Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Wisata Wajib Arashiyama untuk Pemula

10 Wisata Wajib Arashiyama untuk Pemula
Panduan wisata Arashiyama untuk pemula: Togetsukyo, Hutan Bambu, Tenryu-ji, Kereta Sagano, dan Hozugawa. Simak tips rute dan foto.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Arashiyama, Kyoto adalah area wisata tempat Anda bisa menikmati alam sekaligus kuil Buddha/kuil Shinto seperti Jembatan Togetsukyo, Jalan Setapak Bambu, dan Tenryu-ji, serta pengalaman transportasi wisata seperti Kereta Torokko dan perahu menyusuri Sungai Hozugawa.

Daya tarik utama

Jembatan Togetsukyo di atas Sungai Katsura, Jalan Setapak Bambu yang berderet bambu, Taman Sogenchi di Tenryu-ji yang merupakan Situs Warisan Dunia, Kuil Shinto Nonomiya untuk doa jodoh, dan Jojakko-ji yang indah dengan daun musim gugur.

Pengalaman transportasi wisata

Anda bisa menikmati keindahan ngarai di sepanjang Sungai Hozugawa dengan Kereta Sagano Torokko, dan perjalanan perahu dari Kameoka ke Arashiyama dengan menyusuri Sungai Hozugawa.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan

Kereta Torokko sekitar 7,3 km sekali jalan dalam sekitar 25 menit; menyusuri Sungai Hozugawa sekitar 16 km dengan waktu naik perahu sekitar 2 jam.

Keramaian dan cara berkeliling dengan nyaman

Musim sakura dan daun musim gugur sangat ramai. Jalan Setapak Bambu dan Jembatan Togetsukyo relatif nyaman dijalani pada jam pagi.

Cek operasional terlebih dahulu

Kereta Torokko memiliki hari libur operasional, terutama hari Rabu, dan layanan perahu Sungai Hozugawa dapat berubah karena cuaca atau volume air, jadi mengecek hari operasi dan ketersediaan kursi lebih aman.

Pemandangan dan spot yang tenang

Arashiyama Monkey Park Iwatayama menyuguhkan pemandangan kota Kyoto dari puncak gunung; di kawasan Kameyama, Taman Arashiyama, Anda bisa berjalan-jalan dengan tenang sambil memandang Ngarai Hozukyo.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kyoto

Arashiyama untuk Pertama Kali: Nikmati dengan Mengombinasikan Alam, Kuil, dan Pengalaman Wahana

Arashiyama adalah area wisata yang mewakili Kyoto bagian barat.

Berbagai daya tarik untuk merasakan alam dan sejarah berkumpul di sini, seperti Jembatan Togetsukyō, Chikurin no Komichi (Jalan Hutan Bambu), Tenryū-ji, Hozugawa Kudari (menyusuri Sungai Hozu), dan kereta wisata Torokko.

Bagi yang baru pertama kali berkunjung, dengan mengombinasikan pemandangan tepi sungai, wisata kuil, pengalaman wahana, dan spot pengamatan (observasi), Anda akan lebih mudah merasakan ciri khas Arashiyama.

Dalam artikel ini, kami memperkenalkan 10 rekomendasi wisata dan pengalaman di Arashiyama agar mudah dipahami oleh wisatawan asing.

1. Jembatan Togetsukyō | Spot Pemandangan Indah di Tepi Sungai yang Menjadi Simbol Arashiyama

Jembatan Togetsukyō adalah jembatan ikonik Arashiyama yang membentang di atas Sungai Katsura (Katsuragawa).

Jembatan yang ada saat ini berstruktur beton bertulang baja yang selesai dibangun pada awal era Shōwa, dan sosoknya yang seolah berharmoni dengan deretan gunung sekitar sangat berkesan.

Pemandangan yang Berubah Setiap Musim

Sekitar Jembatan Togetsukyō berganti wajah setiap musim, seperti sakura di musim semi, hijau di musim panas, daun musim gugur (momiji) di musim gugur, dan pemandangan salju di musim dingin.

