Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Maruyama Senmaida Kumano: Wisata Sawah Terasering 4 Musim

Maruyama Senmaida Kumano: Wisata Sawah Terasering 4 Musim
Panduan Maruyama Senmaida di Kumano, Mie: panorama sawah terasering, pesona 4 musim, etika memotret, dan cara menikmati desa tani.

Ringkasan Cepat

Pemandangan terasering yang disebut terbaik di Jepang

Maruyama Senmaida adalah sawah terasering dengan sekitar 1.340 petak yang berderet di lereng Kiwa, Kota Kumano, Prefektur Mie; Anda bisa menikmati pemandangan pedesaan dengan keindahan lengkungan yang dijuluki "terasering terbaik di Jepang".

Hal menarik tiap musim

Musim semi langit dan gunung terpantul di permukaan air sawah, musim panas padi hijau, musim gugur warna keemasan dan bunga lycoris, musim dingin struktur tembok batu dan bentuk lahan terlihat jelas.

Akses dengan mobil

Jika ke Maruyama Senmaida dengan mobil, sekitar 40 menit dari IC Kumano-Odomari Jalan Kumano-Owase, dan sekitar 30 menit berkendara dari Stasiun JR Kumano-shi.

Catatan pengaturan navigasi mobil

Karena tidak bisa diatur lewat pencarian nomor telepon, masukkan alamat "Mie-ken Kumano-shi Kiwa-cho Maruyama 255-6 Senmaida-so".

Kunjungan dengan bus besar & rombongan

Bus besar tidak bisa melintas; rombongan diarahkan untuk berpindah ke bus kecil (berbayar) milik Iruka Onsen Hotel Seiryuso.

Etika pemotretan & larangan

Dilarang masuk ke dalam pagar listrik anti hama hewan maupun pematang karena ada bahaya tersengat listrik, dan pemotretan udara dengan drone di dalam terasering pada dasarnya juga dilarang.

Acara tradisional & pengalaman

Pada Sabtu pertama Juni diadakan "Mushiokuri" dengan menyalakan 1.340 lilin, dan melalui sistem pemilik (owner) Anda bisa mengalami melapisi pematang dan memanen padi.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Mie

Apa Itu Maruyama Senmaida | Lanskap Sawah Bertingkat di Pegunungan Kumano

Maruyama Senmaida adalah sawah bertingkat yang menghampar di lereng Distrik Maruyama, Kiwa-chō, Kota Kumano, Prefektur Mie, dengan ciri khas lanskap sawah berbentuk lengkung yang bertumpuk mengikuti bentuk geografis gunung.

Sebanyak 1.340 petak sawah besar dan kecil berderet di satu lereng, dan skalanya bahkan disebut sebagai "sawah bertingkat nomor satu di Jepang".

Dengan menyadari bahwa tempat ini bukan hanya untuk dipandang sebagai objek wisata, melainkan juga lahan yang hingga kini masih dirawat sebagai tempat menanam padi, cara memandang pemandangannya pun akan lebih mendalam.

Ritme Sawah Bertingkat yang Mengikuti Lereng Gunung

Setiap petak sawah kecil dan bentuknya pun tidak seragam, sehingga jika dilihat dari atas, permukaan air dan pematang (aze) berderet seperti pola yang halus.

Berbeda dengan lahan pertanian garis lurus yang rapi, jejak manusia yang terus membuat sawah menyesuaikan bentuk geografis menjadi keunikan lanskap itu sendiri.

Lanskap Pedesaan yang Terpilih dalam 100 Sawah Bertingkat Terbaik Jepang

Maruyama Senmaida adalah sawah bertingkat yang terpilih dalam "100 Sawah Bertingkat Terbaik Jepang" yang dipilih oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Pada tahun 1601 (Keichō ke-6) tercatat ada 2.240 petak sawah, namun akibat penanaman pohon cedar dan penurunan populasi sejak pertengahan era Shōwa 40-an, pada awal era Heisei menyusut hingga 530 petak.

Setelah itu, melalui kegiatan pemulihan, kini sekitar 1.340 petak terpelihara dan terlestarikan, sehingga lanskap masa lampau hidup kembali.

Cara Memandang yang Tak Berhenti Sekadar Foto

Bagi wisatawan asing, sawah bertingkat adalah tempat yang mudah menarik perhatian sebagai "pemandangan khas Jepang".

