Nikmati Perjalanan ke Jepang!

Itinerary Kyoto 5 Hari 4 Malam | Kuil, Alam & Budaya Santai

Itinerary Kyoto 5 Hari 4 Malam | Kuil, Alam & Budaya Santai
Panduan santai Kyoto 5 hari 4 malam: Kiyomizu, Fushimi Inari, Arashiyama, Kurama-Kibune, dan upacara teh, cocok untuk menikmati kuil, alam, kuliner, dan budaya.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Itinerary Kyoto 5 hari 4 malam. Perjalanan santai mengelilingi Kiyomizu-dera, Fushimi Inari Taisha, Arashiyama, Kurama, Kibune, dan Kastil Nijo dengan tema kuil/alam/kuliner/pengalaman budaya per hari.

Atraksi utama lima hari

Lima hari di Kyoto: hari pertama Higashiyama–Gion, hari kedua Senbon Torii di Fushimi Inari Taisha dan teh Uji, hari ketiga Jembatan Togetsukyo–hutan bambu–taman Tenryu-ji di Arashiyama, hari keempat Kuil Kurama–Kuil Kifune, hari kelima Kastil Nijo–Istana Ninomaru.

Akses per area

Higashiyama dan pusat kota dengan jalan kaki dan bus kota, Fushimi–Uji dengan JR dan Keihan, Arashiyama dengan JR, Randen, dan Hankyu, Kurama–Kibune dengan Eizan Railway dari Stasiun Demachiyanagi sebagai moda utama.

Tips menekan biaya transportasi

Kartu IC transportasi seperti ICOCA dan Suica bisa dipakai di bus kota, subway, dan kereta swasta; pada hari yang sering memakai bus dan subway, tiket terusan satu hari memudahkan menekan ongkos.

Perkiraan waktu yang diperlukan

Jalur pendakian Gunung Inari di Fushimi Inari Taisha memakan waktu sekitar 2 jam pulang-pergi bila berjalan hingga puncak. Menentukan titik putar balik sesuai kondisi fisik lebih aman.

Cara berkeliling menghindari keramaian

Kunjungi Kiyomizu-dera pada pagi hari; hutan bambu Arashiyama pun semakin sepi dan tenang saat pagi. Saat ramai, mengurangi tujuan dan beralih beristirahat di tepi sungai atau kafe menjaga kepuasan.

Pengalaman yang bisa dinikmati

Pengalaman budaya seperti menyusuri pemandangan Senbon Torii, hutan bambu, dan taman, hidangan manis matcha dan cha soba (soba teh hijau) khas Uji, kawadoko Kibune (makan di teras tepi sungai) pada musim panas, serta upacara teh, kerajinan, dan membuat wagashi (kue tradisional Jepang) di hari terakhir.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kyoto

Cara Menyusun Itinerary Kyoto 4 Malam 5 Hari

Jika Anda menyusun itinerary menjelajahi Kyoto dalam 4 malam 5 hari, perjalanan yang menyisakan ruang santai per area akan lebih membekas dibandingkan terburu-buru mengunjungi kuil-kuil terkenal.

Dalam itinerary ini, spot wisata populer Kyoto seperti Kiyomizu-dera, Fushimi Inari Taisha, Arashiyama, Kurama & Kibune, dan Kastil Nijō dibagi per hari berdasarkan empat tema: kuil, alam, kuliner, dan pengalaman budaya.

Dengan membagi tema, Anda bisa menyelami wajah khas Kyoto secara mendalam sambil menekan beban perpindahan.

Susun Urutan yang Bisa Dijalani Tanpa Beban Meski Kunjungan Pertama

Hari pertama dijadikan hari membiasakan diri dengan suasana kota khas Kyoto, lalu hari-hari berikutnya direkomendasikan untuk perlahan memperluas jangkauan ke selatan, timur, barat, dan utara.

Jika menjadikan sekitar Stasiun Kyoto, Shijō Karasuma, atau sekitar Kawaramachi sebagai titik awal penginapan, akan lebih mudah memadukan kereta, bus, dan jalan kaki.

