Wisata Hiroshima Tanpa Mobil: Rencana Perjalanan 2 Hari 1 Malam
Memisahkan wisata dalam kota dan wisata Miyajima ke dua hari yang berbeda adalah cara dasar untuk menekan beban bawaan dan perpindahan transportasi.
Jika memilih penginapan di sekitar Stasiun Hiroshima (Hiroshima Station), atau di sekitar kawasan Hatchobori dan Kamiyacho yang mudah dijangkau trem, kamu akan lebih mudah menyeimbangkan makan malam dan keberangkatan pagi keesokan harinya.
Dari Stasiun Hiroshima ke Miyajimaguchi, dengan jalur JR Sanyo umumnya butuh sekitar 30 menit, dan trem pun menghubungkannya hanya dengan satu jalur, sehingga rutenya tetap sederhana meski tanpa mobil.
Hari 1: Menjelajahi Pusat Kota Hiroshima dengan Trem
Setelah tiba di Stasiun Hiroshima, pindahkan dulu bawaan besar ke penginapan atau layanan penitipan bagasi stasiun (loker koin atau tempat penitipan bagasi), lalu naik trem dengan bawaan ringan.
Menempatkan Kubah Bom Atom (Genbaku Dome) dan Taman Peringatan Perdamaian di paruh pertama perjalanan, lalu melanjutkan ke Taman Kastil Hiroshima (Hiroshima-jo) dan taman Shukkei-en, memungkinkan kamu memperluas pemahaman dari belajar tentang perdamaian ke sejarah kota kastil dan budaya taman.
Hari 2: Menuju Miyajima dengan JR dan Feri
Untuk mencapai Miyajima, alur yang paling mudah dipahami adalah naik jalur JR Sanyo dari Stasiun Hiroshima ke arah Miyajimaguchi, lalu berpindah ke feri di Miyajimaguchi.
Dengan JR, dari Stasiun Hiroshima ke Stasiun Miyajimaguchi tanpa perpindahan sekitar 25-30 menit, dan feri menghubungkan Miyajimaguchi ke dermaga Miyajima (Miyajima Pier) sekitar 10 menit.
Di dalam pulau, kamu bisa menghubungkan dengan berjalan kaki, dengan Kuil Itsukushima (Itsukushima-jinja) sebagai poros, ke pantai Mikasa-hama, jalan pertokoan Omotesando, dan jalan Machiya-dori.
Jika peran setiap bagian rute dirangkum, hasilnya seperti berikut.
| Hari | Waktu | Transportasi Utama | Cara Menikmati |
|---|---|---|---|
| Hari 1 | Pagi | Trem | Belajar perdamaian |
| Hari 1 | Siang | Jalan kaki dan trem | Kastil dan taman |
| Hari 1 | Malam | Sebagian besar jalan kaki | Kuliner Hiroshima |
| Hari 2 | Pagi | JR dan feri | Menuju Miyajima |
| Hari 2 | Siang | Sebagian besar jalan kaki | Ziarah kuil dan jalan-jalan di kota |
Hari 1 Pagi | Cara Menuju Taman Peringatan Perdamaian dengan Trem
Mengunjungi Taman Peringatan Perdamaian di awal perjalanan membuatmu lebih mudah memandang lanskap kota Hiroshima yang kamu lihat setelahnya dari sudut pandang pemulihan dan kehidupan masa kini.
Alih-alih terburu-buru menghabiskan pameran, penting untuk berjalan dengan tenang sambil menganggap Kubah Bom Atom, fasilitas peringatan di dalam taman, dan museum sebagai satu tempat yang berkesinambungan.
Cara Menuju Depan Kubah Bom Atom dari Stasiun Hiroshima dengan Trem
Di halte trem dekat Stasiun Hiroshima, periksa papan tujuan dan nomor jalur, lalu pilih trem yang berhenti di Genbaku Dome-mae (depan Kubah Bom Atom).
Dari Stasiun Hiroshima ke depan Kubah Bom Atom, dengan jalur seperti Jalur 2 (arah Stasiun Hiroshima dan Miyajimaguchi) sekitar 15 menit sudah sampai.
