Cara Menuju Air Terjun Kirifuri dan Persiapan Sebelum Berkunjung
Saat merencanakan kunjungan ke Kirifuri-no-Taki (Air Terjun Kirifuri) di Kota Nikkō, Prefektur Tochigi, pertimbangkan waktu menikmati panorama dari dek observasi sekaligus perjalanan pergi dan pulang dengan bus atau transportasi lainnya agar itinerary lebih mudah disusun.
Jika baru pertama kali berjalan-jalan di alam Jepang, periksa nama tujuan, informasi pada hari kunjungan, dan persiapan berjalan kaki sebelum berangkat.
Artikel ini membahas secara berurutan cara berjalan menuju Air Terjun Kirifuri, pakaian dan barang bawaan, tips memotret, serta cara memahami papan peringatan yang ditemui di lokasi.
Ciri Air Terjun Kirifuri, Salah Satu dari Tiga Air Terjun Terkenal Nikkō
Air Terjun Kirifuri merupakan air terjun dua tingkat di Sungai Kirifuri, dengan tingkat atas sekitar 25 m, tingkat bawah sekitar 26 m, dan total ketinggian jatuhan air sekitar 75 m.
Sejak dahulu, air terjun ini dikenal sebagai salah satu dari Tiga Air Terjun Terkenal Nikkō bersama Air Terjun Kegon dan Urami, serta terpilih dalam 100 Air Terjun Terbaik Jepang.
Namanya konon berasal dari air di tingkat bawah yang membentur bebatuan lalu memercik halus menyerupai kabut.
Katsushika Hokusai, seniman ukiyo-e (seni cetak Jepang) dari zaman Edo, juga menggambarkan air terjun ini dalam cetakan Shimotsuke Kurokamiyama Kirifuri-no-Taki.
Pengunjung menikmati keseluruhan air terjun dari dek observasi setelah menyusuri jalur pejalan kaki di dalam hutan.
Pastikan penulisan nama Kirifuri-no-Taki dan jadwal bus pulang
Simpan tulisan Jepang untuk tujuan Kirifuri-no-Taki di ponsel agar berguna saat mencari di peta atau bertanya arah.
Pada sebagian petunjuk atau peta, nama Jepangnya juga dapat ditulis dengan bentuk yang lebih singkat, Kirifuri-taki. Simpan bentuk penulisannya beserta cara bacanya, Kirifuri-no-Taki, agar lebih mudah melakukan pencarian.
Jika tidak yakin dengan cara membaca nama tempat, Anda juga dapat menunjukkan tulisan di layar untuk menyampaikan tujuan.
Saat mencari rute berangkat, periksa juga moda transportasi dan lokasi keberangkatan pulang. Susun rencana hingga kembali ke penginapan.
Dengan transportasi umum, naiklah Bus Tōbu menuju Kirifuri Kōgen (dataran tinggi Kirifuri) dari Stasiun JR Nikkō atau Tōbu-Nikkō, lalu turun di halte Kirifuri-no-Taki. Perjalanan memakan waktu sekitar 13 menit dari Stasiun JR Nikkō atau sekitar 10 menit dari Stasiun Tōbu-Nikkō.
Bus menuju Kirifuri Kōgen beroperasi pada 1 April–30 November. Pada 1 Desember–31 Maret, tersedia bus dengan tujuan Kirifuri-no-Taki.
Dari halte Kirifuri-no-Taki ke dek observasi, waktu berjalan kaki sekitar 10 menit.
Bus menuju Kirifuri Kōgen dari Stasiun Tōbu-Nikkō hanya berangkat beberapa kali sehari. Periksa juga jadwal bus pulang terlebih dahulu melalui tabel waktu Bus Tōbu.
Jadwal dapat bergeser sesuai kondisi jalan. Periksa juga informasi operasional pada hari perjalanan melalui pengumuman operator transportasi.
Jika datang dengan mobil, waktu perjalanan dari simpang susun Nikkō (Nikkō IC) di Jalan Nikkō-Utsunomiya sekitar 10 menit.
Periksa jalur pejalan kaki dan fasilitas menuju dek observasi
Saat berwisata alam, jangan menilai kondisi atau kemudahan jalur hanya dari pemandangan dalam foto.
Jalur pejalan kaki telah ditata hingga dek observasi Air Terjun Kirifuri. Anda dapat berjalan sambil menikmati suasana hutan pada musim semi hingga musim panas, serta dedaunan berwarna pada musim gugur.
Periksa hal yang perlu diperhatikan pada rute serta fasilitas yang dapat digunakan melalui informasi Asosiasi Pariwisata Kota Nikkō atau sumber serupa.
Keterangan tentang ketersediaan dan lokasi toilet serta tempat parkir dapat berbeda antarpetunjuk. Untuk memastikannya, hubungi Asosiasi Pariwisata Kota Nikkō sebelum berangkat.
