Nikmati Perjalanan ke Jepang!

15 Spot Foto Instagramable Kyoto: Kuil, Laut & Kereta

15 Spot Foto Instagramable Kyoto: Kuil, Laut & Kereta
Panduan wisata foto Kyoto: Fushimi Inari, Hutan Bambu, Kimono Forest, Amanohashidate, dan Pantai Yuhigaura. Simak tips komposisi.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Panduan pemotretan untuk memilih 15 spot foto Instagramable di Kyoto berdasarkan "jenis pemandangan yang ingin diabadikan" seperti kuil Buddha/kuil Shinto, hutan bambu, sungai, laut, dan kereta.

Cakupan area

Mencakup Eikando, Fushimi Inari Taisha, dan Hutan Bambu Arashiyama di pusat kota Kyoto, ditambah Shoju-in di Kota Ujitawara serta Amanohashidate dan Pantai Yuhigaura di wilayah utara Prefektur Kyoto.

Hal menarik klasik

Senbon Torii merah Fushimi Inari Taisha, hijau vertikal Hutan Bambu Arashiyama, Jembatan Togetsukyo dengan Sungai Katsura & Arashiyama, serta deretan lengkung bata Suirokaku.

Perkiraan biaya masuk

Perkiraan: Eikando kunjungan biasa umum ¥1.000, Rurikoin kunjungan khusus ¥2.000.

Perjalanan foto dengan kereta

Kereta Sagano Torokko menempuh Ngarai Hozukyo sekitar 7,3 km dalam sekitar 25 menit, sekali jalan dewasa ¥880. Kyoto Tango Railway menyuguhkan pemandangan dari jendela ke arah kawasan pesisir Kyoto dan Amanohashidate.

Waktu nyaman untuk memotret

Di Fushimi Inari Taisha, tunggu jeda arus orang; pagi buta atau sore relatif tenang sehingga mudah memotret dengan komposisi vertikal.

Pengalaman pemotretan dan etika

Nikmati pemandangan interior khas Jepang seperti jendela inome (berbentuk hati) dan langit-langit bunga Shoju-in serta pantulan di meja Rurikoin; di jalan kuil dan jembatan, nikmati singkat tanpa menghalangi lalu lintas.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kyoto

Spot Foto Instagramable di Kyoto: Pilih Berdasarkan Jenis Pemandangan

Menjelajahi spot foto instagramable di Kyoto akan lebih memuaskan jika kamu menentukan dulu jenis pemandangan yang ingin difoto—kuil, hutan bambu, sungai, laut, kereta api, dan lainnya—daripada mengunjungi banyak spot terkenal.

Jika kamu memasukkan ke dalam pertimbangan bukan hanya pusat kota Kyoto, tetapi juga Ujitawara-chō dan bagian utara Prefektur Kyoto, kamu bisa mengombinasikan foto khas kota tua dan pemandangan laut dalam satu perjalanan.

Pertama-tama, kami rangkum 15 spot foto yang diperkenalkan kali ini berdasarkan arah fotografinya.

Spot Fokus foto Cocok untuk
Eikan-dō Daun musim gugur & kompleks kuil Pencinta suasana musiman
Nanzen-ji Gerbang & taman Pencinta kuil
Suirokaku Pengulangan bata Pencinta arsitektur
Keage Incline Kedalaman rel Wisata musim semi
Fushimi Inari Taisha Gerbang merah cinnabar Kyoto pertama kali
Shōju-in Jendela inome Interior gaya Jepang
Rurikō-in Pantulan taman Wisata tenang
Kimono Forest Cahaya yūzen Jalan-jalan malam
Togetsukyō Sungai & gunung Pemandangan luas
Hutan bambu Arashiyama Jalan setapak hijau Pencinta alam
Sagano Romantic Train Pemandangan dari jendela kereta Pencinta kereta
Kyoto Tower Pemandangan kota dari atas Yang mencari spot dekat stasiun
Amanohashidate Pinus & laut Perjalanan jauh
Kyoto Tango Railway Kereta pesisir Perjalanan kereta api
Pantai Yūhigaura Pantai senja Pencinta laut

Spot Foto Kuil: Memasukkan Latar Belakang Membuat Nuansa Kyoto Lebih Terasa

Eikan-dō, Nanzen-ji, Fushimi Inari Taisha, Shōju-in, dan Rurikō-in—jika kamu memasukkan bukan hanya bangunan atau jendela, tetapi juga ruang lapang taman, jalan menuju kuil, dan pepohonan, atmosfer tempat itu akan lebih mudah tersampaikan.

