Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Jembatan Usui Ketiga (Megane-bashi): 4 Lengkung Bata & Rel

Jembatan Usui Ketiga (Megane-bashi): 4 Lengkung Bata & Rel
Jelajahi Megane-bashi di Annaka, Gunma, jembatan bata empat lengkung di bekas rel. Nikmati panorama dari bawah dan atas, jalur Apt no Michi, serta tips aman.

Ringkasan Cepat

Sekilas Daya Tarik

Meganebashi (Jembatan Usui Ketiga) di Kota Annaka, Prefektur Gunma, adalah Benda Cagar Budaya Penting nasional—viaduk bata empat lengkung yang melintasi lembah. Pandangi keseluruhannya dari bawah, lalu naiki 123 anak tangga ke atas jembatan; Anda juga bisa menyusuri jalur pejalan kaki ‘Apt-no-Michi’ dengan bekas rel yang tak lagi dipakai dan arah terowongannya—sebuah warisan perkeretaapian.

Sorotan

Viaduk bata empat lengkung setinggi sekitar 31 m dari dasar sungai dan sepanjang 91,1 m. Dari bawah tampak garis keseluruhan dan pilar-pilarnya; dari atas (jalur Apt-no-Michi) terlihat bekas rel dan arah terowongan.

Cara ke Sana

Dengan kereta, sekitar 100 menit berjalan kaki dari Stasiun Yokokawa di jalur JR Shin'etsu melalui Apt-no-Michi. Dengan mobil, sekitar 15 menit dari Matsuida-Myogi IC Tol Joshin-etsu; dari tempat parkir Meganebashi, 5 menit berjalan kaki ke jembatan.

123 Anak Tangga ke Atas Jembatan

Dari tempat parkir ke bawah jembatan dibutuhkan 5 menit berjalan kaki. Untuk ke atas jembatan harus menaiki 123 anak tangga; kenakan sepatu yang nyaman dan sesuaikan dengan tempo Anda. Jika tangga terasa sulit, memandang seluruh lengkungan dari bawah pun sudah cukup untuk merasakan strukturnya.

Waktu Kunjungan dan Perhatian Sebelum Gelap

Lampu terowongan di Apt-no-Michi menyala pukul 07.00–18.00. Di sekitar jembatan tidak ada lampu jalan, jadi rencanakan agar Anda dapat menyeberangi jembatan, menggunakan tangga, dan kembali ke tempat parkir selagi masih terang. Dapat dikunjungi 24 jam dan buka sepanjang tahun.

Keramaian dan Musim

Dedaunan musim gugur biasanya paling indah pada awal hingga pertengahan November, saat pengunjung bertambah dan tempat parkir terbatas. Jangan lama-lama menempati titik foto atau jalur, dan ikuti arus orang sekitar agar kunjungan lebih tenang.

Cara Menikmati & Pengalaman

Berjalan dari Stasiun Yokokawa melewati bekas Gardu Induk Maruyama serta terowongan dan jembatan akan merangkai kisah warisan perkeretaapian ini. Anda juga bisa memotret tekstur bata dan empat lengkungnya; hewan peliharaan diperbolehkan (pakai tali dan bersihkan kotorannya).

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel rekomendasi tentang Gunma

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Apa itu Jembatan Ketiga Usui·Meganebashi|Mengenal warisan kereta api Gunma

Jembatan Ketiga Usui (Usui Daisan-kyōryō) yang berada di pegunungan Kota Annaka, Prefektur Gunma, adalah jembatan kereta api Jalur Utama Shin'etsu lama (Shin'etsu Main Line) dengan empat lengkung bata yang membentang di atas lembah.

Tingginya sekitar 31 meter dari dasar sungai, dan jembatan ini merupakan salah satu jembatan lengkung bata terbesar di Jepang, yang akrab disebut “Meganebashi” (Meganebashi, jembatan kacamata).

