Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Pilar Tanah Awa: Bentukan Erosi, Iluminasi dan Akses

Pilar Tanah Awa: Bentukan Erosi, Iluminasi dan Akses
Kenali Awa no Dochu, pilar tanah hasil erosi hujan di Tokushima. Simak jalur jalan kaki, iluminasi malam, akses Stasiun Awa-Yamakawa, pemandu serta tips foto.

Ringkasan Cepat

Pilar tanah yang dijuluki salah satu dari “tiga lanskap unik terkemuka di dunia”

Pilar Tanah Awa di Kota Awa, Prefektur Tokushima, adalah lanskap alami berupa deretan pilar tanah dan dinding berlipat yang terbentuk oleh erosi air hujan. Kawasan ini juga dijuluki salah satu dari “tiga lanskap unik terkemuka di dunia”; dari anjungan pandang, Anda dapat mengamati pilar yang saling bertumpuk serta alur vertikal pada dinding tanah. Nikmati panorama menyeluruh dan tekstur tanah pada siang hari, serta suasana berbeda akibat pencahayaan pada malam hari.

Monumen alam dan anjungan pandang depan

Selain Hatogatake yang ditetapkan sebagai monumen alam nasional, terdapat Tachibanadake, Mushirodake, Furodake, dan Torodake. Dari dua anjungan pandang di sisi depan, masing-masing di bagian atas dan bawah, Anda dapat mengamati lapisan tanah berusia sekitar 1 juta tahun.

Cara ke sana dari Stasiun Awa-Yamakawa dan Wakimachi IC

Sekitar 15 menit dengan taksi dari Stasiun Awa-Yamakawa di Jalur JR Tokushima. Dengan mobil, sekitar 15 menit dari simpang susun Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima; tersedia tempat parkir yang dapat menampung bus besar.

Biaya kunjungan dan pemandu

Kunjungan gratis. Pemandu sukarela pilar tanah mengenakan biaya 1.000–2.000 yen per kelompok berisi 1–10 orang; reservasi harus dilakukan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal kunjungan yang diinginkan.

Perkiraan durasi setiap rute berpemandu

Dengan pemandu sukarela, rute anjungan pandang depan memerlukan sekitar 35–40 menit, rute puncak Hatogatake sekitar 60 menit, dan rute hiking sekitar 70–90 menit.

Pencahayaan malam

Pilar Tanah Awa diterangi sejak matahari terbenam hingga pukul 22.00 pada musim panas, Mei–Agustus, dan hingga pukul 21.00 pada musim dingin, September–April, sehingga menampilkan suasana berbeda dari siang hari.

Pemandangan dari puncak dan rute hiking

Dari puncak Hatogatake, Anda dapat melihat pilar tanah tepat di bawah kaki. Jika cuaca cerah, dari gazebo di puncak rute hiking terlihat dataran di hilir Sungai Yoshino serta Gunung Bizan dan Gunung Kotsu.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Tokushima

Mengenal Awa no Dochū: asal terbentuknya pilar tanah di Tokushima

Awa no Dochū (pilar tanah Awa) adalah bentang alam berupa deretan pilar tanah dan dinding berlipat yang dapat dilihat di Awa-chō, Kota Awa, Prefektur Tokushima.

Tempat ini juga disebut sebagai salah satu dari “tiga pemandangan alam unik utama dunia”, bersama Pegunungan Rocky di Amerika Serikat dan Tyrol di Italia. Pada 2017 (Heisei 29), kawasan ini juga terpilih sebagai salah satu dari 88 Pemandangan Shikoku.

Setelah menikmati panorama keseluruhan dari titik pandang, perhatikan alur pada permukaannya untuk membayangkan kerja air hujan yang mengikis bentang alam ini.

Mengamati bentang alam yang terbentuk oleh erosi air hujan

Bentang alam ini terbentuk selama waktu yang panjang ketika tanah dengan endapan tanah, pasir, dan kerikil mengalami pengangkatan, lalu perlahan terkikis air hujan.

Bentuk lahannya berasal dari erosi kipas aluvial tua yang membentang di kaki selatan Pegunungan Asan.

