Gambaran Umum Rute Model Road Trip Hiroshima 2 Hari 1 Malam
Jika ingin menikmati road trip Hiroshima selama 2 hari 1 malam, kami menyarankan untuk memadukan jalan-jalan menanjak di Onomichi, pemandangan pulau di Setouchi Shimanami Kaido, dan kota pelabuhan Tomonoura.
Dengan menghubungkan ketiga area yang terkumpul di bagian timur Prefektur Hiroshima ini, kamu bisa menikmati pesona Setouchi dengan santai, baik dengan mobil maupun berjalan kaki.
Rute dari Onomichi menuju pulau-pulau dan berakhir di Tomonoura
Pada hari pertama, setelah berjalan kaki menyusuri pusat kota Onomichi, kamu berkendara melewati Setouchi Shimanami Kaido menuju Mukaishima, Innoshima, dan Ikuchijima.
Pada hari kedua, alur yang alami adalah berangkat dari Ikuchijima atau sekitar Onomichi, kembali ke sisi Honshu, mengunjungi Tomonoura, lalu mengembalikan mobil sewaan di arah Fukuyama.
Titik awal mobil sewaan lebih praktis di sekitar Stasiun Onomichi atau Stasiun Fukuyama
Jika hanya berkeliling bagian timur Prefektur Hiroshima, mengambil mobil sewaan di sekitar Stasiun Onomichi (Onomichi Station) atau Stasiun Fukuyama (Fukuyama Station) lebih mudah mengurangi beban berkendara dibandingkan pulang pergi dari pusat kota Hiroshima.
Stasiun Onomichi dan Stasiun Fukuyama terhubung dengan jalur JR San'yō (San'yō Main Line), dan di Stasiun Fukuyama juga berhenti Shinkansen San'yō (San'yō Shinkansen), sehingga menjadi titik awal yang mudah dijangkau meski kamu datang dari tempat jauh.
Atur rute road trip Hiroshima berdasarkan waktu pagi, siang, dan sore
Menata alur perjalanan memudahkan peralihan antara berkendara dan berjalan-jalan di kota.
| Urutan | Area | Cara utama menghabiskan waktu |
|---|---|---|
| Hari 1 pagi | Pusat kota Onomichi | Jalan menanjak dan kuil |
| Hari 1 siang | Onomichi Hondori | Makan siang dan belanja |
| Hari 1 sore | Shimanami Kaido | Jembatan dan pemandangan pulau |
| Hari 1 petang | Ikuchijima | Tepi laut dan menginap |
| Hari 2 pagi | Kembali ke Honshu | Menyisipkan istirahat |
| Hari 2 siang | Tomonoura | Menyusuri kota pelabuhan |
Hari 1 Pagi|Menyusuri jalan menanjak dan kota pelabuhan Onomichi
Di Onomichi, alih-alih berkendara masuk ke jalan menanjak yang sempit, lebih menenangkan menjadikan tempat parkir sebagai titik awal dan menyusuri kota berkontur naik-turun ini dengan berjalan kaki.
Laut, rel kereta, kuil, dan deretan rumah tua bertumpuk dalam jarak yang dekat, sehingga pemandangan berubah setiap langkah.
Menikmati pemandangan Selat Onomichi dan Mukaishima dari Taman Senkō-ji
Jika pertama-tama menuju Taman Senkō-ji (Senkō-ji Park), kamu bisa menikmati sekaligus pusat kota Onomichi, Selat Onomichi (Onomichi Channel), dan Mukaishima di seberang.
Kuil Senkō-ji yang bersebelahan dengan taman berada di lereng Gunung Daihōzan dengan ketinggian sekitar 140 m, dan jam kunjungannya dari pukul 9:00 hingga 17:00.
Dari tempat parkir Taman Senkō-ji, sekitar 10 menit berjalan kaki sudah sampai di area aula utama, jadi lebih jelas bila memarkir mobil lalu berjalan kaki.