Namun di Maruyama Senmaida, karena tembok batu, pematang, air, padi, dan pekerjaan manusia berpadu menopang lanskap, semakin Anda berjalan sambil mengamati detailnya, pemahaman pun semakin meluas.

Cara Menikmati Maruyama Senmaida di Setiap Musim

Maruyama Senmaida memberi kesan yang berbeda pada masa sawah terisi air, masa padi tumbuh, masa menjelang panen, dan masa persiapan musim dingin.

Karena warna, cahaya, permukaan air, dan tampilan tembok batu berubah menurut musim meski di tempat yang sama, menyesuaikan cara memandang sesuai tujuan perjalanan akan lebih menyenangkan.

Berikut kami rangkum tampilan setiap musim, dipersempit ke sudut pandang yang mudah diperhatikan wisatawan di lokasi.

Musim Tampilan Sudut Pandang Perjalanan
Semi Permukaan air memantul indah Pantulan cahaya
Panas Padi menghijau Gerakan angin
Gugur Warna panen Garis pematang
Dingin Tembok batu menonjol Melihat struktur

Musim Semi, Lihat Ekspresi Permukaan Air dan Matahari Terbenam

Musim semi adalah masa sawah diisi air dari bulan April hingga Mei, sehingga warna langit dan gunung mudah terpantul di permukaan air.

Karena kesan permukaan air berubah tergantung sudut sinar matahari, sebaiknya memandang seluruh lengkungan sawah bertingkat sambil sedikit mengubah posisi berdiri.

Musim Panas, Rasakan Hijaunya Padi dan Suasana Pekerjaan Pertanian

Pada musim panas, hijau padi menjadi pekat, dan sawah bertingkat terlihat sebagai hamparan hijau yang lembut.

Setiap tahun pada Sabtu pertama bulan Juni, diadakan acara tradisional "Mushiokuri" yang memasang 1.340 lilin sesuai dengan jumlah petak sawah, dan sawah bertingkat diselimuti cahaya yang menawan.

Ini juga musim ketika pekerjaan untuk menjaga lanskap seperti pemotongan rumput dan pengelolaan air terus berlangsung, sehingga merupakan masa di mana kita ingin menjaga jarak sebagai lahan pertanian dengan tidak terlalu mendekati sawah.

Musim Gugur, Perhatikan Perubahan Warna Menuju Panen

Pada musim gugur, warna padi berubah menjadi keemasan dari bulan September hingga Oktober, dan garis serta undakan sawah bertingkat menjadi lebih mudah terlihat.

Saat Higan (akhir September), bunga higanbana (lycoris) terkadang mekar di pematang, dan Anda bisa menikmati perpaduan warna yang tenang dari padi, pematang, dan gunung sekitar.

Musim Dingin, Bentuk Tembok Batu dan Geografis Mudah Terlihat

Pada musim dingin, karena hijau padi berkurang, tembok batu, bentuk sawah, dan struktur lereng menjadi lebih mudah terlihat.

Daripada mencari warna yang mencolok, dengan memperhatikan teknik-teknik sipil dan pertanian yang menopang sawah bertingkat, daya tarik khas musim yang tenang akan tersampaikan.

Sejarah dan Latar Belakang Pelestarian yang Perlu Diketahui di Maruyama Senmaida

Pemandangan Maruyama Senmaida bukanlah sesuatu yang terbentuk secara alami, melainkan hasil manusia menggarap lereng, menumpuk batu, dan menjaganya sebagai sawah selama waktu yang panjang.

Dengan mengetahui kegiatan pelestarian masyarakat lokal sebelum berkunjung, setiap petak di hadapan Anda akan terlihat bukan sekadar pemandangan, melainkan bagian dari budaya pertanian yang diwariskan.

Lanskap Sawah Bertingkat yang Dijaga melalui Pemulihan Sawah

Maruyama Senmaida sempat menyusut hingga 530 petak sawah akibat penelantaran lahan.

Pada tahun Heisei ke-5 (1993), seluruh warga distrik membentuk "Perkumpulan Pelestarian Maruyama Senmaida", dan kegiatan pemulihan serta pelestarian dimulai, sehingga lanskap pulih hingga sekitar 1.340 petak saat ini.

Orang yang berkunjung untuk wisata, alih-alih hanya melihat lanskap yang sudah jadi, ini adalah tempat di mana kita ingin memperhatikan juga upaya masyarakat yang mengembalikan dan menjaga sawah yang nyaris hilang.

