Nikmati Perjalanan ke Jepang!

10 Spot Sejuk Musim Panas Kyoto: Kawadoko Kamo

10 Spot Sejuk Musim Panas Kyoto: Kawadoko Kamo
Panduan wisata musim panas Kyoto: Kawadoko Kamo, Kawadoko Kibune, Hozugawa, Kereta Sagano, Togetsukyo, dan Air Terjun Otowa.

Ringkasan Cepat

Daya tarik dalam satu kalimat

Perjalanan menjelajahi Kyoto musim panas dengan sejuk lewat kawadoko dan tepi air. Anda bisa menciptakan jeda kesejukan di tengah panas dengan kawadoko Kamogawa, kawadoko Kibune, Kereta Sagano Torokko, dan menyusuri Sungai Hozugawa.

Cara menikmati kawadoko

Di tengah kota ada kawadoko Kamogawa (kursi panggung sekitar Nijo–Gojo) dan Pontocho, di pegunungan ada kawadoko Kibune yang dekat aliran sungai. Meski sama-sama kawadoko, suasananya berbeda lewat pemandangan malam dan suara alam.

Hal menarik tepi air

Kiyomizu-dera yang terkenal dengan Air Terjun Otowa, Kuil Kifune dengan air sucinya dan mizu-ura mikuji (ramalan yang dibaca dengan air), Jembatan Togetsukyo di atas Sungai Katsura (panjang sekitar 155 m), serta Gunung Kurama yang diselimuti hijau.

Pengalaman naik wahana

Kereta Sagano Torokko adalah kereta wisata yang menyuguhkan Ngarai Hozugawa dari jendela. Wisata menyusuri Sungai Hozugawa dilakukan dengan perahu dari Kameoka ke Arashiyama, sehingga suara air dan pemandangan tebing batu bisa dirasakan dari dekat.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan

Kereta Torokko menempuh sekitar 7,3 km sekali jalan dalam sekitar 25 menit, menyusuri Sungai Hozugawa menempuh sekitar 16 km Kameoka–Arashiyama dalam sekitar 100 menit, dan di Gunung Kurama sekitar 30 menit jalan kaki dari gerbang gunung ke aula utama Honden Kondo.

Periode operasional dan kecenderungan layanan

Periode penggunaan kawadoko Kamogawa adalah 1 Mei–15 Oktober, dengan kursi mulai sore yang populer. Dalam wisata menyusuri Sungai Hozugawa, perahu dilengkapi tenda saat hujan, dan layanan dihentikan saat air meluap atau angin kencang.

Acara musim panas dan keselamatan

Gozan no Okuribi pada malam 16 Agustus dinyalakan dengan jeda sekitar 5 menit mulai dari Daimonji pukul 20.00. Karena jembatan dan bantaran sungai ramai, hindari bermain ponsel sambil berjalan dan masuk ke area terlarang.

Untuk informasi terbaru, silakan merujuk pada pengumuman resmi atau konfirmasi di lokasi.

Artikel populer tentang Kyoto

Wisata Musim Panas Kyoto: Mencari Kesejukan di Kawadoko dan Tepi Sungai

Untuk menikmati musim panas Kyoto yang terik dengan nyaman, mengombinasikan kunjungan ke kuil dengan area tepi sungai, lembah, dan pegunungan adalah pilihan yang realistis, bukan hanya mengunjungi kuil saja.

Di pusat kota ada Kamogawa Nōryō-yuka (teras makan di atas Sungai Kamo) dan Pontochō, di pinggiran kota ada Kibune Kawadoko dan Gunung Kurama, sementara di arah Arashiyama ada Sagano Romantic Train dan Hozugawa Kudari (pelayaran menyusuri Sungai Hozu) yang menambah variasi sejuk dalam perjalanan Anda.

Artikel ini merangkum spot tepi sungai dan kawadoko (teras makan di atas sungai) yang mudah dimasukkan dalam itinerary wisatawan asing saat musim panas di Kyoto, dengan menjelaskan perbedaan cara menikmatinya.