Setelah menikmati panorama, memilih alur menuruni kota mengikuti kuil dan gang kecil akan mengurangi jalur menanjak.
Turun perlahan menyusuri Neko no Hosomichi dan gang-gang kuil
Di sekitar Neko no Hosomichi (jalan setapak para kucing) terdapat gang-gang kecil dan jalan menanjak yang bersambung, sehingga kamu bisa merasakan pemandangan kehidupan dan seni khas Onomichi dari jarak dekat.
Gang-gang tersebut bukan hanya untuk wisata, melainkan juga tempat yang digunakan warga sehari-hari, jadi hindari menghalangi depan pintu rumah atau masuk ke lahan pribadi.
Makan siang ramen Onomichi dan beristirahat di jalan pertokoan Onomichi Hondori
Setelah menuruni jalan menanjak, makan siang di sekitar jalan pertokoan Onomichi Hondori atau Kaigan-dori memudahkan peralihan ke sesi berkendara berikutnya.
Ada pilihan seperti ramen Onomichi, hidangan ikan, kudapan, dan kafe, tetapi karena hari buka tiap toko berbeda, periksa informasi resmi bila ada tempat tertentu yang ingin kamu tuju.
Hari 1 Sore|Berkendara di Shimanami Kaido hingga Ikuchijima
Setouchi Shimanami Kaido adalah jalan sepanjang sekitar 60 km yang menghubungkan Onomichi dan Imabari dengan pulau-pulau dan jembatan, dan hanya dari sisi Hiroshima pun kamu sudah bisa menikmati pemandangan laut dan jembatan.
Dalam rute model ini kamu tidak berkendara sampai ke Shikoku, melainkan berkeliling Mukaishima, Innoshima, dan Ikuchijima lalu menginap, menyisakan ruang untuk mampir di pulau-pulau di sepanjang jalan.
Di Mukaishima, berkendaralah di jalan permukiman tanpa terburu-buru
Karena lebar jalan berubah begitu keluar dari rute wisata, utamakan rambu petunjuk dan jalan yang nyaman dilalui daripada jalan pintas yang ditunjukkan navigasi.
Shimanami Kaido juga dikenal sebagai jalur bersepeda dan banyak wisatawan yang bersepeda, jadi jangan terburu-buru menyalip dan jaga jarak yang cukup saat melaju.
Merasakan besarnya jembatan di Taman Peringatan Jembatan Innoshima dan Mercusuar Ōhamasaki
Di Innoshima, bila memilih area sekitar Taman Peringatan Jembatan Innoshima (Innoshima Bridge Memorial Park) atau Mercusuar Ōhamasaki (Ōhamasaki Lighthouse), kamu bisa memarkir mobil lalu memandang jembatan dan selat.
Mercusuar Ōhamasaki adalah mercusuar bersejarah yang dinyalakan pada tahun 1894, berdiri di posisi yang menghadap Selat Mekari-seto yang terapit antara Innoshima dan Mukaishima.
Bila berjalan ke sekitar mercusuar, periksa pijakan dan cuaca, dan jangan memaksakan diri mendekati tepi laut saat angin kencang atau hujan.
Menyusuri jalan pertokoan Shiomachi di Ikuchijima serta Kōsan-ji dan Museum Seni Hirayama Ikuo
Di Ikuchijima, kami menyarankan memarkir mobil di distrik Setoda lalu berjalan kaki mengelilingi jalan pertokoan Shiomachi (Shiomachi) serta kuil, museum, dan pelabuhan di sekitarnya.
Museum Kōsan-ji (Kōsan-ji) buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk terakhir 30 menit sebelum tutup), tiket masuk dewasa 1.800 yen, dan buka sepanjang tahun.
Museum Seni Hirayama Ikuo yang bersebelahan juga buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk hingga 16:30), tempat kamu bisa mengapresiasi karya pelukis gaya Jepang kelahiran Ikuchijima.