Spot Foto Pemandangan Alam: Memotret dengan Menunggu Arus Orang

Hutan bambu Arashiyama, Togetsukyō, Amanohashidate, dan Pantai Yūhigaura—di tempat yang sama pun, kesannya berubah menurut gerak orang dan munculnya awan.

Spot Foto Kereta Api dan Sekitar Stasiun: Jadikan Perpindahan Itu Sendiri sebagai Foto

Sagano Romantic Train, Kyoto Tango Railway, dan Kyoto Tower adalah spot yang mudah mengabadikan pemandangan sebelum dan sesudah tiba di tujuan sebagai bagian dari perjalanan.

Spot Foto Kyoto Area Higashiyama–Okazaki: Eikan-dō, Nanzen-ji, Keage Incline

Dari Higashiyama hingga sekitar Okazaki adalah area spot foto Kyoto yang mudah untuk pemotretan, dengan kuil yang tenang dan lanskap karya teknik sipil modern yang berdekatan.

Ada pula tempat yang memiliki kesan kuat pada musim gugur (momiji) dan musim sakura, tetapi tanpa memandang musim, jika kamu memperhatikan tekstur jalan berbatu, gerbang, rel, dan bata, fotomu akan memiliki kedalaman.

Eikan-dō: Memotret Warna Daun Musim Gugur dan Bangunan Kuil Bersamaan

Eikan-dō (nama resminya Zenrin-ji) adalah spot foto dengan kombinasi yang berkesan antara warna sekitar 3.000 pohon maple yang memerah dan arsitektur kuil.

Puncak daun musim gugur biasanya pertengahan November hingga awal Desember, dan "daun musim gugur terbalik" yang terpantul di kolam juga sangat instagramable.

Tiket masuk biasa untuk umum 1.000 yen, dan pada periode pameran harta kuil serta penerangan malam (light-up) di musim daun gugur, harga dan jam dapat berubah.

Daripada hanya mengambil close-up bangunan, jika kamu memasukkan jalan menuju kuil atau ranting pohon sebagai latar depan, atmosfer kuil yang tenang akan tersampaikan.

Karena aturan pemotretan di dalam aula dan area khusus yang dibuka bisa berubah, periksalah papan petunjuk setempat sebelum mengarahkan kamera.


Nanzen-ji: Memanfaatkan Ruang Lapang Sanmon dan Taman

Nanzen-ji adalah kuil yang mudah memasukkan Sanmon (gerbang utama) yang megah, halaman kuil yang luas, dan atmosfer taman yang tenang dalam satu bidikan.

Sanmon setinggi sekitar 22 meter bisa dinaiki ke bagian atasnya, sehingga kamu juga bisa menikmati komposisi memandang ke bawah halaman kuil.

Memasukkan orang dalam ukuran kecil akan menyampaikan kemegahan arsitektur, tetapi perlu kehati-hatian agar wajah peziarah tidak terambil terlalu besar.


Suirokaku: Melihat Pengulangan Lengkungan dari Depan

Suirokaku yang berada di dalam halaman Nanzen-ji adalah spot foto yang mudah membuat komposisi lengkungan bata yang berderet.

Ini adalah jembatan saluran air Biwako Sosui (kanal Danau Biwa) yang selesai dibangun pada era Meiji, sepanjang sekitar 93 meter, dengan ciri khas lengkungan bata yang menyambung.

Jika kamu berdiri dengan menyadari garis tengah lengkungan, ritme yang menjulur ke dalam akan terlihat di foto.

Keage Incline: Memanfaatkan Garis Rel

Keage Incline adalah bekas kereta lereng (funicular) sepanjang sekitar 582 meter yang berkaitan dengan Biwako Sosui, dan saat ini rel-nya dilestarikan.

Di sepanjang rel ditanam sekitar 90 pohon sakura, dan pada puncak musim akhir Maret hingga awal April menjadi lokasi foto musim semi populer di mana kamu bisa memotret rel dan sakura bersamaan.

Berhenti terlalu lama di atas rel akan menghalangi lalu lalang, jadi lebih aman memotret dalam waktu singkat sambil saling mengalah dengan pejalan kaki di sekitarmu.