Suasana Kawadoko Berbeda Tergantung Lokasinya

Ketika mendengar kata yuka (teras makan) di Kyoto, banyak orang membayangkan Kamogawa Nōryō-yuka yang menjorok di sepanjang Sungai Kamo.

Di sisi lain, Kibune Kawadoko adalah pengalaman bersantap di area pegunungan yang dekat dengan aliran sungai, memiliki ketenangan yang berbeda dari Kamogawa yang menawarkan pemandangan malam kota.

Jadikan Perjalanan di Tepi Air sebagai Daya Tarik Utama

Sagano Romantic Train adalah kereta wisata yang menyuguhkan pemandangan lembah Sungai Hozu dari jendela kereta.

Hozugawa Kudari adalah perjalanan perahu dari Kameoka menuju Arashiyama, sebuah pengalaman di mana Anda dapat merasakan suara air dan pemandangan bebatuan dari dekat.

Utamakan Keselamatan dan Etika Saat Acara Musim Panas

Acara musim panas seperti Gozan no Okuribi (api pengantar arwah di lima gunung) mudah dinikmati di sekitar tepi sungai dan jembatan saat malam, namun arus pengunjung juga menjadi sangat padat.

Penting untuk mengikuti petunjuk setempat, menghindari mengoperasikan ponsel sambil berjalan, serta tidak memasuki area yang dilarang.

Pertama-tama, mari kita rangkum 10 poin yang diperkenalkan kali ini berdasarkan tujuan perjalanan.

Nama Cara Merasakan Kesejukan Cocok untuk Perjalanan
Kamogawa Nōryō-yuka Angin sungai & pemandangan malam Fokus bersantap
Pontochō Gang & teras makan Jalan-jalan malam
Kibune Kawadoko Dekat aliran sungai Santapan istimewa
Kuil Kibune mizu-ura mikuji (ramalan air) Ziarah kuil
Gunung Kurama Udara pegunungan Jelajah alam
Sagano Romantic Train Pemandangan lembah dari jendela Menikmati perjalanan
Hozugawa Kudari Suara air dari atas perahu Fokus pengalaman
Jembatan Togetsukyō Permukaan sungai & bayangan gunung Jalan-jalan foto
Kuil Kiyomizu Air Terjun Otowa Kuil & air
Gozan no Okuribi Angin malam musim panas Menyaksikan acara

Menikmati Malam Kyoto di Kamogawa Nōryō-yuka dan Pontochō

Jika ingin menikmati santapan khas musim panas di pusat Kota Kyoto, Kamogawa Nōryō-yuka dan Pontochō adalah area yang mudah dikombinasikan.

Aliran Sungai Kamo, pemandangan Higashiyama, dan cahaya gang-gang sempit berpadu, sehingga Anda bisa merasakan suasana malam khas Kyoto bahkan dalam kunjungan singkat.

Kamogawa Nōryō-yuka: Pengalaman Bersantap di Tepi Sungai

Kamogawa Nōryō-yuka adalah tradisi musim panas Kyoto berupa menikmati santapan di teras yang menghadap sungai, membentang di sepanjang tepi barat Sungai Kamo dari Nijō hingga sekitar Gojō.

Periode penggunaan Kamogawa Nōryō-yuka adalah 1 Mei hingga 15 Oktober, namun ada juga restoran yang mengakhiri operasinya pada akhir September, dan hari serta jam buka berbeda-beda untuk setiap restoran.

Nōryō-yuka berjejer di area Kamikiyamachi, Pontochō, Nishiseki, dan Shimokiyamachi, dengan kursi dari sore hari yang sangat populer.

Sebelum berkunjung ke Jepang, akan lebih tenang jika Anda memeriksa informasi restoran yang ingin dituju, termasuk penanganan saat hujan dan jenis kursi.


Pontochō: Terasa Khas Musim Panas Hanya dengan Berjalan

Pontochō adalah jalan sempit yang dekat dengan Sungai Kamo, di mana cahaya restoran dan suasana gang sangat berkesan setelah sore hari.

