Mengenal Awa no Dochū: asal terbentuknya pilar tanah di Tokushima
Awa no Dochū (pilar tanah Awa) adalah bentang alam berupa deretan pilar tanah dan dinding berlipat yang dapat dilihat di Awa-chō, Kota Awa, Prefektur Tokushima.
Tempat ini juga disebut sebagai salah satu dari “tiga pemandangan alam unik utama dunia”, bersama Pegunungan Rocky di Amerika Serikat dan Tyrol di Italia. Pada 2017 (Heisei 29), kawasan ini juga terpilih sebagai salah satu dari 88 Pemandangan Shikoku.
Setelah menikmati panorama keseluruhan dari titik pandang, perhatikan alur pada permukaannya untuk membayangkan kerja air hujan yang mengikis bentang alam ini.
Mengamati bentang alam yang terbentuk oleh erosi air hujan
Bentang alam ini terbentuk selama waktu yang panjang ketika tanah dengan endapan tanah, pasir, dan kerikil mengalami pengangkatan, lalu perlahan terkikis air hujan.
Bentuk lahannya berasal dari erosi kipas aluvial tua yang membentang di kaki selatan Pegunungan Asan.
Dari titik pandang depan, Anda dapat melihat dari dekat lapisan tanah yang berusia sekitar 1 juta tahun.
Bagian yang menyerupai tiang bangunan bukanlah hasil pahatan manusia, melainkan bentuk lahan yang tersisa akibat proses alam.
Selain garis luar pilarnya, amati juga alur vertikal dan permukaan dinding yang tidak rata agar makna nama “pilar tanah” terasa lebih nyata.
Hatōgatake, monumen alam nasional Jepang
Di antara pilar tanah Awa, bagian yang terbesar, Hatōgatake, ditetapkan sebagai monumen alam nasional pada 1 Mei 1934 (Shōwa 9).
Selain Hatōgatake, terdapat formasi puncak lain seperti Tachibanadake, Mushirodake, Furōdake, dan Tōrōdake.
Terpapar angin dan hujan, pilar tanah ini merupakan bentang alam yang masih terus berubah sedikit demi sedikit hingga sekarang.
Jangan hanya mencari bentuk yang sama dengan foto lama. Amati susunan pilar serta tekstur tanah yang tampak pada hari kunjungan Anda.
Memahami istilah yang digunakan untuk menjelaskan bentuk lahan akan membantu Anda mengerti proses terbentuknya pemandangan di depan mata.
| Istilah | Makna | Petunjuk pengamatan |
|---|---|---|
| Pasir dan kerikil | Butiran pasir dan batu kecil | Bahan pembentuk pilar tanah |
| Sedimentasi | Proses penumpukan tanah dan pasir | Asal terbentuknya lapisan tanah |
| Erosi | Pengikisan permukaan tanah oleh air dan faktor lainnya | Proses pembentukan pilar dan alur |

Daya tarik Awa no Dochū dari titik pandang dan jalur pejalan kaki
Jika pertama kali berkunjung, mulailah dengan memahami bentuk keseluruhan pilar tanah dari titik pandang depan, lalu tentukan sejauh mana Anda ingin berjalan.
Pilih cara menikmati kunjungan sesuai keinginan, baik berfokus mengamati panorama maupun sekaligus berjalan di jalur perbukitan.
Membandingkan pemandangan dari titik pandang depan bagian atas dan bawah
Terdapat 2 titik pandang depan, yaitu bagian atas dan bawah, sehingga Anda dapat melihat pilar tanah dari posisi berbeda.
Keduanya berada setelah Anda menyusuri jalur pejalan kaki dari pintu masuk, dan memungkinkan pengamatan langsung dari depan terhadap panorama khas Awa no Dochū.
Temukan ciri yang sama pada satu pilar saat membandingkan kedua pandangan agar lebih mudah memperhatikan susunan pilar dan kedalaman dindingnya.
Jangan terus menatap pemandangan sambil bergerak. Berhentilah terlebih dahulu, lalu amati dengan santai.
Sesuaikan kunjungan ke titik pandang puncak dan hiking dengan kemampuan fisik
Dari titik pandang di puncak Hatōgatake, Anda dapat menikmati panorama menegangkan dengan pilar tanah tepat di bawah kaki.
Di sekitar puncak, daya tarik lainnya adalah kesempatan mengamati dari dekat lapisan tanah pembentuk pilar.
