Hitachi-no-kuni Izumo Taisha: Kuil di Kasama yang Memuja Ōkuninushi-no-ōkami
Hitachi-no-kuni Izumo Taisha adalah kuil Shinto di Fukuhara, Kota Kasama, Prefektur Ibaraki, yang memuja Ōkuninushi-no-ōkami sebagai dewa utama. Dewa ini dikenal luas sebagai dewa jodoh dan keberuntungan.
Waktu kunjungan santai di area kuil sekitar 30 menit–1 jam, sehingga tempat ziarah ini mudah dimasukkan ke dalam itinerary sehari di Kasama.
Kuil ini didirikan pada 4 Desember 1992 (Heisei 4) setelah menerima bunrei (pembagian roh suci) Ōkuninushi-no-ōkami dari Izumo Taisha (Kuil Agung Izumo) di Prefektur Shimane. Pada 16 September 2014 (Heisei 26), kuil ini mulai beroperasi sebagai badan keagamaan mandiri.
Ōkuninushi-no-ōkami dan Kepercayaan tentang "Jodoh"
Ōkuninushi-no-ōkami dikenal sebagai dewa pembangunan negeri dan dipercaya memberikan berkah dalam pertanian, perikanan, kesehatan, perdagangan, serta perlindungan dari bala.
Jodoh (enmusubi) tidak hanya merujuk pada percintaan atau pernikahan, melainkan akan lebih mudah dipahami jika dimaknai sebagai berbagai ikatan yang menopang kehidupan, seperti antarmanusia, pekerjaan, tanah, dan pembelajaran.
Para peziarah yang memohon jodoh datang dari dalam maupun luar prefektur.
Makna Nama "Hitachi-no-kuni"
Hitachi-no-kuni adalah nama provinsi lama yang mencakup sebagian besar wilayah Prefektur Ibaraki saat ini. Nama kuil ini menunjukkan pemujaan Ōkuninushi-no-ōkami yang berakar di wilayah Hitachi.
Asal-usul kuil ini juga dikaitkan dengan kisah tentang satu garis yang menghubungkan Izumo Taisha di Shimane, Suwa Taisha di Nagano, dan wilayah Hitachi-no-kuni yang dipandang sebagai negeri tempat matahari terbit.
Berziarah dengan Memahami Perbedaan dengan Izumo Taisha
Meski memuja dewa yang sama dengan Izumo Taisha di Prefektur Shimane, Hitachi-no-kuni Izumo Taisha adalah kuil yang berbeda dan terletak di Kota Kasama, Prefektur Ibaraki.
Jangan menganggap area atau sistem kelembagaannya sama hanya karena namanya mirip. Nikmati tradisi kepercayaan dan pemandangan yang berkembang di wilayah Hitachi agar ziarah lebih bermakna.

Daya Tarik Utama Hitachi-no-kuni Izumo Taisha: Shimenawa Raksasa dan Arsitektur Kuil
Di area kuil, shimenawa (tali suci Shinto) berukuran raksasa dan bangunan kayunya menjadi daya tarik utama. Perhatikan pula atap, tiang, dan langit-langit untuk menikmati detail arsitektur dan seninya.
Shimenawa Raksasa di Bangunan Sembahyang
Di bagian depan bangunan sembahyang tergantung shimenawa raksasa terbesar di Jepang sepanjang 16 meter dengan berat 6 ton.
Shimenawa raksasa ini diganti sekitar sekali dalam 10 tahun, dan dikerjakan oleh para pengrajin Ōshimenawa Sōsakukan di Iinan-chō, Prefektur Shimane.
Dari dekat, Anda dapat mengamati anyaman jerami dan ketebalan simpulnya. Dari jarak yang sedikit lebih jauh, perhatikan keseimbangan shimenawa dengan keseluruhan bangunan sembahyang serta bentuknya yang melebar ke kiri dan kanan.
Jangan melempar atau menyelipkan koin ke shimenawa. Sebaliknya, amati tali suci ini dengan tenang sebagai penanda kawasan suci.
