Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Handa Red Brick Building Aichi: Sejarah Pabrik Bir Kabuto

Handa Red Brick Building Aichi: Sejarah Pabrik Bir Kabuto

Handa Red Brick Building di Aichi, bekas pabrik Kabuto Beer era Meiji. Panduan bangunan bata merah, pameran, kafe bir reproduksi & wisata Semenanjung Chita.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Handa Red Brick Building di Aichi adalah bekas pabrik Kabuto Beer dari era Meiji—warisan industri modernisasi tempat Anda dapat menikmati arsitektur bata yang megah dan Kabuto Beer versi reproduksi.

Sorotan

Bangunan bata berskala besar yang dirancang oleh Tsumaki Yorinaka. Daya tariknya mencakup tampilan half-timber, dinding ganda lima lapis, lantai tahan api berupa lengkung bata dengan struktur baja, serta bekas tembakan senapan mesin dari masa perang.

Akses

Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun "Sumiyoshicho" jalur Meitetsu Kowa, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun "Handa" jalur JR Taketoyo. Dengan mobil sekitar 10 menit ke arah timur dari "Handa Chuo IC" jalur Chita Hanto.

Tiket/Biaya

Ruang pameran tetap dewasa ¥200, SMP ke bawah gratis, grup 10 orang atau lebih ¥160. Penggunaan kafe dan toko gratis.

Estimasi waktu kunjungan

Pameran tetap memungkinkan Anda mempelajari sejarah pabrik Kabuto Beer dan ciri khas bangunan melalui dokumen, model, dan video. Kafe dan toko juga tersedia, sehingga setelah pameran Anda bisa beristirahat dan berbelanja.

Hal yang bisa dialami

Di kafe & beer hall "Re-BRICK", Anda dapat mencicipi Kabuto Beer versi reproduksi, hidangan dengan bahan dari Semenanjung Chita, serta menu non-alkohol.

Rute kunjungan yang direkomendasikan

Setelah memandang eksterior dari kejauhan, pelajari sejarah Kabuto Beer di pameran tetap, lalu tutup dengan mencicipi bir versi reproduksi dan oleh-oleh di kafe serta toko untuk pengalaman yang lengkap.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Aichi

Handa Red Brick Building: Wisata Bersejarah di Aichi yang Wajib Dikunjungi

Handa Red Brick Building (Handa Aka Renga Tatemono) adalah bangunan bersejarah dari batu bata merah era Meiji yang terletak di kota Handa, Prefektur Aichi.

Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1898 (Meiji 31) sebagai pabrik pembuatan bir untuk "Marusan Beer (yang kemudian menjadi Kabuto Beer)", dan merupakan warisan industri yang melibatkan arsitek terkenal era Meiji, Tsumaki Yorinaka, yang juga merancang Yokohama Red Brick Warehouse dan Nihonbashi.

Saat ini bangunan terbuka untuk umum sebagai tempat wisata yang dilengkapi ruang pameran permanen, kafe, dan toko, serta telah terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud Nasional (Registered Tangible Cultural Property) pada tahun 2004 dan diakui sebagai Warisan Industri Modernisasi oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang pada tahun 2009.

Tampilan luar dari batu bata merah ini memiliki nuansa kokoh yang sangat layak diabadikan dalam foto.

Daya tariknya bukan hanya untuk dipandang, tetapi juga karena Anda bisa masuk ke dalam dan merasakan sejarah industri Handa serta budaya bir Jepang.

Tempat ini mudah dikombinasikan dengan kanal Handa atau jalan-jalan di dalam kota, dan cocok bagi yang ingin menambahkan sudut pandang sejarah pada perjalanan ke Semenanjung Chita.

Spot Foto & Hal yang Wajib Dilihat di Bangunan Batu Bata Merah

Daya tarik Handa Red Brick Building bukan hanya pada dinding batu bata merahnya.

Dengan tinggi sekitar 21 meter dan terdiri dari 5 lantai, bangunan ini termasuk salah satu konstruksi batu bata terbesar yang dibangun pada era Meiji di Jepang.

Tampilan luar bergaya half-timber, struktur "dinding rangkap (fukuheki)" yang berfungsi sebagai isolasi, dan "lantai lengkung berlapis dari beton tanpa tulangan baja" yang cocok untuk penyimpanan bir merupakan struktur khas yang dirancang untuk pembuatan bir.

Amati dari Kejauhan untuk Lihat Keseluruhan

Sebelum mendekat ke bangunan, cobalah lihat keseluruhannya dari jarak yang sedikit jauh.

Anda dapat merasakan massa batu bata yang disusun dengan pola English bond dan kekuatan khas bangunan pabrik.

Perhatikan Detail Dinding

Cara penyusunan batu bata, bentuk jendela, dan motif dinding luar yang menyerupai rangka kayu akan terlihat detailnya jika dilihat dari dekat.

Di sisi barat daya bangunan, masih tersisa bekas peluru dari penembakan mesin selama Perang Dunia II, yang menceritakan sejarah bangunan ini sebagai saksi perang.