Museum Seni Hirayama Ikuo pada dasarnya buka setiap hari, tetapi sebagian ruang pameran kadang ditutup sementara untuk pergantian pameran, jadi periksa informasi buka pada hari kunjunganmu.
Habiskan petang di Setoda Sunset Beach dan menginap di Ikuchijima
Pada petang hari, memilih tepi laut dengan tempat parkir yang jelas seperti sekitar Setoda Sunset Beach membuatmu bisa menikmati pemandangan dengan tenang.
Matahari yang terbenam ke Laut Pedalaman Seto (Seto Inland Sea) adalah salah satu daya tarik Ikuchijima, dan mencari tahu waktu matahari terbenam lebih dulu memudahkan merencanakan waktu di tepi laut.
Menyesuaikan prioritas tempat singgah dengan minat perjalananmu akan menghasilkan rute yang tidak memaksakan.
| Yang diutamakan | Kandidat tempat singgah | Cara menikmati |
|---|---|---|
| Pemandangan jembatan | Sekitar Jembatan Innoshima | Memandang dari bawah |
| Menyusuri kota pelabuhan | Distrik Setoda | Menyusuri jalan pertokoan |
| Apresiasi budaya | Kuil dan museum | Berkeliling di dalam |
| Istirahat di tepi laut | Sekitar pantai berpasir | Menanti pemandangan senja |
Hari 2 Pagi|Berpindah dari Ikuchijima ke Tomonoura
Pada hari kedua, alih-alih menambah fasilitas wisata sejak pagi, menikmati pemandangan tenang pulau lebih dulu sebelum kembali ke sisi Honshu akan memberi kelonggaran untuk menyusuri Tomonoura di sore hari.
Periksa kondisi lalu lintas jalan tol, cuaca, dan informasi tempat parkir di sekitar Tomonoura sebelum berangkat.
Pagi hari berjalan-jalan sebentar di sekitar penginapan
Jika menginap di Ikuchijima, berjalan sebentar di sekitar pelabuhan atau jalan pertokoan membuatmu bisa merasakan cahaya pagi dan pemandangan kehidupan pulau yang berbeda dari hari sebelumnya.
Jika menginap di pusat kota Onomichi, kamu bisa mengubah rencana menjadi berjalan-jalan di Kaigan-dori dulu sebelum menuju Tomonoura.
Periksa tarif tol dan informasi lalu lintas Shimanami Kaido lalu kembali ke sisi Honshu
Bagian jalan untuk mobil di Shimanami Kaido dikenai tarif tol, dan dari Nishiseto-Onomichi IC ke Imabari IC sebesar 2.950 yen pada hari kerja dan 2.310 yen pada hari libur untuk mobil biasa dengan ETC.
Tarif berbeda menurut ruas yang digunakan dan metode pembayaran, dan ada hari-hari ketika diskon hari libur tidak berlaku.
Karena kondisi lalu lintas dapat berubah akibat pekerjaan konstruksi, angin kencang, kecelakaan, atau acara, ambil keputusan berdasarkan informasi lalu lintas tepat sebelum berangkat.
Hari 2 Sore|Menyusuri jōyatō dan lanskap kota Tomonoura
Tomonoura adalah kota pelabuhan yang memiliki sejarah kemakmuran berkat kapal-kapal yang menunggu arus pasang, tempat fasilitas pelabuhan dan lanskap kota tua tersisa dalam jarak yang dekat.
Alih-alih berkendara sampai ke dalam kota, beralih ke berjalan kaki dari tempat parkir di sekitarnya memudahkan menghindari berpapasan mobil di jalan sempit.
Setelah parkir, berjalanlah satu barisan dan jangan menghalangi jalan permukiman
Bagian tengah Tomonoura memiliki gang-gang sempit, dan mobil, warga, serta wisatawan menggunakan jalan yang sama.
Bila berjalan beramai-ramai jangan melebar ke samping, dan ketika ada mobil mendekat berbarislah satu barisan di tempat yang aman agar tidak menghalangi lalu lintas.