Jalan kecil berbatu ini menghubungkan Sanjō-dōri dan Shijō-dōri dari utara ke selatan, dengan jarak sekitar 10 menit berjalan dari ujung ke ujung.

Selain restoran dengan teras makan, ada juga bar, masakan Jepang, dan tempat makan kasual, sehingga mudah dipilih sesuai anggaran dan selera perjalanan Anda.


Pertimbangkan Reservasi untuk Setiap Restoran

Karena Kamogawa Nōryō-yuka memiliki menu, kursi, dan syarat operasi yang berbeda untuk setiap restoran, penting untuk tidak menilai hanya berdasarkan aturan umum.

Ada juga restoran yang memiliki dress code atau ketentuan pembatalan, jadi periksalah halaman reservasi atau informasi restoran sebelum berkunjung.

Banyak restoran dapat dipesan melalui situs reservasi atau telepon, dan dengan menyampaikan jumlah orang serta waktu, alur pada hari kunjungan akan lebih lancar.

Habiskan Waktu di Tepi Sungai Kamo Sebelum dan Sesudah Makan

Jika berjalan di sepanjang Sungai Kamo sebelum atau sesudah makan, Anda bisa memandangi permukaan sungai dan garis pegunungan Higashiyama dari atas jembatan.

Namun, di area tepi sungai, pilihlah tempat berhenti agar tidak menghalangi lalu lintas, dan jangan lupa memperhatikan sekitar saat mengambil foto.

Merasakan Kesejukan Pegunungan di Kibune Kawadoko, Kuil Kibune, dan Gunung Kurama

Pada hari ketika ingin sedikit menjauh dari panasnya pusat kota, suasana perjalanan akan berubah jika Anda berfokus pada Kibune dan Kurama.

Dengan mengombinasikan santapan di tepi aliran sungai, Kuil Kibune yang terkenal dengan air sucinya, dan Gunung Kurama yang diselimuti hijau, Anda dapat merasakan kedalaman Kyoto.

Kibune Kawadoko: Pengalaman Bersantap Dekat Aliran Sungai

Kibune Kawadoko adalah pengalaman bersantap musim panas yang dinikmati di restoran-restoran sepanjang Sungai Kibune.

Ada restoran yang membangun teras tepat di atas permukaan air, sehingga Anda mudah merasakan kehadiran air di dekat kaki, dan menghabiskan waktu yang lebih dekat dengan suara alam dibandingkan Kamogawa Nōryō-yuka.

Suhu cenderung lebih sejuk daripada pusat kota dan Anda bisa merasakan angin sungai, inilah daya tarik khas Kibune Kawadoko.

Pada musim yang populer, reservasi terkadang sulit didapat, jadi periksalah hari operasi, kursi, dan penanganan saat hujan untuk setiap restoran.


Kuil Kibune: Tempat Bersentuhan dengan Kepercayaan Air

Kuil Kibune (Kifune-jinja) adalah kuil kuno yang memuja dewa air.

Di dalam kompleks kuil, terkenal goshinsui (air suci) yang dipelihara oleh alam Gunung Kibune, serta mizu-ura mikuji (ramalan air) yang hurufnya akan muncul ketika diapungkan di air.

Ada juga panduan sansha-mairi (ziarah tiga kuil) yang mengelilingi Hongu, Okumiya, dan Yui-no-yashiro, sehingga mudah membuat alur untuk berziarah dengan tenang sebelum atau sesudah kawadoko.


Gunung Kurama: Cocok untuk Perjalanan Jalan Kaki

Kurama-dera di Gunung Kurama adalah kuil gunung yang memiliki jalur ziarah dari gerbang menuju aula utama Honden Kondō, serta jalan yang tembus ke sisi Kibune.

Karena ada bagian yang mengharuskan menaiki tangga batu dan jalur pegunungan, meskipun tujuannya mencari kesejukan, persiapan sepatu yang nyaman dan asupan air sangatlah penting.

Dari gerbang menuju Honden Kondō memakan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki, dan dengan menggunakan kereta gantung, Anda bisa memperpendek waktu berjalan.

