Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jelajah Kastil Oshi Gyoda | Kastil Terapung & Kota Benteng

Jelajah Kastil Oshi Gyoda | Kastil Terapung & Kota Benteng
Panduan Kastil Oshi di Gyoda, si Kastil Terapung: jelajahi taman reruntuhan, museum sejarah, panorama tepi air, dan jejak kota benteng.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tariknya

Kastel Oshi di Kota Gyoda, Prefektur Saitama, adalah situs kastel tempat Anda bisa menikmati dengan tenang kisah "kastel terapung" yang bertahan dari serangan air, menara Gosankai yang telah dibangun ulang, dan pemandangan tepi air.

Daya tarik

Menara Gosankai yang dibangun ulang dan tepi air taman situs kastel. Komposisi tenang berupa dinding putih, permukaan air, dinding batu, dan pepohonan yang berpadu adalah ciri khas Kastel Oshi.

Pelajari sekaligus

Di Museum Daerah Kota Gyoda yang berdiri di bekas honmaru (area inti kastel), Anda bisa belajar sejarah Kastel Oshi, kota di sekitar kastel, hingga industri lokal pembuatan tabi (kaus kaki tradisional Jepang).

Mengunjungi menara Gosankai

Menara dimasuki dari dalam museum; lantai 2–3 adalah ruang pameran dan lantai teratas (4) adalah ruang observasi. Perpindahan antarlantai hanya melalui tangga.

Tarif dan jam buka

Tiket masuk 200 yen umum, 100 yen mahasiswa/SMA, 50 yen SD/SMP, sudah termasuk menara Gosankai. Buka 09.00–16.30 (masuk hingga 16.00). Tutup Senin (buka jika hari libur), hari setelah libur nasional, Jumat ke-4, dan pergantian tahun.

Akses

Sekitar 15 menit jalan kaki dari Stasiun Gyodashi jalur Chichibu Railway. Dari Stasiun Gyoda jalur JR Takasaki, naik bus keliling kota menuju "Oshijoshi/Kyodo Hakubutsukan-mae".

Cara menikmati saat hujan

Persingkat waktu di luar dan perbanyak waktu belajar sejarah Gyoda di museum agar lebih nyaman. Tepi air justru memancarkan suasana lembap yang indah saat hujan.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Saitama

Apa Itu Kastil Oshi | Menyentuh Kisah Kastil Terapung di Gyōda

Kastil Oshi (Oshi-jō) adalah situs kastil yang berada di Kota Gyōda, Prefektur Saitama, sebuah tempat yang daya tariknya mudah tersampaikan jika Anda berjalan sambil memadukan tampilan luar kastil, taman situs kastil, dan Museum Daerah Kota Gyōda.

Lebih dari sekadar objek wisata untuk melihat menara utama besar dalam waktu singkat, ini adalah spot untuk mendekati sejarah kota Gyōda sambil menelusuri ingatan tanah tempat kastil pernah berdiri.

Menurut tradisi, kastil ini dibangun oleh klan Narita pada era Bunmei periode Muromachi (paruh kedua abad ke-15), dan termasuk pula salah satu dari Tujuh Kastil Terkenal Kantō.

Sejarah Kastil Terapung Oshi yang Bertahan dari Serangan Air

Kastil Oshi dikenal pernah menghadapi serangan air (mizuzeme) oleh Ishida Mitsunari dan kawan-kawan saat Toyotomi Hideyoshi menaklukkan wilayah Kantō pada tahun 1590 (Tenshō 18), dan dikisahkan pula dengan julukan kastil terapung.

Mitsunari membangun tanggul sepanjang 28 km dan mencoba menenggelamkan kastil dengan mengalirkan air Sungai Tone dan Sungai Ara, tetapi kastil itu tidak kunjung tenggelam, dan orang-orang yang melihatnya berkata seolah kastil itu mengapung, yang menjadi asal-usul julukan kastil terapung.

Jika berkunjung setelah mengetahui kisah ini, waktu memandang parit dan tepian air berubah bukan sekadar pemandangan, melainkan waktu membayangkan asal-usul kastil.

Cara Membaca Oshi adalah Oshi-jō

Karakter pada nama Oshi sering mengingatkan pada kata ninja dalam bahasa Inggris, tetapi nama kastil ini dibaca Oshi-jō.

Bagi wisatawan mancanegara cara membacanya agak sulit, jadi saat mencari peta atau bertanya pada orang, mengingatnya sebagai Oshi Castle atau Oshi-jō akan lebih mudah dimengerti.