Tarif trem Hiroshima Dentetsu (Hiroden) seragam di seluruh jalur: 240 yen untuk dewasa dan 120 yen untuk anak-anak.
Di Hiroden, langkah saat naik dan saat turun berbeda tergantung cara pembayaran, jadi menentukan sebelum naik apakah akan memakai kartu IC, tiket, atau uang tunai akan membuatmu lebih tenang.
Di dalam trem, hindari menaruh bawaan besar di lorong dan biarkan area dekat pintu naik-turun tetap lapang.
Melihat Kubah Bom Atom dari Luar
Kubah Bom Atom adalah monumen perdamaian yang menyampaikan wujud lokasi saat pengeboman dan menyerukan pentingnya penghapusan senjata nuklir serta perdamaian abadi, dan terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1996.
Tanpa masuk ke dalam pagar, kamu bisa melihat seluruh bangunan dari jalur pejalan kaki di sepanjang Sungai Motoyasu (Motoyasu River) atau dari sisi taman.
Alih-alih berhenti hanya pada foto kenangan, mengalihkan perhatian pada makna dilestarikannya bangunan ini dan pada keterangan di sekitarnya akan memperdalam pemahamanmu tentang tempat ini.
Menyusuri Taman Peringatan Perdamaian dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dengan Tenang
Di Taman Peringatan Perdamaian terdapat Tugu Peringatan Korban Bom Atom, pepohonan yang selamat dari pengeboman, sejumlah monumen, dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima.
Biaya masuk Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima adalah 200 yen untuk dewasa (mahasiswa ke atas) dan 100 yen untuk pelajar SMA, serta gratis untuk pelajar SMP ke bawah; museum ini buka pagi sejak pukul 7:30, yang juga menjadi poin memudahkan untuk dipadukan dengan wisata dalam kota.
Di museum, slot pukul 7:30 hingga 8:30 dan satu jam sebelum tutup menggunakan sistem reservasi lewat web, jadi jika berencana berkunjung pada waktu tersebut, pesanlah terlebih dahulu sebelum berangkat.
Karena pameran mencakup materi yang menyampaikan kerusakan, penting juga menyisakan ruang setelahnya untuk menenangkan perasaan di bangku taman atau di tepi sungai.
Hari 1 Siang | Menyusuri Taman Kastil Hiroshima dan Taman Shukkei-en
Pada siang hari, menujulah ke sisi utara pusat kota untuk merasakan sejarah Hiroshima sebagai kota kastil dan budaya tamannya.
Karena Taman Kastil Hiroshima dan Shukkei-en memiliki karakter yang berbeda, memisahkan waktu untuk melihat arsitektur dengan waktu untuk menikmati pemandangan dengan tenang membuat kesan siang hari tidak monoton.
Menuju Taman Kastil Hiroshima dari Arah Kamiyacho
Kembalilah dari Taman Peringatan Perdamaian ke arah Kamiyacho, dan menujulah ke Taman Kastil Hiroshima sambil memeriksa petunjuk di jalan dan di lorong bawah tanah.
Dari depan Kubah Bom Atom ke Taman Kastil Hiroshima sekitar 15-20 menit bahkan dengan berjalan kaki, dan di sepanjang jalan banyak terdapat fasilitas komersial dan tempat makan di kawasan Kamiyacho dan Motomachi.
Makan siang dulu sebelum berpindah membuatmu bisa menikmati sisa siang, hingga jalan-jalan di taman, dengan tenang.
Fokus pada Bagian Luar Kastil Hiroshima dan Kawasan Ninomaru
Menara utama Kastil Hiroshima (Hiroshima-jo) ditutup karena beton yang menurun kualitasnya dan fasilitas yang menua, jadi jangan menyusun rencana dengan asumsi bisa masuk ke dalam menara, melainkan fokuslah pada bagian luar, parit, tembok batu, dan bangunan Ninomaru yang direkonstruksi.
Di Ninomaru, dari bangunan rekonstruksi seperti gerbang Omote-gomon dan yagura (menara), kamu bisa membaca bagaimana ruang menuju masuk ke kastil ditata.
