Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Kuil & Jinja Terbaik di Kyoto untuk Pemula

10 Kuil & Jinja Terbaik di Kyoto untuk Pemula
Panduan wisata kuil dan jinja Kyoto untuk pemula: Fushimi Inari, Yasaka, Ruriko-in, Ninna-ji, Daitoku-ji, Hosen-in, Kodai-ji, dan Sanzen-in.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Memperkenalkan 10 rekomendasi kuil Buddha dan kuil Shinto (jinja) Kyoto yang mudah dikelilingi berdasarkan area, tujuan, dan musim, seperti Senbon Torii (deretan gerbang torii) Fushimi Inari Taisha, panggung Kiyomizu-dera, dan Kinkaku di Kinkaku-ji.

Hal menarik yang representatif

Panggung Kiyomizu dan pemandangan kota Kyoto, Senbon Torii merah Fushimi Inari, pantulan Kinkaku di kolam, pantulan dedaunan hijau/daun musim gugur (momiji) di meja dan lantai Rurikoin, taman berbingkai Hosen-in, serta Zen dan taman subkuil (tacchu) Daitoku-ji.

Area dan akses

Fushimi Inari Taisha sangat dekat dari Stasiun JR Inari dan Stasiun Fushimi-Inari Keihan; Kinkaku-ji dan Ninna-ji sekitar 30–40 menit naik bus kota dari Stasiun Kyoto; Sanzen-in di Ohara dan Rurikoin di Yase sekitar 60 menit naik bus.

Perkiraan biaya masuk

Beragam: Yasaka Jinja dan Fushimi Inari Taisha gratis, Kiyomizu-dera dan Kinkaku-ji ¥500, Kodai-ji ¥800, Sanzen-in ¥700, dan Rurikoin kunjungan khusus ¥2.000.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan

Perkiraan 30 menit–1 jam per tempat. Untuk Ohara dan Yase yang jauh dari pusat, sebaiknya sediakan waktu lebih dari setengah hari termasuk perjalanan.

Tips berkeliling dengan tenang & menghindari keramaian

Higashiyama-Gion dan masa sakura/daun musim gugur (momiji) cenderung ramai, jadi untuk hari menikmati taman dengan tenang pilih kuil di Rakuhoku atau Ohara. Yasaka Jinja juga bisa dikunjungi pada pagi buta atau malam yang tenang, dan Fushimi Inari Taisha bisa dikunjungi sepanjang hari.

Etika berkunjung dan pemotretan

Berjalanlah di tepi jalan menuju kuil, rendahkan suara di depan aula utama, dan ikuti tanda larangan memotret serta arus orang. Tripod, tongkat selfie, dan drone terkadang dibatasi.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kyoto

10 Rekomendasi Kuil dan Kuil Shinto Terbaik di Kyoto

Kuil Buddha dan kuil Shinto di Kyoto, meski sama-sama tempat wisata terkenal di kota tua, memiliki perbedaan besar dalam hal keyakinan, taman, arsitektur, dan suasana kota di depan gerbangnya.

Jika baru pertama kali berkeliling kuil Buddha dan kuil Shinto di Kyoto, memilih bukan hanya berdasarkan pemandangan terkenal, melainkan sesuai suasana yang ingin Anda rasakan dalam perjalanan, akan mengurangi kebingungan saat berpindah-pindah.

Dalam artikel ini, kami memperkenalkan 10 kuil Buddha dan kuil Shinto populer seperti Fushimi Inari Taisha, Kuil Kiyomizu-dera, dan Kinkaku-ji (Kuil Emas), agar mudah dikunjungi dari tiga sudut pandang: kawasan, tujuan, dan musim.

Membedakan Kuil Shinto dan Kuil Buddha

Kuil Shinto (jinja) adalah tempat yang mudah untuk merasakan budaya torii (gerbang), bangunan suci, dan festival, sedangkan kuil Buddha (tera) adalah tempat yang mudah untuk menikmati patung Buddha, taman, garan (kompleks bangunan), serta waktu kunjungan yang tenang.

Fushimi Inari Taisha dan Kuil Yasaka (Yasaka-jinja) menjadi pintu masuk berkeliling kuil Shinto khas Kyoto, sementara Kuil Kiyomizu-dera, Kuil Ninna-ji, dan Kuil Kōdai-ji memperkenalkan budaya kuil Buddha Kyoto melalui arsitektur dan taman.