Dari titik pandang depan, Anda dapat melihat dari dekat lapisan tanah yang berusia sekitar 1 juta tahun.

Bagian yang menyerupai tiang bangunan bukanlah hasil pahatan manusia, melainkan bentuk lahan yang tersisa akibat proses alam.

Selain garis luar pilarnya, amati juga alur vertikal dan permukaan dinding yang tidak rata agar makna nama “pilar tanah” terasa lebih nyata.

Hatōgatake, monumen alam nasional Jepang

Di antara pilar tanah Awa, bagian yang terbesar, Hatōgatake, ditetapkan sebagai monumen alam nasional pada 1 Mei 1934 (Shōwa 9).

Selain Hatōgatake, terdapat formasi puncak lain seperti Tachibanadake, Mushirodake, Furōdake, dan Tōrōdake.

Terpapar angin dan hujan, pilar tanah ini merupakan bentang alam yang masih terus berubah sedikit demi sedikit hingga sekarang.

Jangan hanya mencari bentuk yang sama dengan foto lama. Amati susunan pilar serta tekstur tanah yang tampak pada hari kunjungan Anda.

Memahami istilah yang digunakan untuk menjelaskan bentuk lahan akan membantu Anda mengerti proses terbentuknya pemandangan di depan mata.

Istilah Makna Petunjuk pengamatan
Pasir dan kerikil Butiran pasir dan batu kecil Bahan pembentuk pilar tanah
Sedimentasi Proses penumpukan tanah dan pasir Asal terbentuknya lapisan tanah
Erosi Pengikisan permukaan tanah oleh air dan faktor lainnya Proses pembentukan pilar dan alur

Daya tarik Awa no Dochū dari titik pandang dan jalur pejalan kaki

Jika pertama kali berkunjung, mulailah dengan memahami bentuk keseluruhan pilar tanah dari titik pandang depan, lalu tentukan sejauh mana Anda ingin berjalan.

Pilih cara menikmati kunjungan sesuai keinginan, baik berfokus mengamati panorama maupun sekaligus berjalan di jalur perbukitan.

Membandingkan pemandangan dari titik pandang depan bagian atas dan bawah

Terdapat 2 titik pandang depan, yaitu bagian atas dan bawah, sehingga Anda dapat melihat pilar tanah dari posisi berbeda.

Keduanya berada setelah Anda menyusuri jalur pejalan kaki dari pintu masuk, dan memungkinkan pengamatan langsung dari depan terhadap panorama khas Awa no Dochū.

Temukan ciri yang sama pada satu pilar saat membandingkan kedua pandangan agar lebih mudah memperhatikan susunan pilar dan kedalaman dindingnya.

Jangan terus menatap pemandangan sambil bergerak. Berhentilah terlebih dahulu, lalu amati dengan santai.

Sesuaikan kunjungan ke titik pandang puncak dan hiking dengan kemampuan fisik

Dari titik pandang di puncak Hatōgatake, Anda dapat menikmati panorama menegangkan dengan pilar tanah tepat di bawah kaki.

Di sekitar puncak, daya tarik lainnya adalah kesempatan mengamati dari dekat lapisan tanah pembentuk pilar.

Selain itu, di puncak jalur hiking yang menanjak di lereng sebelah kiri pintu masuk terdapat gazebo. Saat cuaca cerah, Anda dapat melihat dataran hilir Sungai Yoshino serta Gunung Bizan dan Gunung Kōtsu.

Gazebo tersebut juga diperkenalkan sebagai tempat untuk membawa bekal dan beristirahat sambil menikmati pemandangan.

Sesuaikan area kunjungan dengan kondisi pijakan dan kemampuan fisik teman perjalanan. Tidak perlu memaksakan diri berjalan hingga ke atas.

Perhatikan juga monumen puisi di sepanjang jalur pejalan kaki

Di jalur pejalan kaki yang berlanjut dari pintu masuk, terdapat monumen puisi Noguchi Ujō dan monumen Takai Hokuto, penyair haiku Jepang.

Noguchi Ujō adalah penyair yang dikenal melalui lagu anak-anak seperti “Nanatsu no Ko” dan “Akai Kutsu”.