Bangunan rekonstruksi Ninomaru dan area Sannomaru bisa digunakan, dan masuk ke Ninomaru gratis.
Berpindah Trem di Hatchobori untuk Menuju Depan Shukkei-en
Kembalilah dari Taman Kastil Hiroshima ke pusat kota, dan dengan berpindah ke trem arah Hakushima di sekitar Hatchobori, kamu bisa menuju depan Shukkei-en.
Saat berpindah, meski nama haltenya sama, posisi tempat naik bisa terpisah di seberang jalan atau di seberang persimpangan, jadi periksalah baik papan di dalam trem maupun petunjuk di lokasi.
Menikmati Pemandangan Taman Keliling Kolam di Shukkei-en
Shukkei-en adalah taman berjalan bergaya kolam yang dibangun pada tahun 1620 (Genna tahun ke-6) sebagai taman vila tuan feodal Hiroshima, Asano Nagaakira, yang dibuat oleh Ueda Soko, seorang ahli upacara minum teh sekaligus punggawa senior.
Biaya masuk 350 yen untuk umum dan 150 yen untuk mahasiswa, serta gratis untuk pelajar SD, SMP, dan SMA, sehingga kamu bisa merasakan alam empat musim di tengah kota.
Di dalam taman, menyusuri jembatan, kolam, dan area sekitar rumah teh secara berurutan, lalu memandang pemandangan yang sama baik dari dekat maupun dari jauh, membuat komposisi taman Jepang mudah dipahami.
Jam buka: musim semi-panas (16 Maret hingga 15 September) pukul 9:00-18:00, musim gugur-dingin (16 September hingga 15 Maret) pukul 9:00-17:00, dan pendaftaran masuk diterima hingga 30 menit sebelum tutup.
Hari 1 Malam | Memilih Kuliner Hiroshima dan Kawasan Menginap
Pada malam hari, alih-alih menambah terlalu banyak lokasi wisata, menghabiskan waktu untuk makan dan persiapan hari berikutnya memberimu lebih banyak keleluasaan untuk berjalan kaki di Miyajima.
Karena alur perjalanan berbeda antara kawasan sekitar Stasiun Hiroshima dan kawasan Hatchobori serta Kamiyacho, tentukan cara menghabiskan malam sesuai dengan cara keberangkatanmu keesokan pagi.
Untuk Okonomiyaki Hiroshima, Periksa Cara Memesan di Tiap Kedai
Jika ingin menikmati budaya kuliner Hiroshima, pilihlah sesuai kondisi dan selera dari okonomiyaki gaya Hiroshima, hidangan tiram, dan makanan laut Laut Pedalaman Seto.
Okonomiyaki Hiroshima umumnya berupa panekuk berlapis yang berisi mi soba, dan banyak kedai yang menyelesaikannya langsung di depanmu di atas pelat besi.
Di kursi depan pelat besi, hindari menyentuh peralatan yang panas, dan gunakan sodet serta bumbu bersama sambil memperhatikan situasi pemakaian orang-orang di sekitarmu.
Jika kamu memiliki alergi makanan atau pembatasan karena alasan agama, periksalah penggunaan saus, kaldu (dashi), daging, dan makanan laut sebelum memesan.
Menata Bawaan dengan Memprioritaskan Perjalanan Pagi Berikutnya
Jika menginap di sekitar Stasiun Hiroshima, penyambungan ke JR mudah dipahami, sedangkan jika menginap di pusat kota, cenderung lebih mudah menikmati tempat makan malam dan jalan-jalan di kota.
Karena keesokan harinya akan menggunakan feri, meninggalkan koper di penginapan atau layanan penitipan di sekitar stasiun dan menuju pulau dengan tas kecil akan memudahkan berjalan kaki.
Hari 2 | Berwisata di Miyajima dengan JR dan Feri
Pada hari wisata Miyajima, penting untuk memeriksa informasi operasional kereta dan kapal, serta bergerak dengan menyisakan keleluasaan untuk perjalanan pulang.
