jangan masuk ke jalur kendaraan saat mengambil foto. Amati bagian yang bergerak dan muara dari trotoar atau lokasi aman.

10. Pulau Muzuki

Pulau Muzuki di lepas pantai Kota Matsuyama pernah makmur berkat pedagang keliling dan budidaya jeruk. Di permukiman dekat pelabuhan masih terdapat rumah tua dengan gerbang nagayamon.

Dari jalan pertanian yang mengitari pegunungan, laut dan pulau-pulau sekitar terlihat di balik kebun jeruk. Dengan berjalan kaki, Anda dapat memahami pemanfaatan lahan pulau yang berbeda dari kota pelabuhan.

Permukiman dan ladang merupakan tempat hidup dan bekerja warga. Jangan keluar dari jalan pertanian untuk memasuki kebun, dan perhatikan izin serta jarak saat memotret orang atau rumah.

Sebelum menyeberang, periksa jadwal kapal pergi-pulang, area yang akan dijelajahi, serta tempat makan dan beristirahat. Mulailah kembali pada waktu yang tidak membuat Anda terlambat naik kapal pulang.

Menghubungkan desa pegunungan dan kota pelabuhan Ehime tanpa memaksakan perjalanan

Kesepuluh tempat tersebar di seluruh prefektur. Rencana untuk mengunjungi Matsuyama, Uchiko-Seiyo, Uwajima-Matsuno, dan Ainan dalam satu hari tidaklah sesuai.

Dengan memilih masing-masing satu tempat alam dan satu kawasan kota per wilayah, perjalanan tidak akan habis hanya untuk berpindah dan Anda dapat memahami latar lanskap dengan saksama.

Jadikan satu wilayah sebagai unit perjalanan sehari

Di Matsuyama, susun perjalanan di sekitar Mitsuhama dan pelabuhan; di Uchiko, gabungkan Yōkaichi-Gokoku dengan Ishidatami; di Seiyo, utamakan Unomachi; dan di kawasan Uwajima, pilih ladang bertingkat atau Ngarai Nametoko sebagai pusat.

Pada hari menuju selatan hingga Taman Sunokawa, sediakan waktu untuk berada di kota kecil Ainan. Lebih aman memisahkannya dari perjalanan pulau di bagian utara prefektur.

Untuk angkutan umum, hitung mundur dari keberangkatan terakhir. Jika berkendara, periksa tempat istirahat di jalan pegunungan dan pesisir agar perjalanan jauh setelah matahari terbenam berkurang.

Periksa informasi yang berubah dan aturan setempat tepat sebelum berangkat

Jadwal kapal, pembatasan jalan, jam buka fasilitas, pembukaan jembatan, dan kondisi jalur alam dapat berubah karena cuaca atau alasan pengelolaan.

Sebelum berkunjung, periksa informasi operator dan setiap fasilitas. Jangan langsung menerapkan jadwal atau tarif dari catatan perjalanan lama.

Banyak pemandangan yang terasa tersembunyi juga merupakan tempat hidup, bertani, dan melaut. Jangan memasuki tanah pribadi, bawa pulang sampah, dan dahulukan warga di jalan sempit.

Rangkuman | Menjelajahi desa pegunungan dan kota pelabuhan Ehime dengan tenang

Di destinasi tersembunyi Ehime, aliran jernih Ngarai Nametoko, kincir air Ishidatami, ladang bertingkat Laut Uwa, kawasan kota lilin nabati dan persinggahan, feri serta jembatan angkat, dan kebun jeruk di pulau memperlihatkan ikatan antara tanah dan kehidupan.

