Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kastil Iga Ueno: Panduan Pesona & Cara Menjelajahinya

Kastil Iga Ueno: Panduan Pesona & Cara Menjelajahinya
Panduan Kastil Iga Ueno untuk pemula: menara putih, tembok batu tinggi, lukisan langit-langit, sejarah, dan rute santai di Taman Ueno.

Ringkasan Cepat

Sekilas daya tarik

Iga Ueno Castle di Kota Iga, Prefektur Mie adalah landmark Iga dengan menara putih yang dijuluki Hakuhō-jō dan tembok batu tinggi sekitar 30 meter sebagai simbolnya. Bisa dinikmati bersama lukisan dan kaligrafi pada langit-langit kotak (gōtenjō), pameran, Taman Ueno, kota istana, dan budaya ninja.

Hal menarik

Daya tarik Iga Ueno Castle adalah menara utama kayu tiga lapis dan menara kecil dua lapis, tembok batu tinggi terkemuka di Jepang yang dibangun Tōdō Takatora, serta langit-langit kotak (gōtenjō) di lantai teratas menara.

Lukisan & kaligrafi langit-langit gōtenjō

Di langit-langit kotak lantai teratas terdapat 46 lembar shikishi (kertas karton persegi untuk kaligrafi) karya tokoh terkenal seperti Yokoyama Taikan, dipersembahkan untuk merayakan pembangunan kembali menara pada tahun Showa 10 (1935).

Akses

Sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Uenoshi di Iga Railway Iga Line, menembus kota istana (alamat: Ueno Marunouchi 106, Kota Iga).

Biaya & jam buka

Tiket masuk dewasa ¥600, anak ¥300; buka pukul 9.00–17.00 (masuk terakhir 16.45); tutup pada 29–31 Desember.

Perkiraan waktu

Berkeliling dengan santai bersama Taman Ueno sekitar 1,5–2 jam; Iga-ryū Ninja Museum dan Bashō Memorial Museum juga beberapa menit berjalan kaki, sehingga setengah hari pun memungkinkan.

Cara menikmati tiap musim

Sakura sekitar akhir Maret–awal April, dedaunan merah sekitar pertengahan–akhir November; bisa dinikmati dengan memadukan jalan-jalan di Taman Ueno dan kunjungan ke dalam kastel.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Mie

Panduan Wisata Iga-Ueno Castle: Kastil Putih, Tembok Batu Tinggi, dan Harga Tiket

Iga-Ueno Castle (Kastil Iga-Ueno) adalah situs kastil yang berada di Ueno Marunouchi, Kota Iga, Prefektur Mie, dan merupakan landmark Iga dengan menara putih dan tembok batu tinggi yang mengesankan.

Terletak di dalam Ueno Park (Taman Ueno), kastil ini menjadi gerbang masuk bagi wisatawan yang mengunjungi Iga, yang dikenal sebagai negeri ninja, untuk merasakan kastil, kota di sekitar kastil, dan budaya sekitarnya sekaligus.

Harga tiket masuk adalah dewasa 600 yen dan anak-anak 300 yen, dengan jam buka pukul 9.00 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.45).

Daya Tarik Menara Putih yang Dijuluki Hakuhō-jō

Menara saat ini juga dijuluki "Hakuhō-jō" (Kastil Phoenix Putih) karena keindahan tampilan luarnya yang putih.

Sosok kompleksnya yang terdiri dari menara besar tiga lantai berstruktur kayu dan menara kecil dua lantai tampak menjulang tegak di atas tembok batu, berpadu indah dengan pepohonan taman.

Julukan yang konon mengibaratkan dinding putihnya sebagai burung phoenix ini melambangkan keindahan tenang Iga-Ueno Castle.

Menjelajahi Iga-Ueno Castle Sambil Menikmati Ueno Park

Iga-Ueno Castle bukan hanya untuk dilihat sendirian, tetapi kesannya akan lebih mendalam jika dipadukan dengan jalan-jalan di Ueno Park.

Di dalam taman juga terdapat Museum Ninja Iga-ryū dan Museum Peringatan Bashō-ō, sehingga Anda bisa berjalan sambil mengenal sejarah dan budaya Iga.

Karena kastil dan tiap fasilitas terkumpul dalam jarak beberapa menit berjalan kaki, dengan waktu sekitar setengah hari Anda bisa berkeliling tanpa terburu-buru.