Spot Foto Kyoto Area Fushimi-Ujitawara: Fushimi Inari Taisha dan Shōju-in

Jika ingin memotret gerbang merah atau pemandangan jendela dalam ruangan, Fushimi Inari Taisha dan Shōju-in di Ujitawara-chō menjadi kandidat.

Keduanya dikenal instagramable, tetapi merupakan tempat yang sebaiknya kamu hormati ketenangannya sebagai tempat ibadah dan saling mengalah di dalam ruangan.

Fushimi Inari Taisha: Memotret Senbon Torii Merah Cinnabar dengan Komposisi Vertikal

Fushimi Inari Taisha adalah kuil Shinto yang dikenal luas dengan Senbon Torii, deretan gerbang torii berwarna merah cinnabar.

Di jalan menuju kuil, menunggu momen saat arus orang terputus lalu memotret kedalaman torii dengan komposisi vertikal akan menghasilkan kesan yang kuat.

Pagi buta atau sore hari adalah waktu yang relatif tenang untuk memotret, tetapi utamakan lalu lalang peziarah dan jangan berhenti terlalu lama di dalam torii.


Shōju-in: Menikmati Jendela Inome dan Lukisan Langit-Langit dengan Tenang

Shōju-in adalah kuil di Ujitawara-chō, yang inome-mado (jendela inome) di ruang tamu "Sokuten no Ma"-nya sangat terkenal.

Inome adalah motif tradisional Jepang yang bentuknya mirip hati, dipakai sebagai hiasan kuil sejak sekitar 1.400 tahun lalu, dan dipercaya menolak bala serta mengundang keberuntungan.

Jika kamu memotret pemandangan di balik jendela bersama hana-tenjō (langit-langit bunga) yang tersusun dari 160 lukisan, kamu akan mendapat satu bidikan khas interior bergaya Jepang.

Pemotretan di dalam ruangan justru saat ramai semakin penting untuk memperhatikan orang sekitar, jadi lebih aman jika tidak membentangkan barang, menunggu giliran, dan memotret singkat.


Spot Foto Kyoto Area Yase-Arashiyama: Rurikō-in, Kimono Forest, Togetsukyō

Di Yase dan Arashiyama, kamu bisa memotret foto dengan atmosfer yang berbeda-beda: taman yang terpantul di dalam ruangan, tiang Kyō-yūzen yang bercahaya, serta pemandangan jembatan dan gunung.

Karena ada juga area yang ramai orang, mengatur waktu kunjungan dan sudut pemotretan akan memudahkanmu mendapat satu bidikan yang tenang.

Rurikō-in: Menunggu Keindahan Pantulan di Meja

Rurikō-in adalah kuil di Yase, yang dikenal dengan foto "refleksi" di mana daun maple hijau dan daun musim gugur taman terpantul di meja dan lantai berwarna hitam.

Hanya dibuka pada periode ziarah khusus musim semi, musim panas, dan musim gugur, dengan tiket masuk sekitar 2.000 yen.

Karena periode buka, cara ziarah, dan keperluan reservasi berubah di tiap musim, periksalah syarat ziarah sebelum berkunjung.

Di dalam ruangan, penting untuk tidak menguasai posisi pemotretan dan saling mengalah dengan tenang.


Kimono Forest: Mengabadikan Ritme Motif Khas Jepang

Kimono Forest adalah spot foto di ruang Stasiun Arashiyama Randen (Keifuku Electric Railroad), berupa deretan tiang yang membungkus Kyō-yūzen dengan akrilik.

Sekitar 600 tiang setinggi sekitar 2 meter berdiri berjajar, dan setelah matahari terbenam disinari lampu sehingga menjadi suasana yang magis.

Jika memotret motif dari dekat, tumpukan warna akan terlihat; jika sedikit menjauh, akan muncul suasana seperti jalan cahaya.


Togetsukyō: Memasukkan Jembatan, Sungai, dan Gunung dalam Satu Bidikan

Togetsukyō adalah spot foto yang mudah memotret Sungai Katsura (Sungai Hozu) dan barisan gunung Arashiyama bersamaan.

Daripada berhenti memotret di atas jembatan, jika kamu memasukkan keseluruhan jembatan dari tepi sungai, kamu tidak mudah menghalangi lalu lalang orang dan pemandangan pun lebih mudah ditata.