Di dalam Kota Kyoto, bus kota dan kereta bawah tanah, kereta Keihan, serta kereta Hankyu mudah dipadukan. Menggunakan tiket terusan satu hari dapat menekan biaya perpindahan untuk menjelajah kuil.

Tabel Ringkas Itinerary 4 Malam 5 Hari

Agar mudah memahami gambaran keseluruhan perjalanan, berikut rangkuman tema dan kegiatan utama tiap hari.

Hari Tema Area Utama Kegiatan
Hari 1 Jalan-jalan Higashiyama Kiyomizu & Gion Berjalan di kota
Hari 2 Doa dan teh Fushimi & Uji Kuil dan kuliner
Hari 3 Alam dan taman Arashiyama & sisi barat Menikmati pemandangan
Hari 4 Gunung dan tepi air Kurama & Kibune Jalan-jalan di alam
Hari 5 Kastil dan pengalaman Pusat kota Pengalaman budaya

Tidak Menjejalkan Rencana Akan Meningkatkan Kepuasan

Kyoto adalah kota yang banyak tempat menariknya bahkan di tengah perjalanan menuju tujuan, seperti gang, taman, tepi sungai, dan kota di depan gerbang kuil (monzen-machi).

Dengan menyisakan ruang kosong dalam rencana, Anda lebih mudah masuk ke toko yang menarik perhatian atau berbelok ke jalan lain untuk menghindari keramaian.

Hari 1 | Membiasakan Diri dengan Cara Berjalan Khas Kyoto di Higashiyama dan Gion

Pada hari kedatangan, jangan berpindah jauh. Dengan alur berjalan dari sekitar Kiyomizu-dera ke arah Gion, Anda bisa merasakan suasana tanjakan, rumah tradisional (machiya), dan kuil Kyoto secara alami.

Sekitar Kiyomizu-dera dan Gion adalah area yang bisa dihubungkan dengan berjalan kaki, sehingga area Higashiyama ini mudah dimasukkan ke hari pertama perjalanan 4 malam 5 hari.

Dengan menitipkan barang dan bergerak ringan, Anda bisa berjalan-jalan dengan tenang meski di jalan berbatu dan tanjakan.

Nikmati Juga Kota di Depan Gerbang Kuil di Sekitar Kiyomizu-dera

Di sekitar Kiyomizu-dera, bukan hanya berziarah, tetapi suasana kota di depan gerbang kuil juga menjadi daya tarik besar perjalanan.

Di sepanjang tanjakan seperti Kiyomizu-zaka, Sannen-zaka (Sanneizaka), dan Ninen-zaka berjajar toko oleh-oleh dan kedai manis. Namun karena ada tempat dengan lebar jalan terbatas, pilihlah posisi yang tidak menghalangi arus lalu lintas saat berhenti.

Karena Kiyomizu-dera buka di pagi hari yang masih awal, jika ingin menghindari keramaian, berkunjunglah pagi-pagi agar lebih tenang saat berziarah.

Karena jam buka dan harga tiket masuk berbeda tergantung waktu dan acara, periksa informasi sebelum berangkat agar lebih aman.



Berjalan dari Yasaka-jinja ke Gion

Dengan berjalan dari arah Kiyomizu melewati Yasaka-jinja (Yasaka Jinja) menuju Gion, Anda bisa merasakan ketenangan kuil dan pesona distrik geisha (hanamachi) secara berurutan.

Yasaka-jinja adalah kuil Shinto yang terkenal dengan Festival Gion (Gion Matsuri), dengan lokasi yang memudahkan jalur melewati area kuil menuju kawasan kota Gion.

Karena Gion adalah tempat wisata sekaligus ruang kehidupan dan pekerjaan, penting memiliki kesadaran untuk menahan diri dari masuk ke tanah pribadi atau memotret orang tanpa izin.





