Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Shukkeien: Taman Daimyo & Pemandangan Musim di Hiroshima

Shukkeien: Taman Daimyo & Pemandangan Musim di Hiroshima
Panduan Shukkeien di Hiroshima: nikmati taman daimyo, kolam, jembatan, bukit buatan, dan pemandangan empat musim dengan etika berkeliling yang nyaman.

Ringkasan Cepat

Taman seperti apa

Shukkeien adalah taman daimyo era Edo berusia sekitar 400 tahun di pusat Kota Hiroshima. Situs Pemandangan Indah Nasional ini memungkinkan Anda menikmati perubahan pemandangan sambil berjalan mengelilingi kolam, jembatan, dan bukit buatan.

Daya tarik utama

Kolam Takuei di tengah, jembatan melengkung Kokokyo, puncak tertinggi Seikiho yang meniru Gunung Fuji, dan Chozenkyo yang berpemandangan luas. Sejarahnya yang melewati bom atom dan pemulihan, serta pohon yang selamat dari bom atom, juga patut dilihat.

Akses

Dari Stasiun JR Hiroshima naik trem Hiroden, ganti di Hatchobori, langsung dekat halte trem "Shukkeien-mae" jalur Hakushima. Dengan bus, naik rute Orange/Lemon dan turun di "Kenritsu Bijutsukan-mae (Shukkeien-mae)". Tempat parkir terbatas.

Tiket masuk & jam buka

Tiket masuk umum ¥350, mahasiswa ¥150, gratis untuk pelajar SMA ke bawah dan usia 65 tahun ke atas. Buka 9:00–18:00 (hingga 17:00 tergantung musim), tutup 29–31 Desember.

Perkiraan waktu

Berkeliling taman memerlukan sekitar 30 menit hingga 1 jam. Menyusuri area di sekitar Kolam Takuei sambil berjalan, berhenti, dan menoleh dari berbagai sudut akan memudahkan Anda menangkap struktur taman.

Daya tarik musiman

Bunga ume sejak pertengahan Januari; sakura, azalea, dan peoni dari pertengahan Maret hingga April; hydrangea Mei–Juni; daun merah di musim gugur dengan periode iluminasi malam. Tiap musim menyuguhkan bunga, hijau, daun merah, dan ketenangan.

Nikmati sekaligus

Tiket terusan dengan Museum Seni Prefektur Hiroshima yang bersebelahan (umum ¥660) tersedia. Anda bisa menikmati taman dan apresiasi karya seni sekaligus, dan ada pula pilihan taksi air yang memandang dari sungai.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Hiroshima

Apa Itu Shukkei-en? Taman Daimyō Era Edo yang Bisa Dinikmati di Pusat Kota Hiroshima

Shukkei-en adalah taman daimyō (taman milik penguasa feodal) era Edo yang terletak di pusat Kota Hiroshima yang mudah diakses dari Stasiun JR Hiroshima dengan trem atau bus, dan Anda bisa menikmati perubahan pemandangan dengan menyusuri kolam, jembatan, gundukan buatan, dan azumaya (paviliun peristirahatan).

Lokasinya di 2-11 Kaminoborimachi, Naka-ku, Kota Hiroshima, dan telah ditetapkan sebagai Tempat Pemandangan Indah (meishō) tingkat nasional.

Karena bisa merasakan kelapangan taman Jepang di tengah kawasan kota yang ramai, ini adalah tempat yang mudah disusuri bahkan bagi wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Hiroshima.

Mengenal Latar Belakang Taman yang Bermula pada Tahun Genna ke-6 (1620)

Shukkei-en dibangun pada tahun Genna ke-6 (1620) sebagai taman vila Asano Nagaakira, penguasa pertama Klan Asano di Hiroshima, dan konon Ueda Sōko, seorang karō (kepala pengurus) yang juga dikenal sebagai ahli upacara teh, ikut terlibat dalam perancangannya.

Ini adalah taman berskala besar yang dibangun di lokasi aslinya pada masa awal era Edo, dan memiliki sejarah sekitar 400 tahun.