Jangan memaksakan diri sesuai kondisi fisik, dan tentukan rentang berjalan setelah memeriksa cuaca serta petunjuk pada hari itu.

Kibune dan Kurama tampak serupa, namun karakter pengalamannya berbeda.

Area Cara Menikmati Hal yang Perlu Diperhatikan
Kibune Kawadoko Santapan di tepi aliran sungai Cek restoran
Kuil Kibune Ziarah air Berjalan dengan tenang
Gunung Kurama Jelajah jalur pegunungan Pilih sepatu


Menjelajahi Lembah dengan Sagano Romantic Train dan Hozugawa Kudari

Jika ingin merasakan kesejukan musim panas di arah Arashiyama, Sagano Romantic Train dan Hozugawa Kudari adalah kombinasi yang sangat cocok.

Kereta menawarkan pengalaman memandangi lembah Sungai Hozu dari jendela, sementara perahu menawarkan pengalaman menyusuri lembah dari sudut pandang dekat permukaan air, sehingga kesannya berbeda meski di tepi air yang sama.

Sagano Romantic Train: Menikmati Kesejukan dari Jendela Kereta

Sagano Romantic Train adalah kereta wisata yang melaju dari Stasiun Torokko Saga melewati Stasiun Torokko Arashiyama dan Stasiun Torokko Hozukyō hingga Stasiun Torokko Kameoka.

Kereta ini diperkenalkan sebagai kereta yang menyuguhkan pemandangan menakjubkan Sungai Hozu dan panorama empat musim di sepanjang rute sekitar 7,3 km.

Waktu tempuh sekali jalan sekitar 25 menit, dan saat musim panas, hijaunya lembah dan aliran sungai yang terlihat dari jendela sangat berkesan.

Kemampuannya mengubah perjalanan itu sendiri menjadi wisata membuatnya cocok untuk perjalanan Arashiyama di musim panas yang panas.


Hozugawa Kudari: Pengalaman Menuju Arashiyama dengan Perahu

Hozugawa Kudari adalah pengalaman menyusuri lembah sepanjang sekitar 16 km dari Kameoka di Provinsi Tamba menuju Arashiyama, kawasan indah Kyoto, dengan perahu selama kurang lebih 100 menit.

Saat hujan, perahu dioperasikan dengan memasang tenda, sementara saat air meluap (ketinggian air berbahaya) atau cuaca buruk seperti badai, operasi dihentikan.

Meski cerah, operasi terkadang dibatalkan karena angin kencang, jadi pahamilah bahwa ini adalah pengalaman yang dipengaruhi oleh kondisi alam.

Akan lebih tenang jika Anda memeriksa status operasi pada hari itu sebelum berangkat.


Pikirkan Kereta dan Perahu Secara Sekali Jalan

Jika mengombinasikan kereta dan perahu di hari yang sama, akan lebih mudah membuat alur perjalanan dengan memisahkan rute pergi dan pulang.

Alur menuju arah Kameoka dengan Romantic Train, lalu kembali ke Arashiyama dengan Hozugawa Kudari, adalah kombinasi klasik yang memungkinkan menikmati perjalanan sekaligus pengalaman.

Namun, tiket kereta, reservasi perahu, dan status operasi berubah-ubah setiap hari, jadi lebih aman untuk tidak hanya mengandalkan keputusan dadakan di lokasi.

Menikmati Jalan-jalan Foto di Jembatan Togetsukyō dan Tepi Air Arashiyama

Jembatan Togetsukyō (Togetsu-kyō) dikenal sebagai jembatan yang membentang di atas Sungai Katsura yang memisahkan Sagano dan Arashiyama.

Dengan memandang bukan hanya jembatannya saja, tetapi juga permukaan sungai, garis pegunungan, dan jalur jelajah sekitarnya, Anda dapat merasakan Arashiyama yang sejuk di musim panas.

Jembatan Togetsukyō: Tempat Melihat Sungai dan Gunung Sekaligus

Di Jembatan Togetsukyō, selain memandang sungai dari atas jembatan, disarankan untuk memandang jembatan dan gunung bersama-sama dari tempat yang sedikit berjarak.

