Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Kokeizan Eihoji, Bangunan Harta Nasional & Taman di Tajimi

Kokeizan Eihoji, Bangunan Harta Nasional & Taman di Tajimi

Kokeizan Eihoji di Tajimi adalah kuil Zen Rinzai Nanzenji dengan Kannon-do dan Kaisan-do harta nasional. Simak taman, Garyuchi, Jembatan Musai, dan akses.

Ringkasan Cepat

Daya Tarik dalam Sekilas

Kuil Kokeizan Eihoji adalah kuil Zen aliran Rinzai di Kota Tajimi, Prefektur Gifu. Tempat terkenal untuk dedaunan musim gugur ini memungkinkan Anda menyusuri dengan tenang taman pemandangan indah karya Muso Soseki dan Kannon-do yang merupakan Harta Nasional.

Spot Wajib Dikunjungi

Kannon-do dan Kaisan-do yang merupakan Harta Nasional, jembatan melengkung beratap "Musaikyo" yang melintasi Kolam Garyu, dan pohon ginkgo raksasa berusia sekitar 700 tahun menjadi daya tariknya.

Akses

Dari pintu utara Stasiun Tajimi jalur JR Chuo sekitar 30 menit berjalan kaki. Naik Tohtetsu Bus jalur Onada, turun di "Kokeizan", lalu sekitar 5 menit berjalan kaki. Tersedia tempat parkir gratis (sekitar 100 mobil).

Biaya dan Jam Masuk

Biaya kunjungan gratis. Masuk area pukul 7.00–17.00, penerimaan goshuin (cap/stempel kuil) pukul 9.00–16.00. Kunjungan rombongan 10 orang atau lebih memerlukan reservasi terlebih dahulu.

Perkiraan Waktu Kunjungan

Jika berjalan santai mengelilingi taman dan bangunan Harta Nasional, perkiraan waktunya 40 menit hingga 1 jam.

Dedaunan Musim Gugur dan Musim yang Disarankan

Di musim gugur, momiji dan pohon ginkgo raksasa berwarna dengan puncaknya pertengahan hingga akhir November, dan terpilih dalam "33 Pemandangan Dedaunan Musim Gugur Hida-Mino". Di musim dingin, susunan batu dan bentuk bangunan lebih mudah dilihat.

Hal yang Bisa Dialami

Di Eihoji, Anda bisa berjalan di taman pemandangan indah karya Muso Soseki yang memanfaatkan bentang alam, serta menikmati suasana kuil Zen yang tenang sambil memandang Kolam Garyu, gunung berbatu, dan bangunan Harta Nasional.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Gifu

Apa Itu Kokeizan Eihō-ji? Menikmati Pemandangan Zen di Tajimi

Kuil Zen Rinzai dengan Harta Nasional dan Taman Lanskap Indah

Kokeizan Eihō-ji adalah kuil Zen aliran Rinzai cabang Nanzen-ji yang terletak di Kota Tajimi, Prefektur Gifu. Di kuil bersejarah ini, Anda bisa melihat Aula Kannon (Kannon-dō) dan Aula Kaisan (Kaisan-dō), dua bangunan yang merupakan Harta Nasional Jepang, serta taman yang ditetapkan sebagai situs pemandangan indah nasional dalam satu kunjungan.

Sejarahnya berawal ketika Musō Soseki, seorang biksu Zen terkenal, mendirikan pertapaan di tempat ini pada tahun 1313, dan kuil ini berada di lingkungan tenang dekat Sungai Toki (Toki-gawa).

Anda bisa menikmati pemandangan yang menyatukan kehijauan gunung, aliran air, dan arsitektur yang telah berusia sekitar 700 tahun.

Di dalam kompleks kuil terdapat Kannon-dō dan Kaisan-dō yang ditetapkan sebagai Harta Nasional, dan tamannya ditetapkan sebagai situs pemandangan indah nasional.