Jika membawa anak atau merasa khawatir berjalan kaki, periksa satu per satu kondisi yang dibutuhkan, seperti perbedaan ketinggian, tempat istirahat, dan toilet.
Dengan menyediakan waktu luang dalam jadwal, Anda tidak perlu terburu-buru melanjutkan perjalanan meski persiapan atau istirahat memakan waktu lebih lama.
Perjalanan kaki pulang-pergi antara halte bus dan dek observasi saja memerlukan sekitar 20 menit. Tambahkan waktu menikmati air terjun dan beristirahat agar tetap sempat naik bus pulang.

Pakaian dan Barang Bawaan ke Air Terjun Kirifuri: Utamakan Kenyamanan Berjalan
Pilih pakaian untuk kunjungan ke Air Terjun Kirifuri dengan mempertimbangkan perjalanan kaki ke dek observasi dan waktu yang dihabiskan di luar ruangan.
Pastikan pula Anda tetap mudah bergerak saat membawa barang, agar dapat lebih leluasa memperhatikan panorama selama berjalan.
Jelajahi jalur dengan sepatu yang nyaman dan barang bawaan yang membebaskan kedua tangan
Pilih sepatu yang sudah nyaman dipakai, lalu periksa kondisi sol dan kesesuaiannya dengan kaki sebelum berangkat.
Jalur di dalam hutan dapat menjadi licin setelah hujan atau saat banyak daun berguguran. Sepatu dengan alur pada sol akan membantu Anda berjalan lebih mantap.
Pada area basah atau tidak rata, biasakan berjalan sambil memperhatikan tempat meletakkan kaki.
Rapikan barang dalam tas yang dapat dibawa dekat dengan tubuh agar tidak perlu berjalan sambil memegang payung, kamera, dan barang lain sekaligus.
Siapkan pakaian berlapis dan perlengkapan hujan untuk perubahan cuaca
Saat akan menghabiskan waktu di luar ruangan, sesuaikan pakaian dengan prakiraan cuaca di tujuan, bukan hanya gambaran umum tentang musim.
Di kawasan pegunungan, suhu dapat turun pada pagi dan sore hari. Hindari mengenakan pakaian terlalu tipis hanya berdasarkan suhu siang hari.
Simpan jaket yang mudah dilepas-pakai dan perlengkapan hujan di tempat yang terjangkau agar mudah diambil selama perjalanan.
Berikut persiapan yang perlu ditinjau kembali sebelum berangkat berdasarkan perkiraan cuaca.
| Perkiraan cuaca | Persiapan | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|---|
| Sinar matahari kuat | Siapkan topi | Perlindungan leher dari matahari |
| Diperkirakan hujan | Letakkan perlengkapan hujan agar mudah diambil | Perlindungan barang dari air |
| Ada perbedaan suhu | Sesuaikan dengan jaket | Suhu menjelang perjalanan pulang |
Jika diperkirakan cuaca buruk, jangan hanya mengandalkan penambahan barang bawaan. Pertimbangkan juga mengubah tanggal atau rencana kunjungan.
Siapkan minuman dan pastikan ponsel siap digunakan
Bawa minuman sesuai kebutuhan dan isi daya ponsel sebelum berangkat.
Jika berencana mengambil banyak foto, baterai ponsel lebih cepat berkurang. Membawa power bank akan berguna.
Simpan rute dan jadwal bus pulang agar tidak perlu berulang kali melakukan pencarian di lokasi.
Jika bepergian bersama orang lain, sepakati cara berkomunikasi dan tempat berkumpul apabila terpisah, dengan cara yang dipahami semua anggota.
Tips menghindari lintah darat sebelum dan sesudah hujan pada Juni–Oktober
Di jalur hiking sekitar Kirifuri Kōgen, laporan penampakan dan gigitan lintah darat terutama banyak pada hari hujan atau sehari sesudahnya selama Juni–Oktober.
Yamabiru, atau lintah darat, merupakan hewan kecil yang menempel pada tubuh manusia dari tanah lembap atau rerumputan lalu mengisap darah.
Jika berjalan pada periode ini, kurangi bagian kulit yang terbuka dengan baju lengan panjang dan celana panjang. Masukkan ujung celana ke dalam kaus kaki agar lintah lebih sulit masuk dari bagian kaki.
Setelah selesai berjalan-jalan, periksa apakah ada lintah pada sepatu, pergelangan kaki, atau pakaian sebelum melanjutkan perjalanan.

Cara Menikmati Air Terjun Kirifuri: Aliran Dua Tingkat dan Panorama Sekitar
Saat menikmati Air Terjun Kirifuri, cobalah mengamati aliran airnya saja, lalu memandangnya bersama lanskap sekitar.