Sosok Kastil Oshi Saat Ini yang Bisa Disusuri sebagai Taman Situs Kastil

Akibat penghapusan kastil pada tahun 1873 (Meiji 6), sebagian besar bangunan dirobohkan, dan sekitar Kastil Oshi saat ini ditata sebagai taman situs kastil, menjadi ruang tenang dengan menara tiga lantai (gosankai yagura), tepian air, dan pepohonan.

Dengan tidak membatasi tujuan wisata hanya pada melihat bangunan kastil, melainkan menikmati dengan urutan memandang dari luar, belajar di museum, lalu memperluas langkah ke kota istana (jōkamachi) di sekitarnya, kepuasan kunjungan akan meningkat.

Daya Tarik Kastil Oshi Adalah Menara Tiga Lantai dan Pemandangan Tepian Air

Pusat yang membentuk kesan Kastil Oshi adalah menara tiga lantai (gosankai yagura) yang dibangun kembali dan pemandangan tepian air yang membentang di sekelilingnya.

Dengan memisahkan waktu melihat detail dari dekat dan waktu memandang keseluruhan dari sedikit jauh, kesannya akan lebih mudah membekas baik dalam foto maupun ingatan.

Lihat Menara Tiga Lantai yang Dibangun Kembali

Menara tiga lantai yang bisa dilihat sekarang adalah bangunan yang, setelah kastil dibongkar pada periode Meiji, dipindahkan posisinya dari tempat semula dan dibangun kembali pada tahun 1988 (Shōwa 63) bertepatan dengan dibukanya museum daerah.

Tempat ini mudah disalahpahami seolah kastil tua aslinya masih tersisa, tetapi justru karena menara yang dibangun kembali, dapat dikatakan sosok masa lalu malah mudah dibayangkan di tengah lanskap kota modern.

Cari Komposisi Foto di Dekat Tembok Batu dan Parit

Di dekat menara, dengan memperhatikan tumpukan dinding putih bangunan, permukaan air, tembok batu, dan pepohonan, foto tenang khas Kastil Oshi akan mudah didapat.

Daripada terus berhenti di tempat yang ramai, sedikit mengubah sudut sambil menghindari arus orang akan membuat Anda bisa meresapi pemandangan dengan santai.

Mengenal Istilah Kastil Membuat Pemandangan Lebih Berdimensi

Dengan sedikit mengenal istilah kastil, makna bangunan dan topografi di hadapan Anda akan mudah dipahami.

Kata Arti Sudut Pandang Melihat
Kastil Oshi Situs kastil Ingatan tanah
Kastil terapung Julukan Hubungan dengan air
Gosankai yagura Menara yang dibangun kembali Tampilan luar dan pameran
Kota istana Sejarah kota Jalan-jalan sekitar

Wajahnya Berubah Baik di Hari Cerah maupun Mendung

Pada hari berlangit biru, kontur menara putih terlihat jelas, sedangkan pada hari mendung, warna tepian air dan pepohonan terlihat lembut.

Tanpa menentukan baik-buruk hanya dari cuaca, dengan mengubah tempat memandang sesuai cahaya hari itu, Anda bisa menikmati suasana tenang khas situs kastil.

Pahami Sejarah Kastil Oshi dan Gyōda di Museum Daerah Kota Gyōda

Jika ingin memahami Kastil Oshi secara mendalam, wajar untuk sekaligus mengunjungi Museum Daerah Kota Gyōda (Honmaru 17-23, Kota Gyōda, Prefektur Saitama).

Museum ini dibuka pada tahun 1988 (Shōwa 63) di bekas lokasi honmaru Kastil Oshi, dan Anda bisa belajar sejarah serta budaya Gyōda melalui materi asli dan pameran.

Museum yang Berada di Bekas Lokasi Honmaru

Honmaru adalah tempat yang menjadi bagian pusat kastil, dan museum yang berdiri di bekas lokasinya menjadi pintu masuk untuk melihat Kastil Oshi bukan sekadar tampilan luar, melainkan sebagai panggung sejarah.

Dengan membandingkan pemandangan sekitar sebelum dan sesudah masuk ke bangunan, pengetahuan yang didapat dari pameran dan topografi luar akan mudah terhubung.

Lihat Ciri Khas Gyōda di Pameran Tetap

Di pameran tetap, Anda bisa menyentuh ciri-ciri untuk memahami Gyōda, seperti sejarah dan budaya kuno, sejarah Kastil Oshi sebagai kota istana, serta pembuatan tabi (kaus kaki tradisional Jepang) sebagai industri lokal.