Tiket masuk gratis, dan tempat ini sebaiknya dikunjungi dengan kesadaran bahwa kuil ini bukan sekadar objek wisata, melainkan masih menjadi tempat keimanan dan latihan spiritual hingga kini.

Cara Menikmati yang Direkomendasikan bagi Wisatawan ke Jepang

Jika baru pertama kali berkunjung, akan lebih mudah memahami daya tariknya jika Anda mengamati suasana keseluruhan taman dengan tenang terlebih dahulu, lalu mengalihkan pandangan ke Kannon-dō, Jembatan Musai (Musai-bashi), kolam Garyū, dan Kaisan-dō.

Daripada melihat bangunan atau taman secara terpisah, dengan merasakan bagaimana gunung batu, kolam, jembatan, dan pepohonan ditata, Anda akan menyadari keindahan tenang khas kuil Zen.

Perkiraan waktu untuk menjelajahi kompleks kuil dengan santai sekitar 40 menit hingga 1 jam, dan berjalan tanpa terburu-buru akan membuat Anda bisa menikmati perubahan pemandangan.

Menikmati Kannon-dō dan Kaisan-dō, Dua Bangunan Harta Nasional

Kannon-dō, Bangunan Harta Nasional yang Simbolis di Ujung Kolam dan Jembatan

Kannon-dō adalah bangunan Harta Nasional yang juga disebut Kannon-kaku.

Letaknya di ujung Jembatan Musai yang membentang di atas kolam Garyū, yang juga disebut kolam Shinji (Shinji-ike), dan kesannya akan semakin mendalam jika dipandang bersama pemandangan taman.

Bangunannya berbentuk irimoya, berukuran tiga ken pada sisi depan dan tiga ken pada sisi samping, dilengkapi mokoshi, dan merupakan bangunan ibadah Zen berukuran sedang dengan atap kulit kayu cemara (hiwadabuki).

Tercatat bahwa Kannon-kaku dibangun pada tahun 1314, dan lengkungan atap serta ornamen di sekitar pintunya memiliki keanggunan yang tenang.

Kaisan-dō, Arsitektur Harta Nasional yang Menyampaikan Sejarah Kuil

Kaisan-dō juga merupakan bangunan yang ditetapkan sebagai Harta Nasional.

Bangunan ini dikenal sebagai aula yang berkaitan dengan Musō Soseki yang terlibat dalam pendirian kuil, serta Buttoku Zenji (Genō Hongen), pendiri kuil.

Karena letaknya di bagian dalam taman, ada sensasi seolah Anda semakin mendekati sejarah kuil sambil berjalan menjelajahi kompleksnya.

Baik Kannon-dō maupun Kaisan-dō sama-sama ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 1952.

Cobalah menangkupkan kedua tangan dengan tenang dan rasakan suasana keimanan yang melatari bangunan-bangunan ini.

Berjalan Santai di Taman Eihō-ji yang Ditetapkan sebagai Pemandangan Indah Nasional

Pemandangan Berkesan yang Dibentuk Kolam Garyū dan Jembatan Musai

Di pusat taman Eihō-ji terdapat kolam yang disebut Garyū (Garyū-chi).

Kolam ini juga disebut kolam Shinji, dan bersama Kannon-dō serta Jembatan Musai membentuk pemandangan utama taman.

Jembatan Musai adalah jembatan melengkung beratap, dan sosoknya yang berkesan menjadi salah satu daya tarik di dalam taman.

Bangunan dan pepohonan yang terpantul di permukaan air mengubah ekspresinya tergantung musim dan cuaca.

Disarankan untuk tidak berjalan terburu-buru, melainkan berhenti sejenak di sekeliling kolam sambil memandangnya.

Taman Kuil Zen Abad Pertengahan yang Dirancang Musō Soseki

Taman Eihō-ji konon dirancang oleh pendiri kuil, Musō Soseki, dengan memanfaatkan kontur alam, batu, dan aliran air, dan ditetapkan sebagai pemandangan indah nasional pada tahun 1969.