Taman daimyō adalah ruang tempat kehidupan penguasa feodal, jamuan, upacara teh, dan kenikmatan pemandangan saling bertumpang tindih; bukan sekadar tempat melihat bunga, melainkan tempat menikmati pemandangan secara berurutan.

Cara Memandang Taman Bisa Dipahami dari Nama "Shukkei"

Pada nama Shukkei-en terkandung gagasan untuk memadatkan dan menghimpun pemandangan gunung dan sungai ke dalam taman.

Karena setiap kali menyeberangi jembatan kecil, cara kolam terlihat, susunan tanaman, dan hubungan letak bangunan akan berubah, daripada hanya memotret di satu tempat lalu selesai, mengubah sudut pandang sambil berjalan akan lebih menyampaikan daya tariknya.

Menyentuh Ketenangan yang Tersisa Setelah Melewati Pengeboman dan Pemulihan

Shukkei-en mengalami kerusakan besar akibat bom atom pada tahun 1945 (Shōwa 20) hingga hampir hancur total, tetapi melalui pemulihan yang memakan waktu sekitar 30 tahun sejak tahun 1949 (Shōwa 24), taman ini dipulihkan hingga menjadi wujudnya saat ini.

Di dalam taman terdapat pula pepohonan yang dikenal sebagai pohon penyintas bom atom seperti ginkgo besar, pinus hitam, dan muku (Aphananthe aspera), sehingga ini bukan hanya tempat menikmati keindahan taman Hiroshima, tetapi juga tempat untuk diam-diam merasakan ingatan kota.

Memahami Daya Tarik Shukkei-en Lewat Cara Membaca Istilah Tamannya

Shukkei-en adalah taman yang cara membaca pemandangannya berubah hanya dengan mengetahui nama dan cara membacanya.

Bagi wisatawan asing ada pula nama tempat yang sulit dibaca, tetapi dengan mengaitkan makna dan poin yang dilihat, Anda tidak mudah tersesat saat menjelajah.

Berikut dirangkum elemen-elemen utama taman dari sudut pandang yang perlu diperhatikan sambil berjalan.

Elemen taman Cara baca Sudut pandang
Takuei-chi takuei-chi Permukaan air dan pulau
Kokō-kyō kokō-kyō Lengkung jembatan
Geiki-hō geiki-hō Perbedaan ketinggian
Chōzen-kyō chōzen-kyo Keluasan pandangan
Kifuku-san kifuku-san Jejak doa

Takuei-chi, Pusat yang Memantulkan Pemandangan Seluruh Taman

Takuei-chi yang berada di tengah taman adalah kolam besar yang menghubungkan pemandangan Shukkei-en.

Karena airnya dialirkan dari Sungai Kyōbashi yang mengalir di dekatnya, air tawar dan air laut bercampur, dan terbentang pemandangan yang mengingatkan pada keindahan gugusan pulau Laut Pedalaman Seto.

Di kolam terdapat pulau yang disebut Tsurushima (pulau bangau) dan Kameshima (pulau kura-kura) sebagai harapan umur panjang, dan pinus pun ditanam sebagai lambang "tidak menua".

Sambil memandang pepohonan dan jembatan yang terpantul di permukaan air, kesannya akan berubah-ubah di tiap tempat meski kolamnya sama.

Kokō-kyō, Dipandang dari Kejauhan Sebelum Diseberangi

Kokō-kyō adalah jembatan melengkung (taiko-bashi) yang melintang di tengah kolam, dan menjadi sosok yang menarik perhatian di antara pemandangan Shukkei-en.

Ini adalah jembatan batu berusia sekitar 240 tahun yang dibangun oleh penguasa ke-7, Asano Shigeakira, pada era Tenmei dengan mengundang tukang taman Kyoto bernama Shimizu Shichirōemon. Konon sang penguasa membongkar jembatan yang sudah dibangun sekali, dan baru pada pembangunan kedua ia merasa puas.