Pemandangan Kuil Itsukushima berubah kesannya sesuai kondisi pasang surut, tetapi alih-alih memperumit rute hanya dengan memprioritaskan tinggi air, susunlah rencana dengan berpusat pada ziarah kuil dan jalan-jalan di kota.
Cara Menuju Miyajimaguchi dari Stasiun Hiroshima dengan JR
Di Stasiun Hiroshima, pastikan jalur Sanyo arah Miyajimaguchi dan Iwakuni sebelum naik.
Dari Stasiun Hiroshima ke Stasiun Miyajimaguchi tanpa perpindahan, sekitar 25-30 menit sebagai patokan.
Karena peron dan jam keberangkatan berbeda tergantung hari operasional, periksalah papan petunjuk di stasiun dan informasi operasional JR West.
Setibanya di Stasiun Miyajimaguchi, ikuti papan petunjuk menuju dermaga feri.
Menyeberang dari Miyajimaguchi dengan Feri ke Pulau Tempat Kuil Itsukushima
Di Miyajimaguchi, periksa mesin tiket dan dermaga perusahaan feri yang akan kamu pakai, dan sebelum naik pastikan tarif yang diperlukan serta cara penanganan pajak kunjungan Miyajima.
Feri dioperasikan oleh dua perusahaan, JR West Miyajima Ferry dan Miyajima Matsudai Kisen; keduanya butuh sekitar 10 menit, dengan tarif sekali jalan 200 yen untuk dewasa dan 100 yen untuk anak-anak.
Pajak kunjungan Miyajima pada dasarnya 100 yen per kunjungan (atau 500 yen untuk satu tahun), dan biasanya dipungut dengan ditambahkan pada tarif feri dan semacamnya.
JR West Miyajima Ferry memiliki layanan Otorii yang mendekati Gerbang Torii Besar (O-torii) (berangkat dari Miyajimaguchi pukul 9:10-16:10), tetapi tergantung tinggi air, bisa juga beroperasi di rute biasa.
Di atas kapal, hindari menaruh barang bawaan di lorong, dan saat memotret di dek, berhati-hatilah agar topi atau kertas tidak terbawa angin.
Berziarah ke Kuil Itsukushima dan Melihat Bangunan Kuil di Atas Laut
Berjalanlah menyusuri tepi laut dari dermaga Miyajima, pandanglah hubungan posisi antara Gerbang Torii Besar dan bangunan kuil dari pantai Mikasa-hama, lalu menujulah ke Kuil Itsukushima.
Biaya masuk (biaya ziarah) Kuil Itsukushima adalah 300 yen untuk dewasa, 200 yen untuk pelajar SMA, dan 100 yen untuk pelajar SD dan SMP; gerbang pada dasarnya dibuka sejak pukul 6:30 yang tergolong pagi, sehingga mudah berziarah sebelum keramaian.
Di kuil, ikuti rute ziarah dan pilih tempat untuk berhenti agar tidak menghalangi tempat orang berdoa.
Karena lantai koridor (kairo) memiliki celah sebagai langkah antisipasi pasang tinggi, lebih aman menghindari hak sepatu yang tipis dan berkunjung dengan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
Menyusuri Jalan Pertokoan Omotesando dan Jalan Machiya-dori
Setelah berziarah, nikmati makan siang dan memilih oleh-oleh di jalan pertokoan Omotesando, dan saat pulang berputarlah ke jalan Machiya-dori agar bisa merasakan baik jalan pendekatan yang ramai maupun lanskap kota yang tenang.
Di jalan pertokoan Omotesando, kamu bisa menikmati cita rasa khas Miyajima sambil berjalan, seperti momiji manju yang baru dipanggang, tiram bakar, dan anagomeshi (nasi belut laut).
Jika masih ada sisa waktu dan tenaga, menambahkan kuil Daigan-ji dan kuil Daisho-in adalah cara yang baik untuk menelusuri budaya Miyajima, tempat kuil Buddha dan kuil Shinto hidup berdampingan.