Jangan memasukkan terlalu banyak tujuan dalam sehari. Batasi wilayah, periksa jalan, kapal, dan informasi akses, serta hormati lahan pertanian dan ruang hidup warga; itulah kunci menikmati perjalanan tenang tanpa memaksakan diri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Tempat-tempat tersembunyi di Ehime dipilih dengan berfokus pada 10 lokasi tempat hubungan antara alam dan kehidupan sehari-hari dapat diamati secara langsung, seperti Ngarai Nametoko dan ladang terasering. Pilihan ini mengutamakan kisah daerah, bukan sekadar tingkat ketenarannya yang rendah, serta mencakup keragaman wilayah dari desa pegunungan di Nanyo hingga kota pelabuhan di Laut Pedalaman Seto. Memilih jenis pemandangan yang paling sesuai dengan tujuan perjalanan akan memudahkan penyusunan jadwal.
A. Tempat-tempat tersembunyi di Ehime terbagi antara lokasi yang dapat dicapai dengan transportasi umum dan lokasi yang lebih mudah didatangi dengan mobil. Mitsuhama dan Unomachi mudah dijelajahi dengan kereta serta berjalan kaki, sedangkan layanan transportasi menuju Ngarai Nametoko dan Taman Sunokawa terbatas karena lokasi tersebut berada di jalan pegunungan atau pesisir. Kelompokkan kota pelabuhan dan pulau yang dapat dicapai dari Matsuyama dalam perjalanan yang berpusat pada kereta, pisahkan kawasan pegunungan ke hari lain, dan susun rencana secara mundur dari jadwal terakhir.
A. Karena tempat-tempat tersembunyi di Ehime tersebar luas di seluruh prefektur, akan lebih efisien jika berfokus pada satu kawasan daripada mencoba mengunjungi semuanya dalam satu hari. Di Matsuyama, gabungkan Mitsuhama dengan Muzukijima; di Uchiko, gabungkan Yokaichi・Gokoku dengan Ishidatami; dan di Seiyo, jadikan Unomachi sebagai pusat agar perjalanan lebih singkat. Jalan pesisir memiliki banyak tikungan dan waktu tempuh sulit diperkirakan, sehingga memasukkan waktu istirahat dapat mengurangi beban perjalanan.
A. Tempat-tempat tersembunyi di Ehime berubah secara mencolok mengikuti musim: Ngarai Nametoko dan Air Terjun Shirai menawarkan dedaunan hijau muda serta warna musim gugur, sedangkan kesan Ladang Terasering Yusu Mizugaura berubah sesuai warna tanaman dan gandum. Air terjun beku di Shirai merupakan fenomena yang muncul pada tahun ketika cuaca sangat dingin berlangsung lama, sehingga tidak dapat dipastikan akan membeku pada tanggal tertentu. Periksa lebih dahulu iklim pada waktu kunjungan dan siapkan pakaian yang sesuai.
A. Air Terjun Shirai adalah air terjun terkenal setinggi 96 m di Taman Alam Prefektur Pegunungan Saragamine, Kota Toon. Dari area parkir menuju air terjun terdapat jalan pegunungan yang menanjak, sehingga sepatu antiselip dan ransel yang membebaskan kedua tangan lebih sesuai. Tersedia pula parkir berbayar, tetapi jalan dan jalur pejalan kaki dapat membeku pada musim dingin; siapkan pakaian hangat dan alas kaki yang sesuai.
A. Jembatan Nagahama Ohashi adalah jembatan jalan raya bergerak di muara Sungai Hiji yang selesai dibangun pada 1935 dan masih mempertahankan struktur bascule dengan bagian tengah yang terangkat. Jembatan ini dianggap sebagai jembatan jalan raya bergerak tertua di Jepang yang masih aktif dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Jepang pada 2014. Karena warnanya yang merah, warga setempat menyebutnya Akabashi, dan jembatan ini menjadi warisan yang memungkinkan pengunjung melihat dari dekat perkembangan teknik sipil modern.
A. Jembatan Nagahama Ohashi biasanya dibuka secara terjadwal pada pukul 11.00 setiap Sabtu dan hari libur, serta sekitar pukul 11.24 dan pukul 13.00 pada hari Minggu. Jadwal dapat berubah karena pemeriksaan atau cuaca, jadi jangan mengandalkannya sebagai informasi tetap dan periksa pemberitahuan pembukaan sesaat sebelum berkunjung. Saat memotret, jangan masuk ke badan jalan dan lihat bagian bergerak dari trotoar atau tempat aman di sisi muara.
A. Mitsu no Watashi adalah feri yang dioperasikan sebagai bagian dari jalan Kota Matsuyama dan dapat dinaiki secara gratis. Feri ini menghubungkan Mitsu dan Minatoyama sejauh sekitar 80 m serta beroperasi sesuai permintaan sepanjang tahun dari pukul 07.00 hingga 19.00, tetapi dapat berhenti saat cuaca buruk. Ini bukan kapal wisata, melainkan sarana transportasi sehari-hari; jangan menghalangi tempat naik turun dengan sepeda atau barang dan ikuti petunjuk pengemudi kapal.