Menikmati Budaya Kuliner Kyoto dengan Tenang di Pasar Nishiki

Jika berpindah ke pusat kota pada paruh kedua hari pertama, alur menyentuh kuliner Kyoto di Pasar Nishiki (Nishiki-ichiba) dan sekitar Shijō juga mudah dimasukkan.

Pasar Nishiki adalah jalan pertokoan yang dijuluki "Dapur Kyoto", dengan bahan makanan khas Kyoto seperti acar Kyoto (kyo-tsukemono), yuba (kembang tahu), dan dashimaki tamago (telur dadar gulung kuah dashi) yang berjajar.

Di pasar, jangan berdiri terlalu lama di depan toko atau di lorong, dan makanlah barang yang dibeli sesuai petunjuk toko, agar menjadi cara menikmati yang juga peduli pada orang sekitar.


Hari 2 | Menikmati Doa dan Teh di Fushimi Inari Taisha dan Uji

Hari kedua menuju sisi selatan Kyoto. Dengan memadukan ziarah ke Fushimi Inari Taisha dan budaya teh Uji (Uji), Anda bisa menikmati kuil sekaligus kuliner.

Pada hari yang bergerak sejak pagi, cukup dengan memilih sepatu yang nyaman dan pakaian yang sesuai cuaca, lelah perjalanan tidak mudah menumpuk.

Rasakan Jalan Ziarah Senbon Torii dengan Santai di Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha berada di wilayah Fushimi, Kota Kyoto, dan dikenal sebagai kuil pusat dari seluruh kuil Inari di Jepang, terkenal dengan pemandangan Senbon Torii (deretan ribuan torii) berwarna merah jingga.

Area kuil bisa diziarahi 24 jam, dan jalan ziarah mengelilingi Gunung Inari memakan waktu sekitar 2 jam pulang pergi jika berjalan hingga puncak, jadi tentukan dulu titik berbalik sesuai kondisi fisik agar lebih aman.

Saat berfoto, jangan menghentikan arus peziarah dan jangan menempati tempat terlalu lama di depan torii agar bisa menikmati dengan tenang.


Tambahkan Aroma Teh Uji dan Matcha ke Perjalanan di Uji

Jika memperpanjang langkah dari arah Fushimi, alur menikmati cha-soba (mi soba teh hijau), kudapan manis, dan matcha di Uji juga cocok.

Uji adalah Kota Uji, Prefektur Kyoto, yang terletak di selatan Kota Kyoto, dikenal sebagai daerah penghasil teh Uji (Uji-cha), dengan beragam hidangan berbahan teh seperti dessert matcha dan cha-soba.

Byōdō-in Hōō-dō (Byōdō-in Phoenix Hall) yang merupakan Warisan Dunia juga ada di Uji. Dengan menambahkan pengalaman kuliner dan sejarah ke perjalanan yang berpusat pada kuil, Anda bisa merasakan luasnya budaya di dalam Prefektur Kyoto.




Malam Hari, Bersantai Tanpa Beban di Sekitar Stasiun Kyoto

Setelah menjelajah sisi selatan, menyelesaikan makan malam dan belanja di sekitar Stasiun Kyoto akan memudahkan persiapan keesokan harinya.

Pada hari dengan banyak perpindahan, meringankan rencana malam dan memastikan waktu istirahat adalah kunci menikmati perjalanan 4 malam 5 hari hingga akhir.

Hari 3 | Menikmati Alam di Arashiyama dan Kuil-kuil Sisi Barat

Hari ketiga menuju sisi barat Kyoto. Di Arashiyama, padukan gunung, sungai, hutan bambu, dan taman untuk merasakan keaslian Kyoto yang ada di tengah alam.

Karena Arashiyama adalah area yang sangat populer, jangan terlalu banyak menambah tempat yang ingin dilihat. Menentukan jangkauan berjalan akan membuat Anda lebih tenang.

Nikmati Tepi Sungai Togetsu-kyō dan Hutan Bambu Secara Terpisah di Arashiyama

Di Arashiyama, dengan menikmati keterbukaan tepi sungai di sekitar Jembatan Togetsu-kyō (Togetsu-kyō) dan suasana tenang jalan setapak hutan bambu secara terpisah, perbedaan pemandangannya akan lebih membekas.