Hutan Bambu Arashiyama: Memanfaatkan Garis Vertikal

Hutan bambu Arashiyama adalah spot foto yang bisa memanfaatkan garis vertikal bambu yang menjulang lurus dan lengkungan jalan setapak.

Di tempat yang lebar jalannya terbatas, utamakan arus pejalan kaki tanpa membentangkan tripod atau berpose terlalu lama.


Perjalanan Foto Kyoto dengan Kereta Api: Sagano Romantic Train dan Kyoto Tango Railway

Dengan menggunakan kereta, kamu bisa menjadikan perpindahan itu sendiri sebagai bagian dari perjalanan foto.

Kamu akan menemukan komposisi yang berbeda dari perjalanan jalan kaki—pemandangan dari jendela, stasiun, peron, jembatan, dan pemandangan sepanjang pantai.

Sagano Romantic Train: Menikmati Nuansa Musim Ngarai Hozukyō

Sagano Romantic Train (Sagano Torokko) adalah kereta wisata yang melaju dari Arashiyama-Sagano ke arah Kameoka, di mana kamu bisa menikmati pemandangan Hozukyō (Ngarai Hozu) dari jendela kereta.

Menempuh sekitar 7,3 kilometer dari Stasiun Torokko Saga ke Stasiun Torokko Kameoka dalam waktu sekitar 25 menit, dengan tarif sekali jalan dewasa 880 yen.

Karena ekspresinya berubah di tiap musim—sakura di musim semi, dedaunan hijau segar di musim panas, dan daun musim gugur—jika kamu menentukan pemandangan yang diincar sesuai waktu kunjungan, akan lebih mudah memotret.

Saat ingin menghindari pantulan di jendela, menyesuaikan sudut agar pakaian terang atau layar ponsel tidak ikut terpantul akan memudahkan pengambilan foto.


Kyoto Tango Railway: Cocok untuk Perjalanan Foto Menuju "Kyoto Sisi Laut"

Kyoto Tango Railway (julukan Tantetsu, dioperasikan oleh WILLER TRAINS) adalah kereta yang mudah dikombinasikan dengan perjalanan ke arah Amanohashidate atau Kyotango.

Kereta wisata seperti "Tango Akamatsu", "Tango Aomatsu", dan "Tango Kuromatsu" juga beroperasi, sehingga kamu bisa menikmati pemandangan dari jendela kereta Tango yang dekat dengan laut.

Jika menggunakan kereta wisata, karena hari operasi, syarat reservasi, dan biaya tambahan berbeda di tiap kereta, periksalah syarat penggunaan terlebih dahulu saat merencanakan.


Memotret Kereta dari Tempat yang Aman

Di stasiun dan sepanjang rel, penting untuk tidak masuk ke area terlarang dan tidak memaksakan pemotretan di tepi peron atau dekat perlintasan.

Di dalam kereta, pilih sudut yang tidak ikut menangkap penumpang lain, serta kurangi pemotretan beruntun yang bersuara dan lampu kilat agar lebih nyaman.

Spot Foto Stasiun Kyoto dan "Kyoto Sisi Laut": Kyoto Tower, Amanohashidate, Pantai Yūhigaura

Dengan mengombinasikan sekitar Stasiun Kyoto dan bagian utara Prefektur Kyoto, kamu bisa membandingkan pemandangan kota dari atas dan pemandangan laut dalam satu perjalanan.

Untuk kunjungan singkat pilih Kyoto Tower, dan jika bisa bepergian jauh pilih Amanohashidate atau Pantai Yūhigaura, sehingga variasi fotomu makin luas.

Kyoto Tower: Memotret Awal dan Akhir Perjalanan

Nidec Kyoto Tower adalah bangunan setinggi sekitar 131 meter yang menjadi penanda di depan Stasiun Kyoto, di mana kamu bisa memandang kota Kyoto dari ruang observasi setinggi sekitar 100 meter di atas tanah.

Pada April 2024, namanya berubah menjadi "Nidec Kyoto Tower" karena naming rights, tetapi tetap akrab dengan julukan Kyoto Tower.

Komposisi memandang ke atas dari depan stasiun cocok untuk catatan perjalanan tepat setelah tiba, dan pemandangan dari ruang observasi membantumu memahami topografi Kyoto.