Selain itu, di puncak jalur hiking yang menanjak di lereng sebelah kiri pintu masuk terdapat gazebo. Saat cuaca cerah, Anda dapat melihat dataran hilir Sungai Yoshino serta Gunung Bizan dan Gunung Kōtsu.
Gazebo tersebut juga diperkenalkan sebagai tempat untuk membawa bekal dan beristirahat sambil menikmati pemandangan.
Sesuaikan area kunjungan dengan kondisi pijakan dan kemampuan fisik teman perjalanan. Tidak perlu memaksakan diri berjalan hingga ke atas.
Perhatikan juga monumen puisi di sepanjang jalur pejalan kaki
Di jalur pejalan kaki yang berlanjut dari pintu masuk, terdapat monumen puisi Noguchi Ujō dan monumen Takai Hokuto, penyair haiku Jepang.
Noguchi Ujō adalah penyair yang dikenal melalui lagu anak-anak seperti “Nanatsu no Ko” dan “Akai Kutsu”.
Selain mengamati pilar tanah itu sendiri, di sini Anda dapat merasakan bagaimana panorama ini menginspirasi karya seni masyarakat.
Meskipun sulit membaca tulisan Jepang pada monumen, cobalah mengenali hubungannya dengan budaya setempat melalui nama tokoh dan papan informasi.

Tips foto dan menikmati iluminasi malam Awa no Dochū
Kunjungan siang cocok bagi Anda yang ingin mengamati detail bentuk lahan, sedangkan malam hari menjadi pilihan untuk menikmati suasana yang diciptakan pencahayaan.
Saat memotret, lihatlah dahulu keseluruhan pemandangan dengan mata telanjang, lalu pilih bentuk yang ingin diabadikan agar lebih mudah menentukan komposisi.
Memotret panorama dan tekstur tanah pada siang hari
Foto yang menampilkan deretan dinding tanah secara luas dan foto yang berfokus pada pilar atau alur akan menonjolkan ciri berbeda meskipun objeknya sama.
Di sepanjang jalur pejalan kaki, Anda juga dapat menikmati alam dalam empat musim. Memadukan pilar tanah dan pepohonan sekitarnya akan menghasilkan foto dengan nuansa musim yang jelas.
Saat ingin memotret detail, pertimbangkan menggunakan zoom kamera dari area pengamatan daripada mendekati pilar tanah.
Jika memasukkan orang dalam foto, periksa pijakan sebelum menentukan posisi berdiri. Jangan mundur hanya mengikuti aba-aba fotografer.
Periksa pelaksanaan iluminasi malam dan rute pulang
Awa no Dochū diterangi pada malam hari, menampilkan suasana yang berbeda dari siang hari.
Jadwal pencahayaannya adalah mulai matahari terbenam hingga pukul 22.00 pada periode musim panas, Mei–Agustus, dan hingga pukul 21.00 pada periode musim dingin, September–April.
Sebelum datang, periksa apakah iluminasi berlangsung, dan kenali area pengamatan serta jalan pulang sebelum gelap.
Bedakan kegiatan melihat pilar tanah yang diterangi dengan berjalan di jalur gunung pada malam hari. Jangan memaksakan diri menuju tempat dengan pijakan yang sulit terlihat.
Cara menuju Awa no Dochū dan persiapan transportasi
Jika menggunakan kereta, Stasiun Awa-Yamakawa di Jalur JR Tokushima berjarak sekitar 15 menit dengan mobil. Menggabungkan perjalanan kereta dengan taksi dari stasiun merupakan pilihan praktis.
Dari Stasiun Tokushima atau Bandara Tokushima Awaodori ke Kota Awa, waktu perjalanan dengan mobil diperkirakan sekitar 50 menit.
Merencanakan perjalanan ke lokasi sekaligus perjalanan pulang setelah kunjungan akan memudahkan penyusunan itinerary.
Konsultasikan penggunaan taksi dari Stasiun Awa-Yamakawa
Bagi wisatawan yang tidak mengemudi, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu apakah taksi tersedia sesuai waktu kedatangan kereta.
Agar dapat menyampaikan tujuan kepada pengemudi, simpanlah penulisan Jepang untuk “Awa no Dochū” dan “Stasiun Awa-Yamakawa” di ponsel Anda.
Jika meminta dijemput untuk pulang, pastikan lokasi pertemuan dan waktunya secara terperinci.
Cek rute dari Wakimachi IC jika menggunakan mobil
Dengan mobil, lokasi dapat dicapai dalam sekitar 15 menit dari simpang susun Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima.