Kastil yang Daya Tariknya Mudah Dipahami Meski Pertama Kali

Bahkan wisatawan yang tidak paham tentang kastil pun akan lebih mudah menikmatinya jika menyadari cara memandang berupa menara, tembok batu, lukisan langit-langit, dan kota di sekitar kastil.

Dengan alur melihat tampilan luar terlebih dahulu, lalu merasakan kedahsyatan tembok batu, dan terakhir melihat pameran di dalam menara serta langit-langit kotak (gōtenjō), keistimewaan Iga-Ueno Castle akan tersampaikan secara alami.

Bangunan dan Pameran yang Wajib Dilihat di Iga-Ueno Castle

Daya tarik Iga-Ueno Castle bukan hanya menara yang terlihat dari kejauhan.

Saat masuk ke dalam bangunan, sejarah daerah terlihat secara tiga dimensi melalui senjata, baju zirah, dokumen terkait keluarga Tōdō, serta kaligrafi dan lukisan yang dihadiahkan untuk merayakan pemulihan menara.

Lihat Tampilan Luar Menara Bersama Tembok Batu

Saat melihat menara, jika Anda memperhatikan perpaduannya dengan tembok batu di bawahnya, bukan hanya bangunannya, kesannya akan berubah.

Kontras antara dinding putih dan atap hitam serta tembok batu yang kokoh menciptakan suasana tenang khas Iga-Ueno Castle.

Perhatikan Kaligrafi dan Lukisan di Langit-Langit Kotak

Pada langit-langit kotak (gōtenjō) di lantai teratas menara, terpasang 46 lembar shikishi berisi kaligrafi dan lukisan karya tokoh terkenal, termasuk Yokoyama Taikan.

Karya-karya ini dihadiahkan oleh para pelukis, ahli kaligrafi, dan politikus terkenal untuk merayakan pemulihan menara pada tahun Shōwa ke-10 (1935).

Saat membicarakan pameran kastil, orang cenderung membayangkan senjata dan baju zirah, tetapi di sini Anda juga bisa memahami kisah pemulihan yang melibatkan para tokoh budaya.

Lihat Latar Belakang Dibanding Nama Tokoh pada Pameran

Saat melihat pameran, daripada berusaha menghafal semua nama tokoh, akan lebih mudah dipahami jika Anda menyadari bagaimana kastil Iga dilindungi dan diwariskan ke generasi mendatang.

Unsur yang berkaitan dengan tokoh seperti Tōdō Takatora dan Kawasaki Katsu menjadi petunjuk yang menghubungkan dua zaman, yaitu pembangunan kastil dan pemulihan menara.

Dengan menguasai alur bahwa Tōdō Takatora sang ahli pembangunan kastil melakukan renovasi besar, dan Kawasaki Katsu, anggota dewan terpilih dari daerah setempat, menggunakan harta pribadinya untuk membangun kembali menara, pameran akan menjadi lebih mudah dipahami.

Istilah yang mudah Anda jumpai selama berkunjung akan membuat Anda tidak mudah bingung di lokasi jika disusun seperti berikut.

Istilah Poin yang Dilihat Hal yang Diperhatikan
Menara Tampilan putih Kontras tembok batu
Menara kecil Sosok berdampingan Keseimbangan total
Tembok batu tinggi Tinggi & kemiringan Jangan terlalu dekat
Langit-langit kotak Susunan kertas warna Kenangan budaya
Kota kastil Luasnya kota Rasakan dengan jalan

Daya Tarik Tembok Batu Tinggi Iga-Ueno Castle

Jika berkunjung ke Iga-Ueno Castle, Anda sebaiknya meluangkan waktu pada tembok batu tinggi (takaishigaki) sama banyaknya dengan pada menara.

Tembok batu tinggi yang dibangun Tōdō Takatora menjulang sekitar 30 meter, salah satu yang tertinggi di Jepang, dan secara visual menyampaikan daya pertahanan kastil.

Jika Dilihat dari Dekat, Cara Penyusunan Batu Terlihat Jelas

Tembok batu bukan hanya untuk dipandang dari jauh; jika dilihat dari posisi dekat di kaki tembok, ukuran dan tumpukan batunya terlihat jelas.

Meskipun setiap batu tampak tidak beraturan, secara keseluruhan membentuk dinding besar, dan di sinilah Anda bisa merasakan teknik pembangunan kastil.