Jembatan ini bertahan dari gelombang ledakan bom atom dan mempertahankan wujudnya saat itu; jembatan ini bukan hanya untuk diseberangi, tetapi juga menjadi objek yang dinikmati dari jauh.

Sebelum mendekat, memandang lengkung jembatan dari sekeliling kolam akan memperjelas komposisi taman.

Melihat Taman secara Tiga Dimensi di Geiki-hō dan Chōzen-kyō

Geiki-hō adalah gundukan buatan yang merupakan titik tertinggi di dalam taman, konon dibuat menyerupai Gunung Fuji, dan karena bisa memandang hingga Kastil Hiroshima dan Miyajima, ia disebut juga "Fuji-nya Hiroshima".

Chōzen-kyō sering diperkenalkan sebagai tempat yang bisa memandang sekeliling secara luas, sehingga Anda bisa dengan tenang menikmati tumpukan kolam, jembatan, azumaya, dan pepohonan.

Dengan melihat bukan hanya dari tepi air tetapi juga dari tempat yang sedikit lebih tinggi, Anda akan menyadari bahwa taman ini dibuat secara tiga dimensi, bukan datar.

Merasakan Jejak Kepercayaan yang Tersisa di Kifuku-san

Kifuku-san adalah gunung di sisi utara kolam, tempat penguasa ke-5, Yoshinaga, memuja Kuil Inari (yang kemudian menjadi Sentei Inari) pada tahun Shōtoku ke-3 (1713).

Sentei Inari hangus akibat bom atom dan kini telah dibangun ulang di Kuil Nigitsu di seberang sungai, tetapi dengan mengetahui jejak tempat yang dulunya ruang doa, akan timbul kedalaman dalam cara memandang taman.

Cara Menjelajahi Shukkei-en Saat Kunjungan Pertama

Shukkei-en bukanlah tempat untuk diselesaikan dengan terburu-buru mengikuti rute, melainkan taman untuk menerima pemandangan sambil sedikit demi sedikit menggeser sudut pandang.

Waktu yang diperlukan untuk satu putaran kira-kira 30 menit hingga 1 jam, dan hanya dengan menyelipkan gerakan berjalan, berhenti, dan menoleh, kesan akan berubah meski di tempat yang sama.

Menghubungkan Pemandangan dengan Berpusat pada Kolam

Jika baru pertama kali berkunjung, berjalan sambil memeriksa jembatan dan azumaya di sekeliling dengan berpusat pada Takuei-chi akan memudahkan Anda memahami struktur taman.

Dengan mencari sudut di mana permukaan air, pulau, pinus, dan lentera batu (ishidōrō) saling bertumpuk, kedalaman khas taman Jepang akan tampak.

Menoleh Sebelum dan Sesudah Jembatan

Sebelum dan sesudah menyeberangi jembatan, cara taman terlihat akan berbeda.

Jangan hanya melihat ke depan saat berjalan; dengan menoleh setelah menyeberang, jembatan itu sendiri akan tampak sebagai bagian dari pemandangan.

Mengecilkan Suara Percakapan di Azumaya

Di azumaya dan tempat beristirahat, waktu untuk duduk dan memandang taman terasa menyenangkan.

Karena di sekitar juga ada orang yang ingin menikmati ketenangan, menjaga volume percakapan dan suara video akan memudahkan menjaga suasana taman.

Berjalan dengan Memperhatikan Pijakan dan Tanaman

Di taman, perlu kehati-hatian terhadap undakan batu, kemiringan jembatan, dan jalan yang basah.

Saat memotret pun, jangan masuk ke dalam tanaman; pilihlah tempat untuk berhenti dengan aman di atas jalur agar lebih tenang.

Cara Menikmati Shukkei-en yang Berubah di Tiap Musim

Shukkei-en berubah kesannya menurut musim, mulai dari bunga, hijau dedaunan, daun musim gugur (kōyō), hingga pemandangan salju.

Dengan mengetahui puncak keindahan tiap musim seperti bunga plum (ume) sejak pertengahan Januari, sakura serta azalea dan peoni dari pertengahan Maret hingga April, hortensia (ajisai) dari Mei hingga Juni, dan daun musim gugur pada musim gugur, Anda mudah menemukan kesenangan saat berkunjung.