Bukan berhenti hanya melihat kastil, dengan melihat hingga pameran industri dan kehidupan kota, perjalanan ke Gyōda akan memperoleh kedalaman.

Menuju Menara Tiga Lantai Masuk dari Dalam Museum

Menara tiga lantai bukan hanya dipandang dari luar, tetapi bisa dikunjungi dengan masuk dari dalam Museum Daerah Kota Gyōda; menaranya berlantai empat dengan lantai 2 sampai 3 sebagai ruang pameran dan lantai paling atas, lantai 4, sebagai ruang pandang.

Dari ruang pandang Anda bisa memandang lanskap kota Gyōda ke segala arah, tetapi karena perpindahan antarlantai disebutkan hanya melalui tangga, pada hari dengan banyak barang bawaan atau saat kaki kurang fit, penting untuk maju sebatas yang tidak memaksakan diri.

Informasi Praktis seperti Tarif dan Jam Buka

Tarif masuk untuk perorangan adalah umum 200 yen, mahasiswa/siswa SMA 100 yen, siswa SD/SMP 50 yen, dan dengan tarif ini Anda juga bisa mengunjungi menara tiga lantai.

Jam buka pukul 09.00-16.30 (masuk hingga 16.00), hari libur adalah Senin (buka jika bertepatan dengan hari libur nasional), hari setelah hari libur nasional (buka pada Sabtu/Minggu), Jumat keempat (buka selama pameran tema/pameran khusus berlangsung), serta akhir dan awal tahun.

Tempat Cara Melihat Hal yang Diperhatikan
Ruang pameran Lihat materi Berjalan dengan tenang
Menara tiga lantai Pandang kota Hanya tangga
Taman situs kastil Lihat tampilan luar Saling mengalah
Tepian air Cari komposisi Periksa pijakan

Cara Menyusuri Kastil Oshi yang Mudah Dinikmati Wisatawan Mancanegara

Kastil Oshi lebih cocok dengan cara menyusuri yang memperdalam pemahaman sambil bolak-balik antara luar dan pameran, daripada menumpuk perpindahan yang mencolok.

Jika baru pertama kali berkunjung, dengan secara fleksibel mengubah urutan tampilan luar, pameran, menara, dan jalan-jalan sekitar sesuai cuaca dan keramaian hari itu, Anda akan lebih nyaman menghabiskan waktu.

Lihat Dulu Tampilan Luar untuk Memahami Kontur Kastil

Setibanya, sebelum langsung mendekat ke detail, disarankan memandang menara tiga lantai dan tepian air dari tempat yang sedikit jauh.

Dengan melihat kontur keseluruhan lebih dulu, ketika nanti melihat pameran museum, Anda akan mudah membayangkan posisi kastil dan hubungannya dengan kota.

Lihat Pameran Lebih Dulu atau Setelahnya

Orang yang ingin berjalan setelah mengetahui sejarah akan lebih mudah menemukan makna pada pemandangan luar jika masuk museum terlebih dahulu.

Orang yang ingin menikmati foto atau jalan-jalan dulu, dengan melihat pameran setelah berjalan di luar, bisa belajar seperti memastikan latar belakang pemandangan yang menarik perhatian.

Foto Menara Tiga Lantai dan Tepian Air dari Jarak Jauh

Menara tiga lantai bukan hanya dipandang dari dekat, tetapi jika dilihat dari posisi sedikit jauh dengan memasukkan tepian air, akan menghasilkan komposisi yang mudah membuat Anda merasakan kisah kastil terapung.

Untuk boleh-tidaknya pemotretan dan batas area yang boleh dimasuki, ikuti papan di lokasi dan panduan staf, dan di ruang pameran utamakan sikap yang tidak mengganggu penikmatan orang sekitar.

Saat Hujan Beralihlah ke Fokus Pameran

Saat hujan, dengan memperpendek waktu di luar dan menambah waktu belajar sejarah Gyōda di museum, Anda bisa menghabiskan waktu tanpa memaksakan diri.

Pemandangan tepian air terkadang terlihat lembap dan basah karena hujan, jadi sambil berhati-hati dengan pijakan, sekadar memandang tampilan luar dalam waktu singkat pun bisa membekas.

Wajah Kastil Oshi Tiap Musim

Kastil Oshi membuat tampilan tepian air dan pepohonan berubah menurut musim.

