Cara Menyusun Itinerary Hiroshima 2 Hari 1 Malam
Itinerary klasik Hiroshima 2 hari 1 malam biasanya membagi satu hari untuk pusat kota Hiroshima tempat belajar tentang perdamaian, dan satu hari untuk Miyajima (Miyajima), pulau dengan bangunan kuil yang berdiri di atas laut.
Pada perjalanan pertama ke Hiroshima, memisahkan pusat kota tempat belajar tentang perdamaian dan Miyajima dengan kuilnya yang mengesankan membentang di atas air ke hari yang berbeda membuat kamu tidak terburu-buru saat berpindah tempat.
Menghabiskan hari kedatangan di pusat kota Hiroshima lalu berjalan menyusuri Miyajima keesokan harinya membuat tujuan perjalanan lebih jelas dan lebih mudah disesuaikan dengan cuaca maupun keramaian.
Menginap di Sekitar Stasiun Hiroshima atau di Pusat Kota
Area sekitar Stasiun Hiroshima nyaman bagi wisatawan yang tiba dengan kereta, sedangkan pusat kota seperti Kamiyacho dan Hatchobori cocok bagi wisatawan yang mengutamakan makan malam atau jalan-jalan malam.
Apa pun pilihanmu, akan lebih tenang bila kamu memeriksa lebih dulu apakah mudah menuju arah Miyajima keesokan paginya dan apakah bisa menitipkan barang setelah check-out.
Keliling Miyajima Sekaligus di Hari Kedua
Di Miyajima kamu tidak hanya bisa mengunjungi Kuil Itsukushima (Itsukushima-jinja), tetapi juga berjalan-jalan di kawasan depan kuil, mengunjungi kuil-kuil, dan menikmati pemandangan tepi laut, jadi lebih baik menyediakan waktu yang cukup daripada menyelipkannya di waktu luang yang sepotong-sepotong.
Pada hari kamu memiliki kereta atau penerbangan pulang, tentukan dulu waktu meninggalkan pulau, lalu sesuaikan belanja terakhirmu.
Pahami Dulu Rute Klasiknya
Tabel berikut merangkum urutan agar wisatawan pertama kali bisa mengunjungi tempat-tempat representatif Hiroshima tanpa terlalu lelah.
| Urutan | Area | Cara menghabiskan waktu |
|---|---|---|
| Hari 1 | Pusat kota Hiroshima | Belajar tentang perdamaian |
| Sore hari 1 | Sekitar Hondori | Makan dan jalan-jalan di kota |
| Hari 2 | Miyajima | Berdoa dan jalan-jalan |
| Sebelum pulang | Sekitar Stasiun Hiroshima | Mengambil barang |
Pagi Hari 1|Mulai Wisata Hiroshima dari Taman Peringatan Perdamaian
Setelah tiba di Hiroshima, menuju Taman Peringatan Perdamaian (Heiwa Kinen Koen) lebih dulu memudahkanmu memahami sejarah kota dengan mengaitkannya pada wujudnya saat ini.
Dari Stasiun Hiroshima ke Taman Peringatan Perdamaian memakan waktu sekitar 20 menit dengan trem (Hiroshima Dentetsu), dan halte di depan Kubah Bom Atom atau Kamiyacho paling praktis.
Karena banyak lokasi kunjungan di dalam taman yang berada di luar ruangan, kunjungilah dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan dan pakaian yang sesuai cuaca.
Menyaksikan Kubah Bom Atom dengan Tenang dari Luar
Kubah Bom Atom (Genbaku Dome) adalah bangunan yang terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996; ini bukan fasilitas untuk dimasuki, melainkan disaksikan dari sekelilingnya.
Alih-alih hanya memotret bangunannya sebentar lalu selesai, membaca juga papan penjelasan dan melihatnya bersama sungai di sekitar serta pemandangan kota saat ini akan memudahkanmu menghayati makna tempat ini.