Hutan bambu lebih sepi pengunjung di pagi hari yang masih awal, waktu yang mudah untuk merasakan ketenangan.

Saat berfoto, jangan berhenti di tengah jalan; pilihlah tempat yang arus pejalan kakinya tenang agar lebih aman.



Jadikan Taman Tenryū-ji sebagai Waktu Menenangkan Hati

Tenryū-ji di Arashiyama adalah kuil pusat aliran Rinzai, dan termasuk dalam Warisan Dunia "Monumen Bersejarah Kyoto Kuno".

Taman Sōgenchi (Sōgenchi-teien) yang menjadikan barisan gunung Arashiyama sebagai latar belakang, suasananya berubah hanya dengan sedikit menjauh dari jalan yang ramai.

Waktu memandang taman bukan hanya untuk berfoto; jika ada tempat duduk, cara menghabiskan waktu dengan memandang keleluasaan pemandangan juga cocok.

Karena jam buka dan harga tiket masuk berbeda tergantung waktu dan isi pembukaan, periksa panduan ziarah agar lebih aman.


Jika Merasa Ramai, Kurangi Tujuan

Di sekitar Arashiyama, semakin banyak rencana ditambah, semakin terasa beban perpindahan dan waktu menunggu.

Saat hati tidak tenang, beralih ke waktu istirahat di tepi sungai atau kafe lebih kecil kemungkinannya menurunkan kepuasan daripada terburu-buru ke kuil berikutnya.

Hari 4 | Merasakan Kyoto yang Bergunung dan Bertepi Air di Kurama dan Kibune

Hari keempat sedikit menjauh dari pusat kota, menuju arah Kurama dan Kibune di sisi utara wilayah Sakyō, Kota Kyoto, untuk merasakan udara gunung dan ketenangan tepi air.

Menuju Kurama dan Kibune bisa diakses dengan kereta Eizan (Eizan Densha) dari Stasiun Demachiyanagi, dan pemandangan gunung dari jendela kereta pun menjadi bagian dari perjalanan.

Karena tempat yang banyak alamnya dipengaruhi cuaca dan kondisi pijakan, jangan memaksakan diri dan sisakan keleluasaan untuk beralih ke taman atau fasilitas budaya di dalam kota.

Utamakan Kemudahan Berjalan di Kurama-dera

Kurama-dera adalah kuil di tengah Gunung Kurama, dengan jalan ziarah berupa jalan gunung berkelok yang disebut "tsuzura-ori".

Pada hari mengunjungi kuil di pegunungan, pilihlah pakaian dan sepatu berdasarkan kemudahan berjalan, bukan demi foto wisata, agar lebih aman.

Pada hari hujan atau saat khawatir dengan pijakan, hindari rencana berjalan jauh di jalan gunung, dan nikmati waktu yang tenang dalam jangkauan yang bisa diziarahi.


Rasakan Udara Tepi Air di Kifune-jinja

Kifune-jinja adalah kuil Shinto di wilayah Sakyō, Kota Kyoto, yang memuja dewa air, dan dikenal sebagai kuil pusat dari kuil-kuil pemuja dewa air di seluruh Jepang.

Sekitar Kibune memberikan kesan yang berbeda dari pusat kota dengan suara sungai dan kepekatan hijaunya.

Di musim panas, masakan kawadoko (ruang makan beralas tatami yang dibangun di atas Sungai Kibune) juga menjadi sajian khas.

Jika ingin memakai tempat makan atau fasilitas, periksa terlebih dahulu status operasional dan keharusan reservasi sebelum berangkat agar lebih aman.



Perhatikan Cara Pandang Tiap Musim

Di area yang banyak alamnya, kesan perjalanan di tempat yang sama berubah besar tergantung musim.

