Wisata Desa Ochiai di Higashi-Iya, Tokushima: Berkunjung dengan Menghormati Kehidupan Warga
Saat mengunjungi Ochiai Shūraku, permukiman Desa Ochiai di Higashi-Iya, Kota Miyoshi, Prefektur Tokushima, nikmati pemandangannya sambil tetap menghormati kehidupan orang-orang yang tinggal dan berkegiatan di sana.
Dengan memperhatikan bukan hanya bentuk rumah, tetapi juga hubungannya dengan jalan dan lahan di sekitarnya, Anda akan menemukan lebih banyak hal menarik saat melihat desa ini.
Apa Itu Desa Ochiai? Kawasan Pelestarian Bangunan Tradisional di Lereng Curam
Desa Ochiai merupakan permukiman pegunungan yang membentang mengikuti lereng dari pertemuan Sungai Iya dan Sungai Ochiai, hampir di tengah kawasan Higashi-Iya.
Perbedaan ketinggian di dalam desa mencapai sekitar 390 m. Rumah-rumah yang dibangun dari pertengahan zaman Edo hingga awal zaman Shōwa, tembok batu yang disusun satu per satu, dan ladang masih bertahan berlapis-lapis di lereng.
Pada 27 Desember 2005 (Heisei 17), kawasan ini dipilih sebagai Kawasan Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional tingkat nasional, atau Jūdenken, dengan nama resmi Miyoshi-shi Higashi-Iya Yamason Ochiai.
Luas kawasan pelestarian sekitar 32,3 ha, dengan kategori permukiman pegunungan.
Asal-usul desa ini belum diketahui dengan jelas, tetapi legenda pelarian klan Heike dan kisah pembukaan lahan diwariskan secara turun-temurun.
Metode pertanian di pegunungan bagian barat Prefektur Tokushima, yang mengolah lereng curam tanpa mengubahnya menjadi teras, ditetapkan sebagai Warisan Pertanian Penting Dunia pada Maret 2018 (Heisei 30) dengan nama Sistem Pertanian Lereng Nishi-Awa. Ladang seperti ini juga membentang di lereng Desa Ochiai.
Sebelum berkunjung, ingatlah bahwa kawasan pelestarian ini bukan tempat pameran luar ruang, melainkan ruang kehidupan yang terdiri atas rumah dan ladang warga.
Tentukan Tempat yang Ingin Dilihat dan Area Kunjungan di Desa Ochiai Sebelum Berangkat
Sebelum berangkat, tentukan minat Anda, apakah ingin menikmati panorama atau melihat bagian luar bangunan sambil berjalan.
Dengan menentukan tujuan, Anda akan lebih mudah memilih informasi yang dibutuhkan di lokasi dan hal-hal yang perlu diperiksa sebelumnya.
Misalnya, pilih Ochiai Shūraku Tenbōsho, titik pandang di seberang sungai, jika ingin melihat keseluruhan desa, atau Nagaoka-ke Jūtaku, rumah keluarga Nagaoka yang dibuka untuk umum, jika ingin mengamati konstruksi rumah dari dekat. Memilih tempat sesuai tujuan akan memudahkan penyusunan rencana.
Meskipun nama desa tercantum dalam panduan wisata, bukan berarti setiap rumah dan lahannya dapat dikunjungi.
Periksa Tempat yang Boleh Dikunjungi melalui Informasi Resmi Kota Miyoshi dan Sumber Lain
Jika ada bangunan atau tempat yang ingin didatangi, periksa area yang terbuka dan ketentuan kunjungannya melalui informasi dari pengelola, pemerintah daerah, atau asosiasi pariwisata.
Catatan perjalanan bergambar dan peta dapat membantu mengetahui lokasi, tetapi belum tentu menunjukkan apakah tempat tersebut saat ini dapat dikunjungi.
Lokasi dan cara menuju Desa Ochiai dapat diperiksa di Ōboke Iya Navi, situs wisata Asosiasi Pariwisata Kota Miyoshi.