Merangkum Berdasarkan Kawasan Memudahkan Perjalanan

Higashiyama dan Gion mudah memadukan Kuil Kiyomizu-dera, Kuil Yasaka, dan Kuil Kōdai-ji, serta dapat menikmati jalanan menanjak dan jalanan berlantai batu khas Kyoto.

Rakuhoku dan Ōhara adalah kawasan yang mudah menjumpai pemandangan tenang jauh dari keramaian pusat kota, seperti Kuil Rurikō-in, Kuil Sanzen-in, dan Kuil Hōsen-in.

Rekomendasi Kuil dan Kuil Shinto Berdasarkan Tujuan

Agar mudah dipilih sesuai tujuan perjalanan, kami merangkum suasana masing-masing dan jenis wisatawan yang cocok.

Nama Kuil Buddha/Kuil Shinto Suasana Cocok untuk Perjalanan
Fushimi Inari Taisha Torii merah Foto dan jalan-jalan
Kuil Yasaka Pusat Gion Jalan-jalan kota
Kuil Kiyomizu-dera Panggung dan panorama Kyoto pertama
Kinkaku-ji Kolam dan paviliun emas Keliling tempat terkenal
Kuil Rurikō-in Hijau dan daun musim gugur Pengamatan tenang
Kuil Ninna-ji Kuil Omuro Jalan-jalan sejarah
Kuil Daitoku-ji Suasana Zen Budaya taman dan teh
Kuil Hōsen-in Taman berbingkai Duduk memandang
Kuil Kōdai-ji Taman dan Higashiyama Jalan-jalan Gion
Kuil Sanzen-in Desa pegunungan Ōhara Alam dan kuil

Kuil dan Kuil Shinto Kyoto yang Wajib Dikunjungi di Higashiyama dan Gion

Dari Higashiyama hingga Gion adalah kawasan yang mudah menikmati jalan-jalan kota khas Kyoto dan ziarah kuil dalam satu alur.

Meski di kawasan yang ramai turis, penting untuk menurunkan kecepatan berjalan di dalam area kuil dan menjaga kesadaran agar tidak mengganggu arus para peziarah.

Kuil Kiyomizu-dera | Warisan Dunia dengan Panorama Kyoto di Ujung Jalan Menanjak

Kuil Kiyomizu-dera adalah kuil utama aliran Kita-Hossō yang konon didirikan pada tahun 778, dan dikenal dengan "Panggung Kiyomizu" di Higashiyama.

Objek pemujaan utamanya adalah Jūichimen Senju Kannon (Kannon berkepala sebelas dan berlengan seribu), dan pemandangan kota Kyoto yang terbentang di ujung tanjakan sangat berkesan.

Di Ninenzaka dan Sannenzaka di depan gerbang berjejer toko oleh-oleh dan rumah makan, sehingga jalan-jalan kota sebelum dan sesudah ziarah pun menyenangkan, namun di jalan sempit diperlukan kesadaran untuk tidak terlalu lama berhenti memotret.

Harga tiket masuk sekitar 500 yen untuk dewasa, namun karena jam kunjungan berubah sesuai musim dan acara, akan lebih aman bila memastikannya sebelum berkunjung.



Kuil Yasaka | Kuil Pusat Kepercayaan Gion yang Akrab Disebut "Gion-san"

Kuil Yasaka (Yasaka-jinja) berada di pusat kawasan Gion, sebuah kuil Shinto yang mudah dipadukan dengan jalan-jalan malam Kyoto maupun jalan-jalan kota ke arah Hanamikōji.

Dewa utamanya adalah Susanoo-no-Mikoto, dan kuil ini dikenal sebagai pusat jaringan kepercayaan Gion di seluruh Jepang.

Festival Gion (Gion Matsuri) pada bulan Juli adalah upacara Kuil Yasaka ini, dan meskipun mata tertuju pada kemegahan torii dan bangunan suci, bila Anda terlebih dahulu menghormatinya sebagai tempat ziarah dan berdoa dengan tenang, kesan perjalanan akan terasa lebih khidmat.

Area kuil dapat diziarahi sepanjang hari, dan karena ziarah biasa tidak dikenai biaya, berkunjung pada waktu tenang seperti subuh atau malam hari juga sangat dianjurkan.