Musim Kesan yang Terlihat Kegiatan yang Cocok
Semi Hijau yang lembut Jalan-jalan kuil
Panas Tepi air yang sejuk Jalan di tepi sungai
Gugur Gunung yang berwarna Menikmati taman
Dingin Udara yang tenang Pengalaman indoor

Daun musim gugur (momiji) Kurama dan Kibune biasanya mencapai puncak dari pertengahan hingga akhir November, dan pada beberapa tahun diadakan penyinaran malam (light up).

Pada Hari yang Lelah, Beralih ke Pengalaman Budaya di Dalam Kota

Dalam perjalanan 4 malam 5 hari, keputusan mengubah rencana sesuai kondisi fisik juga penting.

Pada hari yang tidak menuju arah gunung, dengan memasukkan pengalaman seperti upacara minum teh (sadō), kerajinan, atau membuat wagashi (kue tradisional Jepang), Anda bisa merasakan budaya Kyoto sambil menekan perpindahan.

Hari 5 | Menutup Perjalanan dengan Kastil Nijō dan Pengalaman Budaya di Tengah Kota

Pada hari terakhir, hindari perpindahan jauh. Dengan menikmati arsitektur bersejarah dan pengalaman di pusat kota, Anda tidak akan terburu-buru meski menjelang perjalanan pulang.

Pada hari membawa barang, periksa layanan stasiun atau penginapan, dan pastikan Anda bisa bergerak dalam keadaan ringan agar lebih aman.

Rasakan Lapisan Sejarah Zaman Edo di Kastil Nijō

Kastil Nijō (Nijō-jō) di wilayah Nakagyō, Kota Kyoto, adalah kastil yang terkait dengan Keshogunan Tokugawa, dan terdaftar sebagai Warisan Dunia "Monumen Bersejarah Kyoto Kuno".

Istana Ninomaru (Ninomaru Goten) yang merupakan harta nasional adalah bangunan berkelas tempat shogun Tokugawa tinggal. Dengan memadukan kastil dan sekitar Taman Kekaisaran Kyoto (Kyoto Gyoen), Anda bisa mengenal sejarah Kyoto yang berbeda dari kuil.

Di tempat luas seperti kastil dan taman kekaisaran, dengan memperhatikan bukan hanya bangunan tetapi juga penataan gerbang, tembok batu, dan taman, kedalaman Kyoto sebagai sebuah kota akan terlihat.

Karena Istana Ninomaru memiliki hari penghentian kunjungan, periksa status pembukaan sebelum berkunjung.



Membuatnya Membekas dengan Pengalaman Upacara Teh dan Kerajinan

Dengan memasukkan pengalaman budaya di hari terakhir, kesan perjalanan berubah dari perjalanan melihat menjadi perjalanan merasakan dengan tangan sendiri.

Karena isi dan syarat reservasi pengalaman seperti upacara teh, dupa (ko), kerajinan, dan kimono berbeda tiap fasilitas, periksa informasi sebelum mendaftar.



Untuk Oleh-oleh Kyoto, Pikirkan Situasi Pemakaiannya Setelah Pulang

Saat memilih oleh-oleh, akan lebih mudah jika Anda memikirkan bukan hanya tampilannya, tetapi juga kemudahan membawa pulang, kemudahan penyimpanan, dan latar belakang yang mudah dijelaskan ke penerima.

Kudapan matcha, tenugui (kain serbaguna Jepang), peralatan makan, dan pernak-pernik beraroma adalah barang yang memudahkan Anda mengenang pengalaman di Kyoto setelah pulang.


Masukkan Etika Ziarah Kuil dan Jalan-jalan Kota Kyoto ke dalam Itinerary

Untuk menikmati kuil dan kota Kyoto dengan menyenangkan, kesadaran akan etika sama pentingnya dengan rencana wisata.

Daripada menghafal aturan secara rinci, dengan memiliki perasaan bahwa Anda sedang berada di tempat doa, tempat kehidupan, dan tempat kerja, akan lebih mudah memilih tindakan.