Bangunan Utama (Honden) dari Kayu Hinoki
Honden, bangunan utama tempat Ōkuninushi-no-ōkami disemayamkan, seluruhnya terbuat dari kayu hinoki (cemara Jepang). Bangunan berlantai tinggi bergaya taisha-zukuri ini mengadopsi unsur honden Izumo Taisha dan Kamosu Jinja, yang berstatus Harta Nasional Jepang.
Tinggi bangunan kuil mencapai sekitar 12 meter, dengan shin-no-mihashira berdiameter sekitar 74 sentimeter dan uzu-bashira berdiameter sekitar 71 sentimeter, sehingga Anda dapat merasakan volume kayu dari dekat.
Atap pelana yang curam, chigi dan katsuogi di puncak atap, serta kōhai yang menjorok ke depan membantu pengunjung memahami arsitektur kuil Jepang dari berbagai sudut.
Sambil menaati batas area yang boleh dimasuki, jika Anda mengamati volume kayu dan garis atapnya dari kejauhan, Anda akan lebih mudah menangkap komposisi bangunan kuil.
Lukisan Langit-langit Bangunan Sembahyang "Hitachi no Kumo"
Di langit-langit dalam bangunan sembahyang terdapat mahakarya "Hitachi no Kumo" karya Okuda Kōdō.
Lukisan besar ini berukuran sekitar 9 m × 6,9 m, setara kira-kira 42 tatami. Karya tersebut dilukis di atas papan cedar menggunakan tinta pernis, lembaran emas, dan lembaran perak.
Karya ini menghadirkan seni modern di ruang doa dan menjadi salah satu daya tarik khas Hitachi-no-kuni Izumo Taisha.
Karena sudut pandang dan batas area yang dapat dimasuki dapat berubah saat upacara atau doa khusus, ikuti alur peziarah dan petunjuk setempat.
Torii Besar dari Batu Granit Inada
Torii besar di area kuil menggunakan batu granit Inada yang juga sangat erat kaitannya dengan kawasan Kasama, dan dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Jepang untuk bentuk torii tipe myōjin.
Karena torii menandai pintu masuk kawasan suci, akan lebih sopan jika Anda membungkuk sebelum melewatinya, dan saat keluar dari area kuil pun berbalik menghadap bangunan kuil lalu membungkuk.

Tata Cara Ziarah: 2 Kali Membungkuk, 4 Kali Bertepuk Tangan, 1 Kali Membungkuk
Di Hitachi-no-kuni Izumo Taisha, tata cara ziarahnya bukan 2 kali membungkuk, 2 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk seperti di banyak kuil Shinto, melainkan 2 kali membungkuk, 4 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk (nirei yonhakushu ichirei), sama seperti di Izumo Taisha.
Jangan hanya berfokus pada menghafal langkahnya; yang penting adalah menata sikap di hadapan dewa dan menyampaikan rasa syukur serta permohonan dengan tenang.
Alur dari Torii hingga Temizu
Membungkuklah sedikit di depan torii, lalu melangkah dengan tenang sambil menghindari bagian tengah jalan setapak.
Jika temizuya tersedia, gunakan gayung secara bergantian tanpa menghalangi orang lain, lalu bersihkan tangan dan mulut sebelum menuju bangunan sembahyang.
Langkah 2 Kali Membungkuk, 4 Kali Bertepuk Tangan, 1 Kali Membungkuk
Di bangunan sembahyang, masukkan uang persembahan dengan tenang, tegakkan postur, lalu membungkuk dalam-dalam 2 kali. Bertepuk tangan 4 kali di depan dada, panjatkan doa, kemudian membungkuk dalam-dalam 1 kali lagi.
Tidak perlu bertepuk tangan sekeras mungkin; lakukan gerakan dengan tenang agar tidak mengganggu orang yang sedang berdoa.
Jika dirangkum, alur ziarahnya adalah sebagai berikut.
| Tahap | Yang dilakukan | Hal yang diperhatikan |
|---|---|---|
| Torii | Membungkuk | Menghindari bagian tengah |
| Temizu | Membersihkan tangan dan mulut | Tidak menempelkan mulut ke gayung |
| Bangunan sembahyang | Memasukkan uang persembahan | Lakukan dengan tenang |
| Sembahyang | 2 kali membungkuk, 4 kali bertepuk tangan, 1 kali membungkuk | Menata sikap |
| Keluar | Membungkuk di torii | Berbalik menghadap bangunan kuil |
Cara Berpikir saat Menyampaikan Permohonan
Daripada hanya menyebutkan berbagai permohonan, awali dengan rasa syukur karena dapat berziarah, lalu sebutkan nama dan tempat tinggal Anda dalam hati sebelum berdoa.