Berikut dirangkum tampilan tiap musim dari poin yang ingin diperhatikan saat menjelajah.

Musim Kesan pemandangan Tempat yang dilihat
Musim semi Bunga bertumpuk Sekeliling kolam
Musim panas Hijau pekat Jalan teduh pepohonan
Musim gugur Daun musim gugur terpantul Sekitar jembatan
Musim dingin Ketenangan bertambah Plum dan kamelia

Musim Semi, Menikmati Perpaduan Bunga dan Permukaan Air

Di Shukkei-en pada musim semi dari pertengahan Maret hingga April, bunga seperti sekitar 110 pohon sakura dari sekitar 9 jenis menambah warna pada pemandangan taman.

Azalea dan peoni pun mencapai puncak keindahan pada periode yang sama, dan daripada melihat bunga saja dari dekat, memandangnya bersama kolam dan jembatan akan menghasilkan komposisi khas taman.

Musim Panas, Merasakan Kesejukan Taman lewat Hijau Rimbun dan Teduh Pepohonan

Pada musim panas, hijau pepohonan menjadi pekat, dan dari Mei hingga Juni hortensia pun berwarna sehingga bayang-bayang di dalam taman menjadi jelas.

Dengan menyusuri tepi air dan teduh pepohonan, Anda mudah merasakan kehadiran alam meski di taman yang berada di tengah kawasan kota.

Musim Gugur, Daun Musim Gugur Menciptakan Kedalaman pada Pemandangan

Pada musim gugur, daun musim gugur mewarnai kolam dan jalan, dan ada pula periode penyelenggaraan iluminasi malam hari sehingga kedalaman taman mudah terlihat.

Dipandang dari atas jembatan atau dekat azumaya, warna pepohonan, batu, dan permukaan air kolam akan tampak bertumpang tindih.

Musim Dingin, Menikmati Plum, Kamelia, dan Ketenangan

Pada musim dingin, seluruh taman bersuasana tenang, dan sekitar 113 pohon plum lebih dari sekitar 19 jenis yang mulai mekar sekitar pertengahan Januari menyampaikan perubahan musim.

Dengan berkunjung bukan hanya pada periode meriah tetapi juga pada periode yang sepi, garis taman dan susunan batu akan lebih mudah terlihat.

Akses dan Panduan Masuk Shukkei-en

Shukkei-en adalah taman daimyō yang terletak di pusat Kota Hiroshima dan mudah diakses dengan transportasi umum.

Sebelum berkunjung pertama kali, dengan memeriksa jam buka, harga tiket masuk, dan cara menuju, Anda mudah menyusun alur pergerakan pada hari kunjungan.

Berikut dirangkum informasi dasar penggunaannya.

Item Isi
Lokasi 2-11 Kaminoborimachi, Naka-ku, Hiroshima
Jam buka 09.00–18.00 (hingga 17.00 tergantung periode)
Harga tiket masuk Umum 350 yen
Hari tutup 29–31 Desember
Terdekat Tepat di halte trem "Shukkei-en-mae"

Akses dengan Trem atau Bus Praktis

Jika menggunakan trem Hiroden dari Stasiun JR Hiroshima, berganti ke Hakushima Line di Hatchōbori, lalu turun tepat di halte trem "Shukkei-en-mae".

Jika dengan bus, naiklah Orange Route atau Lemon Route dari Pintu Shinkansen Stasiun JR Hiroshima, lalu turun di "Kenritsu Bijutsukan-mae (Shukkei-en-mae)".

Karena jumlah tempat parkir terbatas, penggunaan transportasi umum disarankan.

Memeriksa Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk untuk umum 350 yen, mahasiswa 150 yen, dan gratis untuk pelajar SMA ke bawah serta usia 65 tahun ke atas (untuk usia 65 tahun ke atas diperlukan dokumen resmi yang dapat memverifikasi usia).