Baik pemandangan sungai dan gunung yang dipandang dari atas jembatan, maupun sosok jembatan yang dilihat dari tepi sungai, keduanya merupakan pemandangan khas Arashiyama.

Etika Pemotretan dan Jalan-Jalan

Jembatan Togetsukyō adalah jembatan yang memiliki jalan kendaraan dan trotoar, dan digunakan bukan hanya oleh wisatawan tetapi juga warga setempat.

Saat memotret, perhatikan posisi tempat Anda berhenti, dan jangan menghalangi lalu lintas.


2. Chikurin no Komichi (Jalan Hutan Bambu) | Jalur Jalan-Jalan Populer untuk Mengambil Foto Khas Arashiyama

Chikurin no Komichi (Jalan Hutan Bambu) adalah spot jalan-jalan yang mewakili Sagano.

Bambu-bambu tinggi membentang di kedua sisi jalan, sehingga Anda bisa menikmati suasana tenang di mana cahaya dan bayangan saling berpadu.

Waktu Pagi Lebih Nyaman untuk Berjalan

Karena siang hari cenderung ramai oleh banyak wisatawan, jika Anda ingin berjalan dengan santai, disarankan memilih waktu pagi.

Di dalam hutan bambu ada tempat-tempat dengan lebar jalan yang terbatas, jadi saat berhenti untuk memotret, perhatikanlah sekitar Anda.

Dekat dengan Tenryū-ji dan Nonomiya-jinja

Chikurin no Komichi dekat dari gerbang utara Tenryū-ji maupun Nonomiya-jinja, dan berada di pusat wisata Arashiyama.

Dengan mengunjunginya bersama kuil dan taman sekitar, Anda bisa mengurangi waktu dan tenaga perjalanan.


3. Tenryū-ji | Merasakan Alam Arashiyama di Taman Warisan Dunia

Tenryū-ji adalah kuil utama aliran Rinzai-shū Tenryū-ji, dan merupakan bagian dari Warisan Dunia "Monumen Bersejarah Kyoto Kuno".

Taman Sōgen-chi yang menggunakan Arashiyama sebagai latar pinjaman (shakkei) sangat terkenal, dan Anda bisa menikmati pemandangan empat musim.

Mengagumi Taman Sōgen-chi dengan Santai

Taman Sōgen-chi adalah taman yang berpusat pada kolam, dengan daya tarik komposisinya yang berharmoni dengan deretan gunung di latar belakang.

Masa daun musim gugur maupun dedaunan hijau muda (shinryoku) sangat populer, dan Anda bisa merasakan alam Arashiyama dan ketenangan kuil Zen secara bersamaan.

Periksa Area Kunjungan dan Harga Tiket Masuk

Di Tenryū-ji, harga tiket masuk dan jam buka berbeda tergantung area kunjungan, seperti taman, berbagai aula, dan hattō (aula pemberian khotbah).

Jika ada tempat yang ingin Anda lihat, sebaiknya periksa status pembukaan sebelumnya agar lebih tenang.


4. Nonomiya-jinja | Kuil yang Terkenal dengan Jodoh, Berada Dekat Hutan Bambu

Nonomiya-jinja adalah kuil kecil yang berada dekat Chikurin no Komichi (Jalan Hutan Bambu).

Dikenal dengan berkah jodoh (enmusubi), kesuburan (kodakara), dan ilmu pengetahuan, kuil ini mudah disinggahi di tengah jalan-jalan menyusuri Arashiyama.

Kuroki Torii yang Berkesan

Di pintu masuk Nonomiya-jinja terdapat Kuroki Torii (gerbang torii yang masih menyisakan kulit kayunya).

Torii sederhana dari bahan alami ini mempertegas suasana kuil yang tenang.

Mudah Dikunjungi Meski dalam Waktu Singkat

Meski area kuilnya tidak besar, daya tariknya adalah mudah dipadukan dengan jalan-jalan menyusuri hutan bambu.

Saat ramai terkadang terbentuk antrean untuk berdoa, jadi berdoalah dengan tenang sesuai jalur.