Sadari Perbedaan Tata Cara di Kuil Shinto dan Kuil Buddha

Di kuil Shinto (jinja), perhatikan tata cara sebelum dan sesudah melewati torii serta saat menyembah; di kuil Buddha (otera), dasar sikapnya adalah merapatkan tangan (gassho) dan menyembah dengan tenang.

Umumnya di kuil Shinto, tata cara dasar menyembah adalah "dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, satu kali membungkuk", tetapi karena tata caranya bisa berbeda tergantung tempat, ikuti papan petunjuk atau panduan setempat jika ada.

Periksa Dulu Apakah Tempat Itu Boleh Difoto

Di kuil dan taman, pemotretan kadang dibatasi di dalam bangunan, patung Buddha, atau tempat suci.

Justru saat ingin memotret, periksa dulu papan petunjuk dan pilih komposisi yang tidak menampakkan wajah orang agar lebih aman.

Tindakan yang Perlu Diperhatikan Saat Jalan-jalan di Kota

Di tempat yang banyak wisatawan, hanya dengan sedikit menyadari apakah kesenangan Anda menjadi beban bagi sekitar, kesan perjalanan akan menjadi lebih baik.

Situasi Tindakan Baik Tindakan yang Dihindari
Gion Memberi jalan Memotret tanpa izin
Pasar Mengikuti petunjuk Makan di lorong
Kuil Berziarah dengan tenang Masuk area terlarang
Pemukiman Mengecilkan suara Masuk tanah pribadi

Tips Perpindahan dan Akses Selama Kyoto 4 Malam 5 Hari

Karena kuil-kuil Kyoto tersebar di berbagai tempat di kota, menyadari urutan menjelajah per area dapat menghemat waktu perpindahan.

Higashiyama (Kiyomizu & Gion) dan pusat kota (Kastil Nijō & Pasar Nishiki) praktis dengan jalan kaki dan bus kota; Fushimi dan Uji dengan JR atau kereta Keihan; Arashiyama dengan JR, Randen, atau Hankyu; dan Kurama serta Kibune dengan kereta Eizan sebagai sarana akses utama.

Manfaatkan Kartu IC Transportasi dan Tiket Satu Hari

Di bus kota, kereta bawah tanah, dan kereta swasta Kyoto, kartu IC transportasi seperti ICOCA dan Suica bisa digunakan, sehingga Anda bisa naik turun tanpa repot menyiapkan uang receh.

Pada hari menggunakan bus dan kereta bawah tanah berkali-kali, memakai berbagai tiket terusan satu hari akan memudahkan menekan ongkos.

Karena harga dan jalur yang berlaku berbeda tergantung jenis tiket, periksa sebelum menggunakan.

Kesimpulan | Tips Menikmati Itinerary Kyoto 4 Malam 5 Hari dengan Santai

Itinerary Kyoto 4 malam 5 hari menghadirkan kepuasan yang santai, bukan hanya dengan banyak menjelajah kuil, tetapi dengan membagi alam, kuliner, pengalaman, dan jalan-jalan kota per hari.

Hari pertama untuk Higashiyama dan Gion, hari kedua Fushimi Inari Taisha dan Uji, hari ketiga Arashiyama dan Tenryū-ji, hari keempat Kurama dan Kibune, dan hari kelima untuk sejarah dan pengalaman yang berpusat pada Kastil Nijō. Dengan begitu, Anda bisa menikmati pesona Kyoto yang beragam tanpa beban.