Carilah pemandangan yang ingin Anda ingat dari area yang boleh dimasuki, seperti dek observasi, dalam jangkauan pandang yang nyaman.
Lihat panorama keseluruhan, lalu amati aliran tingkat atas dan bawah
Mulailah dengan menyapu pandangan ke seluruh panorama, lalu perhatikan gerakan air dan perbedaan warnanya dengan latar belakang agar lebih mudah memilih fokus pengamatan.
Karena Air Terjun Kirifuri terbagi menjadi dua tingkat, perbedaannya lebih mudah terlihat dengan membandingkan aliran tingkat atas dan percikan tingkat bawah yang menyebar seperti kabut setelah membentur batu.
Mengikuti bagian air yang terlihat dengan mata atau membandingkan area yang terkena cahaya dan area bayangan juga menjadi cara menikmati pemandangan.
Jangan terlalu mengharapkan kondisi yang sama persis dengan foto. Amati perlahan apa yang terlihat saat Anda berkunjung.
Jika ranting atau daun menghalangi pandangan, jangan menggeser tumbuhan atau keluar dari jalur hanya untuk mendapatkan sudut pandang lain.
Berhenti sejenak dan dengarkan suara alam
Saat ingin menikmati panorama, berhentilah di tempat yang tidak menghalangi jalur, alih-alih terus memandang jauh sambil berjalan.
Turunkan kamera sejenak dan perhatikan suara air atau angin yang terdengar. Dengan begitu, Anda dapat menyimpan kenangan perjalanan dalam bentuk yang berbeda dari foto.
Bagikan pemandangan yang ditemukan melalui percakapan dengan teman perjalanan, sambil menyesuaikan kecepatan berjalan dan waktu istirahat.
Jika merasa lelah atau kesulitan berjalan, pertimbangkan untuk kembali tanpa terpaku harus menjelajahi seluruh area yang telah direncanakan.
Waktu Terbaik Melihat Daun Musim Gugur di Air Terjun Kirifuri dan Daya Tarik Tiap Musim
Daun musim gugur di Air Terjun Kirifuri biasanya mencapai puncak warna sekitar akhir Oktober hingga awal November. Pohon maple, nanakamado, dan pepohonan lainnya mewarnai area di sekitar air terjun.
Waktu perubahan warna dapat bergeser sesuai kondisi cuaca. Periksa informasi daun musim gugur sebelum berkunjung.
Percikan air menyerupai kabut yang menjadi asal namanya disebut paling mudah terlihat sekitar Juni hingga Juli.
Dari musim semi hingga musim panas, Anda dapat menuju dek observasi sambil menikmati suasana hutan di jalur pejalan kaki yang dikelilingi kehijauan.
Pada musim gugur, pengunjung cenderung berkumpul di dek observasi. Datanglah dengan waktu yang cukup agar dapat menikmatinya dengan tenang.

Tips Memotret Air Terjun Kirifuri: Etika dan Komposisi Foto
Saat mengambil foto kenangan di Air Terjun Kirifuri, periksa petunjuk pemotretan setempat dan perhatikan pijakan serta orang di sekitar.
Pilih posisi yang tidak menghalangi jalur dan tidak menginjak tumbuhan, bahkan di area yang memperbolehkan pemotretan. Itulah prinsip dasarnya.
Periksa petunjuk foto dan tempat meletakkan peralatan di dek observasi
Jika ada papan petunjuk tentang pemotretan atau penggunaan peralatan, utamakan ketentuan tersebut.
Jika ingin memakai tripod atau peralatan lainnya, pastikan penggunaannya diperbolehkan dan pertimbangkan apakah akan menghalangi pergerakan orang.
Meski perlu mengeluarkan barang, hindari menghalangi jalur atau meletakkannya dengan cara yang dapat membuat orang tersandung.
Coba komposisi vertikal dan horizontal sebelum berpindah posisi
Saat memotret, jangan berjalan mundur hanya sambil melihat layar. Periksa keadaan sekitar secara langsung sebelum berpindah tempat.
Tanpa banyak mengubah posisi berdiri, Anda dapat menyesuaikan kesan foto dengan mengubah orientasi vertikal atau horizontal serta area yang masuk bingkai.
Dek observasi cukup jauh dari air terjun. Jika ingin menampilkan aliran air lebih besar, gunakan fitur zoom ponsel atau lensa telefoto kamera agar lebih mudah mengatur komposisi.
Berikut beberapa cara mengatur komposisi saat memotret dari tempat berdiri yang aman.
| Kesan yang ingin direkam | Pengaturan komposisi | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Bentuk aliran air | Coba orientasi vertikal | Ruang kosong di atas dan bawah |
| Bentangan panorama sekitar | Coba orientasi horizontal | Keseimbangan dengan latar belakang |
| Kenangan bersama teman perjalanan | Masukkan orang dan panorama | Posisi berdiri yang nyaman |
Jika tidak mendapatkan komposisi yang diinginkan, Anda juga dapat memilih merekam panorama yang terlihat apa adanya daripada memaksakan perpindahan posisi.