Kamu tidak hanya bisa menengadah memandang jembatan dari bawah, tetapi juga berjalan di atasnya melalui jalur pejalan kaki, dan tampilannya berubah banyak tergantung posisi memandangnya.

Nama resminya adalah Jembatan Ketiga Fasilitas Kereta Api Usui-tōge lama

Sebagai cagar budaya, nama resminya adalah “Fasilitas Kereta Api Usui-tōge lama, Jembatan Ketiga”, dan jembatan lengkung bata empat ruas ini ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Penting Jepang.

Penetapannya dilakukan pada 1993 (Heisei 5); pembangunannya dimulai pada tahun Meiji 25 dan selesai pada bulan Desember tahun yang sama, sehingga menjadi bangunan yang menyampaikan sejarah kereta api Jepang modern.

Panjang jembatan 91,1 meter, menunjukkan bahwa ini adalah bangunan berskala besar yang menopang kereta api pegunungan.

Kenangan kereta api sistem Abt yang menaklukkan tanjakan curam

Di ruas Usui-tōge, digunakan mekanisme bernama sistem Abt (Abt, metode pendakian dengan roda gigi) untuk mengatasi kemiringan yang curam.

Jalur lama yang menghubungkan Stasiun Yokokawa dan Stasiun Karuizawa terkenal dengan tanjakan curam hingga 66,7‰, dan untuk melewati titik sulit ini dibangun banyak jembatan bata serta terowongan.

Daripada melihat jembatan dan terowongan satu per satu, membayangkan keseluruhan rencana membangun jalur kereta api menembus medan yang terjal justru memperdalam makna pemandangannya.

Tempat di mana bata dan pemandangan gunung berpadu

Bata berwarna cokelat kemerahan memberi kesan berbeda tergantung hijau muda musim semi, hijau pekat, dedaunan merah musim gugur, dan pemandangan gersang musim dingin di sekitarnya.

Apa pun tujuanmu—arsitektur, kereta api, fotografi, atau jalan-jalan menikmati alam—tempat ini adalah objek wisata yang bisa dinikmati dari berbagai sudut pandang.

Daya tarik Meganebashi|Menjelajahi jembatan dari bawah dan atas

Di Meganebashi, sifat pemandangan sangat berbeda antara tempat menengadah dari bawah dan bagian atas jembatan.

Jika kamu menyediakan waktu cukup dan membandingkan bangunan yang sama dari bawah dan atas, kamu bisa memahami skala empat lengkung dan perannya sebagai jembatan kereta api secara tiga dimensi.

Melihat keseluruhan empat lengkung dari bawah jembatan

Di bawah jembatan, kamu bisa sekaligus memandang garis empat lengkung yang berderet dan pilar-pilar yang memanjang mengikuti medan lembah.

Semakin dekat, semakin mudah melihat cara pemasangan bata dan bagian penguatnya, tetapi penting untuk tidak keluar dari pagar pelindung atau mendaki lereng.

Menaiki 123 anak tangga menuju atas jembatan

Tangga yang menuju ke atas jembatan berjumlah 123 anak tangga.

Karena anak tangganya bersambungan, pilihlah sepatu yang nyaman dan naiklah dengan ritmemu sendiri sambil mengatur napas.

Sekalipun sulit menggunakan tangga, cukup dengan menengadah memandang seluruh lengkung dari bawah jembatan, kamu sudah dapat memahami ciri khas strukturnya dengan baik.

Memastikan arah bekas jalur yang sudah tidak terpakai dari atas jembatan

Bagian atas jembatan merupakan bagian dari jalur pejalan kaki “Apt no Michi”, tempat kamu bisa memandang sekaligus arah rel yang dulu membentang dan lereng gunung.

Dengan memperhatikan bukan hanya jalur di bawah kaki, tetapi juga posisi terowongan yang bersambung di depan dan belakang, akan lebih mudah membayangkan rute yang dulu dilalui kereta.

Mengamati warna dan susunan bata

Dari kejauhan, lengkung besar adalah tokoh utamanya, tetapi dari dekat, gradasi warna dan nat setiap bata itulah yang membentuk raut jembatan.