Bahkan tanpa pengetahuan mendalam tentang arsitektur bersejarah, tempat ini dapat dinikmati sebagai "pabrik tua yang dilestarikan dan dimanfaatkan kembali".

Menelusuri Sejarah Kabuto Beer di Ruang Pameran Permanen

Ruang pameran permanen di dalam bangunan memperkenalkan sejarah lahirnya Kabuto Beer dan budaya bir pada masanya.

Melalui iklan, botol, logo, miniatur, foto, dan video, Anda dapat memahami alur industri yang berkembang di Handa.

Kabuto Beer dirilis pada tahun 1889 (Meiji 22) dengan nama "Marusan Beer", lalu berganti nama menjadi "Kabuto Beer", dan dikenal sebagai merek lokal yang menantang empat produsen besar yaitu Sapporo, Kirin, Asahi, dan Yebisu.

Kisahnya juga mencakup kemenangan medali emas di Pameran Universal Paris tahun 1900 (Meiji 33), sehingga bagi wisatawan asing, tempat ini menjadi pintu masuk untuk mengenal modernisasi Jepang dan industri kerajinan lokal.

Pandangi tampilan luar sebelum melihat pameran, lalu pandangi kembali setelahnya, Anda akan melihat dinding batu bata dan strukturnya dengan makna yang sedikit berbeda.

Waktu yang dibutuhkan untuk melihat pameran dengan teliti sekitar 30 hingga 60 menit.

Nikmati Kabuto Beer Reproduksi di Kafe dan Toko

Handa Red Brick Building juga dilengkapi dengan kafe & beer hall "Re-BRICK" dan toko suvenir.

Di kafe, Anda dapat membandingkan dua jenis Kabuto Beer reproduksi ("Meiji Kabuto Beer" yang direkonstruksi berdasarkan dokumen pada masanya, dan "Taishō Kabuto Beer" yang direproduksi berdasarkan tabel analisis era Taishō), dan toko tersebut menjual botol Kabuto Beer, oleh-oleh khas Handa, serta merchandise orisinal.

Perhatikan Aturan Konsumsi Alkohol

Di Jepang, konsumsi alkohol di bawah usia 20 tahun dilarang oleh hukum.

Jika ingin menikmati bir, ikuti verifikasi usia dan petunjuk dari pihak fasilitas.

Bagi yang tidak minum alkohol, tetap bisa menikmati atmosfer kafe dan toko.

Di kafe juga tersedia hidangan menggunakan bahan dari Semenanjung Chita dan menu non-alkohol, dan karena Anda dapat beristirahat di dalam bangunan batu bata merah, mampir sebelum atau setelah melihat pameran sangat direkomendasikan.

Tips Berkunjung yang Perlu Diketahui Sebelum Datang

Ruang pameran permanen berbayar (dewasa 200 yen, gratis untuk siswa SMP ke bawah, rombongan 10 orang atau lebih 160 yen per orang dewasa), tetapi penggunaan kafe dan toko saja tidak dikenakan biaya.

Jam buka keseluruhan bangunan adalah 9:00 - 18:00, dan ruang pameran permanen 9:00 - 17:00, sedangkan jam buka kafe dan hari libur dapat berbeda menurut musim, jadi sebaiknya periksa informasi sebelum berkunjung.

Cara Menuju Handa Red Brick Building dengan Transportasi Umum

Dari Stasiun Sumiyoshi-chō jalur Meitetsu Kōwa, sekitar 5 menit berjalan kaki ke arah timur, dan dari Stasiun Handa jalur JR Taketoyo, sekitar 15 menit berjalan kaki ke arah barat laut.

Dari Stasiun Meitetsu Nagoya ke Stasiun Sumiyoshi-chō membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sehingga cocok untuk wisata sehari dari pusat kota Nagoya.

Jika datang dengan mobil, sekitar 10 menit ke arah timur dari Chita Peninsula Road "Handa Chūō Interchange", dan tersedia parkir bersama dengan Nagoya Housing Center Handa Venue (361 mobil dan 4 bus).

Jika dikombinasikan dengan jalan-jalan di kota, alur dari stasiun ke bangunan kemudian berjalan ke sekitar Kanal Handa juga mudah dipertimbangkan.

Fasilitas dan Dukungan Multibahasa

Di dalam bangunan tersedia Wi-Fi gratis dan toilet multifungsi, sehingga lingkungannya ramah bagi wisatawan asing maupun keluarga.

Pameran permanen menggunakan miniatur, foto, dan video, sehingga wisatawan asing pun dapat dengan mudah memahami perjalanan industri modern Jepang.

Etika Pemotretan

Tampilan luar bangunan sangat fotogenik, namun saat mengambil foto, hindari menghalangi jalur orang lain.

Untuk pemotretan pameran di dalam atau acara, mohon cek pengumuman setempat atau ikuti petunjuk staf.

Spot Wisata Sekitar Handa yang Patut Dikunjungi Bersama

Di sekitar Handa Red Brick Building terdapat "Mizkan Museum (MIM)" dengan deretan gudang dinding hitam di sepanjang Kanal Handa, dan "Niimi Nankichi Memorial Hall" yang memungkinkan Anda merasakan dunia dongeng "Gon Gitsune" karya Niimi Nankichi, yang merupakan spot-spot bersejarah dan budaya.