Jangan memasuki tempat yang belum jelas terbuka untuk umum, dan nikmati hanya area yang telah dipastikan boleh dikunjungi sebagai prinsip dasar kunjungan Anda.
Nagaoka-ke Jūtaku: Rumah Tradisional yang Bagian Dalamnya Dapat Dikunjungi
Di dalam kawasan pelestarian, Nagaoka-ke Jūtaku, yang beralamat di Higashi-Iya Ochiai 89-1, Kota Miyoshi, dibuka untuk umum sebagai tempat untuk melihat bagian dalam bangunan.
Rumah keluarga Nagaoka merupakan salah satu bangunan tradisional yang berdiri di lereng selatan pada ketinggian sekitar 610 m. Berdasarkan munafuda, papan catatan konstruksi pada bangunan, rumah ini diperkirakan dibangun pada 1901 (Meiji 34).
Pemugaran dengan bantuan dana pemerintah pusat dan prefektur dilaksanakan dari tahun anggaran Heisei 19 hingga 21. Setelah selesai pada Maret 2010 (Heisei 22), bangunan ini menjadi fasilitas yang memperkenalkan daya tarik kawasan pelestarian Ochiai.
Tata ruangnya menggunakan bentuk yang disebut Kuichigai-roku-madori, dan konon rumah ini dahulu dimiliki keluarga dari golongan penguasa.
Jam buka adalah 9:00–16:00, tutup setiap Rabu serta sepanjang Januari dan Februari. Tempat ini juga dapat tutup pada libur akhir dan awal tahun, dan pengunjung tidak dikenai biaya masuk.
Tempat parkir hanya cukup untuk sekitar 1 mobil, jadi jika datang dengan mobil, periksa lokasi parkir terlebih dahulu.
Untuk pertanyaan, hubungi Bagian Pendidikan Sosial Kota Miyoshi di nomor 0883-72-3900.

Menikmati Panorama Desa Ochiai: Rumah, Tembok Batu, dan Ladang
Saat berkeliling desa, jangan hanya melihat bangunan secara terpisah. Amati hubungannya dengan lingkungan sekitar agar lanskapnya terasa lebih utuh dan berdimensi.
Anda dapat memulai dengan membandingkan bentuk dan tata letak tanpa harus mengetahui istilah arsitektur yang rumit.
Lihat Panorama Seluruh Desa dari Ochiai Shūraku Tenbōsho
Untuk menikmati panorama desa secara keseluruhan, Ochiai Shūraku Tenbōsho di kawasan Nakagami, di seberang Sungai Iya, direkomendasikan. Alamatnya Higashi-Iya Nakagami 80, Kota Miyoshi.
Dari titik pandang tersebut, Anda dapat melihat langsung rumah-rumah yang tersebar di lereng serta lapisan tembok batu dan ladang, sehingga perbedaan ketinggian sekitar 390 m terasa jelas dalam sekali pandang.
Kadang-kadang terdapat pajangan orang-orangan sawah berbentuk kakek dan nenek di titik pandang ini, sehingga suasana desa dapat dinikmati tanpa mendekati rumah warga.
Periksa terlebih dahulu apakah tempat parkir dan toilet umum dapat digunakan. Dengan mampir sebelum menjelajahi desa, Anda dapat memahami letak keseluruhan kawasan sebelum mulai berjalan.
Perhatikan Atap Jerami dan Bentuk Teritisan pada Rumah Tradisional
Saat melihat bagian luar rumah dari tempat yang diizinkan, cobalah memperhatikan bentuk atap, panjang teritisan, dan warna dinding.
Dengan mengamati bentuk yang terlihat dari kejauhan, Anda dapat memperhatikan rumah tanpa mendekat secara berlebihan.