Pada jembatan yang panjangnya sekitar 155 m ini, jika difoto dengan memasukkan Gunung Arashiyama di belakangnya, akan menghasilkan satu bidikan dengan hijau musim panas yang memukau.

Saat mengambil foto, berpindahlah ke posisi yang tidak menghentikan arus pejalan kaki, dan jangan berdiam diri terlalu lama di atas jembatan.


Tepi Air Arashiyama Berubah Wajah Tergantung Waktu

Pada siang hari terdapat keramaian khas pusat wisata, sedangkan pada sore hari cahaya di permukaan sungai terlihat lebih tenang.

Pagi-pagi sekali adalah waktu dengan sedikit pengunjung, sehingga mudah berjalan-jalan dengan tenang sambil merasakan kesejukan permukaan sungai.

Pada hari ketika panasnya terasa, daripada memaksakan berjalan terlalu lama, akan lebih nyaman jika mengombinasikan istirahat di tepi sungai dengan kuil atau toko terdekat.

Menyimpan Kenangan Musim Panas di Air Terjun Otowa Kuil Kiyomizu dan Gozan no Okuribi

Bukan hanya kawadoko atau perjalanan perahu, air kuil dan acara musim panas juga merupakan elemen penting untuk merasakan kesejukan Kyoto.

Di Kuil Kiyomizu (Kiyomizu-dera) ada Air Terjun Otowa, dan pada malam musim panas ada Gozan no Okuribi yang menciptakan momen tak terlupakan khas Kyoto.

Kuil Kiyomizu: Perhatikan Air Terjun Otowa

Air Terjun Otowa (Otowa-no-taki) di Kuil Kiyomizu dikenal sebagai air murni yang menjadi asal-usul pendirian Kuil Kiyomizu sekaligus asal nama kuil tersebut.

Air jernihnya jatuh terbagi menjadi tiga aliran, dan sejak dahulu disebut konjikisui (air emas) atau enmeisui (air panjang umur).

Para peziarah menerima air dengan gayung dan menjadikannya tempat untuk berdoa demi rokkon shōjō (penyucian enam indra) dan terkabulnya harapan.

Saat berziarah di musim panas, ini adalah spot yang patut diperhatikan bukan hanya panggung kuilnya, tetapi juga tempat air seperti ini.


Gozan no Okuribi: Acara Tradisional Malam Musim Panas

Kyoto Gozan no Okuribi adalah acara tradisional musim panas Kyoto yang dinyalakan setiap tahun pada malam 16 Agustus.

Pukul 20.00 huruf Daimonji dinyalakan, lalu diikuti Myo-ho, Funagata, Hidari-daimonji, dan Toriigata dengan jeda sekitar 5 menit, dan masing-masing terus menyala selama sekitar 30 menit.

Bahkan saat menyaksikan dari tepi air, penting untuk tidak menghalangi lalu lintas sekitar saat mengambil tempat atau berpindah.

Pada hari penyalaan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti larangan mendaki ke setiap gunung demi kelancaran kerja penyalaan dan pencegahan bahaya, jadi periksalah petunjuk hari itu sebelum menyaksikan.


Utamakan Keselamatan di Tepi Air pada Malam Hari

Saat periode Gozan no Okuribi, banyak orang berkumpul di sekitar jembatan dan area tepi sungai.

Ketika air sungai meluap, akses ke area tepi sungai terkadang dibatasi, jadi ikutilah petugas keamanan atau petunjuk setempat.

Berikut kami rangkum perilaku yang perlu diperhatikan di tepi air saat musim panas, untuk para wisatawan.

Situasi Perilaku Baik Perilaku yang Dihindari
Di atas jembatan Foto singkat di tepi Menghalangi jalan
Tepi sungai Ikuti petunjuk Masuk area terlarang
Kawadoko Cek aturan restoran Batal tanpa pemberitahuan
Jalur pegunungan Siapkan perlengkapan Memaksakan berjalan dengan pakaian terlalu ringan
Menyaksikan acara Perhatikan sekitar Main ponsel sambil jalan

Tips Menyusun Wisata Tepi Air Kyoto di Musim Panas

Jika terlalu serakah mengunjungi spot tepi air, perpindahan akan bertambah dan membuat mudah lelah.