Cirinya adalah taman ini tidak ditata terlalu rapi, melainkan dinikmati sebagai satu kesatuan pemandangan, termasuk bentuk gunung dan batu di sekitarnya.

Karena Kannon-dō, gunung batu, jembatan, dan kolam ditata agar harmonis dalam satu pandangan, kesannya berubah tergantung dari mana Anda melihatnya.

Bagi wisatawan ke Jepang, ini adalah tempat untuk merasakan bahwa taman Jepang bukan tentang "memotong alam", melainkan "tertata selaras dengan alam".

Pemandangan Musiman, Daun Musim Gugur, dan Tips Berfoto

Kompleks Kuil yang Berubah Tiap Musim, dari Dedaunan Hijau hingga Daun Musim Gugur

Kokeizan Eihō-ji memiliki kesan yang berubah pada setiap musim.

Dari musim semi hingga musim panas, kehijauan pepohonan mempercantik kolam dan bangunan, sedangkan pada musim gugur, daun momiji (maple Jepang) dan pohon ginkgo besar di depan aula utama yang berubah warna menghiasi kompleks kuil.

Pohon ginkgo besar di depan aula utama konon berusia sekitar 700 tahun dan ditetapkan sebagai monumen alam Kota Tajimi.

Waktu terbaik melihat daun musim gugur biasanya dari pertengahan hingga akhir November. Tempat ini juga terpilih dalam "33 Spot Daun Musim Gugur Hida-Mino", dan pada beberapa tahun diadakan penerangan lampu (light up) momiji selama periode tersebut.

Pada musim dingin, pepohonan menjadi lebih tenang sehingga bentuk bangunan dan susunan batu lebih mudah terlihat.

Sebaiknya periksa waktu terbaik melihat dan pelaksanaan light up sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Saat Berfoto, Jangan Lupa Bahwa Ini Tempat Ibadah

Pemandangan taman, jembatan, dan kolam adalah tempat yang membuat Anda ingin mengabadikannya dalam foto.

Namun, kompleks ini adalah kuil sekaligus tempat ibadah dan latihan spiritual.

Jika ingin memotret, periksa papan pengumuman dan panduan di lokasi, serta jangan menghalangi lalu lalang orang.

Penting untuk bersikap tidak memaksakan diri memotret di dalam bangunan atau tempat yang dibatasi aksesnya.

Cara Menuju Eihō-ji dan Hal yang Perlu Dicek sebelum Berkunjung

Jika Pergi dengan Transportasi Umum seperti Kereta dan Bus

Lokasinya di Kokeizan-chō 1-chōme 40, Kota Tajimi, Prefektur Gifu, dan stasiun terdekatnya adalah Stasiun Tajimi di Jalur JR Chūō.

Jika berjalan kaki dari pintu utara Stasiun Tajimi, perkiraan waktunya sekitar 30 menit.

Jika menggunakan bus, naik Tōtetsu Bus Jalur Onada dari pintu utara Stasiun Tajimi, turun di halte "Kokeizan", lalu berjalan kaki sekitar 5 menit.

Bagi yang baru pertama kali berkunjung atau belum terbiasa dengan bus di Jepang, sebaiknya periksa informasi operasional sebelum berangkat agar lebih tenang.

Jika Pergi dengan Mobil dan Tempat Parkir

Jika berkunjung dengan mobil, gunakanlah tempat parkir besar (gratis, sekitar 100 mobil) yang berada sebelum perlintasan kereta.

Disarankan untuk mengatur tujuan navigasi mobil ke "Eihō-ji Annaijo (Pusat Informasi Eihō-ji)" (Kokeizan-chō 5-chōme 11) agar lebih mudah ditemukan.

Karena tidak ada tempat parkir umum di seberang setelah melewati perlintasan, berhati-hatilah agar tidak terlalu jauh maju dengan mobil hingga ke dekat lokasi.