5. Kereta Torokko Sagano (Sagano Torokko) | Kereta Wisata untuk Menikmati Keindahan Lembah

Kereta Torokko Sagano (Sagano Torokko) adalah kereta wisata yang menghubungkan Stasiun Torokko Saga dengan Stasiun Torokko Kameoka.

Kereta ini berjalan perlahan di sepanjang lembah Sungai Hozu (Hozugawa), sehingga Anda bisa menikmati sakura di musim semi, hijau di musim panas, dan daun musim gugur di musim gugur dari jendela kereta.

Perjalanan dengan Pemandangan Sekitar 25 Menit Sekali Jalan

Jalurnya sepanjang sekitar 7,3 km, dengan waktu tempuh sekali jalan sekitar 25 menit.

Ada gerbong tanpa jendela maupun gerbong yang terbuka, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan sambil merasakan angin musim.

Perhatikan Hari Libur Operasi dan Tiket

Kereta Torokko Sagano memiliki hari libur operasi yang terutama jatuh pada hari Rabu.

Musim daun musim gugur sangat populer, jadi akan lebih tenang jika Anda memeriksa hari operasi dan ketersediaan kursi sebelumnya.


6. Hozugawa Kudari | Perjalanan Perahu Tradisional Menyusuri Sungai dari Kameoka ke Arashiyama

Hozugawa Kudari adalah perahu wisata yang menyusuri Sungai Hozu (Hozugawa) dari Kameoka hingga Arashiyama.

Ini adalah pengalaman khas area Arashiyama di mana Anda bisa merasakan dari dekat bebatuan dan aliran lembah serta pemandangan musiman.

Menyusuri Sungai Sekitar 2 Jam

Rutenya sepanjang sekitar 16 km, dengan waktu naik perahu sekitar 2 jam.

Sambil mendengarkan pemandu dari pendayung (sendō), Anda bisa menikmati perjalanan perahu yang menyusuri arus deras maupun aliran tenang.

Operasi Berubah Tergantung Cuaca dan Debit Air

Karena Hozugawa Kudari menyusuri sungai alami, jadwal dan ketentuan operasinya berubah tergantung cuaca dan debit air.

Sebelum naik perahu, periksalah status operasi, harga, dan tempat berkumpul.


7. Arashiyama Monkey Park Iwatayama | Memandang Kota Kyoto dari Atas Gunung

Arashiyama Monkey Park Iwatayama adalah fasilitas pengamatan monyet Jepang (Nihonzaru) yang berada di atas Gunung Iwata (Iwatayama).

Di sekitar tempat istirahat di atas gunung, Anda bisa mengamati monyet Jepang liar dari dekat, sekaligus menikmati pemandangan Kota Kyoto.

Menuju Atas dengan Berjalan Mendaki Jalan Gunung

Dari pintu masuk hingga puncak gunung perlu menaiki jalan menanjak dengan berjalan kaki, jadi diperlukan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Pada musim panas, perhatikan asupan cairan, dan mendakilah dengan tempo yang tidak memaksakan diri.

Jaga Jarak dengan Monyet

Di dalam taman ada aturan seperti tidak menyentuh monyet, tidak menatap matanya, dan tidak memperlihatkan makanan di luar ruangan.

Dengan menjaga jarak dengan hewan, Anda bisa menikmati pengamatan dengan aman.


8. Jōjakkō-ji | Kuil di Gunung Ogura dengan Lumut dan Daun Musim Gugur yang Indah

Jōjakkō-ji adalah kuil aliran Nichiren-shū yang berada di lereng Gunung Ogura (Ogurayama).

Tangga batu yang ditumbuhi lumut, pagoda Tahōtō, dan area kuil yang diselimuti pepohonan sangat indah, dan terutama populer pada masa daun musim gugur.

Berjalan Menyusuri Lereng Gunung Ogura

Area kuil banyak memiliki tanjakan dan tangga batu, dan semakin ke atas Anda bisa memandang pemandangan Sagano.

Masa daun musim gugur memang ramai, tetapi semakin masuk ke bagian dalam area kuil, Anda juga bisa merasakan suasana yang tenang.