Kuil Kōdai-ji | Menikmati Taman Bersejarah Nene dan Nuansa Higashiyama

Kuil Kōdai-ji adalah kuil aliran Rinzai cabang Kennin-ji yang didirikan oleh Kita-no-Mandokoro Nene, istri sah Toyotomi Hideyoshi, pada tahun 1606 (Keichō 11).

Kuil ini cocok dipadukan dengan jalan-jalan di Gion dan Nene no Michi, serta sesuai bagi yang ingin menikmati taman dan bangunan dengan tenang.

Harga tiket masuk 800 yen untuk dewasa dan 400 yen untuk pelajar SMP–SMA, dengan jam kunjungan dari pukul 9 hingga 17.30 dan pendaftaran terakhir pukul 17 sebagai patokan.

Pada musim semi dan musim gugur terkadang diadakan kunjungan khusus malam hari (yakan tokubetsu haikan) dengan iluminasi taman, sehingga akan lebih aman bila memastikan pelaksanaannya sebelum berkunjung.


Tempat Terkenal Kyoto yang Berkesan di Fushimi dan Kitayama

Bagi yang ingin mengabadikan foto kuil Buddha dan kuil Shinto khas Kyoto, memasukkan Fushimi Inari Taisha, Kinkaku-ji, dan Kuil Ninna-ji sebagai kandidat akan memudahkan memahami perbedaan warna dan arsitektur seperti merah, emas, dan dinding putih.

Karena semuanya merupakan tempat populer, sebaiknya jangan terlalu menjadikan pemotretan sebagai tujuan, dan hormatilah suasana sebagai tempat ziarah dan kunjungan.

Fushimi Inari Taisha | Kuil Pusat Kepercayaan Inari dengan Senbon Torii yang Berderet

Fushimi Inari Taisha dikenal sebagai kuil pusat dari kuil-kuil Inari di seluruh Jepang, dan banyak wisatawan berkunjung demi "Senbon Torii" (seribu gerbang torii) merah yang berderet.

Kuil ini terletak di Fukakusa, Distrik Fushimi, kota Kyoto, dan area kuil serta Gunung Inari (Inari-yama) dapat diziarahi sepanjang hari tanpa biaya tiket masuk.

Karena berdiam terlalu lama di depan torii akan mengganggu lalu lalang, sebaiknya pemotretan dilakukan secara singkat sambil memperhatikan arus orang di sekitar.


Kinkaku-ji | Kuil Termasyhur Aliran Rinzai dengan Nama Resmi Rokuon-ji

Kinkaku-ji (Kuil Emas) memiliki nama resmi Rokuon-ji, sebuah kuil yang termasuk aliran Rinzai cabang Shōkoku-ji.

Kuil ini dikenal dengan pemandangan paviliun relik (shariden) tiga lantai "Kinkaku" yang terpantul di kolam, dengan harga tiket masuk 500 yen untuk pelajar SMA ke atas dan 300 yen untuk pelajar SD–SMP, serta jam kunjungan dari pukul 9 hingga 17 sebagai patokan.

Karena bentuknya berupa pengamatan sambil berjalan mengikuti rute, dengan menjaga kesadaran soal tempat berhenti dan tempat berjalan, Anda dapat menikmatinya dengan tenang bahkan saat ramai.


Kuil Ninna-ji | Kuil Monzeki yang Mengajak Berjalan Menyusuri Sejarah Omuro dan Area Luas

Kuil Ninna-ji dikenal sebagai kuil pusat aliran Shingon cabang Omuro yang didirikan pada tahun 888, dengan daya tarik berupa kemegahan kuil monzeki (bekas Omuro Gosho) tempat keluarga kekaisaran menjabat sebagai kepala kuil, serta hamparan area kuil yang tenang.

Jam kunjungan dari pukul 9 hingga 17 pada bulan Maret–November dan pukul 9 hingga 16.30 pada bulan Desember–Februari, dengan biaya yang terbagi sesuai area kunjungan seperti istana (goten) dan museum harta suci (Reihōkan).

Daripada terburu-buru melihat bangunan dan taman satu per satu, dengan berjalan sambil merasakan suasana kawasan bernama Omuro, akan terlihat wajah Kyoto yang berbeda dari pusat kota.


Kuil Kyoto yang Mengajak Merasakan Keheningan di Rakuhoku dan Ōhara

Kuil-kuil di Rakuhoku dan Ōhara mudah dinikmati hijaunya pegunungan, lumut, dan kekosongan taman, serta dapat dirasakan aliran waktu yang berbeda dari pusat kota Kyoto.