Area sekitar kuil bukan hanya dilalui peziarah, tetapi juga warga setempat, dan parkir tanpa izin di tempat parkir kuil cabang (tatchū) dilarang.

Periksa papan petunjuk dan bertindaklah agar tidak mengganggu kuil sekitar atau lahan pribadi.

Jam Buka, Etika Ibadah, dan Cara Menghabiskan Waktu di Kompleks Kuil

Perkiraan Jam Buka dan Biaya Kunjungan

Waktu masuk ke kuil dari pukul 7:00 hingga 17:00, dan tiket masuk gratis.

Kunjungan dalam rombongan 10 orang atau lebih memerlukan pemesanan terlebih dahulu.

Karena merupakan tempat latihan spiritual, diinformasikan bahwa beberapa kali dalam setahun ada periode di mana kunjungan rombongan tidak dapat dilakukan.

Sebaiknya periksa apakah kunjungan dapat dilakukan pada hari tersebut sebelum berkunjung agar lebih tenang.

Berjalan dengan Tenang dan Berhenti untuk Memandang

Kokeizan Eihō-ji bukanlah fasilitas wisata yang dijelajahi dengan ramai, melainkan kuil untuk berjalan dengan tenang dan menghadapi pemandangan.

Jangan berbicara dengan suara keras atau menghalangi jalur, dan habiskan waktu Anda menyesuaikan dengan suasana sekitar.

Di taman, dengan memandang dari satu tempat dalam waktu lama, Anda akan melihat hubungan antara permukaan air, jembatan, bangunan, dan pepohonan.

Tempat ini lebih mudah dirasakan daya tariknya jika Anda berjalan dengan santai dibandingkan menjelajahinya dalam waktu singkat.

Memeriksa Goshuin dan Jam Penerimaan

Jika ingin mendapatkan goshuin (cap kunjungan kuil), jam penerimaannya diinformasikan dari pukul 9:00 hingga 16:00, jadi kunjungilah dalam rentang waktu tersebut.

Karena acara atau keperluan kuil, jamnya bisa berbeda dari biasanya.

Goshuin bukanlah cap suvenir, melainkan diterima sebagai bukti kunjungan ibadah.

Saat menerimanya, tunggulah giliran dengan tenang dan ikuti panduan yang ada.

Kesimpulan: Tips agar Tidak Bingung saat Pertama Kali Berkunjung

Kokeizan Eihō-ji adalah kuil Zen di Tajimi tempat Anda bisa menikmati Kannon-dō dan Kaisan-dō yang merupakan Harta Nasional serta taman yang ditetapkan sebagai pemandangan indah nasional sekaligus.

Meskipun daya tariknya banyak, ini bukan tempat untuk menikmati pertunjukan yang mencolok, melainkan tempat untuk merasakan pemandangan tenang yang menyatukan alam dan arsitektur.

Sebelum berkunjung, periksa cara menuju, jam buka (7:00–17:00), dan jam penerimaan goshuin (9:00–16:00), serta berjalanlah dengan tenang sambil mengikuti papan pengumuman dan panduan di kompleks kuil.