Perubahan material selama bertahun-tahun adalah daya tariknya, tetapi daripada terus menyentuh cagar budaya atau menyandarkan barang padanya, amatilah dengan mata.

Cara berjalan sekalian dengan Apt no Michi|Dari Yokokawa menyusuri bekas jalur

Mengunjungi Meganebashi saja dan tiba dengan berjalan menyusuri Apt no Michi dari sisi Yokokawa memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda.

Jika kamu mementingkan kesinambungan warisan kereta api, berjalan kaki lebih cocok; jika ingin fokus mengamati jembatan, berkunjung dari tempat parkir lebih sesuai.

Berjalan dari Stasiun Yokokawa menyatukan rangkaian ceritanya

Apt no Michi adalah jalur pejalan kaki sepanjang sekitar 6 kilometer yang memanfaatkan bekas jalur Jalur Utama Shin'etsu lama, menghubungkan Stasiun Yokokawa dengan Stasiun Kumanotaira.

Berjalan dari sisi Stasiun Yokokawa, kamu bisa mendekati Meganebashi sambil menyusuri Gardu Listrik Maruyama lama (Maruyama Substation) yang merupakan Benda Cagar Budaya Penting, beserta 10 terowongan dan 6 jembatan.

Karena perkiraan waktu berjalan dari Stasiun Yokokawa ke Meganebashi adalah 100 menit, ini bukan jalan santai yang ditambahkan begitu saja di tengah wisata, melainkan memerlukan rencana yang menjadikan berjalan sebagai tujuan utama.

Bolak-balik ke jembatan dari tempat parkir

Dari tempat parkir Meganebashi ke jembatan berjalan 5 menit.

Meski singgah sebentar pun mudah membandingkan bagian bawah dan atas jembatan, jumlah petak parkir terbatas, sehingga pada masa dedaunan merah perlu saling mengalah.

Tempat parkir memiliki toilet umum terpisah untuk pria dan wanita serta toilet ramah difabel, sehingga menggunakannya sebelum menuju jembatan akan lebih menenangkan.

Memeriksa lebih dulu penerangan terowongan dan rute pulang

Penerangan di dalam terowongan Apt no Michi menyala dari pukul 7 pagi hingga 6 sore.

Karena saat lampu padam pukul 6 sore bagian dalam terowongan berbahaya di malam hari, selesaikan melintas dalam jam penerangan.

Di sekitar Meganebashi tidak ada lampu jalan dan menjadi gelap setelah matahari terbenam, jadi rencanakan tindakanmu bukan hanya berdasarkan waktu tiba, tetapi juga tingkat terang di perjalanan pulang.

Karena cuaca, pekerjaan konstruksi, dan kondisi alam dapat mengubah syarat melintas, memeriksa informasi lalu lintas Kota Annaka sebelum berangkat akan lebih aman.

Cara menuju Meganebashi|Akses dengan kereta dan mobil

Karena Meganebashi terletak di pegunungan, persiapannya berbeda tergantung kamu pergi dengan kereta atau mobil.

Memahami perkiraan waktu masing-masing, baik transportasi umum maupun mobil pribadi, serta merencanakan hingga waktu pulang, akan menenangkan.

Dengan kereta, jadikan Stasiun Yokokawa Jalur Utama JR Shin'etsu sebagai titik awal

Dari Stasiun Yokokawa Jalur Utama JR Shin'etsu, berjalan melalui jalur pejalan kaki Apt no Michi diperkirakan sekitar 100 menit.

Kamu bisa menuju Stasiun Yokokawa dari Stasiun Takasaki dengan Jalur Utama JR Shin'etsu, dan di sekitar stasiun terdapat Desa Budaya Kereta Api Usui-tōge (Usuitōge Tetsudō Bunka Mura).