Tersedia pula tempat parkir yang dapat menampung bus besar, sehingga kawasan ini mudah disinggahi dalam perjalanan rombongan.
Masukkan nama resmi tujuan di aplikasi peta, lalu setelah tiba ikuti petunjuk setempat untuk parkir.
Jangan menyusun itinerary terlalu padat hanya berdasarkan waktu berkendara. Sediakan pula waktu untuk berjalan kaki setelah parkir.
Sesuaikan rencana pulang dengan area yang ingin dikunjungi
Waktu dan tenaga yang diperlukan berbeda antara kunjungan yang berfokus pada titik pandang depan dengan perjalanan hingga puncak atau jalur hiking.
Perkiraan durasi tur pemandu sukarela adalah 35–40 menit untuk rute titik pandang depan, sekitar 60 menit untuk rute puncak Hatōgatake, dan 70–90 menit untuk rute hiking. Durasi ini dapat dijadikan patokan lama kunjungan.
Periksa dahulu jadwal keberangkatan kereta, lalu tentukan area jalan-jalan dengan menghitung mundur dari waktu meninggalkan lokasi.
Jika berencana berkunjung pada malam hari, penting untuk memastikan transportasi pulang sebelum tiba.

Memahami asal terbentuknya pilar tanah bersama pemandu
Jika ingin berkunjung sambil mendengarkan penjelasan tentang bentuk lahan dan cerita daerah, pertimbangkan layanan berbayar dari Perkumpulan Pemandu Sukarela Dochū.
Perkumpulan pemandu ini dibentuk pada 2017 (Heisei 29), dan peserta yang membawa anak juga disambut.
Layanan ini menjadi kesempatan mengenal asal terbentuknya pilar tanah dan hubungannya dengan masyarakat setempat, yang sulit diketahui hanya dengan memandang panorama.
Pesan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal kunjungan
Pemesanan ditangani sekretariat di Asosiasi Pariwisata Kota Awa dan harus diajukan paling lambat 3 hari kerja sebelum tanggal kunjungan.
Pemesanan diterima melalui telepon, email, dan faks. Asosiasi Pariwisata Kota Awa melayani telepon di 0883-35-4211 pada hari kerja pukul 08.30–17.00.
Sabtu, Minggu, hari libur nasional, serta libur akhir dan awal tahun tidak dihitung sebagai hari kerja. Hubungi lebih awal setelah jadwal perjalanan ditentukan.
Biaya berlaku per kelompok dengan 1 pemandu. Untuk kelompok 1–10 orang, rute titik pandang depan seharga 1.000 yen, rute puncak Hatōgatake 1.500 yen, dan rute hiking 2.000 yen.
Untuk kelompok 11 orang atau lebih, biayanya masing-masing 1.500 yen, 2.000 yen, dan 3.000 yen.
Pembatalan atas alasan peserta tidak dikenai biaya hingga pukul 15.00 sehari sebelumnya. Setelah itu, biaya penuh akan ditagihkan.
Pastikan biaya dan ketentuan pembatalan saat melakukan pemesanan.
Konsultasikan area perjalanan dan bahasa layanan sebelum berkunjung
Tersedia 3 rute pemandu: titik pandang depan, puncak Hatōgatake, dan hiking.
Rute titik pandang depan mencakup penjelasan di titik pandang dan jalan-jalan. Rute puncak Hatōgatake dilanjutkan hingga puncaknya, sedangkan rute hiking mengunjungi puncak jalur hiking serta puncak Hatōgatake.
Pada dasarnya, 1 kelompok didampingi 1 pemandu. Kapasitas perkiraan rute titik pandang depan hingga sekitar 40 orang, sedangkan 2 rute lainnya hingga sekitar 15 orang.
Sampaikan apakah Anda ingin mendengarkan penjelasan panorama secara mendalam atau juga berjalan di jalur gunung agar lebih mudah berkonsultasi tentang rute yang sesuai.
Jika khawatir dengan penjelasan dalam bahasa Jepang, pastikan juga bahasa yang dapat dilayani dan kebutuhan penerjemah saat memesan.
Pakaian dan etika berjalan untuk menjaga alam
Saat mengunjungi pilar tanah, siapkan perlengkapan agar nyaman berjalan dan jaga perilaku agar tidak membebani bentang alam.
Utamakan cuaca hari itu dan petunjuk setempat. Penting untuk bersedia berbalik kembali sesuai keadaan, meskipun rutenya sudah direncanakan.