Karena harga, jam buka, reservasi, izin pemotretan, dan pembatasan akses berbeda tiap fasilitas, periksa informasi sebelum berangkat, dan sesuaikan rencana dengan kondisi fisik dan cuaca hari itu.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Alur yang efisien adalah hari pertama Higashiyama dan Gion, hari kedua Fushimi Inari dan Uji, hari ketiga Arashiyama dan Tenryu-ji, hari keempat Kurama dan Kibune, lalu hari kelima beralih ke Nijo Castle dan pengalaman budaya di pusat kota. Dengan mengelompokkan kunjungan per kawasan ke arah selatan, timur, barat, dan utara, Anda tidak perlu bolak-balik di jalur yang sama.
A. Kiat untuk meningkatkan kepuasan adalah membagi kawasan per tema dan tidak menjejalkan terlalu banyak agenda dalam sehari. Karena Kyoto memiliki banyak daya tarik dalam perjalanan menuju tujuan seperti gang, tepi sungai, dan kota di depan gerbang kuil, menyisakan waktu luang akan membuat Anda bisa bergerak fleksibel, seperti mampir ke kedai manisan yang menarik perhatian atau berbelok ke jalan lain saat ramai.
A. Rute mengelilingi Gunung Inari (ketinggian 233 m) satu putaran melewati Senbon Torii diperkirakan memerlukan 2 jam hingga 2 jam setengah pulang pergi. Sampai "Yotsutsuji" di tengah jalan sekitar 30 menit sekali jalan, dan dari titik ini Anda bisa melihat pemandangan luas kota Kyoto. Jika tidak yakin dengan stamina, banyak orang berbalik di Yotsutsuji, jadi menjadikan tempat ini sebagai tujuan akan membuat kunjungan terasa tidak terlalu berat. Area kuil bisa dikunjungi 24 jam.
A. Jalan Setapak Hutan Bambu semakin pagi buta sekitar pukul 6-7 semakin sedikit orang, sehingga Anda bisa berjalan dengan tenang di tengah udara yang jernih dan cahaya yang menembus dedaunan. Jalur jalan kaki sepanjang sekitar 400 m ini membentang dari Nonomiya Shrine ke Okochi Sanso. Pada siang hari padat oleh rombongan, jadi meski menginap di sisi Higashiyama, menyusun jadwal untuk langsung menuju Arashiyama paling pagi akan membantu Anda mengambil foto dengan lebih sedikit orang.
A. Dari Stasiun Demachiyanagi, naik Eizan Railway sekitar 31 menit ke Stasiun Kurama dengan ongkos 470 yen. Di "Terowongan Dedaunan Merah" antara Ichihara dan Ninose, dedaunan hijau atau merah membentang memenuhi jendela kereta, sehingga perjalanan itu sendiri menjadi daya tarik. Kereta pemandangan "Kirara" populer karena memiliki kursi yang menghadap jendela, jadi pada musim ramai gunakan juga kereta biasa agar bisa naik tanpa menunggu.
A. Dedaunan merah di Kurama dan Kibune biasanya mencapai puncak pada pertengahan hingga akhir November. Di Eizan Railway, pada tahun tertentu diadakan penyinaran malam dan laju lambat di "Terowongan Dedaunan Merah", di mana dedaunan merah yang tersorot tampak mengapung di kegelapan saat lampu dalam kereta dipadamkan. Karena suhu di lembah gunung lebih rendah dari pusat kota dan perubahan warnanya lebih awal, akan praktis untuk mengingat bahwa terkadang Kibune sudah puncak meski dalam kota masih hijau.
A. Ninomaru Palace tidak dibuka untuk kunjungan setiap hari Selasa pada bulan Januari, Juli, Agustus, dan Desember, serta pada 26-28 Desember dan 1-3 Januari. Area kastel itu sendiri buka pukul 8.45 sampai 17 (masuk sampai pukul 16). Jika Anda menuju istana berstatus harta nasional yang terkait shogun Tokugawa, menyusunnya di hari terakhir dengan menghindari hari-hari ini akan lebih aman. Meski istananya tutup, Anda tetap bisa menyusuri Taman Ninomaru dan area Honmaru.
A. Tiket terusan 1 hari subway dan bus (1.100 yen untuk dewasa, 550 yen untuk anak) praktis, dan bisa digunakan tanpa batas di seluruh jalur subway kota, bus kota, serta Kyoto Bus dan lainnya. Kelebihan yang mudah terlewat adalah Anda bisa mendapat potongan biaya masuk di lebih dari 50 kuil dan fasilitas di dalam kota. Tiket ini menunjukkan nilai sejatinya justru pada hari berkeliling kuil yang berkali-kali menggunakan bus dan subway dalam sehari.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.