Dengan mobil, Interchange Matsuida-Myōgi menjadi patokannya

Jika dengan mobil, sekitar 15 menit dari Interchange Matsuida-Myōgi (Matsuida-Myōgi IC) di Jalan Tol Jōshin-etsu.

Karena tempat parkir Meganebashi memiliki jumlah petak terbatas, pada masa ramai seperti musim dedaunan merah, berangkatlah dengan waktu yang cukup longgar.

Pemandangan dan pakaian tiap musim|Bersiap untuk lingkungan pegunungan

Jembatan bata menampilkan bentuk yang sama sepanjang tahun, tetapi pengalamannya berubah tergantung pepohonan di latar belakang dan kondisi di bawah kaki.

Lebih daripada wisata di perkotaan, sadarilah perbedaan suhu dan perubahan permukaan jalan, dan siapkan diri sesuai musim.

Membandingkan tampilan yang berubah menurut musim

Berikut ini kami rangkum perbedaan pemandangan dan persiapan dari sudut pandang tiap musim.

Musim Tampilan Yang perlu disiapkan
Musim semi Tunas dan bata Jaket tipis
Musim panas Hijau pekat dan teduhan Penangkal serangga
Musim gugur Dedaunan merah dan jembatan Pertimbangkan keramaian
Musim dingin Siluet di sela ranting Pakaian hangat dan antiselip

Puncak dedaunan merah biasanya sekitar awal hingga pertengahan November, saat orang yang datang menikmati pemandangan bertambah, jadi jangan menempati titik foto atau jalur terlalu lama; ikuti arus pengunjung agar kamu dapat menikmati kunjungan dengan tenang.

Memilih sepatu dan barang bawaan sesuai standar pendakian gunung

Bahkan di ruas yang beraspal atau tertata, kondisi di bawah kaki tidak selalu sama—ada tangga, dedaunan gugur, permukaan basah, dan bagian dalam terowongan.

Sepatu antiselip, tas yang membebaskan kedua tangan, minuman, dan jaket yang memudahkan pengaturan suhu tubuh adalah dasar agar mudah bergerak.

Sebagai langkah menghadapi serangga dan beruang, siapkan penangkal serangga dan lonceng beruang sesuai musim dan situasi.

Fotografi Meganebashi|Komposisi dan kepedulian terhadap lalu lalang

Tempat kamu berdiri berbeda antara foto yang merangkum keempat lengkung dalam satu bingkai dan foto yang menyorot bata atau terowongan.

Daripada kesempurnaan hasil foto, utamakan memotret dari tempat yang aman tanpa menghalangi lalu lalang orang lain.

Di bawah jembatan, bandingkan ukuran lengkung dan orang

Saat memotret seluruh jembatan, memasukkan ke dalam bingkai bukan hanya lekuk lengkung, tetapi juga lereng gunung dan jalur, akan menyampaikan kesan skalanya.

Saat memotret teman seperjalanan, ambil dalam waktu singkat di tempat yang jauh dari alur pejalan kaki, dan jangan mencari komposisi sambil berjalan mundur.

Di atas jembatan, manfaatkan kedalaman arah perjalanan

Di atas jembatan, memadukan garis jalur pejalan kaki dengan mulut terowongan bisa mengungkapkan kesan bekas jalur yang menyambung ke gunung.

Jangan mencondongkan badan dari pagar atau mempersempit jalur dengan tripod; sisakan lebar yang cukup agar pejalan kaki lain bisa lewat.

Memilih perbedaan tiap sudut pandang

Tabel berikut merangkum posisi yang sesuai dengan apa yang ingin kamu foto.

Sudut pandang Objek utama Tip komposisi
Depan, di bawah jembatan Empat lengkung Bingkai seluruhnya secara lebar
Bawah jembatan, menyerong Ketebalan pilar Ciptakan kedalaman
Atas jembatan Bekas jalur kereta Jadikan jalur sebagai pusat
Sisi terowongan Tekstur bata Manfaatkan gelap-terang

Setelah hujan atau saat berlawanan cahaya, tampilannya berubah banyak, jadi daripada terus menatap layar, periksalah bawah kaki dan sekitarmu dengan sering.