Amanohashidate: Memasukkan Barisan Pinus dan Laut secara Luas

Amanohashidate adalah tempat pemandangan indah di Miyazu-shi, Prefektur Kyoto, yang dikenal sebagai salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah Jepang bersama Matsushima dan Miyajima.

Sekitar 6.700 pohon pinus berderet di gundukan pasir sepanjang sekitar 3,6 kilometer; kesannya berbeda antara foto berjalan di antara barisan pinus dari dekat dan foto memandang gundukan pasir dari tempat tinggi.

Di Amanohashidate View Land terdapat "Hiryūkan", dan di Kasamatsu Park terdapat "Shōryūkan"—komposisi memandang dari atas dengan matanozoki (mengintip dari sela kaki) adalah favorit klasik.

Di pantai berpasir dan barisan pinus, potretlah dari jalan yang ditentukan atau tempat yang aman agar tidak merusak lingkungan alam.


Pantai Yūhigaura: Menikmati Waktu Menunggu Pemandangan Senja

Pantai Yūhigaura adalah tempat terkenal untuk matahari terbenam di Kyotango-shi, pantai di mana kamu bisa memotret secara luas pemandangan senja yang tenggelam ke Laut Jepang.

Jika kamu memasukkan ayunan di tepi pantai atau garis pantai, kamu lebih mudah memotret baik foto orang maupun foto pemandangan.

Pada sore hari, pastikan jalan pulang sebelum gelap, dan saat ombak tinggi atau cuaca buruk, jangan terlalu mendekat ke laut.


Musim dan Etika untuk Memotret Spot Foto Kyoto dengan Indah

Di spot instagramable Kyoto, warna dan cahaya yang bisa diincar berubah di tiap musim.

Namun, jika terlalu mengutamakan foto, kamu bisa menghalangi lalu lalang, ziarah, atau pengalaman wisatawan lain.

Musim Tema foto yang cocok Spot contoh
Musim semi Sakura dan rel Keage Incline
Awal musim panas Maple hijau Rurikō-in
Musim panas Senja dan laut Pantai Yūhigaura
Musim gugur Daun musim gugur Eikan-dō
Musim dingin Cahaya yang tenang Interior kuil

Di Kuil, Jangan Lupa bahwa Itu adalah Tempat Ibadah

Sebelum menjadi tempat wisata, kuil adalah tempat yang dihormati sebagai tempat ibadah.

Di tempat dengan tanda larangan memotret, jangan memotret; saat mengarahkan kamera ke orang yang sedang berdoa atau ke pendeta Shinto/biksu, pertimbangkanlah dengan hati-hati.

Di Jalan Umum, Perhatikan Cara Berhenti

Di tempat yang banyak lalu lalang orang seperti jalan setapak hutan bambu, Togetsukyō, dan Keage Incline, penting untuk tidak berpose terlalu lama di tengah jalan.

Tripod, peralatan besar, dan pemotretan dengan kostum terkadang memerlukan izin tergantung tempatnya.

Memisahkan Hal yang Boleh Difoto dan yang Sebaiknya Dihindari

Saat ragu, akan lebih mudah memutuskan jika kamu menjadikan "apakah aman dan nyaman seandainya wisatawan lain melakukan hal yang sama" sebagai patokan.

Situasi Cara memotret yang baik Yang sebaiknya dihindari
Jalan menuju kuil Singkat di tepi Menguasai lorong
Dalam ruangan Memotret dengan tenang Membentangkan barang
Jembatan Memotret dari tepi sungai Berhenti di atas jembatan
Kereta Memotret dari kursi Memotret penumpang tanpa izin
Pantai Jarak yang aman Mendekat saat cuaca buruk

Kesimpulan: Nikmati Spot Instagramable Kyoto dengan Pemandangan dan Etika

Spot foto instagramable Kyoto bukan hanya yang klasik seperti Fushimi Inari Taisha dan hutan bambu Arashiyama; jika diperluas hingga Shōju-in, Rurikō-in, Kyoto Tango Railway, Amanohashidate, dan Pantai Yūhigaura, foto perjalananmu akan memiliki beragam ekspresi.

Menjaga ketenangan dan sopan santun di kuil, serta mengutamakan lalu lalang dan keselamatan di jalan umum maupun stasiun, adalah dasar untuk menikmati perjalanan foto dengan nyaman.