Akan lebih aman bila menyediakan kelonggaran waktu sebelum dan sesudah perpindahan, serta memastikan informasi resmi terlebih dahulu untuk tempat yang ketersediaan kunjungan atau periode pembukaannya berubah.

Kuil Rurikō-in | Menjumpai Pemandangan Yase melalui Kunjungan Khusus

Kuil Rurikō-in adalah kuil yang terletak di kaki Gunung Hiei, di Yase, dan banyak orang berkunjung bertepatan dengan kunjungan khusus pada musim semi, musim panas, dan musim gugur.

Pemandangan hijau dedaunan baru dan daun musim gugur (kōyō) yang terpantul di meja dan lantai yang dipoles sangat terkenal, dengan harga tiket masuk 2.000 yen untuk umum dan 1.000 yen untuk pelajar SMP–SMA sebagai patokan.

Di luar periode pembukaan tidak dapat masuk ke dalam, dan cara ziarah pun terkadang berubah, sehingga pastikan informasi resmi sebelum memasukkannya ke dalam rencana perjalanan.


Kuil Sanzen-in | Kuil Monzeki yang Mengajak Menikmati Kuil dan Alam di Desa Pegunungan Ōhara

Kuil Sanzen-in adalah kuil monzeki aliran Tendai yang mewakili Ōhara Kyoto, sebuah tempat yang mudah menikmati suasana desa pegunungan dan keheningan taman lumut sekaligus.

Harga tiket masuk 700 yen untuk umum, 400 yen untuk pelajar SMP–SMA, dan 150 yen untuk pelajar SD, dengan jam kunjungan dari pukul 9 hingga 17 (bervariasi sesuai musim) sebagai patokan.

Karena cenderung memerlukan kelonggaran waktu perpindahan dibanding kuil di pusat kota, kepuasan akan meningkat bila membuat rencana tenang seperti menghabiskan setengah hari hanya di Ōhara.


Kuil Hōsen-in | Duduk Memandang Taman Berbingkai

Kuil Hōsen-in mudah dipadukan dengan jalan-jalan kuil di Ōhara, dengan cara menikmati yang terkenal yaitu memandang taman bernama Bankan-en sambil mengandaikan tiang dan ambang pintu sebagai bingkai.

Lazimnya kunjungan disertai matcha dan kue, dan jika di depan taman Anda menahan suara percakapan serta mengutamakan waktu duduk memandang daripada berfoto, kesannya akan lebih melekat.


Kuil Daitoku-ji untuk Menikmati Zen dan Taman secara Mendalam

Kuil Daitoku-ji dikenal sebagai kuil utama aliran Rinzai cabang Daitoku-ji, sebuah tempat yang sebaiknya disusuri dengan kesadaran akan suasana kuil Zen, kuil cabang (tatchū), dan budaya teh.

Kuil tua yang didirikan oleh Shūhō Myōchō pada tahun 1315 (Shōwa 4) ini telah terikat erat dengan upacara teh (chanoyu), termasuk Murata Jukō dan Sen no Rikyū.

Penting untuk membedakan antara tempat yang dibuka untuk umum dan yang tidak, alih-alih memandang seluruh area kuil seperti fasilitas wisata.

Kuil Daitoku-ji | Taman dan Suasana yang Berbeda di Tiap Kuil Cabang

Daya tarik Kuil Daitoku-ji terletak bukan hanya pada memandangnya sebagai satu kuil besar, melainkan dapat menikmati perbedaan taman dan bangunan di lebih dari 20 kuil cabang.

Di satu sisi ada kuil cabang yang dibuka sepanjang waktu seperti Daisen-in dan Ryōgen-in, namun karena status pembukaan berbeda-beda tiap kuil cabang, jangan memaksakan diri masuk di lokasi, dan bergeraklah setelah memastikan tanda petunjuk dan informasi resmi.

Area Zen untuk Merasakan Budaya Teh

Sekitar Kuil Daitoku-ji memiliki keterikatan mendalam dengan budaya upacara teh dan Zen, sebuah kawasan yang lebih cocok untuk pengamatan tenang daripada foto yang mencolok.

Dengan berjalan sambil memandang batu taman, lumut, dan kekosongan, akan terlihat bahwa keindahan kuil Jepang bukan hanya pada ornamen, melainkan juga pada ma (jeda) dan keheningan.