Penting untuk Tidak Mengintip dari Atas

Tembok batu tinggi sekitar 30 meter memang layak dilihat, tetapi hindari mendekat terlalu ke tepi atau mencondongkan badan untuk memotret.

Di tempat wisata kita cenderung fokus pada pemandangan, tetapi karena situs kastil banyak yang memiliki tangga dan kemiringan, penting untuk berjalan dengan mengutamakan keselamatan.

Foto Lebih Mudah Diambil dengan Mengambil Jarak

Jika ingin memotret menara dan tembok batu sekaligus, jangan terlalu dekat dengan bangunan, dan dengan sedikit mengambil jarak, seluruh bentuknya akan lebih mudah masuk dalam bingkai.

Dengan memasukkan menara putih, tembok batu, dan pepohonan dalam satu layar, suasana tenang Iga-Ueno Castle akan lebih mudah tersampaikan.

Saat Hujan, Perhatikan Pijakan

Saat hujan atau setelah hujan reda, tangga batu dan jalan tanah bisa terasa licin.

Jangan terlalu asyik memotret atau berpindah, gunakan sepatu yang nyaman dipakai berjalan, dan berkelilinglah dalam batas yang tidak memaksakan diri agar lebih tenang.

Cara Menikmati Iga-Ueno Castle yang Berubah Sesuai Musim dan Cuaca

Karena Iga-Ueno Castle adalah tempat yang memadukan situs kastil luar ruangan dan kunjungan ke dalam menara, kepuasan akan meningkat jika Anda mengubah cara menghabiskan waktu sesuai musim dan cuaca.

Khususnya wisatawan asing bisa mengurangi beban di lokasi hanya dengan sedikit menyesuaikan pakaian dan cara berjalan.

Musim Semi Cocok dengan Jalan-Jalan di Taman

Pada musim semi, pepohonan di Ueno Park menjadi bersuasana lembut, dan tampilan putih menara berpadu indah dengan warna alam.

Puncak mekarnya sakura kira-kira akhir Maret hingga awal April, dan daripada terburu-buru hanya melihat kastil, dengan berjalan santai di dalam taman, Anda juga bisa merasakan udara tenang kota Iga.

Musim Panas Perhatikan Sinar Matahari dan Istirahat

Saat menjelajahi situs kastil pada musim panas, Anda akan lebih nyaman jika berhati-hati agar waktu berjalan di luar ruangan tidak terlalu lama.

Dengan memadukan kunjungan ke dalam menara dan jalan-jalan di taman secara bergantian, serta menyisipkan asupan cairan dan istirahat secara berkala, Anda bisa menikmatinya tanpa memaksakan diri.

Musim Gugur dan Dingin, Resapi Suasana yang Tenang

Pada musim gugur dan musim dingin, warna pepohonan dan jernihnya udara terkadang membuat siluet menara dan tembok batu terlihat lebih tenang.

Daun musim gugur (momiji) diperkirakan pada pertengahan hingga akhir November, dan bagi yang ingin merasakan secara tenang sejarah tembok batu dan kota kastil—bukan sekadar kemeriahan—ini adalah musim yang menyenangkan untuk berjalan kaki.

Dengan menyusun cara pandang tiap musim, Anda akan lebih mudah memilih cara memotret dan berjalan.

Musim Cara Pandang Cara Berjalan
Musim semi Taman cerah Fokus jalan-jalan
Musim panas Hijau pekat Banyak istirahat
Musim gugur Warna mendalam Amati tembok batu
Musim dingin Siluet jelas Berkeliling singkat
Hari hujan Lembap Fokus pijakan

Kesenangan Berjalan Bersama Kota Kastil Iga

Iga-Ueno Castle akan lebih membekas dalam kenangan perjalanan jika dijalani bersama kota kastil dan fasilitas budaya di sekitarnya, daripada hanya berhenti pada menara saja.

Karena tema-tema khas Iga seperti ninja, Matsuo Bashō, dan kerajinan tradisional saling bertumpuk dalam jarak dekat, ini adalah tempat yang memudahkan Anda memilih cara menghabiskan waktu sesuai minat.

Padukan dengan Budaya Ninja

Banyak wisatawan membayangkan ninja saat menyebut Iga, dan dengan memadukan kastil dan budaya ninja, keunikan daerah akan lebih mudah dipahami.