Memahami fungsi pelabuhan Tomonoura melalui jōyatō dan gangi
Jōyatō pelabuhan adalah lampu yang menopang keluar-masuknya kapal, sedangkan gangi adalah tangga batu yang dibuat agar mudah naik-turun kapal meski tinggi pasang berubah.
Alih-alih hanya melihat bentuknya, mengamati hubungan posisinya dengan permukaan laut dan arah kota yang menuju pelabuhan memudahkan memahami bahwa Tomonoura dahulu adalah kota pelayaran.
Jika di depan jōyatō diberlakukan pembatasan masuk, ikuti papan petunjuk di lokasi.
Memandang Bentenjima dan Sensuijima dari Taichō-rō Kuil Fukuzen-ji
Taichō-rō yang bersebelahan dengan Kuil Fukuzen-ji (Fukuzen-ji) dikenal sebagai tempat yang darinya kamu bisa memandang ke arah Bentenjima dan Sensuijima dari ruang bertatami.
Ini adalah pemandangan yang dipuji oleh Yi Bang-eon dari misi diplomatik Joseon sebagai "Nittō Daiichi Keishō (tempat pemandangan terindah di Jepang)", dan tiket masuknya 300 yen untuk dewasa, 150 yen untuk pelajar SMP dan SMA, serta 100 yen untuk siswa SD.
Jam kunjungan pukul 9:00 hingga 17:00 pada hari kerja, dan 8:00 hingga 17:00 pada akhir pekan dan hari libur.
Di kuil, rendahkan suara, dan periksa lewat papan di lokasi apakah pemotretan di dalam ruangan diperbolehkan serta batas area yang boleh dimasuki.
Jika waktu buka tidak cocok, kamu bisa mengubah rencana dengan berjalan-jalan lebih lama di sepanjang pelabuhan dan menikmati keterkaitan kota dengan laut dari luar.
Memilih hōmeishu atau hidangan ikan kakap merah sambil memandang rumah pedagang tua dan gang-gang
Di sekitar jōyatō masih tersisa rumah pedagang tua dan gang-gang, serta ada toko-toko yang memungkinkanmu menyentuh budaya Tomonoura, seperti hōmeishu dan hidangan yang menggunakan ikan kakap merah.
Hōmeishu adalah arak berbumbu obat yang diwariskan di Tomonoura sejak periode Edo, yaitu minuman keras dengan kadar alkohol sekitar 14% yang dibuat dengan merendam ramuan obat ke dalam arak dasar manis yang menggunakan beras ketan, ragi beras, dan shochu.
Karena rumah makan dan fasilitas kunjungan berbeda-beda dalam hari libur dan cara penerimaannya, bila menargetkan toko atau bangunan tertentu, periksa informasi operasional pada hari kunjunganmu.
Karena masih ada perjalanan berkendara saat pulang, cukup beli saja hōmeishu yang mengandung alkohol, dan pengemudi jangan meminumnya.
Hal yang perlu diperhatikan soal berkendara dan parkir bagi wisatawan yang datang ke Jepang
Rute ini di satu sisi berpemandangan indah, tetapi di sisi lain diikuti tempat-tempat yang menuntut konsentrasi berkendara, seperti jalan menanjak Onomichi, jalan permukiman di pulau, dan gang-gang Tomonoura.
Periksa aturan lajur kiri dan rambu Jepang sebelum berangkat
Di Jepang mobil berjalan di sebelah kiri, dan saat keluar ke jalan dari persimpangan atau tempat parkir perlu berhati-hati agar tidak salah arah masuk.
Jangan mengoperasikan ponsel pintar saat berkendara, dan atur navigasi hanya setelah berhenti.
Di pusat kawasan wisata, parkir lalu berjalan kaki
Di Onomichi dan Tomonoura, menggunakan tempat parkir yang diarahkan secara resmi lalu berjalan kaki kadang lebih mudah dipahami daripada berkendara sampai ke pintu masuk tujuan.