Berjalan Mengikuti Poros yang Menghubungkan Monumen Peringatan
Di Taman Peringatan Perdamaian berkumpul tempat-tempat yang berkaitan dengan ingatan dan doa, seperti Tugu Peringatan Korban Bom Atom, Api Perdamaian, dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima.
Penting untuk menghindari percakapan dengan suara keras dan pemotretan yang menghalangi jalur, serta bersikap tidak mengganggu waktu orang yang sedang berdoa atau membaca materi.
Sore Hari 1|Menjelajahi Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Kawasan Kota
Pada sore hari, susun rencana yang longgar dengan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima (Hiroshima Heiwa Kinen Shiryokan) sebagai pusatnya, termasuk waktu istirahat setelah melihat pameran.
Karena isi pameran memuat materi dan kesaksian yang menyampaikan kerusakan, tidak menjejalkan terlalu banyak jadwal makan atau destinasi berikutnya membuatmu bisa menghadapinya dengan lebih tenang.
Periksa Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Museum Sebelum Masuk
Harga tiket masuk ruang pameran tetap Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima adalah 200 yen untuk dewasa, 100 yen untuk siswa SMA, gratis untuk siswa SMP ke bawah, dan jam bukanya berbeda-beda menurut musim.
Di dalam museum, hargailah benda pameran dan pengunjung lain, serta ikuti petunjuk di tempat seperti papan pemotretan, cara menggunakan pemandu audio, dan penggunaan ponsel.
Setelah Berkunjung, Tenangkan Perasaan di Taman atau Tepi Sungai
Alih-alih buru-buru pergi tepat setelah keluar dari museum, meluangkan waktu untuk merenung di bangku taman atau di sepanjang Sungai Motoyasu akan memudahkanmu menata apa yang kamu terima dari pameran.
Merasa berat hati selama perjalanan pun adalah reaksi yang wajar, jadi utamakan ritmemu sendiri, seperti berbicara pelan dengan teman seperjalanan atau beristirahat sejenak.
Berbagi Etika di Tempat yang Berkaitan dengan Perdamaian
Merangkum secara singkat perilaku saat berkunjung memudahkanmu menyamakan pemahaman dengan teman seperjalanan yang berbeda budaya atau bahasa.
| Situasi | Perilaku yang dianjurkan | Perilaku yang sebaiknya dihindari |
|---|---|---|
| Ruang pameran | Membaca dengan tenang | Berbicara keras |
| Di depan tugu peringatan | Memberi ruang jalan | Menempati terlalu lama |
| Saat memotret | Memeriksa papan petunjuk | Memotret tanpa izin |
| Bepergian rombongan | Bergerak dalam kelompok kecil | Berkumpul di pintu masuk |
Untuk Makan Malam, Nikmati Budaya Kuliner seperti Okonomiyaki Hiroshima
Setelah berpindah ke pusat kota, memilih okonomiyaki khas Hiroshima yang akrab sebagai budaya kuliner Hiroshima untuk makan malam membuat suasana di sekitar teppan pun menjadi pengalaman perjalanan.
Di sekitar Hondori dan Hatchobori banyak berkumpul kedai okonomiyaki, tempat kamu bisa mencicipi sajian khas Hiroshima yang ditumpuk dengan mi soba (soba).
Wisatawan dengan pantangan makanan sebaiknya memeriksa penggunaan daging, makanan laut, telur, dan saus sebelum memesan, dan menunjukkan syarat yang dibutuhkan dengan kalimat singkat berbahasa Jepang atau lewat layar terjemahan akan memudahkan penyampaian.
Pagi Hari 2|Berpindah dari Kota Hiroshima ke Miyajima
Pada hari 2, menujulah ke Miyajima sejak pagi, dan siapkan barang serta moda transportasi agar bisa langsung mulai berjalan begitu tiba.
Untuk ke Miyajima, selain cara memadukan jalur darat dengan feri, ada juga pilihan menuju ke sana dengan kapal dari dekat Taman Peringatan Perdamaian.
Memadukan Kereta atau Trem dengan Feri
Alur umumnya adalah berpindah dari kota Hiroshima ke Miyajimaguchi (Miyajimaguchi), lalu naik feri dari terminal penumpang.