Untuk Jalan-Jalan Kuil yang Tenang

Cocok bagi mereka yang ingin berjalan dengan tenang, sedikit menjauh dari keramaian sekitar hutan bambu dan Jembatan Togetsukyō.

Sambil memperhatikan pijakan kaki, nikmatilah pemandangan lumut dan cahaya yang menembus celah dedaunan (komorebi).

9. Kimono Forest | Spot Foto Malam yang Dinikmati di Stasiun Randen Arashiyama

Kimono Forest adalah spot seni yang berada di dalam area Stasiun Randen Arashiyama (Arashiyama-eki).

Tiang-tiang yang menggunakan motif Kyō-yūzen berjajar, menciptakan ruang yang meriah dan membuat Anda ingin memotret baik siang maupun malam.

Iluminasi Malam yang Berkesan

Saat malam hari tiang-tiang bercahaya, dan seluruh stasiun memiliki suasana magis.

Tempat ini mudah disinggahi saat perjalanan pulang dari wisata Arashiyama.

Perhatikan Pengguna Stasiun

Karena berada di dalam area stasiun, memotretlah agar tidak mengganggu orang yang lewat maupun orang yang menggunakan kereta.

Saat ramai, penting untuk bergantian dan tidak berlama-lama.


10. Taman Arashiyama Distrik Kameyama | Spot Pengamatan Tenang yang Menghadap Hozukyō

Taman Arashiyama Distrik Kameyama (Arashiyama-kōen Kameyama-chiku) adalah area taman yang kaya akan alam, berada di sisi hulu Jembatan Togetsukyō.

Dari tempat pengamatan di dalam taman, terkadang Anda bisa memandang Hozukyō (Lembah Hozu) dan perahu yang menyusuri sungai.

Mudah Berjalan Sambil Menghindari Keramaian

Dibanding sekitar Jembatan Togetsukyō, tempat ini memiliki suasana yang lebih tenang, sehingga Anda bisa berjalan sambil merasakan alam.

Karena terdapat jalan menanjak dan tangga, disarankan berkunjung dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Dipadukan dengan Jalan-Jalan di Tepi Sungai

Lokasinya dekat dari jalur jalan kaki di sepanjang Sungai Ōi (Ōigawa), sehingga bisa disinggahi sambil menikmati pemandangan sungai.

Cocok bagi mereka yang ingin menikmati bukan hanya pusat Arashiyama yang ramai, tetapi juga tempat yang sedikit lebih tenang.

Poin untuk Menikmati Wisata Arashiyama

Karena Arashiyama adalah tempat wisata populer, masa sakura dan daun musim gugur terutama sangat ramai.

Jika Anda ingin menikmati Chikurin no Komichi dan Jembatan Togetsukyō dengan santai, memilih waktu pagi akan membuat Anda relatif lebih mudah berjalan-jalan.

Kereta Torokko dan Hozugawa Kudari memiliki status operasi yang berubah tergantung musim dan cuaca, sehingga pengecekan sebelumnya penting.

Di kuil maupun jinja, perhatikan area larangan memotret dan area terlarang, serta berdoalah dengan tenang.

Untuk kunjungan pertama ke Arashiyama, jangan memasukkan terlalu banyak agenda; pilihlah hal yang ingin Anda prioritaskan dari antara tepi sungai, hutan bambu, kuil, dan pengalaman wahana agar tingkat kepuasan menjadi lebih tinggi.