Cakupan Pembukaan yang Perlu Dipastikan Sebelum Berkunjung

Di Kuil Daitoku-ji, tidak selalu dapat melihat tempat yang sama dengan cara yang sama kapan saja, sehingga penting untuk memiliki sikap memastikan cakupan pembukaan dan ketersediaan kunjungan terlebih dahulu.

Dengan menjaga hal-hal mendasar seperti tidak masuk ke area yang tidak dibuka, tidak ribut di depan gerbang, dan tidak terlalu mendekati tepi taman, ziarah akan terasa tenang.


Etika Ziarah dan Cara Berpikir tentang Pemotretan

Sebelum menjadi tempat wisata, kuil Buddha dan kuil Shinto adalah tempat di mana doa, latihan spiritual, dan kepercayaan masyarakat terus berlangsung.

Bahkan dalam situasi di mana tata cara sulit dipahami oleh wisatawan asing, Anda akan tenang bila bisa menjalankan hal mendasar seperti diam, mematuhi rute, dan mengikuti tanda larangan pemotretan.

Memperlakukan Torii dan Air Penyucian dengan Cermat di Kuil Shinto

Di kuil Shinto, terasa wajar bila Anda membungkuk sejenak sebelum dan sesudah melewati torii untuk menenangkan hati, serta berjalan tanpa lama menutupi bagian tengah jalan ziarah yang dianggap sebagai jalan para dewa.

Di tempat air penyucian (temizuya), perlakukan air dengan hati-hati, dan saat ramai, selesaikan dengan singkat agar orang di belakang mudah maju.

Menjaga Kesadaran akan Kunjungan Tenang di Kuil Buddha

Di kuil Buddha, penting untuk menahan suara di depan bangunan utama dan taman, serta memastikan tanda petunjuk sebelum mengarahkan kamera ke patung Buddha atau tempat upacara.

Di tempat melepas sepatu, dengan menyesuaikan cara meletakkan sepatu dan menggunakan kantong dengan sekitar, Anda dapat bergerak dengan tenang meski belum terbiasa.

Mengutamakan Izin Pemotretan dan Arus Orang dalam Berfoto

Dalam pemotretan, bahkan di tempat yang diizinkan, akan lebih aman bila memperhatikan agar wajah para peziarah tidak terfoto terlalu besar.

Karena drone, tripod, tongkat narsis (selfie stick), dan peralatan besar terkadang dibatasi, jika berkunjung dengan tujuan pemotretan, pastikan petunjuk masing-masing kuil.

Mari kita rangkum perilaku yang sering membingungkan sebagai daftar hal yang perlu diperhatikan secara umum di kuil Buddha dan kuil Shinto.

Situasi Tindakan yang Aman Tindakan yang Sebaiknya Dihindari
Jalan ziarah Menepi ke pinggir Menghalangi jalan
Depan bangunan utama Menahan suara Berbicara keras
Taman Mematuhi rute Masuk ke tepi
Foto Melihat tanda petunjuk Memotret tanpa izin
Goshuin Menunggu dengan tenang Mendesak agar cepat

Memilih Kuil dan Kuil Shinto Kyoto Berdasarkan Musim dan Tipe Perjalanan

Kuil Buddha dan kuil Shinto yang sama pun, kesannya berubah sesuai musim dan tujuan perjalanan.

Tanpa membatasi hanya pada sakura (bunga sakura) atau daun musim gugur, dengan mengetahui cara menikmati yang tidak terlalu ramai seperti momiji hijau, lumut, dan keheningan musim dingin, pilihan Anda akan semakin luas.

Menikmati Tampilan di Tiap Musim

Kuil Buddha dan kuil Shinto Kyoto berubah warna foto maupun suasana ziarahnya di tiap musim, seperti sakura pada akhir Maret hingga awal April, momiji hijau di awal musim panas, daun musim gugur (kōyō) pada pertengahan hingga akhir November, serta udara jernih musim dingin.

Karena arus orang juga cenderung meningkat pada musim sakura dan daun musim gugur, memilih kuil di Rakuhoku atau Ōhara yang sedikit jauh dari pusat kota merupakan cara yang baik di hari Anda ingin memandang taman dengan tenang.