Perhatikan giliran dan orang lain yang masuk bingkai
Jika orang lain tampak ingin memotret di tempat yang sama, berikan kesempatan setelah Anda selesai.
Saat dek observasi ramai, misalnya pada musim gugur, batasi jumlah foto dan hindari terlalu lama menempati satu tempat.
Jika orang di luar rombongan terlihat besar dalam bingkai, perhatikan kenyamanan mereka, misalnya dengan mengubah sudut pemotretan.
Sebelum membagikan foto perjalanan, periksa pula apakah wajah orang yang tidak dikenal terlihat terlalu menonjol.

Pahami Papan Peringatan dan Etika Wisata Alam di Sekitar Air Terjun Kirifuri
Jika menemukan papan peringatan dalam bahasa Jepang, pahami artinya sebelum melanjutkan perjalanan.
Meski suatu area tampak dapat dilalui di peta, tetap ikuti papan petunjuk dan arahan di lokasi.
Pahami arti peringatan seperti dilarang masuk dan jalan ditutup sebelum melanjutkan
Sebagian papan peringatan di jalur wisata alam menunjukkan area yang tidak boleh dimasuki atau rute yang tidak dapat dilalui.
Mengenali ungkapan berikut membantu Anda menentukan apa yang perlu diperiksa di lokasi.
- Tachiiri kinshi (dilarang masuk): Papan ini meminta Anda untuk tidak memasuki area di baliknya.
- Tsūkōdome (jalan ditutup): Papan ini menunjukkan bahwa rute tersebut tidak dapat dilalui.
- Ashimoto chūi (perhatikan pijakan): Papan ini mengingatkan Anda agar berhati-hati terhadap permukaan tanah, perbedaan ketinggian, dan kondisi pijakan lainnya.
Jika belum memahami artinya, berhentilah di tempat yang tidak menghalangi jalur untuk menggunakan fitur terjemahan atau bertanya kepada orang yang dapat memberi petunjuk.
Air Terjun Kirifuri dinikmati dari dek observasi. Hindari meninggalkan jalur yang ditunjukkan hanya untuk melihatnya lebih dekat.
Nikmati tumbuhan dan batu di tempatnya, serta bawa pulang sampah
Saat berada di alam, ikuti jalur yang ditunjukkan. Jangan memetik bunga, mengambil ranting, atau membawa batu pulang sebagai kenang-kenangan.
Anda dapat mengabadikan hal yang menarik perhatian melalui foto atau catatan sebagai kenangan perjalanan.
Siapkan kantong agar dapat membawa pulang kemasan makanan dan minuman, tisu bekas, serta sampah lainnya.
Jangan memberi makan satwa liar yang terlihat. Perhatikan pula orang di sekitar yang sedang menikmati panorama dengan tenang.
Kirifuri Kakure Santaki di bagian hulu Air Terjun Kirifuri
Di bagian hulu Air Terjun Kirifuri terdapat Kirifuri Kakure Santaki, tiga air terjun tersembunyi yang terdiri dari Air Terjun Chōji, Tamasudare, dan Makkura.
Meski tingginya hanya sekitar 10 m, Air Terjun Chōji memiliki aliran air yang banyak dan dikenal dengan pemandangan air yang jatuh deras.
Turunlah dari bus menuju Kirifuri Kōgen di halte Kakure Santaki Iriguchi. Dari sana, waktu berjalan kaki ke Air Terjun Chōji sekitar 20 menit.
Karena bus menuju Kirifuri Kōgen tidak beroperasi pada musim dingin, siapkan moda transportasi lain jika berkunjung pada Desember–Maret.
Jalur Kakure Santaki juga merupakan area dengan peringatan lintah darat. Sebelum dan sesudah hujan, siapkan pakaian dan perlindungan kaki sebelum berjalan.
Ringkasan: Utamakan Persiapan dan Kepedulian terhadap Lingkungan di Air Terjun Kirifuri
Kunjungan ke Air Terjun Kirifuri dimulai dengan menyusun perjalanan pergi dan pulang, termasuk bus untuk kembali, lalu menyiapkan pakaian dan barang bawaan.
Ikuti petunjuk di dek observasi. Dengan memisahkan waktu berjalan, menikmati panorama, dan memotret, Anda dapat lebih mudah memperhatikan pijakan maupun pemandangan.
Sesuaikan rencana dengan kondisi tubuh dan cuaca. Tetap hormati alam serta wisatawan lain, lalu nikmati air terjun dengan ritme Anda sendiri.









Ulasan (0)