Di Arashiyama, di mana alam dan sejarah berpadu dalam jarak yang dekat, cobalah temukan cara menikmati yang sesuai dengan diri Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Arashiyama adalah kawasan wisata utama di bagian barat Kota Kyoto. Tempat-tempat alam dan bersejarah seperti Jembatan Togetsukyo, Jalur Hutan Bambu, dan Kuil Tenryu-ji berkumpul dalam jarak berjalan kaki. Jika baru pertama kali berkunjung, akan lebih mudah menyusun rute dengan menentukan prioritas dari empat kategori, yaitu tepi sungai, hutan bambu, kuil, dan pengalaman naik wahana. Dengan setengah hari pun Anda sudah bisa merasakan suasana khas Arashiyama.
A. Dari Stasiun Kyoto, cara yang praktis adalah naik JR Sagano Line menuju Stasiun Saga-Arashiyama. Dengan kereta rapid, waktu tempuhnya sekitar 11 menit, dan dari stasiun ke Jembatan Togetsukyo butuh sekitar 10 menit berjalan kaki. Jika ingin memulai dari Stasiun Arashiyama jalur Randen (Keifuku Electric Railroad), Anda bisa naik tanpa transfer dari Stasiun Shijo-Omiya, sehingga cocok untuk rencana mengunjungi hutan bambu dan Tenryu-ji lebih dulu.
A. Jembatan Togetsukyo membentang di atas Sungai Katsura dengan panjang sekitar 155 meter. Pemandangan jembatan yang menyatu dengan latar pegunungan Arashiyama menjadi ikonnya, dan jembatan saat ini dibangun dari beton bertulang yang selesai pada awal era Showa. Tidak hanya dari atas jembatan, bila Anda turun ke sisi Taman Nakanoshima, jembatan, sungai, dan gunung akan lebih mudah masuk dalam satu bingkai foto khas Arashiyama.
A. Jalur Hutan Bambu Arashiyama populer karena pemandangan sejuk dari deretan bambu yang tinggi menjulang. Pada siang hari pengunjung cenderung bertambah, jadi bila ingin berjalan dengan tenang, sebelum pukul 9 pagi adalah waktu yang tepat. Pada pagi hari, cahaya masuk dari sela-sela bambu sehingga hasil foto pun lebih lapang. Di bagian jalur yang sempit, sebaiknya berjalan di tepi dan tidak terlalu lama berhenti agar tetap nyaman.
A. Kunjungan ke taman Tenryu-ji dikenai biaya 500 yen untuk pelajar SMA ke atas dan 300 yen untuk pelajar SD dan SMP. Untuk bangunan-bangunannya dikenai tambahan 300 yen dari biaya taman, sedangkan lukisan "Unryu-zu" di Hatto (aula Dharma) dikenai biaya terpisah 500 yen dan umumnya dibuka terutama pada akhir pekan dan hari libur. Taman buka pukul 8.30 hingga 17.00, dan Taman Sogenchi menjadikan Arashiyama sebagai latar pemandangan. Sesaat setelah gerbang dibuka adalah waktu ketika bayangan gunung mudah memantul di kolam.
A. Kereta Sagano Romantic Train dikenai tarif tetap sekali jalan, yaitu 880 yen untuk dewasa dan 440 yen untuk anak. Kereta menempuh jarak sekitar 7,3 km dari Stasiun Torokko Saga ke Stasiun Torokko Kameoka dalam waktu sekitar 25 menit, dengan seluruh kursi bernomor. Tiket bisa dibeli secara online atau di stasiun, dan umumnya beroperasi dari 1 Maret hingga 29 Desember dengan hari libur tertentu, biasanya Rabu. Saat musim daun merah, sebaiknya siapkan beberapa pilihan jadwal agar lebih tenang.
A. Hozugawa River Boat Ride adalah perjalanan perahu menyusuri sekitar 16 km dari Kameoka ke Arashiyama. Biayanya 6.000 yen untuk dewasa dan 4.500 yen untuk anak, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam tergantung debit air. Dari Stasiun JR Kameoka ke dermaga butuh sekitar 8 menit berjalan kaki. Ada bagian yang terkena percikan air, jadi sebaiknya masukkan barang yang tidak boleh basah ke dalam kantong agar lebih aman.
A. Arashiyama Monkey Park Iwatayama bisa dinikmati bersama anak, tetapi ada jalan menanjak sekitar 20 menit menuju puncak. Biaya masuk 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk anak, dengan pembayaran hanya tunai. Pemberian makanan dilakukan dari dalam tempat istirahat, jadi Anda bisa mengamati monyet tanpa harus terlalu dekat. Siapkan minuman dan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.