Hubungan Sistem Pemilik dan Pekerjaan Pertanian

Di Maruyama Senmaida, dijalankan sistem pemilik (owner) yang bertujuan untuk interaksi dengan warga kota dan pelestarian.

Melalui pekerjaan menanam padi dan memanen padi, seperti pengalaman melapisi pematang di bulan April dan pertemuan panen padi di bulan September, terdapat mekanisme yang menghubungkan orang yang memandang sawah bertingkat dengan orang yang menjaganya.

Selain itu, ada pula "Perkumpulan Penjaga Maruyama Senmaida" yang mendukung pelestarian dengan sistem iuran tahunan, dan upaya-upaya ini menjadi latar belakang penting dalam memahami tempat ini.

Mengenal Istilah yang Menopang Sawah Bertingkat

Dengan sedikit mengetahui nama dari hal yang terlihat di lokasi, Anda lebih mudah mengamati lanskap secara detail.

Istilah Arti Hal yang Dilihat
Tanada Sawah bertingkat Bentuk lereng
Aze Batas sawah Lengkung tipis
Tembok batu Dinding penopang sawah Cara menumpuk
Tensui Air hujan Aliran air
Pemulihan sawah Mengembalikan sawah Jejak pelestarian

Etika dan Larangan di Maruyama Senmaida yang Wajib Ditaati Sebelum Memotret

Maruyama Senmaida menghampar pemandangan yang menarik untuk foto, namun sawah itu sendiri adalah tempat pekerjaan pertanian dan aset budaya yang dijaga masyarakat lokal.

Meski tujuannya memotret, tidak melewati area terlarang atau batas lahan pertanian adalah kepedulian dasar yang dituntut dari wisatawan.

Jangan Masuk ke Dalam Pagar Listrik Anti-Hama atau Pematang

Masuk ke dalam pagar listrik anti-hama satwa diumumkan sebagai tindakan terlarang.

Bagian dalam pagar listrik adalah tempat yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan sengatan listrik, dan tindakan keluar dari jalur setapak atau melepas kawat pagar listrik demi memotret sangat berbahaya dan juga membebani lahan pertanian.

Tahan Diri dari Pemotretan Udara dengan Drone

Pemotretan udara dengan drone di dalam area sawah bertingkat pada dasarnya dilarang.

Meski ada keinginan untuk memotret dari udara, utamakan aturan lokal, dan nikmati pemandangan yang terlihat dari darat dengan kreativitas.

Pikirkan Kepedulian saat Memotret di Setiap Situasi

Saat memilih tempat memotret, memastikan bukan hanya komposisi yang bagus tetapi juga apakah tidak mengganggu pekerjaan pertanian atau gerakan pengunjung lain akan lebih aman.

Situasi Sudut Pandang Kepedulian
Tempat observasi Lengkung keseluruhan Saling mengalah
Jalan tani Kedekatan pematang Utamakan lalu lintas
Matahari terbenam Pantulan cahaya Jangan berlama-lama
Saat acara Gerakan orang Cek panduan

Jaga Jarak sebagai Lahan Pertanian

Sawah bertingkat bukanlah tempat yang bisa dimasuki bebas seperti taman bunga di taman kota.

Dengan memperhatikan undakan kecil dan saluran air di sekitar kaki, serta memandang dengan tenang dari tempat yang boleh dikunjungi, akan membantu meneruskan lanskap ke musim berikutnya.

Cara Menjelajahi dan Akses Maruyama Senmaida agar Tak Bingung saat Kunjungan Pertama

Maruyama Senmaida bukanlah objek wisata yang Anda lewati mengikuti rute di dalam fasilitas, melainkan spot untuk menikmati pemandangan di tengah perkampungan dan lahan pertanian.

Sebelum berkunjung, memastikan cara akses, pengaturan tujuan, cara berjalan di lokasi, dan perhatian saat datang berombongan akan membuat Anda bisa bersantai dengan tenang.

Akses dengan Mobil dan Perkiraan Waktu Tempuh

Jika menuju dengan mobil, dari Kumano Ōdomari Interchange Jalan Kumano Owase hingga Maruyama Senmaida diperkirakan sekitar 40 menit dengan mobil.