Sesuaikan sepatu dan barang bawaan untuk berjalan di alam terbuka
Pilih sepatu antiselip yang sudah nyaman digunakan, lalu siapkan jaket sesuai suhu dan perlengkapan hujan agar perjalanan lebih nyaman.
Jika menuju jalur hiking atau puncak Hatōgatake, ransel yang membuat kedua tangan bebas akan memudahkan berjalan di jalur gunung.
Pada musim panas, topi dan pengusir serangga akan berguna. Pada musim dingin, siapkan pakaian hangat untuk menghadapi dingin pada pagi dan malam hari.
Siapkan minuman sebelum berjalan-jalan dan periksa juga daya baterai ponsel.
Jika ragu dengan kondisi pijakan, misalnya setelah hujan, batasi lokasi pengamatan dan jangan memaksakan jarak berjalan yang lebih jauh.
Amati dari area kunjungan tanpa merusak pilar tanah
Untuk menjaga bentuk alaminya, jangan mengikis pilar tanah atau membawa pulang tanah dan batu. Amati dari area yang boleh dikunjungi.
Hindari pula keluar dari jalur atau terlalu mendekati tepi tebing demi mengambil foto.
Berikut perilaku yang perlu diperhatikan dalam berbagai situasi saat mengamati alam dan memotret.
| Situasi | Tindakan yang dianjurkan | Tindakan yang perlu dihindari |
|---|---|---|
| Tempat dengan petunjuk akses | Berjalan di jalur yang ditentukan | Melewati batas area yang dibatasi |
| Memotret di jalur pejalan kaki | Beri jalan kepada orang sekitar | Memonopoli tempat berdiri |
| Setelah beristirahat | Bawa pulang sampah | Meninggalkan sisa makanan |
Sesuaikan area jalan-jalan dengan teman perjalanan
Jika berkunjung bersama anak atau orang yang kurang mantap berjalan, pilih area yang dapat dilalui semua orang tanpa memaksakan diri.
Jika mempertimbangkan penggunaan stroller atau kursi roda, tanyakan kepada asosiasi pariwisata sebelum datang tentang rute yang dapat digunakan dan adanya undakan.
Saat fokus memotret sekalipun, perhatikan posisi teman perjalanan serta lalu lalang orang sekitar agar kunjungan tetap tenang.

Informasi dasar Awa no Dochū dan penginapan di dekatnya
Berikut ringkasan informasi dasar Awa no Dochū yang perlu diperiksa sebelum berkunjung.
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Sakuranooka, Awa-chō, Kota Awa, Prefektur Tokushima |
| Biaya kunjungan | Disebut gratis; layanan pemandu sukarela berbayar |
| Iluminasi malam | Mei–Agustus dari matahari terbenam hingga pukul 22.00; September–April dari matahari terbenam hingga pukul 21.00 |
| Kereta | Sekitar 15 menit dengan mobil dari Stasiun Awa-Yamakawa di Jalur JR Tokushima |
| Mobil | Sekitar 15 menit dari Wakimachi IC di Jalan Tol Tokushima |
| Kontak | Asosiasi Pariwisata Kota Awa, 0883-35-4211, hari kerja pukul 08.30–17.00 |
Sebelum berkunjung, pastikan biaya dan jadwal melalui Asosiasi Pariwisata Kota Awa.
Menginap dekat pilar tanah untuk menikmati iluminasi malam
Di dekat pilar tanah terdapat penginapan Iyashi no Yado Dochū Land Shin Onsen, yang menurut informasi dapat dicapai dengan berjalan sekitar 5 menit dari bagian depan pilar tanah.
Jika ingin langsung beristirahat setelah melihat iluminasi tanpa menempuh perjalanan jauh, menginap di dekatnya dapat menjadi pilihan.
Pastikan ketentuan menginap dan penggunaan pemandian langsung kepada fasilitas tersebut.
Penutup: menikmati keunikan alam Awa no Dochū
Di Awa no Dochū, Anda dapat melihat pilar dan dinding tanah yang dibentuk air hujan dari titik pandang, sekaligus mengenal proses terbentuknya bentang alam, termasuk Hatōgatake yang merupakan monumen alam nasional.
Jadikan pengamatan dari depan sebagai kegiatan utama, lalu gabungkan jalur pejalan kaki, puncak, atau tur berpemandu sesuai kemampuan fisik dan cuaca.
Dengan mengatur transportasi dan rencana pulang serta menjaga etika yang melindungi bentuk alamnya, Anda dapat menikmati perjalanan untuk mengamati bentang alam Tokushima dengan santai.






Ulasan (0)