Dengan mengumpulkan spot di arah yang sama dan menentukan mana yang menjadi daya tarik utama di antara santapan, jelajah, atau pengalaman, perjalanan menjadi lebih ringan meski di musim panas.

Jika di Pusat Kota, Jadikan Kamogawa dan Pontochō sebagai Poros

Untuk merasakan suasana musim panas Kyoto dalam waktu singkat, menjadikan Kamogawa Nōryō-yuka dan Pontochō sebagai pusat adalah pilihan yang mudah dipahami.

Dengan alur kuil atau belanja di siang hari, lalu santapan di tepi Sungai Kamo pada malam hari, Anda lebih mudah menekan perpindahan di luar ruangan pada jam-jam panas.

Jika Mengutamakan Alam, Jadikan Kibune dan Kurama sebagai Poros

Bagi yang ingin merasakan suara sungai dan teduh pepohonan, kombinasi Kibune Kawadoko, Kuil Kibune, dan Gunung Kurama sangat cocok.

Area pegunungan memiliki momen yang lebih mudah terasa sejuk dibanding pusat kota, namun perlu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi pijakan kaki.

Jika Mengutamakan Pengalaman, Jadikan Arashiyama dan Kameoka sebagai Poros

Bagi yang ingin menikmati perjalanan itu sendiri, dengan menjadikan Sagano Romantic Train dan Hozugawa Kudari sebagai pusat, hari Anda akan menjadi berkesan.

Karena dipengaruhi kondisi alam dan status reservasi, akan lebih tenang jika memeriksa informasi operasi dan menyiapkan rencana alternatif.

Berikut kami rangkum arah kombinasi berdasarkan jenis perjalanan.

Tujuan Perjalanan Lokasi Poros Kombinasi
Santapan malam Kamogawa Pontochō
Ziarah tenang Kuil Kibune Kibune Kawadoko
Jelajah alam Gunung Kurama Arah Kibune
Pengalaman kendaraan Romantic Train Hozugawa Kudari
Jalan-jalan foto Jembatan Togetsukyō Tepi air Arashiyama
Acara musim panas Gozan no Okuribi Sekitar Kamogawa

Kesimpulan | Jelajahi Musim Panas Kyoto dengan Sejuk Lewat Kawadoko dan Tepi Air

Musim panas Kyoto memang musim yang panasnya berkesan, namun dengan memilih kawadoko, tepi air, lembah, dan pegunungan, Anda bisa menciptakan ruang sejuk dalam cara menikmati perjalanan.

Jika ingin menikmati santapan di pusat kota, Kamogawa Nōryō-yuka dan Pontochō menjadi pilihan, sedangkan jika ingin merasakan alam, Kibune Kawadoko, Kuil Kibune, dan Gunung Kurama menjadi kandidatnya.

Di arah Arashiyama, dengan mengombinasikan Jembatan Togetsukyō, Sagano Romantic Train, dan Hozugawa Kudari, Anda bisa menikmati pemandangan sungai sambil berpindah tempat.

Air Terjun Otowa di Kuil Kiyomizu dan Gozan no Okuribi juga merupakan elemen yang menyisakan kenangan khas musim panas Kyoto.