Jika menggunakan transportasi umum, Stasiun Kumanoshi jalur JR Kisei menjadi pintu masuk, dari Stasiun Kumanoshi hingga Maruyama Senmaida sekitar 30 menit dengan mobil, dan jika menggunakan bus jalur perlu berjalan kaki setelah turun di "Senmaida Tori-toge Iriguchi".

Pastikan Tujuan Terlebih Dahulu

Lokasi Maruyama Senmaida tidak memiliki fasilitas khusus, dan diumumkan bahwa tujuan tidak bisa diatur melalui pencarian nomor telepon pada navigasi mobil.

Jika menggunakan navigasi mobil atau aplikasi peta, masukkan alamat "Mie-ken Kumano-shi Kiwa-chō Maruyama 255-6 Senmaida-sō", atau pastikan panduan tujuan sebelum berangkat.

Penggunaan Bus Besar Cocok untuk Konsultasi Terlebih Dahulu

Diumumkan bahwa bus besar tidak bisa melewati Maruyama Senmaida.

Jika berkunjung berombongan, karena disarankan beralih ke bus kecil (berbayar) milik Iruka Onsen Hotel Seiryūsō, berkonsultasi terlebih dahulu ke loket seperti Perusahaan Promosi Kampung Halaman Kota Kumano akan lebih aman.

Berjalan Sesuai Kondisi Kaki dan Cuaca

Sekitar sawah bertingkat berbentuk geografis pegunungan, dan rasa berjalannya berbeda dengan trotoar perkotaan yang beraspal.

Setelah hujan, pijakan bisa terasa licin, jadi pilihlah sepatu yang nyaman dipakai, dan ingatlah untuk menikmati pemandangan di tempat yang tidak mengganggu pekerjaan pertanian.

Cara Menikmati Bersama Area Kumano di Sekitarnya

Karena Maruyama Senmaida berada di pegunungan Kumano, memadukannya dengan alam, pemandian air panas, dan spot sejarah di sekitarnya akan mudah meningkatkan kepuasan perjalanan.

Namun, karena waktu tempuh dan jam operasional bisa berubah, memastikan panduan masing-masing fasilitas sebelum menyusun rencana konkret akan lebih aman.

Menghubungkan Alam dan Sejarah Kiwa-chō dengan Santai

Sebagai daya tarik Kiwa-chō, dikenal reruntuhan Kastil Akagi yang dibangun Tōdō Takatora, Air Terjun Nunobiki yang terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang, dan Iruka Onsen Hotel Seiryūsō.

Dengan memadukan tanpa beban lanskap gunung, reruntuhan kastil, air terjun, dan pemandian air panas berpusat pada Maruyama Senmaida, Anda lebih mudah merasakan luasnya tanah Kumano.

Jika Memadukan dengan Arah Kumano Kodō, Sediakan Kelonggaran

Area Kumano banyak memiliki jalan gunung dan jalan lembah, sehingga meski tempat terlihat dekat di peta, perpindahan tetap membutuhkan kelonggaran.

Bagi wisatawan asing, alih-alih memadatkan banyak tempat dalam waktu singkat, dengan menyisakan waktu memandang pemandangan di Maruyama Senmaida dalam rencana, Anda lebih mudah merasakan suasana lokal.

Pastikan Kandidat Tempat Makan dan Istirahat Terlebih Dahulu

Sekitar Maruyama Senmaida bukanlah tempat di mana restoran berkumpul padat seperti perkotaan.

Untuk makan siang atau istirahat, Iruka Onsen Hotel Seiryūsō yang menyajikan ayam lokal Kumano dan jeruk asam "Niihime" menjadi kandidat.

Untuk makan, istirahat, dan toilet, memastikan kandidat melalui pusat informasi wisata atau panduan fasilitas sekitar sebelum berpindah akan lebih aman.

Kesimpulan | Menikmati Lanskap dan Aktivitas Pertanian di Maruyama Senmaida

Maruyama Senmaida adalah spot di mana Anda bisa merasakan secara bersamaan lengkungan sekitar 1.340 petak sawah bertingkat, warna setiap musim, dan aktivitas pertanian di pegunungan Kumano.

Penting untuk memastikan tujuan dan aturan sebelum berkunjung, serta di lokasi tidak masuk ke lahan pertanian, menahan diri dari pemotretan drone, dan menikmati pemandangan dari tempat yang boleh dikunjungi.