Antara Miyajimaguchi dan Miyajima dilayani oleh 2 perusahaan, yaitu JR West Miyajima Ferry dan Miyajima Matsudai Kisen, dan waktu penyeberangan keduanya sekitar 10 menit.
Pada siang hari, JR West Miyajima Ferry umumnya berangkat setiap 15 menit pada hari kerja dan setiap 10 menit pada Sabtu, Minggu, serta hari libur, meski selang keberangkatan bisa berubah karena cuaca atau pemeriksaan.
Periksa tiket yang bisa digunakan, kartu IC transportasi, dan status operasional pada informasi masing-masing perusahaan.
Manfaatkan Rute Laut Warisan Dunia dari Taman Peringatan Perdamaian Sesuai Itinerary
Rute Laut Warisan Dunia Hiroshima (Hiroshima World Heritage Sea Route) yang menuju langsung dari pusat kota ke arah Miyajima memakan waktu sekitar 45 menit dari Dermaga Motoyasu ke Miyajima, dan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan sungai dan laut sebagai bagian dari perjalanan itu sendiri.
Karena bisa terjadi pembatalan atau perubahan rute akibat pengaruh ketinggian pasang, cuaca, dan kondisi laut, periksa apakah beroperasi pada hari itu dan pahami juga jalur darat sebagai alternatif.
Titipkan Barang Besar di Kota atau di Miyajimaguchi
Karena menyusuri Miyajima berarti berjalan di jalan berbatu, jalan menuju kuil, dan tepi laut, kamu akan lebih ringan bila tidak membawa koper.
Manfaatkan penitipan barang di tempat menginap atau loker koin di sekitar stasiun, dan kumpulkan hanya barang yang diperlukan seperti barang berharga, perlengkapan hujan, dan minuman ke dalam tas kecil.
Tengah Hari 2|Menyusuri Kuil Itsukushima dan Suasana Kota Miyajima
Setelah tiba di Miyajima, menuju Kuil Itsukushima sambil menikmati pemandangan tepi laut, lalu berkeliling kawasan depan kuil dan kuil-kuil sekitar, akan membentuk alur yang alami.
Dengan menyadari bahwa seluruh pulau adalah tempat yang menumpuk sejarah keimanan dan kehidupan, kamu bisa menyadari pesona yang sulit terlihat hanya dari foto.
Di Kuil Itsukushima, Amati Hubungan antara Laut dan Bangunan Kuil
Kuil Itsukushima terdaftar sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 1996, dengan koridor yang berjajar menghadap laut, dan tampilan permukaan di bawah kakimu maupun Gerbang Torii Besar berubah seiring pasang surut air laut.
Di koridor, perhatikan tempat berhenti, dan pisahkan memotret dari berpindah agar tidak menghambat arus para peziarah.
Nikmati Perbedaan Pemandangan Gerbang Torii Besar Menurut Ketinggian Pasang
Pada waktu ketika ketinggian pasang melampaui 250 sentimeter, bangunan kuil tampak seperti mengapung di laut, dan pada waktu ketika turun di bawah 100 sentimeter kamu bisa berjalan mendekat hingga Gerbang Torii Besar, jadi periksa informasi pasang surut sesuai pemandangan yang ingin kamu lihat.
| Kondisi laut | Cara terlihat | Cara menikmati |
|---|---|---|
| Pasang tinggi | Terkesan mengapung di laut | Memandang dari koridor |
| Pasang rendah | Dasar laut tampak | Merasakan jarak |
| Sedang berubah | Pemandangan berganti | Mengunjungi kembali tempat yang sama |
Saat Berdoa, Utamakan Etika Kuil dan Papan Petunjuk Setempat
Di depan gerbang torii dan bangunan kuil, jangan menghalangi jalan dan perhatikan gerakan orang yang sedang memberi hormat.
Bila ragu dengan cara berdoa, alih-alih buru-buru meniru orang sekitar, periksalah petunjuk di dalam area kuil dan utamakan berdoa dengan sikap yang tenang.