Saat penuh jangan menunggu di jalan, pindahlah ke tempat parkir lain, dan jangan parkir di pintu masuk rumah atau toko.
Karena tarif parkir, jam pemakaian, serta batas tinggi dan panjang kendaraan berbeda menurut tempat parkir, periksa papan penunjuk di pintu masuk.
Membedakan tindakan yang aman dan tindakan yang sebaiknya dihindari
Ketika tersesat saat berkendara, jangan mengambil keputusan sambil melaju, periksa peta di tempat yang bisa berhenti dengan aman.
| Situasi | Yang dilakukan | Yang dihindari |
|---|---|---|
| Jalan sempit | Kurangi kecepatan | Terburu ambil jalan pintas |
| Memotret | Memotret setelah parkir | Berhenti di jalan |
| Menyalip sepeda | Jaga jarak | Memaksakan menyalip |
| Tersesat | Menuju zona aman | Mengoperasikan layar |
| Menyusuri kota pelabuhan | Berjalan satu barisan | Melebar di jalan |
Cara menyusun road trip Hiroshima yang berubah menurut musim
Meski rute sama, kemudahan berjalan kaki dan cara laut terlihat berubah menurut cahaya matahari, panas, angin, dan hujan.
Musim panas majukan jalan-jalan Onomichi dan tambah istirahat
Karena pada musim panas tenaga mudah terkuras di jalan menanjak dan tangga batu, tempatkan wisata jalan kaki Onomichi pada pagi hari, dan sisipkan istirahat di toko ber-AC atau di dalam mobil pada siang hari.
Karena di tepi laut kadang sedikit tempat berteduh dari sinar matahari, siapkan topi, minuman, dan pelindung dari sengatan matahari.
Musim semi dan gugur tambah jarak jalan kaki, musim dingin hindari angin
Musim semi dan gugur memudahkan memperpanjang jalan-jalan kota di Onomichi dan Tomonoura, sementara pada hari-hari saat wisatawan berkumpul, bertindaklah lebih awal dengan mengantisipasi kepadatan tempat parkir.
Karena pada hari-hari saat wisatawan berkumpul tempat parkir cenderung penuh, rencana tiba pada pagi yang lebih awal cocok dilakukan.
Karena pada musim dingin mudah terkena angin di sepanjang pantai, cocok untuk menyiapkan jaket berbahan penahan angin dan merencanakan agar tidak terlalu lama berada di tepi laut hingga petang.
Mari periksa poin penyesuaian tiap musim dengan tabel.
| Musim | Cara menyusun | Persiapan |
|---|---|---|
| Musim semi | Perpanjang jalan-jalan kota | Periksa kepadatan |
| Musim panas | Utamakan jalan pagi | Antisipasi panas |
| Musim gugur | Utamakan pemandangan pulau | Periksa matahari terbenam |
| Musim dingin | Masukkan juga tempat dalam ruangan | Jaket penahan angin |
Kesimpulan|Berkeliling Onomichi, Shimanami Kaido, dan Tomonoura dengan santai
Dalam road trip Hiroshima 2 hari 1 malam, membagi waktu menjadi menyusuri Onomichi, menikmati jembatan dan pulau di Shimanami Kaido, serta menyentuh sejarah kota pelabuhan di Tomonoura membuatmu tidak mudah dikejar-kejar perjalanan.
Alur hari pertama berpindah dari Onomichi ke Ikuchijima dan menginap di pulau, lalu hari kedua kembali ke sisi Honshu dan menyusuri Tomonoura, adalah penyusunan yang memudahkan menyeimbangkan pemandangan dan jalan-jalan kota.
Sebelum berangkat, periksa kondisi jalan, tarif tol, tempat parkir, dan informasi operasional fasilitas di situs web resmi, dan di jalan sempit kurangi kecepatan serta nikmati perjalanan sambil menghormati kehidupan masyarakat setempat.





Ulasan (0)