Rumah dengan atap kayabuki, yaitu atap dari jerami atau rerumputan kering, masih bertahan di desa ini. Konstruksi rumah di atas tembok batu yang khas lereng pegunungan juga menjadi daya tarik.
Jangan menentukan usia atau fungsi bangunan hanya berdasarkan penampilannya. Cocokkan hal yang menarik perhatian dengan penjelasan yang tersedia untuk memperdalam pemahaman.
Amati Hubungan Jalan, Tembok Batu, dan Ladang di Lereng
Dengan memperhatikan ke mana jalan mengarah dan bagaimana bangunan ditempatkan terhadap lahan sekitarnya, Anda akan lebih mudah melihat tata permukiman secara keseluruhan.
Namun, Anda tidak perlu memasuki akses menuju rumah warga hanya untuk mengetahui kelanjutan suatu jalan.
Nikmati perlahan area yang dapat terlihat dan berjalanlah dengan santai sambil mencari detail yang menarik.
Di ladang lereng, terkadang terlihat Koeguro, tumpukan berbentuk kerucut untuk mengeringkan rumput kaya yang dipotong pada musim gugur. Ini merupakan salah satu cara bertani di lereng untuk mengurangi pengikisan tanah.
Ladang, alat pertanian, dan Koeguro digunakan untuk kegiatan bertani. Karena itu, cukup amati dari jalan tanpa menyentuh atau mendekatinya.
Nikmati Pemandangan dengan Mata Sendiri Sebelum Memotret
Sebelum mencari tempat mengambil foto, amati sekitar dari posisi yang tidak menghalangi lalu lintas.
Anda akan lebih mudah menemukan hal yang ingin dikenang, seperti perpaduan bangunan dengan langit atau lekukan jalan.
Saat berbagi kesan dengan teman perjalanan, jaga volume suara dan jangan terlalu lama berada di dekat jendela atau pintu masuk rumah.
Daya Tarik Desa Ochiai pada Setiap Musim
Sekitar September, bunga soba mekar di ladang sekitar desa, menghadirkan pemandangan bunga putih yang berpadu dengan rumah dan tembok batu di lereng curam.
Perubahan warna daun musim gugur berbeda menurut ketinggian dan tahunnya. Jika berkunjung pada musim gugur, periksa kondisi warna daun melalui informasi yang disampaikan Asosiasi Pariwisata Kota Miyoshi.
Cuaca di desa pegunungan mudah berubah, dan kabut atau hujan terkadang menghalangi pandangan ke desa dari titik pandang. Karena itu, sebaiknya buat jadwal dengan waktu yang cukup longgar.

Etika Dasar Mengambil Foto di Desa Ochiai
Saat memotret, perhatikan bukan hanya objek foto, tetapi juga tempat Anda berdiri dan dampaknya terhadap orang di sekitar.
Bedakan antara memotret pemandangan dan memotret orang atau bagian dalam rumah agar lebih mudah mengambil keputusan di lokasi.
Periksa Petunjuk di Lokasi Pemotretan
Jika ada papan mengenai pemotretan atau arahan pengelola, ikuti ketentuannya.
Tidak adanya tanda larangan bukan berarti Anda boleh masuk ke tanah pribadi atau memotret bagian dalam rumah melalui jendela.
Sebelum mengarahkan kamera, periksa apakah tindakan Anda terlalu jauh memasuki kehidupan pribadi warga.
Jika ingin memotret seluruh desa, ambillah foto dari Ochiai Shūraku Tenbōsho di seberang sungai, bukan dari dekat rumah, agar seluruh panorama tertangkap tanpa memasuki ruang kehidupan warga.
Minta Izin Terlebih Dahulu Jika Ingin Memotret Orang
Jika ingin menjadikan warga sebagai subjek utama foto, mintalah persetujuan mereka terlebih dahulu.
Untuk bertanya singkat dalam bahasa Jepang, Anda dapat mengatakan, “Shashin o totte mo ii desu ka?” yang berarti “Bolehkah saya mengambil foto?”