Keselamatan dan etika|Berkunjung sambil melindungi cagar budaya dan alam

Meganebashi adalah cagar budaya sekaligus rute pejalan kaki di kawasan pegunungan.

Lindungi bangunan, saling mengalah dengan pejalan kaki lain, dan tetap bersiap menghadapi satwa liar.

Meninggalkan jembatan sebelum gelap

Bisa dikunjungi 24 jam dan buka sepanjang tahun, tetapi tidak ada lampu jalan di sekitarnya.

Jangan menjadikan kunjungan malam hari sebagai patokan; buatlah rencana agar kamu bisa melintasi jembatan, tangga, dan jalan menuju tempat parkir selagi masih terang.

Jangan mengendarai sepeda di atas jembatan

Di jalur pejalan kaki Apt no Michi, termasuk bagian atas Meganebashi, mengendarai sepeda dilarang.

Jika membawa sepeda, ikuti papan petunjuk di lokasi dan utamakan keselamatan pejalan kaki serta perlindungan cagar budaya.

Untuk hewan peliharaan, tegas soal tali penuntun dan penanganan kotoran

Kamu bisa berkunjung ditemani hewan peliharaan seperti anjing.

Pasang tali penuntun, pegang pendek di tempat sempit, dan selalu bawa pulang kotorannya.

Pedoman perilaku selama berkunjung

Kami memeriksa perilaku saat berkunjung, dibagi menjadi hal yang ingin dipatuhi dan hal yang ingin dihindari.

Situasi Yang harus dilakukan Yang harus dihindari
Atas jembatan Berjalan saling mengalah Menguasai jalur
Tangga Gunakan pegangan Menyalip mendadak
Fotografi Periksa sekitar Terus berjalan mundur
Cagar budaya Nikmati mengamatinya Memanjat atau merusaknya
Lingkungan alam Bawa pulang sampah Memberi makan hewan

Jika ada papan informasi atau tanda pembatasan, utamakan petunjuk di lokasi daripada artikel ini.

Rangkuman|Menikmati Meganebashi secara aman dan mendalam

Jembatan Ketiga Usui·Meganebashi adalah warisan kereta api Gunma yang memungkinkanmu melihat sekaligus empat lengkung bata, bekas jalur di atas jembatan, dan pemandangan gunung di sekitarnya.

Menengadahlah memandang seluruh jembatan dari bawah, dan jika kamu punya tenaga dan waktu, menaiki 123 anak tangga ke atas jembatan akan memudahkanmu memahami baik strukturnya maupun jalurnya.