Musim Tampilan Cara Memilih
Musim semi Bunga dan depan gerbang Jalan-jalan Higashiyama
Awal musim panas Momiji hijau Taman Rakuhoku
Musim gugur Daun musim gugur dan lumut Memastikan informasi resmi
Musim dingin Area kuil yang tenang Pengamatan kuil

Jika Pertama Kali, Campurkan Kuil Terkenal dan Kuil yang Tenang

Pada kunjungan pertama ke Kyoto, dengan memasukkan tempat terkenal seperti Fushimi Inari Taisha, Kuil Kiyomizu-dera, dan Kinkaku-ji, Anda akan mudah menangkap kesan khas Kyoto.

Di sisi lain, dengan menambahkan tempat tenang seperti Kuil Rurikō-in, Kuil Hōsen-in, dan Kuil Sanzen-in, akan tersisa kesan mendalam Kyoto yang bukan sekadar foto.

Pengunjung Berulang Mengutamakan Suasana Taman dan Kawasan

Bagi yang berkunjung kembali ke Kyoto, dengan memilih tempat yang dapat disusuri secara mendalam dalam satu kawasan seperti Kuil Daitoku-ji, Kuil Ninna-ji, dan kuil-kuil Ōhara, akan ada penemuan baru.

Daripada berkeliling banyak tempat terkenal, cara menghabiskan waktu seperti duduk di depan taman, berjalan di jalan depan gerbang, dan menanti warna musim lebih cocok.

Informasi Praktis Akses dan Kunjungan Berkeliling Kuil dan Kuil Shinto Kyoto

Kuil Buddha dan kuil Shinto Kyoto terhubung oleh bus kota, kereta bawah tanah, dan kereta swasta, sehingga berkeliling per kawasan akan membuat perpindahan lebih efisien.

Kuil Kiyomizu-dera, Kuil Yasaka, dan Kuil Kōdai-ji di Higashiyama dan Gion terkumpul dalam jarak berjalan kaki, sebuah kawasan yang mudah diakses dengan kereta Keihan atau bus.

Akses Utama Berdasarkan Kawasan

Fushimi Inari Taisha dekat dari Stasiun Inari jalur JR Nara atau Stasiun Fushimi-Inari Keihan, sedangkan Kinkaku-ji dan Kuil Ninna-ji sekitar 30–40 menit dengan bus kota dari Stasiun Kyoto sebagai patokan.

Kuil Sanzen-in dan Kuil Hōsen-in di Ōhara serta Kuil Rurikō-in di Yase jauh dari pusat kota dan memerlukan sekitar 60 menit dengan bus dari Stasiun Kyoto, sehingga akan lebih aman bila menyiapkan kelonggaran setengah hari atau lebih.

Patokan Harga Tiket Masuk, Waktu yang Diperlukan, dan Fasilitas

Harga tiket masuk bervariasi dari kuil Shinto gratis hingga kunjungan khusus sekitar 2.000 yen, dan karena masih ada kuil yang hanya menerima tunai, akan lebih aman bila menyiapkan uang receh.

Lama kunjungan berkisar 30 menit hingga 1 jam per tempat sebagai patokan, dan meski toilet tersedia di area kuil atau depan gerbang, tanda multibahasa dan Wi-Fi berbeda-beda tiap fasilitas.

Kesimpulan | Tips Agar Tidak Bingung saat Ziarah Kuil dan Kuil Shinto Kyoto Pertama Kali

Saat memilih 10 rekomendasi kuil Buddha dan kuil Shinto Kyoto terbaik, dengan memperhatikan perbedaan seperti keramaian kuil Shinto, taman kuil Buddha, dan keheningan desa pegunungan—bukan hanya ketenaran namanya—akan memudahkan Anda menyusun rencana perjalanan.

Fushimi Inari Taisha dan Kuil Yasaka menjadi pintu masuk berkeliling kuil Shinto, sedangkan Kuil Kiyomizu-dera, Kinkaku-ji, dan Kuil Ninna-ji menjadi pintu masuk mengenal arsitektur kuil Buddha khas Kyoto.

Kuil Rurikō-in, Kuil Sanzen-in, Kuil Hōsen-in, Kuil Daitoku-ji, dan Kuil Kōdai-ji cocok bagi yang ingin menikmati taman dan perubahan musim dengan tenang.