Karena ada ekspresi berbeda di setiap musim, mulai dari musim semi dengan permukaan air yang memantul indah, musim panas dengan hamparan hijau, musim gugur panen, hingga musim dingin dengan tembok batu yang mudah terlihat, tempat ini cocok untuk perjalanan berjalan santai sambil mengetahui latar belakang tanah, bukan sekadar terburu-buru memotret.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Maruyama Senmaida adalah lanskap yang juga disebut "sawah berundak nomor satu Jepang", dengan sekitar 1.340 petak sawah berjajar di lereng kawasan Maruyama, Kiwacho, Kumano, Prefektur Mie. Terpilih dalam "100 Sawah Berundak Terbaik Jepang" oleh Kementerian Pertanian, dan ciri terbesarnya adalah lahan pertanian aktif yang hingga kini masih digunakan menanam padi, bukan sekadar untuk dipandang.
A. Karena skalanya yang termasuk terbesar di Jepang, dengan 1.340 petak besar dan kecil berjajar di satu lereng, ia disebut "sawah berundak nomor satu Jepang". Bentuk tiap petak tidak seragam, dan jejak orang yang terus membuat sawah menyesuaikan bentang alam langsung menjadi pola lengkung, sehingga ritme organik yang tak ada pada lahan garis lurus rapi menjadi daya tariknya.
A. Maruyama Senmaida adalah sawah berundak yang catatannya menunjukkan ada 2.240 petak pada 1601 (Keicho 6). Akibat depopulasi dan penanaman cedar, jumlahnya menurun hingga 530 petak pada awal era Heisei, tetapi pada Heisei 5 (1993) seluruh warga kawasan membentuk "Perkumpulan Pelestarian Maruyama Senmaida". Lewat kegiatan pemulihan sawah, lanskap dipulihkan hingga menjadi sekitar 1.340 petak seperti sekarang.
A. Pada April–Mei, saat sawah digenangi air, cermin air yang memantulkan langit dan gunung sangat indah, sehingga periode ini terutama populer untuk fotografi. Musim panas menawarkan padi hijau, musim gugur bulir padi keemasan dan bunga higanbana, sedangkan musim dingin menonjolkan struktur tembok batu dan bentang alam; perubahan tampilan yang besar di tempat yang sama membuatnya bisa dinikmati sesuai tujuan kunjungan.
A. Mushiokuri adalah acara tradisi menyalakan 1.340 lilin di sawah berundak, sesuai jumlah petak sawah, dan biasanya diadakan pada Sabtu pertama bulan Juni. Aslinya ini ritual pertanian untuk mengusir hama dengan api dan suara, dan penyalaan dimulai menjelang sore. Karena pada hari itu area sekitar memakai parkir sementara dan angkutan mikrobus, perkirakan juga waktu untuk berjalan kaki.
A. Dengan transportasi umum, Stasiun Kumanoshi jalur JR Kisei Main Line adalah gerbang masuknya. Sekitar 30 menit dengan mobil, dan bila naik bus, turun di "Senmaida-Torigetoge Iriguchi" lalu perlu berjalan kaki. Ada juga rute dari halte bus melewati Torigetoge lewat jalur hiking Kumano Kodo Iseji (sekitar 4,8 km) hingga ke sawah berundak, lokasi yang mudah dipadukan dengan perjalanan berjalan kaki.
A. Perkiraan sekitar 40 menit dengan mobil dari Kumano Owase Road Kumano Ohama Interchange. Di lokasi sedikit fasilitas penanda dan tidak bisa diatur lewat pencarian nomor telepon, jadi memasukkan alamat "Mie-ken Kumano-shi Kiwacho Maruyama 255-6 Senmaidaso" lebih pasti. Ruang parkir gratis tersebar di dalam dan sekitar sawah berundak.
A. Pada periode genangan air, waktu pemotretan yang banyak dibidik adalah dari matahari terbit hingga sekitar pukul 8 pagi. Karena sawah menghadap timur, matahari pagi menyinari dari depan, dan pemandangan yang diselimuti kabut pagi pun mengesankan. Pemotretan dari titik pandang dan area istirahat berpemandangan di sepanjang Jalan Prefektur 40 adalah pilihan umum. Tripod mudah mengganggu lalu lintas dan kerja tani, jadi jangan lupa memperhatikan agar tidak menghambat arus orang.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.