Jika tidak memahami jawabannya, jangan memotret. Hindari menghentikan orang yang sedang bekerja atau mengulangi permintaan yang sama.
Atur Komposisi dari Area yang Boleh Dilalui
Saat mencari sudut yang bagus, hindari mundur ke badan jalan atau menyebarkan barang di jalur pejalan kaki.
Jika menggunakan tripod atau peralatan lain, periksa apakah penggunaannya diizinkan dan pastikan tidak menghalangi jalur orang maupun kendaraan.
Selain aturan penerbangan drone yang ditetapkan oleh Undang-Undang Penerbangan, menerbangkannya di atas rumah atau ladang juga melibatkan persetujuan pemilik atau pengelola lahan. Jika hal tersebut tidak dapat dipastikan sebelumnya, jangan menerbangkan drone.
Tabel berikut merangkum perbedaan hal yang perlu diperhatikan pada setiap situasi pemotretan.
| Situasi Pemotretan | Hal yang Perlu Diperhatikan | Panduan Tindakan |
|---|---|---|
| Memotret dengan orang sebagai subjek utama | Keinginan orang tersebut | Minta persetujuan terlebih dahulu |
| Memotret rumah dari dekat | Privasi kehidupan warga | Jangan arahkan kamera ke bagian dalam rumah |
| Berhenti di tepi jalan | Lalu lintas orang dan kendaraan | Jangan menghalangi jalan |
Periksa Kembali Detail yang Ikut Terfoto Sebelum Mengunggah
Jika ingin mengunggah foto setelah pemotretan, periksa kembali apakah wajah orang, papan nama penghuni, pelat nomor kendaraan, atau detail lain terlihat menonjol.
Saat mendapat izin memotret seseorang, sebaiknya tanyakan juga apakah fotonya boleh dipublikasikan.
Jangan mencantumkan informasi kehidupan pribadi orang dalam keterangan foto. Tuliskan kesan yang Anda dapatkan dari pemandangan dengan kata-kata sendiri.

Etika Berjalan di Desa Ochiai dan Arti Papan Petunjuk Bahasa Jepang
Saat berjalan-jalan, bacalah petunjuk setempat dan usahakan tidak menghambat warga yang lewat atau melakukan pekerjaan sehari-hari.
Walaupun sebuah jalur tergambar pada peta, Anda tetap perlu memeriksa secara terpisah apakah wisatawan boleh melewatinya.
Jangan Melewati Batas Pekarangan Rumah atau Ladang di Lereng
Meskipun tidak ada gerbang atau pagar, jangan menganggap Anda bebas masuk. Jangan memasuki pekarangan rumah atau ladang tanpa izin.
Hindari pula melintasinya sebagai jalan pintas atau mendekati tanaman demi mengambil foto.
Sebagian ladang di lereng Nishi-Awa memiliki kemiringan hingga 40 derajat. Memasukinya bukan hanya dapat merusak tanaman dan tanah, tetapi juga berisiko menyebabkan jatuh atau tergelincir menuruni lereng.
Jika tidak dapat membedakan jalan dengan lahan pribadi, penting untuk tidak melanjutkan dan kembali ke tempat yang batasnya jelas.
Berhenti Jika Tidak Memahami Papan Petunjuk
Jika tidak memahami tulisan bahasa Jepang, gunakan fitur penerjemah atau cara lain untuk memastikan artinya sebelum bertindak.
Sekalipun dapat membaca tulisannya, jika tidak memahami area yang dimaksud, periksa posisi papan dan keadaan sekitar. Jangan terus berjalan saat masih belum jelas.