Tanpa mematok puncak mekarnya bunga tertentu atau jadwal acara, dengan menikmati sesuai cahaya dan udara musim saat berkunjung, akan mudah dimasukkan ke dalam rencana perjalanan.

Musim Semi dan Panas, Tepian Air dan Kehijauan Membekas

Dari musim semi hingga musim panas, kehijauan pepohonan bertumpang dengan dinding putih menara tiga lantai, membentuk pemandangan lembut khas taman situs kastil.

Pada musim dengan sinar matahari kuat, daripada lama hanya di luar, lebih aman menyusuri sambil beristirahat dengan memadukan pameran museum.

Musim Gugur dan Dingin, Mudah Melihat Kontur Bangunan

Dari musim gugur hingga musim dingin ada hari yang membuat udara terasa jernih, sehingga pandangan mudah tertuju pada bentuk menara dan garis tembok batu.

Karena warna pepohonan dan cara munculnya bayangan pun berubah, di tempat yang sama Anda bisa menikmati wajah tenang yang berbeda dari musim semi dan panas.

Musim Cara Tampak Cara Berjalan
Semi Warna lembut Pandang tepian air
Panas Hijau pekat Sisipkan istirahat
Gugur Bayangan dalam Foto tampilan luar
Dingin Kontur muncul Lihat pameran juga

Etika yang Ingin Dijaga di Dalam Museum dan Taman Situs Kastil Oshi

Kastil Oshi merupakan objek wisata sekaligus museum dan taman yang menyampaikan sejarah daerah.

Bagi wisatawan mancanegara tidak banyak tata cara khusus, tetapi dasarnya adalah memeriksa papan petunjuk, berkunjung dengan tenang, dan tidak menghalangi jalan setapak.

Utamakan Papan dan Panduan di Ruang Pameran

Di ruang pameran, ketentuan pemotretan, makan-minum, dan batas yang boleh disentuh terkadang berbeda tiap tempat.

Saat tidak paham, daripada maju dengan penilaian sendiri, lebih aman mengutamakan papan dalam museum atau panduan staf.

Jangan Memaksakan Diri, Bersiaplah untuk Perpindahan Tangga Menara Tiga Lantai

Karena perpindahan antarlantai menara tiga lantai disebutkan hanya melalui tangga, sesuaikan cakupan kunjungan dengan kondisi tubuh dan jumlah barang bawaan.

Dengan tidak terburu-buru naik-turun dan menjaga jarak dengan orang di depan-belakang, di tempat sempit pun Anda bisa berkunjung dengan tenang.

Utamakan Jalan-Jalan yang Tenang

Di taman situs kastil, orang yang memotret, orang yang berjalan-jalan, dan orang yang beristirahat setelah selesai melihat pameran menggunakan ruang yang sama.

Dengan menahan suara keras dan tidak menempati tempat yang sama dalam waktu lama, Anda bisa menikmati tanpa merusak suasana destinasi.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Dihindari
Ruang pameran Lihat papan Menyentuh tanpa izin
Tangga Saling mengalah Maju terburu-buru
Tepian air Lihat pijakan Mencondongkan badan
Foto Memotret singkat Menghalangi jalan

Cara Menuju Kastil Oshi

Kastil Oshi (Museum Daerah Kota Gyōda) paling dekat dengan Stasiun Gyōda di jalur JR Takasaki atau Stasiun Gyōda-shi di jalur Chichibu Railway, dan dari Stasiun Gyōda-shi jaraknya sekitar 15 menit berjalan kaki.

Dari Stasiun JR Gyōda, naik bus keliling kota hingga halte Oshi-jōshi/Kyōdo Hakubutsukan-mae akan praktis, dan area ini mudah dipadukan dengan daya tarik kota istana di sekitarnya.

Rangkuman | Kastil Oshi, Tempat Meresapi Sejarah dan Kota Istana dengan Tenang

Kastil Oshi adalah spot di mana Anda bisa merasakan sejarah kastil dan kota secara bersamaan melalui kisah kastil terapung, menara tiga lantai yang dibangun kembali, dan pameran Museum Daerah Kota Gyōda.

Daripada hanya mencari wisata yang mencolok, tempat ini cocok untuk perjalanan menyusuri tepian air, membaca pameran, dan sedikit demi sedikit menumpuk ingatan kota istana.