Dengan memandang kolam Garyū, Jembatan Musai, Kannon-dō, dan Kaisan-dō dengan santai, Anda bisa merasakan ketenangan dan kedalaman yang dimiliki kuil Zen Jepang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Ini adalah kuil Zen aliran Rinzai cabang Nanzenji, dengan sejarah sekitar 700 tahun yang bermula saat Muso Soseki mendirikan pertapaan pada tahun 1313. Nama "Kokeizan" berasal dari kisah Tiongkok "Kokei Sansho" di Gunung Lushan, yang mengandung makna lembah begitu indah hingga membuat orang lupa pada dunia ramai saat bercengkerama. Meski berada dekat pusat kota Tajimi, Prefektur Gifu, kuil ini tetap menyimpan suasana lembah pegunungan yang tenang.
A. Dua bangunan, yaitu Kannondo dan Kaisando, ditetapkan sebagai bangunan Harta Nasional (tahun 1952). Kannondo dibangun pada tahun 1314 dan merupakan arsitektur gaya Zen yang berharga dari periode Kamakura, dengan atap kulit kayu cemara dan mokoshi (atap tambahan). Kuil yang memiliki dua bangunan Harta Nasional, bukan satu, tergolong langka di seluruh Jepang, dan memahami kelangkaan bangunan Harta Nasional di kawasan Gifu akan menambah kedalaman kunjungan.
A. Daya tarik taman Eihoji adalah pemandangan yang memadukan Kolam Garyuchi, Jembatan Musaibashi, dan Kannondo. Taman ini ditetapkan sebagai tempat pemandangan indah nasional, dan rancangannya dikatakan berasal dari Muso Soseki. Jika Anda memandang bukan hanya kolam dan susunan batu, tetapi juga tebing batu di belakang serta jajaran gunung di sekitarnya, konsep taman Jepang yang menyatu dengan alam akan lebih mudah dipahami.
A. Puncak daun musim gugur biasanya dari pertengahan hingga akhir November, dan kuil ini terpilih dalam "33 Tempat Daun Musim Gugur Hida-Mino". Saat momiji di taman memerah, pohon ginkgo besar di depan aula utama menguning sedikit lebih lambat, dan terkadang puncak keduanya bisa berselisih sekitar seminggu tergantung tahunnya. Karena momiji cenderung mencapai puncaknya lebih dulu, sekitar tanggal 20 November bisa menjadi patokan jika ingin melihat warna merah dan kuning sekaligus.
A. Pada musim daun gugur, ada tahun-tahun tertentu saat diadakan penerangan momiji di malam hari, biasanya selama beberapa hari di pertengahan November mulai sekitar pukul 18.00. Pada beberapa tahun, acara tambahan seperti lampu bambu dan lentera langit juga diadakan, sehingga Anda bisa menikmati pantulan cahaya di permukaan air yang berbeda dari siang hari. Karena tata cara masuknya berbeda dari jam kunjungan siang (7.00-17.00), pastikan terlebih dahulu tanggal dan waktu penyalaan lampu sebelum berangkat.
A. Dari Stasiun Tajimi (JR Chuo Line), naik bus Tohtetsu jalur Onada lalu turun di halte "Kokeizan", kemudian berjalan sekitar 5 menit. Karena jadwal bus tidak banyak, jika berjalan kaki dari pintu utara stasiun, perkirakan sekitar 30 menit. Jika memilih rute yang melewati Kokei Park di tengah jalan, Anda bisa memandang kota Tajimi dari dataran tinggi, sehingga rute ini menyenangkan bagi yang suka berjalan sambil menikmati pemandangan.
A. Jika datang dengan mobil, gunakanlah tempat parkir besar gratis yang berada sebelum perlintasan kereta. Untuk navigasi mobil, lebih pasti mengatur tujuan ke "Eihoji Annaijo" (Kokeizan-cho 5-chome 11). Karena tidak ada tempat parkir umum setelah melewati perlintasan, parkirlah di tempat parkir sebelum pusat informasi. Pada hari libur saat puncak daun gugur, tiba sebelum pukul 9 pagi membuat perjalanan relatif lebih lancar.
A. Biaya kunjungan ke Eihoji gratis, dan jam kunjungannya dari pukul 7.00 hingga 17.00. Cukup istimewa bahwa kuil Harta Nasional dengan taman luas ini gratis untuk dimasuki dan sudah buka sejak pukul 7 pagi. Pada saat kabut pagi naik di permukaan kolam, pengunjung lebih sedikit, dan sebaiknya sediakan sekitar 40 menit hingga 1 jam agar bisa berkeliling dengan santai.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.