Selain mengamati pilar tanah itu sendiri, di sini Anda dapat merasakan bagaimana panorama ini menginspirasi karya seni masyarakat.

Meskipun sulit membaca tulisan Jepang pada monumen, cobalah mengenali hubungannya dengan budaya setempat melalui nama tokoh dan papan informasi.

Tips foto dan menikmati iluminasi malam Awa no Dochū

Kunjungan siang cocok bagi Anda yang ingin mengamati detail bentuk lahan, sedangkan malam hari menjadi pilihan untuk menikmati suasana yang diciptakan pencahayaan.

Saat memotret, lihatlah dahulu keseluruhan pemandangan dengan mata telanjang, lalu pilih bentuk yang ingin diabadikan agar lebih mudah menentukan komposisi.

Memotret panorama dan tekstur tanah pada siang hari

Foto yang menampilkan deretan dinding tanah secara luas dan foto yang berfokus pada pilar atau alur akan menonjolkan ciri berbeda meskipun objeknya sama.

Di sepanjang jalur pejalan kaki, Anda juga dapat menikmati alam dalam empat musim. Memadukan pilar tanah dan pepohonan sekitarnya akan menghasilkan foto dengan nuansa musim yang jelas.

Saat ingin memotret detail, pertimbangkan menggunakan zoom kamera dari area pengamatan daripada mendekati pilar tanah.

Jika memasukkan orang dalam foto, periksa pijakan sebelum menentukan posisi berdiri. Jangan mundur hanya mengikuti aba-aba fotografer.

Periksa pelaksanaan iluminasi malam dan rute pulang

Awa no Dochū diterangi pada malam hari, menampilkan suasana yang berbeda dari siang hari.

Jadwal pencahayaannya adalah mulai matahari terbenam hingga pukul 22.00 pada periode musim panas, Mei–Agustus, dan hingga pukul 21.00 pada periode musim dingin, September–April.

Sebelum datang, periksa apakah iluminasi berlangsung, dan kenali area pengamatan serta jalan pulang sebelum gelap.

Bedakan kegiatan melihat pilar tanah yang diterangi dengan berjalan di jalur gunung pada malam hari. Jangan memaksakan diri menuju tempat dengan pijakan yang sulit terlihat.

Cara menuju Awa no Dochū dan persiapan transportasi

Jika menggunakan kereta, Stasiun Awa-Yamakawa di Jalur JR Tokushima berjarak sekitar 15 menit dengan mobil. Menggabungkan perjalanan kereta dengan taksi dari stasiun merupakan pilihan praktis.

Dari Stasiun Tokushima atau Bandara Tokushima Awaodori ke Kota Awa, waktu perjalanan dengan mobil diperkirakan sekitar 50 menit.

Merencanakan perjalanan ke lokasi sekaligus perjalanan pulang setelah kunjungan akan memudahkan penyusunan itinerary.

Konsultasikan penggunaan taksi dari Stasiun Awa-Yamakawa

Bagi wisatawan yang tidak mengemudi, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu apakah taksi tersedia sesuai waktu kedatangan kereta.

Agar dapat menyampaikan tujuan kepada pengemudi, simpanlah penulisan Jepang untuk “Awa no Dochū” dan “Stasiun Awa-Yamakawa” di ponsel Anda.

Jika meminta dijemput untuk pulang, pastikan lokasi pertemuan dan waktunya secara terperinci.

Cek rute dari Wakimachi IC jika menggunakan mobil

Dengan mobil, lokasi dapat dicapai dalam sekitar 15 menit dari simpang susun Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima.

Tersedia pula tempat parkir yang dapat menampung bus besar, sehingga kawasan ini mudah disinggahi dalam perjalanan rombongan.

Masukkan nama resmi tujuan di aplikasi peta, lalu setelah tiba ikuti petunjuk setempat untuk parkir.

Jangan menyusun itinerary terlalu padat hanya berdasarkan waktu berkendara. Sediakan pula waktu untuk berjalan kaki setelah parkir.