Jarak dari Red Brick Building ke Kanal Handa atau Mizkan Museum sekitar 20 hingga 30 menit berjalan kaki, sehingga area ini mudah dijelajahi dengan santai selama setengah hari hingga sehari penuh.

Kesimpulan | Sentuhan Budaya Industri Meiji di Handa Red Brick Building

Handa Red Brick Building adalah tempat wisata di Aichi dan Semenanjung Chita yang memungkinkan Anda menikmati arsitektur batu bata merah era Meiji, sejarah Kabuto Beer, pameran permanen, kafe, dan toko sekaligus.

Bukan tempat wisata yang mencolok, tetapi semakin dalam Anda mengenal latar belakang bangunannya, semakin mendalam pula kesan yang dirasakan.

Saat berkunjung, kami merekomendasikan alur menatap tampilan luar terlebih dahulu, menelusuri sejarah di pameran permanen, lalu menikmati Kabuto Beer reproduksi di kafe atau toko sebagai penutup.

Bagi yang ingin menyentuh industri modern Jepang dan budaya lokal dalam perjalanan ke Aichi dan Semenanjung Chita, Handa Red Brick Building merupakan tempat yang layak untuk dikunjungi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Handa Red Brick Building adalah bekas pabrik bir Kabuto yang dibangun pada 1898. Bangunan ini terdaftar sebagai Properti Budaya Berwujud nasional sekaligus Warisan Industri Modernisasi, dan dikenal sebagai karya rancangan Tsumaki Yorinaka yang juga menangani Yokohama Red Brick Warehouse. Bangunan ini termasuk salah satu bangunan bata berskala besar dari arsitektur sipil era Meiji di Jepang.
A. Bangunan ini adalah pabrik bir bata dengan teknik pasangan bata Inggris berlantai 5 dan tinggi sekitar 21 m. Struktur dinding ganda dan lantai busur berlapis memastikan isolasi dan ketahanan api yang dibutuhkan untuk pembuatan bir saat itu. Yang menarik adalah bangunan ini dirancang sebagai pabrik bir, bukan gudang, sehingga ketebalan dinding luar dan minimnya jendela menjadi daya tarik tersendiri.
A. Kabuto Beer adalah bir lokal yang lahir di Handa pada era Meiji dan meraih medali emas di Pameran Dunia Paris 1900. Di dalam bangunan ini Anda bisa mencicipi versi "Meiji" dan "Taisho" yang direproduksi berdasarkan literatur saat itu. Versi Meiji terasa pekat mendekati bir hitam, sedangkan versi Taisho ringan dan mudah diminum, sehingga mencicipi keduanya berdampingan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
A. Ruang pameran tetap dikenakan 200 yen untuk SMA ke atas, gratis untuk SMP ke bawah, dan 160 yen per orang untuk rombongan 20 orang ke atas. Area eksterior, toko, dan kafe bisa digunakan secara gratis, sehingga Anda juga bebas menikmati suasana arsitektur bata sambil berjalan-jalan tanpa masuk ke ruang pameran. Mudah disinggahi meski hanya sebentar.
A. Jam operasional adalah 9:00-18:00, sedangkan ruang pameran tetap buka 9:00-17:30 (masuk terakhir 17:00). Hari tutup adalah libur akhir/awal tahun dan hari pemeriksaan berkala; Kafe "Re-BRICK" hanya buka hingga 21:00 pada Jumat dan Sabtu. Setelah senja, lampu menerangi bangunan bata sehingga menampilkan ekspresi yang berbeda dari siang hari.
A. Dari Stasiun Meitetsu Nagoya naik Meitetsu Kowa Line sekitar 30 menit, turun di Stasiun Sumiyoshicho, lalu jalan kaki sekitar 5 menit ke arah timur di sepanjang Jalan Nasional 247. Jika menggunakan JR, jalan kaki sekitar 15 menit dari Stasiun Handa (JR Taketoyo Line), tetapi Stasiun Meitetsu Sumiyoshicho yang berfrekuensi lebih tinggi memerlukan lebih sedikit pergantian dan lebih mudah dipahami untuk pengunjung pertama kali.
A. Parkir digunakan bersama dengan Nagoya Housing Center di sebelahnya, tersedia sekitar 361 slot untuk mobil dan 4 slot untuk bus secara gratis. Aksesnya bagus, hanya sekitar 10 menit ke arah timur dari IC Handa Chuo Chita Peninsula Road, tetapi pada hari acara di area pameran rumah contoh sering penuh, jadi datang lebih awal saat acara akhir pekan akan terasa lebih aman.
A. Kunjungan pameran tetap memakan waktu 30-60 menit, dan sekitar 1,5-2 jam jika ditambah sesi mencicipi bir di kafe. Mulailah dengan memandang eksterior dari kejauhan untuk menikmati volume bata, pelajari sejarah Kabuto Beer di pameran, lalu cicipi langsung di kafe; urutan ini akan membuat seteguk bir terasa jauh lebih bermakna.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.