Jika urutan berjalan kaki dirangkum, alur yang tidak mudah membuat tersesat adalah sebagai berikut.
| Urutan | Tempat | Sudut Pandang Melihat |
|---|---|---|
| 1 | Dermaga Miyajima | Memeriksa peta |
| 2 | Pantai Mikasa-hama | Torii dan bangunan kuil |
| 3 | Kuil Itsukushima | Ziarah dan arsitektur |
| 4 | Sekitar Daigan-ji | Budaya kuil |
| 5 | Omotesando | Makan dan oleh-oleh |
| 6 | Machiya-dori | Menyusuri lanskap kota |
Transportasi dan Etika agar Perjalanan Hiroshima Tanpa Mobil Terasa Nyaman
Dalam perjalanan yang berpusat pada transportasi umum, menyiapkan cara pembayaran, bawaan, dan pengecekan armada terakhir lebih mencegah kegagalan daripada menambah moda transportasi.
Khususnya, trem menggunakan halte di atas jalan, dan di Miyajima terdapat bagian jalan kaki yang berkesinambungan, sehingga memperhatikan pijakan dan lingkungan sekitar itu penting.
Menyeragamkan Cara Pembayaran Trem
Di Hiroshima Dentetsu kamu bisa menggunakan uang tunai, tiket yang berlaku, dan kartu IC yang didukung, tetapi cara penggunaan dan merek yang didukung dapat berubah.
Tarif trem seragam di seluruh jalur sebesar 240 yen untuk dewasa, dan menggunakan tiket bebas seperti tiket satu hari memudahkan berkeliling kota.
Selama perjalanan, menyeragamkan satu cara pembayaran dan setiap kali memeriksa langkah saat naik dan turun dapat mengurangi kelewatan halte dan kebingungan saat membayar.
Titipkan Bawaan Besar Sebelum Berwisata
Baik di dalam trem, di Taman Peringatan Perdamaian, maupun di jalan pendekatan Miyajima, semuanya memiliki situasi yang menyulitkan bergerak sambil membawa koper besar.
Karena Stasiun Hiroshima memiliki loker koin dan tempat penitipan bagasi, periksalah lebih dulu bersama dengan syarat penitipan bawaan di penginapanmu.
Dengan hanya memasukkan barang berharga, minuman, perlengkapan hujan, dan alat pengisi daya ke dalam tas kecil, kamu bisa bergerak ringan baik saat wisata dalam kota maupun saat berjalan kaki di Miyajima.
Periksa Informasi Operasional dan Jam Buka Fasilitas serta Transportasi pada Hari Itu
Tergantung cuaca, acara, konstruksi, dan tingkat keramaian, jam buka, operasional, dan rute ziarah dapat berubah.
Merangkum apa saja yang harus diperiksa membuat pengecekan sebelum berangkat selesai dalam waktu singkat.
| Sumber Pemeriksaan | Hal yang Dilihat | Waktu Pemeriksaan |
|---|---|---|
| Hiroshima Dentetsu | Operasional dan cara naik | Sebelum berangkat dari dalam kota |
| Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima | Cara masuk | Sebelum perjalanan |
| JR West | Operasional kereta | Sebelum berangkat ke Miyajima |
| Feri Miyajima | Armada dan dermaga | Sebelum naik kapal |
| Kuil Itsukushima | Kunjungan dan rute | Sebelum berziarah |
Rangkuman | Menjelajahi Destinasi Klasik Hiroshima dengan Trem dan JR
Model rute Hiroshima 2 hari 1 malam tanpa mobil mudah disusun sebagai rencana yang pada hari pertama menyusuri Taman Peringatan Perdamaian, Taman Kastil Hiroshima, dan Shukkei-en dengan trem, lalu keesokan harinya menuju Miyajima dengan JR dan feri.
Cukup dengan menitipkan bawaan, menentukan cara pembayaran, dan memeriksa informasi operasional serta jam buka fasilitas dan transportasi, kamu bisa menikmati sejarah dan pemandangan khas Hiroshima sambil menekan kecemasan soal perpindahan transportasi.
Alih-alih menjejalkan semuanya, menyisakan waktu untuk merenungkan perdamaian, untuk berhenti sejenak di taman, dan untuk berziarah dengan tenang di kuil akan menghasilkan perjalanan yang berkesan.








Ulasan (0)