Berikut rangkuman arti dan tindakan yang perlu dilakukan jika menemukan petunjuk seperti berikut.
| Tulisan Bahasa Jepang | Arti | Tindakan di Lokasi |
|---|---|---|
| Shiyūchi | Tanah milik pribadi atau pihak lain | Jangan masuk tanpa izin |
| Tachiiri-kinshi | Area yang tidak boleh dimasuki | Berhenti sebelum melewati batas |
| Satsuei-kinshi | Pemotretan tidak diizinkan | Jangan arahkan kamera |
| Tsūkō-dome | Jalan tersebut tidak dapat dilalui | Periksa rute lain |
Hindari Jalur Aktivitas Warga Saat Mengobrol atau Beristirahat
Jika orang atau kendaraan mendekat, beri jalan sambil tetap memeriksa keamanan di sekitar.
Jangan berkumpul di depan pintu masuk rumah atau dekat tempat kerja warga. Pilih tempat beristirahat setelah memastikan bahwa tempat tersebut boleh digunakan.
Menyiapkan kantong untuk membawa pulang sampah dan tidak meninggalkan kemasan makanan atau wadah minuman juga merupakan bentuk perhatian dasar.

Cara Menuju Desa Ochiai dan Perlengkapan yang Perlu Disiapkan
Agar kunjungan tidak memberatkan, penting untuk mempertimbangkan bukan hanya cara menuju lokasi, tetapi juga perjalanan pulang dan persiapan berjalan di sana.
Jangan memasukkan terlalu banyak tempat singgah agar rencana dapat diubah sesuai cuaca dan kondisi tubuh.
Periksa Akses ke Desa Ochiai dan Transportasi Pulang
Jangan mencari tujuan hanya berdasarkan nama desa. Cocokkan petunjuk tempat yang benar-benar ingin didatangi dengan posisinya pada peta.
Desa Ochiai terletak di Higashi-Iya Ochiai, Kota Miyoshi, Prefektur Tokushima, sedangkan Ochiai Shūraku Tenbōsho berada di Higashi-Iya Nakagami 80, Kota Miyoshi, di seberang Sungai Iya.
Jika menggunakan transportasi umum, periksa hari operasi, jadwal pulang-pergi, dan lokasi naik melalui informasi dari operator transportasi.
Dengan bus reguler, naik bus Shikoku Kōtsū dari Stasiun JR Ōboke ke Kazurabashi Yume Butai, lalu berganti ke Jalur Higashi-Iya tujuan Kubo. Turun di halte bus Ochiai-bashi dan lanjutkan berjalan kaki sekitar 30 menit.
Jadwal bus dapat diperiksa melalui Rosen Bus Jikoku Hayamihyō, tabel ringkas jadwal bus reguler di situs wisata Asosiasi Pariwisata Kota Miyoshi, atau dengan menghubungi Shikoku Kōtsū di nomor 0883-72-1231.
Jika menggunakan mobil, dari Ikawa-Ikeda IC di Jalan Tol Tokushima, ikuti Jalan Nasional 32 ke arah Kōchi, Jalan Prefektur 45, dan Jalan Prefektur 32, lalu lanjut ke Jalan Nasional 439 ke arah Gunung Tsurugi. Perjalanan memerlukan sekitar 1 jam 20 menit.
Jika datang dengan mobil, cari terlebih dahulu lokasi parkir yang boleh digunakan. Jangan memarkir kendaraan atas pertimbangan sendiri di lahan yang terlihat kosong.
Karena tempat parkir di dalam desa terbatas, gunakan area parkir Ochiai Shūraku Tenbōsho di seberang sungai.
Saat memilih transportasi, pertimbangkan juga seberapa jauh Anda perlu berjalan setelah turun agar lebih mudah menyusun jadwal perjalanan.
Siapkan Perlengkapan Berjalan dan Catatan untuk Konfirmasi
Pilih sepatu yang pas dan nyaman untuk berjalan, serta siapkan perlengkapan hujan dan pakaian yang dapat disesuaikan untuk mengatur suhu tubuh menurut prakiraan cuaca.
Karena perbedaan ketinggian di dalam desa besar dan terdapat banyak jalan berlereng, sebaiknya pilih sepatu dengan sol yang tidak licin.