Jika mengunjungi Museum Ninja Iga-ryū di dalam Ueno Park, perhatikan juga pertahanan dan topografi kastil agar pembelajaran Anda tidak hanya condong pada citra ninja saja.

Sadari Juga Tempat Terkait Bashō

Iga juga dikenal sebagai tanah kelahiran penyair haiku Matsuo Bashō.

Jika mampir ke Museum Peringatan Bashō-ō yang berada di dalam Ueno Park yang sama, Anda bisa mengenal bukan hanya budaya samurai, tetapi juga budaya sastra dan perjalanan.

Di Kota Kastil, Lihat Aura Kehidupan

Saat berjalan di kota kastil, cobalah perhatikan bukan hanya fasilitas wisata, tetapi juga lebar jalan, deretan bangunan, nama-nama kota lama, dan suasana toko-tokonya.

Daripada kemegahan seperti destinasi wisata besar, jika dipandang sebagai kota yang menyisakan jejak waktu daerahnya, keistimewaan Iga-Ueno akan terlihat.

Cara Menuju Iga-Ueno Castle dan Perkiraan Waktu yang Dibutuhkan

Iga-Ueno Castle berada sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Uenoshi di jalur Iga Railway, dan Anda bisa menuju ke sana dengan berjalan melewati kota kastil dari stasiun.

Lokasinya di Ueno Marunouchi 106, Kota Iga, Prefektur Mie, dan jika berkeliling santai bersama Ueno Park, perkiraan waktunya sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Berkunjung dengan Transportasi Umum

Dari arah Kansai atau Nagoya, rute yang mudah dipahami adalah berganti JR atau Kintetsu lalu masuk ke Iga Railway.

Karena dari Stasiun Uenoshi menuju kastil terdapat tanjakan landai, akan lebih nyaman jika datang dengan sepatu yang mudah dipakai berjalan.

Periksa Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Terlebih Dahulu

Jam buka pukul 9.00 hingga 17.00 (masuk terakhir pukul 16.45), dan tutup pada 29–31 Desember di akhir tahun.

Harga tiket masuk adalah dewasa 600 yen dan anak-anak 300 yen, dan Anda akan lebih tenang jika memeriksa status operasional sebelum berkunjung.

Etika dan Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan Asing

Iga-Ueno Castle adalah tempat wisata sekaligus situs kastil bersejarah.

Dengan memiliki kesadaran menjaga cagar budaya dan taman saat berjalan, kunjungan Anda akan menjadi penuh kepekaan terhadap wisatawan lain maupun warga setempat.

Jangan Terlalu Sering Menyentuh Tembok Batu atau Benda Pameran

Tembok batu dan benda pameran telah dijaga selama waktu yang panjang.

Hindari memanjat tembok batu untuk memotret, atau menyentuh kotak pameran dan dokumen secara sembarangan.

Periksa Aturan Pemotretan pada Penanda di Lokasi

Di dalam menara dan ruang pameran, terkadang tempat yang boleh difoto dan yang sebaiknya dihindari terpisah.

Periksa penanda di pintu masuk dan ruang pameran, dan jika ragu memutuskan, Anda akan lebih tenang bila bertanya kepada petugas.

Berkunjung dengan Tenang

Karena di dalam menara ada tempat dengan lorong dan tangga yang tidak lebar, saat berhenti perhatikan juga gerakan orang di belakang Anda.

Penting untuk berkunjung dengan tenang tanpa terus berbicara dengan suara keras atau menghalangi lorong.

Mari kita susun perilaku yang perlu diperhatikan di lokasi dengan contoh yang baik dan yang sebaiknya dihindari.

Situasi Perilaku Baik Perilaku Dihindari
Dekat tembok batu Lihat dari jauh Mendekat ke tepi
Ruang pameran Cek penanda Foto tanpa izin
Tangga Saling mengalah Berhenti diam
Dalam taman Berjalan tenang Buang sampah
Pemotretan Lihat sekitar Halangi lorong

Kesimpulan

Iga-Ueno Castle adalah tempat di mana Anda bisa merasakan sejarah dan budaya Iga melalui menara putih yang dijuluki Hakuhō-jō, tembok batu tinggi sekitar 30 meter, pameran di dalam menara, serta kaligrafi dan lukisan di langit-langit gōtenjō.

Jika berjalan bersama Ueno Park dan fasilitas budaya di sekitarnya, kedalaman Iga sebagai kota kastil—bukan sekadar citra negeri ninja—akan terlihat.