Saat memohon jodoh, doakan hubungan yang saling menghormati dan pertumbuhan diri, bukan sekadar meminta agar berjodoh dengan orang tertentu. Cara ini dapat membuat ziarah terasa lebih bermakna.

Kuil Pendamping dan Ruang Seni: Menyusuri Doa dan Ekspresi
Selain berziarah kepada dewa utama, kunjungi pula kuil pendamping dan galeri. Hitachi-no-kuni Izumo Taisha bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang yang berkaitan dengan seni dan budaya setempat.
Ryūja Jinja dan Yakujin Jinja
Ryūja Jinja memuja Ryūjajin, yang dipercaya sebagai utusan Ōkuninushi-no-ōkami dan memberikan perlindungan dari bencana kebakaran serta banjir.
Dewa pemujaan Yakujin Jinja, yaitu Sukunahikona-no-kami, diwariskan sebagai dewa yang membangun negeri bersama Ōkuninushi-no-ōkami dan piawai dalam bidang pengobatan.
Di kuil pendamping, jangan berlama-lama atau menghalangi area di depan kuil. Tunggu hingga orang di depan selesai berdoa sebelum Anda maju.
Ōrinkan, Rinsaikan, dan Sanki Hall
Di area kuil terdapat ruang-ruang tempat Anda dapat berjumpa dengan karya seni, seperti Ōrinkan yang menampilkan seni modern (lantai 1 galeri, lantai 2 tempat resepsi pernikahan), Rinsaikan yang merupakan pemindahan lumbung beras dari Akita, serta Sanki Hall di dalam kantor kuil.
Di Ōrinkan digelar pameran tematik sekitar 4 kali setahun, dan hari buka Rinsaikan tidak tetap.
Kelompokkan fasilitas di area kuil berdasarkan tema "doa", "perlindungan", dan "seni" untuk memudahkan penyusunan rute kunjungan.
| Tempat | Sudut pandang utama | Poin cara melihat |
|---|---|---|
| Ryūja Jinja | Kepercayaan perlindungan | Mengenal dewa utusan |
| Yakujin Jinja | Kepercayaan pengobatan | Mengenal Sukunahikona-no-kami |
| Ōrinkan | Seni modern | Memeriksa pameran tematik |
| Rinsaikan | Bangunan dan karya | Memeriksa hari buka |
| Sanki Hall | Pameran di kantor kuil | Kunjungi bersamaan dengan ziarah |
Panduan Menerima Goshuin, Jimat, dan Doa Khusus
Goshuin (cap kaligrafi kuil) dan omamori (jimat) bukan sekadar suvenir. Terimalah keduanya dengan hormat sebagai tanda hubungan dan doa dengan kuil.
Goshuin di Kantor Kuil Setelah Berziarah
Goshuin dilayani di kantor kuil.
Jam pelayanan goshuin dan jimat adalah pukul 9.00–16.30. Agar prosesnya lancar, buka buku goshuin (goshuin-chō) pada halaman yang ingin diisi dan lepaskan kertas atau pembatas yang terselip sebelum menyerahkannya.
Karena goshuin edisi terbatas hanya ditawarkan pada waktu tertentu dan dalam jumlah terbatas, periksa informasi terbaru sebelum berkunjung.
Pilih Jimat dan Ofuda dengan Menentukan Tujuannya
Saat memilih jimat atau ofuda (lembar jimat suci), periksa maknanya dan pilih dengan cermat sesuai permohonan Anda atau kebutuhan penerimanya.
Karena omamori dan ofuda merupakan benda suci, jangan memperlakukannya seperti barang biasa. Setelah menerimanya, simpan dengan baik di tempat yang bersih.
Periksa Status Pendaftaran Doa Khusus
Doa khusus (gokitō) tidak wajib dipesan terlebih dahulu, namun mungkin ada waktu-waktu tertentu di mana Anda tidak dapat menerimanya karena upacara pernikahan, acara kuil, atau upacara musiman.