Sesuaikan rencana pulang dengan area yang ingin dikunjungi

Waktu dan tenaga yang diperlukan berbeda antara kunjungan yang berfokus pada titik pandang depan dengan perjalanan hingga puncak atau jalur hiking.

Perkiraan durasi tur pemandu sukarela adalah 35–40 menit untuk rute titik pandang depan, sekitar 60 menit untuk rute puncak Hatōgatake, dan 70–90 menit untuk rute hiking. Durasi ini dapat dijadikan patokan lama kunjungan.

Periksa dahulu jadwal keberangkatan kereta, lalu tentukan area jalan-jalan dengan menghitung mundur dari waktu meninggalkan lokasi.

Jika berencana berkunjung pada malam hari, penting untuk memastikan transportasi pulang sebelum tiba.

Memahami asal terbentuknya pilar tanah bersama pemandu

Jika ingin berkunjung sambil mendengarkan penjelasan tentang bentuk lahan dan cerita daerah, pertimbangkan layanan berbayar dari Perkumpulan Pemandu Sukarela Dochū.

Perkumpulan pemandu ini dibentuk pada 2017 (Heisei 29), dan peserta yang membawa anak juga disambut.

Layanan ini menjadi kesempatan mengenal asal terbentuknya pilar tanah dan hubungannya dengan masyarakat setempat, yang sulit diketahui hanya dengan memandang panorama.

Pesan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal kunjungan

Pemesanan ditangani sekretariat di Asosiasi Pariwisata Kota Awa dan harus diajukan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal kunjungan.

Pemesanan diterima melalui telepon, email, dan faks. Asosiasi Pariwisata Kota Awa melayani telepon di 0883-35-4211 pada hari kerja pukul 08.30–17.00.

Sabtu, Minggu, hari libur nasional, serta libur akhir dan awal tahun tidak dihitung sebagai hari kerja. Hubungi lebih awal setelah jadwal perjalanan ditentukan.

Biaya berlaku per kelompok dengan 1 pemandu. Untuk kelompok 1–10 orang, rute titik pandang depan seharga 1.000 yen, rute puncak Hatōgatake 1.500 yen, dan rute hiking 2.000 yen.

Untuk kelompok 11 orang atau lebih, biayanya masing-masing 1.500 yen, 2.000 yen, dan 3.000 yen.

Pembatalan atas alasan peserta tidak dikenai biaya hingga pukul 15.00 sehari sebelumnya. Setelah itu, biaya penuh akan ditagihkan.

Pastikan biaya dan ketentuan pembatalan saat melakukan pemesanan.

Konsultasikan area perjalanan dan bahasa layanan sebelum berkunjung

Tersedia 3 rute pemandu: titik pandang depan, puncak Hatōgatake, dan hiking.

Rute titik pandang depan mencakup penjelasan di titik pandang dan jalan-jalan. Rute puncak Hatōgatake dilanjutkan hingga puncaknya, sedangkan rute hiking mengunjungi puncak jalur hiking serta puncak Hatōgatake.

Pada dasarnya, 1 kelompok didampingi 1 pemandu. Kapasitas perkiraan rute titik pandang depan hingga sekitar 40 orang, sedangkan 2 rute lainnya hingga sekitar 15 orang.

Sampaikan apakah Anda ingin mendengarkan penjelasan panorama secara mendalam atau juga berjalan di jalur gunung agar lebih mudah berkonsultasi tentang rute yang sesuai.

Jika khawatir dengan penjelasan dalam bahasa Jepang, pastikan juga bahasa yang dapat dilayani dan kebutuhan penerjemah saat memesan.

Pakaian dan etika berjalan untuk menjaga alam

Saat mengunjungi pilar tanah, siapkan perlengkapan agar nyaman berjalan dan jaga perilaku agar tidak membebani bentang alam.

Utamakan cuaca hari itu dan petunjuk setempat. Penting untuk bersedia berbalik kembali sesuai keadaan, meskipun rutenya sudah direncanakan.

Sesuaikan sepatu dan barang bawaan untuk berjalan di alam terbuka

Pilih sepatu antiselip yang sudah nyaman digunakan, lalu siapkan jaket sesuai suhu dan perlengkapan hujan agar perjalanan lebih nyaman.