Saat berkunjung, periksalah harga tiket dan status operasional sebelumnya, dan nikmatilah sambil memperhatikan kepekaan terhadap tembok batu dan benda pameran, cara berjalan yang aman, serta aturan pemotretan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Iga Ueno Castle adalah kastel di Iga, Prefektur Mie, dan menjadi landmark Iga yang juga disebut "Hakuho Castle (kastel phoenix putih)" karena menara putihnya. Menara gabungan dengan tenshu besar tiga lapis kayu dan tenshu kecil dua lapis ini berciri sosok anggun, dengan dinding putih yang konon diibaratkan burung phoenix. Sebagai gerbang masuk menjelajah Iga, kampung ninja, kamu bisa menikmati kastel, kota kastel, dan budaya sekaligus.
A. Tembok batu tinggi di sisi barat honmaru, yang dibangun oleh ahli kastel Todo Takatora, tingginya sekitar 30 meter dan termasuk salah satu yang tertinggi di Jepang, setara Osaka Castle. Dinding megah ini juga menjadi lokasi syuting film "Kagemusha" karya sutradara Akira Kurosawa, dan bila ditatap dari dekat di kaki tembok, ukuran tiap batu serta susunannya yang tak beraturan terlihat jelas, sehingga teknik membangun kastel pun terasa nyata.
A. Tenshu yang sekarang adalah tenshu kayu yang dibangun kembali pada Showa 10 (1935). Anggota parlemen setempat, Katsu Kawasaki, mengeluarkan dana pribadi dan membangunnya kembali dengan gaya arsitektur Jepang murni di atas fondasi tenshu Todo Takatora. Saat membahas sejarah kastel, yang sering terbayang adalah pertempuran zaman perang, tetapi di sini kamu juga bisa menyentuh kisah orang-orang era Showa yang menghidupkan kembali kastel sebagai kebanggaan daerah.
A. Pada gotenjo (langit-langit berkisi) lantai teratas tenshu, terpasang 46 shikishi berisi lukisan dan kaligrafi dari tokoh ternama termasuk Taikan Yokoyama. Karya-karya ini dikirim oleh pelukis, kaligrafer, dan politisi untuk merayakan pemugaran tenshu pada Showa 10. Bukan hanya senjata dan baju zirah, kamu bisa menikmati kastel dari sudut langka berupa kenangan pemugaran yang melibatkan para budayawan.
A. Biaya masuk dewasa 600 yen, anak 300 yen, dan jam buka pukul 9:00 hingga 17:00 (masuk terakhir 16:45). Tutup hanya pada akhir tahun 29–31 Desember. Karena pembayaran umumnya tunai, menyiapkan uang receh akan praktis. Di loket tiket juga bisa membeli goshuin (cap kenangan kunjungan kastel, mirip cap kenangan ziarah), yang populer sebagai kenang-kenangan perjalanan.
A. Sekitar 5–10 menit jalan kaki dari Stasiun Uenoshi (Stasiun Ninja) jalur Iga Railway Iga Line. Dari arah Kansai atau Nagoya, rute yang mudah dipahami adalah menyambung JR atau Kintetsu, lalu ganti Iga Railway di Stasiun Iga-Ueno. Karena dari stasiun ke kastel ada tanjakan landai menembus kota kastel, datang dengan tas ringan ketimbang koper membuat jalan lebih nyaman.
A. Bila menyusuri dengan santai kastel beserta Ueno Park, perkirakan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Di dalam tenshu tangganya curam dan kamu harus melepas sepatu di pintu masuk, jadi pilih sepatu yang nyaman dan mudah dilepas-pasang agar naik-turun tangga lancar. Jika hanya melihat kastel, sekitar 30 menit cukup; namun mumpung berada di sini, sempatkan juga menyusuri taman untuk merasakan suasana Iga.
A. Ueno Park tempat Iga Ueno Castle berada adalah lokasi terkenal sakura dan dedaunan musim gugur, dengan sekitar 600 pohon Somei-Yoshino yang menghiasi kastel. Puncak sakura biasanya akhir Maret hingga awal April, dan saat itu malam hari bisa menikmati pencahayaan tenshu berwarna sakura. Dedaunan musim gugur kira-kira pertengahan hingga akhir November. Kontras tenshu putih dengan warna musim akan jadi foto khas Iga bila diabadikan.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.