Sambil memeriksa syarat ziarah dan kondisi operasional terlebih dahulu, temukanlah cahaya, warna, dan komposisi khas Kyoto dengan ritmemu sendiri.

"

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Spot Instagramable di Kyoto akan lebih memuaskan bila Anda mempersempit dulu berdasarkan "jenis pemandangan yang ingin dipotret". Berpikir dalam 5 kategori yaitu kuil, hutan bambu, sungai, laut, dan kereta memudahkan menyusun alur perjalanan, dan dengan memperluas bukan hanya ke pusat kota tetapi hingga Ujitawara dan Kyoto bagian utara, Anda bisa mendapat foto kota tua dan pemandangan Laut Jepang dalam satu kali perjalanan.
A. Karena deretan torii merah menciptakan kedalaman seperti terowongan, sehingga memotret dengan komposisi vertikal membuat kesannya lebih menonjol. Torii dipersembahkan oleh perusahaan maupun perorangan sebagai permohonan, dan cirinya adalah nama pemberi serta tahun dan bulan pendirian terukir di balik tiang. Karena jalan ini menerus hingga puncak gunung, bila hanya hingga Okusha Hohaisho, Anda bisa merasakan suasananya dalam sekitar 30 menit pulang pergi.
A. Biaya masuk gratis, dan karena buka 24 jam, Anda bisa memotret bahkan pada pagi buta. Di siang hari aliran orang di dalam torii tak terputus, tetapi tepat setelah fajar hampir tidak ada orang, sehingga Anda bisa membidik satu foto berkedalaman. Karena gerbang berada tepat setelah keluar dari "Stasiun Inari" jalur JR Nara, aksesnya mudah: hanya dua stasiun, sekitar 5 menit dari Stasiun Kyoto, sehingga cocok untuk pagi buta.
A. Daun musim gugur Eikando (nama resmi Zenrin-ji) umumnya mencapai puncak pada pertengahan November hingga awal Desember, dengan biaya masuk biasa untuk umum 1.000 yen. Sekitar 3.000 pohon maple berubah warna, dan "daun musim gugur terbalik" yang terpantul di kolam juga dikenal. Patung utamanya adalah "Mikaeri Amida" yang menoleh, dan karena syarat pemotretan di dalam aula bisa berubah, periksalah papan pengumuman di pintu masuk.
A. Shoju-in berada di Ujitawara, dengan biaya masuk biasa 600 yen, dan Anda bisa menikmati Inome-mado (motif tradisional yang tampak berbentuk hati) serta 160 lukisan bunga di langit-langit. Ini adalah kuil di pegunungan yang dicapai dengan bus dari Stasiun Keihan atau JR Uji, dan kadang ada transportasi tambahan musiman. Karena pada jam-jam tertentu jadwal kepulangan jarang, menentukan rute pulang lebih dahulu akan memudahkan pergerakan.
A. Rurikoin hanya dibuka pada periode kunjungan khusus musim semi, panas, dan gugur, dengan biaya masuk dewasa 2.000 yen. Cara masuknya berubah menurut musim, misalnya musim panas tanpa reservasi sedangkan musim daun gugur memerlukan reservasi sebelumnya. Di ruang tempat maple hijau atau daun gugur terpantul di meja shoin hitam, sikap saling memberi ruang dan menikmati dalam waktu singkat sangatlah penting.
A. Puncak sakura umumnya akhir Maret hingga awal April, dengan sekitar 90 pohon sakura mekar di sepanjang bekas rel sepanjang sekitar 582 meter. Karena ini bekas jalur rel yang miring, menatap ke atas dari bawah tanjakan akan menonjolkan kedalaman sakura dan rel. Di atas rel banyak lalu lalang orang, dan terlalu lama berhenti akan mengganggu jalan, jadi menentukan komposisi dalam waktu singkat sambil saling mengalah akan lebih aman.
A. Sagano Romantic Train menempuh sekitar 7,3 kilometer dalam sekitar 25 menit, dengan tarif sekali jalan dewasa 880 yen dan anak 440 yen. Ruasnya dari Stasiun Torokko Saga hingga Stasiun Torokko Kameoka, dan karena semua kursi dipesan, reservasi sebelumnya akan lebih aman saat musim ramai. Tepi Hozukyo mudah terkena angin, jadi pada hari dengan gerbong terbuka, membawa jaket akan lebih nyaman.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.