Jika menyusuri Apt no Michi, periksa lebih dulu penerangan terowongan, matahari terbenam, cuaca, dan kondisi di bawah kaki, serta usahakan kunjungan yang tenang yang tidak merusak cagar budaya dan alam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ini adalah jembatan lengkung bata di bekas Jalur Utama Shin'etsu di Kota Annaka, Prefektur Gunma, dan dengan empat lengkungan yang membentang di atas lembah, jembatan ini termasuk salah satu jembatan kereta terbesar di Jepang. Tingginya sekitar 31 meter dari dasar sungai dan panjangnya mencapai 91,1 meter. Kamu tidak hanya bisa melihatnya dari bawah, tetapi juga berjalan di atas jembatan yang telah ditata menjadi jalur pejalan kaki, sehingga bisa membandingkan struktur yang sama dari atas dan bawah, daya tarik yang jarang dimiliki warisan kereta lainnya.
A. Selesai dibangun pada 1892 (Meiji 25), ini adalah salah satu jembatan bata empat lengkung terbesar di Jepang dan ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting nasional. Nilai sejarahnya terletak pada perannya menopang kereta sistem Abt yang memakai roda gigi untuk mendaki Celah Usui yang curam. Ruas jalur lama memiliki kemiringan hingga 66,7 per seribu, salah satu yang tercuram di negeri ini, Rancangan teknik sipil yang merangkai jembatan dan terowongan di titik sulit ini juga merupakan daya tarik utama, dan memahaminya membuat pemandangan terasa lebih bermakna.
A. Pembangunan jalur Usui lama dimulai pada Juni 1891 (Meiji 24), dan Jembatan Usui Ketiga selesai pada tahun berikutnya, yaitu 1892. Ruas Yokokawa-Karuizawa dibuka sebagai kereta sistem Abt pada 1893, mengemban peran melintasi medan curam yang sulit. Dengan mengamati dari dekat warna bata yang tidak merata dan nat sambungannya, kamu bisa melihat jejak waktu dari perbaikan dan pelapukan yang berulang.
A. Dari Stasiun Yokokawa, kamu menyusuri jalur pejalan kaki Aputo no Michi yang dibangun di atas bekas badan rel jalur lama, dengan perkiraan sekitar 100 menit sekali jalan. Di sepanjang jalan berjajar bekas Gardu Listrik Maruyama (Properti Budaya Penting), 10 terowongan, dan 6 jembatan, sehingga kamu mendekat sambil menyusuri warisan kereta. Karena sekali jalan memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit, rencanakan dengan menjadikan kegiatan berjalan itu sendiri sebagai tujuan utama, bukan sekadar mampir saat jalan-jalan.
A. Dari Simpang Susun Matsuida-Myogi di Jalan Tol Joshin-etsu sekitar 15 menit, dan dari tempat parkir Meganebashi hanya 5 menit berjalan kaki ke jembatan. Tempat parkir memiliki toilet umum terpisah untuk pria dan wanita serta toilet ramah difabel, jadi sebaiknya gunakan sebelum menuju jembatan. Kapasitas parkir terbatas dan mudah penuh pada musim daun merah, sehingga datang lebih awal dengan waktu longgar membantu menghindari keramaian dan kesulitan parkir.
A. Untuk naik ke atas jembatan, kamu menaiki 123 anak tangga di samping jembatan, dan bisa dikunjungi gratis. Bagian atas jembatan adalah bagian dari jalur Aputo no Michi, tempat kamu bisa memandang arah dulu rel membentang dan letak terowongan. Karena anak tangganya berderet panjang, kenakan sepatu yang nyaman dan berjalanlah sesuai ritmemu; bila tangga terasa sulit, menengadah menatap keseluruhan empat lengkungan dari bawah jembatan pun sudah bisa merasakan kemegahan strukturnya.
A. Mengunjungi Meganebashi gratis, dan jembatannya sendiri buka 24 jam sepanjang tahun tanpa hari libur. Singgah untuk membandingkan pemandangan dari bawah dan atas jembatan memakan sekitar 30 menit hingga 1 jam, tetapi lampu terowongan di Aputo no Michi menyala dari pukul 7 pagi sampai 6 sore. Karena setelah matahari terbenam sekitarnya menjadi gelap, lebih aman merencanakan waktu agar dapat kembali ke tempat parkir sebelum gelap.
A. Daun merah biasanya paling indah sekitar awal hingga pertengahan November, saat kontras antara bata merah dan lereng gunung yang berubah warna paling memukau. Musim semi menampilkan tunas hijau, musim panas hijau pekat dan keteduhan, sedangkan musim dingin siluet jembatan tampak di sela ranting. Permukaan jalan di daerah pegunungan mudah lembap dan di musim dingin licin karena es dan daun gugur, jadi bawalah satu lapis jaket tambahan dan kenakan sepatu antilicin agar kunjungan lebih nyaman.

Bersponsor

Rencanakan perjalananmu

Menginap di dekatnya membuat wisata lebih mudah. Lihat juga pengalaman lokal.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.
BersponsorArtikel ini mungkin berisi iklan (tautan afiliasi); kami dapat memperoleh komisi dari pemesanan melalui tautan tersebut.