Jika menuju jalur hiking atau puncak Hatōgatake, ransel yang membuat kedua tangan bebas akan memudahkan berjalan di jalur gunung.

Pada musim panas, topi dan pengusir serangga akan berguna. Pada musim dingin, siapkan pakaian hangat untuk menghadapi dingin pada pagi dan malam hari.

Siapkan minuman sebelum berjalan-jalan dan periksa juga daya baterai ponsel.

Jika ragu dengan kondisi pijakan, misalnya setelah hujan, batasi lokasi pengamatan dan jangan memaksakan jarak berjalan yang lebih jauh.

Amati dari area kunjungan tanpa merusak pilar tanah

Untuk menjaga bentuk alaminya, jangan mengikis pilar tanah atau membawa pulang tanah dan batu. Amati dari area yang boleh dikunjungi.

Hindari pula keluar dari jalur atau terlalu mendekati tepi tebing demi mengambil foto.

Berikut perilaku yang perlu diperhatikan dalam berbagai situasi saat mengamati alam dan memotret.

Situasi Tindakan yang dianjurkan Tindakan yang perlu dihindari
Tempat dengan petunjuk akses Berjalan di jalur yang ditentukan Melewati batas area yang dibatasi
Memotret di jalur pejalan kaki Beri jalan kepada orang sekitar Memonopoli tempat berdiri
Setelah beristirahat Bawa pulang sampah Meninggalkan sisa makanan

Sesuaikan area jalan-jalan dengan teman perjalanan

Jika berkunjung bersama anak atau orang yang kurang mantap berjalan, pilih area yang dapat dilalui semua orang tanpa memaksakan diri.

Jika mempertimbangkan penggunaan stroller atau kursi roda, tanyakan kepada asosiasi pariwisata sebelum datang tentang rute yang dapat digunakan dan adanya undakan.

Saat fokus memotret sekalipun, perhatikan posisi teman perjalanan serta lalu lalang orang sekitar agar kunjungan tetap tenang.

Informasi dasar Awa no Dochū dan penginapan di dekatnya

Berikut ringkasan informasi dasar Awa no Dochū yang perlu diperiksa sebelum berkunjung.

Kategori Keterangan
Lokasi Sakuranooka, Awa-chō, Kota Awa, Prefektur Tokushima
Biaya kunjungan Disebut gratis; layanan pemandu sukarela berbayar
Iluminasi malam Mei–Agustus dari matahari terbenam hingga pukul 22.00; September–April dari matahari terbenam hingga pukul 21.00
Kereta Sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun Awa-Yamakawa di Jalur JR Tokushima
Mobil Sekitar 15 menit dari Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima
Kontak Asosiasi Pariwisata Kota Awa, 0883-35-4211, hari kerja pukul 08.30–17.00

Sebelum berkunjung, pastikan biaya dan jadwal melalui Asosiasi Pariwisata Kota Awa.

Menginap dekat pilar tanah untuk menikmati iluminasi malam

Di dekat pilar tanah terdapat penginapan Iyashi no Yado Dochū Land Shin Onsen, yang menurut informasi dapat dicapai dengan berjalan sekitar 5 menit dari bagian depan pilar tanah.

Jika ingin langsung beristirahat setelah melihat iluminasi tanpa menempuh perjalanan jauh, menginap di dekatnya dapat menjadi pilihan.

Pastikan ketentuan menginap dan penggunaan pemandian langsung kepada fasilitas tersebut.

Penutup: menikmati keunikan alam Awa no Dochū

Di Awa no Dochū, Anda dapat melihat pilar dan dinding tanah yang dibentuk air hujan dari titik pandang, sekaligus mengenal proses terbentuknya bentang alam, termasuk Hatōgatake yang merupakan monumen alam nasional.

Jadikan pengamatan dari depan sebagai kegiatan utama, lalu gabungkan jalur pejalan kaki, puncak, atau tur berpemandu sesuai kemampuan fisik dan cuaca.