Karena jam kunjungan, harga, periode pembukaan, izin pemotretan, dan layanan goshuin terkadang berubah, pastikan informasi resmi sebelum berkunjung, dan di lokasi nikmatilah dengan tenang sambil mengikuti tanda petunjuk dan arus orang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Jinja adalah tempat untuk merasakan torii, bangunan suci, dan budaya festival, sedangkan tera adalah tempat berkeliling melihat patung Buddha, taman, dan garan sambil berkunjung dengan tenang. Di Kyoto, Fushimi Inari Taisha Shrine dan Yasaka-jinja Shrine menjadi pintu masuk berkeliling jinja, sedangkan Kiyomizu-dera Temple dan Ninna-ji Temple menjadi pintu masuk budaya kuil Buddha. Mengingat "ada torii berarti jinja, ada sanmon atau hondo (aula utama) berarti tera" akan membuat Anda tidak bingung meski baru pertama kali.
A. Bagi pemula, kombinasi tempat klasik Fushimi Inari Taisha Shrine, Kiyomizu-dera Temple, dan Kinkaku-ji Temple ditambah satu kuil yang tenang mudah dipilih. Karena hanya mengunjungi tempat terkenal mudah melelahkan akibat keramaian, menyelipkan satu lokasi seperti Rurikoin atau Sanzen-in di arah Rakuhoku atau Ohara akan meninggalkan kesan mendalam pada perjalanan. Agar perpindahan tidak terlalu meluas, mengelompokkan di arah yang sama akan terasa lebih tenang.
A. Tiga lokasi Kiyomizu-dera Temple, Yasaka-jinja Shrine, dan Kodai-ji Temple terkumpul dalam jarak berjalan kaki, sehingga Anda bisa sekaligus menikmati tanjakan dan suasana kota berbatu. Toko oleh-oleh di Ninenzaka dan Sannenzaka banyak yang tutup sore hari, jadi menyelesaikan belanja di paruh awal kunjungan akan lebih tenang. Bergerak ke utara dari Yasaka-jinja Shrine akan terhubung secara alami ke Kodai-ji Temple melalui Nene no Michi.
A. Rute pendakian mengelilingi Inariyama setinggi 233 m memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam, sedangkan pulang pergi dari Senbon Torii hingga Okusha Hohaisho kira-kira 30 menit. Dari Yotsutsuji di tengah jalan Anda bisa memandang kota Kyoto, dan banyak orang berbalik di titik ini. Kunjungan bisa dilakukan sepanjang hari dan gratis, jadi pagi hari sekitar pukul 6 hingga 8 saat sepi adalah waktu tepat untuk memotret torii dengan rapi.
A. Biaya kunjungan Kiyomizu-dera Temple adalah 500 yen untuk dewasa dan 200 yen untuk pelajar SD-SMP. Jam kunjungan dari pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 18, dan pada hari kunjungan malam khusus musiman waktu penutupan diperpanjang. Karena ini salah satu dari sedikit tempat terkenal yang buka sejak pukul 6 pagi, datang tepat setelah gerbang dibuka memungkinkan Anda menikmati Kiyomizu no Butai (panggung utama Kiyomizu) dengan sedikit orang. Menyiapkan uang receh akan memperlancar di loket.
A. Kinkaku-ji Temple bernama resmi Rokuon-ji Temple, dan bisa dikunjungi seharga 500 yen untuk pelajar SMA ke atas serta 300 yen untuk pelajar SD-SMP. Jam kunjungan dari pukul 9 hingga 17, dan tiket kunjungannya berdesain seperti omamori (jimat pelindung). Karena Kinkaku terpantul di Kyoko-chi, komposisi melintasi kolam di paruh awal rute menghasilkan foto yang indah.
A. Area dalam Yasaka-jinja Shrine bisa dikunjungi 24 jam dan merupakan jinja tanpa biaya kunjungan. Loket kantor kuil buka dari pukul 9 hingga 17, dan penerimaan doa dari pukul 9 hingga 16 sebagai patokan. Goshuin (tulisan tinta sebagai kenangan kunjungan) bisa ditanyakan dalam jam loket, dan pada malam hari Anda bisa menikmati jalan memandang Nishiromon yang disinari lampu lalu menuju ke Hanamikoji.
A. Rurikoin adalah kuil di Rakuhoku yang hanya dibuka pada periode kunjungan khusus musim semi, panas, dan gugur. Biaya kunjungan 2.000 yen untuk umum dan 1.000 yen untuk pelajar, dengan ada tidaknya reservasi serta periode pembukaan berubah menurut musim. "Yuka-momiji" yang terpantul di meja tampak berbeda menurut arah masuknya cahaya, jadi saat ramai sebaiknya saling mengalah dan memotret singkat agar bisa menikmati dengan tenang.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.