Jam buka pada 16 Maret–15 September adalah 09.00–18.00, dan pada 16 September–15 Maret adalah 09.00–17.00, dengan masuk hingga 30 menit sebelum tutup.

Hari tutup adalah 29 hingga 31 Desember, dan tersedia pula tiket terusan dengan Museum Seni Prefektur Hiroshima (Hiroshima Prefectural Art Museum) di sebelahnya (umum 660 yen).

Etika Shukkei-en yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing

Shukkei-en adalah taman yang merupakan benda cagar budaya, sehingga kebebasan menjelajah dan kepedulian terhadap pelestarian sama pentingnya.

Dengan memeriksa penanda dan panduan penggunaan setempat serta menjaga orang di sekitar dan lingkungan taman, Anda bisa berbagi waktu yang tenang.

Berikut dirangkum perilaku yang sering membingungkan wisatawan ke dalam bentuk yang ingin diperhatikan di lokasi.

Situasi Yang perlu diperhatikan Yang harus dihindari
Jelajah Berjalan menikmati Berlari
Makan minum Memeriksa penanda Makan di luar tempat yang ditentukan
Memotret Memberi ruang di jalur Menggunakan tangga lipat
Bawaan Membawa barang ringan Membawa hewan peliharaan
Foto udara Memotret dari darat Drone

Pemotretan Foto Jangan Menghentikan Arus Sekitar

Di taman, berhenti di jembatan atau jalan sempit mudah menghambat arus orang.

Saat memotret, jangan menutup jalur dan sisakan ruang agar pengunjung lain bisa melihat pemandangan agar lebih tenang.

Makan, Minum, dan Merokok Mengikuti Penanda Setempat

Di dalam taman, merokok, makan di luar tempat yang ditentukan, senam dan berlari, serta memainkan alat musik ditunjukkan sebagai tindakan yang dilarang.

Bahkan saat membawa minuman, perlu mengikuti panduan setempat seperti tidak boleh membawa wadah yang tutupnya tidak bisa tertutup sempurna.

Jangan Membawa Hewan Peliharaan dan Alat Bermain

Di dalam taman, hewan peliharaan, perlengkapan bermain (seperti bola dan raket bulu tangkis), drone, tangga lipat, minuman beralkohol, serta barang yang menghasilkan api dan benda tajam ditunjukkan sebagai barang terlarang.

Tidak merusak tanaman dan benda yang dipasang di taman juga merupakan dasar penting saat mengunjungi taman cagar budaya.

Bagaimana Memadukan Shukkei-en dalam Wisata Hiroshima

Shukkei-en adalah tempat untuk merasakan budaya kota dari sudut yang berbeda dengan wisata mempelajari sejarah dan perdamaian Hiroshima.

Dengan menyelipkan taman di sela wisata kota, Anda mudah menata suasana hati dalam rangkaian perjalanan yang banyak perpindahan.

Menciptakan Waktu Tenang di Sela Wisata Kota

Di dalam Kota Hiroshima, tempat untuk mempelajari sejarah, tempat untuk menikmati belanja, dan tempat untuk makan berkumpul dalam jangkauan yang relatif berdekatan.

Dengan menyelipkan Shukkei-en di antaranya, Anda bisa menciptakan ruang tenang dalam perjalanan yang penuh informasi.

Menyentuh Budaya Bersama Museum Seni Prefektur Hiroshima

Shukkei-en bersebelahan dengan Museum Seni Prefektur Hiroshima, sehingga mudah memikirkan alur untuk mengunjungi keduanya sekaligus.

Karena tersedia tiket terusan untuk pameran koleksi dan Shukkei-en (umum 660 yen), memadukan taman dan museum seni memungkinkan Anda menikmati pemandangan alam dan apresiasi karya seni secara efisien dalam satu kunjungan.

Memperhatikan Pilihan Memandang dari Sungai

Untuk akses ke Shukkei-en, selain bus dan trem, ada pula taksi air sebagai pilihan.