Dengan mengatur transportasi dan rencana pulang serta menjaga etika yang melindungi bentuk alamnya, Anda dapat menikmati perjalanan untuk mengamati bentang alam Tokushima dengan santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Pilar Tanah Awa adalah bentang alam berupa deretan pilar dan dinding tanah yang terbentuk saat lahan endapan tanah, pasir, dan kerikil terangkat lalu terkikis air hujan. Dari area pandang di bagian depan, Anda dapat melihat lapisan tanah berusia sekitar satu juta tahun. Selain bentuk pilarnya, perhatikan alur vertikal serta lekukan pada dinding untuk mencari jejak pengikisan oleh air hujan.
A. Pilar Tanah Awa disebut sebagai salah satu dari tiga pemandangan unik dunia bersama Pegunungan Rocky di Amerika Serikat dan Tirol di Italia. Pada 2017, tempat ini juga terpilih sebagai salah satu dari 88 Pemandangan Shikoku. Di sepanjang jalur berjalan terdapat monumen puisi Noguchi Ujo dan monumen haiku Takai Hokuto, sehingga Anda juga dapat mengenal hubungan lanskap ini dengan sastra.
A. Pilar Tanah Awa menawarkan suasana alam sepanjang empat musim dan dapat dijelajahi dengan pakaian yang sesuai musim. Siapkan topi dan penolak serangga pada musim panas, serta pakaian hangat untuk suhu pagi dan malam yang dingin pada musim dingin. Perhatikan pula warna pepohonan di sekeliling dinding tanah untuk melihat perubahan pemandangan musiman meski bentang alamnya tetap sama.
A. Pilar Tanah Awa berjarak sekitar 15 menit berkendara dari Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima, dan tersedia tempat parkir yang dapat menampung bus besar. Masukkan nama resmi 「阿波の土柱」 (Pilar Tanah Awa) di aplikasi peta, lalu ikuti petunjuk setempat saat parkir. Jangan menyusun jadwal hanya berdasarkan waktu berkendara; sisihkan pula waktu untuk berjalan dan berkunjung setelah parkir.
A. Dari Stasiun Tokushima, naik JR Jalur Tokushima ke Stasiun Awa-Yamakawa, lalu lanjutkan dengan taksi sekitar 15 menit. Simpan tulisan Jepang 「阿波の土柱」 (Pilar Tanah Awa) dan 「阿波山川駅」 (Stasiun Awa-Yamakawa) di ponsel untuk menyampaikan tujuan kepada pengemudi. Atur penjemputan sesuai waktu kedatangan kereta, lalu sepakati juga lokasi serta jam penjemputan pulang secara jelas agar perjalanan lebih mudah direncanakan.
A. Durasi tur berpemandu adalah sekitar 35–40 menit untuk area pandang di bagian depan, sekitar 60 menit ke puncak Hatogadake, dan sekitar 70–90 menit untuk hiking. Jika berkunjung sendiri, waktunya bergantung pada kecepatan berjalan dan istirahat, sehingga angka tersebut hanya menjadi acuan perencanaan. Nikmati dulu keseluruhan pemandangan dari depan, lalu tentukan apakah akan berjalan ke puncak sesuai kondisi fisik rombongan dan pijakan agar kunjungan tetap nyaman.
A. Iluminasi Pilar Tanah Awa berlangsung dari matahari terbenam hingga pukul 22:00 pada Mei–Agustus, dan hingga pukul 21:00 pada September–April. Mengenali lokasi pengamatan dan jalan pulang sebelum gelap akan membantu Anda menentukan perjalanan malam. Bedakan kegiatan menikmati dinding tanah yang diterangi dengan mendaki jalur bukit, dan jangan memaksakan diri memasuki bagian yang pijakannya sulit terlihat.
A. Dari puncak Hatogadake, Anda dapat melihat pilar tanah tepat di bawah, tetapi penting untuk tidak terlalu mendekati tepi tebing. Untuk mengambil detail, gunakan zoom dari area yang boleh dikunjungi alih-alih keluar dari jalur untuk mendekat. Saat memotret orang, periksa dulu pijakan dan posisi berdirinya, serta jangan mundur hanya berdasarkan aba-aba pemotret.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.