Siapkan sendiri minuman dan barang pribadi yang diperlukan. Sebaiknya Anda tidak mengandalkan kesempatan membeli keperluan tersebut setelah tiba.
Hal yang perlu diperiksa sebelum berangkat dapat dicatat seperti berikut agar mudah dilihat kembali di lokasi.
- Hari buka dan ketentuan penggunaan fasilitas yang ingin dikunjungi
- Apakah diperlukan reservasi dan siapa yang dapat dihubungi
- Informasi penggunaan tempat istirahat dan toilet
- Jarak yang dapat ditempuh bersama rombongan tanpa memaksakan diri
Dengan menyimpan informasi yang diperlukan di perangkat, Anda juga dapat mengurangi kerepotan mencari informasi yang sama saat dalam perjalanan.
Jangan mengandalkan ketersediaan Wi-Fi gratis di dalam desa. Simpan peta dan data aplikasi penerjemah di perangkat sebelum berangkat.
Periksa Fasilitas Setempat: Toilet, Tempat Makan, dan Kontak Informasi
Sebaiknya gunakan toilet umum di Ochiai Shūraku Tenbōsho sebelum mulai berjalan-jalan.
Jika ingin makan, Anda dapat menikmati Iya soba buatan tangan, mi soba khas Iya, di Soba Dōjō yang berada di Higashi-Iya Ochiai.
Soba Dōjō buka pukul 11:00–17:00, dengan kemungkinan perubahan menurut musim, dan tutup setiap Kamis serta pada hari lain yang tidak tetap. Karena itu, periksa terlebih dahulu jika ingin mampir.
Konsultasi wisata dilayani di Pusat Informasi Wisata Kota Miyoshi, nomor telepon 0883-76-0877, pukul 9:00–18:00, kecuali libur akhir dan awal tahun.
Menginap di Rumah Tradisional Desa Ochiai untuk Menikmati Suasana Tenang
Di sekitar Desa Ochiai terdapat Tōgenkyō Iya no Yama-zato, yang menyewakan rumah beratap jerami secara utuh dengan tempat penerimaan tamu di Higashi-Iya Ochiai 403, Kota Miyoshi, serta Iya no Yado La・Sol Manten, penginapan satu rumah untuk maksimal 5 orang.
Reservasi Tōgenkyō Iya no Yama-zato diterima mulai 5 bulan sebelum tanggal menginap. Sebagian rumah pada prinsipnya mensyaratkan minimal 2 malam, jadi periksa lebih awal setelah menentukan tanggal yang diinginkan.
Menginap memungkinkan Anda melihat panorama desa pada pagi dan sore yang tenang. Namun, dini hari dan malam juga merupakan waktu kehidupan pribadi warga, jadi perhatikan suara percakapan, langkah kaki, dan arah cahaya lampu.
Rangkuman: Cara Menikmati Kunjungan ke Desa Ochiai dengan Nyaman
Saat mengunjungi Desa Ochiai, pastikan area yang boleh dilihat dan nikmati perlahan hubungan antara rumah-rumah dengan jalannya.
Lihat panorama desa secara keseluruhan dari Ochiai Shūraku Tenbōsho di seberang sungai, dan amati konstruksi rumah di Nagaoka-ke Jūtaku yang terbuka untuk umum. Dengan memilih tempat kunjungan sesuai tujuan, Anda dapat menikmati pesona Kawasan Pelestarian Penting Kelompok Bangunan Tradisional tanpa memasuki ruang kehidupan warga.
Menghormati keinginan dan privasi orang saat memotret serta menjaga jalur aktivitas warga tetap terbuka saat berjalan-jalan merupakan dasar kunjungan yang nyaman.
Siapkan transportasi dan barang bawaan, ikuti petunjuk setempat, lalu temukan pemandangan yang sesuai dengan minat Anda.






Ulasan (0)