Karena dipengaruhi cuaca dan status operasi sehingga perlu konfirmasi terlebih dahulu, tetapi gagasan memandang kawasan kota dari sungai seperti Sungai Kyōbashi adalah salah satu cara menikmati yang khas Hiroshima.

Cara Menghabiskan Waktu di Shukkei-en Menurut Tipe Wisatawan

Meski Shukkei-en sama, poin yang perlu dilihat berbeda menurut tujuan perjalanan.

Dengan memilih sudut pandang yang sesuai dengan perjalanan Anda sendiri, seperti perjalanan Hiroshima pertama, tujuan foto, atau minat terhadap sejarah dan budaya teh, tingkat kepuasan akan naik.

Berikut dirangkum sudut pandang yang bisa dinikmati tanpa beban menurut minat wisatawan.

Tipe wisatawan Sudut pandang yang cocok Aksi yang disarankan
Pertama kali Kolam dan jembatan Berkeliling satu putaran
Suka foto Permukaan air dan lengkungan Menoleh ke belakang
Suka sejarah Ingatan pemulihan Membaca penjelasan
Suka alam Bunga dan burung liar Berjalan dengan tenang
Penggemar museum Jelajah budaya Ke fasilitas sebelah

Jika Perjalanan Hiroshima Pertama, Lihatlah Seluruh Taman secara Luas

Bagi yang baru pertama kali berkunjung, daripada mencoba menghafal semua nama detail, melihat seluruh taman secara luas dengan berpusat pada Takuei-chi akan lebih mudah dipahami.

Hanya dengan merasakan bagaimana jembatan, pulau, gundukan buatan, dan azumaya ditata pun, ciri khas Shukkei-en sudah tersampaikan.

Jika Suka Foto, Cari Komposisi Tanpa Terburu-buru

Jika bertujuan foto, daripada memotret hanya di tempat yang pertama terlihat, disarankan mencoba melihat sasaran yang sama dari sudut lain.

Pantulan permukaan air, lengkung Kokō-kyō, dan tumpukan pepohonan akan berubah kesannya hanya dengan sedikit berpindah.

Jika Tertarik pada Sejarah dan Budaya Teh, Bacalah Latar Belakangnya

Shukkei-en adalah taman tempat keluarga Asano, Ueda Sōko, upacara teh, serta sejarah pengeboman dan pemulihan saling bertumpang tindih.

Dengan berjalan sambil menyimak penanda dan penjelasan di dalam taman, Anda mudah memahami makna budaya yang ada di balik pemandangan.

Kesimpulan

Shukkei-en adalah tempat untuk dengan tenang menikmati pemandangan dan sejarah taman daimyō yang berusia sekitar 400 tahun di pusat Kota Hiroshima.

Hanya dengan sedikit mengetahui nama dan cara membaca seperti Takuei-chi, Kokō-kyō, Geiki-hō, dan Chōzen-kyō, waktu menyusuri sekeliling kolam akan menjadi pengalaman yang lebih mendalam.

Bukan hanya menikmati bunga musiman dan daun musim gugur, dengan mengarahkan pandangan pula pada latar belakangnya sebagai taman yang melewati pengeboman dan pemulihan, ini akan menjadi tempat singgah yang berkesan dalam wisata Hiroshima.