Karena hari buka, tarif, aturan dalam museum, dan penutupan sementara bisa berubah, periksalah panduan sebelum berkunjung, dan di lokasi nikmatilah dengan mengikuti papan dan panduan staf.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kastel Oshi adalah situs kastel yang terkait dengan zaman Muromachi di Kota Gyoda, Prefektur Saitama. Sebagai salah satu dari Tujuh Kastel Terkenal Kanto yang konon dibangun oleh klan Narita pada era Bunmei, tempat ini bukan objek wisata untuk melihat menara kastel besar, melainkan tempat menelusuri jejak sejarah kawasan melalui Taman Situs Kastel, Menara Tiga Tingkat, dan Museum Sejarah Lokal Kota Gyoda. Bagi wisatawan, mengingatnya sebagai "Oshi Castle" akan memudahkan saat bertanya arah.
A. Kastel Oshi disebut "Kastel Terapung" dari legenda bahwa ia bertahan dari serangan air pada tahun 1590. Konon saat penyatuan Kanto oleh Toyotomi Hideyoshi, Ishida Mitsunari dan rekan-rekannya membangun tanggul dan mengalirkan air Sungai Tone serta Sungai Ara, tetapi kastel tidak tenggelam. Tempat ini juga dikenal sebagai latar novel dan film "Nobou no Shiro" karya Ryo Wada, dan jika menyimak kisahnya sebelum memandang parit dan tepi air, pemandangan akan terasa berbeda.
A. Nama Kastel Oshi dibaca "Oshijō", dan akan mudah dipahami jika diingat begitu. Karakter "忍" sering dikaitkan dengan ninja, tetapi tidak ada hubungannya dengan ninja, melainkan berasal dari "Oshi" sebagai nama tempat dan nama kastel. Saat mencarinya di aplikasi peta, mengetik "Oshi Castle" atau "Oshijo" akan memudahkan Anda sampai ke tujuan.
A. Menara Tiga Tingkat yang sekarang adalah bangunan yang dibangun kembali pada tahun 1988 (Showa 63). Setelah bangunan dibongkar akibat penghapusan kastel pada tahun 1873 (Meiji 6), menara ini dipindahkan dari lokasi semula dan dibangun kembali bertepatan dengan pembukaan museum sejarah lokal. Mudah disalahpahami sebagai kastel asli yang masih ada, tetapi justru karena rekonstruksi, sosok masa lalu lebih mudah dibayangkan di tengah lanskap kota modern.
A. Biaya masuk untuk perorangan adalah 200 yen umum, 100 yen mahasiswa dan pelajar SMA, serta 50 yen pelajar SD dan SMP, dan dengan tarif ini Menara Tiga Tingkat juga bisa dikunjungi. Buka pukul 9.00–16.30 (masuk terakhir pukul 16.00). Pemegang buku penyandang disabilitas dan satu pendamping dibebaskan dari biaya masuk, jadi jika berlaku, tunjukkan buku tersebut di resepsi. Rombongan 20 orang atau lebih juga mendapat diskon.
A. Hari libur fasilitas terkait Kastel Oshi pada dasarnya adalah Senin, hari setelah hari libur nasional, Jumat keempat, serta akhir dan awal tahun. Jika Senin jatuh pada hari libur nasional, kastel tetap buka, dan hari setelah hari libur nasional pun tetap buka bila jatuh pada Sabtu atau Minggu. Karena Menara Tiga Tingkat dimasuki dari dalam museum, akan mudah merencanakan kunjungan jika memisahkan hari untuk melihat tampilan luar saja dan hari untuk melihat pameran di dalam.
A. Dari Stasiun JR Gyoda di Jalur Takasaki, naik bus keliling kota lalu turun di "Oshijōshi-Kyodo Hakubutsukan-mae" akan praktis. Dari Stasiun Gyoda-shi di Chichibu Railway, sekitar 15 menit berjalan kaki sambil memandang kota benteng yang masih menyisakan gudang tabi. Tersedia juga parkir gratis sehingga nyaman dengan mobil, dan ada pula rute turun di "Oshijō" dengan Asahi Bus dari Stasiun JR Fukiage; membandingkan frekuensinya saat memilih dapat mengurangi waktu menunggu.
A. Menara Tiga Tingkat berlantai empat dengan lantai 2–3 sebagai ruang pameran dan lantai 4 paling atas sebagai ruang pandang, dan perpindahan antarlantai hanya melalui tangga. Dari ruang pandang Anda bisa memandang lanskap kota Gyoda ke segala arah, tetapi karena tidak ada lift, sesuaikan dengan kemampuan pada hari saat membawa banyak barang atau merasa khawatir dengan langkah kaki. Memakai loker koin atau berpakaian ringan akan memudahkan naik-turun tangga.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.