Periksalah reservasi, status operasi, pembatasan akses, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat acara, lalu susunlah wisata tepi air yang tidak memberatkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

A. Kawadoko adalah tradisi musim panas Kyoto untuk menikmati makan di atas teras/dek yang dibangun menghadap sungai; istilah ini dibaca sebagai "yuka" atau "kawadoko" tergantung area. Kamogawa Noryo-yuka menawarkan angin sungai dan pemandangan malam kota, sedangkan Kibune-gawa Kawadoko memberi pengalaman makan sangat dekat dengan suara aliran air. Keduanya sama-sama yuka, tetapi suasana sejuknya berbeda antara pusat kota dan kawasan pegunungan.
A. Kamogawa Noryo-yuka umumnya beroperasi dari 1 Mei hingga 15 Oktober, dengan harga yang sangat berbeda menurut restoran dan jenis kursi. Deretan yuka membentang dari sekitar Nijo hingga Gojo, dan beberapa restoran mengenakan biaya tambahan untuk tempat duduk di yuka. Karena tidak semua restoran menyediakan layanan siang, awal musim panas atau awal musim gugur biasanya lebih nyaman untuk makan siang dibanding puncak musim panas.
A. Pontocho adalah lorong sempit berlantai batu di tepi Sungai Kamo, menghubungkan Sanjo-dori hingga Shijo-dori dari utara ke selatan. Area ini cukup ringkas, hanya sekitar 10 menit berjalan dari ujung ke ujung, dan tersedia mulai restoran ryotei dengan tempat duduk yuka, bar, hingga tempat makan kasual. Hanya dengan berjalan menyusuri lorong yang menyala setelah sore pun, Anda sudah bisa merasakan suasana malam musim panas khas Kyoto.
A. Kibune-gawa Kawadoko memiliki panggung yang dibangun tepat di atas aliran Sungai Kibune, sehingga Anda bisa menikmati suara air dari dekat. Konon kawasan ini terasa sekitar 10 derajat lebih sejuk dibanding pusat kota, dengan hidangan pegunungan seperti hamo, ayu, dan sayuran liar. Banyak restoran mensyaratkan reservasi hingga 3 hari sebelumnya, jadi memesan kursi lebih awal saat musim ramai akan lebih aman.
A. Mizuura mikuji di Kibune Shrine seharga 200 yen sekali, berupa omikuji (kertas ramalan) yang hurufnya muncul saat diapungkan di air suci (mata air bening kuil). Loket pembagian omikuji buka dari pukul 9.00 hingga sekitar pukul 17.00. Di kuil tua yang memuja dewa air ini, Anda juga bisa mencoba sansha mairi (tata cara berziarah berurutan ke tiga kuil) yang mengelilingi Honmiya, Okumiya, dan Yui-no-yashiro.
A. Kurama-dera bisa dimasuki dengan aizanhi (biaya masuk untuk pemeliharaan gunung) 500 yen, dan dari gerbang hingga Honden Kondo sekitar 30 menit berjalan kaki. Kereta kabel bertarif sumbangan dewasa 200 yen, dan bila digunakan bisa memperpendek waktu berjalan. Karena tangga batu dan jalan pegunungan berlanjut, sebaiknya gunakan sepatu yang nyaman dan bawa air minum bahkan saat mencari tempat yang sejuk.
A. Tarif sekali jalan dewasa 880 yen dan anak 440 yen, dengan lama sekitar 25 menit, dan reservasi sebelumnya akan lebih aman saat musim ramai. Sagano Romantic Train menempuh sekitar 7,3 km dari Torokko Saga hingga Torokko Kameoka. Kursi di sisi kanan arah perjalanan menawarkan pemandangan ngarai Sungai Hozu yang baik, dan di musim panas hijau dedaunan di balik jendela terasa sejuk.
A. Tarifnya dewasa 6.000 yen, lama sekitar 2 jam, dan dermaga sekitar 8 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kameoka. Hozugawa Kudari adalah perjalanan perahu menyusuri sekitar 16 km dari Kameoka hingga Arashiyama. Saat hujan tetap beroperasi dengan memasang tenda, tetapi bisa dibatalkan karena debit air tinggi atau angin kencang, sehingga rute menuju Kameoka dengan torokko lalu kembali dengan perahu menjadi pilihan yang realistis.

Tempat Rekomendasi Terdekat

Lihat artikel rekomendasi di sekitar area ini

※ Konten artikel didasarkan pada informasi pada saat penulisan dan mungkin berbeda dari situasi saat ini. Selain itu, kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan konten yang dipublikasikan, harap dimaklumi.