Sebelum berkunjung, periksalah status operasi, harga tiket masuk, dan hal-hal yang perlu diperhatikan, dan di lokasi nikmatilah pemandangan taman dengan menyusurinya secara tenang dan penuh perhatian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Shukkeien adalah taman daimyo bersejarah yang berlanjut sejak zaman Edo, terletak di pusat Kota Hiroshima. Taman ini dibangun pada tahun 1620 sebagai taman vila Asano Nagaakira, penguasa pertama Domain Hiroshima. Nama "Shukkei" berasal dari gagasan menyusutkan dan menghimpun pemandangan gunung dan sungai ke dalam taman, dan inilah situs alam indah nasional yang pemandangannya berubah setiap kali Anda menyusuri kolam dan jembatannya.
A. Biaya masuk adalah 350 yen untuk umum dan 150 yen untuk mahasiswa, sedangkan pelajar SMA ke bawah dan usia 65 tahun ke atas gratis (usia 65 tahun ke atas memerlukan kartu identitas resmi). Tiket gabungan dengan Museum Seni Prefektur Hiroshima di sebelahnya seharga 660 yen untuk umum, sehingga Anda bisa menikmati taman dan pameran koleksi seni sekaligus dalam satu kunjungan. Pada Hari Hijau (4 Mei) dan Hari Budaya (3 November), siapa pun bisa masuk gratis.
A. Jam buka adalah pukul 9:00 hingga 18:00 atau 9:00 hingga 17:00 tergantung musim. Pada 16 Maret hingga 15 September tutup pukul 18:00, dan pada 16 September hingga 15 Maret tutup pukul 17:00, dengan masuk terakhir 30 menit sebelum tutup. Hari tutup hanya pada 29 hingga 31 Desember. Menjelang tutup, cahaya matahari sore memantul di permukaan air, dan bayangan terang-gelap pada Jembatan Kokokyo terlihat begitu berkesan.
A. Dari Stasiun JR Hiroshima, naik trem Hiroden, berganti ke jalur Hakushima di Hatchobori, lalu turun di halte trem "Shukkeien-mae" maka langsung tiba. Jika naik bus, turun di "Kenritsu Bijutsukan-mae (Shukkeien-mae)" dengan Rute Oranye atau Rute Lemon dari pintu Shinkansen Stasiun Hiroshima. Karena tempat parkir terbatas, transportasi umum lebih praktis, dan taksi air yang menyusuri Sungai Kyobashi juga menjadi pilihan cara berkunjung yang khas Hiroshima.
A. Waktu kunjungan untuk mengelilingi Shukkeien satu putaran berkisar 30 menit hingga 1 jam. Jika berjalan sambil mengamati jembatan dan paviliun dengan Kolam Takueichi di tengah sebagai titik awal, Anda akan lebih mudah menangkap struktur taman. Karena pemandangan tempat yang sama berubah hanya dengan berjalan, berhenti, atau menoleh ke belakang, kedalaman taman akan terasa jika Anda menggeser sudut pandang tanpa terburu-buru.
A. Kokokyo adalah jembatan batu berbentuk genderang (taikobashi) yang dibangun pada era Tenmei, melintang di tengah Kolam Takueichi. Jembatan berusia sekitar 240 tahun ini dibuat oleh penguasa ketujuh, Asano Shigeakira, yang mengundang tukang kebun Kyoto bernama Shimizu Shichiroemon, dan konon yang pertama kali dibangun sempat dibongkar, lalu pada pembangunan kedua barulah ia merasa puas. Sebelum menyeberang, jika Anda memandang lengkungannya dari sekeliling kolam, komposisi taman secara keseluruhan bisa terbaca.
A. Shukkeien hampir hancur total akibat bom atom pada tahun 1945, dan dipulihkan selama sekitar 30 tahun sejak tahun 1949. Di dalam taman masih tersisa pohon-pohon yang dikenal sebagai pohon korban bom atom seperti ginkgo besar, pinus hitam, dan muku. Daya tariknya adalah Anda bisa diam-diam merasakan ingatan kota di balik keindahan dedaunan hijau muda dan dedaunan merah, menyentuh Hiroshima dari sudut yang berbeda dari Taman Peringatan Perdamaian.
A. Bunga ume sejak pertengahan Januari, sakura, azalea, dan peony pada pertengahan Maret hingga April, hydrangea pada Mei hingga Juni, dan dedaunan merah pada musim gugur adalah masa terbaiknya. Pada musim dedaunan merah, biasanya diadakan pembukaan malam khusus dan iluminasi pada musim gugur, dan sekitar pukul 17:00 saat matahari terbenam, dedaunan merah yang terpantul di kolam terlihat seolah mengambang. Daripada hanya melihat bunga dari dekat, jika dipadukan dalam komposisi bersama kolam dan jembatan, pemandangannya akan terasa lebih dalam khas taman daimyo.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.