Frasa Bahasa Jepang yang Berguna

Arti
Apakah jalur di Lembah Nametoko bisa dilalui? — Tanyakan sebelum memulai jalan kaki di Nametoko Keikoku, terutama ketika kondisi setelah hujan belum jelas. Tunjukkan jalur pada peta agar petugas dapat menjelaskan bagian yang sesuai dengan rencana berjalan Anda.
Arti
Apakah saya bisa berjalan sampai Air Terjun Shirai? — Gunakan saat memastikan keadaan jalur menuju Shirai no Taki sebelum mulai mendaki dari area kedatangan. Tunjukkan tujuan dan jelaskan kondisi yang Anda khawatirkan agar lawan bicara memahami rute yang ingin diperiksa.
Arti
Apakah jembatannya akan dibuka hari ini? — Tanyakan saat merencanakan kunjungan untuk melihat bagian bergerak Nagahama Ohashi di muara Sungai Hijikawa. Tunjukkan jembatan pada panduan agar kata hiraku dipahami sebagai pembukaan bagian jembatan untuk kapal, bukan pembukaan tempat wisata.
Arti
Tolong jelaskan cara menggunakan fasilitas taman. — Sampaikan di kantor pengelola Sunokawa Koen saat tiba dan ingin mengetahui ketentuan penggunaan area taman. Sebutkan apakah Anda bermaksud berkemah atau menggunakan kawasan tepi laut agar penjelasannya sesuai dengan kegiatan Anda.
Arti
Apakah bagian dalam rumah ini juga bisa dilihat? — Tanyakan saat menjelajahi kawasan Yokaichi dan Gokoku di Uchiko ketika tertarik pada sebuah rumah pedagang. Tunjukkan bangunannya agar pengelola dapat menjelaskan apakah kunjungan bagian dalam tersedia untuk rumah tersebut.
Arti
Bolehkah saya mengambil foto? — Minta izin kepada pemilik atau pengelola ketika ingin memotret bangunan di kawasan Unomachi dan status izinnya belum jelas. Tunjukkan objek yang ingin difoto agar permintaan Anda dapat dibedakan dari pemotretan penghuni atau bagian rumah lainnya.
Arti
Apakah kincir airnya sedang beroperasi? — Tanyakan kepada pengelola atau warga saat ingin melihat kincir air di Ishidatami Seiryuen. Tunjukkan kincir yang Anda maksud agar pertanyaan dipahami sebagai keadaan operasinya saat itu, bukan pertanyaan tentang fungsi kincir pada masa lalu.
Arti
Dari mana saya bisa melihat ladang bertingkat? — Gunakan saat mencari tempat mengamati ladang bertingkat Yusu Mizugaura tanpa memasuki lahan pertanian. Tunjukkan kawasan ladang pada peta atau dari jalan agar lawan bicara dapat menjelaskan jalur kunjungan yang dimaksud.
Arti
Bolehkah saya naik kapal ini? — Tanyakan kepada pengemudi perahu Mitsu no Watashi sebelum naik saat menjelajahi Mitsuhama. Tunjukkan perahu yang dimaksud sambil menunggu jawaban agar permintaan izin naik dapat dipahami tanpa tertukar dengan pertanyaan tentang kapal lain di pelabuhan.
Arti
Pukul berapa keberangkatan terakhir dari pulau? — Tanyakan saat menyusun perjalanan pulang dari Muzukijima setelah berjalan di permukiman dan kawasan kebun jeruk. Sebutkan pelabuhan tujuan agar petugas memahami bahwa Anda menanyakan kapal kembali dari pulau, bukan kapal menuju pulau.
Browser Anda tidak mendukung sintesis suara

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.