Di Pertokoan Omotesando, Perhatikan Cara Makan Sambil Berjalan
Di pertokoan Omotesando (Omotesando Shotengai), kamu bisa berjalan-jalan sambil mencari makanan dan oleh-oleh khas Miyajima seperti momiji manju dan tiram bakar.
Makanlah barang yang kamu beli sesuai petunjuk toko, dan hindari berhenti di jalur yang ramai atau masuk ke kuil dengan membawa makanan.
Sore Hari 2|Mengakhiri Wisata Jalan Kaki di Miyajima Sesuai Selera
Setelah Kuil Itsukushima, memilih salah satu di antara kuil, alam, atau belanja sesuai sisa waktu sebelum pulang dan tenagamu akan memudahkanmu menjaga kepuasan.
Daripada mengunjungi semuanya, yang penting adalah berhenti di tempat yang kamu minati dan menyisakan waktu untuk merasakan suasana pulau.
Bila Ingin Mendalami Sejarah dan Budaya, Menujulah ke Arah Daisho-in
Wisatawan yang tertarik pada kuil, patung Buddha batu, dan ruang doa bisa menjadikan arah Daisho-in (Daisho-in), kuil tua aliran Shingon, sebagai kandidat.
Daisho-in terletak di kaki Gunung Misen (Misen) dan dapat memandang Laut Pedalaman Seto dari tempat yang tinggi, sehingga kamu bisa merasakan suasana kuil Buddha yang berbeda dari kuil Shinto.
Berjalanlah sambil memeriksa etika dan papan pemotretan di setiap fasilitas keagamaan.
Bila Ingin Menikmati Alam, Menujulah ke Sekitar Taman Momijidani
Wisatawan yang ingin menikmati hijaunya alam dan pemandangan musiman bisa merasakan ketenangan yang berbeda dari pusat kota di sekitar Taman Momijidani (Momijidani Koen), tempat sekitar 200 pohon maple tumbuh rimbun.
Puncak keindahan daun musim gugur umumnya sekitar pertengahan hingga akhir November, dan bisa maju atau mundur tergantung iklim.
Bersiaplah untuk jalan menanjak dan permukaan yang basah, dan pada hari bercuaca buruk atau bila kamu merasa tidak yakin untuk berjalan, jangan memaksakan memperluas jangkauan dan kembalilah ke kawasan depan kuil.
Pilih Cara Menghabiskan Sore Menurut Tipe Wisatawan
Agar waktu yang terbatas terpakai dengan baik, berikut pilihan sore hari yang dirangkum menurut minat perjalanan.
| Tipe perjalanan | Tempat yang ingin dituju | Cara menghabiskan waktu |
|---|---|---|
| Mengutamakan sejarah | Sekitar kuil | Membaca papan petunjuk |
| Mengutamakan alam | Sekitar Momijidani | Berjalan menikmati pemandangan |
| Mengutamakan kuliner | Omotesando | Memilih kedai |
| Tipe santai | Tepi laut | Memandang pemandangan |
Agar tidak ketinggalan feri atau kereta pulang, akan lebih tenang bila belanja dilakukan sedikit demi sedikit saat menemukannya, bukan dikumpulkan di akhir.
Kesimpulan|Susuri Sejarah Hiroshima dan Budaya Miyajima dengan Saksama
Dengan itinerary Hiroshima 2 hari 1 malam ini — hari 1 mengunjungi Taman Peringatan Perdamaian dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima, hari 2 mengunjungi Miyajima dan Kuil Itsukushima — kamu bisa merasakan baik pembelajaran maupun pemandangan dengan tenang.
Di tempat yang berkaitan dengan perdamaian, upayakan berkunjung dengan tenang, dan di kuil, utamakan kepedulian terhadap peziarah serta petunjuk setempat.
Periksa syarat transportasi, jam buka, tiket masuk, dan operasional pelayaran baik sebelum berangkat maupun pada hari itu, bawa barang seringan mungkin, dan nikmati Hiroshima dengan itinerary yang longgar.







Ulasan (0)