Jika tanggal kunjungan sudah pasti, periksa informasi bulanan. Hubungi kuil terlebih dahulu bila ada hal yang belum jelas agar kunjungan lebih nyaman.
Karena tata cara doa khusus akan dipandu oleh pendeta, wisatawan yang kurang memahami bahasa Jepang sebaiknya mempelajari urutannya bersama pendamping dan mengikuti arahan dengan saksama.

Foto, Hewan Peliharaan, dan Cara Menuju: Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berziarah
Agar dapat mengunjungi area kuil dengan nyaman, akan sangat membantu jika Anda memahami lebih dahulu batasan pengambilan foto, syarat membawa hewan peliharaan, dan rute perjalanan.
Foto Sebatas Dokumentasi Pribadi
Dilarang memotret, menyalin, atau mereproduksi honden, bangunan sembahyang, kuil pendamping, dan karya seni untuk tujuan komersial, termasuk mendistribusikan foto secara komersial.
Pengambilan foto dokumentasi pribadi diperbolehkan, namun jangan memotret pendeta, miko, atau staf lainnya tanpa izin, dan jangan mengganggu jalannya doa maupun upacara.
Aturan Membawa Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan boleh dibawa berziarah dengan tali penuntun, tetapi tidak dapat mengikuti doa khusus di dalam bangunan sembahyang.
Pemilik wajib membersihkan kotoran hewan dan menjaga jarak dari peziarah yang tidak nyaman dengan hewan maupun dari prosesi upacara.
Periksa Rute saat Menggunakan Kursi Roda
Kursi roda pinjaman tidak tersedia, namun dari tempat parkir di sisi timur kantor kuil hingga bangunan sembahyang, Anda dapat berziarah melalui rute datar tanpa naik-turun.
Jika membutuhkan kursi roda atau bantuan pendamping, siapkan sendiri. Pada hari upacara yang diperkirakan ramai, hubungi kuil terlebih dahulu agar pergerakan lebih mudah.
Jika dirangkum secara ringkas, keputusan mengenai pengambilan foto dan hewan pendamping adalah sebagai berikut.
| Tindakan | Batas yang diperbolehkan | Hal yang dihindari |
|---|---|---|
| Pengambilan foto | Dokumentasi pribadi | Pemanfaatan komersial |
| Memotret staf | Meminta izin | Memotret tanpa izin |
| Membawa hewan | Berziarah dengan tali penuntun | Ikut serta dalam doa khusus |
| Bergerak di area kuil | Menggunakan rute yang dianjurkan | Melewati batas larangan masuk |
Cara Menuju dengan Kereta dan Mobil
Dengan kereta, stasiun terdekat adalah Stasiun Fukuhara di Jalur JR Mito, sekitar 7 menit berjalan kaki dari kuil.
Dengan mobil, jaraknya sekitar 1 kilometer dari Kasama-nishi Interchange di Kita-Kantō Expressway, dan terletak di sepanjang Jalan Nasional 50.
Tempat parkir gratis tersedia untuk sekitar 300 kendaraan dan dapat digunakan oleh bus besar.
Jam buka gerbang adalah pukul 8.00 hingga 17.00, dan jam pelayanan goshuin serta jimat adalah pukul 9.00 hingga 16.30.
Kesimpulan: Ingatlah Shimenawa Raksasa dan Tata Cara Gaya Izumo
Melalui shimenawa raksasa, honden kayu hinoki, lukisan langit-langit, kuil pendamping, dan ruang seni, Anda dapat mengenal tradisi pemujaan Ōkuninushi-no-ōkami yang berakar di wilayah Hitachi.
Dengan memahami tata cara 2 kali membungkuk, 4 kali bertepuk tangan, dan 1 kali membungkuk, mematuhi aturan fotografi serta hewan peliharaan, dan memeriksa panduan goshuin maupun doa khusus, pengunjung pertama kali pun dapat berziarah dengan tenang.
Daripada tergesa-gesa mengejar semua daya tarik, luangkan waktu untuk membungkuk di torii, menenangkan diri di depan bangunan kuil, dan mensyukuri hubungan dengan wilayah ini.





Ulasan (0)